Bokashi Sus Scrofa Fertilizer on Sweet Corn Plant Growth Penggunaan Pupuk Bokashi Sus Scrofa Terhadap Pertumbuhan Tanaman Jagung Manis Murnihati Sarumaha1*. Bestari Laia2. Darmawan Harefa3. Lies Dian Marsa Ndraha4. Indah Permata Sari Lase 5. Tatema Telaumbanua6. Fatolosa Hulu7. Baziduhu Laia8. Kaminudin Telaumbanua9. Amaano Fau10. Andrian Novialdi11 Dosen Universitas Nias Raya Email: murnisarumaha2016@gmail. Abstract This study aims to determine the effect of bokashi fertilizer Sus scrofa manure on growth sweet corn (Zea mays L. This type of research is a quantitative study with a pure experimental method . rue The population of this study were 30 polybags of sweet corn. The research sample used a sample consisting 30 polybags sweet corn with treatment and five replications. The treatments applied were P0 . ithout bokash. P1 . P2 . P3 . P4 . , and P5 . The data of this study were analyzed using the Kolmogorov-Smirnov test for normality test, homogeneity test and Anova test and test with the LSD test using version 20 of the SPSS . ystem product and service solutio. Based on the results the study it was concluded that. It is used for the growth sweet corn plants and the bokashi fertilizer Sus scrofa dung is easy to find and can be processed quickly and the use Sus scrofa dung bokashi fertilizer has an effect on the growth in height, diameter and number leaves of sweet corn (Zea mays L. Keywords: Training. Use. Bokashi Fertilizer. Plant Growth Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan pupuk bokashi kotoran Sus scrofa terhadap pertumbuhan tanaman jagung manis (Zea mays L. ) jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen murni . rue eksperime. Populasi penelitian ini adalah tanaman jagung manis sebanyak 30 polybag. Sampel penelitian ini menggunakan sampel sensus yang terdiri dari 30 polybag tanaman jagung manis dengan enam perlakuan dan lima kali ulangan. Perlakuan yang diterapkan adalah P0 . anpa bokashi ). P1 . P2 . P3 . P4 . , dan P5 . Data penelitian ini dianalisis dengan menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov untuk uji normalitas, uji homogenitas dan uji Anova dan dilanjutkan dengan uji BNT dengan menggunakan aplikasi SPSS . ystem product and service solutio. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa, pupuk bokashi kotoran Sus scrofa dapat digunakan untuk pertumbuhan tanaman jagung manis dan pupuk bokashi kotoran Sus scrofa mudah ditemukan da dapat diolah dengan cepat serta penggunaan pupuk bokashi kotoran Sus scrofa memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan tinggi, diameter dan jumlah daun tanaman jagung manis (Zea mays L. Kata Kunci: Pelatihan. Penggunaan. Pupuk Bokashi. Pertumbuhan Tanaman A. Pendahuluan Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam, salah satunya adalah pertanian (Harefa. Hulu, 2. Salah satu sumber daya alam yang dikembangkan masyarakat sebagai usaha tani adalah tanaman sayuran, jagung manis merupakan komoditas sayuran yang dibutuhkan dan diminati oleh masyarakat. Menurut (Rudi. , 2. Aujagung termasuk bahan pangan penting karena merupakan sumber karbohidrat kedua setelah beras. tidak hanya sebagai bahan pangan, jagung juga dikenal sebagai salah satu bahan pakan ternak dan industriAy. Jagung manis diusahakan secara intensif karena banyak digemari sehingga terbuka peluang pasar yang baik. Jagung manis merupakan varietas botani dari jagung biasa atau jagung pakan atau jagung pipil . ield cor. Jagung manis termasuk tanaman hortikultur walaupun dibandingkan dengan jagung pakan . ield Jagung perkembangan dari jagung tipe flint . agung mutiar. dan jagung tipe dent . agung gigi kud. Hal yang membedakan jagung manis dengan jagung pakan adalah kandungan gulanya yang tinggi pada stadia masak susu dan permukaan kernel yang menjadi ransparan dan berkerut saat mengering, (Syukur. Rifianto, 2. Tanaman