Buletin KKN Pendidikan. Vol. No. Desember 2025 e-ISSN 2716-0327 doi: 10. 23917/bkkndik. Sosialisasi dan Pemberdayaan Kewirausahaan Digital bagi Anak Gen Z di LKSA Muhammadiyah Kota Madiun Dian Ardifah Iswari1*. Lenny Puspita Dewi2. Irfan Miftahul Fauzi3. Santosa Pradana Putra Setya Negara4. Muhammad Hasan Al Banna5. Ihwan Susila6 1-5Fakultas Ilmu Formal Ilmu Terapan. Universitas Muhammadiyah Madiun. Indonesia 6Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Muhammadiyah Surakarta. Indonesia INFORMASI ARTIKEL ABSTRAK Histori Artikel: Perkembangan teknologi digital telah membuka peluang usaha yang luas bagi generasi muda, termasuk anak-anak yang berada di bawah naungan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA). Namun, keterbatasan akses sumber daya dan pengetahuan kewirausahaan masih menjadi tantangan utama bagi anak-anak LKSA dalam mempersiapkan diri menuju kemandirian ekonomi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi mengenai peluang usaha di era digital kepada anak-anak LKSA Muhammadiyah Kota Madiun, sekaligus meningkatkan wawasan, motivasi, dan kesiapan kewirausahaan sejak dini. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan secara bertahap, meliputi observasi permasalahan mitra, penentuan solusi dan target, pelaksanaan sosialisasi, serta evaluasi kegiatan. Sosialisasi dilaksanakan melalui penyampaian materi kewirausahaan digital dan penerapan mini games sebagai metode pembelajaran interaktif untuk melatih soft skills peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memiliki antusiasme yang tinggi dan memperoleh pemahaman awal mengenai peluang usaha digital, meskipun masih menghadapi keterbatasan akses terhadap perangkat teknologi. Kegiatan ini juga berkontribusi pada pengembangan soft skills, seperti komunikasi, kerja sama tim, dan kreativitas, yang penting dalam dunia usaha. Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan kesiapan kewirausahaan anak-anak LKSA Muhammadiyah Kota Madiun dan menjadi langkah awal menuju pemberdayaan dan kemandirian ekonomi yang berkelanjutan. Submit: 11 Juli 2025 Revisi: 10 Desember 2025 Diterima: 20 Desember 2025 Publikasi: 29 Desember 2025 Periode Terbit: Desember 2025 Kata Kunci: gen Z, kewirausahaan digital, literasi digital, peluang usaha digital Correspondent Author: Dian Ardifah Iswari Fakultas Ilmu Formal Ilmu Terapan Universitas Muhammadiyah Madiun. Indonesia Email: dai552@ummad. Pendahuluan Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi di era digital telah membawa transformasi yang signifikan dalam berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk dalam bidang ekonomi dan dunia Digitalisasi telah mengubah cara individu memproduksi, mendistribusikan, serta memasarkan produk dan jasa. Kemajuan ini tidak hanya membuka peluang usaha bagi pelaku bisnis besar, tetapi juga memberikan ruang yang luas bagi generasi muda untuk terlibat dalam aktivitas kewirausahaan sejak usia dini. Bahkan. Sosialisasi dan Pemberdayaan Kewirausahaan Digital bagi Anak Gen Z di LKSAA. e-ISSN 2716-0327 doi: 10. 