PROGRESSA: Journal of Islamic Religious Instruction P-ISSN 2579-9665 | e-ISSN 2579-9673 Vol. 09 No. 02 Agustus 2025 https://jurnal. id/index. php/pgr/index Model Transformasi Pendidikan Pondok Pesantren Mambaus Sholihin Gresik Achmad Zainul Mustofa Al Amin Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Raden Wijaya Mojokerto zainulmustofa78@gmail. Ismail Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Raden Wijaya Mojokerto ismailabdur26@gmail. Rima Nur Febriana Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Raden Wijaya Mojokerto febriana-2023@stitradenwijaya. Abstrak: Pesantren merupakan sebuah lembaga pendidikan tertua dalam perjalanan kehidupan Indonesia sejak ratusan tahun silam. Pesantren dituntut untuk memahami kembali identitasnya sebagai lembaga pendidikan Islam, sementara di pihak lain, pesantren juga dihadapkan pada tuntutan untuk membuka diri terhadap beberapa sistem pendidikan modern yang bersumber dari luar pesantren. Dalam hal ini pondok pesantren dihadapkan pada tuntutan untuk memberikan kontribusi terhadap peningkatan mutu pendidikan, kualitas sumber daya insani yang dibutuhkan dalam kehidupan modern. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan model transformasi pendidikan pesantren pondok pesantren MambaAous Sholihin Gresik, dengan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif dan pengujian keabsahan data dengan tekhnik triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, model transformasi pendidikan di pondok pesantren MambaAous Sholihin Gresik, pesantren ini mengadopsi model integrasi penuh yang memadukan antara sistem salaf dan modern secara penuh. Terdapat dua sebab yaitu, sebab khusus dan sebab umum. Sebab khusus di pondok pesantren MambaAous Sholihin adalah transformasi itu terjadi dilatarbelakangi oleh pendidikan pesantren yang ditempuh oleh seorang kiai. Al Mukarrom KH Masbuhin Faqih, yang merupakan alumni Pondok Modern Gontor dan Pondok Pesantren Langitan. Sebab umum terjadinya transformasi pendidikan pesantren mempunyai lima aspek yang menjadi sebab umum, yakni: aspek kultural, aspek politis, aspek ekonomis, aspek kepemimpinan dan aspek edukasional. implikasi transformasi ini menggunakan pendekatan manajemen pendidikan dalam mengembangkan pesantren yaitu: . Transformasi kepemimpinan pesantren. Transformasi sistem pendidikan pesantren. Transformasi kurikulum . Transformasi metode pendidikan pesantren. Transformasi institusi pesantren. Kata Kunci: Transformasi. Pendidikan Pesantren Abstract: Islamic boarding schools are the oldest educational institutions in the history of Indonesian life, dating back hundreds of years. Islamic boarding schools are required to reunderstand their identity as Islamic educational institutions, while on the other hand, they are also faced with the demand to open themselves to several modern educational systems originating from outside the Islamic boarding school. In this case. Islamic boarding schools are faced with Amin. & Ismail. Model Transformasi Pendidikan Pondok the demand to contribute to improving the quality of education, the quality of human resources needed in modern life. The purpose of this study is to describe the educational transformation model of the Mamba'us Sholihin Gresik Islamic boarding school, using a descriptive qualitative research approach and testing the validity of the data with data triangulation techniques. The results of the study indicate that, the educational transformation model at the Mamba'us Sholihin Gresik Islamic boarding school, this Islamic boarding school adopts a full integration model that fully combines the salaf and modern systems. There are two reasons, namely, specific causes and general causes. The specific cause at the Mamba'us Sholihin Islamic boarding school is that the transformation occurred due to the background of the Islamic boarding school education taken by a kiai. Al Mukarrom KH Masbuhin Faqih, who is an alumnus of Gontor Modern Islamic Boarding School and Langitan Islamic Boarding School. The general causes of the transformation of Islamic boarding school education have five aspects that are