875 JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2025 PERAN KELOMPOK WANITA PENENUN DITINJAU DARI INOVASI DAN KREATIVITAS MOTIF DALAM MENINGKATKAN DAYA TARIK WISATA DI DESA PENGADANGAN KECAMATAN PRINGGASELA KABUPATEN LOMBOK TIMUR Oleh Winda amalia Fatihah1. Syech Idrus2. Uwi Martayadi3 1,2,3 Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram Email : 1windaamal18@gmail. com, 2sidroess@gmail. com, 3uwimartayadi@gmail. Article History: Received: 23-10-2024 Revised: 25-10-2024 Accepted: 27-10-2024 Keywords: Peran Kelompok Wanita Tenun. Inovasi. Kreativitas. Dan Daya Tarik Wisata. Abstract : Pada penyusunan laporan penelitian ilmiah ini mencoba untuk mengkaji terkait bagaimana AuPeran Kelompok Wanita Penenun Ditinjau Dari Inovasi dan Kreativitas Motif dalam Meningkatkan Daya Tarik Wisata di desa Pengadangan kecamatan Pringgasela kabupaten Lombok Timur Ay. Jenis penelitian yang digunakan yaitu menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, dimana metode ini digunakan oleh peneliti untuk menelaah lebih dalam terkait objek ilmiah pada saat dilakukannya survey lapangan atau proses identifikasi dalam memperoleh data primer terhadap kajian objek terkait peran kelompok wanita sebagai salah satu potensi daya tarik wisata di Desa Pengadangan Kecamatan Pringgasela. Dalam laporan penelitian ini peneliti secara garis besar menggunakan perspektif kesetaraan gender terkait bagaimana kelompok pengrajin tenun wanita, khususnya di Desa Pengdangan dapat mengambil peran aktif dalam membangun inovasi dan kreatifitas dalam sektor pariwisata dalam bidang kerajinan tenun. Hal ini juga termasuk dalam bagaimana aktifitas tersebut dapat menjadi suatu objek yang dapat menjadi daya tarik bagi para wisatawan baik lokal maupun internasional. PENDAHULUAN Kain tenun di Desa Pengadangan merupakan karya seni yang memerlukan ketekunan dan Karena proses pembuatannya masih menggunakan alat tradisional serta dikerjakan secara manual dan menggunakan bahan baku yang berasal dari alam. Usaha kerajinan tradisional kain tenun di Desa Pengadangan menggunakan bahan alami dalam memproduksi kain tenun baik itu dari benang maupun pewarna benang, dimana benang terbuat dari kapas yang di olah sehalus mungkin kemudian di rakit menggunakan alat tradisional yang terbuat dari bambu dan pewarna benang terbuat dari bebatuan, daun,arang, sehingga dari ide-ide itu menghasilkan sebuah produk yang beraneka ragam. Seiring berkembangnya zaman, maka akan semakin berpengaruh terhadap peran perempuan dalam meningkatkan inovasi dan kreativitas untuk mengembangkan sebuah produk sehingga mempunyai nilai jual yang tinggi. Memanfaatkan peluang yang ada di daerah dalam meningkatkan sektor perekonomian keluarga maupun masyarakat setempat, perempuan juga dapat memperluas pengetahuan dan pengalaman dalam memproduksi dengan baik. Para penenun ini mengembangkan tradisi tenun yang sering disebut Tenun Sesek secara turun-temurun. Menenun pada masa lalu merupakan hal yang wajib dikuasai oleh seorang anak perempuan dan menjadi salah satu persyaratan sebelum menikah. Seiring berjalannya waktu kegiatan menenun ini menjadi a. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2025 sebuah mata pencaharian masyarakat Desa Pengadangan Kecamatan Pringgasela, dengan berwadah kelompok, masyarakat khusunya para wanita penenun dapat memasarkan hasil dari Sesek mereka melalui media sosial dan kain tenunan mereka dapat menjadi sebuah potensi yang menimbulkan daya tarik pada wisatawan karena memiliki ciri khas tertentu dalam kain tenun mereka yaitu motif Sundawa nama Sundawa berasal dari nama kali di Pringgasela, motif Sundawa ini menonjol pada garis tengah yang tidak dimiliki oleh kain tenun daerah lain di Nusa Tenggara Barat. Tentunya dengan hasil buah tangan ini, dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap masyarakat khusunya di Pringgasela karena memiliki ciri khasnya tersendiri dengan kearifan lokal yang sudah turun temurun dari nenek moyang, dan menjadi simbolik dan khazanah dalam mengangkat Desa Pringgasela sebagai salah satu tujuan wisata di Lombok Timur. Hal ini dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia khusunya para wanita penenun dalam mensejahterkan perekonomian daerah dan ikut dalam kegitan pariwisata dengan mengangkat kain tenun sebagai salah satu potensi daya tarik wisata. Dari segi perekonomian sebagian masyarakat bergantung pada hasil pertanian namun tidak sedikit juga yang mengandalkan hasil produksi dari kain tenun sebagai daya tarik wisatawan yang berkunjung ke Desa Pengadangan dan sebagai icon dari beberapa kegiatan atau event yang diadakan oleh Kecamatan Pringgasela. Permasalahan yang dilihat oleh sang peneliti adalah semangat perempuan untuk meningkatkan inovasi dan kreativitas, apa yang menjadi faktor pendukung perempuan dalam meningkatkan kerajinan, peran perempuan dalam menguatan adat budaya kerajinan tenun di Desa Pengadangan Kabupaten Lombok Timur. Dalam faktor semangat pengrajin tenun tidak lain untuk membatu perekonomian dan memenuhi kebutuhan keluarga, selain dari itu para perempuan yang ada di Desa Pengadangan mendapatkan dorongan atau peluang untuk mengisi waktu luangnya dengan menenun dan mengembangkan potensi yang ada pada dirinya serta mempertahankan budaya tenun. LANDASAN TEORI Berdasarkan dengan penelitian ini, maka terlebih dahulu penulis menelusuri beberapa penelitian yang berkaitan dengan topik penelitian sebagai tolak ukur bagi penulis. Adapun penelitian terdahulu yang digunakan yaitu: Penelitian Pertama yang dilakukan oleh Erna. S . Berjudul Peran Perempuan Untuk Meningkatkan Inovasi Dan Kreativitas Dalam Mengembangkan Kerajinan Tenun Di Desa Sade Kabupaten Lombok Tengah. Tujuan peneliti yaitu mengetahui peran perempuan untuk meningkatkan inovasi dan kreatifitas dalam mengembangkan kerajinan tenun di dusun Sade kabupaten Lombok Tengah. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian dengan menunjukan peran perempuan untuk mengembangkan inovasi dan kreativitas dalam mengembangkan kerajinan tenun pada dusun Sade kabupaten Lombok Tengah. Melalui proses pembuatan kain tenun yang bedasarkan semangat, serta faktor pendukung dan peran perempuan dalam menguatkan adat budaya di dusun Sade. Penelitian Kedua yang dilakukan oleh Fattah. Nurdin. Rombe. E, dkk. Berjudul Peningkatan Daya Tarik Usaha Wisata Kain Tenun Donggala Di Desa Towale Kabupaten Donggala. Tujuan dari peneitian pengabdian ini adalah meningkatkan daya Tarik usaha Wisata kain tenun Donggala melalui kegiatan wisata rekreasi, atraksi dan edukasi yang dapat dinikmati oleh wisatawan yang datang berkunjung ke Desa Towale. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian kegiatan pengabdian dapat meningkatkan wawasan, motivasi, kreativitas dan inovasi masyarakat pengrajin tenun di desa Towale dalam hal meningkatkan daya a. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2025 Tarik Usaha Wisata Kain Tenun Donggala. Penelitian Ketiga yang dilakukan Rohmi. Z & Mahagangga . Berjudul Peranan Perempuan Kelompok Sentosa Sasak Tenun di Desa Wisata Pringgasela Kabupaten Lombok Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran perempuan dalam pengembangan usaha tenun gedogan di Kelompok Sasak Tenun Sentosa di Pringgasela Desa Wisata Kabupaten Lombok Timur. Dalam penelitian ini menggunakan jenis data kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran perempuan dalam Kelompok Sasak Tenun Sentosa pada peran produktif adalah sebagai pengrajin. tenun, petani, buruh tani, buruh tani, peternak, dan pedagang Reproduksi Peran perempuan penenun adalah mengelola rumah tangga. Sedangkan peran sosial dalam masyarakat yaitu sebagai anggota Muslimat yang berkaitan dengan acara keagamaan, kegiatan kerjasama antar komunitas atau adat acara yang dalam bahasa Sasak disebut gawe belek, dan kelompok kesehatan disebut Upaya Kesehatan Kerja. Dari ketiga peran tersebut modelnya, peran utama perempuan dalam Kelompok Sasak Tenun Sentosa adalah peran reproduktifnya, karena sebagai seorang istri dan ibu, kodrat seorang wanita adalah mengatur urusan rumah tangga pariwisata, dan juga memiliki kesamaan dalam metode penelitian yaitu Metode penelitian kualitatif Berdasarkan penelitian terdahulu maka peneliti tertarik untuk melakukan pembaharuan penelitian tentang Auperanan kelompok wanita ditinjau dari kreatifitas dan inovasi motif dalam meningkatkan daya tarik wisata di desa Pengadangan Kecamatan Pringgasela Kabupaten Lombok TimurAy METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan yaitu analisis kualitatif deskriptif. Metode Penelitian kualitatif deskriptif adalah penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi objek alamiah, dimana peneliti merupakan instrumen kunci. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengidentifkasi peran kelompok wanita penenun dalam mengangkat kerajinan kain tenun sebagai salah satu potensi daya tarik wisata di Desa Pengadangan Kecamatan Pringgasela. Tidak hanya generalisasi tetapi pemahaman secara mendalam terhadap suatu masalah. Kain tenun sesek yang dihasilkan oleh para penenun di Desa Pengadangan sangatlah inovatif dan memiliki ciri khas tersendiri yaitu motif Sundawa dalam motif kainnya bahkan dalam proses mensesek kain membutuhkan waktu sampai satu minggu sampai sebulan full dikarenakan pengadaan bahan hingga proses yang sangat rumit, hal tersebut menjadi kendala utama kelompok wanita penenun dalam mengangkat kain tenun sebagai salah satu potensi daya tarik wisata di Desa Pengadangan dengan proses pembuatan yang memerlukan waktu yang cukup lama dan proses pembuatan yang Langkah awal dalam penelitian ini adalah mengidentifikasi masalah yang di maksudkan sehingga peneliti tidak keluar dari tujuannya. Di lanjutkan dengan penguraian konteks penelitian permasalahan yang dimaksudkan untuk mengantarkan dan menjelaskan konteks penelitian dan fenomena di lapangan. Konteks penelitian permasalahan yang telah diuraikan, maka pokok permasalahan yang di teliti dapat dirumuskan dalam bentuk kalimat tanya dan hendak di cari jawabannya dalam penelitian. Pada penelitian ini peneliti dapat merumuskan hipotesis penelitian dan menentukan variabel yang digunakan. Kemudian langkah selanjutnya adalah memilih instrumen penelitian yang memiliki peranan penting dalam memperoleh imformasi yang akurat dan Penelitian dan pengumpulan data penelitian dari lapangan. Data penelitian di kumpulkan baik dari instrumen pengumpulan data, observasi maupun lewat dokumentasi. Setelah itu data dapat diperoleh dan melakukan pengolahan data dan analisis. Langkah terakhir yaitu a. