JURNAL BASICEDU Volume 8 Nomor 4 Tahun 2024 Halaman 2831 - 2838 Research & Learning in Elementary Education https://jbasic. org/index. php/basicedu Evaluasi Efektivitas Program Literasi Sekolah terhadap Minat Membaca Siswa SMP Ulfa Fatimah1A. Fariz Aditya2. Jojor Mindo Manullang3. Fazli Rachman4 Universitas Negeri Medan. Indonesia1,2,3,4 E-mail: fatimahulfa40@gmail. com1, farizaditya11@gmail. com2, jojormindomanullang29@gmail. rachman@unimed. Abstrak Salah satu tujuan utama dalam dunia pendidikan adalah meningkatkan minat baca di kalangan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas program literasi sekolah di SMP Negeri 29 Medan dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhinya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan observasi langsung dan wawancara dengan guru, siswa, dan staf sekolah. Penelitian menunjukkan bahwa program literasi di SMP Negeri 29 Medan memiliki potensi besar untuk meningkatkan kemampuan literasi siswa, namun masih terdapat beberapa kendala seperti kurangnya fasilitas perpustakaan yang memadai, kurangnya dukungan dari guru, keterbatasan waktu, dan kurangnya pengawasan serta evaluasi yang konsisten. Untuk meningkatkan minat membaca siswa, diperlukan penyediaan buku-buku yang menarik, kegiatan yang mendorong minat membaca, dan penciptaan lingkungan fisik, sosial, dan afektif yang mendukung budaya literasi. Peningkatan dukungan infrastruktur, pelatihan bagi guru, serta pengawasan dan evaluasi yang berkelanjutan sangat diperlukan untuk meningkatkan efektivitas program literasi di sekolah tersebut. Maka dari itu peningkatan minat baca harus terus menjadi prioritas utama dalam upaya membangun masyarakat yang literat dan berdaya saing tinggi. Kata Kunci: Minat baca. Program Literasi. Siswa Abstract One of the main goals of education is to increase reading interest among students. This study aims to evaluate the effectiveness of the school literacy program at SMP Negeri 29 Medan and analyze the factors that affect it. The research method used is a qualitative approach with direct observation and interviews with teachers, students, and school staff. Research shows that the literacy program at SMP Negeri 29 Medan has great potential to improve students' literacy skills. However, there are still several obstacles such as lack of adequate library facilities, lack of support from teachers, time constraints, and lack of consistent supervision and evaluation. increase students' interest in reading, it is necessary to provide interesting books, activities that encourage interest in reading, and the creation of a physical, social, and affective environment that supports a literacy Increased infrastructure support, training for teachers, and continuous supervision and evaluation are needed to increase the effectiveness of literacy programs in schools. Increasing reading interest must continue to be a top priority in efforts to build a literate and highly competitive society. Keywords: Reading interest. Lieration. Students Copyright . 2024 Ulfa Fatimah. Fariz Aditya. Jojor Mindo Manullang. Fazli Rachman A Corresponding author : Email : fatimahulfa40@gmail. DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. ISSN 2580-3735 (Media Ceta. ISSN 2580-1147 (Media Onlin. Jurnal Basicedu Vol 8 No 4 Tahun 2024 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 2832 Evaluasi Efektivitas Program Literasi Sekolah terhadap Minat Membaca Siswa SMP Ae Ulfa Fatimah. Fariz Aditya. Jojor Mindo Manullang. Fazli Rachman DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. PENDAHULUAN Salah satu tujuan utama dalam dunia pendidikan adalah meningkatkan minat baca di kalangan siswa. Menurut hasil survei dalam (Annur, 2. minat baca di Indonesia menunjukkan tren peningkatan. Secara nasional, pada tahun 2023, tingkat kegemaran membaca masyarakat Indonesia mencapai angka 66,67, yang masuk dalam kategori sedang, naik 