the general causes, namely: cultural aspects, political aspects, economic aspects, leadership aspects and educational aspects. The implications of this transformation use an educational management approach in developing Islamic boarding schools, namely: . Transformation of Islamic boarding school leadership. Transformation of the Islamic boarding school education . Transformation of the Islamic boarding school curriculum. Transformation of Islamic boarding school education methods. Transformation of Islamic boarding school Keywords: Transformation. Pesantren Education. PROGRESSA Journal of Islamic Religious Instruction, 2025. Vol. 9 No. 2, 175-186 DOI: 10. 32616/pgr. Diserahkan: 10/06/2025. Diterima: 25/08/2025. Diterbitkan: 29/08/2025 E-mail Redaksi: redaktur@jurnal. Naskah ini berada di bawah kebijakan akses terbuka dan Creative Common Attribution License . ttp://creativecommons. org/licenses/by/4. Oleh karena itu, segala penggunaan, distribusi, dan reproduksi artikel ini, di media apa pun, tidak dibatasi selama sumber aslinya disebutkan dengan Pendahuluan Pendidikan memegang peranan yang sangat penting untuk menjamin kelangsungan hidup negara dan bangsa, karena pendidikan merupakan wahana peningkatan dan pengembangan kualitas sumber daya manusia dan sekaligus sebagai faktor penentu keberhasilan pembangunan. Hal ini diakui bahwa Aukeberhasilan suatu bangsa sangat ditentukan oleh keberhasilan dalam memperbaiki, memperbaharui, dan meningkatkan sektor pendidikan. Ay1Artinya keberhasilan pendidikan akan menentukan keberhasilan bangsa dalam menghadapi tantangan zaman di masa Berbicara pendidikan Islam tersebut, di Indonesia terdapat banyak jenis dan bentuknya, seperti madrasah, masjid, majlis taklim, dan pondok pesantren. 3 Pada dasarnya terdapat lima aspek yang dapat dikaji dari sistem pesantren: aspek kultural yaitu mengembangkan budaya yang unik seperti konsepsi barakah, tawaduAo, hurmat, ikhlas, haul, ijazah, ridla, dan semacamnya. aspek politis berkaitan dengan upaya mempertahankan dan memperkuat diri pesantren tersebut. aspek ekonomis dimana dengan santri dengan jumlah besar identik dengan perputaran ekonomi 1Aulia Reza Bastian. Reformasi Pendidikan : Langkah-Langkah Konsep sistem dan Pembardayaan Pendidikan dalam Rangka Desentralisasi Sistem Pendidikan Indonesia, (Yogyakarta : Lapera Pustaka Utama, 2. , 24. Islam, (Jakarta : LP3NI, 1. , 30. 3 H. M Arifin. Ilmu Pendidikan Islam. Tinjauan Teoritis dan Praktis (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2. , 2 Malik Fadjar. Visi Pembaruan Pendidikan Vol. 09 No. 02 Agustus 2025 . Amin. & Ismail. Model Transformasi Pendidikan Pondok yang besar pula. aspek kepemimpinan yang umumnya bebasis kharisma. dan aspek edukasional yaitu bertujuan untuk mencetak ustadz, kyai muda, dan ulama. Dalam melestarikan keasliannya, pondok pesantren tetap menggunakan metode klasik yang sudah ada seperti sorogan dan bandongan. Di samping itu kebanyakan pondok pesantren mengadopsi sistem yang lebih moderat, yaitu sistem klasikal formal dengan kurikulum terpadu . urikulum nasional dan loka. 5 Perubahan merupakan suatu keniscayaan, segala sesuatu yang ada di dunia ini akan senantiasa mengalaminya, tidak terkecuali dunia pesantren. Sebagaimana pemaparan Mahmud Arif, perubahan dalam konteks sosial diyakini akan mengubah struktur Untuk itu penelitian terkait dengan masalah transformasi pendidikan di dunia pesantren perlu dilakukan, sebagai alat ukur untuk mengetahui model-model transformasi pendidikan yang ada dalam dunia pesantren. Peneliti tertarik dan menganggap penting untuk melakukan penelitian tentang transformasi pesantren, guna memperoleh gambaran terkini dalam dunia pesantren yang sekarang terjebak dalam modernitas. Metode Penelitian Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Dikatakan deskriptif kualitatif, karena pada penelitian ini hanya menggambarkan gejala atau keadaan yang diteliti secara apa adanya dari data yang bersifat empiris. Dan jenis penelitian ini menggunakan rancangan field research. 