Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 PENGARUH PROFITABILITAS TERHADAP NILAI PERUSAHAAN PADA PERBANKAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TERINDEX LQ45 PERIODE TAHUN 2016-2021 Septi Handayani*. Jauhar Arifin septihdyn22@gmail. com , jauhar58@yahoo. Program Studi Administrasi Bisnis Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Tabalong Komplek Stadion Olah Raga Saraba Kawa Pembataan Tanjung Ae Tabalong Telp/Fax . 2022484 Kode Pos 7012 Email: info@stiatabalong. ABSTRAK Profitabilitas sebagai salah satu acuan dalam mengukur besarnya laba menjadi hal yang penting untuk apakah didalam perusahaan tersebut telah menjalankannya secara efisien. Efesiensi sebuah usaha baru dapat diketahui setelah membandingkan laba yang diketahui dengan atau modal yang menghasilkan laba tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan pada perbankan yang terindeks LQ45 periode tahun 2016-2021 dan untuk mengetahui besarnya pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan pada perbankan yang terindeks LQ45 periode tahun 2016-2021. Metode pengumpulan data menggunakan penelitian kuantitatif dari laporan keuangan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Selanjutnya, menggunakan pendekatan purposive sampling dan IDX LQ45 berdasarkan knteria perusahaan manufaktur, fisting selama 6 tahun berturut- turut dalam periode 2016-2021. Teknik analisis data dilakukan menggunakan alat uji linier berganda melalui uji analisis Generalized Structured Component Analysis (GSCA). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Profitabilitas berpengaruh terhadap nilai perusahaan pada Perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Besarnya pengaruh Profitabilitas terhadap nilai perusahaan pada perbankan yang terindeks LQ45 Penode Tahun 2016-2021 yaitu sebesar 56%, dan sisanya sebesar 44% dapat dipengaruhi oleh Variabel lainnya di luar dan Variabel yang diuji. Kata Kunci: Profitabilitas. ROA dan ROE. Nilai Perusahaan THE INFLUENCE OF PROFITABILITY ON FIRM VALUE IN BANKING COMPANIES LISTED ON THE INDONESIA STOCK EXCHANGE LQ45 INDEX FOR THE 2016-2021 PERIOD ABSTRACT Profitability, as a key metric for measuring profit magnitude, is crucial for assessing whether a company operates efficiently. The efficiency of a business can only be determined after comparing the known profits with the capital that generated those profits. The purpose of this study is to examine the influence of profitability on firm value in banking companies indexed in LQ45 for the 2016-2021 period, and to quantify the extent of this influence. Data collection was conducted using a quantitative research approach based on financial reports of manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange. The study utilized purposive sampling and focused on companies listed in IDX LQ45 for six consecutive years within the 20162021 period. Data analysis was performed using multiple linear regression analysis with the Generalized Structured Component Analysis (GSCA) method. The results of the study conclude that profitability significantly influences firm value in banking companies listed on the Indonesia Stock Exchange. The influence of profitability on firm value in banking companies indexed in LQ45 for the 2016-2021 period is 56%, while the remaining 44% is influenced by other variables not examined in this study. Keywords: Profitability. ROA and ROE. Firm Value JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 PENDAHULUAN Menurut (Ikatan Akuntan Indonesia, 2. tujuan laporan keuangan adalah menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi. Sedangkan menurut (Fahmi, 2. tujuan utama dari laporan keuangan adalah memberikan informasi keuangan yang mencakup perubahan dari unsur-unsurlaporan keuangan yang ditujukan kepada pihak-pihak lain yang berkepentingan dalam menilai kinerja keuangan terhadap perusahaan di samping pihak manajemen Manufaktur dalam arti luas adalah suatu proses merubah bahan baku menjadi bahan produk. Proses ini meliputi perancangan produk, pemilihan material, dan tahap proses dimana produk tersebut Definisi dari perusahaan sendiri ialah suatu tempat untuk melakukan kegiatan proses menghasilkan produksi barang atau jasa. Sehingga . anufacturing busines. adalah perusahaan yang kegiatannya membeli bahan baku kemudian mengolah bahan baku tersebut mengeluarkan biaya-biaya lain menjadi barang jadi yang siap untuk dijual kembali kepada konsumen dan masyarakat. Perusahaan Perbankan LQ-45 yang terdaftar di bursa efek Indonesia sangat membutuhkan sumber dana yang tidak sedikit. Sehingga profitabilitas yang baik dapat mempermudah jalan nya suatu perusahaan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai dan mempermudah menarik para investor yang mau melakukan investasi atau menanam saham di perusahaan LQ-45. Menurut (Defri, 2. profitabilitas adalah menghasilkan laba selama periode tertentu. Bagi bank, menjaga profitabilitas agar tetap stabil bahkan meningkat setiap tahun nya itu sangat Alasanya ialah untuk memenuhi kewajiban kepada pemegang saham, untuk meningkatkan daya tarik investor ataupun calon investor dalam menanamkan modal, dan meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 menyimpan kelebihan dana yang dimiliki pada Menurut (Kasmir, 2. Rasio Profitabilitas merupakan rasio untuk menilai kemampuan perusahaan dalam mencari keuntungan. Sedangkan Menurut (Sujarweni, 2. Rasio profitabilitas adalah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba, hubungannya dengan penjualan, aktiva maupun laba dan modal Selanjutnya menurut (Hery, 2. rasio profitabilitas