jagung manis (Zea mays saccharat. atau sweet corn ialah salah satu tanaman pangan yang mempunyai prospek penting di Indonesia. Hal ini disebabkan jagung manis memiliki rasa yang lebih manis dibandingkan dengan dengan jagung biasa, sehingga jagung manis banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Jagung manis memberikan keuntungan yang relatif tinggi bila dibudidayakan dengan baik. Selain bagian biji, bagian lain dari jagung manis memiliki nilai ekonomis diantaranya batang dan daun muda untuk pakan ternak. Salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi tanaman dalam kegiatan budidaya jagung manis dilakukan dengan cara pemupukan (Telaumbanua. Harefa. Pemupukan merupakan salah satu cara untuk memperbaiki kesuburan tanah terhadap pertumbuhan dan hasil jagung manis, (Mulyanti Siska Sari. Made Usman. Menurut UU No. 8 tahun 2001 pasal 1 tentang budidaya tanaman, pupuk adalah bahan kimia atau organisme yang berperan dalam penyediaan unsur hara bagi keperluan tanaman secara langsung atau tidak langsung. Masyarakat kecamatan fanayama, pada umumnya masih mengandalkan pupuk kimia sebagai upaya dalam memaksimalkan produktifitas suatu tanaman termasuk petani jagung manis tanpa memikirkan efek samping, anorganik/kimia dengan takaran yang tidak sesuai dapat merusak tanaman bahkan membuat tanaman menjadi mati (Sarumaha, 2. Walaupun pupuk kimia meningkatkan produksi pertumbuhan tanaman, namun hal ini hanya berlangsung dalam jangka pendek, sedangkan dalam jangka panjang pupuk kimia tersebut dapat jagung manis. Oleh karena itu, dalam pembudidayaan jagung manis perlu diterapkan teknologi yang mudah serta ramah lingkungan antara lain melalui pertanian organic (Laia. Pertanian organik adalah pertanian yang menerapkan sistem pertanian yang berkelanjutan, lebih memanfaatkan sumber daya alam yang ada, bebas dari bahan- bahan kimia dan menggunakan pupuk efeknya dapat meningkatkan pertumbuhan organik, (Sumaha, 2. Menurut (Djaja, dan produksi tanaman (Sarumaha, 2. , pupuk organik merupakan pupuk Pupuk bokashi mudah dibuat dan siap yang berasal dari pelapukan bahan-bahan pakai dalam waktu relatif singkat, selain itu organik berupa sisa-sisa tanaman, fosil biaya pembuatannya murah sehingga manusia dan hewan, kotoran hewan, dan sangat efektif dan efesien bagi petani dalam batu-batuan organik yang berbentuk dari meningkatkan produksi pertanian, (Irawan, kotoran hewan selama ratusan tahun. Berdasarkan uraian diatas, peneliti Salah satu masalah yang sering dihadapi terarik untuk membuat pupuk bokashi oleh masyarakat adalah kotoran Sus scrofa dengan bahan dasar kotoran ternak . yang tidak ditangani, kotoran Sus scrofa ini dengan memanfaatkan mikroorganisme merupakan limbah ternak yang banyak pada EM-4 dan mengetahui pengaruhnya dihasilkan dalam pemeliharaan babi ternak terhadap pertumbuhan tanaman jagung Fanayama. Adapun Akibatnya, lingkungan disekitarnya akan pengabdian ini adalah untuk mengetahui tercemar serta dapat mengakibatkan pengaruh penggunaan pupuk bokashi gangguan kesehatan karena bisa menjadi kotoran sus scrofa terhadap pertumbuhan media perkembangbiakan kuman dan tanaman jagung manis. Menurut (Djaja, 2. , kotoran ternak jika didiamkan begitu saja akan B. Metode Pelaksanaan mengalami penyusustan unsur kimianya. Penelitian ini dilaksanakan didesa Penyusutan oleh Bawonahono Kecamatan Fanayama penguapan dan pencucian oleh air hujan. Kabupaten Nias Selatan dan penelitian ini angin, panas matahari dan kelembaban diadakan oleh peneliti sendiri. Penelitian Selain itu, masyarakat petani ini adalah penelitian kuantitatif tipe di kecamatan Fanayama masih belum deskriptif (Laia. , 2. Metode ini dapat mengolah kotoran Sus scrofa menjadi disebut metode kuantitatif karena data pupuk bokashi. Pengolahan kotoran ternak penelitian berupa angka-angka dan analisis yang dilakukan dengan baik selain dapat menggunakan