Cakrawala: Jurnal Kajian Studi Manajemen Pendidikan Islam dan Studi Sosial Vol. 8 No. ISSN: 2580-9385 (P) ISSN: 2581-0197 (E) DOI: https://doi. org/10. 33507/cakrawala. Implementasi Knowledge Management di Lembaga Pendidikan ( Studi Kasus di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Khoiru Ummah Rejang Lebong ) Utami Okta Ria Enes1. Abdul Rahman2 . Eka Apriani3 Institut Agama Islam Negeri Curup 123 utamioktariaenes@gmail. com1, arachmanpai@gmail. apriani@iaincurup. Abstract In today's context, this era is often referred to as the Information Age or the Knowledge Era, characterized by the emergence of knowledge as a powerful force that can steer an organization or educational institution. Therefore, implementing knowledge management in educational institutions is crucial since they are places for acquiring knowledge. This research aims to comprehensively describe and analyze how knowledge management is applied in educational institutions, particularly in Khoiru Ummah Rejang Lebong Integrated Islamic Elementary School (SDIT). Using qualitative methodology, this research focuses on the case of the Khoiru Ummah Rejang Lebong Integrated Islamic Elementary School (SDIT). Using observation, interview and documentation techniques, data was obtained from various sources including school administrators, deputy head of curriculum, deputy head of student affairs, deputy head of Islamic Personal Development (BPI), deputy head of T2Q, and several Integrated Islamic Elementary School (SDIT) teachers. ) Khoiru Ummah. Rejang Lebong. The research results show that the application of knowledge management at the Khoiru Ummah Rejang Lebong Integrated Islamic Elementary School (SDIT) includes various procedures, such as information discovery, capture, sharing, and This helps improve education-related policies, focusing on important aspects such as long-term planning, resource management, education quality and Keywords: Knowledge Management. Education Policy Abstrak Pada zaman saat ini sering diidentifikasi sebagai era informasi atau era pengetahuan, di mana pengetahuan dianggap sebagai kekuatan yang signifikan dalam mengarahkan suatu organisasi atau lembaga pendidikan. Karena lembaga pendidikan merupakan tempat untuk mendapatkan pengetahuan, penerapan manajemen pengetahuan di lembaga tersebut menjadi sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dan menganalisis secara komprehensif cara manajemen pengetahuan diterapkan di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Khoiru Ummah Rejang Lebong. Dengan menggunakan metodologi kualitatif, penelitian ini berfokus pada kasus Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Khoiru Ummah Rejang Lebong. Dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi, data diperoleh dari berbagai sumber antara lain pengelola sekolah, wakil kepala kurikulum, wakil kepala kesiswaan, wakil kepala Bina Pribadi Islam (BPI), wakil kepala T2Q, dan beberapa guru Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Khoiru Ummah. Rejang Lebong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan manajemen pengetahuan Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Khoiru Ummah Rejang Lebong mencakup berbagai prosedur, seperti penemuan informasi, penangkapan, pembagian, dan penerapan. Hal ini membantu memperbaiki kebijakan terkait pendidikan, dengan fokus pada aspek-aspek penting seperti perencanaan jangka panjang, pengelolaan sumber daya, kualitas pendidikan, dan Kata Kunci: Manajemen Pengetahuan. Kebijakan Pendidikan PENDAHULUAN Dalam ranah pendidikan, sering kali terdapat ketidakberlanjutan dan ketidakkonsistenan dalam kualitas suatu entitas. Kualitas lembaga pendidikan bisa menurun saat terjadinya perubahan struktural atau kehilangan satu individu. Bila dibiarkan berlarut-larut, terdapat