Nuras : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN 2808-2559. P-ISSN 2808-3628 Volume 5. Issue 4. October 2025. Page, 325-332 Email: nurasjournal@gmail. EKONOMI KREATIF BERBASIS DIGITAL DALAM PENGEMBANGAN STRATEGI BISNIS PERAK DAN SONGKET UNGGA MENUJU INDUSTRI 4. Lilik Hidayati1*. Adi Irawan2. Dwi Agustini3, & Pahmi Husain4 Program Studi Statistika. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Mataram. Jalan Majapahit Nomor 62. Mataram. Nusa Tenggara Barat 83115. Indonesia Program Studi Matematika. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Nahdlatul Wathan Mataram. Jalan Kaktus Nomor 1-3. Mataram. Nusa Tenggara Barat 83126. Indonesia Program Studi Biologi. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Nahdlatul Wathan Mataram. Jalan Kaktus Nomor 1-3. Mataram. Nusa Tenggara Barat 83126. Indonesia *Email: lilikhidayati@staff. Submit: 20-10-2025. Revised: 27-10-2025. Accepted: 30-10-2025. Published: 31-10-2025 ABSTRAK: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengembangkan strategi bisnis digital bagi pengrajin perak dan penenun songket di Desa Ungga. Lombok Tengah, sebagai upaya meningkatkan daya saing UMKM pada era Industri 4. Program dilaksanakan menggunakan pendekatan partisipatif dan kolaboratif, melibatkan 20 pelaku usaha lokal melalui empat tahapan utama: . observasi dan pemetaan potensi usaha. pelatihan literasi digital dan pemasaran online. pendampingan implementasi strategi digital. evaluasi serta refleksi hasil kegiatan. Materi pelatihan meliputi pembuatan konten kreatif, branding produk, manajemen media sosial, dan pemasaran berbasis data . ata-driven marketin. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan digital peserta, ditandai dengan kemampuan mengelola akun bisnis pada media sosial dan marketplace secara mandiri. Implementasi strategi digital marketing juga berdampak pada kenaikan penjualan rata-rata sebesar 30%. Terbentuk juga komunitas Ungga Digital Creative sebagai wadah kolaborasi dan keberlanjutan ekosistem ekonomi kreatif berbasis digital. Secara keseluruhan, program ini menjadi model pendampingan UMKM yang integratif, menggabungkan literasi teknologi, praktik pemasaran digital, serta penguatan jejaring komunitas. Kata Kunci: Desa Ungga. Digital Marketing. Ekonomi Kreatif. Perak. Songket. UMKM. ABSTRACT: This community service activity aims to develop a digital business strategy for silver craftsmen and songket weavers in Ungga Village. Central Lombok, as an effort to increase the competitiveness of MSMEs in the Industry 4. 0 era. The program is carried out using a participatory and collaborative approach, involving 20 local business actors through four main stages: . observation and mapping of business potential. digital literacy and online marketing training. assistance in the implementation of digital strategies. evaluation and reflection on the results of activities. Training materials include creative content creation, product branding, social media management, and data-driven marketing. The results of the activity showed an increase in participants' digital skills, characterized by the ability to manage business accounts on social media and marketplaces independently. The implementation of digital marketing strategies also has an impact on increasing average sales by 30%. The Ungga Digital Creative community was also formed as a forum for collaboration and sustainability of the digital-based creative economy Overall, this program is an integrative model of MSME mentoring, combining technology literacy, digital marketing practices, and strengthening community networks. Keywords: Ungga Village. Digital Marketing. Creative Economy. Perak. Songket. MSMEs. How to Cite: Hidayati. Irawan. Agustini. , & Husain. Ekonomi Kreatif Berbasis Digital dalam Pengembangan Strategi Bisnis Perak dan Songket Ungga Menuju Industri 4. Nuras : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5. , 325-332. https://doi. org/10. 