adalah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perushaan dalam menghasilkan laba dari aktivitas bisnisnya. Kinerja keuangan perusahaan adalah prestasi dibidang keuangan yang unsur-unsurnya berkaitan menyeluruh, struktur hutang dan hasil investasi. Kinerja keuangan perusahaan merupakan suatu gambaran mengenai kondisi perubahan yang meliputi posisikeuangan serta hasil-hasil yang telah dicapai oleh perusahaan yang tercemin dalam laporan keuangan. (Fahmi, 2. kinerja keuangan adalah suatu analisis yang digunakan untuk melihat sejauh mana suatu perusahaan telah melaksanakan dengan menggunakan aturan-aturan pelaksanaan keuangan secara baik dan benar. Pengukuran kinerja merupakan suatu usaha formal untuk mengevaluasi efisiensi dan efektivitas perusahaan dalam menghasilkan laba dan posisi kas tertentu. (Hery, 2. Penilaian kinerja keuangan dilakukan dengan menganalisis laporan keuangan dalam suatu periode atau beberapa periode untuk melihat perkembangan dari perusahaan tersebut. Bursa Efek Indonesia (BEI) Indonesia Stock Exchange (BEI) menyelenggarakan dan menyediakan sistem juga sarana untuk mempertemukan penawaran jual dan beli Efek pihak-pihak lain dengan tujuan memperdagangkan Efek di antara mereka. Bursa Efek Indonesia memiliki visi dan misi untuk mencapai tujuan perusahaan. Visi Bursa Efek Indonesia adalah untuk menjadi bursa yang kompetitif dengan kredibilitas tingkat dunia, denganmisi yaitu menyediakan infrastruktur untuk mendukung terselenggaranya perdagangan efek yang teratur, wajar dan efisien serta mudah diakses . Beberapa penelitian terdahulu terkait kinerja keuangan di antaranya: variabel profitabilitas dan likuiditas mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap perubahan nilai perusahaan. Penelitian (Sianturi, 2. menunjukkan bahwa hasil penelitian variabel profitabilitas berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Penelitian (Anggraini, 2. menunjukkan bahwa hasil penelitian kinerja keuangan perusahaan dengan rasio likuiditas, rasio solvabilitas, rasio aktivitas, dan rasio profitabilitas berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Rasio likuiditas dan rasio solvabilitas berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan, sedangkan rasio aktivitas dan rasioprofitabilitas tidak berpengaruh terhadap nilai Penelitian (Utama, menunjukkan bahwa hasil penelitian pengaruh profitabilitas (ROE) terhadap nilai perusahaan dengan menggunakan uji t dapat disimpulkan bahwa variabel profitabilitas (ROE) mempunyai pengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Profitabilitas terbukti berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Dilihat dari faktor-faktor dilapangan dan didukung oleh penelitian terdahulu dengan adanya perbedaan dari hasil pengujian dan peneliti-peneliti sebelumnya mengenai kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan disebabkan karena masingmasing peneliti menggunakan rasio yang berbeda sebagai skala ukur kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan, dan berdasarkan pendapat dari hasil penelitian diatas, maka dalam penelitian ini difokuskan pada variabel Profitabilitas, karena Profitabilitas merupakan variabel yang paling berpengaruh signifikan dari variabel lainnya terhadap nilaiperusahaan. Maka dari itu penelitian ini mengarahkan penulis untuk menguji kembali pengaruh kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan dengan memproksikan melalui indikator-indikator yang sebelumnya belum pernahditeliti oleh peneliti terdahulu. Penulis karya ilmiah ini bertujuan untuk mengetahui sejauh manapengaruh kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Berdasarkan berbagai hal yang telah diuraikan, maka peneliti tertarik untuk melakukan sebuah JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 penelitian mengenaipengaruh kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan, dengan judul AuPengaruh Profitabilitas Terhadap Nilai Perusahaan Pada Perbankan Yang Terindeks LQ45 Periode Tahun 2016-2021Ay. Berdasarkan latar belakang yang dikemukakan sebelumnya, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : Apakah ada pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan pada perbankan yang terindeks LQ45 PeriodeTahun 2016-2021? Berapa besar pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan pada perbankan yang terindeks LQ45 PeriodeTahun 2016-2021? Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian ini adalah: Untuk mengetahui pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan pada perbankan yang terindeks LQ45 PeriodeTahun 2016-2021? Untuk profitabilitas terhadap nilai perusahaan pada perbankan yang terindeks LQ45 PeriodeTahun 2016-2021? TINJAUAN PUSTAKA Menurut Undang-undang No. 8 tahun 1995, tentang pasar modal. Bursa Efek adalah pihak yang menyelenggarakan dan menyediakan sistem atau sarana untuk mempertemukan penawaran jual dan beli efek pihak-pihak lain dengan tujuan memperdagangkan Efek di antara mereka. Bursa Efek Indonesia (BEI) itu sendiri merupakan hasil marger dari Bursa Efek Jakarta (BEJ) dengan Bursa Efek Surabaya (BES). Bursa Efek Indonesia merupakan pasar modal, yaitu pasar tempat terjadinya jual beli surat-surat berharga atau sekuritas yang ada di Indonesia dan berlokasi di kota Jakarta. Bursa Efek sebagai pasar atau tempat terjadinya perdagangan sekuritas untuk perusahaan Ae perusahaan yang telah go public dan terdaftar . di Bursa Efek, mempertemukan kepentingan pihak pembeli dan pihak penjual sekuritas melalui perantara para perusahaan sekuritas, sehingga orang tidak dapat langsung membawa uang tunai dan mengunjungi BEI untuk membeli saham. Para