Early Child Research and Practice - ECRP, 2024: 4. , 109-112 JalanMeranti Raya Nomor 32 SawahLebar. Kota Bengkulu e-ISSN 2723-5718 Peningkatan Kemampuan Motorik Halus Anak Melalui Tehnik Mozaik Menggunakan Serutan Pensil Warna Silvia Kristianti. Asnawati. Mimpira Haryono Affiliation: TK Al-Karomah Kampung Dalam Kecamatan Lebong Utara Kabupaten Lebong Corresponding Author: silviaaguswan@gmail. Abstract Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan motorik halus melalui tehnik mozaik menggunakan serutan pensil di TK Al-Karomah Lebong. Penelitian ini sebanyak II siklus dalam 4 kali pertemuan dan bimbingan pada anak-anak di TK Al-Karomah. Subjek penelitian ini adalah anak kelompok B TK Al-Karomah berjumlah 15 anak terdiri dari 9 anak perempuan dan 6 anak laki-laki. Tehnik analisis data yang di gunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif yang di analisis di peroleh melalui Berdasarkan hasil penelitian beberapa siklus menunjukan bahwa perkembangan motorik halus anak terbukti dari indikator keberhasilan yang di capai pada siklus I mendapat nilai persentase 52% dengan kriteria Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dan pada siklus II indikator keberhasilan menjadi 98% dengan kriteria Berkembang Sangat Baik (BSB) dengan ini artinya peningkatan motorik halus melalui tehnik mozaik menggunakan serutan pensil di TK Al-Karomah Lebong. Keyword: Kemampuan Motorik Halus. Tehnik Mozaik Pendahuluan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah suatu upaya pembinaan yangditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan Untuk mengoptimalkan kemampuan anak, seseorang perlu memberikan rangsangan terhadap aspek-aspek perkembangan yang sesuai dengan motoriknya. Masa pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini harus dipantau secara terus menerus dan holistic agardapat diketahui kesiapan dan kematangannya, baik yang berhubungan dengan kemampuan dasar maupun perkembangan pembiasaan yang akan membentuk pribadi anak. Berdasarkan Kurikulum Merdeka tentang sistem Pendidikan Nasional tahun 2022, menjelaskan bahwa pendidikan anak usia dini hendaknya berfokus pada stimulasi otot-otot agar mereka bertumbuh kembang dengan optimal (Kurikulum. Nomor 008/H/Kr/2. Aspek-aspek perkembangan anak usia dini yang dikembangkan meliputi aspek nilai agama dan moral,kognitif, bahasa, fisik motorik, sosial dan emosional serta seni. (Trianto,2011:15-. yang akan dikembangkan pada pembelajaran di sekolah TK Al-karomah. Adapun kemampuan motorik halus pada anak bervariasi dan berbeda dalam hal kekuatan meupun ketepatan. Perbedaan tersebut dapat dipegaruhi oleh pembawaan anak atau faktor keturunan dan lingkungan anak. Lingkungan menjadi pengaruh terbesar dalam perkembangan motorik halus anak, untuk itu anak perlu mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan dan menggunakan kemampuan motorik halus anak. Adapun metode yang digunakan adalah metode demontrasi. Upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak usia dini dapat dilakukan dengan memberi rangsangan . aputra 2018:Volume . Seperti rangsangan motorik halus memalui tehnik mozaik menggunakan serutan pensil warna. Untuk mengembangkan potensi anak sejak dini sebagai persiapan untuk hidup yang lebih baik dimasa depan, dan dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya . uliani kutipan oleh aryanti,2016,volume . Early Child Research and Practice - ECRP, 2024: 4. , 109-112 JalanMeranti Raya Nomor 32 SawahLebar. Kota Bengkulu e-ISSN 2723-5718 Pembelajaran di dalam kelas harus didukung dengan metode pembelajaran, sebagai pendukung berkembangnya kemampuan yang dimiliki oleh anak. Metode pembelajaran yang variatif juga dapat menjadi strategi pengembangan pembelajaran di kelas. Metode yang dapat digunakan untuk mengembangkan kemampuan motorik halus anak adalah metode demonstrasi. Menurut Gunarti, dkk . 0:9. AuMetode demonstrasi adalah suatu strategi pengembangan dengan cara memberikan pengalaman belajar melalui perbuatan melihat dan mendengarkan yang diikuti dengan meniru pekerjaan yang di demonstrasikanAy. Kemampuan motorik halus dapat meningkat karena dengan metode demonstrasi anak dapat memperhatikan contoh yang diberikan guru serta dapat menirukannya dengan benar. Pembelajaran di dalam kelas yang aktif dan menyenangkan juga memerlukan sarana pendukung, yang dapat membantu guru dalam menyampaikan pembelajaran agar dapat tersampaikan secara maksimal. Anak perlu mendapatkan kesempatan untuk menggunakan kemampuan motoriknya. Sehingga menjadi tantangan bagi guru dalam menciptakan kondisi pembelajaran yang menyenangkan bagi anak, agar anak dapat memusatkan perhatiannya secara penuh pada belajar. Upaya yang dapat dilakukan oleh guru untuk meningkatkan kemampuan motorik anak adalah melalui pembelajaran yang menarik. Dengan pembelajaran yang menarik tersebut anak dapat melatih otot-otot tangan, dan melatih koordinasi mata dan tangannya. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di TK Al-Karomah Desa Kampung Dalam kelompok B, dari 15 siswa di kelas, ada 10 anak yang keterampilan motorik halusnya belum berkembang secara optimal. Anak-anak mengalami kesulitan dalam menggerakkan koordinasi tangan dan mata, khususnya dalam kegiatan menempel benda-benda kecil, anak masih banyak meminta bantuan guru. pembelajaran menempel masih ada anak yang menempel tidak sesuai pola gambar. Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan kurangnya perkembangan kemampuan motorik halus anak di kelas antara lain kondisi kelas yangurang kondusif, kegiatan pembelajaran yang digunakan guru monoton dan motivasi yang diberikan guru kepada anak dalam melaksanakan kegiatan yang berhubungan dengan motorik halus juga belum maksimal. Kondisi kelas yang kurang kondusif karena di dalam kelas hanya terdapat satu guru, sedangkan anak kelompok B sangat aktif dan tidak bisa diam. Media pembelajaran yang digunakan guru kurang variatif, guru hanya menggunakan media seperti majalah dan kegiatan yang sering dilakukan untuk mengembangkan motorik halus adalah menggambar dan mewarnai. Pembelajaran di dalam kelas memerlukan alternatif yang efektif sehingga bisa meningkatkan kemampuan motorik halus pada anak. Guru dapat melakukan inovasi dengan melakukan kegiatan yang menyenangkan, seperti melakukan strategi pembelajaran baru yang dapat membuat anak tertarik terhadap pembelajaran. Guru juga dapat menggunakan media selain majalah, seperti menggunakan media gambar dengan ukuran yang dapat menjangkau anak dan media benda asli, melalui kegiatan yang menyenangkan serta penggunaan media yang tepat dapat membuat anak merasa tertarik terhadap kegaiatan yang ada di dalam kelas. Kegiatan di sekolah terutama di dalam kelas, harus selaras dengan tujuan pendidikan, serta prinsip pembelajaran anak usia dini yaitu pembelajaran berpusat pada anak. Penyusunan kegiatan pembelajaran juga harus sesuai dengan kurikulum, karena penyusunan kurikulum sudah disesuaikan dengan memperhatikan seluruh potensi anak agar berkembang secara Mengatasi permasalahan yang timbul dalam pembelajaran di kelas ini, maka dilakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), dalam upaya perbaikan proses belajar mengajar dalam kelas, sebaiknya pada saat kegiatan pembelajaran di kelas guru melakukan kegiatan yang menyenangkan, mengajak anak aktif dalam pembelajaran di kelas, serta penggunaan media yang lebih menarik perhatian anak. Guru dapat memberikan kegiatan mozaik dengan metode demonstrasi, sehingga dapat membantu meningkatkan kemampuan motorik halus anak. Melalui metode demonstrasi guru dapat menunjukkan pada anak cara membuat mozaik dengan baik mulai dari menjimpit, memberi lem, dan menempelkan dengan tepat pada pola gambar. Didalam kegiatan mozaik anak akan berlatih mengembangkan kreativitasnya dan melatih motorik halusnya dengan mengkoordinasikan jari tangan dan mata. Bahan yang digunakan juga bervariasi yaitu menggunakan serutan pensil warna. Early Child Research and Practice - ECRP, 2024: 4. , 109-112 JalanMeranti Raya Nomor 32 SawahLebar. Kota Bengkulu e-ISSN 2723-5718 Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Harjodipuro menjelaskan bahwa PTK adalah pendekatan untuk memperbaikipendidikan melalui sebuah perubahan, mendorong guru untuk intropeksi terhadap praktik mengajarnya sendiri, kritis terhadap mengajar serta mau untuk mengubahnya . alam Elfanany, 2013:. Menurut Masyhud . PTK merupakan suatu penelitian tindakan yang diaplikasikan dalam kegiatan belajar mengajar di kelas dengan tujuan untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembelajaran. Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan penelitian tindakan kelas merupakan penelitian yang dilakukan dalam kegiatan pembelajaran yang bertujuan untuk memperbaiki kegiatan pembelajaran. Hasil Penelitian Berdasarkan hasil reflesi dari 15 anak di Satuan TK Al-Karomah Kabupaten Lebong, berdasarkan aspek yang diamati yang semuanya 100% mendapatakan kriteria penilaian BSB. Sementara prosentase keberhasilan secara keseluruhan aspek yang diamati sebesar 52% (BSB). Dari hasil refleksi diatas perkembangan keaksaraan anak melalui Tehnik Mozaik menggunakan seruran pensil warna setelah tindakan pada siklus II menunjukkan bahwa sudah mengalami peningkatan dengan baik, terlihat 15 orang anak dari aspek yang diamati menunjukkan kriteria penilaian Berkembang Sangat Baik (BSB). Hal ini dikarenakan adanya jeda waktu yang diberikan untuk membantu anak memahami konsep permainan yang diberikan sebelum memasuki siklus II. Persentase keberhasilan secara keseluruhan yang diperoleh pada Siklus II Pertemuan ke I Berdasarkan data yang didapati dari Siklus II ini telah diperoleh persentase 98% dari keseluruhan murid dengan jumlah 15 anak dengan . riteria BSB) Sehingga mencapai sesuai indikator keberhasilan yang telah ditetapkan, maka penelitian Pembahasan Dari hasil yang diperoleh pada penelitian yang dilaksanakan di TK Al-Karomah Lebong dalam meningkatkan perkembangan motorik halus anak melalui kegiatan mozaik yaitu menggunakan bahan yang berbeda dengan menggunakan dua siklus yaitu setiap siklus memiliki dua pertemuan mengalami peningkatan yang dilalui secara bertahap. Berdasarkan hasil yang didapat diketahui pada siklus I bahwa dalam peningkatan motorik halus anak melalui kegiatan mozaik mencapai indikator keberhasilan yang ditetapkan yaitu dengan nilai ratarata 52% dengan kriteria berkembang sesuai harapan (BSH), namun belum mencapai indikator keberhasilan yang telah ditetapkan yaitu 72%-92% dengan kriteria berkembang sangat baik (BSB). Sehingga perlu di adakan tindakan pada siklus II. Berdasarkan hasil evaluasi seluruh kegiatan tehnik mozaik sudah sangat menggembirakan. Anakanak dalam mengikuti kegiatan terlihat antusias dari awal sampai akhir. Selain itu anak-anak masih meminta kepada guru untuk bisa permainan lagi. Namun masih terdapat dua anak yang sampai 72% dengan akhir kegiatan tidak bisa melaksanakan kegiatan dengan hasil baik, dikarenakan kesulitan anak Dengan perbaikan yang telah dilakukan, akhirnya kemampuan motorik halus anak kelompok B pada siklus II sudah mencapai peningkatan yang signifikan atau sudah mencapai tingkat keberhasilan yang ditetapkan, yaitu 80% dari total jumlah anak mencapai kriteria baik dalam aspek pengembangan kemampuan motorik halus, terdiri dari kemampuan menebalkan pola, menggunting pola, dan menempelkan sesuai garis pola. Berdasarkan data tersebut pada pelaksanaan tindakan siklus II telah dicapai perkembangan yang signifikan, yakni pencapaian persentase anak dengan kriteria baik telah mencapai di atas 72%. Dengan merujuk pendapat Suharsimi Arikunto . 0: . bahwa tingkat keberhasilan dalam penelitian yang mencapai 72-92% termasuk dalam kriteria baik, maka kegiatan dihentikan. Pada siklus II dapat diketahui bahwa peningkatan motorik halus anak melalui kegiatan mozaik di TK Al-Karomah Lebong mengalami peningkatan dengan nilai persentase mencapai 92% dengan kriteria berkembang sangat baik (BSB) sehingga telah mencapai indikator keberhasilan yang telah Dapat dilihat pada tabel dibawah ini: Early Child Research and Practice - ECRP, 2024: 4. , 109-112 JalanMeranti Raya Nomor 32 SawahLebar. Kota Bengkulu e-ISSN 2723-5718 Tabel 1. Rekapitulasi Pertemuan Siklus Berdasarkan tabel 4. 9 diatas peningkatan motorik halus anak melalui kegiatan mozaik di TK Al-Karomah Lebong menunjukkan hasil yang baik, hal ini terbukti dari keseluruhan peserta didik yang mengikuti kegiatan membuat mozaik bahwa peningkatan motorik halus anak meningkat sesuai dengan indikator mencapai 92% dengan Kriteria Berkembang Sangat Baik (BSB). Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka peneliti menarik kesimpulan bahwa melalui kegiatan menggunakan media tehnik mozaik dengan serutan pensil warna anak kelompok B di TK Al-Karomah Kabupaten Lebong. Peningkatan tersebut dapat dilihat dari adanya peningkatan persentase setelah pelaksanaan tindakan pada siklus I dan siklus II. Pelaksanaan tindakan pada siklus I pertemuan ke I sebesar 39% dan pada pertemuan ke II persentase yang ditunjukkan sebesar 72%. Pelaksanaan tindakan pada siklus II menunjukkan adanya peningkatan dibandingkan dengan tindakan pada siklus I. Persentase hasil pencapaian pada siklus II pertemuan II sebesar 92% dalam kriteria Berkembang Sangat Baik Artinya mencapai kriteria krtuntasan keberhasilan penelitian 75% - 100%. Daftar Pustaka