Essor Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 1 Juni 2025 ISSN: x-x (Prin. ISSN: x-x (Electroni. Open Access: https://gumpublisher. id/index. php/essor/index Workshop Penggunaan Tolls Google Map Untuk Hemat Transportasi Dan Akomodasi Study Tour Mandiri Ke Luar Negeri Armin Subhani1. Ahmad Subhan Nurabrori2 Universitas Hamzanwadi email: arminsubhani@hamzanwadi. Info Artikel : Diterima : 11/6/2025 Disetujui : 23/6/2025 Dipublikasikan : 25/6/2025 ABSTRAK Kegiatan studi tour mandiri ke luar negeri semakin diminati oleh mahasiswa dan masyarakat Namun, keterbatasan keterampilan dalam menggunakan tools seperti Google Maps menyebabkan banyak peserta mengalami kesulitan dalam perencanaan perjalanan yang efisien dan Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital peserta dalam memanfaatkan fitur-fitur Google Maps untuk menyusun rencana transportasi dan akomodasi yang optimal. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk workshop online yang diikuti oleh 11 peserta . mahasiswa dan 9 masyarakat umu. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kemampuan peserta menggunakan Google Maps untuk perencanaan perjalanan. Kata Kunci: literasi digital. google maps. studi mandiri. efisiensi biaya. ABSTRACT Independent study tours abroad are increasingly popular among students and the general public. However, limited skills in using tools such as Google Maps lead to difficulties in efficient and costeffective trip planning. This community service activity aimed to improve participantsAo digital literacy by utilizing Google Maps features to design optimized transportation and accommodation The activity was conducted in an online workshop format with 11 participants . students and 9 general publi. Evaluation was done through pre-test and post-test to measure improvement in understanding. Results showed a significant increase in participantsAo ability to use Google Maps for travel planning. Keywords : digital literacy. google maps. independent study. cost efficiency. travel planning A2022 Penulis. Ini adalah artikel akses terbuka di bawah lisensi Creative Commons Attribution Non Commercial 4. 0 International License. ttps://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. PENDAHULUAN Studi tour mandiri ke luar negeri merupakan bentuk kegiatan belajar berbasis pengalaman yang semakin digemari, khususnya oleh mahasiswa dan kalangan masyarakat umum yang memiliki minat tinggi terhadap eksplorasi lintas budaya, edukasi, dan pengembangan jejaring internasional (Agoes & Putra, 2. Tidak sedikit individu yang memilih melakukan studi tour secara mandiri tanpa bergantung pada biro perjalanan karena dianggap lebih fleksibel dalam memilih destinasi, jadwal, dan Kegiatan seperti ini tidak hanya memberikan pembelajaran kontekstual, tetapi juga menumbuhkan kemandirian dan keterampilan hidup yang penting di era globalisasi. Studi tour juga dapat menjadi validasi pengetahuan spasial tentang wisata yang dilihat dalam berbagai tayangan film di bioskop (Subhani & Nurabrori, 2. Namun, di balik tren positif tersebut, terdapat tantangan signifikan yang harus dihadapi oleh para pelaku studi tour mandiri. Salah satu tantangan utamanya adalah perencanaan perjalanan yang sering kali tidak efisien akibat keterbatasan dalam memahami dan memanfaatkan tools digital (Ramdani et al. , 2. Banyak peserta yang mengalami kesulitan dalam menentukan rute transportasi yang efektif, memilih akomodasi yang strategis, serta memperkirakan waktu tempuh antar lokasi tujuan. Ketidaktelitian ini berpotensi menambah beban biaya dan menurunkan kenyamanan selama perjalanan. Salah satu solusi potensial yang bisa dimanfaatkan untuk mengatasi tantangan tersebut adalah penggunaan aplikasi Google Maps. Aplikasi ini bukan hanya sekadar alat navigasi, tetapi juga menyediakan fitur-fitur penting seperti pemetaan rute alternatif, estimasi