potensi bahwa kualitas pendidikan di entitas tersebut akan terus menurun dan akhirnya tertinggal dalam persaingan. Untuk mencegah situasi tersebut, lembaga pendidikan dan organisasi bisnis telah menerapkan prinsip manajemen yang bertujuan mempertahankan kualitas dengan mengkoordinasikan pengetahuan. Sehingga, pengetahuan perlu dikelola secara efektif agar menjadi aset yang berharga bagi lembaga pendidikan. Pengembangan pengetahuan juga dipengaruhi oleh manajemen pengetahuan yang terstruktur. Pendekatan ini sering dikenal dengan manajemen pengetahuan atau knowledge Perusahaan telah banyak mengadopsi konsep manajemen pengetahuan guna mempertahankan kemampuan mereka untuk bersaing dalam skala global. Karena ini juga menjadi penting bagi lembaga pendidikan dalam meningkatkan mutu pendidikan dan menarik minat masyarakat. Knowledge management adalah strategi yang digunakan untuk mengoptimalkan aset intelektual suatu organisasi atau lembaga, termasuk informasi yang disimpan dan talenta yang dimiliki anggotanya, sehingga dapat meningkatkan produktivitas, menciptakan nilai baru, dan meningkatkan daya saing. Pendekatan manajemen pengetahuan melibatkan pengelolaan sumber daya manusia dan teknologi informasi untuk mencapai peningkatan kualitas. Di era informasi dan teknologi saat ini, manajemen pengetahuan yang efektif berperan penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan kebijakan yang lebih baik. Ketika dalam lembaga pendidikan dapat mengatur pengetahuan cukup efektif, hal ini akan berhasil membantu proses reformasi kebijakan Tetapi, konsep ini tampaknya masih jarang diterapkan dalam bidang pendidikan, terlihat dari sulitnya menemukan referensi ilmiah mengenai manajemen pengetahuan di pendidikan. SDIT Khoiru Ummah di Rejang Lebong adalah salah satu institusi pendidikan yang berupaya menerapkan manajemen pengetahuan untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut. Terdapat beberapa penelitian terdahulu terkait manajemen pengetahuan, antara lain: AuImplementasi Knowledge Management Meningkatkan Profesionalitas Guru Madrasah Aliyah Swasta di Kabupaten Lombok TengahAy (EL-HIKAM: Jurnal Pendidikan dan Kajian Keislaman. Kediri, 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi manajemen pengetahuan untuk meningkatkan profesionalitas guru sertifikasi madrasah swasta di Kabupaten Lombok Tengah dapat dilakukan dengan mengelola sumber daya manusia guru sertifikasi melalui memberikan pelatihan dan workshop. Selain itu, dibutuhkan pembentukan sebuah komunitas khusus sebagai tempat berkumpulnya guru sertifikasi pada waktu-waktu tertentu untuk membahas atau berbagi informasi pengetahuan terkait menjadi guru yang profesional. Erlina Yuliyati and Amin Maghfuri, "Implementasi Knowledge Management di Lembaga Pendidikan SD Islam Al-Azhar 31 Yogyakarta". INVENTION Journal Research and Education Studies,1. Hlm. 1Ae12. Halimatuzzahrah. AoImplementasi Knowledge Management Dalam Meningkatkan Profesionalitas AuImplementasi Manajemen Pengetahuan di Kampus STMIK RoyalAy. (JIMNU: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Nusantara. Padang, 2. Temuan penelitian menunjukkan bahwa STMIK Royal Kisaran berhasil menerapkan sistem manajemen pengetahuan terpusat yang mudah digunakan. Hal ini terlihat pada ketrampilan pendidik dan dosen dalam mengunggah, mencari, serta berbagi pengetahuan dengan mudah. Namun, hal ini berbeda dengan penelitian yang saya lakukan. Selain implementasi manajemen pengetahuan. Penerapan manajemen pengetahuan di SDIT Khoiru Ummah dipusatkan pada penyempurnaan kebijakan pendidikan. Aturan yang jelas yang menyelaraskan perilaku dan aktivitas dalam organisasi pendidikan dengan visi dan misi sekolah diperlukan untuk mencapai tujuan ini. Upaya optimalisasi manajemen pengetahuan perlu