23917/bkkndik. anak-anak yang berada pada jenjang pendidikan sekolah menengah kini memiliki peluang yang relatif lebih besar untuk mengenal dan mengembangkan potensi pemanfaatan teknologi digital (Nurgiyatna et al. , 2. Anak-anak yang saat ini menempuh pendidikan di tingkat sekolah menengah sebagian besar termasuk dalam kategori generasi Z (Gen Z). Generasi ini dikenal sebagai generasi yang lahir dan tumbuh seiring dengan perkembangan teknologi digital, sehingga memiliki karakteristik yang relatif adaptif terhadap inovasi teknologi (Jayanti et al. , 2021. Pramesti et al. , 2. Dalam konteks pembangunan nasional. Gen Z diharapkan mampu menjadi bagian dari bonus demografi tenaga kerja Indonesia di masa mendatang. Oleh karena itu, diperlukan upaya yang sistematis untuk membekali mereka dengan motivasi, wawasan, serta arahan yang tepat agar mampu mengenali bakat dan potensi diri yang dapat dikembangkan menjadi aktivitas produktif, termasuk dalam bentuk usaha mandiri yang berkelanjutan (Iswari et al. Putri et al. , 2. Salah satu kelompok Gen Z yang perlu mendapatkan perhatian khusus adalah anak-anak yang berada di bawah naungan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA). LKSA Muhammadiyah Kota Madiun merupakan salah satu Amal Usaha Muhammadiyah yang berperan dalam memberikan pengasuhan dan pembinaan kepada anak-anak dengan latar belakang sosial yang beragam. Mayoritas anak binaan di LKSA Muhammadiyah Kota Madiun berada pada jenjang pendidikan SMP dan Buletin KKN Pendidikan. Vol. No. Desember 2025 SMA, sehingga termasuk dalam kelompok Gen Z yang berada pada fase penting dalam pembentukan karakter, keterampilan, dan kesiapan menghadapi masa depan. Namun demikian, kondisi sosial dan keterbatasan yang dimiliki oleh anak-anak LKSA berpotensi memengaruhi kesiapan mereka dalam menghadapi dunia kerja. Mayoritas anak-anak LKSA diproyeksikan akan menjadi pencari kerja setelah menyelesaikan pendidikan formal tanpa dibekali dengan keterampilan khusus dalam bidang pemasaran produk atau jasa. Padahal, kondisi dunia kerja saat ini semakin kompetitif dan tidak lagi menawarkan peluang yang sama seperti pada masa sebelumnya. Kebutuhan tenaga kerja formal cenderung semakin terbatas, sehingga calon pekerja dituntut untuk memiliki keterampilan tambahan agar mampu bersaing dengan tenaga kerja lainnya (Fauzi et al. , 2023. Iswari et al. Ulfha et al. , 2. Sejak tahun 2020, terjadi pergeseran model bisnis yang cukup signifikan, di mana ekonomi kreatif dan kewirausahaan berbasis digital semakin berkembang. Wirausahawan muda terbukti mampu memberikan kontribusi positif terhadap melalui penciptaan lapangan kerja dan inovasi produk (Apriyani et al. , 2. Kondisi kewirausahaan digital merupakan salah satu alternatif strategis yang dapat diperkenalkan kepada generasi muda, termasuk anak-anak LKSA, sebagai solusi untuk menghadapi keterbatasan lapangan kerja formal. Sosialisasi dan Pemberdayaan Kewirausahaan Digital bagi Anak Gen Z di LKSAA. Buletin KKN Pendidikan. Vol. No. Desember 2025 Berdasarkan hasil wawancara dengan pengasuh LKSA Muhammadiyah Kota Madiun, selama ini telah terdapat beberapa pelatihan keterampilan, seperti menjahit dan membuat kue. Namun, pelatihan tersebut belum memberikan dampak yang optimal karena hanya sebagian kecil anak yang mampu menguasai keterampilan Selain itu, proses pembinaan umumnya berhenti pada tahap produksi, tanpa dilanjutkan dengan pembekalan mengenai strategi pemasaran, khususnya pemasaran berbasis digital. Akibatnya, hasil pelatihan belum mampu dikembangkan menjadi aktivitas usaha yang bernilai Di sisi lain, anak-anak LKSA juga menghadapi keterbatasan dalam mengakses sumber daya dan kesempatan untuk belajar kewirausahaan digital. Akses terhadap teknologi, informasi, dan pelatihan yang berkualitas masih relatif terbatas. Padahal, dengan pengetahuan dan pendampingan memanfaatkan peluang di era digital untuk menciptakan usaha yang mandiri dan produktif (Ardiansya et al. , 2024. Utami et , 2. Kondisi ini semakin diperkuat LKSA Muhammadiyah Kota Madiun membatasi penggunaan gadget atau handphone, di mana anak-anak hanya diperbolehkan menggunakan handphone sekali dalam sebulan. Kebijakan ini, meskipun bertujuan positif, menjadi tantangan tersendiri dalam pengenalan dan pembelajaran bisnis digital. Berdasarkan permasalahan tersebut, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini e-ISSN 2716-0327 doi: 10. 