waktu dan jarak, pencarian PAG Essor: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 1 Juni 2025 akomodasi, serta penyimpanan lokasi penting seperti yang tampak pada Gambar 1. Namun demikian, pemanfaatannya secara maksimal masih jarang dilakukan oleh pengguna awam. Kegiatan pengabdian ini menjadikan Google Maps sebagai titik masuk untuk meningkatkan keterampilan literasi digital berbasis spasial yang aplikatif dan langsung menyentuh kebutuhan nyata calon pelaku studi tour Gambar 1. Visualisasi Google Maps Literasi digital merupakan kemampuan penting dalam era informasi dan mobilitas global. Literasi ini tidak hanya berkaitan dengan akses terhadap teknologi, tetapi juga mencakup kemampuan memahami, mengevaluasi, dan memanfaatkan fitur teknologi untuk kepentingan sehari-hari, termasuk dalam perencanaan perjalanan (Putri et al. , 2. Dalam konteks studi tour, literasi digital memungkinkan individu untuk membuat keputusan yang tepat dalam memilih moda transportasi, titik transit, hingga akomodasi yang sesuai dengan kebutuhan dan anggaran. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa literasi digital, khususnya dalam penggunaan aplikasi berbasis peta seperti Google Maps, memiliki kontribusi signifikan dalam meningkatkan efisiensi perjalanan atau penentuan rute tertentu (Samin, 2. Penelitian lain juga menunjukkan bahwa pengguna yang memahami fitur lanjutan Google Maps cenderung mampu menghemat hingga 20Ae30% dari anggaran perjalanan mereka dibandingkan dengan pengguna yang hanya memakai fitur dasar (Phuangsuwan et al. , 2. Hal ini menunjukkan bahwa penguasaan teknologi navigasi tidak lagi sekadar pelengkap, melainkan kebutuhan pokok dalam perencanaan mobilitas modern. Sayangnya, keterampilan semacam ini belum secara merata dimiliki oleh masyarakat umum maupun mahasiswa. Banyak yang menggunakan Google Maps hanya untuk mengetahui lokasi atau arah, tanpa mengetahui cara memaksimalkan fiturnya untuk mengatur perjalanan multi-destinasi, memfilter penginapan berdasarkan rating dan harga, hingga menyimpan lokasi strategis secara offline. Hal ini menjadi celah yang perlu dijembatani melalui kegiatan pelatihan berbasis pengabdian kepada masyarakat yang bersifat aplikatif dan partisipatif. Berangkat dari kondisi tersebut, tim pengabdi merancang kegiatan workshop daring yang bertujuan untuk membekali peserta dengan kemampuan praktis menggunakan Google Maps secara Kegiatan ini menjadi respon terhadap kebutuhan nyata masyarakat yang tengah mempersiapkan studi tour mandiri ke luar negeri. Tidak hanya menyasar aspek teknis penggunaan aplikasi, workshop ini juga dirancang untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya literasi digital dalam menunjang mobilitas internasional yang efisien, aman, dan hemat biaya. Adapun peserta kegiatan terdiri dari 11 orang, yang terdiri dari 2 mahasiswa dan 9 masyarakat umum dengan latar belakang pekerjaan beragam, mulai dari guru, pelaku usaha kecil, hingga tenaga Mereka adalah individu-individu yang dalam waktu dekat berencana melakukan perjalanan PAG Essor: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 1 Juni 2025 studi atau eksplorasi ke luar negeri secara mandiri, tanpa menggunakan jasa biro perjalanan. Kelompok ini menjadi mitra yang sangat relevan karena memiliki kebutuhan langsung terhadap keterampilan yang akan dilatihkan dalam kegiatan pengabdian ini. Workshop ini dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom Meeting, untuk menjangkau peserta yang berada di lokasi berbeda sekaligus menyesuaikan dengan kondisi pascapandemi yang mulai mengadaptasi format pelatihan online. Materi pelatihan disusun dengan pendekatan berbasis praktik, di mana peserta tidak hanya menerima teori, tetapi juga langsung melakukan simulasi perencanaan perjalanan mereka dengan menggunakan Google Maps. Pendekatan ini diyakini lebih efektif dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan praktis peserta. Selain sebagai bentuk kontribusi akademik terhadap peningkatan kapasitas masyarakat, kegiatan ini juga merupakan implementasi dari Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini mengusung semangat pengabdian berbasis solusi konkret dan teknologi aplikatif. Harapannya, kegiatan ini dapat direplikasi oleh institusi lain atau dikembangkan untuk kebutuhan komunitas yang lebih luas, khususnya dalam konteks peningkatan literasi digital di bidang perencanaan perjalanan. METODE PELAKSANAAN Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dalam bentuk workshop online pada tanggal 11 Juni 2025, melalui platform Zoom Meeting. Peserta sebanyak 11 orang, terdiri atas 2 mahasiswa dan 9 orang masyarakat umum, yang berencana melakukan perjalanan studi mandiri ke luar negeri dalam 3 bulan ke depan. Materi pelatihan mencakup: Pengenalan Google Maps dan fitur-fitur penting Strategi perencanaan rute efisien Simulasi pencarian hotel dan akomodasi Tips menghindari biaya tersembunyi dan kendala transportasi Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test menggunakan Google Form dengan 10 butir pertanyaan pemahaman dan keterampilan praktis. Indikator keberhasilan diukur berdasarkan peningkatan skor rata-rata peserta sebelum dan sesudah kegiatan. HASIL DAN PEMBAHASAN Workshop online tentang pemanfaatan Google Maps dalam perencanaan transportasi dan akomodasi study tour mandiri terlaksana dengan lancar dan mendapat respons positif dari seluruh Sebanyak 11 peserta, terdiri dari 2 mahasiswa dan 9 peserta umum dari latar belakang berbeda, aktif mengikuti dua sesi pelatihan selama tiga jam. Selama workshop, peserta diberi materi pengantar mengenai potensi Google Maps sebagai alat bantu navigasi dan perencanaan spasial, diikuti dengan praktik langsung dalam merancang rencana perjalanan masing-masing. Literatur menyebutkan bahwa metode pelatihan berbasis pengalaman langsung sangat efektif untuk meningkatkan keterampilan digital praktis. Knowles, dalam teorinya tentang pembelajaran orang dewasa . menekankan bahwa pembelajar dewasa lebih mudah memahami materi yang kontekstual, langsung dapat diterapkan, dan relevan dengan kebutuhan mereka (Mudzakir et al. , 2. Hal ini juga didukung oleh hasil penelitian, yang menyebutkan bahwa pelatihan berbasis simulasi digital dapat meningkatkan keterampilan fungsional peserta hingga 65% dibanding metode ceramah (Soro et , 2. Partisipasi aktif peserta juga tampak dalam tugas praktik yang diminta selama pelatihan. Mereka diminta menyusun perencanaan perjalanan dengan memanfaatkan berbagai fitur Google Maps, seperti Direction. Explore, dan Nearby. Mayoritas peserta mampu mengoperasikan fitur-fitur tersebut dan menyusun rencana rute perjalanan dari kota asal menuju beberapa titik tujuan luar negeri dengan alternatif transportasi dan titik penginapan yang terintegrasi. Aktivitas ini tidak hanya menstimulasi kognisi spasial peserta, tetapi juga membiasakan mereka mengambil keputusan berdasarkan data visual yang aktual. Menurut (Tosun & Gykye, 2. , aplikasi berbasis geospasial seperti Google Maps tidak hanya mendukung pengambilan keputusan spasial, tetapi juga mengembangkan kompetensi berpikir kritis dalam menyusun rencana perjalanan yang efisien. Studi mereka menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi pemetaan interaktif meningkatkan akurasi estimasi waktu dan penghematan biaya dalam PAG Essor: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 1 Juni 2025 perencanaan perjalanan kelompok mahasiswa. Oleh karena itu, pelatihan ini relevan sebagai model peningkatan literasi spasial berbasis teknologi. Hasil evaluasi dari pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan yang signifikan. Skor pretest menunjukkan bahwa pemahaman awal peserta terhadap fitur-fitur Google Maps masih