Jurnal SAINTEKOM (Sains dan Teknologi Komputas. Vol. No. Desember, 2025 Lembaga Penelitian. Pengembangan, dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNBIN e-ISSN: 3109-1350 Received: Oktober 2025. Accepted: November 2025. Published: Desember 2025 DOI: 10. 36350/jskom. Penerapan Metode Forward Chaining Untuk Rekomendasi Pekerjaan Pada Bimbingan Karir Mohamad Nur Ihsansyah1*. Hudori2 Program Studi Teknik Informatika. Fakultas Informatika dan Komputer. Universitas Binaniaga Indonesia email: mohamadnurihsansyah@gmail. *Corresponding Author ABSTRACT Career guidance in vocational high schools plays a crucial role in helping students find career paths that align with their potential, interests, and However, traditional career counseling systems that still rely on interview-based methods face several significant challenges. Many students experience limited consultation time due to the overwhelming number of students that exceed the available capacity. This results in a less in-depth guidance process, leading to job recommendations that are not always accurate and effective. Additionally, the job recommendation process often takes a long time, forcing students to wait for their turn and sometimes lose momentum in seeking the necessary information. Another challenge arises in the accessibility of information. once the counseling session ends, students find it difficult to revisit the provided guidance, making them feel unsupported in making career decisions The research method used is Research and Development (R&D) with a descriptive approach. The study results indicate that the forward chaining method for job recommendations improves efficiency in the recommendation process. Based on feasibility testing by system experts, the application was rated as "Highly Feasible" with a feasibility level of 100%. Furthermore, user testing was conducted using the PSSUQ questionnaire, divided into four categories: Overall . %). System Usefulness . 5%). Information Quality . 1%), and Interface Quality . 1%), indicating that the application is "Highly Feasible" for use. Additionally, performance testing using the confusion matrix showed that the system achieved an accuracy rate of 88%, precision of 88%, recall of 88%, and an F1-score of 88%. These findings demonstrate that the developed system significantly enhances the effectiveness and accuracy of job recommendations for students. The implementation of this system is expected to serve as an innovative solution for job recommendations in career guidance. Keywords: recommendation system, forward chaining, jobs, interests, skills ABSTRAK Bimbingan karir di SMK memegang peranan krusial dalam membantu siswa menemukan jalur karir yang sesuai dengan potensi, minat, dan bakat Namun, sistem bimbingan karir yang masih mengandalkan metode wawancara tradisional menghadapi berbagai kendala signifikan. Banyak siswa mengalami keterbatasan waktu konsultasi karena jumlah siswa yang harus ditangani jauh melebihi kapasitas yang ada. Hal ini mengakibatkan proses bimbingan menjadi kurang mendalam, sehingga rekomendasi pekerjaan yang diberikan tidak selalu tepat dan efektif. Selain itu, proses pemberian rekomendasi pekerjaan sering kali memakan waktu yang lama, membuat siswa harus menunggu giliran dan terkadang kehilangan momentum dalam mencari informasi yang mereka butuhkan. Kendala lainnya muncul pada aksesibilitas informasi. setelah sesi bimbingan selesai, informasi yang telah disampaikan sulit untuk diakses kembali, sehingga siswa merasa tidak mendapatkan dukungan yang optimal dalam menentukan langkah karir mereka ke depan. Metode yang digunakan adalah metode penelitian dan pengembangan (R&D) dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode forward chainining untuk rekomendasi pekerjaan karir dapat meningkatkan efisiensi dalam proses pemberian