7 Dengan demikian laporan penelitian akan berisi kutipan-kutipan data untuk memberi gambaran penyajian laporan tersebut. Data tersebut bisa berasal dari naskah wawancara, catatan lapangan, foto, catatan atau memo dan dokumen resmi lainnya. Peneliti mewawancarai Kiai. Pengasuh, para ustadz, para alumni, dan wali santri guna mendapatkan informasi tentang sebab-sebab terjadinya transformasi Pendidikan di pesantren. Dan jenis penelitian ini adalah kualitatif lapangan . Dalam penelitian ini nantinya akan menggambarkan suatu fenomena, yakni tentang AuModel Transformasi Pendidikan Pesantren di Pondok Pesantren Mambaus Sholihin Gresik. Ay Melalui penelitian ini diharapkan menyajikan data argumentatif untuk perkembangan Pendidikan khususnya di Pendidikan pondok pesantren. Mengingat penelitian ini menggunakan rancangan studi kasus, maka analisis data penelitian kualitatif dapat dilakukan melalui tiga alur kegiatan yang terjadi secara bersamaan, yaitu: . reduksi data . ata reductio. , yaitu menggolongkan, mengarahkan, membuang yang tidak perlu dan mengorganisir data. penyajian data . ata display. , yaitu: menemukan pola-pola hubungan yang bermakna serta dan. kesimpulan/verifikasi . onclusion drawing/verifivacatio. , yaitu: membuat pola makna tentang peristiwa- peristiwa yang terjadi 4 Nur Kholis, "Kepemimpinan Pondok Pesantren: Individual atau Kolektif" . akalah disampaikan pada Penataran Tenaga Manajemen di Lingkungan Pondok Pesantren se Jawa Timur. Surabaya, 24 Agustus, 2. , http://digilib. id/id/eprint/23932. 5 Ibid. , 28. 6Mahmud Arif. Pendidikan Islam Transformatif, (Yogyakarta: LKiS, 2. , 187-188. Agus Salim. Perubahan Sosial: Sketsa Teori dan Refleksi Metodologi Kasus Indonesia (Yogyakarta: PT Tiara Wacana, 2. , 21. 7 Lexy J Moleong. Metodologi Penelitian Kualitatif (Bandung: Remaja Rosd, 2. , 20. 8 Ibid,. Vol. 09 No. 02 Agustus 2025 . Amin. & Ismail. Model Transformasi Pendidikan Pondok Hasil dan Pembahasan Pendidikan Pesantren Pengertian Pesantren Kata AuPesantrenAy berasal dari kata AusantriAy 9 dengan awalan pe dan akhiran an berarti tempat tinggal para santri. Atau pengertian lain mengatakan bahwa pesantren adalah sekolah berasrama untuk mempelajari agama Islam 10 Sumber lain menjelaskan pula bahwa pesantren berarti tempat untuk membina manusia menjadi orang baik. 11 Sedangkan asal usul kata AusantriAy, dalam pandangan Nurcholish Madjid dapat dilihat dari dua pendapat. Pertama, pendapat yang mengatakan bahwa AusantriAy berasal dari perkataan AusastriAy, sebuah kata dari bahasa Sanskerta yang artinya melek huruf. 12 Kedua, pendapat yang mengatakan bahwa perkataan santri sesungguhnya berasal dari bahasa Jawa, yaitu dari kata AucantrikAy, berarti seseorang yang selalu mengikuti seorang guru kemana guru itu pergi menetap. 13 Setidaknya ada dua tujuan terbentuknya pondok pesantren, yakni dapat dilihat dari tujuan umum, dan tujuan khusus. Tujuan umum pesantren adalah membimbing anak didik agar memiliki kepribadian sesuai dengan ajaran Islam dan mampu menjadi mubaligh Islam dalam masyarakat melalui ilmu dan amalnya. Sedangkan tujuan khusus pesantren adalah membimbing dan mempersiapkan santri untuk menjadi manusia yang alim dalam ilmu agamanya dan mampu mengamalkan ilmunya dalam kehidupan masyarakat. Unsur Pendidikan Pesantren Adapun ciri-ciri khas pendidikan pesantren yang sekaligus menunjukan unsur-unsur pokoknya, serta membedakan dengan lembaga-lembaga pendidikan lainnya adalah sebagai Pondok Pondok adalah bangunan yang menjadi tempat tinggal santri dan belajar di bawah bimbingan kyai. Di dalam pondok juga santri menetap, belajarm beribadah, dan bergaul bersama. 15 Santri mukim dan tinggal di pondok, hal ini dimaksudkan agar santri dapat mengikuti pelajaran yang diberikan oleh kyai dengan baik, di samping itu agar santri mampu hidup mandiri dalam masyarakat. Masjid Masjid mempunyai fungsi ganda, selain tempat shalat dan ibadah lainnya, juga tempat pengajian terutama yang masih memakai metode sorogan dan wetonan . Posisi masjid dikalangan pesantren memiliki makna sendiri. Menurut Abdurrahman Wahid. Masjid tempat mendidik dan menggembleng santri agar 9 Dalam penelitian Clifford Geertz berpendapat, kata santri mempunyai arti luas dan sempit. Dalam arti sempit santri adalah seorang murid satu sekolah agama yang disebut pondok atau pesantren. (Cet. II. Jakarta: Dunia Pusataka Jaya, 1. , 268, dikutip oleh Yasmadi. Modernisasi Pesantren. Kritik Nurcholish Majid Terhadap Pendidikan Islam Tradisional (Jakarta: Quantum Teaching, 2. , 61. 