36312/nuras. Uniform Resource Locator: https://e-journal. com/index. php/nuras Nuras : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN 2808-2559. P-ISSN 2808-3628 Volume 5. Issue 4. October 2025. Page, 325-332 Email: nurasjournal@gmail. Nuras : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat is Licensed Under a CC BY-SA Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. PENDAHULUAN Desa Ungga di Kecamatan Praya Barat Daya. Kabupaten Lombok Tengah, merupakan salah satu sentra kerajinan perak dan tenun songket yang memiliki nilai budaya, estetika, dan ekonomi tinggi. Produk kerajinan tersebut tidak hanya merepresentasikan warisan budaya masyarakat Sasak, tetapi juga menjadi sumber penghidupan utama bagi sebagian besar warga. Dalam dua tahun terakhir. Desa Ungga mengalami peningkatan permintaan yang signifikan dari wisatawan dan konsumen domestik, menunjukkan bahwa sektor ekonomi kreatif berbasis budaya memiliki potensi besar untuk dikembangkan pada skala yang lebih luas. Perkembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif tersebut belum diimbangi dengan transformasi pemasaran yang sesuai dengan tuntutan era industri Pergeseran perilaku konsumen ke arah transaksi digital menuntut pelaku UMKM untuk mengoptimalkan penggunaan media sosial, marketplace, dan strategi branding digital. Di Desa Ungga, sebagian besar pengrajin masih mengandalkan pemasaran konvensional. Padahal, penelitian menunjukkan bahwa digital marketing dapat meningkatkan jangkauan pasar dan volume penjualan UMKM secara signifikan (Tukino et al. , 2. Temuan ini diperkuat oleh data Satu Data NTB . yang menyebutkan bahwa meskipun 14% UMKM NTB berada di Lombok Tengah, sebagian besar di antaranya belum memanfaatkan teknologi digital secara optimal. Kondisi tersebut menjadikan percepatan digitalisasi UMKM sebagai kebutuhan mendesak agar produk lokal mampu bersaing di pasar modern. Kegiatan pengabdian ini memiliki kebaruan, karena mengintegrasikan pendekatan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal dengan strategi bisnis digital. Tidak hanya berfokus pada pelatihan pemasaran digital, kegiatan ini juga menekankan penguatan nilai budaya sebagai unique selling point dalam digital branding, sebagaimana disarankan oleh Winarni et al. dan Wilujeng et al. Pendekatan data-driven marketing juga diterapkan untuk membekali pelaku usaha dalam menganalisis data interaksi konsumen dari media sosial dan marketplace guna merumuskan strategi promosi yang lebih tepat sasaran (Ginayatunnisa & Alkandahri, 2. Kegiatan ini juga dibangun melalui kolaborasi antara akademisi, pemerintah desa, dan pelaku usaha guna menciptakan ekosistem desa kreatif berbasis digital yang berkelanjutan, sejalan dengan rekomendasi Wilujeng et al. dan Rahayu et al. Tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan kapasitas digital pengrajin perak dan penenun songket di Desa Ungga melalui pelatihan pemasaran digital, pengembangan konten kreatif, dan penguatan identitas merek . igital brandin. Kegiatan ini juga menginisiasi pembentukan komunitas Ungga Digital Creative sebagai wadah kolaborasi, inovasi, dan pendampingan berkelanjutan. Upaya ini sejalan dengan temuan Erwita et al. dan Rohmah et al. yang menekankan pentingnya penguatan literasi digital dan pendampingan berkelanjutan bagi keberhasilan transformasi UMKM. Uniform Resource Locator: https://e-journal. com/index. php/nuras Nuras : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN 2808-2559. P-ISSN 2808-3628 Volume 5. Issue 4. October 2025. Page, 325-332 Email: nurasjournal@gmail. Secara praktis, kegiatan ini memberikan manfaat berupa peningkatan kemampuan promosi digital, perluasan pasar, dan potensi peningkatan pendapatan bagi pelaku usaha Desa Ungga. Bagi pemerintah daerah, kegiatan ini mendukung penguatan citra Lombok Tengah sebagai kawasan ekonomi kreatif berbasis budaya dan teknologi, selaras dengan kebijakan AuDesa BerdayaAy Pemerintah Provinsi NTB. Bagi akademisi, kegiatan ini merupakan sarana implementasi penelitian dan transfer pengetahuan kepada masyarakat, sebagaimana diamanatkan dalam pengabdian masyarakat berbasis knowledge transfer (Kusuma, 2025. Purwanto. Dengan demikian, kegiatan ini diarahkan untuk mengembangkan strategi bisnis digital yang mampu meningkatkan daya saing UMKM perak dan tenun songket Desa Ungga di era industri 4. METODE Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan menggunakan pendekatan partisipatif dan kolaboratif, dimana para pengrajin perak dan tenun songket di Desa Ungga dilibatkan secara aktif dalam seluruh proses kegiatan. Pendekatan ini mengacu pada prinsip Participatory Rural Appraisal (PRA) yang menekankan pelibatan masyarakat sebagai subjek utama untuk mendorong kesadaran, kemandirian, dan keberlanjutan program (Siagian et al. , 2020. Widana et al. , 2. Kegiatan ini juga mengintegrasikan konsep digital community development, yaitu upaya pemberdayaan masyarakat berbasis teknologi guna membangun ekosistem ekonomi kreatif desa yang adaptif terhadap perkembangan digital (Rahayu et al. , 2024. Wilujeng et al. , 2. Lokasi kegiatan berada di Desa Ungga. Kecamatan Praya Barat Daya. Kabupaten Lombok Tengah yang merupakan sentra kerajinan perak dan tenun Subjek kegiatan terdiri atas pengrajin perak, penenun songket, dan pelaku UMKM lokal sebagai bagian dari ekosistem ekonomi kreatif desa. Pemilihan lokasi dilakukan secara purposif berdasarkan tingginya potensi budaya lokal sekaligus rendahnya tingkat adopsi teknologi digital dalam pemasaran Pelaksanaan program dilakukan melalui empat tahapan utama. Tahap pertama adalah persiapan dan observasi yang mencakup aktivitas pemetaan potensi usaha, identifikasi masalah pemasaran, serta analisis kebutuhan digital pelaku Proses ini dilakukan melalui wawancara, diskusi kelompok, dan survei kebutuhan untuk memperoleh gambaran komprehensif terkait kondisi awal pelaku usaha (Kusuma, 2. Tahap kedua adalah pelatihan dan workshop yang dirancang menggunakan pendekatan andragogi dan learning by doing. Pada tahap ini, peserta memperoleh pelatihan mengenai literasi digital dasar, teknik pembuatan konten kreatif, strategi digital branding berbasis nilai budaya lokal, serta pemasaran berbasis data melalui platform media sosial dan marketplace (Ginayatunnisa & Alkandahri, 2025. Hidayati et al. , 2. Tahap ketiga adalah pendampingan implementasi, dimana peserta mempraktikkan langsung strategi digital marketing sesuai karakteristik produk masing-masing. Pendampingan mencakup pembuatan akun bisnis, penyusunan kalender konten, penggunaan fitur analitik media sosial, serta penerapan strategi promosi yang relevan. Pada tahap ini, tim pengabdian memberikan bantuan intensif Uniform Resource Locator: https://e-journal. com/index. php/nuras Nuras : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN 2808-2559. P-ISSN 2808-3628 Volume 5. Issue 4. October 2025. Page, 325-332 Email: nurasjournal@gmail. hingga peserta mampu mengelola pemasaran digital secara mandiri (Ardhana et al. Purwanto, 2025. Tukino et al. , 2. Selanjutnya, tahap keempat adalah evaluasi dan refleksi yang dilakukan untuk mengukur peningkatan kemampuan digital, kualitas konten branding, serta