Jurnal Intek Akuakultur. Volume 8. Nomor 1. Tahun 2026. E-ISSN 2579-6291. Halaman 9-15 Evaluasi Hematologi Ikan Kakap Putih (Lates calcarife. yang Diberi Pakan Mengandung Probiotik Rina Ulicia Manik1. Rika Wulandari2. Shavika Miranti2 Jurusan Budidaya Perairan. Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan. Universitas Maritim Raja Ali Haji INFO NASKAH ABSTRAK Penelitian ini mengenai pengaruh pemberian probiotik boster aquaenzyms Kata Kunci: Ikan kakap putih. Boster aquaenzyms. Vibrio terhadap pakan dengan dosis yang berbeda untuk melihat parameter sel darah merah, sel darah putih, dan diferensial leukosit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efek penambahan probiotik boster aquaenzyms dalam pakan pellet terhadap parameter hematologi darah ikan kakap putih, dengan focus pada mengamati jumlah eritrosit, leukosit, dan diferensial leukosit. Perlakuan A pakan dengan probiotik boster aquaenzyms 2 gram/kg pakan setiap hari dan diinjeksi bakteri. Perlakuan B pakan dengan boster aquaenzyms 6 gram/ kg pakan setiap hari dan diinjeksi bakteri. Perlakuan C dengan probiotik boster aquaenzyms 10 gram/kg pakan setiap hari dan uji tantang bakteri Vibrio alginolyticus. Parameter yang diamati selama penelitian yaitu. Sel darah merah . , sel darah putih . , diferensial leukosit, tingkat kelangsungan hidup, dan parameter kualitas air. Hasil penelitian dari penambahan probiotik boster aquaenzyms dalam pakan pellet tertinggi terdapat pada perlakuan A dengan dosis 2 gram/kg pakan pada sel darah merah dan sel darah putih. Untuk diferensial leukosit yang didapat selama penelitian yaitu limfosit dan monosit. Limfosit tertinggi terdapat pada perlakuan B, dan monosit tertinggi terdapat pada perlakuan K. Tingkat kelangsungan hidup tertinggi terdapat pada perlakuan A. Gedung FIKP Lt. II Jl. Politeknik Senggarang, 29115. Tanjungpinang. Telp : Fax. Email: rinauliciamanik@gmail. wulandaridwan@umrah. shavikamiranti@umrah. Hematological Evaluation of White Snapper (Lates calcarife. Fed With Feed Containing Probiotics Rina Ulicia Manik1. Rika Wulandari2. Shavika Miranti2 Departement of Aquaculture. Faculty of Marine Science and Fisheries. Raja Ali Haji Maritime University ARTICLE INFO ABSTRACT Jurnal Intek Akuakultur. Volume 8. Nomor 1. Tahun 2026. E-ISSN 2579-6291. Halaman 9-15 Keywords White Boster Vibrio This research is about the effect of giving probiotic booster aquaenzyms to feed at different doses to look at the parameters of red blood cells, white blood cells and leukocyte differential. This study aims to analyze the effect of adding probiotic booster aquaenzyms in pelleted feed on blood hematological parameters of sea bass, with a focus on observing the number of erythrocytes, leukocytes and leukocyte differential. Treatment A feed with probiotic booster aquaenzyms 2 grams/kg feed every day and injected with bacteria. Treatment B feed with booster aquaenzyms 6 grams/kg feed every day and injected with bacteria. Treatment C with probiotic booster aquaenzyms 10 grams/kg of feed every day and challenge the Vibrio alginolyticus bacteria. The parameters observed during the research were, red blood cells . , white blood cells . , leukocyte differential, survival rate, and water quality The research results from the addition of probiotic booster aquaenzyms in pelleted feed were highest in treatment A