rekomendasi. Berdasarkan uji kelayakan oleh ahli sistem, aplikasi ini dinyatakan AuSangat LayakAy dengan tingkat kelayakan 100%. Selanjutnya aplikasi ini juga telah dilakukan uji pengguna dengan menggunakan kuesioner PSSUQ yang dibagi menjadi empat kategori, di antaranya Secara Keseluruhan (Overal. sebesar 87%. Kegunaan Sistem (System Usefullnes. sebesar 87,5 Kualitas Informasi (Information Qualit. sebesar 89,1%, dan Kualitas Antarmuka (Interface Qualit. sebesar 83,1% yang artinya aplikasi ini AuSangat LayakAy digunakan. Selain itu, uji hasil menggunakan confusion matrix dari metode menunjukan bahwa sistem ini memiliki tingkat accuracy mencapai 88%, precision 88%, recall 88%, dan F1-score 88%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sistem yang dibangun mampu meningkatkan efektivitas dan ketepatan yang baik dalam proses pemberian rekomendasi pekerjaan pada siswa. Implementasi sistem ini diharapkan dapat menjadi solusi inovatif dalam proses rekomendasi pekerjaan pada bimbingan karir. Keywords: sistem rekomendasi, forward chaining, pekerjaan, minat, keahlian PENDAHULUAN Latar Belakang Evaluasi merupakan proses yang bersifat komprehensif dan sistematis di mana ini imbingan karir di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) memiliki peran krusial dalam membantu siswa menentukan jalur karir yang sesuai dengan minat, bakat, dan keahlian mereka. Namun, metode bimbingan karir yang masih bergantung pada wawancara manual menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan waktu konsultasi akibat jumlah siswa yang besar, kurangnya kedalaman dalam proses bimbingan, serta kesulitan dalam mengakses kembali informasi yang telah diberikan. Hal ini menyebabkan siswa sering kali mengalami kebingungan dalam memilih pekerjaan yang sesuai dengan potensi mereka. Urgensi dari penelitian ini didasarkan pada tingginya angka pengangguran di kalangan lulusan SMK. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pengangguran terbuka (TPT) lulusan SMK pada tahun 2022 mencapai 9,42%, menjadikannya penyumbang terbesar dibandingkan lulusan jenjang pendidikan Ketidaktepatan dalam pemilihan karir menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan tingginya angka pengangguran ini. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, sistem rekomendasi pekerjaan berbasis kecerdasan buatan (AI) dapat menjadi solusi yang lebih efektif dalam memberikan rekomendasi karir. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah metode Forward Chaining, yang bekerja dengan cara mencocokkan data yang dimasukkan oleh siswa dengan aturan-aturan yang tersimpan dalam sistem. Pendekatan ini memungkinkan pemberian rekomendasi yang lebih sistematis dan personal, berdasarkan minat, keahlian, dan jurusan yang diambil oleh Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa metode Forward Chaining telah digunakan dalam berbagai sistem pakar, termasuk sistem rekomendasi jurusan dan pemilihan karir berbasis kepribadian. Penelitian ini Jurnal SAINTEKOM (Sains dan Teknologi Komputas. Vol. No. Desember, 2025 Lembaga Penelitian. Pengembangan, dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNBIN e-ISSN: 3109-1350 bertujuan untuk mengimplementasikan metode Forward Chaining dalam sistem rekomendasi pekerjaan bagi siswa SMK, guna meningkatkan efektivitas bimbingan karir. Permasalahan Bimbingan karir di SMK berperan penting dalam membantu siswa menentukan pilihan karir yang sesuai dengan minat, bakat, dan kemampuan. Namun, metode yang masih berbasis wawancara menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan waktu, jumlah siswa yang banyak, serta penyampaian informasi yang kurang efektif. sebagaimana dijelaskan pada Tabel 1. Tabel 1. Pertanyaan Kuesioner Permasalahan Pertanyaan Apakah Anda kesulitan berkonsultasi dengan guru bimbingan karir karena keterbatasan waktu dan dikarenakan jumlah siswa