dilakukan oleh setiap entitas organisasi guna mencapai tujuan dan mengungguli kompetitor. Penyelenggaraan knowledge management menjadi salah satu metode untuk Sektor lembaga pendidikan juga harus menerapkan strategi ini demi mengatasi persaingan dan memenuhi kebutuhan yang telah terus meningkat, sehingga selalu siap dalam menghadapi setiap permasalahan yang timbul. Berdasarkan hasil wawancara dengan RE, kepala sekolah di SDIT Rejang Lebong, mengungkapkan bahwa di Rejang Lebong terdapat beberapa SDIT yang bersaing satu sama lain, yaitu Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Semarak. SDIT Rabbi Radiyah. SDIT Ummatan Wahidah, dan SDIT Unggulan Aisyiyah. Mereka menerapkan manajemen pengetahuan dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat minat masyarakat, dan daya saing sekolah. Berbeda dengan SDIT Khoiru Ummah yang mulai mengadopsi dan menerapkan manajemen pengetahuan untuk meningkatkan kebijakan pendidikan. Kami menerapkan pengetahuan ini dalam proses pembuatan kebijakan di SDIT Khoiru Ummah, khususnya dalam pembuatan visi dan tujuan lembaga. Beberapa Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) di Curup Rejang Lebong, antara lain Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Semarak. Sekolah Dasar Islam Guru Madrasah Aliyah Swasta Di Kabupaten Lombok TengahAo. EL-HIKAM: Jurnal Pendidikan Dan Kajian Keislaman. Volume XII . , 311Ae33. Pristiyanilicia Putri. AoImplementasi Knowledge Management Di Kampus STMIK RoyalAo. Jurnal Ilmiah Multidisiplin Nusantara (JIMNU), 1. , 108Ae15 Terpadu (SDIT) Rabbi Radiyah. Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Ummatan Wahidah. Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Unggulan Aisyiyah, dan Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Khoiru Ummah, teridentifikasi berdasarkan temuan wawancara, telah diidentifikasi memiliki perbedaan dalam proses implementasi manajemen pengetahuan. Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Semarak. Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Rabbi Radiyah. Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Ummatan Wahidah, dan Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Unggulan Aisyiyah mengimplementasikan manajemen pengetahuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, meningkatkan minat masyarakat, dan meningkatkan daya saing sekolah, sementara Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Khoiru Ummah di Rejang Lebong mengadopsi manajemen pengetahuan untuk meningkatkan kebijakan pendidikan, yang mencakup visi, misi, dan program sekolah. Faktor kunci prosedur peningkatan kebijakan pendidikan di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Khoiru Ummah ternyata yaitu menerapkan manajemen Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Khoiru Ummah adalah lembaga pendidikan yang menggabungkan kurikulum nasional dengan nilai-nilai Islam untuk memberikan pendidikan holistik kepada siswa-siswinya. Dengan semakin kompleksnya kebutuhan pendidikan dan tuntutan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Khoiru Ummah mencari cara untuk mengelola pengetahuan dengan lebih efektif, baik pengetahuan eksplisit maupun tacit, yang dimiliki oleh guru, staf, dan seluruh komunitas sekolah. Di SDIT Khoiru Ummah, pengetahuan tersebar di antara berbagai individu dan kelompok, mencakup pengalaman mengajar, materi pendidikan, metode pembelajaran, dan kebijakan sekolah. Pengelolaan yang baik terhadap pengetahuan ini dapat meningkatkan kualitas pendidikan dengan cara memperkuat kolaborasi, mempercepat inovasi, dan membuat proses pengambilan keputusan lebih berbasis data. Berdasarkan studi awal yang dilakukan oleh karena penerapan manajemen pengetahuan oleh kepala sekolah, peneliti di SDIT Khoiru Ummah melihat perubahan penting dalam kebijakan