statistik, (Sugiyono, 2. pencemaran (LaAoia & Harefa, 2. Sesuai dengan lingkungan, juga memberikan nilai tambah pernyataan tersebut, penelitian kuantitatif terhadap usaha ternak, salah satu cara yang akan menghasilkan data penelitian yang dengan berupa angka-angka dan juga akan mengolahnya menjadi pupuk bokashi. menggunakan kalimat yang bersifat naratif Pupuk bokashi merupakan pupuk untuk menjelaskan angka-angka tersebut organik hasil fermentasi dengan teknologi serta menjelaskan ada tidaknya pengaruh larutan EM-4 yang dapat digunakan untuk penggunaan pupuk bokashi kotoran Sus menekan scrofa terhadap pertumbuhan tanaman pertumbuhan patogen dalam tanah, jagung manis (Zea mays L. ) (Laia, 2. Tabel. Desain Penelitian Pengulangan Perlakuan P0 U1 P0 U2 P0 U3 P0 U4 P0 U5 P1 U1 P2 U1 P1 U2 P2 U2 P1 U3 P2 U3 P1 U4 P2 U4 P1 U5 P2 U5 P3 U1 P4 U1 P 5U1 P3 U2 P4 U2 P5 U2 P3 U3 P4 U3 P5 U3 P3 U4 P4 U4 P5 U4 P3 U5 P4 U5 P5 U5 Keterangan P0U1 = perlakuan . dan pengamatan pertama tanpa penggunaan pupuk bokashi kotoran Sus scrofa P0U2 = perlakuan . dan pengamatan kedua tanpa penggunaan pupuk bokashi kotoran Sus scrofa P0U3 = perlakuan . dan pengamatan ketiga tanpa penggunaan pupuk bokashi kotoran Sus scrofa P0U4 = perlakuan . dan pengamatan keempat tanpa penggunaan pupuk bokashi kotoran Sus scrofa P0U5 = perlakuan . dan pengamatan kelima tanpa penggunaan pupuk bokashi kotoran Sus scrofa P1U1 = perlakuan pertama dan pengamatan pertama dengan penggunaan pupuk bokashi kotoran Sus scrofa 50 gram P1U2 = perlakuan pertama dan pengamatan kedua dengan penggunaan pupuk bokashi kotoran Sus scrofa 50 gram P1U3 = perlakuan pertama dan pengamatan ketiga dengan penggunaan pupuk bokashi kotoran Sus scrofa 50 gram P1U4 = perlakuan pertama dan pengamatan keempat dengan penggunaan pupuk bokashi kotoran Sus scrofa 50 gram P1U5 = perlakuan pertama dan pengamatan kelim dengan penggunaan pupuk bokashi kotoran Sus scrofa 50 gram P2U1 = perlakuan kedua dan pengamatan pertama dengan penggunaan pupuk bokashi kotoran Sus scrofa 70 gram P2U2 = perlakuan kedua dan pengamatan kedua dengan penggunaan pupuk bokashi kotoran Sus scrofa 70 gram P2U3 = perlakuan kedua dan pengamatan ketiga dengan penggunaan pupuk bokashi kotoran Sus scrofa 70 gram P2U4 = perlakuan kedua dan pengamatan keempat dengan penggunaan pupuk bokashi kotoran Sus scrofa 70 gram P2U5 = perlakuan kedua dan pengamatan kelima dengan penggunaan pupuk bokashi kotoran Sus scrofa 70 gram P3U1 = perlakuan ketiga dan pengamatan pertama dengan penggunaan pupuk bokashi kotoran Sus scrofa 90 gram P3U2 = perlakuan ketiga dan pengamatan kedua dengan penggunaan pupuk bokashi kotoran Sus scrofa 90 gram P3U3 = perlakuan ketiga dan pengamatan ketiga dengan penggunaan pupuk bokashi kotoran Sus scrofa 90 gram P3U4 = perlakuan ketiga dan pengamatan keempat dengan penggunaan pupuk bokashi kotoran Sus scrofa 90 gram P3U5 = perlakuan ketiga dan pengamatan kelima dengan penggunaan pupuk bokashi kotoran Sus scrofa 90 gram P4U1 = perlakuan keempat dan pengamatan pertama dengan penggunaan pupuk bokashi kotoran Sus scrofa 110 gram P4U2 = perlakuan keempat dan pengamatan kedua dengan penggunaan pupuk bokashi kotoran Sus scrofa 110 gram P4U3 = perlakuan keempat dan pengamatan ketiga dengan penggunaan pupuk bokashi kotoran Sus scrofa 110 gram P4U4 = perlakuan keempat dan pengamatan keempat dengan penggunaan pupuk bokashi kotoran Sus scrofa 110 gram P4U5 = perlakuan keempat dan pengamatan kelima dengan penggunaan pupuk bokashi kotoran Sus scrofa 110 gram P5U1 = perlakuan kelima dan pengamatan pertama dengan penggunaan pupuk bokashi kotoran Sus scrofa 130 gram P5U2 = perlakuan kelima dan pengamatan kedua dengan penggunaan pupuk bokashi kotoran Sus scrofa 130 gram P5U3 = perlakuan kelima dan pengamatan ketiga dengan penggunaan pupuk bokashi kotoran Sus scrofa 130 gram P5U4 = perlakuan kelima dan pengamatan