APMa Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 3 Nomor 2 Juli 2023 ISSN (Onlin. : 2807-7083 http://jurnal. id/index. php/apma/ DOI: 10. 47575/apma. Edukasi Pengelolaan Kantin Sehat dengan Media Leaflet pada Pengelola Kantin di SDN Ngiliran di Wilayah Kecamatan Panekan. Kabupaten Magetan Retno Widiarini. Sesaria Betty, *Anas Ilham Maulana. Fitria Dea Rahmadhani. Rinanda Novelia Ramadhani. Voti Vera Cristi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bhakti Husada Mulia Madiun. Indonesia ABSTRAK Layanan kantin sehat merupakan salah satu bentuk layanan khusus di sekolah yang berusaha menyediakan makanan dan minuman yang dibutuhkan siswa atau personil sekolah. Kondisi di lapangan, masih banyak anak yang belum memiliki kebiasaan mengonsumsi jajanan sehat. Maka dari itu perlu adanya edukasi terhadap pedagang yang membuka stand di sekolah. Salah satu edukasi yang dilakukan dengan membagikan selembaran leaflet. Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi pengelola kantin sekolah tentang bagaimana mengelola kantin sehat sekaligus menganalisis bagaimana perubahan perilaku mereka saat bekerja untuk mendirikan kantin sehat di sekolah. Kegiatan edukasi dilakukan melalui penyuluhan dengan metode ceramah dan tanya jawab dengan pengelola kantin sekolah. Kegiatan ini dilakukan oleh mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat. STIKES Bhakti Husada Mulia Madiun. Berdasarkan hasil observasi, tidak ada perubahan perilaku pengelola kantin akibat pendirian kantin sehat Penjual kantin tetap melakukan hal yang sama, menjual makanan siap saji yang tidak dikemas dalam lingkungan yang aman, melayani pelanggan tanpa mengenakan alat pelindung diri, dan tetap memasarkan jajanan yang mengandung bahan tambahan mengandung gula tinggi . inuman insta. sertamenjual jajanan dengan bahan tambahan pangan tinggi natrium . aus, mie instan, bumbu tabu. Proses kegiatan edukasi penyelenggaran kantin sehat di sekolah berjalan dengan lancar dan mendapat antusiasme sangat tinggi dari pengolah kantin sehat. Serta memberikan edukasi mengenai penyelenggaraan kantin sehat yang mampu meningkatan pengetahuan pengelola kantin sekolah SD Ngiliran Kecamatan Panekan Kabupaten Magetan. Kata kunci: Edukasi. Pendampingan. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. Covid-19. Education on Healthy Canteen Management with Leaflet Media Canteen Management at SDN Ngiliran in Panekan District. Magetan Regency ABSTRACT The healthy canteen service is one form of special service in schools that seeks to provide food and drinks needed by students or school personnel. Conditions in the field, there are still many children who do not have the habit of eating healthy snacks. Therefore, it is necessary to educate traders who open stands at school. One of the education is done by distributing leaflets. This activity aims to educate school canteen managers on how to manage a healthy canteen while at the same time analyzing how their behavior changes when working to establish a healthy canteen at school. Educational activities are carried out through counseling using the lecture and question and answer method with the school canteen manager. This activity was carried out by students of the Public Health Study Program. STIKES Bhakti Husada Mulia Madiun. Based on the results of observations, there was no change in the behavior of canteen managers as a result of controlling healthy canteens in schools. Canteen sellers continue to do the same thing, sell ready-to-eat food that is not packaged in a safe environment, serve customers without wearing personal protective equipment, and continue to market snacks that contain additives containing high sugar . nstant drink. and sell snacks