Jurnal Budi Pekerti Agama Islam Volume. 3 Nomor. 4 Agustus 2025 e-ISSN: 3031-8343. p-ISSN: 3031-8351. Hal. DOI: https://doi. org/10. 61132/jbpai. Available online at: https://journal. id/index. php/jbpai Strategi Kelas Ramah Anak dan Pengaruhnya terhadap Kesejahteraan Siswa di SD Negeri 5 Bringin Siti Khumaidah1. Naila Khoirun Nisa2. Rini Fuji Lestari3. Muhammad Safaruddin Najwa4. Nur Rohman5, 1,2,3,4,5 Universitas Islam Nahdlatul Ulama Email: 221330000956@unisnu. id 1,221330001105@unisnu. id 2,221330001033@unisnu. id 3, 221330000937@unisnu. id 4,gnurrohman@gmail. Abstract. This study aims to describe the child-friendly classroom strategies implemented at SD Negeri 5 Bringin and their impact on student well-being. A child-friendly classroom is an educational approach that emphasizes the creation of a safe, comfortable, inclusive, and participatory learning environment, supporting students' emotional and social development optimally. This research employed a descriptive qualitative method with data collection techniques including observation, interviews, and documentation. The research subjects were students directly involved in the implementation of the child-friendly classroom, selected through purposive sampling. The results showed that child-friendly classroom strategies were actively implemented by teachers, involving students in planning and learning activities, and fostering good communication with parents. These strategies positively impacted student well-being, as reflected in increased feelings of safety, self-confidence, emotional regulation, and the quality of social interactions among students in the school environment. This study is expected to serve as a reference for teachers and schools in developing child-friendly learning environments to support students' holistic well-being. Keywords: Child-Friendly Classroom. Learning Strategies. Student Well-being. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi kelas ramah anak yang diterapkan di SD Negeri 5 Bringin serta dampaknya terhadap kesejahteraan siswa. Kelas ramah anak merupakan pendekatan pendidikan yang menekankan pada terciptanya lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan partisipatif, sehingga mampu mendukung perkembangan emosional dan sosial siswa secara optimal. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah siswa yang terlibat langsung dalam implementasi kelas ramah anak, dipilih melalui teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi kelas ramah anak diterapkan secara aktif oleh guru, dengan melibatkan siswa dalam perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran serta membangun komunikasi yang baik dengan orang tua. Strategi tersebut memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan siswa, ditandai dengan meningkatnya rasa aman, percaya diri, kemampuan mengelola emosi, serta kualitas interaksi sosial siswa di lingkungan sekolah. Penelitian ini diharapkan menjadi referensi bagi guru dan sekolah dalam mengembangkan lingkungan belajar yang ramah anak guna mendukung kesejahteraan siswa secara Kata kunci: Kelas Ramah Anak. Strategi Pembelajaran. Kesejahteraan Siswa. LATAR BELAKANG Pendidikan dasar merupakan tahap awal yang sangat penting dalam membentuk karakter dan kesejahteraan siswa. Pada jenjang ini, siswa tidak hanya dituntut untuk menguasai aspek akademik, tetapi juga perlu didukung kesejahteraan emosional dan sosialnya agar tumbuh secara utuh. Lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menghargai hak-hak siswa menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi kesejahteraan tersebut. Kelas ramah anak adalah salah satu strategi yang diterapkan untuk mewujudkan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan siswa secara menyeluruh. Pendekatan ini menekankan pentingnya partisipasi siswa dalam pembelajaran, penerimaan terhadap Received: Juni 10, 