keempat dengan penggunaan pupuk bokashi kotoran Sus scrofa 130 gram P5U5 = perlakuan kelima dan pengamatan kelima dengan penggunaan pupuk bokashi kotoran Sus scrofa 130 gram Untuk proses fermentasi dengan teknologi EM-4 . ffective mikroorganism. Tanaman jagung manis adalah bahan pangan yang merupakan sebagai berikut: sumber karbohidrat kedua setelah Bokashi merupakan pupuk organik beras dan juga merupakan salah satu bahan pakan ternak dan . ewan/sampa. industry (Harefa. Ndruru. difermentasikan dengan teknologi Ndraha. , 2. EM-4 Instrumen merupakan alat bantu meningkatkan produksi tanaman. Kotoran Sus scrofa adalah kotoran pengumpulan data. Dalam penelitian jenis babi ternak ini peneliti menggunakan alat dan Pupuk bokashi kotoran Sus scrofa bahan sebagai berikut: adalah pupuk kompos dari bahan Alat dalam pembuatan pupuk kotoran babi yang dihasilkan dari bokashi kotoran Sus scrofa Tabel. Alat Dalam Pembuatan Pupuk Bokashi Kotoran Sus Scrofa Alat Jumlah Ember 1 unit Cangkul 1 unit Sekop Kayu pengaduk Gelas Ukur Sendok 1 unit 1 unit 1 unit 1 unit Bahan dalam pembuatan pupuk bokashi kotoran Sus scrofa Tabel. Bahan Dalam Pembuatan Pupuk Bokashi Kotoran Sus Scrofa Bahan Jumlah Kotoran babi 6 kg Sekam padi 3 Kg Dedak 1 Kg EM-4 100 ml Gula yang dicairkan 40 ml Air 2 liter Alat dan bahan dalam kegiatan perlakuan Tabel. Alat Dan Bahan Dalam Kegiatan Perlakuan Alat bahan Jumlah Benih jagung manis 90 butir Tanah hitam Polybag 30 unit Timbangan 1 unit Meteran 1 unit Kamera 1 unit Alat-alat tulis 1 unit Langkah-langkah Pembuatan mengumpulkan data dalam penelitian dibawah bangunan yang beratap ini memiliki langkah-langkah sebagai . gar tidak kena air huja. Adonan diaduk rata dan digundukan Cara membuat pupuk bokashi minimal 15-20 cm, diatas lantai yang kotoran Sus scrofa Cara pembuatan pupuk bokashi e. Siramkan larutan tadi perlahan-lahan kotoran Sus scrofa dilakukan dengan kedalam adonan secara merata. Bila langkah-langkah sebagai berikut : adonan dikepal, air tidak menetas dan Siapkan alat dan bahan yang bila kepalan tangan dilepas maka adonan tidak pecah. Kemudian Larutkan gula pasir dan larutan Em 4 ditutup plastik atau karung goni kedalam air selama 4-7 hari. Pertahankan suhu Kotoran babi, sekam padi, dan dedak adonan maksimal 500C, bila suhunya digundukan diatas lantai yang kering. membolak-balik adonan. Suhu rusak karena terjadi pembusukan. Pemeriksaan suhu dilakukan setiap 5 jam sekali. Setelah 4-7 hari, bokashi telah selesai terfermentasi dan siap digunakan sebagai pupuk organic (Harefa. Waktu pemberian pupuk bokashi kotoran Sus scrofa Pemupukan perpolybag tanaman dilakukan sesuai dengan perlakuan Pemupukan perpolybag tanaman pembibitan, 2 MST, 3 MST, 4 MST Kualifikasi dan jumlah petugas yang terlibat dalam pengumpulan data Kegiatan dilakukan oleh peneliti sendiri, baik saat membuat bokashi, menguji cobakannya pada tanaman jagung manis, maupun saat melakukan pengamatan terhadap pertumbuhan tanaman jagung manis (Harefa et al. , 2. Hasil Penelitian dan Pembahasan Pengabdian Botohilitano Kecamatan Luahagundre Maniamolo Kabupaten Nias Selatan. Waktu pelaksanaan penelitian ini mulai pada tanggal 14 November 2020 sampai tanggal 19 Desember 2020, namun penelitian, peneliti menyiapkan semua alat dan bahan yang dibutuhkan. (Sarumaha, 2021. Peneliti terlebih dahulu membuat pupuk bokashi kotoran Sus memasukan tanah kedalam polybag sebanyak 30 buah. Setelah itu, peneliti melakukan pengamatan pH tanah dengan rata-rata (P0=5,6 P1=5,8 P2=5,9 P3=5,5 P4=4,5 dan P5=6,. Penelitian ini terdiri atas enam perlakuan dengan jumlah pupuk bokashi kotoran Sus scrofa dari 0 gram . anpa pupuk bokashi kotoran Sus scrof. , 50 gram, 70 gram, 90 gram, 110 gram dan 130 gram, serta melakukan pengamatan sebanyak 5 kali ulangan. Tanaman jagung manis ditanam didalam polybag dan pengukuran tanaman jagung manis dimulai saat tanaman