10Abu Hamid. AuSistem Pendidikan Madrasah dan Pesantren di Sul-SelAy, dalam Taufik Abdullah . Agama dan Perubahan Sosial (Jakarta: Rajawali Press, 1. , 329. 11 Ibid. , 328. 12Nurcholish Madjid. Bilik-bilik Pesantren. Sebuah Potret Perjalanan (Cet. Jakarta: Paramadina, 1. , 19. 13 Nurcholish Madjid. Bilik-bilik. , 20. 14 HM Arifin. Kapita Selekta Pendidikan Islam dan Umum, (Jakarta: Bumi Aksara, 1. Cet. 3, 248. 15 Amin Haedari. Transformasi Pesantren: Pengembangan Apek Kependidikan. Keagamaan, dan Sosial, (Jakarta: LekDIS & Media Nusantara, 2. , 88. 16 Hasbullah. Kapita Selekta Pendidikan Islam, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 1. Cet. 1, . Vol. 09 No. 02 Agustus 2025 . Amin. & Ismail. Model Transformasi Pendidikan Pondok lepas dari hawa nafsu, berada ditengah-tengah komplek pesantren adalah mengikuti model wayang. Kyai Keberadaan kyai dalam pesantren merupakan hal yang mutlak bagi sebuah pesantren, sebab kyai adalah tokoh sentral yang memberikan pengajaran, karena seorang kyai adalah unsur yang paling dominan dalam kehidupan suatu pesantren. Dalam bahasa Jawa, gelar yang diberikan oleh masyarakat kepada orang yang ahli agama Islam yang memiliki atau menjadi pimpinan pesantren dan mengajar kitabkitab Islam klasik kepada para santrinya. Santri Santri dalam kamus besar bahasa Indonesia berarti orang yang mendalami agama Islam. 20 Santri adalah nama untuk siapa saja yang telah memilih pondok pesantren sebagai tempat untuk menuntut ilmu. Secara umum santri di pesantren dapat dikategorikan pada dua kelompok, yaitu santri mukim dan santri tidak mukim atau santri kalong. Kitab Kuning Ciri penting dari pesantren adalah pengajian yang disampaikan oleh kiai kepada para santrinya. Yaitu pengajian tentang agama yang terdapat dalam kitab kuning yang dikarang oleh para ulama. Yang menjadi tujuan dari pengajian kitab kuning ini adalah mendidik dan mempersiapkan calon-calon ulama, yang akan melanjutkan estafet dalam menegakan agama Islam. Kurikulum Pesantren Kurikulum pesantren tidak bisa terlepas dari dinamika ilmu pengetahuan maupun sosial budaya masyarakat selama pesantren masih hidup dan berkembang. Oleh karena itu, pesantren sebagai lembaga pendidikan membutuhkan kurikulum yang dinamis, demokratis, fleksibel, terbuka dan sesuai dengan perkembangan zaman serta kebutuhan masyarakat. Kategorisasi Pesantren Kategori pesantren dilihat dari proses dan substansi yang diajarkan. Secara umum pondok pesantren dapat dikategorikan menjadi dua kategori, yaitu pesantren salaf dan pesantren khalaf. Pesantren salaf sering disebut pesantren tradisional, sedangkan pesantren khalaf disebut dengan pesantren modern. Pesantren Salaf Salaf adalah sesuatu atau orang yang terdahulu. Pendidikan salafi adalah sistem pendidikan yang tetap mempertahankan materi pelajaran yang bersumber dari kitab-kitab Islam klasik sebagai inti pendidikan, sistem madrasah diterapkan untuk memudahkan pelaksanaan sistem sorogan yang merupakan sendi utama. Pesantren yang menerapkan pendidikan salaf tidak mengajarkan pengetahuan 17 Mujamil Qomar. Pesantren dari Transformasi Metodologi Menuju Demokratisasi Institusi, (Jakarta: Erlangga, t. , 18 Amin Haedari. Masa Depan Pesantren dalam Tantangan Modernitas dan Tantangan Komplesitas Global, (Jakarta: IRD PRESS, 2. , 34. 19 Zamakhsyari Dofier. Tradisi Pesantren: Studi pandangan Hidup Kyai, (Jakarta: LP3ES,1. Cet. 20 Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa. Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka, 2. , 997. 21 Mahmud. Model-Model Pembelajaran di Pesantren, (Jakarta: Media Nusantara, 2. , 17. 