23917/bkkndik. mengenai peluang usaha di era digital bagi anak-anak LKSA Muhammadiyah Kota Madiun. Kegiatan ini memiliki beberapa tujuan utama, yaitu memberikan wawasan kewirausahaan digital, membekali peserta dengan keterampilan praktis yang relevan, serta menumbuhkan rasa percaya diri dan Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan anakanak LKSA agar mampu memanfaatkan teknologi digital secara positif dan produktif dalam merancang masa depan mereka. Melalui sosialisasi dan pendampingan yang terarah, anak-anak LKSA diharapkan dapat mengenali peluang usaha, memahami konsep dasar pengelolaan bisnis digital, serta memiliki gambaran mengenai pemanfaatan platform digital untuk pemasaran dan pengembangan produk. Program pengabdian ini diharapkan dapat menjadi jembatan bagi anak-anak LKSA Muhammadiyah Kota Madiun untuk mengakses dunia kewirausahaan digital yang sebelumnya mungkin terasa sulit Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam upaya pemberdayaan anakanak LKSA menuju kemandirian ekonomi dan peningkatan kesejahteraan di masa Metode Pelaksanaan Metode dirancang secara bertahap dan sistematis untuk menjawab permasalahan yang dihadapi oleh mitra, yaitu anak-anak Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Muhammadiyah Kota Madiun. Pendekatan Sosialisasi dan Pemberdayaan Kewirausahaan Digital bagi Anak Gen Z di LKSAA. e-ISSN 2716-0327 doi: 10. 23917/bkkndik. yang digunakan bersifat partisipatif dan edukatif, dengan menekankan pada proses pemberdayaan mitra melalui peningkatan pengetahuan dan pemahaman mengenai peluang usaha di era digital. Adapun tahapan pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini meliputi tahap observasi, penentuan solusi dan target, pelaksanaan sosialisasi, serta evaluasi Tahap 1: Observasi Tahap pengabdian kepada masyarakat ini adalah observasi terhadap kondisi mitra. Observasi permasalahan yang dihadapi oleh anak-anak LKSA Muhammadiyah Kota Madiun, khususnya yang berkaitan dengan kesiapan mereka dalam menghadapi dunia kerja dan kewirausahaan di era digital. Kegiatan observasi dilakukan melalui komunikasi langsung dengan pihak pengasuh serta pengamatan terhadap kondisi dan aktivitas anak-anak di lingkungan LKSA. Hasil observasi menunjukkan bahwa pengetahuan anak-anak LKSA mengenai dunia usaha, terutama usaha berbasis digital, masih sangat terbatas. Anak-anak belum memiliki pemahaman yang memadai mengenai konsep kewirausahaan, jenisjenis peluang usaha digital, serta pemanfaatan teknologi sebagai sarana Kondisi ini menjadi dasar bagi tim pengabdian untuk merumuskan langkahlangkah selanjutnya dalam menentukan solusi yang tepat dan relevan dengan kebutuhan mitra. Buletin KKN Pendidikan. Vol. No. Desember 2025 Tahap 2: Penentuan Solusi dan Target Tahap kedua adalah penentuan solusi dan target kegiatan pengabdian kepada Pada tahap ini, permasalahan yang telah diidentifikasi melalui observasi menentukan masalah utama yang perlu Berdasarkan hasil pemetaan rendahnya pengetahuan dan wawasan anak-anak LKSA mengenai peluang usaha di dunia digital menjadi isu utama yang perlu mendapatkan perhatian. Solusi yang dirumuskan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan melaksanakan kegiatan sosialisasi mengenai peluang usaha di era