berumur 7 hari setelah pembibitan. Dan pengukuran diulang setiap 1 minggu berikutnya sebanyak 5 kali pengukuran (Harefa, 2. Pembibitan yang sudah disemai selam 7 hari, dilakukan pengukuran awal dengan rata-rata tingginya 6 cm, jumlah daun 2 helaian dan diameter 0,3 setelah pengukuran awal dilakukan, maka tanaman jagung manis tersebut akan dipindahkan kedalam polybag yang sudah diisi dengan tanah hitam. Tanaman jagung manis yang sudah dipisahkan, dimana 5 unit polybag yang tidak diberikan perlakuan dan 25 unit polybag lainnya yang menggunakan pupuk bokashi kotoran Sus scrofa dengan ukuran yang berbeda-beda (Sarumaha M, 2. Setelah itu, tanaman jagung manis diberikan perawatan yang sama untuk semua perlakuan (Sarumaha, 2021. Baik yang menggunakan pupuk bokashi kotoran Sus scrofa maupun yang tidak menggunakan pupuk bokashi kotoran Sus scrofa. Penyiraman dilakukan dua kali sehari, yaitu pada pagi hari dan sore kotoran Sus scrofa dengan menggunakan alat ukur penggaris, dan pengukuran Data dari hasil pengukuran tinggi dilakukan setiap seminggu sekali selama batang, jumlah daun, dan diameter 5 kali pengukuran . , baik yang tanaman jagung manis tersebut disajikan menggunakan pupuk bokashi kotoran dalam tabel berikut : Sus Data hasil pengukuran tinggi menggunakan pupuk bokashi kotoran tanaman jagung manis (Zea mays L) Sus scrofa terhadap tanaman jagung pupuk manis sebanyak 30 polybag (Laia. bokashi kotoran Sus scrofa Pengukuran tanaman jagung manis terhadap penggunaan pupuk bokashi Tabel. Berikut uraian data tinggi tanaman jagung manis (Zea mays L. ) : Perlakuan Pengulangan P0 . anpa pupu. Rata-rata P1 . Rata-rata P2 . Rata-rata P3 . Rata-rata P4 . Rata-rata P5 . Rata-rata Dari hasil pengukuran tinggi batang Data hasil pengukuran jumlah tanaman diatas, dapat dijelaskan daun tanaman jagung manis (Zea bahwa rata-rata nilai terendah terdapat mays L. ) terhadap penggunaan pada perlakuan P0 . dengan pupuk bokashi kotoran Sus scrofa hasil pengukuran perulangan adalah. Pengukuran P0U1 = 6 cm. P0U2 = 7,2 cm. P0U3 = 8,3 tanaman jagung manis terhadap cm. P0U4 = 10,2 cm, dan P0U5 =12,9 penggunaan pupuk bokashi kotoran Nilai tertinggi untuk tinggi Sus scrofa dilakukan setiap seminggu tanaman terdapat pada perlakuan P5 sekali selama 5 kali pengukuran . dengan hasil pengukuran rata-rata mingg. , baik yang menggunakan yaitu P5U1 = 6 cm. P5U2 =9,5 cm. P5U3 pupuk bokashi kotoran Sus scrofa = 11,9 cm. P5U4 = 14,6 cm, dan P5U5 = maupun yang tidak menggunakan 20,4 cm. Hal ini menunjukan bahwa pupuk bokashi kotoran Sus scrofa penggunaan pupuk bokashi kotoran terhadap tanaman jagung manis Sus scrofa memberikan pengaruh sebanyak 30 polybag. terhadap tinggi batang tanaman jagung manis. Tabel. Berikut uraian data jumlah daun tanaman jagung manis (Zea mays L. ) : Perlakuan Pengulangan P0 . anpa pupu. Rata-rata P1 . Rata-rata P2 . Rata-rata P3 . Rata-rata P4 . Rata-rata P5 . Rata-rata Dari hasil pengukuran jumlah daun tanaman diatas, dapat dijelaskan bahwa rata-rata nilai terendah terdapat pada perlakuan P0 . dengan hasil pengukuran perulangan adalah. P0U1 = 2 P0U2 = 3. P0U3 = 3. P0U4 = 3,2, dan P0U5 = 4. Nilai tertinggi untuk tinggi tanaman terdapat pada perlakuan P5 dengan hasil pengukuran rata-rata yaitu P5U1 = 2. P5U2 = 4. P5U3 = 5,8. P5U4 = 7, dan P5U5 = 7,2. Hal ini menunjukan bahwa penggunaan pupuk bokashi kotoran Sus scrofa memberikan tanaman jagung manis. Data hasil pengukuran diameter penggaris dan pengukuran dilakukan batang tanaman jagung manis (Zea setiap seminggu sekali selama 5 mays L. ) terhadap pengunaan pupuk pengukuran . , baik yang bokashi kotoran Sus scrofa menggunakan pupuk bokashi kotoran batang Sus terhadap menggunakan pupuk bokashi kotoran penggunaan pupuk bokashi kotoran Sus Sus scrofa terhadap tanaman jagung scrofa dengan menggunakan alat ukur manis sebanyak 30 polybag. Tabel. Berikut uraian data