with a dose of 2 grams/kg of feed on red blood cells and white blood cells. The differential leukocytes obtained during the study were lymphocytes and monocytes. The highest lymphocytes were obtained in treatment B, and the highest monocytes were obtained in treatment K. The highest survival rate was in treatment A. Gedung FIKP Lt. II Jl. Politeknik Senggarang, 29115. Tanjungpinang. Telp : Fax. Email: rinauliciamanik@gmail. wulandaridwan@umrah. shavikamiranti@umrah. PENDAHULUAN Ikan kakap putih (Lates calcarife. merupakan spesies ikan budidaya di Indonesia yang memiliki permintaan pasar yang terus meningkat. Permintaan impor pada tahun 2012 negara di Eropa (Italia, spanyol, dan Pranci. ton, dan pada tahun 2014 meningkat menjadi 18. 572 ton (Hardianti et al. , 2. Pertumbuhan ikan kakap putih dapat mencapai laju pertumbuhan harian sebesar 0,51 % /hari (Rayes et al. , 2. Ikan kakap putih merupakan salah satu jenis ikan air laut yang memiliki kandungan omega -3, kandungan protein sekitar 20%, dan mempunyai kadar lemak sebesar 5% (Purba et al. , 2. Boster Aquaenzyms merupakan probiotik yang tergabung antara mikroba pengurai dan multi enzym . ellulose, amylase, proteas. Aquaenzyms berfungsi menstabilkan pH dalam air, menjaga sistem imun tubuh ikan agar tidak mudah terserang penyakit, mempermudah proses moulting, dan menguraikan sisa pakan Probiotik ini bekerja dengan sangat cepat sehingga ideal digunakan pada pembudidayaan sistem tambak dan sistem budidaya lainnya. Komposisi dari Boster Aquaenzyms yaitu Bacillus subtilis mengandung enzym amilase. Bacillus megaterium mengandung enzym cellulase. Bacillus polimyxa mengandung enzym protease, dan carrier. Kondisi kesehatan ikan dapat dinilai melalui aspek fisiologisnya, khususnya dengan menganalisis profil sel darah. Yustina dan Darmawadi . mengungkapkan bahwa darah berperan dalam mengangkut oksigen, membawa hasil metabolisme, serta melindungi tubuh dari infeksi penyakit. Pemeriksaan darah dapat digunakan sebagai indikator untuk mendeteksi tingkat keparahan suatu penyakit pada ikan. Oleh karena itu dilakukan penelitian ini untuk meninjau kesehatan ikan setelah pemberian probitik melalui profil darah ikan. Jurnal Intek Akuakultur. Volume 8. Nomor 1. Tahun 2026. E-ISSN 2579-6291. Halaman 9-15 BAHAN DAN METODE Ikan yang digunakan dalam penelitian ini adalah ikan kakap putih (Lates calcarife. , benih ikan diperoleh dari Budi Daya Akuakultur HSRT MINA SEJAHTERA. Pemeliharaan Ikan Uji Pemeliharaan ikan kakap putih dilakukan selama 14 hari dengan pemberian pakan yang mengandung boster aquaenzyms. Selama pemeliharaan ikan diberi pakan 2 kali sehari pada pukul 09. 00 dan 16. 00 dengan FR 5% dari biomassa ikan (Anriyono et al. , 2. Sampling Darah Pengambilan sampel darah dilakukan 3 kali selama masa pemeliharaan yaitu pada saat H-0 sebelum diberi perlakuan. H-8 dan H-16 sesudah diberi perlakuan dan uji tantang. Setiap ulangan diambil 3 ekor ikan sebagai sampel. Cara pengambilan sampel darah yaitu menggunakan syaringe 1 ml yang sebelumnya telah dibilas terlebih dahulu menggunakan antikoagulan EDTA 10% mengacu pada (Yunita et al. , 2. Uji Tantang Uji tantang dilakukan dengan penyuntikan bakteri Vibrio alginolyticus sebanyak 0,1 ml/ekor dengan kepadatan 10AAcfu/ml (Ayuzar et al. , 2. secara Setelah diuji tantang, ikan diberi pakan kontrol dan dilakukan pengamatan dengan