visibilitas produk setelah menggunakan strategi digital. Evaluasi dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif menggunakan kuesioner, wawancara, analisis konten digital, serta perbandingan kondisi sebelum dan sesudah kegiatan (Ardhana et al. , 2023. Erwita et al. , 2. Untuk memastikan validitas dan keberhasilan program, kegiatan ini disertai monitoring berkelanjutan pada setiap tahap pelaksanaan. Monitoring dilakukan melalui observasi lapangan, umpan balik peserta, serta evaluasi perkembangan akun bisnis digital. Validasi hasil dilakukan melalui triangulasi sumber untuk memastikan akurasi perubahan kompetensi dan strategi pemasaran peserta (Rohmah et al. , 2. Kegiatan ini menghasilkan beberapa luaran utama, yaitu peningkatan literasi digital pelaku usaha, penguatan identitas merek digital produk perak dan songket, terbentuknya komunitas Ungga Digital Creative sebagai wadah kolaborasi, serta publikasi ilmiah dan dokumentasi kegiatan sebagai bentuk diseminasi hasil pengabdian (Yudilestari et al. , 2. HASIL DAN DISKUSI Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di Desa Ungga. Lombok Tengah, melibatkan 20 pelaku usaha perak dan tenun songket yang mengikuti seluruh rangkaian program, mulai dari observasi awal, pelatihan, pendampingan, hingga evaluasi. Keikutsertaan aktif para peserta menunjukkan bahwa pendekatan partisipatif dan kolaboratif yang digunakan mampu membangun rasa memiliki dan motivasi dalam proses transformasi digital. Gambar 1. Pengrajin Tenun dan Perak di Desa Ungga. Hasil kegiatan menunjukkan capaian signifikan pada aspek literasi digital dan strategi pemasaran online. Peserta memperoleh pemahaman yang lebih kuat mengenai konsep digital marketing, digital branding, serta pemanfaatan media sosial dan marketplace dalam mempromosikan produk. Temuan survei pascapelatihan menunjukkan bahwa 90% peserta telah mampu membuat akun bisnis dan menyusun kalender konten secara mandiri. Capaian ini memperkuat temuan Ginayatunnisa & Alkandahri . yang menekankan bahwa peningkatan literasi digital merupakan langkah awal dalam mempercepat digitalisasi UMKM. Pelaksaanaan kegiatan pengabdian ditunjukkan pada Gambar 2. Uniform Resource Locator: https://e-journal. com/index. php/nuras Nuras : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN 2808-2559. P-ISSN 2808-3628 Volume 5. Issue 4. October 2025. Page, 325-332 Email: nurasjournal@gmail. Gambar 2. Pelaksanaan Kegiatan Pengabdian di Desa Ungga. Lombok Tengah. Pada aspek kreativitas konten, peserta menunjukkan perkembangan signifikan dalam pembuatan foto dan video produk dengan menerapkan teknik visual storytelling. Konsistensi visual yang dihasilkan membantu memperkuat identitas merek produk perak dan songket Desa Ungga. Hasil ini sejalan dengan penelitian Jupri et al. dan Rohmah et al. yang menyatakan bahwa konten visual berkualitas tinggi dapat meningkatkan kredibilitas dan daya tarik produk di platform digital. Tahap pendampingan implementasi digital marketing selama dua bulan memberikan dampak langsung terhadap performa pemasaran peserta. Peserta didampingi untuk menerapkan strategi berbasis data . ata-driven marketin. , mengelola interaksi pelanggan, serta memanfaatkan fitur analitik pada media sosial dan marketplace. Evaluasi kuantitatif menunjukkan adanya peningkatan traffic toko daring hingga 45% dan peningkatan penjualan rata-rata sebesar 30%. Temuan ini memperkuat hasil penelitian Purnamasari et al. yang menegaskan bahwa pendampingan teknis intensif mampu mempercepat adaptasi digital UMKM dan meningkatkan performa penjualan. Kegiatan ini juga menghasilkan luaran penting berupa pembentukan komunitas AuUngga Digital CreativeAy sebagai wadah kolaborasi, berbagi