2025. Revised: Juni 30, 2025. Accepted: Juli 08, 2025. Online Available: Juli 14, 2025. Strategi Kelas Ramah Anak dan Pengaruhnya terhadap Kesejahteraan Siswa di SD Negeri 5 Bringin keberagaman, serta menciptakan suasana kelas yang bebas dari kekerasan dan diskriminasi. Melalui strategi ini, siswa diharapkan merasa dihargai, aman, dan termotivasi dalam mengikuti proses belajar mengajar. Namun demikian, masih banyak sekolah dasar yang belum secara optimal menerapkan strategi kelas ramah anak. Beberapa guru masih menggunakan pendekatan otoriter dan kurang melibatkan siswa dalam proses pembelajaran, sehingga kesejahteraan emosional dan sosial siswa belum sepenuhnya berkembang. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan siswa merasa tertekan, sulit beradaptasi secara sosial, dan kurang percaya diri dalam mengungkapkan Melihat pentingnya peran kelas ramah anak dalam mendukung kesejahteraan siswa, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi kelas ramah anak yang diterapkan di SD Negeri 5 Bringin serta dampaknya terhadap kesejahteraan siswa. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran nyata bagaimana sekolah dasar dapat menciptakan lingkungan belajar yang tidak hanya fokus pada pencapaian akademik, tetapi juga memperhatikan kesejahteraan emosional dan sosial siswa. KAJIAN TEORITIS Kelas ramah anak merupakan bagian integral dari upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang menghargai hak-hak anak dan menunjang perkembangan holistik mereka, termasuk dalam aspek emosional dan sosial. Konsep ini merupakan turunan dari kebijakan Sekolah Ramah Anak (SRA) yang menekankan prinsip inklusivitas, partisipasi, dan perlindungan terhadap anak di lingkungan pendidikan. Strategi perencanaan program kelas ramah anak menjadi komponen penting dalam membentuk iklim belajar yang aman, nyaman, dan mendorong partisipasi aktif peserta didik. Menurut Astuti. Prasetyo, dan Hidayati . , perencanaan yang efektif melibatkan identifikasi kebutuhan siswa, penyusunan aturan kelas bersama siswa, kolaborasi dengan orang tua serta masyarakat sekolah, serta evaluasi berkala untuk menyesuaikan dengan dinamika kelas. Guru berperan sebagai fasilitator dan mediator yang harus sensitif terhadap kondisi psikologis dan sosial anak, sehingga perencanaan program tidak sekadar administratif, tetapi benar-benar berpihak pada kesejahteraan anak. Kesejahteraan siswa mencakup dua aspek utama, yaitu kesejahteraan emosional dan kesejahteraan sosial. Kesejahteraan emosional berkaitan dengan kemampuan siswa mengenali, mengelola, dan mengekspresikan emosi dengan cara yang sehat. Lingkungan kelas yang positif, suportif, dan bebas dari kekerasan verbal maupun nonverbal memiliki peran penting dalam membentuk stabilitas emosional siswa. Ningsih dan Sari . menegaskan bahwa JBPAI Ae VOLUME. 3 NOMOR. 4 AGUSTUS 2025 e-ISSN: 3031-8343. p-ISSN: 3031-8351. Hal. iklim kelas yang suportif memberikan kontribusi besar terhadap rasa aman, harga diri, dan motivasi belajar siswa. Sementara itu, kesejahteraan sosial berhubungan dengan kemampuan siswa dalam berinteraksi positif dengan teman sebaya dan lingkungan sekitarnya. Fitriana dan Yusuf . menemukan bahwa nilai-nilai seperti kerja sama, saling menghargai, dan inklusivitas yang diterapkan dalam pembelajaran dapat meningkatkan kualitas interaksi sosial Lingkungan kelas yang ramah, tidak diskriminatif, dan memberi ruang bagi ekspresi sosial siswa akan membentuk solidaritas dan rasa kebersamaan yang kuat. Hubungan antara strategi perencanaan program kelas ramah anak dengan kesejahteraan emosional dan sosial peserta didik bersifat erat dan saling memengaruhi. Perencanaan kelas yang mengedepankan prinsip-prinsip ramah anak berdampak langsung pada terciptanya suasana belajar yang mendukung kesehatan psikososial anak. Susanto. Wulandari, dan Putra . menegaskan bahwa penerapan pendekatan kelas ramah anak secara strategis mampu meningkatkan kemampuan anak dalam mengelola emosi, menjalin relasi sosial yang sehat, serta memperkuat daya adaptasi terhadap lingkungan belajar. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa strategi perencanaan program kelas ramah anak tidak hanya berkontribusi pada peningkatan mutu pembelajaran, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam menciptakan kesejahteraan emosional dan sosial peserta didik di sekolah dasar. Penelitian yang dilakukan oleh (Haryanti et al. , 2. dengan judul Strategi Kompetensi Manajerial Kepala Sekolag Dalam Mewujudkan Sekolah Ramah Anak di Sekolah Dasar menunjukkan bahwa strategi kompetensi manajerial kepala sekolah di SD Muhammadiyah Program Unggulan Jatipuro berhasil menciptakan lingkungan sekolah ramah anak melalui kebijakan yang jelas dan terarah. Peran kepala sekolah dalam perencanaan strategis sangat penting dalam membangun lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak-anak. Perencanaan yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, seperti guru, orang tua, dan komite sekolah, menunjukkan adanya komitmen terhadap inklusivitas. Dengan demikian, strategi kelas ramah anak tidak hanya berkontribusi pada peningkatan kualitas pembelajaran, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam membentuk kesejahteraan siswa secara emosional dan sosial. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, yang bertujuan untuk menggambarkan secara mendalam bagaimana strategi kelas ramah anak diterapkan dan bagaimana dampaknya terhadap kesejahteraan siswa. Penelitian dilakukan di SD Negeri 5 Bringin, dengan subjek penelitian adalah siswa yang mengikuti program kelas ramah anak. Strategi Kelas Ramah Anak dan Pengaruhnya terhadap Kesejahteraan Siswa di SD Negeri 5 Bringin Pemilihan subjek menggunakan teknik purposive sampling, yaitu memilih siswa yang dianggap paling relevan dengan tujuan penelitian. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, yang bertujuan untuk memperoleh gambaran lengkap dan mendalam tentang pelaksanaan program kelas ramah anak dan kesejahteraan siswa. Pengumpulan data dilakukan secara berulang hingga informasi yang diperoleh dianggap cukup . ata saturatio. Analisis data menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan Untuk menjaga keakuratan data, peneliti melakukan triangulasi data dengan membandingkan hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi. HASIL DAN PEMBAHASAN Penerapan Strategi Kelas Ramah Anak Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, implementasi strategi kelas ramah anak di SD Negeri 5 Bringin menunjukkan penerapan yang cukup baik dan terstruktur. Guru di sekolah tersebut tidak hanya merancang pembelajaran secara mandiri, melainkan melibatkan siswa secara aktif dalam penyusunan aturan kelas, perencanaan aktivitas, hingga pelaksanaan kegiatan belajar. Pelibatan siswa dalam proses perencanaan ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa memiliki . terhadap kelas dan pembelajaran yang mereka jalani. Siswa tidak hanya menjadi objek pendidikan, tetapi juga menjadi subjek yang memiliki hak untuk menentukan sebagian dari aktivitas belajar mereka. Selain melibatkan siswa, guru juga secara sadar menciptakan suasana belajar yang aman dan nyaman, baik secara fisik maupun emosional. Guru menghindari penggunaan kekerasan verbal atau fisik serta mendorong komunikasi yang terbuka dan saling menghargai di dalam Pembelajaran dilaksanakan secara partisipatif, di mana siswa diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapat, bertanya, dan berdiskusi secara aktif dalam setiap sesi Hal ini menciptakan lingkungan belajar yang dinamis, menyenangkan, serta memberi ruang bagi siswa untuk berkembang sesuai dengan potensi dan minatnya. Kepala sekolah berperan penting dalam mendukung terciptanya lingkungan ramah anak Kepala sekolah memberikan arahan strategis melalui kebijakan sekolah, menyediakan pelatihan bagi guru terkait pembelajaran ramah anak, dan memfasilitasi komunikasi antara guru, siswa, dan orang tua. Ardiansyah . menegaskan bahwa kepala sekolah memegang peran sentral dalam mengarahkan guru agar menerapkan strategi yang berpihak pada kesejahteraan siswa, bukan hanya berorientasi pada pencapaian akademik semata. Dukungan JBPAI Ae VOLUME. 