22 Mahmud. Model-Model Pembelajaran. , 12. Vol. 09 No. 02 Agustus 2025 . Amin. & Ismail. Model Transformasi Pendidikan Pondok 23 Ciri-ciri pendidikan di pesantren salaf yaitu metode sorogan, wetonan dan hafalan . dan juga materi pelajaran adalah terpusat pada kitab-kitab Tinggi rendahnya ilmu dan lulusan santri diukur dari penguasaannya kepada kitab-kitab tersebut. Pesantren Khalaf Pesantren Khalaf atau yang disebut juga pesantren modern Yaitu pendidikan yang menerapkan sistem pengajaran klasikal . , memberikan ilmu umum dan agama, serta juga memberikan pendidikan keterampilan. Pesantren yang telah melakukan pembaharuan . dalam sistem pendidikan, kelembagaan, pemikiran dan fungsi. Pesantren modern tidak berarti merubah dan memodernisir sistem asuhnya yang berlandaskan kepada jiwa keimanan, ketaqwaan, keikhlasan, kesederhanaan, ukhuwah, dan kebebasan. 25 Ciri khas pesantren modern adalah adanya sistem klasikal, tahun ajaran, dengan agama serta satuan pendidikan. Pengertian Transformasi Kata Transformasi dalam bahasa Inggris ialah transform yang berarti mengubah bentuk atau rupa, transformation merupakan perubahan bentuk atau penjelmaan. 26 Pendidikan berada di tengah-tengah masyarakat yang terus menerus mengalami perubahan. Perubahan pada masyarakat terjadi secara berkesinambungan dan berjalan relatif cepat. Perubahan yang terjadi pada masyarakat lebih cepat dari pada perubahan yang terjadi pada pendidikan, sehingga terjadi gap/kesenjangan, jurang pemisah yang cukup tajam antara masyarakat dan pendidikan. Upaya untuk mempersempit jurang pemisah tersebut, pendidikan harus melakukan perubahan dan Transformasi pendidikan akan berjalan dengan baik dan tepat jika dilakukan secara komprehensif. Transformasi pendidikan dimaknai sebagai proses perubahan secara terus-menerus menuju kemajuan. Kata AukemajuanAy ditandai dengan karakter, budaya, dan prestasi. Pendidikan Islam dikatakan maju jika mampu bersaing dengan sekolahan modern. Pada pertengahan tahun 1970-an, lembaga pendidikan Islam pada umumya relatif jauh tertinggal dari sekolah modern. Pada tahun 1980-an muncul beberapa lembaga pendidikan Islam yang mulai berkembang. Pada tahun 1990-an mulai banyak lembaga pendidikan Islam yang mengalami kemajuan. Kemudian pada tahun 2000-an sudah mulai banyak sekolah Islam yang mampu bersaing dengan sekolah negeri non-Islam. Penyebab Transformasi Transformasi pesantren yang dilakukan oleh pondok pesantren di Indonesia, nampaknya dilakukan dalam rangka merumuskan kembali sistem pendidikannya. Dalam konteks ini, pesantren tengah berada dalam proses pergumulan antara Auidentitas dan keterbukaan. Ay Identitas sebagai lembaga pendidikan indigenous Indonesia yang memiliki ciri khas sendiri dan keterbukaan untuk mengadopsi dan mengakomodasi berbagai sistem pendidikan lain. Dari penjelasan diatas, 23 Zamakhsari Dhofier. Tradisi Pesantren (Jakarta: CV. Rajawali,1. 24 Haidar Putra Daulay. Sejarah Pertumbuhan dan Pembaruan Pendidikan Islam di Indonesia (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2. , 50. 25 Sholeh Rosyad. Sebuah Pembaharuan Dunia Pesantren Di Banten,(Banten:LPPM La Tans. , 249. 26 Peter Salim. The Contempory English-Indonesian Dictionary, (Jakarta : Modern English Press, 1996 ), 299. 27Sutrisno & Suyatno. Pendidikan Islam di Era Peradaban Modern, (Jakarta: Prenadamedia Group, 2. , 122. Vol. 09 No. 02 Agustus 2025 . Amin. & Ismail. Model Transformasi Pendidikan Pondok transformasi memiliki alasan yang sesuai dengan arah dan tujuan dari lembaga yang akan mentransformasikan pendidikannya. Akan tetapi, dari semua sebab tersebut bisa disimpulkan bahwa semuanya bertujuan untuk keluar dari kemelut dan problematika internal maupun eksternal yang dihadapi oleh suatu lembaga. Model-model Transformasi Pendidikan pondok pesantren di tengah arus perubah global tidak lantas kehilangan pola dan cirinya. Pesantren tetaplah lembaga pendidikan Islam yang berusaha mengawinkan antara pola pendidikan modern dengan pendidikan tradisional. Bahkan dalam hal ini mengupayakan adanya sebuah sistem pendidikan yang tidak hanya mampu mencetak manusia -manusia yang memiliki keterampilan hebat, akan tetapi pesantren masih aktif berusaha untuk melahirkan ulama hebat. Sekarang ini, pondok pesantren yang ada di Indonesia telah bersama-sama mencoba menetapkan bentuk baru dunia pendidikan. Afandi Mochtar menjelaskan bahwa ada 4 