pembeli dan penjual sekuritas harus terdaftar atau menjadi nasabah dari perusahaan sekuritas untuk dapat melakukan Oleh karena itu. Bursa Efek sering dikenal sebagai pasar sekunder, tempat bertemunya para penjual dan pembeli surat berharga atau sekuritas. Laporan keuangan Menurut (Ikatan Akuntan Indonesia, 2. bahwa definisi mengenai laporan keuangan terdiri dari proses laporan keuangan pada umumnya terdiri dari neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, laporan posisi keuangan, catatan dan laporan lain serta materi akan penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan. Laporan keuangan pada suatu perusahaan awalnya hanyalah sebagai Aualat pengujiAy dari bagian pembukuan, tetapi untuk selanjutnya laporan keuangan tidak hanya sebagai alat penguji saja, tetapi juga sebagai dasar untuk dapat menentukan atau menilai posisi keuangan perusahaan tersebut. Laporan keuangan adalah suatu laporan yang menggambarkan hasil dari proses akuntansi yang digunakan sebagai alat komunikasi antar data keuangan perusahaan dengan pihak-pihak yang berkepentingan dengan data-data tersebut (Sundjaya, 2. Laporan keuangan merupakan suatu informasi perusahaan, dimana selanjutnya itu akan menjadi suatu informasi yang menggambarkan tentang kinerja suatu perusahaan Nilai perusahaan Menurut theory of the firm salah satu tujuan perusahaan (Salvatore, 2. Nilai perusahaan adalah persepsi investor terhadap keberhasilan perusahaan, nilai perusahaan yang tinggi akan membuat pasar percaya ataskinerja perusahaan dan kinerja manajemen dalam mengelola Menurut (Husnan, 2. Nilai perusahaan adalah nilai yang dibutuhkan investor untuk mengambil keputusan investasi yang tercermin dari harga pasar perusahaan. (Keown, 2. Pengertian Nilai perusahaan adalah persepsi investor terhadap tingkat keberhasilan perusahaan yang sering dikaitkan JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 dengan harga saham. Noerirawan . Nilai Perusahaan adalah kondisi yang telah dicapai oleh suatu perusahaan sebagai gambaran dari kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan setelah melalui suatu proses kegiatan selama beberapa tahun, yaitu sejak perusahaan tersebut didirikan sampai dengan saat ini. (Harmono, 2. Nilai Perusahaan adalah kinerja perusahaan yang dicerminkan oleh harga saham yang dibentuk oleh permintaan dan penawaran pasar modal yang merefleksikan penilaian masyarakat terhadap kinerja perusahaan. Analisis Rasio Keuangan Analisis rasio keuangan dilakukan untuk menganalisis kelemahandan kekuatan dibidang finansial dan akan sangat membantu dalam menilai prestasi manajemen masa lalu dan prospeknya dimasa datang (Sartono, 2. Alat untuk menganalisa laporan keuangan dalam menilai kondisi keuangan perusahaan dapat menggunakan analisis rasio keuangan. (Kasmir, 2. rasio keuangan adalah kegiatan membandingkan angka-angka yang ada dalam laporan keuangan dengan cara membagi satu angka dengan angka lainnya. Menurut (Hery, 2. rasio keuangan adalah alat utama untuk melakukan analisis keuangan dan memiliki beberapa kegunaan. Selain itu, menurut (Harahap, 2. rasio keuangan adalah angka yang diperoleh dari hasil perbandingan dari satu pos laporan keuangan dengan pos lainnya yang mempunyai hubungan yang relevan dan Rasio likuiditas Rasio Likuiditas menurut (Kasmir, 2. merupakan rasio yang menggambarkan kemampuan perusahaan dalam mencukupi hutang jangkapendek, selain itu fungsi lain rasio likuiditas adalah untuk menunjukkan atau mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajibannya yang jatuh tempo, baik kewajiban pada pihak perusahaan, dengan kata lain rasio likuiditas untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam membiaya dan memenuhi kewajiban atau utang pada saat Rasio Solvabilitas (Kasmir, 2. Rasio solvabilitas atau leverage merupakan rasioyang digunakan untuk mengukur sejauh mana aktiva perusahaan dibiayai dengan utang. Artinya berapa besar beban utang yang ditanggung perusahaan dibandingkan dengan aktivanya dalam arti luas dikatakan bahwa rasio solvabilitas digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar seluruh kewajibannya. Rasio Profitabilitas Rasio profitabilitas menurut (Kasmir, 2. merupakan rasio untuk menilai kemampuan perusahaan dalam mencari keuntungan rasio ini juga memberikan ukuran tingkat efektivitas manajemen suatu perusahaan. Ini dapat dilihat dari keuntungan yang didapatkan dari penjualan dan pendapatan investasi. Intinya adalah penggunaan rasio ini menunjukkan efisiensi Indikator profitabilitas dapat digunakan dengan membandingkan berbagai komponen laporan keuangan, terutama neraca dan laba Pengukuran dapat dilakukan dalam siklus bisnis yang berbeda untuk mengamati . enurunan atau peningkata. selamaperiode waktu tertentu dan menentukan alasan perubahan tersebut. Return On Asset (ROA) Return on Asset (ROA) merupakan salah satu bentuk rasio profitabilitas yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan atas keseluruhan dana yang ditanamkan dalam aktivitas operasi perusahaan dengan tujuan menghasilkan laba dengan memanfaatkan aktiva yang Return on Asset diperoleh dengan cara membandingkan net income terhadap total asset. Secara matematis ROA dapat dirumuskan sebagai berikut : Menurut (Hanafi & Halim, 2. Return On Asset (ROA) adalah Rasio yang mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan laba dengan menggunakan total asset . yang dipunyai perusahaan setelah disesuaikan dengan biaya-biaya untuk mendanai asset JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 Dapat disimpulkan bahwa satusatunya tujuan aset perusahaan adalah untuk menghasilkan pendapatan dan