digital. Sosialisasi dipilih sebagai bentuk intervensi pengabdian karena dinilai sesuai dengan kebutuhan mitra dan kondisi lingkungan LKSA, serta dapat memberikan pemahaman kewirausahaan digital. Target dari kegiatan ini adalah meningkatnya pemahaman mitra terkait peluang usaha di dunia digital, anak-anak LKSA gambaran dan motivasi awal untuk mengembangkan potensi diri menuju kemandirian ekonomi di masa depan. Tahap 3: Pelaksanaan Sosialisasi Peluang Usaha di Dunia Digital Tahap ketiga merupakan tahap inti masyarakat, yaitu pelaksanaan sosialisasi mengenai peluang usaha di dunia digital. Sosialisasi ini dilaksanakan secara langsung kepada anak-anak LKSA Muhammadiyah Kota Madiun dengan materi yang Sosialisasi dan Pemberdayaan Kewirausahaan Digital bagi Anak Gen Z di LKSAA. Buletin KKN Pendidikan. Vol. No. Desember 2025 disesuaikan dengan tingkat pemahaman dan karakteristik peserta. Tema peluang usaha mempertimbangkan perkembangan dunia usaha saat ini yang semakin mengandalkan teknologi digital, serta relevansinya bagi generasi muda. Melalui kegiatan sosialisasi ini, anakanak LKSA diberikan pemahaman mengenai konsep dasar kewirausahaan, perubahan pola usaha di era digital, serta contohcontoh peluang usaha yang dapat dijalankan dengan memanfaatkan teknologi. Kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan soft kewirausahaan, kreativitas, dan kesiapan menghadapi dunia kerja. Selain itu, perkembangan dunia digital telah membuka peluang usaha yang lebih luas, di mana siapa pun dapat memulai usaha dengan modal yang relatif terbatas, termasuk hanya dengan memanfaatkan handphone dan platform digital yang tersedia. Tahap 4: Evaluasi Tahap terakhir dalam metode pelaksanaan adalah evaluasi kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Evaluasi dilakukan untuk menilai kelancaran mengidentifikasi kendala-kendala yang muncul selama proses pengabdian. Selain itu, evaluasi juga bertujuan untuk melihat tingkat ketercapaian tujuan kegiatan, khususnya terkait peningkatan pemahaman mitra mengenai peluang usaha di dunia Evaluasi membandingkan kondisi peserta sebelum e-ISSN 2716-0327 doi: 10. 23917/bkkndik. dan sesudah kegiatan sosialisasi, terutama dari aspek pemahaman dan antusiasme terhadap kewirausahaan digital. Hasil evaluasi ini diharapkan dapat menjadi bahan refleksi bagi tim pengabdian serta menjadi dasar perbaikan untuk pelaksanaan kegiatan pengabdian serupa di masa Kontribusi Mitra Keberhasilan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini tidak terlepas dari peran aktif mitra. Kontribusi mitra dalam kegiatan ini antara lain menyediakan tempat pelaksanaan sosialisasi berupa ruangan yang memadai, serta sarana pendukung seperti LCD dan proyektor. Selain itu, mitra juga menyediakan konsumsi berupa air minum bagi peserta kegiatan. Anak-anak LKSA Muhammadiyah Kota Madiun berperan sebagai peserta aktif dalam kegiatan sosialisasi, sehingga tercipta interaksi yang mendukung tercapainya tujuan pengabdian kepada masyarakat. Hasil Pelaksanaan dan Pembahasan Pelaksanaan kegiatan pengabdian LKSA Muhammadiyah Kota Madiun menghasilkan beberapa capaian yang dapat dianalisis berdasarkan tahapan kegiatan yang telah direncanakan, meliputi tahap persiapan kegiatan serta pelaksanaan sosialisasi peluang usaha di dunia digital. Setiap tahapan memberikan gambaran mengenai proses, respons mitra, serta dampak awal dari kegiatan yang dilakukan. Sosialisasi dan Pemberdayaan Kewirausahaan Digital bagi Anak Gen Z di LKSAA. e-ISSN 2716-0327 doi: 10. 