model pondok pesantren dilihat dari perpaduan antara pendidikan formal dan non formal yang membentuk integrasi. Empat model tersebut adalah: integrasi penuh, integrasi selektif, integrasi instrumental dan integrasi minimal. Model integrasi penuh adalah perpaduan antara pondok pesantren salaf dan modern secara menyeluruh. Artinya, watak dan sistem pondok pesantren salafiyah masih dipertahankan sepenuhnya, dan sistem pendidikan formal seperti sekolah, madrasah dan universitas juga diselenggarakan sepenuhnya. Representasi model ini adalah Pondok Pesantren Tebuireng Jombang Jawa Timur dan Pondok Pesantren Cipasung Jawa Barat. 29 Sedangkan model integrasi selektif adalah pondok pesantren yang masih mempertahankan watak dan sistem salafiyahnya secara penuh, dengan mengadopsi sistem madrasah/sekolah hanya dalam pengorganisasiannya . istem penjenjangan dan klasika. Sedangkan kurikulum sekolah modern tidak diadopsi. Representasi model ini adalah Pondok Pesantren Langitan Tuban dan Pondok Maslakul Huda Kajen Pati. 30 Selanjutnya adalah model integrasi instrumental. Pondok pesantren model ini adalah pondok pesantren yang masih mempertahankan watak dan sistem salafiyahnya dimodifikasi dengan sistem pendidikan modern namun, ditekankan pada bahasa. Sedangkan sistem madrasah/sekolah hanya dalam pengorganisasian saja. Representasi model ini adalah Pondok Pesantren Gontor Ponorogo dan Al Amin Prenduan Sumenep Madura. Model yang terakhir adalah model integrasi minimal. Pondok pesantren model ini adalah pesantren yang dimodifikasi hanya sebagai instrumen pendidikan berasrama, sementara pola yang dikembangkan berdasarkan sistem madrasah/sekolah/universitas. Representasi model ini adalah Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta. Berdasarkan penjelasan model-model transformasi diatas, dapat disimpulkan bahwa semua model transformasi masih berpegang teguh pada tradisi-tradisi yang baik sekaligus mengadaptasi perkembangan kelimuan baru yang lebih baik . l-Muhafazah ala al-qadim al-salih wa al-akhdzu bi al-jadid al-asla. , maka diharapkan peran pesantren sebagi agent of change mampu bertahan atau dipertahankan dan tujuan dari pesantren akan tercapai. Model Transformasi Pendidikan Pesantren di Pondok Pesantren Mambaus Sholihin Gresik. 28 Ibid. , 41 29 Ibid. , 41 30 Mochtar Afandi. Membedah diskursus Pendidikan Islam (Jakarta: Kalimah, 2. , 131. 31 Ibid. , 132. Vol. 09 No. 02 Agustus 2025 . Amin. & Ismail. Model Transformasi Pendidikan Pondok Transformasi pendidikan pesantren di institusi-institusi pesantren memunculkan dua wajah berbeda, tergantung dari sudut pandang mana memandangnya, yakni dampak positif dan dampak negatif. Bisa jadi, cara pandang eksternal mengatakan, sebuah pesantren yang mentransformasikan pendidikannya dinilai meningkat mutunya, tetapi menurut lingkungan internal pesantren dinilainya merosot. Hal demikian, sekali lagi, disebabkan independensi dan cara pendiri atau kyai pengasuh pesantren merumuskan mutu kependidikan sesuai dengan corak yang dikehendakinya. Penelitian ini mempetakan empat model dan corak transformasi pesantren di Pondok Pesantren Mambaus Sholihin Gresik, yakni: Model integrasi penuh, integrasi selektif, integrasi instrumental dan integrasi minimal. 32 Dari pesantren yang diteliti. Pondok Pesantren Mambaus Sholihin Gresik masuk kategori model integrasi penuh dimana yang memadukan antara sistem salaf dan modern secara penuh. Artinya, watak dan sistem pondok pesantren salafiyah dipertahankan sepenuhnya, dan sistem pendidikan formal seperti sekolah, madrasah dan tingkat perguruan tinggi juga diselenggarakan sepenuhnya. Model pesantren ini diwakili oleh PP Mambaus Sholihin Gresik. Unit pendidikan formal di pesantren ini terdiri dari empat unit pendidikan yang ada, yaitu: MI. Mts. MA Mambaus Sholihin dan Perguruan Tinggi UNKAFA. Pesantren ini menggunakan model integrasi penuh karena proses terjadinya transformasi didasari kuat oleh dilatarbelakangi oleh pendidikan pesantren yang ditempuh oleh seorang kiai. Al Mukarrom KH Masbuhin Faqih, yang merupakan alumni Pondok Modern Gontor dan Pondok Pesantren Langitan. Sehingga peran kiai disini bersifat menyediakan kebutuhan masyarakat yang sesuai dengan idealism cita-cita kiai. Alasan transformasi pendidikan pesantren di Pondok Pesantren Mambaus Sholihin Gresik Teori Talcott Parsons yang berbicara tentang perubahan sosial berdampak pada terjadinya transformasi pendidikan. Transformasi dilakukan, karena pendidikan pesantren ingin menjawab tantangan zaman modern yang penuh dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. 