juga untuk menghasilkan keuntungan atau laba bagi perusahaan. ROA dapat membantu manajemen perusahaan dan investor untuk melihat seberapa baik suatu perusahaan mampu mengkonversi investasinya pada aset menjadi laba . Return On Equity (ROE) Return On Equity (ROE) adalah rasio antara laba bersih terhadaptotal equity. Semakin tinggi ROE menunjukkan bahwa semakin efisien perusahaan menggunakan modal sendiri untuk menghasilkan laba atau keuntungan ROE digunakan untuk mengukur tingkat pengembalian perusahaan atau memanfaatkan ekuitas . hareholdersAo equit. yang dimiliki oleh perusahaan. Menurut Riyanto dalam (Nugroho,2. menyatakan bahwa Return On Equity (ROE) merupakan perbandingan antara jumlah laba yang tersedia bagi pemilik modal sendiri disatu pihak dengan jumlah modal sendiri yang menghasilkan laba tersebut di pihak lain atau dengan kata lain rentabilitas modal sendiriadalah kemampuan suatu perusahaan dengan modal sendiri yang bekerja di dalamnya untuk menghasilkan keuntungan laba yang diperlukan untuk menghitung return on equity adalah laba usaha setelah dikurangi dengan bunga modal asing dan pajak perseroan atau incometax . arning after tax (EAT)). ROE dapat dirumuskan sebagai berikut: Sumber: data olah 2023 Kinerja Keuangan Pengertian kinerja keuangan menurut (Fahmi, 2. kinerja keuangan adalah suatu analisis yang dilakukan untuk melihat sejauh mana suatu perusahaan telah melaksanakan aturan-aturan pelaksanaan keuangan secara baik dan benar. Seperti dengan membuat suatu laporan keuangan yang telah memenuhi standar dan ketentuan dalam SAK (Standar Akuntansi Keuanga. atau GAAP (General Acepted Accounting Principl. , dan lainnya. Kinerja perusahaan merupakan suatu gambaran tentang kondisi keuangan suatu perusahaan yang dianalisis dengan alat-alat analisis keuangan, sehingga dapat diketahui mengenai baik buruknya keadaan keuangan suatu perusahaan yang mencerminkan prestasi ROA (X1. kerja Profitabilitas dalam periode tertentu. (Sucipto, 2. Nilai Perusahaan PBV (Y1. pengertian(X)kinerja keuangan adalah penentuan (Y) ROE (X1. ukuran- ukuran tertentu yang dapat mengukur keberhasilan suatu organisasi atau perusahaan dalam menghasilkan laba. Sedangkan menurut (IAI, 2. Kinerja Keuangan adalah kemampuan perusahaan dalam mengelola dan mengendalikan sumber daya yang dimilikinya. Perbankan Perbankan adalah kegiatan industri yang menangani uang tunai, kredit, dan transaksi Perbankan menghimpun dana . dan menyalurkan dana . (Kasmir, 2. Dengan kata lain, perbankan dapat dimengerti sebagai lembaga keuangan yang berperan sangat penting dalam menjalankan perdagangan internasional serta perekonomiannasional serta perekonomian yang modern. Hal ini ditunjukkan dengan semakin banyaknya minat masyarakat untuk menyimpan dana yang dimiliki, meminjam uang . untuk kebutuhan usaha, berbisnis, bahkan sampai melakukan investasi melalui perbankan. AuBank activities in a society have particular in process of economic development and in long term, bank helps to develop the productive capacity of an economy because bank is one of the main sources of investmentAy (Mousavi & Karshenasan, 2. Namun, secara teori terdapat perbedaan antara pengertian bank dan Menurut Undang-Undang Republik JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 Indonesia No tahun 1992 tentang perbankan, sebagaimana telah diubah dengan UndangUndang No 10 Tahun 1998, menyatakan bank adalahbadan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan mengeluarkan kepada masyarakat dalam bentuk-bentuk meningkatkan taraf hidup masyarakat banyak. Sesuai dengan keperluan yang diingikan. Kerangka Konseptual Gambar 1 Kerangka Konseptual Sumber : Data diolah 2023 METODE PENELITIAN Pendekatan Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif berupa data laporan keuangan yang dipublikasikan tahunan oleh Bursa Efek Indonesia Terindex LQ45 dari tahun 2016-2021. Metode penelitian kuantitatif merupakan salah satu jenis penelitian untuk menguji teori-teori tertentu dengan cara meneliti hubungan antar variabel Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif berupa data laporan keuangan yang dipublikasikan tahunan oleh Bursa Efek Indonesia Terindex LQ45 dari tahun 2016-2021 Metode penelitian kuantitatif merupakan salah satu jenis penelitian untuk menguji teori-teori tertentu dengan cara meneliti hubungan antar Menurut (Sugiyono, mengemukakan bahwa metode penelitian merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada fisafat positivisme, yang digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrument penelitian analisis data kauntitatif statistik, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Populasi dan sampel Penelitian Populasi Populasi menurut (Sugiyono, 2. merupakan wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik Berdasarkan tersebut, maka menjadi populasi pada penelitian ini adalah seluruh Laporan Keuangan perusahaan yang bergabung dalam Bursa Efek Indonesia LQ45 sebanyak45 perusahaan. Tabel 1 Populasi Penelitian Nama Perusahaan Kode Perusahaan Adaro Energy Tbk Sumber Alfaria Trijaya Tbk Aneka Tambang Tbk Astra International Tbk (ADRO) (AMRT) (ANTM) (ASII) Bank Central Asia Tbk (BBCA) (BBNI) Bank Negara Indonesia . Tbk Bank Rakyat Indonesia . Tbk Bank Tabungan Negara . Tbk BFI Finance IndonesiaTbk Bank Mandiri ( Perser. Tbk Barito Facific Tbk (BRPT) Bukalapak. com Tbk (BUKA) Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPNI) Elang Mahkota Teknologi Tbk Erajaya Swasembada Tbk (AMTK) (ERA) XL Axiata Tbk (EXCL) Ggudang Garam Tbk (GGRM) Saempoerna Tbk (HMSP) Harum Energy Tbk (HRUM) (ICBP) Indopood CBP Sukses Makmur TBK Vale