mengamati gejala klinis yang timbul dan kelangsungan hidup ikan hingga hari ke 7 setelah ikan diinfeksi bakteri. HASIL DAN PEMBAHASAN Sel Darah Merah Hasil penelitian selama 16 hari pemeliharaan menunjukkan bahwa rata-rata jumlah eritrosit yang diberi perlakuan penambahan probiotik boster aquaenzyms mengalami peningkatan pada perlakuan A dan C. Sebaliknya, pada perlakuan B dan K terjadi penurunan jumlah eritrosit pada hari ke-8. Jumlah rata-rata eritrosit tertinggi selama 16 hari pemeliharaan diperoleh pada perlakuan A sebesar 486. 666,00A7,29 sel/mmA, diikuti perlakuan C sebesar 666,67A2,47 sel/mmA, perlakuan B sebesar 372. 000,00A3,27 sel/mmA, dan perlakuan K sebesar 298. 666,67A1,01 sel/mmA pada (H. Kandungan probiotik boster aquaenzyms yang terdiri dari Bacillus sp. berperan dalam menstimulasi produksi eritrosit. Apabila proses pencernaan dan pembentukan eritrosit berlangsung baik, maka sistem imun ikan juga akan meningkat (Zubaidah et al. Sel Darah Putih Hasil pengamatan selama 16 hari menunjukkan bahwa jumlah leukosit pada ikan kakap putih mengalami peningkatan setelah diberi pakan yang mengandung probiotik Boster Aquaenzyms, terutama pada perlakuan A dan B. Menurut Ringo Jurnal Intek Akuakultur. Volume 8. Nomor 1. Tahun 2026. E-ISSN 2579-6291. Halaman 9-15 et al. , bakteri Lactobacillus dan Bacillus yang termasuk ke dalam kelompok Lactic Acid Bacteria (LAB) umumnya dianggap sebagai mikroorganisme menguntungkan karena kemampuannya merangsang perkembangan bakteri baik dalam saluran pencernaan, memperbaiki fungsi pencernaan, meningkatkan toleransi mukosa, merangsang respons imun, serta meningkatkan ketahanan terhadap penyakit. Berdasarkan hasil penelitian, jumlah leukosit ikan kakap putih selama 16 hari pemeliharaan mengalami peningkatan yang signifikan pada (H. setelah pemberian probiotik boster aquaenzyms. Jumlah leukosit tertinggi diperoleh pada perlakuan A sebesar 6143,67A2,30 sel/mmA, diikuti perlakuan B sebesar 5006,67A22,26 sel/mmA, perlakuan K sebesar 4340,00A13,63 sel/mmA, dan perlakuan C sebesar 4226,67A7,96 sel/mmA. Hasil ini menunjukkan bahwa pemberian probiotik boster aquaenzyms berpengaruh nyata terhadap peningkatan jumlah leukosit, terutama pada perlakuan A dengan dosis 2 g/kg pakan. Menurut Opiyo et al. , penggunaan probiotik dalam jumlah berlebih dapat menimbulkan imunosupresi atau kelelahan respons imun. Sejalan dengan itu. Sohel et al. melaporkan bahwa pemberian probiotik dosis tinggi pada sistem bioflok dapat memicu stres imun pada ikan lele . , sehingga kondisi hematologi terganggu. Sebaliknya. Hartika et al. menyatakan bahwa penambahan probiotik dalam pakan terbukti mampu meningkatkan jumlah leukosit pada ikan. Diferensial Leukosit Selama pengamatan diferensial leukosit, hanya ditemukan dua jenis leukosit, yaitu limfosit dan monosit. Sementara itu, jenis neutrofil, basofil, dan eosinofil tidak ditemukan selama pengamatan. Secara biologis, jumlah neutrofil, eosinofil, dan basofil pada ikan memang relatif lebih sedikit dibandingkan dengan limfosit. Dalam kondisi fisiologis normal tanpa adanya infeksi atau stres, sistem imun ikan umumnya didominasi oleh limfosit yang berperan dalam imunitas Sebaliknya, leukosit granulosit seperti neutrofil dan eosinofil biasanya ditemukan dalam jumlah yang rendah. Limfosit Berdasarkan hasil penelitian, peningkatan jumlah limfosit