33 Pada pembahasan alasan terjadinya transformasi pendidikan pesantren ini, peneliti membagi menjadi dua bagian, yakni alasan khusus dan alasan umum. Terjadinya transformasi pendidikan yang dilakukan oleh Pondok Pesantren Mambaus Sholihin Gresik ini juga mempunyai lima aspek yang menjadi alasan umum, yakni: aspek kultural yaitu mengembangkan budaya yang unik seperti konsepsi barakah, tawaduAo, hurmat, ikhlas, haul, ijazah, ridla, dan semacamnya. aspek politis berkaitan dengan upaya mempertahankan dan memperkuat diri pesantren tersebut, aspek ekonomis dimana dengan santri dengan jumlah besar identik dengan perputaran ekonomi yang besar pula. aspek kepemimpinan yang umumnya berbasis kharisma. dan aspek edukasional yaitu bertujuan untuk mencetak ustadz, kyai muda, dan ulama. Aspek kultural, adalah serangkaian budaya unik yang menjadi ciri khusus sebuah pesantren baik itu bercorak salaf maupun modern. Konsepsi barakah, tawaduAo, hurmat, ikhlas, haul, ijazah, ridla, dan semacamnya pasti ada didalamnya, bahkan 32 Muljono D. Pesantren Modern Pencetak Muslim Modern (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2. , 41. 33 Parsons Talcott. The Social System, (New York: the Free Pers, 1. , 48. 34 Nur Kholis, "Kepemimpinan Pondok Pesantren: Individual atau Kolektif" . akalah disampaikan pada Penataran Tenaga Manajemen di Lingkungan Pondok Pesantren se Jawa Timur. Surabaya, 24 Agustus, 2. , http://digilib. id/id/eprint/23932. Vol. 09 No. 02 Agustus 2025 . Amin. & Ismail. Model Transformasi Pendidikan Pondok konsep ini seringkali mengalahkan aspek yang lain. Asalkan santri disiplin . terhadap peraturan kyai maka mereka yakin akan meraih keberhasilan di kemudian Pondok Pesantren Mambaus Sholihin Gresik yang masih memelihara tradisi salaf, sangat kuat dalam aspek kulturalnya. Hal ini seperti yang diungkapkan pada sebagian santri dan alumni santri Pondok Pesantren Mambaus Sholihin Gresik kepatuhan atau ketaatan adalah hal yang mutlak bagi santri. Konsep barokah juga sangat melekat di kalangan santri sehingga apapun yang berkaitan dengan keberkahan, pasti mereka dengan senang hati melakukannya 35 Aspek politis, dalam hal ini peneliti membagi dalam dua pengertian yang terjadi di dunia pesantren. Pertama, arti politis yang selalu dihubungkan dengan kekuasaan negara dan kebijakan-kebijakan pemerintah. Kedua, arti politis berkaitan dengan upaya mempertahankan dan memperkuat diri pesantren tersebut sehingga pesantren ibarat suatu kerajaan kecil sedang kebijakan kyai merupakan sumber mutlak dari kekuasaan dan kewenangan. Dalam aspek politis ini dialami juga oleh Pondok Pesantren Mambaus Sholihin Gresik, yakni aspek politis hanya terjadi pada upaya untuk mempertahankan dan memperkuat diri pesantren dengan kuatnya sosok seorang kyai. AuPada tahun 2014 lalu Gus Muhammad MaAoruf. MA atau Gus Muh pernah mencalonkan menjadi legislatif DPR RI dapil GresikLamongan dari partai p. Inipun juga atas izin dari KH. Masbuhin Faqih. Ay Dan baru-baru ini tepatnya pada tanggal 8 Maret 2018. Presiden RI Ir. Joko Widodo berkunjung ke pesantren Mambaus Sholihin untuk menggelar pertemuan tertutup dengan para kyai dan tokoh-tokoh Nahdlatul Ulama. 