2,77 poin dari tahun 2022 yang berada di angka 63,9. Minat baca yang lebih tinggi diharapkan dapat meningkatkan kemampuan akademik dan wawasan siswa. Namun. Data dari UNESCO dan Kemenkominfo yang dilaporkan dalam (Caesaria, 2. mengungkapkan bahwa indeks minat baca masyarakat Indonesia hanya sebesar 0,001 persen. Artinya, hanya satu dari seribu orang Indonesia yang gemar membaca buku, menunjukkan bahwa minat baca di Indonesia masih sangat rendah. Situasi ini menjadi perhatian khusus bagi institusi pendidikan yang bertanggung jawab langsung terhadap perkembangan literasi siswa. Program literasi sekolah merupakan salah satu upaya strategis yang dirancang untuk meningkatkan minat dan kemampuan membaca siswa. Program ini mencakup berbagai kegiatan, seperti penyediaan perpustakaan yang memadai, penyelenggaraan kegiatan membaca bersama, lomba membaca, dan pelatihan literasi bagi guru. Efektivitas dari program-program ini perlu dievaluasi secara berkala untuk memastikan tujuan yang diharapkan dapat tercapai. SMP Negeri 29 Medan merupakan salah satu sekolah yang telah mengimplementasikan program literasi sekolah. Meskipun berbagai upaya telah dilakukan, perlu dilakukan evaluasi untuk mengetahui sejauh mana program ini efektif dalam meningkatkan minat baca siswa. Evaluasi ini penting untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan program, serta memberikan rekomendasi perbaikan ke depannya. Kemunculan gerakan literasi sekolah di Indonesia merupakan sesuatu yang sangat dinantikan oleh banyak kalangan, terutama ketika melihat rendahnya tingkat minat baca di negara ini. Gerakan ini memiliki peran penting dalam menumbuhkan budaya membaca di kalangan siswa, sehingga penerapannya di setiap sekolah menjadi sangat krusial. Gerakan Literasi Sekolah merupakan sebuah proses agar siswa menjadi literat, warga sekolah menjadi literat, yang akhirnya literat menjadi kultur atau budaya yang dimiliki sekolah (Laksono, 2. Literasi Sekolah sebagai kemampuan untuk mengakses, memahami, dan menggunakan informasi secara cerdas melalui berbagai kegiatan seperti membaca, melihat, mendengarkan, menulis, dan/atau berbicara. Gerakan Literasi Sekolah ini bertujuan untuk mengubah sekolah menjadi organisasi pembelajaran yang mempromosikan literasi sepanjang hayat dengan melibatkan masyarakat secara luas (Retnaningdyah, 2. Secara umum, tujuan utama dari gerakan literasi sekolah adalah untuk menumbuhkan dan mengembangkan budi pekerti peserta didik melalui pembudayaan ekosistem literasi di lingkungan sekolah. Hal ini diwujudkan dengan mengintegrasikan kegiatan literasi ke dalam berbagai aspek kehidupan sekolah. Dengan demikian, gerakan literasi sekolah bertujuan agar peserta didik dapat menjadi pembelajar sepanjang hayat, yang tidak hanya gemar membaca tetapi juga mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh dari kegiatan membaca tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Gerakan literasi adalah sebuah inisiatif yang diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 2015, yang awalnya muncul sebagai respons terhadap rendahnya kemampuan literasi dan minat baca di kalangan masyarakat Indonesia. Wiedarti menjelaskan bahwa gerakan literasi adalah upaya partisipatif yang melibatkan berbagai pihak, termasuk warga sekolah . iswa, guru, kepala sekolah, staf pendidikan, pengawas sekolah, komite sekolah, orang tua/wali muri. , akademisi, penerbit, media massa, masyarakat . okoh masyarakat yang dapat menjadi teladan, dunia usaha, dll. ), serta pemangku kepentingan lainnya, di bawah koordinasi Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Menurut Wiedarti, gerakan literasi melalui pembiasaan bertujuan untuk menumbuhkan minat terhadap bacaan dan kegiatan membaca di kalangan warga sekolah (Wiedarti, 2. Dengan adanya gerakan literasi sekolah, diharapkan tercipta generasi yang lebih cerdas, kritis, dan memiliki wawasan luas. Gerakan ini tidak hanya fokus