pedagogi sekolah. Berbagai kebijakan yang telah diterapkan menunjukkan hal ini. diterapkan, seperti perubahan struktur organisasi sekolah, restrukturisasi sekolah, kebijakan yang mendorong tenaga pendidik agar lebih inovatif dalam proses pembelajaran, dan juga kebijakan yang berhubungan dengan visi misi sekolah. Hasil evaluasi tersebut menunjukkan bahwa kebijakan pendidikan yang diterapkan oleh kepala sekolah di SDIT Khoiru Ummah Rejang Lebong telah memberikan dampak yang positif terhadap kualitas pendidikan di sekolah Keberhasilan ini dicapai melalui penerapan manajemen pengetahuan serta kerjasama yang baik antara tenaga pendidik dan kependidikan di sekolah METODOLOGI PENELITIAN Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Penelitian kualitatif yang dilakukan di SDIT Khoiru Ummah Rejang Lebong bertujuan untuk memberikan deskripsi dan analisis terhadap berbagai fenomena, peristiwa, aktivitas sosial, sikap, kepercayaan, persepsi, dan pemikiran individu serta kelompok pada institusi tersebut. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dalam penelitian ini, digunakan tipe data kualitatif yang terdiri dari kata-kata, kalimat, skema, atau gambar yang diperoleh langsung dari lapangan. 5 Data dalam penelitian ini terdiri dari dua jenis, yaitu data primer yang didapatkan melalui interaksi langsung dengan subjek dan SDIT Khoiru Ummah Rejang Lebong menyediakan data sekunder, seperti profil sekolah, informasi kebijakan, dokumentasi, dan gambar acara yang berhubungan dengan manajemen pengetahuan di sekolah tersebut. Proses analisis dilakukan setelah seluruh data terkumpul, dengan mengolah data melalui reduksi untuk menyusun informasi yang pokok dan disusun secara sistematis sesuai dengan tujuan penelitian. HASIL DAN PEMBAHASAN Implementasi Knowledge Management di SDIT Khoiru Ummah Rejang Lebong Abdul Rahman. AoImplementasi Knowledge Management Di Lembaga Pendidikan SD Islam AlAzhar 31 YogyakartaAo. UNISAN JURNAL: JURNAL MANAJEMEN DAN PENDIDIKAN, 03. , 813Ae20. Lexy J. Moleong. Metode Penelitian Kualitatif, (Bandung:PT Remaja Rosdakarya, 2. Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D,(Bandung: Alfabeta, 2. Di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Khoiru Ummah dalam proses implementasi knowledge management terdapat kolaborasi dan pertukaran pengetahuan melalui beberapa inisiatif strategis. Sekolah ini membentuk komunitas praktisi, hal ini memungkinkan pendidik untuk secara bebas bertukar ide dan pengalaman berkala adalah kemampuan mereka untuk melakukannya secara teratur, memperkuat kerja sama dan sinergi. Selain itu, pengembangan platform digital memfasilitasi akses dan distribusi informasi serta materi pembelajaran, memastikan bahwa pengetahuan tidak lagi terfragmentasi dan sulit diakses. Program pelatihan dan workshop yang dirancang khusus untuk mendorong kolaborasi lebih lanjut meningkatkan keterampilan dan pemahaman guru tentang metode pengajaran inovatif. Implementasi mentoring dan peer review pengembangan profesional yang terus menerus. Hasilnya, terjadi peningkatan signifikan dalam kualitas pengajaran, inovasi dalam metode pembelajaran, dan keterlibatan guru, yang semuanya berkontribusi pada peningkatan keseluruhan kualitas pendidikan di sekolah tersebut. Berdasarkan hasil pengamatan, data, dokumen, dan wawancara terkait penerapan manajemen pengetahuan terdapat empat indikasi di SDIT Khoiru Ummah Rejang Lebong. Menurut konsep yang disusun oleh Nonaka, penerapan manajemen pengetahuan melibatkan serangkaian indikator, seperti Sosialisasi . ransfersi tacit ke taci. Eksternalisasi . ergeseran dari tacit ke eksplisi. Kombinasi . enggabungan pengetahuan eksplisi. , dan Internalisasi . lih pengetahuan dari eksplisit ke taci. Pertama. Sosialisasi di SDIT Khoiru Ummah Rejang Lebong, guru, wakil