terbatas, dengan rata-rata hanya 52,7 dari skala 100. Setelah mengikuti workshop, skor post-test meningkat menjadi 85,4. Pertanyaan pada tes ini mencakup aspek navigasi, pemilihan moda transportasi, hingga strategi pemesanan penginapan berdasarkan lokasi strategis. Peningkatan ini menunjukkan efektivitas metode pelatihan dan tingkat serapan materi oleh peserta. Fenomena peningkatan tersebut mendukung hasil studi oleh Ahmad & Sari . yang menemukan bahwa pelatihan daring berbasis praktik meningkatkan pemahaman peserta secara signifikan, khususnya jika materi pelatihan disampaikan secara terstruktur, diikuti dengan simulasi nyata (Febriyanti & Sundari, 2. , dan adanya alat ukur pembanding antara sebelum dan sesudah Model evaluasi pre- dan post-test terbukti mampu memetakan capaian kognitif secara objektif dan akurat. Tabel 1. Skor Rata-rata Pre-test dan Post-test Jenis Tes Skor Rata-rata Pre-test Post-test Kesan positif juga tercermin dari umpan balik peserta setelah kegiatan. Sebagian besar peserta menyampaikan bahwa mereka baru menyadari banyak fitur Google Maps yang sebelumnya tidak digunakan, seperti pembuatan rute multi-destinasi, penyimpanan lokasi penting, serta pencarian penginapan dengan rating terbaik dalam radius tertentu. Mereka merasa lebih percaya diri dalam merancang perjalanan mandiri dan menghemat biaya dengan cara yang sistematis. Hal ini sangat dimudahkan dengan adanya fitur pencarian restoran, hotel. ATM. Transportasi seperti pada Gambar 2. Gambar 2. Contoh Fitur Restoran pada Google Map Temuan ini memperkuat gagasan yang menyatakan bahwa pengguna aplikasi navigasi digital cenderung hanya mengeksplorasi fungsi dasar karena keterbatasan literasi digital (Adam et al. , 2. Peningkatan literasi ini tidak hanya memberikan manfaat fungsional, tetapi juga menciptakan efisiensi ekonomi melalui kemampuan membuat keputusan perjalanan yang lebih bijak dan hemat. Literasi digital yang baik memberi dampak langsung pada efisiensi penggunaan aplikasi sehari-hari. Meskipun pelaksanaan workshop berlangsung baik, terdapat tantangan teknis yang perlu Beberapa peserta mengalami kendala jaringan yang menyebabkan keterlambatan dalam menyelesaikan simulasi. Selain itu, tidak semua peserta memiliki tingkat penguasaan perangkat yang PAG Essor: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 1 Juni 2025 setara, sehingga diperlukan adaptasi instruksi dan pendampingan secara personal. Hal ini sempat memperlambat dinamika sesi pelatihan, terutama pada tahap awal praktik mandiri. Hal ini konsisten dengan laporan UNESCO Tahun 2020 yang menyebutkan bahwa pelatihan daring sering menghadapi kesenjangan digital, baik dari sisi akses internet maupun keterampilan dasar penggunaan teknologi (Picauly, 2. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian daring memerlukan pendekatan fleksibel, pendampingan intensif, dan penyesuaian modul pelatihan untuk memastikan semua peserta dapat mengikuti dengan optimal, terlepas dari latar belakang teknologinya. Keunggulan utama kegiatan ini adalah penerapan pendekatan problem-based learning (PBL), di mana peserta dihadapkan langsung dengan masalah nyata yang mereka hadapi, yaitu perencanaan studi tour mandiri. Dengan konteks yang personal dan konkret, peserta menjadi lebih termotivasi untuk menyelesaikan tantangan tersebut dengan solusi digital yang dipelajari selama workshop. Hal ini sejalan dengan tujuan pengabdian berbasis solusi. Penerapan PBL dalam pengabdian masyarakat terbukti meningkatkan keterlibatan peserta dan membentuk kompetensi berpikir sistematis. Penelitian oleh (Nurmilah, 2. menjelaskan bahwa PBL mendorong peserta menjadi self-directed learners yang mampu mengevaluasi informasi, mengorganisasi pengetahuan, dan menerapkan keterampilan dalam situasi nyata. Oleh karena itu, metode ini sangat cocok dalam kegiatan berbasis teknologi dan orientasi