pada peningkatan kemampuan membaca, tetapi juga pada pengembangan karakter dan keterampilan hidup yang akan sangat berguna bagi siswa di masa depan. Oleh karena itu, gerakan literasi sekolah memiliki peran strategis dalam membangun masyarakat yang literat dan Jurnal Basicedu Vol 8 No 4 Tahun 2024 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 2833 Evaluasi Efektivitas Program Literasi Sekolah terhadap Minat Membaca Siswa SMP Ae Ulfa Fatimah. Fariz Aditya. Jojor Mindo Manullang. Fazli Rachman DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. memiliki daya saing tinggi. Tujuan utama dari meningkatkan minat baca adalah menjadikan membaca sebagai bagian penting dalam kehidupan siswa. Semakin tinggi minat baca siswa, semakin besar pula keinginan mereka untuk membaca (Sud. Minat baca adalah faktor penting bagi kemajuan suatu bangsa, karena penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi hanya bisa dicapai dengan minat baca yang tinggi. Literasi baca-tulis mencakup kemampuan dalam membaca, menulis, mencari, mengeksplorasi, mengolah, dan memahami informasi, yang kemudian digunakan untuk menganalisis, merespons, dan memanfaatkan teks tertulis guna mencapai tujuan, mengembangkan pemahaman dan potensi diri, serta berpartisipasi dalam kehidupan sosial (Kasiyun, 2. Penelitian sebelumnya dilakukan oleh Napitupulu dan Mulyanto tentang Evaluasi Implementasi Program Gerakan Literasi Sekolah di SD Salman Alfarisi Cibinong, yang menunjukkan bahwa sekolah ini telah memenuhi sarana dan prasarana yang mendukung proses literasi. Dalam hal proses, evaluasi program menunjukkan bahwa pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah di SD Salman Alfarisi Cibinong berjalan dengan sangat baik, dengan rata-rata nilai mencapai 93,75% dari empat komponen yang dievaluasi yaitu Context. Input. Process. Product. Semenjak adanya program gerakan literasi sekolah di SD Salman Alfarisi Cibinong peserta didik menjadi gemar membaca, hal tersebut diperkuat dengan argumen dari Kepala Sekolah yang menjelaskan bahwa gerakan literasi sekolah dapat menumbuhkan minat baca dan meningkatkan pemahaman peserta didik (Napitupulu, 2. Menurut penelitian (Yulianti, 2. Gerakan Literasi Sekolah akan berhasil efektif apabila dilaksanakan sesuai dengan standar kriteria yang telah ditetapkan. Hal ini termasuk peningkatan keterampilan literasi melalui pengajaran oleh guru yang efektif, akses penuh terhadap perpustakaan sekolah, kerja sama aktif antara siswa dengan perpustakaan, dan faktor-faktor lain yang mendukung. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Wardani dan Astuti mengenai evaluasi pelaksanaan Program Gerakan Literasi di sekolah dasar, bahwa program tersebut menghasilkan pembentukan karakter siswa, peningkatan minat baca, peningkatan kemampuan memahami soal siswa, serta munculnya berbagai prestasi siswa dalam lomba literasi (Wardani, 2. Kesamaannya dengan penelitian ini adalah fokus pada evaluasi program literasi yang dilaksanakan di sekolah. Perbedaannya terletak pada pendekatan atau metode penelitian yang mereka gunakan juga pada tingkatan sekolahnya. Program Literasi Sekolah adalah program penting yang bisa diterapkan di sekolah. Peneliti melakukan penelitian tentang bagaimana Evaluasi Efektivitas Program Literasi Sekolah terhadap Minat Membaca Siswa SMP. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas program literasi sekolah yang diterapkan di SMP Negeri 29 Medan, serta menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas program tersebut. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat praktis dan teoretis. Secara praktis, hasil evaluasi dapat dijadikan sebagai acuan bagi pihak sekolah untuk meningkatkan program literasi mereka. Dan secara teoretis, penelitian ini dapat memperkaya literatur tentang evaluasi program literasi di sekolah SMP Negeri 29 Medan. METODE Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif (Sidiq & Choiri, 2. Penelitian dilakukan dengan tujuan utama yaitu menggambarkan secara sistematis fakta dan karakteristik objek atau subjek yang diteliti secara tepat. Tidak ada penggunaan angka dalam data deskriptif. Penelitian deskriptif kualitatif adalah serangkaian tindakan ilmiah yang intensif, rinci, dan mendalam yang dilakukan pada tingkat prosedur, peristiwa, dan aktivitas, serta pada tingkat individu, dengan tujuan mendapatkan data tambahan tentang peristiwa tersebut (Raharjo, 2. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 29 Medan dari April hingga Mei 2024. Sekolah ini terletak di Jl. Benteng Hulu. Bandar Khalipah. Kec. Percut Sei Tuan. Kabupaten Deli Serdang. Sumatera Utara 20371. Sumber data penelitian ini terdiri dari sumber data primer dan sekunder. Sumber data primer diperoleh langsung dari subjek penelitian melalui wawancara, observasi guru, kepala sekolah, siswa dan pengelola perpustakaan. Sumber data sekunder terdiri dari dokumentasi kegiatan literasi sekolah dan masalah penelitian di SMP Negeri Jurnal Basicedu Vol 8 No 4 Tahun 2024 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 2834 Evaluasi Efektivitas Program Literasi Sekolah terhadap Minat Membaca Siswa SMP Ae Ulfa Fatimah. Fariz Aditya. Jojor Mindo Manullang. Fazli Rachman DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. 29 Medan. Data ini digunakan untuk menghasilkan deskripsi dan interpretasi makna yang lebih mendalam. Dengan metode penelitian ini, diharapkan dapat diperoleh gambaran yang komprehensif mengenai efektivitas program literasi di SMP Negeri 29 Medan dan solusi yang tepat untuk mengatasi kendala yang dihadapi. Dalam Penelitian Kualitatif, peneliti berperan sebagai key instrument sehingga keterlibatan peneliti secara aktif di lapangan untuk memperoleh data. Dalam penelitian yang dilakukan, peneliti menggunakan teknik observasi, wawancara kepada guru-guru dan beberapa siswa dan dokumentasi. Adapun instrumen yang peneliti gunakan untuk mendukung kegiatan penelitian ini yaitu, ada peneliti, panduan wawancara, alat tulis, alat rekam, serta dokumen atau literatur yang dibutuhkan peneliti. HASIL DAN PEMBAHASAN Sekolah adalah tempat di mana kita belajar dan berkembang. Tujuan utamanya adalah untuk membantu kita menjadi pribadi yang baik, pintar, berakhlak mulia, dan memiliki keterampilan yang berguna bagi diri kita sendiri, masyarakat, bangsa, dan negara. Hal ini diatur dalam undang-undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 tahun 2003. Membaca merupakan aktivitas yang sangat penting dan harus dilakukan secara teratur untuk meningkatkan kemampuan berbahasa dan pemahaman seseorang. Membaca juga dianggap sebagai kebutuhan bagi peserta didik karena melalui membaca, mereka dapat memperluas pengetahuan mereka tentang berbagai topik dan memperkaya pemahaman mereka tentang dunia (Rohman, 2. Dengan membaca, peserta didik juga dapat meningkatkan kemampuan kritis dan analitis mereka, sehingga mereka dapat mengevaluasi informasi dengan lebih baik. Visi, misi, dan tujuan program literasi di sekolah sangat bermanfaat bagi peserta didik. Ini berarti bahwa ketika sekolah memiliki tujuan yang jelas dalam meningkatkan literasi siswa, maka siswa akan mendapatkan manfaat yang baik dari program tersebut. Dampak dari pelaksanaan program literasi sekolah juga dirasakan baik oleh siswa dan guru. Hal ini menunjukkan bahwa program tersebut berhasil memberikan manfaat yang positif bagi semua pihak yang terlibat. Untuk memastikan keberhasilan program literasi, penting untuk mengevaluasi proses pelaksanaannya. Evaluasi dilakukan dari awal program hingga akhir, dengan tujuan untuk melihat sejauh mana program tersebut telah dilaksanakan dan apa saja hambatannya (Trianggoro & Koeswanti, 2. Dengan evaluasi ini, diharapkan siswa dapat mengembangkan budaya literasi dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh peneliti pada kegiatan literasi 