kepala divisi, dan kepala sekolah bertukar untuk meningkatkan pengetahuan tacit melalui berbagai metode, termasuk pendampingan, pelatihan, menciptakan komunitas belajar, dan bekerja sama dalam inisiatif pendidikan. Untuk meningkatkan standar pendidikan secara keseluruhan, tindakan ini bertujuan untuk mendorong pertukaran pengetahuan implisit, meningkatkan kolaborasi, dan meningkatkan kesadaran akan kebijakan pendidikan. Misalnya. SDIT Khoiru Ummah Rejang Lebong mengadakan forum atau acara berkala dengan tujuan untuk mempromosikan hubungan santai untuk berbagi informasi manajemen di I Nonaka. The Knowledge Creating Company, (London:Oxford University Press, 2. antara instruktur, wakil kepala departemen, dan kepala sekolah. Tujuan forum ini adalah untuk memfasilitasi pertukaran ide, pengalaman, dan praktik terbaik secara santai, tanpa tekanan, dengan niat untuk memperkuat kerjasama dan kolaborasi di antara staf pendidik dan kependidikan. Kedua, ada beberapa fase yang terlibat dalam mengubah informasi implisit menjadi pengetahuan eksplisit, termasuk pengembangan kurikulum, pelatihan, lokakarya, diskusi kelompok, dan penggunaan platform digital. Untuk meningkatkan pengajaran dan administrasi pendidikan di kelas, para guru dan anggota staf pendidikan didesak untuk secara bebas berbagi pengalaman dan keahlian mereka secara tertulis dan lisan. Ketiga, pada kombinasi pengetahuan eksplisit prosedur di SDIT Khoiru Ummah dimulai dengan pengumpulan dan penggabungan data luar. Penentuan kebutuhan data dari sumber luar merupakan tahap awal. Tahap berikutnya adalah menilai berbagai sumber data untuk memastikan sumber data tersebut memenuhi persyaratan relevansi dan kualitas yang diperlukan untuk mendukung kegiatan pendidikan dan operasional sekolah. Informasi tersebut kemudian ditransfer ke database SDIT Khoiru Ummah saat ini. Keempat. Proses internalisasi dari pengetahuan eksplisit ke pengetahuan tak eksplisit melibatkan mentransformasikan informasi konsep formal dan terstruktur seperti teori dan fakta tumbuh menjadi pemahaman dan kemampuan yang lebih mendalam dan intuitif yang sulit dikomunikasikan secara lisan. Melalui aktivitas seperti pertemuan berkala, pelatihan, dan workshop, serta pengaturan kurikulum yang mengedepankan nilai-nilai agama yang diterapkan oleh kepala sekolah dengan menetapkan lingkungan yang mendorong pembelajaran holistik di SDIT Khoiru Ummah. Cara kepala sekolah mendukung internalisasi guru terhadap citacita ini telah meningkatkan profesionalisme guru dan kualitas pengajaran di Kebijakan Pendidikan yang diterapkan SDIT Khoiru Ummah Rejang Lebong Kebijakan pendidikan di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Khoiru Ummah Rejang Lebong diformulasikan ulang untuk disesuaikan menciptakan lingkungan belajar yang dinamis dan inklusif, dengan penekanan pada partisipasi aktif dari semua pemangku kepentingan, termasuk guru, siswa, dan orang tua. Sekolah ini mengadopsi pendekatan berbasis bukti dalam merumuskan kebijakan, memanfaatkan data dan hasil evaluasi untuk membuat keputusan yang Melalui sistem manajemen pengetahuan yang terpusat, informasi penting tentang kurikulum, metode pengajaran, dan perkembangan siswa didokumentasikan dan diakses dengan mudah oleh staf. Di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Khoiru Ummah, terdapat beragam aspek yang krusial dalam implementasi kebijakan pendidikan, seperti aksesibilitas, mutu pendidikan, pengelolaan sumber daya, dan perencanaan strategis. Pertama. Aspek aksesibilitas melibatkan upaya untuk menjamin kesetaraan akses bagi semua anggota sekolah. Melalui penerapan inisiatif strategis yang mendorong aksesibilitas pendidikan, kepala sekolah SDIT Khoiru Ummah telah mengatasi berbagai tantangan, termasuk namun tidak terbatas pada biaya