praktis. Penggunaan Google Maps dalam konteks pelatihan ini juga menjadi contoh nyata penerapan teknologi geospasial dalam kehidupan sehari-hari. Tidak hanya terbatas pada keperluan akademik atau proyek ilmiah. Google Maps dapat menjadi alat pemberdayaan masyarakat untuk melakukan perencanaan mobilitas yang mandiri dan efektif. Literasi terhadap aplikasi semacam ini semakin relevan di era mobilitas tinggi dan digitalisasi gaya hidup. Review oleh (Senaratne et al. , 2. menekankan pentingnya volunteered geographic information (VGI) dalam membentuk kecerdasan spasial masyarakat. Ketika pengguna aktif mengakses, mengedit, dan memanfaatkan data spasial seperti yang tersedia di Google Maps, maka terjadi proses peningkatan literasi spasial berbasis partisipasi yang memperkuat hubungan antara masyarakat dan teknologi geografi. Pelatihan ini mengarahkan peserta menjadi bagian dari proses Hasil dokumentasi dari kegiatan ini berupa tangkapan layar perencanaan rute dan simulasi perjalanan yang dibuat peserta seperti pada Gambar 3. Sebagian besar peserta dapat menunjukkan kemampuan menyusun rute lintas negara dengan titik pemberhentian logis, waktu tempuh realistis, serta pilihan moda transportasi dan penginapan yang optimal berdasarkan biaya dan kenyamanan. Ini menunjukkan bahwa pelatihan menghasilkan output yang konkret dan dapat diukur. Gambar 3. Hasil Rancangan Perjalanan dengan Chat GPT dan Google Map PAG Essor: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 1 Juni 2025 Selain itu, berdasarkan evaluasi lisan dan hasil form penilaian akhir, peserta menyatakan kepuasan tinggi terhadap metode dan materi workshop. Mereka berharap pelatihan serupa dapat dilanjutkan dengan topik lanjutan seperti penggunaan Booking. Traveloka, dan manajemen itinerary digital. Ini menjadi sinyal bahwa pengabdian masyarakat dengan pendekatan literasi teknologi memiliki potensi keberlanjutan yang tinggi. KESIMPULAN Kegiatan workshop daring tentang pemanfaatan Google Maps untuk perencanaan studi tour mandiri telah berhasil mencapai tujuan pengabdian, yaitu meningkatkan literasi digital peserta dalam menggunakan aplikasi navigasi berbasis spasial secara efektif dan efisien. Seluruh peserta menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan dalam menggunakan fitur-fitur strategis Google Maps, yang dibuktikan melalui peningkatan signifikan skor post-test dibandingkan dengan pre-test. Pelatihan ini membuktikan bahwa pendekatan problem-based learning dengan konteks nyata mampu mendorong peserta untuk belajar secara aktif dan mandiri. Penerapan simulasi rencana perjalanan berbasis kebutuhan personal peserta menjadi kunci dalam memfasilitasi transfer pengetahuan yang bermakna. Selain menghasilkan capaian kognitif, kegiatan ini juga menghasilkan output konkret berupa rencana perjalanan yang dapat langsung digunakan oleh peserta dalam waktu Dari sisi pelaksanaan, pelatihan daring terbukti efektif, meskipun menghadapi tantangan teknis seperti perbedaan kemampuan peserta dan stabilitas jaringan. Namun dengan pendekatan fleksibel dan dukungan teknis, tantangan ini dapat diatasi. Kegiatan ini juga membuka ruang refleksi bahwa literasi digital tidak hanya menyentuh aspek teknis, tetapi juga berdampak langsung terhadap efisiensi biaya dan kemandirian dalam konteks perjalanan global. Ke depan, model pengabdian seperti ini dapat direplikasi atau dikembangkan lebih lanjut untuk topik-topik digital lainnya yang mendukung gaya hidup cerdas berbasis teknologi. Disarankan agar pelatihan lanjutan mencakup integrasi antara Google Maps dengan aplikasi lain seperti manajemen itinerary dan perbandingan harga akomodasi agar peserta dapat merancang perjalanan yang lebih Kegiatan ini menunjukkan bahwa pengabdian masyarakat dapat menjadi sarana pemberdayaan berbasis teknologi yang berdampak nyata bagi individu dan komunitas. UCAPAN TERIMA KASIH