15 menit sebelum memulai pembelajaran yang terdapat pada peraturan dan tata tertib sekolah SMP Negeri 29 Medan belum berjalan dengan Dari hasil wawancara bersama guru ditemukan bahwa program literasi sekolah di SMP Negeri 29 Medan memiliki beberapa temuan utama terkait efektivitasnya. Dalam wawancara dengan beberapa guru di SMP Negeri 29 Medan, terungkap bahwa kebiasaan membaca belum menjadi bagian rutin dari aktivitas sekolah. Salah satu guru. Ibu LH mengatakan bahwa di SMP Negeri 29 Medan kegiatan membaca belum terjadwal dengan baik. Banyak siswa yang belum memanfaatkan waktu luang untuk membaca. Kondisi ini diperparah dengan rendahnya pemanfaatan fasilitas sekolah seperti ruang literasi dan perpustakaan yang tampak sepi. Hal ini sejalan dengan hasil wawancara guru DAH yang mengatakan sekalah SMP Ngeri 29 Medan memiliki perpustakaan yang cukup lengkap, tapi sayangnya jarang sekali siswa yang datang untuk membaca. Para guru juga mencatat bahwa minat baca siswa cenderung rendah. Siswa lebih banyak menghabiskan waktu dengan gadget dibandingkan membaca buku. Tidak adanya program literasi yang konsisten dan terstruktur di SMP Negeri 29 Medan membuat siswa kurang mendapatkan pendampingan dan motivasi untuk membaca. Ibu FM selaku wakasek bidang kurikulum mengatakan bahwa SMP Negeri 29 Medan belum memiliki jadwal tetap untuk kegiatan literasi seperti membaca nyaring atau dalam hati seperti di sekolah lain. Selain itu, inovasi dalam kegiatan literasi juga masih kurang. Dengan demikian, terlihat jelas bahwa SMP Negeri 29 Medan masih Jurnal Basicedu Vol 8 No 4 Tahun 2024 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 2835 Evaluasi Efektivitas Program Literasi Sekolah terhadap Minat Membaca Siswa SMP Ae Ulfa Fatimah. Fariz Aditya. Jojor Mindo Manullang. Fazli Rachman DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. memerlukan banyak pembenahan dalam hal pembiasaan membaca dan pengoptimalan fasilitas literasi yang ada, agar siswa lebih termotivasi dan terbiasa dalam kegiatan membaca. Kesadaran siswa untuk pergi ke perpustakaan masih kurang optimal. Kesadaran ini adalah ketika siswa secara sukarela dan tanpa tekanan dari luar melakukan kegiatan tertentu. Literasi yang berasal dari kesadaran dan keinginan akan menghasilkan kebiasaan yang baik dan konsisten. Siswa yang sudah memiliki kesadaran yang tinggi untuk pergi ke perpustakaan biasanya sudah terbiasa membaca (Ati & Widiyarto, 2. Dari Hasil wawancara siswa AF. NP. BM dan SF mengatakan bahwa minat baca mereka masih tergolong rendah. Dikarenakan mereka masih enggan untuk meminjam dan membaca buku di perpustakaan dan jadwal pelajaran yang padat membuat waktu yang dialokasikan untuk kegiatan literasi sangat terbatas. Dan mereka menghabiskan banyak waktunya untuk beermain gadget dibandingkan membaca buku. Hal ini mengakibatkan program literasi tidak mendapatkan perhatian yang cukup. Evaluasi melibatkan berbagai aspek yang berkaitan dengan program literasi, seperti metode pengajaran, tingkat partisipasi siswa, dukungan dari pihak sekolah, dan hasil belajar yang dicapai. Dari evaluasi tersebut, program literasi di SMP Negeri 29 Medan memiliki potensi yang besar untuk meningkatkan kemampuan literasi Meskipun demikian, masih terdapat beberapa area yang perlu diperbaiki agar program literasi dapat lebih efektif dan memberikan manfaat yang optimal bagi perkembangan literasi siswa di sekolah tersebut. Oleh karena itu, rekomendasi telah disusun untuk memperbaiki program literasi sekolah agar dapat mencapai tujuan yang diinginkan (Ilmi. Wulan, & Wahyudin, 2. Minat membaca yang rendah di kalangan siswa menjadi perhatian utama dalam dunia pendidikan. Hasil wawancara menunjukkan bahwa siswa lebih cenderung tertarik pada kegiatan lain seperti bermain game, menonton televisi, atau menggunakan media sosial daripada menghabiskan waktu untuk membaca buku. Hal ini menimbulkan keprihatinan karena membaca