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2025 penulisan laporan dan hasil penelitian Informan dalam penelitian ini adalah para wanita penenun,promotor kain, dan perangkat desa Desa Pengadangan. Jadi sample yang digunakan dalam penelitian ini adalah Purposive Sampling. Teknik ini digunakan karena sample yang dipilih berdasarkan pertimbangan tertentu dengan tujuan untuk memperoleh satuan sampling yang memiliki karakteristik yang di kehendaki Adapun kriteria informan yang di tentukan oleh peneliti dalam penelitian ini yaitu sebagai berikut: Kelompok wanita tenun yang berada di Desa Pengadangan yang dapat memberikan informasi terkait dengan topik masalah yang akan diteliti. Perangkat desa yang berada di Desa Pengadangan yang dapat memberikan informasi terkait Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kualitatif Deskriptif. Jenis data yang cendrung dinyatakan dengan analisis dan bersifat dediktif. Landasan teori dimanfaatkan sebagai pemandu agar fokus penelitian sesuai dengan fakta lapangan. Oleh karenanya, penggunaan metode kualitatif dalam penelitian dapat menghasilkan kajian atas suatu fenomena yang lebih kompherensif dan mendapatkan data yang akurat guna mendapatkan hasil yang maksimal dalam melakukan sebuah penelitian. Sumber data dari penelitian ini : Data Primer Data yang didapatkan langsung oleh peneliti yaitu tentang Peran Kelompok Wanita Penenun Dalam Meningkatkan Potensi Daya Tarik Wisata Di Desa Pengadangan Kecamatan Pringgasela Kabupaten Lombok Timur. Data penelitian ini didapatkan dari hasil observasi langsung melalui wawancara dan dokumentasi. Adapun data yang didapatkan tidak akurat akan membutuhkan instrument penelitian lain untuk melengkapi data dan informasi. Data Sekunder Data yang berkaitan dengan lembaga atau sebuah kelompok sebagai wadah yang menjadi wujud partisipasi masyarakat dalam upaya meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian masyarakat, atau data yang sudah tervalidasi dan sudah terpubhliskan dari dinas kebudayaan dan pariwisata desa setempat melalui berbagai sumber seperti buku, situs, atau dokumen Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu Observasi Dalam konteks penelitian ini observasi dilakukan untuk mengamati Peran Kelompok Wanita Penenun Ditinjau Dari Inovasi dan Kreatifitas Dalam Mengangkat Kain Tenun Sebagai Salah Satu Potensi Daya Tarik Wisata di Desa Pengadangan Kecamatan Pringgasela Kabupaten Lombok Timur. Guna dapat mengetahui jenis masalah apa yang dihadapi oleh kelompok penenun wanita dalam mengangkat kain tenun sebagai salah satu potensi daya tarik wisata mulai dari pengadaan bahan, proses pembuatan hingga hasil akhir selanjutnya dengan promosi dan pemasaran sehingga mampu memberikan niali positif bagi masyarakat sekitar. Wawancara Wawancara yang dilakukan pada penelitian ini adalah wawancara semi terstruktur. Dengan menggunakan wawancara semi terstruktur diharapkan peneliti dapat memperoleh informasi yang sesuai dengan yang diharapkan dari informan maka dari itu, dalam wawancara semi terstruktur ini diperlukan adanya pedoman wawancara yang memuat sejumlah pertanyaan terkait, yang pada akhirnya akan menghasilkan temuan penelitian valid dan reliable. Dokumentasi Dokumentasi pada penelitian ini lebih pada pengumpulan dokumentasi pendukung data. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2025 data penelitian yang dibutuhkan (Irawan, 2004: . Dalam penelitian ini dokumen adalah suatu metode pengumpulan data dan studi pustaka, dimana dokumen-dokumen yang dianggap relevan dan didukung oleh masalah yang diteliti disajikan dalam bentuk literatur, laporan tahunan, jurnal, majalah, artikel ilmiah sehingga didapatkan data untuk memberikan informasi mengenai penelitian yang dilakukan. HASIL DAN PEMBAHASAN Desa Pengadangan terletak di bagian utara Kecamatan Pringgasela batas utara berbatas dengan Desa Timbanuh. Taman