yang banyak? Apakah anda merasa bahwa proses rekomendasi pekerjaan yang dilakukan dengan guru bimbingan karir itu memerlukan waktu yang relatif lama? Apakah informasi tentang rekomendasi pekerjaan sulit diakses kembali setelah sesi bimbingan selesai? Jawaban Tidak Sebagaimana diungkapkan pada tabel 1 Berdasarkan hasil kuisioner, 80% siswa mengalami kesulitan berkonsultasi dengan guru bimbingan karir karena waktu yang terbatas dan jumlah siswa yang banyak. Akibatnya, tidak semua siswa mendapatkan kesempatan yang cukup untuk mendiskusikan pilihan karir mereka secara mendalam. Banyak dari mereka merasa sesi bimbingan yang singkat tidak cukup untuk menggali informasi lebih lanjut mengenai masa depan karir mereka. Selain itu, 70% siswa merasa bahwa proses rekomendasi pekerjaan memakan waktu cukup lama. Siswa harus menunggu giliran untuk berkonsultasi, dan dengan banyaknya siswa yang membutuhkan bimbingan, prosesnya menjadi tidak efektif. Beberapa siswa mengungkapkan bahwa mereka sering kali tidak bisa langsung mendapatkan jawaban yang mereka butuhkan, sehingga mereka harus menunggu lebih lama atau bahkan tidak sempat bertanya lebih lanjut. Hal ini menunjukkan bahwa cara penyampaian informasi yang digunakan saat ini masih kurang tepat dan belum mampu memenuhii kebutuhan semua siswa secara efektif. Masalah lainnya adalah 80% siswa mengalami kesulitan mengakses kembali informasi rekomendasi pekerjaan setelah sesi bimbingan selesai. Banyak siswa yang merasa bahwa informasi yang diberikan saat bimbingan sulit untuk diingat atau tidak terdokumentasi dengan baik. Akibatnya, mereka harus bergantung pada ingatan mereka sendiri atau mencoba menanyakan ulang kepada guru BK, yang tentu tidak selalu memungkinkan karena kesibukan guru dalam menangani banyak siswa lainnya. Dari temuan ini, terlihat bahwa kendala utama dalam bimbingan karir di SMK adalah keterbatasan waktu konsultasi, jumlah siswa yang banyak, serta metode penyampaian informasi yang masih kurang tepat dan sulit diakses kembali. Situasi ini membuat banyak siswa merasa kurang mendapatkan arahan yang jelas mengenai karir mereka di masa depan. Jika kondisi ini terus berlanjut, ada kemungkinan siswa akan kesulitan dalam menentukan langkah yang tepat setelah lulus. Oleh karena itu, perlu ada upaya untuk memperbaiki sistem bimbingan karir agar informasi yang diberikan lebih mudah diakses, penyampaiannya lebih efektif, dan setiap siswa mendapatkan kesempatan yang sama untuk mendapatkan arahan yang mereka butuhkan Tujuan Menerapkan metode Forward Chaining untuk mendapatkan tingkat ketepatan, efektivitas, mengembangkan prototype aplikasi, dan mengukur seberapa tepat dan efektif metode yang diterapkan untuk pemberian rekomendasi pekerjaan. METODE Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian dan pengembangan (Research & Development/R&D). Metode ini dipilih karena memungkinkan pengembangan sistem rekomendasi pekerjaan berbasis kecerdasan buatan dengan metode Forward Chaining, serta menguji efektivitasnya dalam memberikan rekomendasi pekerjaan yang sesuai dengan minat dan keahlian siswa SMK. Penelitian ini berfokus pada pengembangan sistem rekomendasi pekerjaan untuk siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Sistem ini dirancang untuk membantu siswa dalam menentukan jalur karir yang sesuai dengan minat dan keahlian mereka. Sistem rekomendasi pekerjaan yang dikembangkan merupakan aplikasi berbasis web yang menggunakan metode Forward Chaining untuk memberikan rekomendasi pekerjaan bagi siswa SMK. Algoritma inferensi Forward Chaining bekerja dengan mencocokkan data siswa dengan aturan yang ada dalam sistem, sehingga faktor utama yang digunakan dalam rekomendasi adalah minat dan keahlian siswa. Penelitian dilakukan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di wilayah Bogor, dengan fokus pada siswa yang berada di tahun terakhir pendidikan mereka. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa tingkat akhir di SMK yang menjadi target penerapan sistem rekomendasi pekerjaan. Sampel diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 30 siswa. Untuk menentukan jumlah sampel yang tepat digunakan rumus Slovin sebagai berikut: Jurnal SAINTEKOM (Sains dan Teknologi Komputas. Vol. No. Desember, 2025 Lembaga Penelitian. Pengembangan, dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNBIN e-ISSN: 3109-1350 ycu= ycA 1 ycAyce 2 Dimana n adalah ukuran sampel. N adalah ukuran populasi, dan e adalah tingkat kesalahan yang dapat diterima, misalnya 0,05 atau 5%. Data dikumpulkan menggunakan beberapa metode, yaitu kuesioner untuk mengumpulkan data mengenai minat dan keahlian siswa serta tingkat kepuasan terhadap sistem rekomendasi, wawancara dengan guru bimbingan karir dan siswa untuk mendapatkan wawasan lebih lanjut mengenai tantangan dalam proses rekomendasi pekerjaan, observasi langsung terhadap penggunaan sistem oleh siswa untuk menilai efektivitasnya, serta uji sistem melalui metode black-box testing dan evaluasi kinerja menggunakan confusion matrix. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk menggambarkan kecenderungan dan pola dalam respon siswa serta efektivitas sistem rekomendasi yang Evaluasi kinerja sistem menggunakan confusion matrix untuk mengukur tingkat akurasi, presisi, recall, dan F1-score dari sistem rekomendasi pekerjaan dengan rumus: ycEycyceycaycnycycnycuycu = ycIyceycaycaycoyco = ya1 = ycNycEycycuycycayco ycNycEycycuycycayco yaycEycycuycycayco ycNycEycycuycycayco ycNycEycycuycycayco yaycAycycuycycayco 2 y . cEycyceycaycnycycnycuycu y ycIyceycaycaycoyc. ycEycyceycaycnycycnycuycu ycIyceycaycaycoyco Selain itu, dilakukan uji pengguna (User Acceptance Tes. menggunakan kuesioner PSSUQ (Post-Study System Usability Questionnair. untuk menilai kemudahan penggunaan, kualitas informasi, dan tingkat kepuasan terhadap Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas bimbingan karir di SMK serta membantu siswa dalam mengambil keputusan karir yang lebih tepat dan terarah. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini dilakukan dengan membandingkan pekerjaan rekomendasi dari guru . ekerjaan aktua. dengan pekerjaan yang diprediksi oleh sistem . ekerjaan prediks. menggunakan metode F1 Score. Pekerjaan aktual diperoleh dari hasil rekomendasi guru bimbingan karir berdasarkan bimbingan mereka terhadap siswa, yang mempertimbangkan faktor seperti jurusan, keterampilan yang dikuasai. Rekomendasi ini dianggap sebagai acuan utama dalam evaluasi sistem. Sementara itu, pekerjaan prediksi diperoleh dari hasil rekomendasi sistem yang dikembangkan menggunakan metode Forward Chaining. Sistem ini bekerja dengan menganalisis data siswa dan mencocokkannya dengan aturan untuk menentukan pekerjaan yang sesuai. Hasil prediksi sistem kemudian dibandingkan dengan rekomendasi guru untuk melihat sejauh mana sistem dapat menghasilkan rekomendasi yang Perbandingan antara pekerjaan aktual dan pekerjaan prediksi dilakukan dengan menggunakan metode evaluasi berbasis F1 Score, yang mengukur keseimbangan antara ketepatan dan cakupan prediksi sistem. Evaluasi ini dilakukan dengan menghitung jumlah rekomendasi yang benar sesuai dengan rekomendasi guru (True Positiv. , jumlah rekomendasi yang diberikan sistem tetapi tidak sesuai dengan rekomendasi guru (False Positiv. , serta jumlah rekomendasi dari guru yang tidak berhasil diprediksi oleh sistem (False Negativ. Hasil perhitungan ini kemudian digunakan untuk menentukan Precision. Recall, dan akhirnya F1 Score sebagai ukuran performa sistem. Data hasil rekomendasi pekerjaan siswa dapat dilihat pada tabel 2 Tabel 2. Rekomendasi Pekerjaan Nama Adrian Maulana Alisya Yolanda Putri Elvira L. Pekerjaan Aktual (Gur. Programmer. Designer. IT Support. Animator. Editor