diameter tanaman jagung manis (Zea mays L. Perlakuan Pengulangan P0 . anpa pupu. Rata-rata 0,46 0,56 0,66 P1 . Rata-rata 0,42 0,52 0,58 0,7 P2 . Rata-rata 0,42 0,46 0,62 0,72 P3 . Rata-rata 0,52 0,56 0,68 0,78 P4 . Rata-rata 0,46 0,62 0,72 0,82 P5 . Rata-rata Dari hasil pengukuran diameter batang tanaman diatas, dapat dijelaskan bahwa rata-rata nilai terendah terdapat pada perlakuan P0 . dengan hasil pengukuran perulangan adalah. P0U1 = 0,3 cm. P0U2 = 0,4 cm. P0U3 = 0,46 cm. P0U4 = 0,56 cm, dan P0U5 = 0,66 Nilai tertinggi untuk tinggi tanaman terdapat pada perlakuan P5 dengan hasil pengukuran rata-rata yaitu P5U1 = 0,3 cm. P5U2 = 0,46 cm. P5U3 = 0,62 cm. P5U4 = 0,82 cm, dan P5U5 = 1 cm. Hal ini menunjukan bahwa penggunaan pupuk bokashi kotoran Sus scrofa memberikan pengaruh terhadap diameter batang tanaman jagung manis (Harefa, 2. Data-data dalam penelitian ini mencakup data hasil pengukuran tinggi batang, diameter batang dan jumlah daun tanaman jagung manis, baik yang menggunakan pupuk bokashi kotoran Sus menggunakan pupuk bokashi kotoran Sus scrofa. Adapun penjabaran masing-masing data diperoleh dari berbagai analisis data dengan menggunakan aplikasi SPSS (Statistical Product and Service Solutio. versi 20 yaitu sebagai berikut: 0,46 0,62 0,82 Gambar 1. Hasil Uji Normalitas Pada Tinggi Batang Tanaman Jagung Manis Uji normalitas digunakan peneliti untuk mengetahui apakah data berasal dari populasi yang berdistribusi normal Adapun pengujiannya yaitu jika nilai Asyimp. 0,05 maka data berdistribusi normal. Data hasil uji normalitas menggunakan aplikasi SPSS (Statistical Product and Service Solutio. versi 20, diperoleh nilai Asyimp. sig 0,855 > 0,05, maka data tersebut berdistribusi normal. Hasil uji normalitas pada diameter batang tanaman jagung manis (Zea mays L. Gambar. 2 Hasil Uji Normalitas Pada Diameter Batang Tanaman Jagung Manis Uji normalitas digunakan peneliti untuk mengetahui apakah data berasal dari populasi yang berdistribusi normal atau tidak (Gee. Harefa, 2. Adapun kriteria pengujiannya yaitu jika nilai Asyimp. sig > 0,05 maka data berdistribusi normal. Data hasil uji normalitas menggunakan aplikasi SPSS (Statistical Product and Service Solutio. versi 20, diperoleh nilai Asyimp. sig 0,843 > 0,05, maka data tersebut berdistribusi . Hasil uji normalitas pada jumlah daun tanaman jagung manis (Zea mays L. Gambar. 3 Hasil Uji Normalitas Pada Jumlah Daun Tanaman Jagung Manis Uji normalitas digunakan peneliti untuk mengetahui apakah data berasal dari populasi yang berdistribusi normal atau tidak (Harefa, 2. Adapun kriteria pengujiannya yaitu jika nilai Asyimp. sig > 0,05 maka data berdistribusi (Laia. B . Laia. Zai. Zagoto. Zega. Harefa. Ndruru, 2. Data hasil uji normalitas menggunakan aplikasi SPSS (Statistical Product and Service Solutio. versi 20, diperoleh nilai Asyimp. sig 0,868 > 0,05, maka data tersebut berdistribusi normal (Harefa, 2. Uji homogenitas Hasil uji homogenitas pada tinggi batang tanaman jagung manis (Zea mays L. Uji homogenitas digunakan untuk melihat data apakah bersifat homogen atau tidak. Adapun kriteria Asyimp. sig > 0,05 maka data homogen. Data SPSS (Statistical Product and Service Solutio. versi 20, diperoleh nilai Asyimp. 0,071 > 0,05, maka data tersebut Hasil uji homogenitas pada diameter batang tanaman jagung manis (Zea mays L. ) (Harefa, 2. Uji melihat data apakah bersifat homogen Adapun Asyimp. sig > 0,05 maka data homogen. Data SPSS (Statistical Product and Service Solutio. versi 20, diperoleh nilai Asyimp. 0,051 > 0,05, maka data tersebut 0,083 > 0,05, maka data tersebut Uji homogenitas pada jumlah daun 2. Uji hipotesis tanaman jagung manis (Zea mays L. Hasil uji hipotesis pada tinggi Uji homogenitas digunakan untuk batang tanaman jagung manis (Zea melihat data apakah bersifat homogen mays L. Hasil uji hipotesis ini Adapun menggunakan analisis varians satu jalan (Anov. dengan analisis data Asyimp. sig > 0,05 maka data homogen. SPSS Data (Statistical Product and Service Solutio. SPSS versi 20, dan didaptkan hasil dalam (Statistical Product and Service Solutio. tabel berikut : versi 20, diperoleh nilai Asyimp. Tabel. 