23917/bkkndik. Persiapan Kegiatan Tahap persiapan merupakan fase awal yang memiliki peran penting dalam menentukan kelancaran dan keberhasilan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Persiapan koordinasi antara tim pelaksana pengabdian dan pihak mitra, yaitu pengasuh LKSA Muhammadiyah Kota Madiun. Koordinasi ini bertujuan untuk menyepakati waktu, tempat, serta teknis pelaksanaan kegiatan agar sesuai dengan kondisi dan aktivitas anak-anak LKSA. Berdasarkan hasil kesepakatan bersama, kegiatan pengabdian dilaksanakan pada tanggal 12 Juli 2024 bertempat di LKSA Muhammadiyah Madiun yang berlokasi di Jalan Joiranan. Kota Madiun. Lokasi kegiatan ini ditunjukkan pada Gambar 1. Buletin KKN Pendidikan. Vol. No. Desember 2025 diharapkan mampu menarik perhatian peserta dan memudahkan pemahaman terhadap konsep kewirausahaan digital. Pendekatan visual ini dipilih agar materi membangkitkan motivasi anak-anak LKSA untuk mengenal dan mempertimbangkan dunia usaha sebagai salah satu pilihan masa Selain materi utama, tim pengabdian juga mempersiapkan kegiatan pendukung berupa mini games. Mini games dirancang sebagai sarana pembelajaran nonformal yang bertujuan untuk melatih keterampilan Keterampilan sebagai salah satu soft skill yang penting bagi seorang wirausaha, terutama dalam menyampaikan ide, memasarkan produk, dan membangun relasi dengan konsumen maupun mitra usaha. Dengan demikian, persiapan kegiatan tidak hanya berfokus pada aspek kognitif berupa penyampaian materi, tetapi juga aspek afektif dan psikomotorik peserta. Gambar 1. Lokasi LKSA Muhammadiyah Madiun Selain penentuan jadwal dan lokasi, penyusunan materi sosialisasi. Materi yang disiapkan berfokus pada pengenalan peluang usaha di dunia digital, dengan menyesuaikan karakteristik peserta yang merupakan anak-anak usia sekolah Materi disusun dalam bentuk presentasi visual dengan memanfaatkan gambar dan ilustrasi yang relevan, sehingga Sosialisasi Peluang Usaha di Dunia Digital Tahap merupakan inti dari kegiatan pengabdian Sosialisasi dilaksanakan pada tanggal 12 Juli 2024 di LKSA Muhammadiyah Madiun Putri yang berlokasi di Jalan Joiranan. Kota Madiun. Kegiatan ini diikuti oleh 13 orang peserta yang merupakan anak-anak binaan LKSA. Dokumentasi pelaksanaan sosialisasi dapat dilihat pada Gambar 2. Sosialisasi dan Pemberdayaan Kewirausahaan Digital bagi Anak Gen Z di LKSAA. Buletin KKN Pendidikan. Vol. No. Desember 2025 Gambar 2. Sosialisasi Peluang Usaha di Era Digital Kegiatan sosialisasi diawali dengan penyampaian materi mengenai peluang usaha di era digital. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan konsep dasar kewirausahaan, perubahan pola usaha akibat perkembangan teknologi digital, serta contoh-contoh jenis usaha digital yang dapat dijalankan oleh generasi muda. Selama penyampaian materi, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi, ditandai dengan keaktifan dalam menyimak serta keterlibatan dalam sesi tanya jawab. Hal ini menunjukkan bahwa anak-anak LKSA pemahaman awal yang cukup baik terhadap dunia digital dan berbagai istilah yang berkaitan dengannya. Meskipun demikian, hasil diskusi menunjukkan adanya keterbatasan yang dihadapi oleh peserta, terutama terkait akses terhadap perangkat teknologi seperti Keterbatasan ini menjadi salah satu faktor penghambat bagi anak-anak LKSA mempraktikkan bisnis digital. Namun, melalui sosialisasi ini, peserta setidaknya memperoleh wawasan dan gambaran mengenai peluang usaha yang dapat mereka persiapkan untuk masa depan, baik ketika e-ISSN 2716-0327 doi: 10. 