Indonesia Tbk Indopood Sukses Makmur Tbk Indah Kiat Pup & Peper Tbk Indocement Tunggal Perkasa Tbk (INTP) Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) Japfa Comfeed Indonesia Tbk ( JPFA) Kalbe Farma Tbk (KLBF) Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) Medco Enegi International Tbk (MEDC) Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) Bukit Asam Tbk (PTBA) JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 (BBRI) (BBTN) (BFIN) (BMRI) (INCO) (INDF) (INKP) PP . Tbk (PTPP) Semen Indonesia . Tbk (SMGR) (TBIG) Tower Bersama Infrastructure Tbk Timah Tbk Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk Telkom Indonesia . Tbk (TINS) (TKIM) (TLKM) Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) Chandra Asri Petrichemical Tbk (TPIA) United Tractors Tbk (UNTR) Unilever Indonesia Tbk (UNVR) Wijaya Karya ( Perser. Tbk Waskita Karya (Perser. Tbk (WIKA) (WSKT) Sumber: Bursa Efek Indonesia LQ45, data diolah 2023 Sampel Sampel menurut (Sugiyono, 2. merupakan bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi. Penentuan jumlah sampel yang akan diperoleh dari jumlah populasi harus dilakukan dengan Teknik pengambilan sampling yang tepat. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling yaitu pengambilan sampel berdasarkan kriteria tertentu (Sugiyanto, 2. dengan tujuan untuk mendapatkan sampel yang representative. Adapun kriteria penentuan sampel penelitian yang digunakan adalah sebagai . Perusahaan Perbankkan yang terdaftar dalam terindex LQ45 yang memiliki laporan keuangan dari tahun 20162021. Perusahaan yang sahamnya aktif di perdagangkan di Bursa Efek Indonesia selama periode penelitian. Perusahaan yang memiliki publikasi laporan keuangan 2016-2021 Berdasarkan kriteria di atas sampel penelitan sebanyak 5 Perusahaan perbankan yang bergabung di LQ45 yang memenhi syarat-syarat kriteria tersebut. Jumlah sampel penelitian sebanyak 5x6=30 sampel. Adapun sampel perusahaan perbankan digunakan sebagai berikut: Tabel 2 Sampel Penelitian No Kode Nama Perusahaan BBCA Bank Central Asia tbk BBNI Bank Negara Indonesia . tbk BBRI Bank Rakyat Indonesia . tbk BBTN Bank Tabungan Negara . tbk BMRI Bank Mandiri . tbk Sumber: Data diolah,2023 Berdasarkan tabel diatas dalam penelitian ini diperoleh data yang menjadi sampel penelitian adalah berupa laporan keuangan selama 6 periode dari tahun 2016-2021 dan di ambil 5 perusahaan yang membagikan laporan keuangan secara lengkap selama periode penelitiantahun 20162021. Jumlah sampel yang diambil 30 data laporan keuangan perusahaan selama 6 tahunke belakang sehingga cukup untuk melakukanpenelitian Metode Pengumpulan Data Metode penelitian yang digunakan penulis adalah penelitian deskriftif, yang berarti terhadap fenomena atau populasi untuk menjelaskan eksplansinya, mengacu pada data berupa angkaangka sehingga hal ini dikategorikan dalam penelitian yang bersifat kuantitatif. Pengumpulan data dalam mengumpulkan sampel yang digunakan untuk membuat skripsi ini adalah : Dokumentasi penelitian yang dilakukan dengan cara mengumpulkan literature yang ada hubungannya dengan pembuatan skripsi dengan tujuan untuk mendapatkan landasan Teknik Analisa . Pengumpulan data laporan keuangan dan annual report perusahaan go public yang telah dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia Terindex LQ45 tahun 2016-2021. Teknik Analisis Data Teknik analisis data yang digunakan penulis adalah kuantitatif, yaitu analisis yang digunakan untuk menguji adalah teknis data hubungan pengaruhvariabel bebas (X) dan variabel terikat (Y), yaitu dengan menggunakan alat analisis Generalized Structured Component Analysis (GeSCA) adalah metodebaru Structural Equation JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 Modeling (SEM) berbasis komponen, sangat penting dapat digunakan dan diterapkan perhitungan skor . ukan skal. dan juga dapat diterapkan pada sampel yang sangat kecil. Disamping itu Generalized Structured Component Analysis (GeSCA) dapat digunakan pada model struktur yang melibatkan variabel dengan indikator Permasalahan yang sering terjadi kendala bagi suatu penelitian yaitu masalah singularitas dan multikolonieritas dalam analisis model structural yang menggunakan Generalized Structured Component Analysis (GeSCA) konvarians, didalam prakteknya Generalized Structured Component Analysis (GeSCA) memperbolehkan terjadinya multikolonieritas yaitu terjadi korelasi yang kuat diantara variabel eksogen (Tanehaus, 2008. Hwang, 2009, dalam Salimun, 2. Selain itu Generalized Structured Component Analysis (GeSCA) dapat diterapkan pada model structural yang memiliki dasar teori yang sudah kuat atau menggunakan metode analisis Kemudian data yang telah dikumpulkan dalam penelitian akan dianalisis oleh Generalized Structured Component Analysis (GeSCA) dengan pertimbangan : Generalized Structured Component Analysis (GeSCA) menggantikan faktor dengan kombinasi linier dari indicator . ariable manifes. didalam analisis SEM. Generalized Structured Component Analysis (GeSCA) menggunakan metode kuadrat terkecil . ast squar. dalam proses pendugaan Generalized Structured Component Analysis (GeSCA) menghindari kekurangan dari Partial Last Square (PLS) Generalized Structured Component Analysis (GeSCA) dilengkapi dengan prosedur optimalisasi global. Generalized Structured Component Analysis (GeSCA) juga diterapkan pada hubungan antar variabel yang kompleks . isa rekursif dan tidak rekursi. Generalized Structured Component Analysis (GeSCA) adalah metode baru SEM berbasis perhitungan skor . Generalized Structured Component Analysis (GeSCA) dapat diterapkan pada sampel yang sangat kecil. Generalized Structured Component Analysis (GeSCA) dapat diterapkan dalam model structural yang melibatkan variabel dengan indikator reflektifatau formatif. Generalized Structured Component Analysis (GeSCA) dipergunakan untuk mendapatkan model struktural yang power full untuk menguji berbasis teori, mengonfirmasikan teori dan hubungan antar variabel yang terdapat di dalam model struktural. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengujian Hipotesis Goodness of Fit GSCA Model teoritis pada kerangka konseptual penelitian, dikatakan fit jika didukung oleh data empirik. Hasil pengujian goodness of fit overall model, sesuai dengan hasil analisis GSCA pada Lampiran, guna mengetahui apakah model hipotesis didukung oleh data Hasil pengujian goodness of fit diberikan pada tabel di bawah ini. Tabel 3 Hasil Pengujian Goodness Of Fit Overall Model Model Fit FIT AFIT FITs FITm GFI SRMR OPE OPEs OPEm Sumber : Data diolah, 2023 FIT = 0. FIT menunjukkan varians total dari semua variabel . ndikator dan kompone. yang dijelaskan oleh spesifikasi model Seperti R Squared dalam regresi linier, nilai FIT berkisar antara 0 hingga 1. Semakin besar nilai ini, semakin banyak varians dalam variabel yang diperhitungkan oleh model yang ditentukan. Misalnya. FIT JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 = 0. 50 menunjukkan bahwa 50% dari total varians semua variabel dijelaskan oleh Tidak ada batas aturan praktis untuk FIT, yang menunjukkan kecocokan yang dapat diterima. Jadi, model yang terbentuk dapat menjelaskan semua variabel yang ada sebesar 0,595. Keragaman dari data dapat dijelaskan oleh model sebesar 59,5% dan sisanya sebesar 40,5% menunjukkan bahwa model baik untuk menjelaskan fenomena yang dikaji. AFIT = 0. AFIT (Adjusted FIT) serupa dengan R squared adjusted pada analisis regresi. AFIT dapat digunakan untuk perbandingan model. Model dengan AFIT nilai terbesar dapat dipilih antara model yang lebih baik. Jika dilihat dari AFIT keragaman model dari Profitabilitas dan Nilai Perusahaan yang dapat dijelaskan oleh adalah sebesar 56% dan sisanya sebesar 44% dapat dipengaruhi oleh variabel lainnya. Berarti model cukup baik untuk menjelaskan fenomena yang FITs = 0. FITs menunjukkan varians total dari semua komponen yang dijelaskan oleh spesifikasi model struktural tertentu. Nilai FITs berkisar dari 0 hingga 1. Semakin besar nilai ini, semakin banyak varians dalam komponen yang diperhitungkan oleh model struktural yang ditentukan. Pada tabel 3 diketahui bahwa nilai FITs yaitu sebesar 0,039. FITm = 0. FITm menunjukkan varians total dari semua indikator yang dijelaskan oleh spesifikasi model pengukuran tertentu. Nilai FITm berkisar dari 0 hingga 1. Semakin besar nilai ini, semakin banyak varians dalam indikator yang diperhitungkan oleh model pengukuran yang ditentukan. Pada tabel 3 diketahui bahwa nilai FITm yaitu sebesar 0,965. GFI = 0. GFI (Unweighted Least- Square. , sebanding dengan perbedaan antara kovarian sampel dan kovarian yang diproduksi oleh pendugaan parameter GeSCA. Nilai GFI yang baik adalah Hasil dari pengujian goodness of fit pada tabel 3 Nilai GFI sebesar 0,999 > 90 maka telah memenuhi cut off value dan model dikatakan baik. Hal ini dikarenakan pada GFI apabila nilai semakin mendekati 1 maka model dikatakan semakin baik. SRMR = 0. SRMR . tandardized root mean square residua. , pada model ini didapatkan nilai SRMR sebesar 0,025, sehingga model yang terbentuk dapat dikatakan telah sesuai. Hal ini dikarenakan pada SRMR apabila nilai semakin mendekati 0, maka model dikatakan semakin sesuai. Hal ini dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 4 Ukuran Goodness Of Fit Model Overall Pada GSCA Goodness of Fit Cut- Off SRMR O 0. GFI Ou 0. Sumber : Solimun, 2013 terlihat (Cho. Jung. Hwang, 2. OPE dapat digunakan untuk membandingkan model yang berbeda dalam hal kekuatan Pada tabel 4 diketahui bahwa nilai OPE yaitu sebesar 0,415. OPEs = 0. OPEs menunjukkan kekuatan prediksi model struktural tertentu. Pada tabel 4 diketahui bahwa nilai OPEs yaitu sebesar 0,980. OPEm = 0. OPEm menunjukkan kekuatan prediksi dari model pengukuran tertentu. Pada tabel 4 diketahui bahwa nilai OPEm yaitu sebesar 0,039. Model Pengukuran (Measurement Mode. Variabel Profitabilitas (X) Variabel Profitabilitas (X) dengan indikator formatif. Untuk indikator formatif pada pengujian dengan menggunakan GSCA, yang di baca nilai Weights pada measurement model. Variabel ini diukur menggunakan dua Interval kepercayaan 95pat digunakan untuk menguji signifikansi . aitu, estimate dapat dianggap signifikan secara statistik pada tingkat 0,05 dan jika interval kepercayaannya tidak termasuk . Berikut disajikan hasil measurement model variabel Profitabilitas (X). Saat ukuran sampel = 100. GFI Ou 0,89 dan SRMR O 0,09 menunjukkan kecocokan yang dapat diterima. Meskipun kedua indeks dapat digunakan untuk menilai kecocokan Tabel 5 Hasil Measurement Model pada Variabel model, menggunakan SRMR dengan nilai Profitabilitas (X) cutoff di atas mungkin lebih baik daripada Weights menggunakan GFI dengan nilai cutoff yang Estimate 95%CI Juga, jika SRMR O 0,09, maka Indikator nilai cutoff GFI Ou 0,85 mungkin masih ROA (X1. merupakan indikasi kecocokan yang dapat ROE (X1. Saat ukuran sampel > 100. GFI Ou 0,93 atau SRMR O 0,08 menunjukkan kecocokan Sumber : Data diolah, 2023 yang dapat diterima. Setiap indeks yang Dari tabel di atas, diperoleh hasil disarankan nilai cutoff dapat digunakan pengukuran measurement model sebagai secara independen untuk menilai kecocokan . Pada indikator pertama yaitu ROA OPE = 0. (X1. , memiliki nilai estimate