Marketing. Data Analyst. UI/UX Designer. Network Engineer. Photographer Software Engineer. System Analyst. Pekerjaan Prediksi (Siste. Programmer. Designer. IT Support. Animator. Editor Marketing. Data Analyst. UI/UX Designer. Network Engineer. SEO Specialist Software Engineer. System Analyst. Jurnal SAINTEKOM (Sains dan Teknologi Komputas. Vol. No. Desember, 2025 Lembaga Penelitian. Pengembangan, dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNBIN e-ISSN: 3109-1350 Nama Emiral Dzil Muflih Muhammad Idan Maulana Ismayadi Safutra Kafi Beril Firasyan Raya Aulia Zahrani Sabil Nadir Air Raya Nadisa Putri Sabina Pekerjaan Aktual (Gur. Content Creator. Multimedia Specialist. Game Developer Videographer. Web Developer. Social Media Manager. Animator. Content Writer AI Engineer. Game Developer. Data Scientist. Cyber Security. IT Consultant Database Administrator. Software Tester. Front-end Developer. Cyber Security. Cloud Engineer IT Support. Digital Marketer. Mobile Developer. Web Developer. Backend Developer DevOps Engineer. Software Engineer. Multimedia Specialist. Game Developer. System Analyst Data Engineer. Game Designer. Cyber Security. Backend Developer. Motion Designer Product Manager. UX Researcher. Cloud Engineer. System Analyst. SEO Specialist Pekerjaan Prediksi (Siste. Content Creator. Multimedia Specialist. SEO Specialist Videographer. Web Developer. Social Media Manager. Animator. Content Writer AI Engineer. Game Developer. Data Scientist. Cyber Security. IT Consultant Database Administrator. Software Tester. Frontend Developer. Cyber Security. Software Engineer IT Support. Digital Marketer. Mobile Developer. Web Developer. Backend Developer DevOps Engineer. Software Engineer. Multimedia Specialist. Game Developer. UX Researcher Data Engineer. Game Designer. Cyber Security. Backend Developer. SEO Specialist Product Manager. UX Researcher. Cloud Engineer. System Analyst. SEO Specialist Total Perhitungan: ycNycEycycuycycayco = 4 4 4 5 5 4 5 4 4 5 = 44 yaycEycycuycycayco = 1 1 1 0 0 1 0 1 1 0 = 6 yaycAycycuycycayco = 1 1 1 0 0 1 0 1 1 0 = 6 Perhitungan precision. Recall, dan F1-Score: Precision : ycEycyceycaycnycycnycuycu = ycNycEycycuycycayco = 0. ycNycEycycuycycayco yaycEycycuycycayco 44 6 . Recall ycIyceycaycaycoyco = ycNycEycycuycycayco = 0. ycNycEycycuycycayco yaycAycycuycycayco 44 6 . F1- Score ya1 = 2 y . cEycyceycaycnycycnycuycu y ycIyceycaycaycoyc. 2 y . 88 y 0. 2 y 0. = 0. 88 = 88% ycEycyceycaycnycycnycuycu ycIyceycaycaycoyco 88 0. Berdasarkan (Budhi Widodo, 2022 hlm. interpretasi dari Nilai F1-score yang didapatkan dari perhitungan di atas adalah sebesar 88% masuk dalam kategori Baik. Hal ini menunjukkan bahwa metode forward chaining memiliki performa yang baik dan sesuai dalam merekomendasikan pekerjaan pada bimbingan karir. Jurnal SAINTEKOM (Sains dan Teknologi Komputas. Vol. No. Desember, 2025 Lembaga Penelitian. Pengembangan, dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNBIN e-ISSN: 3109-1350 KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, dapat diuraikan beberapa kesimpulan, antara lain: Mendapatkan hasil pemberian rekomendasi pekerjaan tepat dengan menggunakan metode forward chaining. Mendapatkan hasil pemberian rekomendasi pekerjaan berdasarkan kesuaian antara rekomendasi sisem dengan rekomendasi guru. Prototype aplikasi penilaian esai berhasil dikembangkan untuk mempermudah dosen dalam proses pemberian nilai esai. Penerapan Metode Forward Chaining pada sistem rekomendasi pekerjaan di bimbingan karir mendapat hasil yang baik dalam memberikan rekomendasi pekerjaan kepada siswa. Untuk uji hasil dari sistem rekomendasi pekerjaan dengan membandingkan prediksi sistem dan prediksi guru dengan menggunakan F1-Score mendapatkan sebesar 88% dengan menunjukkan bahwa sistem memiliki ketepatan yang masuk dalam kategori "Baik". DAFTAR PUSTAKA