pendidikan, jarak geografis, dan kesenjangan sosial ekonomi. Berdasarkan temuan studi, administrator sekolah, sebagai pemimpin, telah menerapkan kebijakan terkait aksesibilitas, seperti alternatif pembayaran yang fleksibel, kebijakan biaya pendidikan yang terjangkau, dan program bantuan keuangan. Tindakan ini menjamin bahwa siswa berprestasi dengan sumber daya keuangan terbatas tidak akan membiarkan biaya pendidikan menghalangi mereka. Selain itu, siswa yang kesulitan untuk hadir secara fisik di sekolah memiliki akses yang lebih besar terhadap pendidikan berkat program pembelajaran jarak jauh SDIT Khoiru Ummah yang ditawarkan melalui platform online. Kedua, kemanjuran dan keberhasilan sistem pendidikan dalam membekali siswa dengan nilai-nilai, informasi, dan kemampuan yang dibutuhkan untuk berhasil baik dalam kehidupan pribadi maupun profesional disebut sebagai kualitas pendidikan. Hal ini mencakup penggunaan kurikulum yang relevan, strategi pengajaran yang efisien, dan penyediaan fasilitas yang sesuai, serta penilaian objektif berdasarkan pencapaian siswa. Kualitas pendidikan yang baik juga memperhatikan aspek pengembangan karakter, keterampilan sosial, dan kesiapan siswa menghadapi tantangan masa depan, bukan hanya fokus pada prestasi akademis semata. Manajemen sumber daya di SDIT Khoiru Ummah ditingkatkan guna mencapai target pendidikan dengan memfokuskan pada kolaborasi antar guru, integrasi teknologi, dan diferensiasi pengajaran. Instruktur merencanakan penggunaan sumber daya dan kebutuhan pembelajaran secara efektif, melakukan penilaian mendalam terhadap tuntutan tersebut, dan menciptakan strategi pengajaran mutakhir. Tindakan tersebut dimaksudkan untuk menciptakan suasana belajar yang mendorong perkembangan intelektual dan pribadi siswa, serta mencapai tujuan pendidikan dengan efektif dan efisien. Tujuan jangka panjang dari kebijakan pendidikan SDIT Khoiru Ummah adalah untuk menciptakan lingkungan belajar yang komprehensif dan terintegrasi yang membahas topik-topik seperti keterampilan hidup jangka panjang, pengembangan karakter, keyakinan agama, dan prestasi akademik. Rencana tersebut juga mencakup upaya peningkatan kualitas pembelajaran, pemberian layanan pendidikan inklusif kepada seluruh siswa, serta persiapan siswa agar mampu berkontribusi positif dalam masyarakat. Implementasi Knowledge Management dalam Meningkatkan Kebijakan Pendidikan di SDIT Khoiru Ummah Rejang Lebong Setiap proses penerapan manajemen pengetahuan di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Khoiru Ummah Rejang Lebong, sebagian kunci yang diperlukan antara lain discovery knowledge, knowledge capture, knowledge sharing, dan knowledge application. Langkah-langkah ini esensial dalam upaya meningkatkan kebijakan pendidikan di sekolah tersebut. Tahap pertama, penemuan pengetahuan memainkan peran penting dalam pengambilan keputusan kebijakan, terutama dalam konteks pendidikan seperti di Dengan Sekolah mengidentifikasi tren dan kebutuhan terkait dalam lingkungan pendidikan dengan memanfaatkan data dari berbagai sumber, termasuk kinerja guru, masukan orang tua, dan evaluasi siswa. Pandangan serupa diungkapkan oleh Heri Siswanto dalam penelitiannya, bahwa proses penemuan pengetahuan menjadi langkah pertama dalam mendapatkan informasi baru. Kedua. Pada tahap penangkapan pengetahuan di SDIT Khoiru Ummah. Pengalaman lapangan dan studi kasus yang berkaitan dengan kebijakan tertentu didokumentasikan dan disimpan menggunakan kerangka formal. Sistem ini Nur Rokhman. Edy Siswanto, and Nur Chakiki Ramadiansyah, "Analisis dan Implementasi Knowledge Management System pada Bagian Administrasi PT Hasil Karya Tambang Menggunakan Metode KMSLC dan Analisis PIECES". Informatika: Jurnal Teknik Informatika dan Multimedia, 3. Hlm. 10Ae24 memanfaatkan