weights OPE . ut-of-sample prediction erro. sebesar 0,577 > 0,05, dengan bootstrap menunjukkan kekuatan prediksi model interval kepercayaan 95%. Hal ini tertentu untuk pengamatan yang tidak mengindikasikan bahwa indikator (X1. JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 signifikan sebagai pengukur variabel Profitabilitas (X). Pada indikator kedua yaitu ROE (X1. memiliki nilai estimate weights sebesar 0,450 > 0,05, dengan bootstrap interval Hal mengindikasikan bahwa indikator (X1. signifikan sebagai pengukur variabel Profitabilitas (X). Dari hasil pengujian measurement model di atas terlihat bahwa variabel Profitabilitas (X) dicerminkan oleh dua indikator formatif. Dari indikator formatif tersebut terlihat bahwa indikator pertama yaitu ROA (X1. memiliki nilai koefisien tertinggi sebesar 0,577 dan indikator kedua yaitu ROE (X1. mempunyai nilai koefisien terendah sebesar 0,450. Hal ini mengindikasikan bahwa pengukuran variabel Profitabilitas (X) utamanya dilihat dari indikator pertama yaitu ROA (X1. Nilai loading dari semua indikator Profitabilitas (X) memberikan nilai convergent validity . ilihat dari nilai estimasi loadin. yang baik yaitu sudah lebih dari 0,05 dan signifikan secara statistik, dengan bootstrap interval kepercayaan 95%. Variabel Nilai Perusahaan (Y) Variabel yang kedua adalah Nilai Perusahaan (Y) dengan indikator formatif. Untuk indikator formatif pada pengujian dengan menggunakan GSCA, yang di baca nilai Weights pada measurement model. Variabel ini diukur menggunakan satu Interval kepercayaan 95pat digunakan untuk menguji signifikansi . aitu, estimate dapat dianggap signifikan secara statistik pada tingkat 0,05, dan jika interval kepercayaannya tidak termasuk . Berikut disajikan hasil measurement model variabel Nilai Perusahaan (Y). Tabel 6 Hasil Measurement Model pada Variabel Nilai Perusahaan (Y) PBV (Y1. Estimate JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 95%CI Sumber : Data diolah, 2023 Dari tabel di atas, diperoleh hasil pengukuran measurement model sebagai Pada indikator pertama PBV (Y1. memiliki nilai estimate weights sebesar 0,638 > 0,05, dengan bootstrap interval kepercayaan 95%. Hal ini mengindikasikan bahwa indikator (Y1. signifikan sebagai pengukur variabel Nilai Perusahaan (Y). Dari hasil pengujian measurement model di atas terlihat bahwa variabel Nilai Perusahaan (Y) dicerminkan oleh satu indikator formatif. Dari indikator formatif tersebut terlihat bahwa indikator pertama yaitu PBV (Y1. memiliki nilai koefisien sebesar 0,638. Hal ini mengindikasikan Nilai Perusahaan (Y) utamanya dilihat dari indikator pertama yaitu PBV (Y1. Nilai loading dari semua indikator formatif variabel Nilai Perusahaan (Y) memberikan nilai convergent validity . ilihat dari nilai estimasi loadin. yang baik yaitu sudah lebih dari 0,05 dan signifikan secara statistik, dengan bootstrap interval kepercayaan 95%. Model Struktural Hasil pengujian Hipotesis diuji dengan uji GSCA pada path coefficients. GSCA menyediakan interval kepercayaan (CI) 95% dari perkiraan parameter model. Jika 95% CI dari perkiraan parameter tidak mengandung nol, perkiraan parameter signifikan secara statistik dan estimate dapat dianggap signifikan secara statistik pada tingkat 0,05. Hasil analisis sebagai berikut. Tabel 7 Hasil Pengujian Hipotesis pada Struktural Model N Peng o aruh Weights Indikator Profit (X)E Nilai Esti 95% CI Keputusan Signifikan Perus (Y) Sumber : Data diolah, 2023 JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 Secara grafis, hasil pengujian struktural model disajikan secara lengkap pada gambar dibawah ini. Profitabilitas (X): Sumber Nilai Perusahaan (Y) Sumber : Data Diolah, 2023 Interpretasi dari hasil pengujian hipotesis pada tabel 7 di atas maka dapat dijelaskan sebagai berikut. Ada pengaruh profitabilitas terhadap Nilai Perusahaan pada perbankan yang terindeks LQ45 Periode Tahun 20162021 dengan nilai estimate sebesar 0,280 > 0,05, dengan bootstrap interval kepercayaan 95%. Mengingat nilai estimate tersebut bertanda positif, ini berarti bahwa terdapat hubungan searah antara profitabilitas dengan nilai perusahaan, yaitu semakin tinggi profitabilitas pada perbankan yang terindeks LQ45 Periode Tahun 20162021, maka semakin tinggi pula tingkat Nilai Perusahaannya. Artinya H0 ditolak dan Ha diterima. Besarnya perbankan yang terindeks LQ45 Periode Tahun 2016-2021 yaitu sebesar 56% dan sisanya sebesar 44% dapat dipengaruhi oleh variabel lainnya di luar dari variabel yang diuji. Besarnya pengaruh diambil dari nilai AFIT,karena sampelnya kurang AFIT (Adjusted FIT) serupa dengan R squared adjusted pada analisis regresi (Heungsun Hwang, 2. Pembahasan Sejarah Singkat Bursa Efek Indonesia (BEI) Bursa Efek Indonesia adalah salah satu bursa saham yang dapat memberikan peluang investasi dan sumber pembiayaan dalam upaya mendukung pembangunan Ekonomi Nasional. Bursa Efek Indonesia berperan juga dalam upaya mengembangkan pemodal lokal yang JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 besar dan solid untuk menciptakan Pasar Modal Indonesia yang stabil. Bursa Efek Indonesia berawal dari berdirinya Bursa Efek di Batavia, yang dikenal sebagai jakarta pada saat ini, oleh pemerintah Hindia Belanda pada tanggal 14 Desember Sekuritas diperdagangkan adalah saham dan obligasi perusahaan-perusahaan Belanda beroperasi di Indonesia, obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah Hindia Belanda dan sekuritas lainnya. Perkembangan bursa efek di Batavia sangat pesat sehingga mendorong pemerintah Belanda membuka Bursa Efek Surabaya pada tanggal 11 Januari 1925 dan Bursa Efek