memiliki peran yang sangat penting dalam perkembangan intelektual dan kognitif siswa. Oleh karena itu, perlu adanya upaya untuk meningkatkan minat membaca di kalangan siswa melalui berbagai cara, seperti menyediakan buku-buku menarik dan relevan dengan minat mereka, serta mengadakan kegiatan-kegiatan yang mendorong minat membaca secara aktif. Dengan demikian, diharapkan minat membaca siswa dapat ditingkatkan dan memberikan dampak positif dalam proses pembelajaran mereka. Kendala dalam Pelaksanaan Program Literasi di SMP Negeri 29 Medan salah satu kendala utama dalam pelaksanaan program literasi di SMP Negeri 29 Medan adalah kurangnya fasilitas yang mendukung, terutama terkait dengan kurangnya perpustakaan yang dilengkapi dengan buku-buku menarik dan sesuai dengan minat Hal ini disebabkan banyaknya buku yang tersedia di perpustakaan sekolah adalah buku-buku lama dan kurang relevan dengan minat siswa saat ini (Wahyuni. Djatmika, & As'ari, 2. Selain itu, kendala lainnya adalah kurangnya dukungan dari para guru. Guru-guru di sekolah tersebut kurang aktif dalam mendorong siswa untuk gemar membaca. Wawancara dengan guru menunjukkan bahwa mereka merasa beban kerja yang tinggi dan kurangnya waktu menjadi kendala untuk mempromosikan literasi secara efektif di kalangan siswa. Keterbatasan waktu juga menjadi faktor penting yang menghambat pelaksanaan program literasi. Jadwal kegiatan literasi sering kali berbenturan dengan kegiatan akademik lainnya, sehingga banyak siswa merasa tidak memiliki cukup waktu untuk membaca karena harus fokus pada tugas-tugas dan ujian. Di samping itu, kurangnya pengawasan dan evaluasi juga menjadi masalah. Program literasi tidak diawasi secara ketat, sehingga pelaksanaannya sering kali tidak konsisten. Beberapa siswa bahkan melaporkan bahwa kegiatan literasi hanya dilakukan sesekali dan tidak menjadi bagian rutin dari aktivitas Selain itu, tidak adanya evaluasi yang berkelanjutan juga menjadi masalah, karena tidak ada umpan balik yang sistematis untuk perbaikan program literasi di SMP Negeri 29 Medan. Dalam buku panduan Gerakan Literasi Sekolah, dijelaskan cara-cara agar sekolah dapat menjadi garis depan dalam pengembangan budaya literasi (Teguh, 2. Salah satu strategi yang disarankan adalah menciptakan lingkungan fisik yang ramah literasi. Lingkungan fisik yang kondusif dapat mempengaruhi Jurnal Basicedu Vol 8 No 4 Tahun 2024 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 2836 Evaluasi Efektivitas Program Literasi Sekolah terhadap Minat Membaca Siswa SMP Ae Ulfa Fatimah. Fariz Aditya. Jojor Mindo Manullang. Fazli Rachman DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. persepsi warga sekolah terhadap literasi. Sekolah disarankan untuk memajang karya peserta didik di berbagai area sekolah, seperti koridor dan kantor kepala sekolah. Selain lingkungan fisik, penting juga untuk mengupayakan lingkungan sosial dan afektif yang mendukung budaya literasi. Lingkungan sosial dan afektif ini dapat dibangun melalui model komunikasi dan interaksi yang literat antara seluruh komponen sekolah. Komunikasi yang baik dan interaksi yang positif dapat memperkuat budaya literasi di sekolah Penghargaan diberikan kepada peserta didik setiap minggu untuk menghargai kemajuan mereka di semua aspek, sebagai bentuk pengakuan atas capaian sepanjang tahun. Dalam upaya meningkatkan minat dan partisipasi siswa dalam program literasi, berbagai faktor harus diperhatikan dan diintegrasikan dalam pendekatan yang komprehensif (Martiningsih, 2. Dukungan keluarga memainkan peran penting, di mana orang tua yang mendorong anak-anak mereka untuk membaca dan menyediakan buku yang menarik dapat meningkatkan kebiasaan membaca di rumah. Selain itu, lingkungan luar sekolah, seperti komunitas yang aktif dalam kegiatan literasi dan teman sebaya yang memiliki minat baca tinggi, juga dapat mempengaruhi minat siswa. Media sosial dapat menjadi alat