penyimpanan dokumen elektronik, pengelolaan perangkat seluler yang terstruktur, dan penggunaan dokumen formal. Selain itu, pertemuan rutin dan acara pelatihan direncanakan dengan tujuan berbagi informasi. Proses penetapan kebijakan dalam konteks sekolah dapat didukung dengan mengakses dan menggunakan seluruh pengetahuan yang terdokumentasikan setelah tahap penemuan pengetahuan selesai. Ketiga. Praktik berbagi pengetahuan . nowledge sharin. merupakan strategi yang digunakan untuk mendistribusikan pengetahuan individu di dalam struktur organisasi, baik tacit maupun eksplisit, guna mendukung pencapaian tujuan organisasi. Di SDIT Khoiru Ummah, praktik berbagi pengetahuan dilakukan dengan mengadakan diskusi dan pertemuan rutin antar guru, menyediakan platform online untuk berbagi materi belajar, menjalankan pelatihan internal secara berkala, mengembangkan kurikulum secara kolaboratif, serta menggunakan kegiatan ekstrakurikuler sebagai sarana kolaborasi mendukung pembelajaran siswa di luar kelas. Keempat. Penggunaan pengetahuan adalah langkah untuk memanfaatkan pengetahuan yang telah ada dengan tujuan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses, produk, atau layanan. Setelah melakukan penangkapan pengetahuan, pengetahuan tersebut diterapkan untuk memperbaiki kebijakan SDIT Khoiru Ummah Rejang Lebong mengidentifikasi, mengumpulkan, dan mendokumentasikan praktik terbukti, pengalaman, dan hasil riset dari berbagai pihak terkait. Dilakukan pengadaan platform khusus untuk menyimpan dan berbagi informasi tersebut agar mudah diakses oleh semua pihak yang terlibat. Melalui upaya pengetahuan dapat digunakan secara efisien untuk menyempurnakan kebijakan yang ada dan menetapkan kebijakan baru yang sesuai dengan tuntutan pendidikan saat ini dengan menumbuhkan budaya kolaborasi dan pertukaran pengetahuan di SDIT Khoiru Ummah melalui pertemuan rutin, lokakarya, dan diskusi kelompok di sekolah tersebut. Evaluasi Implementasi Knowledge Management dalam Meningkatkan Kebijakan Pendidikan di SDIT Khoiru Ummah Rejang Lebong Proses evaluasi menggunakan pendekatan sistematis untuk mengevaluasi Rokhman. Edy Siswanto, and Nur Chakiki Ramadiansyah. kinerja stakeholder terkait knowledge management dengan menetapkan KPI seperti efektivitas komunikasi, partisipasi dalam knowledge sharing, dan dampaknya terhadap kebijakan pendidikan. Evaluasi dilakukan melalui survei rutin yang diisi oleh guru, staf, dan orang tua untuk mengukur persepsi dan kepuasan mereka, serta wawancara mendalam dengan stakeholder kunci untuk memperoleh wawasan lebih rinci. Selain itu, di SDIT Khoiru Ummah juga terdapat evaluasi kerja guru dalam memanfaatkan pengetahuan yang disediakan melalui sistem knowledge management untuk meningkatkan praktik pengajaran KESIMPULAN Menurut hasil pemetaan data dan analisis banyak indikator antara lain sosialisasi . acit to tacit pengetahua. , eksternalisasi . acit to eksplisit pengetahua. , . engetahuan eksplisi. , dan internalisasi . ksplisit ke tacit pengetahua. , digunakan di SDIT Khoiru Ummah Rejang Lebong untuk menerapkan manajemen pengetahuan. Aksesibilitas, kualitas pembelajaran, pengelolaan sumber daya, dan perencanaan jangka panjang menjadi landasan kebijakan pendidikan SDIT Khoiru Ummah Rejang Lebong. Metode penemuan informasi, penangkapan pengetahuan, berbagi pengetahuan, dan penerapan pengetahuan merupakan bagian dari upaya SDIT Khoiru Ummah Rejang Lebong untuk menyempurnakan kebijakan pendidikan. Untuk menemukan pola dan kebutuhan yang relevan dalam lingkungan pendidikan, proses penemuan pengetahuan memerlukan pengumpulan dan analisis data dari berbagai sumber. Penggunaan mekanisme formal untuk mencatat dan menyimpan pengetahuan dari studi kasus atau kerja lapangan dikenal sebagai penangkapan pengetahuan. DAFTAR PUSTAKA