pengetahuan, dan mentoring antar-pelaku usaha. Komunitas ini berfungsi sebagai modal sosial yang memperkuat keberlanjutan program dalam jangka panjang. Pembentukan komunitas sejalan dengan rekomendasi Purwanto . dan Siagian et al. mengenai pentingnya ekosistem kolaboratif dalam proses pemberdayaan digital berbasis desa. Secara umum, hasil kegiatan menunjukkan bahwa integrasi literasi digital, produksi konten kreatif, dan penerapan data-driven marketing mampu meningkatkan daya saing UMKM Desa Ungga di pasar digital. Hal ini konsisten dengan temuan Fadli et al. dan Rahayu et al. yang menyatakan bahwa transformasi digital merupakan faktor kunci dalam penguatan branding dan perluasan pasar produk kerajinan lokal. Kegiatan ini juga memiliki unsur kebaruan . , yakni menggabungkan edukasi digital, praktik pemasaran online, dan pembangunan komunitas kreatif desa sebagai satu model pengembangan UMKM berbasis teknologi yang terpadu. Dari perspektif ekonomi, penerapan strategi digital terbukti meningkatkan visibilitas dan penjualan produk perak serta songket. Peningkatan ini menunjukkan bahwa digitalisasi UMKM dapat menjadi strategi efektif untuk memperkuat ekonomi kreatif berbasis budaya. Lebih jauh lagi, kegiatan ini berkontribusi pada penguatan Desa Ungga sebagai sentra kerajinan unggulan dan mempersiapkan Uniform Resource Locator: https://e-journal. com/index. php/nuras Nuras : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN 2808-2559. P-ISSN 2808-3628 Volume 5. Issue 4. October 2025. Page, 325-332 Email: nurasjournal@gmail. generasi muda desa untuk terlibat dalam inovasi dan pemasaran digital, sebagaimana direkomendasikan oleh Erwita et al. dan Yudilestari et al. Dengan demikian, rangkaian kegiatan ini dapat menjadi model pengembangan UMKM berbasis digital yang dapat direplikasi pada desa-desa lain yang memiliki karakteristik serupa. SIMPULAN Kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Ungga terbukti efektif dalam meningkatkan literasi digital dan kemampuan pemasaran online para pelaku usaha perak dan tenun songket. Melalui rangkaian pelatihan, workshop konten kreatif, dan pendampingan implementasi digital marketing, peserta mampu mengelola media sosial dan marketplace secara mandiri serta menghasilkan konten visual yang lebih Dampak kegiatan tercermin dari meningkatnya visibilitas produk dan pertumbuhan penjualan selama masa pendampingan. Pembentukan komunitas Ungga Digital Creative menjadi langkah strategis dalam menciptakan ekosistem kolaboratif yang mendorong keberlanjutan inovasi dan praktik pemasaran digital di tingkat desa. Program ini tidak hanya memperkuat daya saing UMKM berbasis budaya lokal, tetapi juga menawarkan model pengembangan ekonomi kreatif berbasis digital yang dapat direplikasi pada desa-desa lain dengan karakteristik SARAN Untuk pengembangan lanjutan, disarankan agar komunitas digital terus diperkuat dengan dukungan pemerintah desa dan dinas terkait, pelaku UMKM menerima pendampingan berkala untuk memaksimalkan strategi digital, dan inovasi produk serta diversifikasi pasar terus dilakukan. Integrasi program ke Pusat Kreatif Digital Desa Ungga serta kolaborasi berkelanjutan dengan akademisi dapat menjaga keberlanjutan ekosistem ekonomi kreatif berbasis digital di wilayah ini. UCAPAN TERIMA KASIH Kami mengucapkan terima kasih kepada Universitas Nahdlatul Wathan Mataram sebagai pemberi dana pengabdian masyarakat. Terima kasih juga disampaikan kepada Tim Pengabdi. Pemerintah Desa Ungga, serta para pengrajin perak dan penenun songket atas dukungan, kerja sama, dan partisipasinya, sehingga kegiatan ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi pengembangan ekonomi kreatif berbasis digital di Desa Ungga. REFERENSI