8 Hasil Analisis Varians Uji Hipotesis Pengaruh Penggunaan Pupuk Bokashi Kotoran Sus Scrofa Terhadap Pertumbuhan Tinggi Batang Tanaman Jagung Manis (Zea Mays L. Jenis Fhitung Ftabel Sig. Antar kelompok Dalam kelompok Total Keterangan : JK : Jumlah Kuadran . KT : Kuadran Tengah. Df : Derajat Kebebasan Dari data diperoleh nilai Fhitung = Uji 47,158 > Ftabel = 2,62, maka Ha diterima menggunakan analisis varians satu . da pengaruh penggunaan pupuk jalan (Anov. dengan analisis data bokashi kotoran Sus scrofa terhadap menggunakan aplikasi SPSS (Statistical pertumbuhan tanaman jagung manis Product and Service Solutio. versi 20, (Zea mays L. ) dan Ho ditolak. dan didapatkan hasil dalam tabel Hasil uji hipotesis pada diameter batang tanaman jagung manis (Zea Tabel. Hasil Analisis Varians Uji Hipotesis Pengaruh Penggunaan Pupuk Bokashi Kotoran Sus Scrofa Terhadap Pertumbuhan Diameter Batang Tanaman Jagung Manis (Zea Mays L. Jenis KT Fhitung Ftabel Sig. Antar kelompok Dalam kelompok Total Keterangan : JK : Jumlah Kuadran,KT : Kuadran Tengah,Df : Derajat Kebebasan 2,62 Dari tabel 4. 2, diperoleh nilai Fhitung = 37,929 > Ftabel = 2,62, maka Ha diterima . da pengaruh penggunaan pupuk bokashi kotoran Sus scrofa jagung manis (Zea mays L. ) dan Ho . Hasil uji hipotesis pada jumlah daun tanaman jagung manis (Zea mays L. Uji hipotesis ini menggunakan analisis varians satu jalan (Anov. dengan analisis data menggunakan aplikasi SPSS (Statistical Product and Service Solutio. versi 20, dan didapatkan hasil dalam tabel berikut : Tabel . Hasil Analisis Varians Uji Hipotesis Pengaruh Penggunaan Pupuk Bokashi Kotoran Sus Scrofa Terhadap Pertumbuhan Jumlah Daun Tanaman Jagung Manis (Zea Mays L. Jenis KT Fhitung Ftabel Sig. 2,62 . Antar kelompok 812 5 10. Dalam kelompok Total Keterangan : JK : Jumlah Kuadran. KT : Kuadran Tengah. Df : Derajat Kebebasan Dari tabel 4. 3, diperoleh nilai Fhitung = pupuk bokashi kotoran Sus scrofa, baik 18,476 > Ftabel = 2,62 maka Ha diterima diameter batang tanaman maupun . da pengaruh penggunaan pupuk jumlah daun tanaman. bokashi kotoran Sus scrofa terhadap Hal ini karena semakin banyak dosis pertumbuhan tanaman jagung manis pupuk bokashi yang diberikan, maka N (Zea mays L. ) dan H0 ditolak. yang terkandung dalam pupuk bokashi Pengaruh penggunaan pupuk bokashi juga semakin banyak yang diterima oleh Sus terhadap tanah. Menurut (Maulana, pertumbuhan tanaman jagung manis tersedianya unsur N yang cukup bagi (Zea mays L. ) yang dicapai sampai 5 tanaman dapat memacu pertumbuhan minggu setelah tanam, menunjukan tinggi tanaman. Unsur N merupakan bahwa memiliki perbedaan tinggi unsur hara yang sangat penting karena tanaman, diameter batang dan jumlah merupakan unsur yang paling banyak daun tanaman jagung manis dengan dibutuhkan berbagai perlakuan. Hal ini disebabkan tanamanA sebaliknya jika kekurangan karena bokashi mengandung unsur hara N menyebabkan pertumbuhan dan yang penting bagi tanaman. Dari hasil perkembangan tanaman terganggu dan analisis aplikasi SPSS (Statistical Product hasil menurun yang disebabkan oleh Service Solutio. 