tertinggi terjadi pada (H. yaitu pada perlakuan B sebesar 80,00A1,00 %. Hal ini menunjukkan bahwa perlakuan B, dengan penambahan probiotik Boster Aquaenzyms sebanyak 6 g/kg pakan yang diberikan setiap hari, mampu meningkatkan jumlah limfosit sehingga sistem imunitas ikan menjadi lebih baik. Dosis rendah . isalnya 2 g/kg paka. sering kali tidak cukup merangsang kolonisasi bakteri probiotik di usus, sedangkan dosis tinggi . g/k. berpotensi menimbulkan ketidakseimbangan mikrobiota atau stres metabolik yang justru menekan imun adaptif. Oleh karena itu, dosis menengah . ekitar 6 g/k. biasanya menjadi titik optimum untuk merangsang jaringan limfoid usus, meningkatkan aktivitas sitokin, dan mendukung proliferasi limfosit secara lebih efektif (Opiyo et al. , 2019. Ramos et al. , 2017. Hoseinifar et , 2. Monosit Hasil pengamatan pada H0 dan H8 menunjukkan bahwa persentase monosit pada setiap perlakuan tidak berbeda nyata. Namun, setelah penambahan probiotik Jurnal Intek Akuakultur. Volume 8. Nomor 1. Tahun 2026. E-ISSN 2579-6291. Halaman 9-15 boster aquaenzyms selama 16 hari pemeliharaan, terjadi penurunan persentase monosit pada perlakuan B, yaitu dari 23,33A4,16% menjadi 20,00A1,00%. Dosis terlalu rendah tidak cukup menstimulasi imun, sedangkan dosis terlalu tinggi dapat mengganggu keseimbangan mikrobiota. Penelitian pada ikan nila menunjukkan bahwa suplementasi probiotik 6 g/kg pakan memberikan peningkatan signifikan pada parameter imun dibandingkan dosis lebih rendah . g/k. maupun lebih tinggi (Ou10 g/k. (Zhou et al. , 2. Penelitian lain pada ikan nila juvenil juga melaporkan bahwa dosis 6 g/kg pakan menghasilkan peningkatan aktivitas imun dan pengurangan stres oksidatif lebih baik dibanding dosis rendah . g/kg paka. (Abdel-Tawwab et al. , 2. Tingkat Kelangsungan Hidup Tingkat kelangsungan hidup menunjukkan persentase ikan yang masih hidup pada akhir pemeliharaan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh tingkat kelangsungan hidup ikan kakap putih yang dipelihara selama 16 hari menunjukkan tingkat kelangsungan hidup tertinggi yaitu sebesar 26,67A23,09 % pada perlakuan A. C, dan B dengan penambahan probiotik boster aquaenzyms ke dalam pakan sedangkan yang terendah didapat pada perlakuan K yaitu sebesar 13,33A23,09 %. Hal ini menunjukkan bahwa penambahan probiotik boster aquaenzyms dapat meningkatkan tingkat kelangsungan hidup ikan kakap putih. Tingkat kelangsungan hidup ikan kakap putih selama pemeliharaan menurun karena tingkat mortalitas yang cukup tinggi setelah uji tantang. KESIMPULAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan probiotik Boster Aquaenzyms pada pakan pellet berpengaruh terhadap profil darah dan kelangsungan hidup ikan kakap putih (Lates calcarife. Perlakuan A dengan dosis 2 g/kg pakan memberikan hasil terbaik, dengan rincian: Eritrosit tertinggi: pada perlakuan A . 000 A 34,64 sel/mmA) Leukosit tertinggi: pada perlakuan A . 333 A 2,30sel/mmA) Persentase limfosit tertinggi: pada perlakuan B . ,00 A 1,00%) Persentase monosit tertinggi: pada perlakuan K . ,67 A 1,53%) Tingkat kelangsungan hidup (SR) tertinggi: pada perlakuan A . ,67 A 23,09%) Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa perlakuan A . g/kg paka. merupakan dosis optimal probiotik boster aquaenzyms untuk meningkatkan profil darah dan tingkat kelangsungan hidup ikan kakap putih. DAFTAR PUSTAKA