23917/bkkndik. sudah memiliki akses teknologi maupun setelah menyelesaikan pendidikan formal. Setelah sesi penyampaian materi dan tanya jawab, kegiatan dilanjutkan dengan mini games yang bertujuan untuk melatih keterampilan komunikasi dan kerja sama Mini games ini dilakukan dengan cara meminta peserta untuk menirukan jenis pekerjaan atau usaha digital tertentu tanpa menggunakan suara, melainkan hanya melalui gerakan tubuh. Aktivitas ini dirancang untuk melatih kemampuan peserta dalam menyampaikan pesan secara nonverbal serta meningkatkan pemahaman bahwa komunikasi dalam dunia usaha tidak selalu bersifat verbal. Dokumentasi kegiatan mini games dapat dilihat pada Gambar 3. Gambar 3. Mini Games Sosialisasi Peluang Usaha di Era Digital Selama pelaksanaan mini games, anakanak LKSA menunjukkan antusiasme yang tinggi dan mampu bekerja sama dalam tim Sosialisasi dan Pemberdayaan Kewirausahaan Digital bagi Anak Gen Z di LKSAA. e-ISSN 2716-0327 doi: 10. 23917/bkkndik. dengan baik. Peserta dapat menerjemahkan instruksi tertulis ke dalam bentuk gerakan yang mudah dipahami oleh teman satu Hal ini menunjukkan bahwa memberikan pengetahuan baru, tetapi juga mampu mengembangkan soft skill peserta, seperti kreativitas, kepercayaan diri, dan kemampuan bekerja dalam kelompok. Keterampilan ini sangat relevan dengan dunia usaha, di mana kolaborasi dan komunikasi menjadi kunci keberhasilan dalam menjalankan bisnis. Kegiatan sosialisasi kemudian diakhiri dengan sesi penutup berupa pengulasan kembali materi dan refleksi singkat bersama Pada sesi ini, beberapa peserta menyampaikan keinginan dan motivasi untuk menjalankan usaha di masa depan. Beberapa di antaranya telah memiliki keterampilan praktis, seperti menjahit dan membuat kue, namun mengakui masih memiliki keterbatasan dalam hal pemasaran Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan sosialisasi berhasil membuka wawasan peserta mengenai pentingnya aspek pemasaran, khususnya pemasaran digital, sebagai bagian dari proses Sebagai penutup, kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama antara tim didokumentasikan pada Gambar 4. Secara keseluruhan, hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan bahwa sosialisasi peluang usaha di dunia digital dapat menjadi langkah awal yang efektif dalam meningkatkan pemahaman, motivasi, dan kesiapan anakanak LKSA Muhammadiyah Kota Madiun Buletin KKN Pendidikan. Vol. No. Desember 2025 dalam menghadapi tantangan dunia kerja dan kewirausahaan di masa depan. Gambar 4. Sosialisasi Peluang Usaha di Era Digital Keberlanjutan Keberlanjutan merupakan salah satu aspek penting dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat, karena keberhasilan suatu program tidak hanya diukur dari pelaksanaan satu kali kegiatan, tetapi juga dari dampak jangka panjang dan peluang pengembangan lanjutan bagi mitra. Dalam konteks kegiatan sosialisasi peluang usaha di dunia digital bagi anak-anak LKSA Muhammadiyah Kota Madiun, keberlanjutan program menjadi sangat relevan mengingat keterbatasan akses sumber daya yang dimiliki oleh mitra serta kompleksitas tantangan yang mereka hadapi dalam mempersiapkan diri menuju kemandirian ekonomi (Adhantoro et al. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa anak-anak LKSA memiliki antusiasme dan kewirausahaan digital. Namun demikian, keterbatasan akses terhadap perangkat teknologi, khususnya handphone, menjadi tantangan utama yang perlu diperhatikan dalam merancang program lanjutan. Oleh Sosialisasi dan Pemberdayaan Kewirausahaan Digital bagi Anak Gen Z di LKSAA. Buletin KKN Pendidikan. Vol. No. Desember 2025 karena itu, strategi keberlanjutan kegiatan pengabdian ini tidak semata-mata berfokus pada pemanfaatan teknologi secara langsung, tetapi diarahkan pada penguatan kompetensi dasar yang dapat dipersiapkan sejak dini. Dalam jangka pendek, pelatihan lanjutan dapat difokuskan pada peningkatan kemampuan non-teknis yang tetap relevan dengan dunia usaha digital, seperti keterampilan copywriting, pemahaman dasar search engine optimization (SEO), serta perencanaan dan pembuatan konten. Pendekatan ini dipandang strategis karena memungkinkan anak-anak LKSA untuk membangun fondasi pengetahuan dan keterampilan yang kuat meskipun belum memiliki akses penuh terhadap perangkat digital. Dengan pemahaman awal mengenai cara menyusun pesan pemasaran visibilitas konten di mesin pencari, serta merancang ide konten yang menarik, peserta diharapkan dapat langsung mengaplikasikan pengetahuan tersebut ketika akses terhadap teknologi sudah tersedia di kemudian hari (Adhantoro et al. Dengan pengabdian tidak berhenti pada tahap sosialisasi, tetapi berlanjut pada proses pendampingan yang berorientasi pada kesiapan praktis peserta. Selain aspek keberlanjutan materi, metode pembelajaran yang diterapkan dalam kegiatan ini juga menunjukkan potensi untuk terus dikembangkan. Penerapan mini games sebagai bagian dari strategi pembelajaran terbukti efektif dalam menciptakan suasana belajar yang interaktif dan partisipatif. Pendekatan ini sejalan dengan konsep experiential learning, di e-ISSN 2716-0327 doi: 10. 23917/bkkndik. mana peserta belajar melalui pengalaman langsung dan keterlibatan aktif dalam proses pembelajaran. Mini games yang dirancang untuk menirukan profesi digital tanpa menggunakan bahasa lisan mampu melatih komunikasi nonverbal, kerja sama tim, serta kreativitas peserta (Winarti et al. Aktivitas tersebut mendorong anakanak LKSA untuk berpikir secara representatif dan kontekstual, serta meningkatkan kepekaan terhadap pesan visual dan gerak sebagai bentuk komunikasi alternatif (Rifai et al. , 2. Dalam dunia usaha digital, kemampuan menyampaikan pesan secara visual menjadi semakin penting, mengingat banyak aktivitas pemasaran dilakukan melalui media visual seperti gambar, video, dan desain konten. Oleh karena itu, keterampilan yang dilatih melalui mini games memiliki relevansi yang tinggi dengan kebutuhan dunia usaha saat Pendekatan pembelajaran aktif yang diterapkan dalam kegiatan pengabdian ini juga sejalan dengan prinsip bahwa peserta merupakan subjek utama dalam proses Dengan menempatkan anak-anak LKSA sebagai pelaku aktif, pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh menjadi lebih bermakna dan lebih mudah diinternalisasi dalam kehidupan sehari-hari (Minsih et al. Antusiasme peserta selama kegiatan menunjukkan bahwa metode pembelajaran keterlibatan, rasa percaya diri, serta motivasi belajar, yang merupakan modal penting dalam proses pemberdayaan (Adhantoro et al. , 2. Sosialisasi dan Pemberdayaan Kewirausahaan Digital bagi Anak Gen Z di LKSAA. e-ISSN 2716-0327 doi: 10. 23917/bkkndik. Dari pengabdian, kegiatan sosialisasi dan pelatihan ini juga memberikan kontribusi kewirausahaan sejak dini. Pengembangan berkomunikasi secara efektif, bekerja dalam tim, dan memahami peran serta fungsi pekerjaan digital, menjadi bekal penting bagi anak-anak LKSA dalam menghadapi dunia usaha di masa depan (Setyowati et al. Soft skills tersebut tidak hanya mendukung kesiapan berwirausaha, tetapi juga meningkatkan daya saing peserta apabila nantinya memasuki dunia kerja Hasil refleksi kegiatan menunjukkan bahwa sebagian peserta sebenarnya telah memiliki keterampilan produksi, seperti menjahit dan membuat kue. Namun, keterampilan