20, terganggunya pembentukan klorofil menunjukan perbedaan penggunaan yang sangat penting untuk proses pupuk bokashi kotoran Sus scrofa yang fotosintesis. (Mulyanti Siska Sari. Made memiliki rata-rata tinggi tanaman yang Usman, 2. , semakin cepat bahan dengan organik melapuk maka semakin cepat tanaman yang tidak menggunakan unsur hara esensial akan tersedia bagi tanaman, penambahan bahan organik . organik dan unsur hara tanah . Bokashi merupakan pupuk organik dekomposisi dan mineralisasi berjalan cepat setelah dibenamkan kedalam tanah sehingga mampu melepaskan hara juga dengan cepat, baik dalam jumlah (Maulana, 2. Disamping itu, kotoran babi yang dipakai sebagai bahan pembuatan bokashi berasal dari ternak kotorannya banyak mengandung unsur hara, (Kusuma, 2. Berdasarkan hal tersebut, peneliti mencoba menggunakan pupuk bokashi kotoran Sus scrofa untuk melihat hasil pengaruhnya terhadap pertumbuhan tanaman jagung manis (Zea mays L. tersebut telah terbukti bahwa bokashi dapat mempengaruhi pertumbuhan tinggi tanaman, diameter batang, dan jumlah daun tanaman jagung manis dibandingkan dengan yang tidak menggunakan pupuk bokashi kotoran Sus scrofa. Hasil menggunakan aplikasi SPSS (Statistical Product and Service Solutio. versi 20, penggunaan pupuk bokashi kotoran Sus scrofa berpengaruh terhadap tinggi batang, diameter batang dan jumlah daun tanaman jagung manis. Dari hasil analisis, memperlihatkan bahwa ratarata penggunaan pupuk bokashi kotoran Sus scrofa yang berbeda-beda memiliki tinggi batang pada perlakuan yakni : P0 = 6,000 cm. P1 = 7,540 cm. P2 = 9,120 cm. P3 = 11,060 cm. P4 = 13,360 cm, dan P5 = 16,360 cm. Pada diameter batang memiliki rata-rata yakni : P0 = 0,3000 cm. P1 = 0,4120 cm P2 = 0,4720 cm. P3 = 0,5880 cm. P4 = 0,7000 cm dan P5 = 0,8040 cm. Sedangkan untuk jumlah daun memiliki rata-rata yaitu pada P0 = 2,000. P1 = 2,880. P2 = 3,680. P3 = 4,560. P4 = 5,440 dan P5 = 5,800 Tinggi tanaman terendah ditunjukan pada perlakuan kontrol (P. yang memiliki rata-rata tinggi batang 6,000 cm, pada diameter batang memiliki ratarata 0,3000 cm, dan pada jumlah daun memiliki rata-rata 2,000 helaian. Hal disebabkan karena kurangnya unsur hara yang diperlukan bagi tanama. Menurut (Maulana, 2. , unsur hara yang rendah mengakibatkan kurangnya nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman menjalankan kelangsungan hidup dan jika kelebihan maka akan menjadi racun bagi tanaman. Dari hasil uji BNT diketahui bahwa pada dasarnya semua perlakuan dengan pemberian bokashi memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan tanpa penggunaan pupuk bokashi Dalam penelitian yang dilakukan oleh (Nismawati. Wulandari bokashi memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap semua parameter Pemberian bokashi dengan (D. pertumbuhan tinggi semai yaitu 19, 26 cm, sedangkan tanpa aplikasi bokashi/ control (D. yaitu 11 cm. bokashi dengan perbandingan 3:1 (D. untuk pertambahan diameter batang yaitu 0,915 cm, sedangkan tanpa aplikasi bokashi/ kontrol (D. yaitu 0,33 cm. (D. pertambahan jumlah daun yaitu 9,8 dan tanpa aplikasi bokashi/ kontrol (D. Kesimpulan Jagung manis merupakan tanaman bahan makanan pokok penganti beras, selain rasa yang enak jagung juga bermanfaat bagi kesehatan karena kaya Keuntungan bertanam jagung manis memberikan nilai ekonomi tinggi, agar tanaman jagung manis dapat tumbuh dengan baik sesuai yang diharapkan maka perlu pemupukan yang dapat membantu tanaman untuk Pupuk kotoran Sus scrofa juga dapat digunakan untuk pertumbuhan tanaman jagung manis, dan pupuk bokashi kotoran Sus scrofa mudah ditemukan dan dapat diolah dengan cepat. Semakin banyak dosis pupuk bokashi yang diberikan, maka N yang terkandung dalam pupuk bokashi juga semakin banyak yang diterima oleh tanah. Bokashi merupakan pupuk organik yang baik, artinya proses laju dekomposisi dan mineralisasi berjalan cepat setelah dibenamkan tanah sehingga melepaskan hara juga dengan cepat, baik Adapun saran yang diberikan melalui penelitian ini, yaitu : Bagi masyarakat khususnya para petani jagung manis, sebaiknya penggunaan pupuk organik khususnya pupuk organik bokashi lebih ditingkatkan dikalangan petani. Untuk mengatasi kelangkaan dan mahalnya pupuk anorganik, dan memanfaatkan sumber daya alam yang ada maka diperlukan Pupuk bokashi kotoran Sus scrofa dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman jagung manis Daftar Pustaka