Nasional Gunung Rinjani, batas selatan dengan Desa Pringgasela selatan dan kalibambang, batas timur dengan Desa Lenek Daya dan batas barat dengan Desa Pengadangan barat. Desa pengadangan secara umum pola penggunaan lahan didominasi oleh lahan pertanian, hal ini seiring dengan mata pencaharian pennduduk sebagian besar bergerak dibidang pertanian dengan tanaman pangan. Dari kota Mataram menuju Desa Pengadangan memakan paruh waktu sekitar satu setengah jam dengan ruas jalan yang kecil dan masih banyak berlubang maka akses menuju Desa Pengadangan masih sangatlah sulit terutama untuk mobil yang lebih dari 4 roda. Desa Pengadangan masih asri dan keramah tamahan yang ada dalam masyarakatnya dapat menjadikan psikologis pengunjung yang datang ke Desa Pengadangan menjadi senang dan Desa Pengadangan adalah sebuah desa yang kaya akan budaya seperti upacara ritual barazanji, mejeleng minyak, menenun kain dan masih banyak lagi. budaya tersebut masih ada dan masih sebagai tradisi masyarakat dan dilestarikan sampai saat ini biasanya masyarakat melakukan kegiatan-kegiatan spiritual tersebut dihari besar seperti maulid Nabi Muhammad SAW, dan pada hari-hari tertentu menurut kalender islam. Desa Pengadangan terkenal dengan hasil olahan tangan yaitu kain songket yang memiliki keunikannya sendiri, sejak dulu keterampilan menenun ini sudah menjadi basic para remaja Desa Pengadangan akan tetapi kegiatan menenun ini sudah mulai teriris oleh zaman karena prosesnya yang sangat rumit dan membutuhkan kesabaran dalam proses Dalam keindahan motif-motif di kain tersebut mempunyai banyak makna salah satunya yang paling dikenal yaitu motif Kembang dan motif Sundawa. Desa pengadangan menenun kain sudah menjadi kebudayaan turun temurun dari leluhur, tidak hanya menjadi kebudayaan yang harus dilestarikan saja akan tetapi kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat ini tentu dapat memberikan dampak yang baik mulai dari melestarikan budaya dan dapat membantu finansial dalam masyarakat, dari kurun waktu beberapa tahun, masyarakat dapat menjadi lebih cekatan dan lebih terampil dalam proses menenun kain dikarenakan harus mengikuti pasar pada saat sekarang, adapun kegitan ini sering menjadi sorotan karena kain tenun hasil Desa Pengadangan berbeda dengan kain tenun yang ada di NTB umumnya. Dengan dibentuknya kerja sama bersama mitra kerja, masyarakat mampu ikut dalam pemasaran kain tenun tidak hanya di dalam daerah tapi sampai negara luar, terbuktinya kain tenun ini sudah merambah keluar negeri yaitu dengan di impornya ke negara luar seperti Malaysia. Jepang. Amerika dan banyak lagi, tentu dengan beredarnya kain tenun Desa Pengadangan di kancah internasional hal tersebut membuktikan kalau hasil produksi kain tenun masyarakat Desa Pengadangan berkualitas di atas rata-rata, yang bila ditinjau dari proses produksi yang terbilang sangat lama karena masih memproduksi produk mereka dengan cara manual, mulai dari pewarnaan benang sampai proses menyesek kain. Disamping keberhasilan masyarakat dalam mengenalkan produk mereka sampai ke luar negeri tentu dengan adanya kerja sama dengan mitra kerja dan proses untuk mencapai titik sekarang itu tidaklah mudah, dengan membangun kepercayaan satu sama lain membutuhkan waktu yang panjang karena pengaruh kehidupan sosial sehari-hari, sampai berdirinya kelompok yang a. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2025 mewadahi masyarakat hingga saat ini tentu sangat membantu, dalam kelompok tersebut masyarakat mampu dalam berbagi pengetahuan satu sama lain, peminjaman modal awal usaha sampai penitipan hasil produksi kain tenun. Selain dibimbing masyarakat juga diberikan fasilitas-fasilitas yang digunakan dalam proses produksi, dan setiap minggu para penenun selalu dievaluasi agar kerja sama didalam kelompok tetap solid dan hasil produksi yang tetap konsisten. Sejak tahun 2018 Desa Pengadangan telah ditetapkan sebagai Desa Wisata oleh pemerintah kabupaten Lombok Timur 9 (No SK: 188. 47/101. a/PAR/2. Sejak saat itu pemerintah desa terus berbenah dalam memaksimalkan potensi-potensi daya tarik wisata yang ada di Desa Pengadangan baik daya tarik wisata budaya maupun alam. Keikutsertaan pemerintah didalam membantu masyarakat dalam upaya meningkatkan potensi daya tarik wisata di Desa Pengadangan dengan mengadakan kerja sama dengan instansi lainnya dalam upaya membantu meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang ada di Desa Pengadangan, dan dengan diadakannya event tahunan seperti Pesona Budaya Desa Pengadangan dari tahun 2018 sampai saat ini, event ini diadakan guna dapat memperkenalkan Desa Pengadangan tidak hanya dalam negeri tapi ke luar negeri, sejalan dengan hal tersebut Desa Pengadangan terletak di bawah kaki Gunung Rinjani yaitu di bawah perbatasan Timbanuh jadi dengan adanya gerbang pendakian menuju Gunung Rinjani dapat membantu masyarakat dalam menggait minat para wisatawan untuk berkunjung ke Desa Pengadangan, terdapat ungkapan dari masyarakat bahwa banyaknya para wisatawan yang datang langsung ke Desa Pengadangan untuk mengetahui kebudayaan yang ada seperti menenun kain, tentu dengan hal tersebut terdapat banyak aktivitas kepariwisataan di Desa Pengadangan, dengan memiliki kebudayaan yang menjadi daya darik wisata. Desa Pengadangan adalah salah satu desa yang ikut andil dalam kegiatan kepariwisataan tidak hanya itu dengan memiliki sumber daya manusia yang baik mampu membuat Desa Pengadangan siap menjadi tuan rumah saat kegiatan kepariwisataan berlangsung. PENUTUP Kesimpulan Berdasarkan data yang diperoleh dalam penelitian ini setelah dianalisis dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : Kelompok penenun wanita di Desa Pengadangan sebagai sumber inspirasi bagi desa khususnya dalam bidang produksi kain tenun. Sebagai motivator bagi masyarakat desa terutama bagi pemuda perempuan dalam pengembangan pariwisata melalui kreativitas pengembangan varitas terhadap pengelohan kain Tradisi menenun adalah potensi yang sangat urgent dalam pengembangan pariwisata di desa. Kegiatan wanita penenun sudah di bina secara professional dan sifatnya berkelanjutan oleh pihak pemerintah desa maupun bersama mitra kerja, terbukti kelompok penenun sudah terbentuk secara formal. Kelompok penenun sudah berkerja sama dengan pihak lain dalam memasarkan hasil produk masyarakat, terbukti adanya gallery art dalam memebantu masyarakat dalam memasarkan hasil dan ikut serta dalam penjualan hasil kain tenun tidak hanya di daerah sekitar saja. Saran Berdasarkan kesimpulan diatas berikut ini di sampaikan beberapa saran sebagai berikut : Kepada pihak kelompok penenun bahwa produk kain tenun untuk lebih kreatif mengembangkan varitas motif sesuai selera konsumen dan perkembangan terkini. Pihak pemerintah agar selalu melakukan pembimbingan berupa kreativitas, managemen a. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2025 pemasaran, keuangan untuk kemajuan kelompok wanita penenun. Pihak DISPAR agar menjadikan kelompok penenun sebagai bagian dari daya tarik wisata di Desa Pengadangan. Tingkat efektivitas pengrajin kain tenun belum maksimal seyogyanya lebih dinamis dan senantiasa ada control langsung dari desa agar kelompok penenun dapat lebih apik. DAFTAR PUSTAKA