Semarang pada tanggal 1 Agustus 1925. Kedua bursa ini kemudian ditutup karena terjadinya gejolak politik di Eropa awal tahun 1939. Pasar modal di Indonesia sekaligus bursa efek di Jakarta ditutup karena terjadinya perang dunia kedua Pada tanggal 3 Juni 1952 bursa efek di Jakarta kembali digiatkan dengan dibukanya kembali pasar modal di Indonesia karena adanya inflasi dan resesi ekonomi kegiatan Bursa Efek Indonesia dihentikan Kembali pada tahun 1958, hal ini tak berlangsung lama sebab Bursa Efek di Jakarta dibuka Kembali dan akhirnya mengalami kebangkitan pada tahun Pada tahun 1976 berdirinya BAPERAM (Badan Pelaksana Pasar Moda. serta berdirinya perusahaan dan investasi PT. Danareksa disusul kebangkitan ini BEI diserta dengan terbentuknya Tim Uang dan Pasar Modal. Kebangkitan diresmikannya aktivitas perdagangan di Bursa Efek Jakarta oleh Presiden Soeharto pada tahun Pemerintah mengeluarkan kebijakan Paket Deregulasi Desember 1987 dan Desember 1988 tentang diperbolehkannya swastanisasi Bursa Efek Paket Deregulasi ini kemudian mendorong Bursa Efek Jakarta berubah menjadi PT. Bursa Efek Jakarta (BEJ) pada tanggal 13 Juli 1992. Pada tahun ini juga BAPERAM yang awalnya Badan Pelaksana Pasar Modal berubah menjadi Badan Pengawas Pasar Modal. Bursa Efek Jakarta berkembang dengan pesat sehingga kegiatannya semakin ramai dan kompleks. Hal ini menyebabkan sistem perdagangan manual yang selama ini dilakukan di Bursa Efek Jakarta tidak lagi Berdasarkan hasil analisis nilai AFIT 0,560 yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa dalam penelitian ini besarnya pengaruh signifikan Profitabilitas (X) terhadap nilai perusahaan (Y) pada Perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Terindex thun 20262021 sebesar 56% dan sisanya 44%. Artinya terdapat hubungan searah antara profitabilatas dengan nilai perusahaan, yaitu semakin tinggi profitabilitas pada perbankan yang Terindex LQ45 periode Tahun 2016-2021, maka semakin tinggi pula tingkat nilai perusahaan. Penelitian ini mendukung teori yang dikemukakan oleh (Kasmir, 2. Rasio profitabilitas merupakan rasio untuk menilai kemampuan perusahaan dalam mencari keuntungan rasio ini juga memberikan ukuran Ini dapat dilihat dari keuntungan yang didapatkan dari penjualan dan pendapatan Intinya adalah penggunaan rasio ini menunjukkan efisiensi perusahaan. Penelitian ini juga mendukung penelitian (Sianturi, 2. mengkaji tentang pengaruh kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi di BEI. Berdasarkan hasil penelitian variabel Solvabilitas secaraParsial, berpengaruh negatif dikarenakan perusahaan yang memiliki tingkat utang yang tinggi akan menyebabkan beban bunga yang dibayarkan perusahaan juga tinggi akanmengurangi kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dan hal ini mempengaruhi keputusan investor dalam menginvestasikan dananya ataumembeli saham suatu perusahaan. Secara Parsial variabel Profitabilitas perusahaan dikarenakan kontribusi peningkatan laba dapat memberikan Indikasi bagi pemegang saham bahwa tingkat pengembalian investasi makin tinggi dan gambaran prospek perusahaan yang semakin baik karena adanya potensi JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 peningkatan keuntungan atas jumlah modal yang disediakan oleh pemilik perusahaan. Semakin baik perusahaan membayar return terhadap pemegang saham akan meningkatkan nilai perusahaan. Berdasarkan hasil Measurement Model pada variabel Profitabilitas (X) yang paling tinggi nilai koefisiennya adalah indikator pertama yaitu ROA (X1. , sedangkan selanjutnya indikator yang paling rendah nilai koefisiennya adalah indikator kedua yaitu ROE (X1. Hal ini sesuai dengan hasil yang disebabkan oleh kenaikan Profitabilitas laba bersih yang melebihi peningkatan total aktiva Hasil pengujian dalam penelitian ini adalah menunjukkan bahwa Profitabilitas berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan pada perusahaanManufaktur yang terdaftar di Bursa efek Indonesia (BEI) terindex LQ45, perusahaan memberikan keuntungan yang tinggi atas modal yang diinvestasikan. Pengaruh current ratio . asio lanca. terhadap nilai perusahaan merupakan rasio yang menggambarkan kemampuan perusahaan dalam mencukupi hutang jangka pendek, begitu jugadengan return on asset (ROA) merupakan salah satu bentuk rasio profitabilitas yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan atas keseluruhan dana yang ditanamkan dalam aktivitas operasi perusahaan dengan tujuan menghasilkan laba dengan memanfaatkan aktiva yang dimilikinya. Yang artinya bahwa penilaian kinerja ini dapat memberikan umpan balik bagi manajemen tentang bagaimana manajemen menilai kinerja keuangan perusahaan dalam mendayagunakan seluruh aktiva perusahaan untuk menghasilkan keuntungan bagi investor. Berdasarkan temuan ini dapat disimpulkan bahwa Profitabilitas berpengaruh terhadap nilai Perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Terindex LQ45 Periode Tahun 20162021. Maka hasil hipotesis penelitian ini menunjukkan bahwa Ho = diterima dan Ha = ditolak, yang artinya Profitablitas (Y) berpengaruh terhadap nilai perusahaan (X) Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Terindex LQ45. KESIMPULAN Adapun Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu sebagai berikut: Ada pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan pada perbankan yang terindeks LQ45 PeriodeTahun 2016-2021. Besarnya pengaruh Profitabilitas terhadap nilai perusahaan pada perbankan yang terindeks LQ45 Periode Tahun 2016-2021 yaitu sebesar 56% dan sisanya sebesar 44% dapat dipengaruhi oleh Variabel lainnya di luar dari Variabel yang diuji. SARAN