3 NOMOR. 4 AGUSTUS 2025 e-ISSN: 3031-8343. p-ISSN: 3031-8351. Hal. kepala sekolah ini turut memperkuat implementasi kelas ramah anak sebagai budaya sekolah, bukan sekadar program sementara. Selain itu, hasil penelitian juga menemukan adanya peran serta orang tua yang cukup Orang tua diajak berkolaborasi dengan pihak sekolah dalam mendukung kebutuhan siswa, baik dalam hal pembelajaran di rumah maupun kegiatan-kegiatan yang mendukung perkembangan emosional dan sosial anak. Irawan et al. , . dalam penelitiannya menyebutkan bahwa keterlibatan orang tua menjadi faktor penting dalam memperkuat komunikasi efektif antara sekolah dan rumah, sehingga tercipta sinergi yang baik untuk kesejahteraan siswa. Kesejahteraan Emosional Siswa Penerapan strategi kelas ramah anak memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan emosional siswa di SD Negeri 5 Bringin. Dari hasil wawancara dan observasi, sebagian besar siswa menunjukkan perasaan nyaman dan aman selama mengikuti proses pembelajaran. Mereka merasa dihargai dan memiliki kesempatan yang sama dalam mengekspresikan perasaan maupun pendapat mereka di kelas. Lingkungan belajar yang aman secara emosional ini membantu siswa terhindar dari rasa cemas atau takut, yang kerap menjadi hambatan dalam proses belajar. Siswa juga mampu menunjukkan pengelolaan emosi yang baik. Ketika menghadapi situasi sulit atau merasa tidak nyaman, siswa cenderung mampu menyampaikan perasaan mereka secara verbal kepada guru atau teman-temannya, bukan melalui perilaku agresif. Guru memfasilitasi pengelolaan emosi ini dengan memberikan ruang diskusi terbuka, serta mendorong siswa untuk saling mendengarkan satu sama lain. Rohman dan Lestari . menegaskan bahwa kesejahteraan emosional siswa tidak hanya dipengaruhi oleh interaksi dengan teman sebaya, tetapi juga oleh peran guru yang memberikan perhatian pada kebutuhan psikologis siswa. Guru yang inklusif dan empatik mampu membangun rasa aman dalam diri siswa, sehingga siswa berani mengungkapkan perasaan mereka secara terbuka. Selain itu. Winarti dan Bahri . menyebutkan bahwa penerapan program ramah anak dapat menumbuhkan kesadaran siswa akan hak-hak mereka sebagai individu yang berharga. Siswa tidak hanya belajar tentang materi akademik, tetapi juga tentang bagaimana menghargai diri sendiri dan orang lain. Hal ini memperkuat rasa percaya diri siswa serta membentuk sikap positif dalam menghadapi tantangan belajar maupun kehidupan sehari-hari. Strategi Kelas Ramah Anak dan Pengaruhnya terhadap Kesejahteraan Siswa di SD Negeri 5 Bringin Kesejahteraan Sosial Siswa Selain kesejahteraan emosional, hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa di SD Negeri 5 Bringin memiliki kemampuan sosial yang berkembang dengan baik. Lingkungan kelas yang ramah anak mendorong siswa untuk saling menghargai, membantu teman yang mengalami kesulitan, serta bekerja sama dalam kelompok. Sikap saling menghargai ini tercermin dalam berbagai aktivitas kelas, seperti diskusi kelompok, permainan edukatif, maupun kegiatan sosial di luar kelas. Siswa tidak hanya sekadar berinteraksi secara formal saat pembelajaran, tetapi juga membangun relasi sosial yang positif di luar jam belajar. Mereka mampu menunjukkan empati ketika ada teman yang mengalami kesulitan, misalnya dengan memberikan dukungan moral atau membantu dalam tugas-tugas belajar. Hal ini menunjukkan bahwa kelas ramah anak mampu menumbuhkan nilai-nilai sosial seperti gotong