yang efektif dalam mempromosikan literasi jika digunakan dengan benar, seperti melalui promosi buku atau diskusi buku online, meskipun juga dapat menjadi distraksi. Minat baca siswa dapat ditingkatkan dengan menyediakan bahan bacaan yang relevan dan menarik serta mengadakan kegiatan literasi yang kreatif dan menyenangkan. Keterampilan literasi yang baik sangat penting untuk memastikan siswa dapat memahami dan menikmati bahan bacaan, sehingga program yang berfokus pada peningkatan keterampilan membaca dasar dan strategi membaca yang efektif sangat Selain itu, dukungan guru juga sangat penting. Guru yang antusias dan terlibat dalam mempromosikan literasi dapat menjadi model peran yang positif bagi siswa. Guru juga perlu mendapatkan pelatihan dan sumber daya yang memadai untuk mengajar literasi secara efektif. Dengan mempertimbangkan semua faktor ini secara holistik dan terintegrasi, program literasi dapat menjadi lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca dan minat baca siswa (Kartikasari, 2. Sekolah diupayakan menjadi lingkungan akademik yang literat dengan perencanaan gerakan literasi, alokasi waktu untuk pembelajaran literasi, dan pelatihan tenaga kependidikan untuk pemahaman program Program Gerakan Literasi Sekolah dilaksanakan secara bertahap di seluruh Indonesia dengan mempertimbangkan kesiapan sekolah, warga sekolah, dan sistem pendukung. Dengan mengatasi kendalakendala yang diidentifikasi dan memanfaatkan rekomendasi yang disusun, sekolah-sekolah dapat meningkatkan efektivitas program literasi mereka dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi perkembangan literasi siswa. KESIMPULAN Sekolah memiliki peran penting dalam membentuk pribadi yang baik, pintar, berakhlak mulia, dan memiliki keterampilan yang berguna. Salah satu cara untuk mencapai tujuan ini adalah melalui program literasi yang terencana dengan baik. Program literasi dapat meningkatkan kemampuan berbahasa, pemahaman, kemampuan kritis, dan analitis siswa. Namun, pelaksanaan program literasi di SMP Negeri 29 Medan belum berjalan efektif karena berbagai kendala seperti kurangnya fasilitas perpustakaan yang relevan, kurangnya dukungan dari guru, keterbatasan waktu, dan kurangnya pengawasan serta evaluasi. Untuk meningkatkan minat membaca siswa, perlu adanya upaya menyediakan buku-buku menarik, kegiatan yang mendorong minat membaca, dan menciptakan lingkungan fisik, sosial, dan afektif yang mendukung budaya literasi. Untuk meningkatkan efektivitas program literasi, diperlukan upaya peningkatan dukungan infrastruktur, pelatihan bagi guru, dan pengawasan yang ketat serta evaluasi yang berkelanjutan. Oleh karena itu, peningkatan minat baca harus terus menjadi prioritas utama dalam upaya membangun masyarakat yang literat dan berdaya saing tinggi. UCAPAN TERIMA KASIH Kami sangat berterima kasih kepada semua orang yang mendukung dan membantu penelitian ini. pertama-tama ingin mengucapkan terima kasih kepada SMP Negeri 29 Medan, terutama kepala sekolah, guru. Jurnal Basicedu Vol 8 No 4 Tahun 2024 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 2837 Evaluasi Efektivitas Program Literasi Sekolah terhadap Minat Membaca Siswa SMP Ae Ulfa Fatimah. Fariz Aditya. Jojor Mindo Manullang. Fazli Rachman DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. staf, dan siswa yang telah meluangkan waktu, membantu, dan berpartisipasi dalam proses pengumpulan data. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan peneliti dan akademisi yang telah memberikan saran dan masukan yang berharga selama proses penyusunan artikel ini. kami juga ingin mengucapkan terima kasih kepada teman-teman dan keluarga yang telah memberikan motivasi dan dukungan moral yang sangat penting. Semoga hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi positif bagi dunia pendidikan dan menjadi referensi yang berguna untuk membantu siswa meningkatkan minat baca mereka. DAFTAR PUSTAKA