tersebut belum diimbangi dengan kemampuan pemasaran yang Kondisi ini mengindikasikan adanya kesenjangan kompetensi antara kemampuan produksi dan kemampuan pemasaran, yang sering kali menjadi kendala utama dalam pengembangan usaha kecil dan mikro. Oleh karena itu, pelatihan lanjutan yang berfokus pada pemasaran digital dipandang sebagai langkah strategis untuk menjembatani kesenjangan tersebut (Sayuti et al. , 2. Dalam jangka panjang, keberlanjutan program pengabdian ini diharapkan tidak hanya berkontribusi pada peningkatan keterampilan teknis dan non-teknis peserta, tetapi juga pada pembentukan karakter yang kreatif, adaptif, dan berorientasi pada Dengan adanya pendampingan yang berkelanjutan dan terarah, anak-anak LKSA Buletin KKN Pendidikan. Vol. No. Desember 2025 Muhammadiyah Kota Madiun diharapkan mampu mempersiapkan diri secara lebih matang dalam memanfaatkan peluang ekonomi digital. Hal ini sejalan dengan masyarakat, yaitu memberdayakan mitra agar mampu meningkatkan kualitas hidup dan kemandirian secara berkelanjutan. Simpulan Kegiatan masyarakat berupa sosialisasi peluang usaha di era digital yang dilaksanakan di LKSA Muhammadiyah Kota Madiun telah berjalan dengan baik dan sesuai dengan tujuan yang direncanakan. Program ini dirancang sebagai upaya pemberdayaan anak-anak LKSA yang mayoritas merupakan generasi Z dan berada pada jenjang pendidikan SMP dan SMA, dengan fokus pada peningkatan wawasan, motivasi, serta kesiapan menghadapi dunia kerja dan kewirausahaan di masa depan. Hasil menunjukkan bahwa anak-anak LKSA memiliki antusiasme yang tinggi terhadap Peserta telah memiliki pemahaman dasar mengenai dunia digital dan berbagai istilah yang berkaitan dengannya, namun masih menghadapi keterbatasan akses terhadap perangkat teknologi, khususnya handphone, yang menjadi kendala dalam praktik langsung bisnis digital. Meskipun demikian, kegiatan sosialisasi ini berhasil memberikan gambaran awal mengenai peluang usaha di era digital serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya aspek pemasaran dalam mengembangkan usaha, terutama bagi Sosialisasi dan Pemberdayaan Kewirausahaan Digital bagi Anak Gen Z di LKSAA. Buletin KKN Pendidikan. Vol. No. Desember 2025 peserta yang telah memiliki keterampilan produksi seperti menjahit dan membuat Penerapan metode pembelajaran interaktif melalui mini games terbukti efektif dalam meningkatkan keterlibatan peserta serta mengembangkan soft skills yang relevan dengan dunia usaha, seperti kemampuan komunikasi, kerja sama tim. Pendekatan experiential learning yang pembelajaran lebih bermakna dan sesuai dengan karakteristik anak-anak LKSA, sehingga mendukung tujuan pengabdian dalam aspek pemberdayaan, bukan sekadar transfer pengetahuan. Secara pengabdian ini memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kesiapan anak-anak LKSA Muhammadiyah Kota Madiun, meskipun masih diperlukan program lanjutan untuk memperkuat dampak jangka panjang. Pelatihan berkelanjutan yang berfokus pada keterampilan pemasaran digital, seperti copywriting, search engine optimization (SEO), dan pembuatan konten, dipandang sebagai langkah strategis yang dapat dilakukan meskipun akses terhadap Dengan pendampingan yang berkesinambungan dan terarah, kegiatan pengabdian ini diharapkan mampu mendukung terbentuknya generasi muda yang lebih mandiri, kreatif, dan adaptif dalam memanfaatkan peluang ekonomi digital, serta berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan anak-anak LKSA Muhammadiyah Kota Madiun di masa e-ISSN 2716-0327 doi: 10. 23917/bkkndik. Daftar Pustaka