royong, empati, dan toleransi. Dani dan Rikza . menemukan bahwa penerapan sekolah ramah anak mampu menumbuhkan karakter sosial siswa melalui pembelajaran yang berbasis kerja sama dan Siswa yang terbiasa berinteraksi dalam lingkungan yang ramah akan lebih mudah beradaptasi dengan perbedaan, serta membangun hubungan sosial yang sehat dan konstruktif. Secara keseluruhan, implementasi strategi kelas ramah anak di SD Negeri 5 Bringin memberikan kontribusi nyata terhadap perkembangan keterampilan sosial siswa. Siswa tidak hanya belajar menjadi individu yang cerdas secara akademik, tetapi juga menjadi pribadi yang berempati, mampu bekerja sama, dan mampu menjalin hubungan sosial yang positif dengan lingkungan sekitarnya. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa strategi kelas ramah anak yang diterapkan di SD Negeri 5 Bringin berkontribusi secara positif terhadap kesejahteraan siswa. Strategi ini dilaksanakan melalui pelibatan siswa dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan belajar, penciptaan lingkungan kelas yang aman, nyaman, dan inklusif, serta dukungan yang kuat dari kepala sekolah dan orang tua. Secara emosional, siswa menunjukkan perkembangan yang positif, ditandai dengan rasa aman, nyaman, serta kemampuan mengelola emosi secara sehat. Siswa merasa dihargai oleh guru dan temantemannya, mampu mengekspresikan pendapat tanpa rasa takut, dan memiliki rasa percaya diri yang lebih baik dalam mengikuti pembelajaran. Secara sosial, siswa mampu membangun hubungan yang positif dengan teman sebaya. Mereka menunjukkan sikap saling menghargai, bekerja sama dalam kelompok, serta mampu menyelesaikan konflik secara damai. Lingkungan kelas yang partisipatif dan inklusif JBPAI Ae VOLUME. 3 NOMOR. 4 AGUSTUS 2025 e-ISSN: 3031-8343. p-ISSN: 3031-8351. Hal. memberikan ruang bagi siswa untuk berlatih keterampilan sosial yang penting bagi kehidupan sehari-hari. Secara keseluruhan, strategi kelas ramah anak tidak hanya menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, tetapi juga menjadi faktor kunci dalam membentuk kesejahteraan siswa secara holistik. Penerapan strategi ini mendukung perkembangan siswa secara emosional dan sosial, sehingga pembelajaran di sekolah tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kesejahteraan psikososial siswa. DAFTAR REFERENSI Astuti. Prasetyo. , & Hidayati. Strategi Perencanaan Kelas Ramah Anak di Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Karakter, 13. , 45Ae55. Fitriana. , & Yusuf. Pengaruh Lingkungan Sekolah Terhadap Perilaku Sosial Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Ilmiah Pendidikan, 8. , 88Ae96. Dani Rizky Saputra, & M. Rikza Chamami. Implementasi Program Sekolah Ramah Anak Dalam Mengembangkan Karakter Siswa di SD HJ. Isriati Baiturrahman 2 Semarang. Jurnal IHSAN Jurnal Pendidikan Islam, 3. , 1Ae8. https://doi. org/10. 61104/ihsan. Hak. Di. Panggang. Adriansyah. Fikri. Nichla. , & Attalina. 2 1, 2. Haryanti. Narimo. , & Fuadi. Strategi Kompetensi Manajerial Kepala Sekolah Dalam Mewujudkan Sekolah Ramah Anak di Sekolah Dasar. 8, 287Ae299. Irawan. Rahmawati. Aventina. , & Ayudia. Penerapan Sekolah Ramah Anak Dalam Menanamkan Komunikasi Efektif Peserta Didik dan Guru di Sekolah Dasar. Ningsih. , & Sari. Hubungan Iklim Kelas dengan Kesejahteraan Emosional Siswa SD. Jurnal Psikologi dan Pendidikan Dasar, 5. , 112Ae119. Rohman. , & Lestari. Peran Guru dalam Menumbuhkan Kesejahteraan Emosional Siswa Melalui Pembelajaran Inklusif. Jurnal Pendidikan Dasar, 14. , 76Ae84 Susanto. Wulandari. , & Putra. Implementasi Kelas Ramah Anak dan Dampaknya Terhadap Kesejahteraan Sosial Emosional Anak Sekolah Dasar. Jurnal Inovasi Pendidikan, 18. , 203Ae215. Winarti. , & Bahri. Implementasi Program Sekolah Ramah Anak Dalam Meningkatkan Kesadaran Hak Asasi Manusia di Kalangan Siswa Sekolah Paket A di PKBM Permai Kec . Tanjung Morawa. 2073Ae2080.