36 Memang dalam pertemuan ini tidak membahas tentang politik, akan tetapi hal ini menunjukkan bahwa pesantren juga tidak bisa lepas sepenuhnya dengan tokoh politik. Dari pemaparan aspek politis di Pondok Pesantren Mambaus Sholihin Gresikbisa diketahui bahwa politis kiai sebagai upaya untuk mempertahankan dan memperkuat diri terlihat sangat kuat. Politik pendidikan pesantren dalam bahasan ini merupakan kebijakan-kebijakan yang ditempuh pesantren atas prakarsa kyai atau pimpinan lain di dalam lingkup pesantren. Sedangkan menurut ziemek, untuk menjamin peranan social dan politik di alam Indonesia modern, pesantren mulai mengambil alih tugas baru dan tambahan. Aspek kepemimpinan, kepemimpinan kiai yang karismatik. Kaderisasi kepemimpinan seorang kiai diutamakan dari factor keluarga keturunan dan saudara. Oleh karena itu, tidak semua putra kiai mempunyai kemampuan, orientasi, dan kecenderungan yang sama dengan ayahnya. Akhirnya sering terjadi pesantren yang 35 Wawancara dengan Khoirul Anam. Alumni Santri PP Darul Dakwah tanggal 11 Maret 2018 melalui media Telepon. 36http://mambaussholihin2blitar. id/2018/03/08/kunjungan-presiden-ri-di-mambaus-sholihin-suci-manyargresik/. Diakses pada tanggal 8 April 2018. 37Karel A. Steenbrink, beberapa Aspek Tentang Islam di Indonesia Abad-19, (Jakarta: Bulan Bintang, 1. , 159. Vol. 09 No. 02 Agustus 2025 . Amin. & Ismail. Model Transformasi Pendidikan Pondok semula maju dan tersohor, tiba-tiba kehilangan pamor bahkan redup lantaran ditinggal wafat oleh kiainya. Pondok Pesantren Mambaus Sholihin Gresik menggambarkan penyikapan pesantren terhadap modernitas dan perubahan yang berbeda. Pertama. Pondok Pondok Pesantren Mambaus Sholihin Gresik bersikap selektif tidak menolak modernisme secara total. Aspek ekonomis, dimana dengan santri dengan jumlah besar identik dengan perputaran ekonomi yang besar pula. Secara empirik, perkembangan Islam dan kemajuan ekonomi di Indonesia memiliki hubungan yang erat. Namun, khusus pada pondok pesantren, visi ekonomi dapat dikatakan tergolong lemah, khususnya dalam tataran praktis kewirausahaan dan bisnis. Aspek edukatif. Pendidikan pesantren pada umumnya bertujuan untuk mencetak ustadz, kyai muda, dan ulama. Tujuan yang sangat ideal dan ambisius dicapai oleh pesantren dengan menerapkan kajian-kajian kitab kuning, yang mencakup tauhid, fiqh, sejarah Islam, akhlak, dan ilmu tat tata bahasa atau nahwu shorof. Ada juga pesantren yang mempunyai tujuan dikarenakan faktor latar belakang keilmuan seorang Kesimpulan Model transformasi pendidikan Pondok Pesantren Mambaus Sholihin Gresik, pesantren ini mengadopsi model integrasi selektif penuh dimana pesantren dibentuk sesuai dengan idealisme dan cita-cita kiai. Dan sesuai dengan latar belakang pendidikan pesantren yang ditempuh kiai. Al Mukarrom KH. Masbuhin Faqih, yang merupakan alumni Pondok Modern Gontor dan Pondok Pesantren Langitan. Sehingga untuk mengatasi berbagai kelemahan pondok pesantren tersebut pesantren melakukan transformasi yang bertujuan untuk mempersiapkan santri agar siap dan mampu hidup bermasyarakat sesuai dengan bidang Pola transformasi di pesantren ini juga terjadi dengan alami, karena terjadi seiring perkembangan pesantren. Alasan transformasi pendidikan pesantren di Pondok Pesantren Mambaus Sholihin Gresik. Terdapat dua alasan yaitu, alasan khusus dan alasan umum. Alasan khusus di Pondok Pesantren Mambaus Sholihin Gresik adalah transformasi itu terjadi dilatarbelakangi oleh idealisme cita-cita kiai dan faktor keilmuan kiai yang merupakan alumni dari Pondok pesantren langitan dan Pondok Modern Gontor . Alasan umum terjadinya transformasi pendidikan pesantren di Pondok Pesantren Mambaus Sholihin Gresik yang melakukan transformasi pendidikan ini mempunyai lima aspek yang menjadi alasan umum, yakni: aspek kultural yaitu mengembangkan budaya yang unik seperti konsepsi barakah, tawaduAo, hurmat, ikhlas, haul, ijazah, ridla, dan semacamnya. aspek politis berkaitan dengan upaya mempertahankan dan memperkuat diri pesantren tersebut. aspek ekonomis dimana dengan santri dengan jumlah besar identik dengan perputaran ekonomi yang besar pula. aspek kepemimpinan yang umumnya 38 Amin Hadari dan M. Ishom El Saha. Peningkatan Mutu Terpadu Pesantren dan Madrasah Diniyah, (Jakarta: Diva Pustaka, 2. , 22. 39Syahyuti. AuPenelusuran Aspek Ekonomi Pada Pondok Pesantren Dan Peluang Pengembangannya Ay FAE. Volume 17. No. Desember 1999: 32. 40 Ibid, 4. Vol. 09 No. 02 Agustus 2025 . Amin. & Ismail. Model Transformasi Pendidikan Pondok berbasis kharisma. dan aspek edukasional yaitu bertujuan untuk mencetak ustadz, kyai muda, dan ulama. Daftar Pustaka