with food additives. high in sodium . auce, instant noodles, seasoning. The process of educational activities for organizing healthy canteens in schools ran smoothly and received very high enthusiasm from healthy canteen As well as providing education regarding the implementation of a healthy canteen that is able to increase the knowledge of school canteen managers at Ngiliran Elementary School. Panekan District. Magetan City. Keyword: Leaflet Media. Healthy Snack. Healthy Canteen. * Corresponding Author: Email : anasilham572@gmail. Alamat : Jl. Taman Praja No 25. Mojorejo Kec. Taman Kota Madiun Hal: 65-72 This Journal is licensed under a Creative Commons Attribution ShareAlike 4. APMa Jurnal Pengabdian Masyarakat Retno Widiarini dkk. Edukasi Pengelolaan Kantin Sehat dengan Media Leaflet Volume 3 Nomor 2 Juli 2023 PENDAHULUAN Tingkat kecukupan energi dan protein untuk anak usia 7 hingga 12 tahun berkisar antara 71,6 hingga 89,1 persen dan 85,1 hingga 1374 persen, menurut penelitian. Namun, data menunjukkan bahwa 30,6% dan 44,4% asupan energi dan protein anak masing-masing berada di bawah angka kecukupan minimum (BPOM, 2. Ada empat jenis jajanan untuk anak sekolah yaitu makanan utama atau lauk pauk, jajanan atau jajanan, minuman,dan jajanan buah (Depok & Sleman, 2. Masih banyak anak usia sekolah membeli jajanan hanya berdasarkan kesukaannya tanpa mengetahui kandungannya. Karena banyak anak sekolah yangtidak mengetahui cara memilih jajanan sehat di sekolah, hal ini akan berdampak buruk bagi kesehatannya (Masri dkk. , 2. Layanan kantin sekolah bertujuan untuk menyediakan makanan dan minuman yang dibutuhkan siswa atau staf sekolah. Selain itu, masih banyak jajanan anak sekolah yang tidak memenuhi baku mutu kebersihan, keamanan, dan kesehatan yang dapat mengganggu gizi dan kesehatan anak (Mulyani & Suryapermana, 2. Makanan atau jajanan yang tidak memenuhi standar dapat menimbulkan berbagai masalah, misalnya diare bahkan kanker, serta rendahnya angka kecukupan gizi (Noviani dkk. , 2. Meski dengan kondisi di lapangan, banyak anak yang tetap menghindari makan jajanan sehat. Direktorat Pengawasan dan Penyuluhan meyusun data KLB keracunan pangan. Menurut WHO . , sekitar 600 juta kasus penyakit bawaan makanan . oodborne diseas. terjadi setiap tahunnya, yang mengakibatkan 1 dari 10 penyakit tercemar. Pada tahun 2017. Indonesia memiliki 30 kasus keracunan makananminuman, 69,2% disebabkan oleh makanan dan 7,69% oleh minuman, menurut laporan kesehatan (RI, 2. Pengambilan sampel makanan/jajanan anak sekolah menunjukkan bahwa anak biasanya menghabiskan sepertiga waktu hariannya di sekolah (Aini, 2. Ada banyak jenis media ekstensi. Saat memilih media, yang terbaik adalah menyesuaikannya karakteristik audiens untuk memastikan bahwa pesan diterima secara efektif (Notoadmojo, 2. leaflet merupakan media yang digunakan dalam praktik promosi kesehatan karena dapat menyampaikan informasi melalui kata-kata dan gambar yang dapat memotivasi orang untuk bertindak dengan cara Leaflet dapat dijadikan salah satu alternatif bentuk media cetak untuk menyampaikan pesan dan kesan yang dapat mengubah pengetahuan dan sikap siswa sekolah dasar tentang jajanan sehat. Penelitian yang dilakukan Siagian, dkk . AuPengaruh Media Visual Poster dan Leaflet terhadap Pengetahuan dan Perilaku Konsumsi Makanan Jajan pada Anak SekolahAy, terdapat perbedaan yang mencolok antara pengetahuan dan perilaku konsumsi makanan jajanan pada anak sekolah sebelum dan sesudah mengikuti intervensi. Sebelum sampai pada kesimpulanbahwa pengelola kantin sekolah di SDN Ngiliran Kecamatan Panekan Kabupaten Magetan menghadapi permasalahan prioritas sebagai berikut: . Pengelola kantin kurang mengetahui tentang keamanan jajanan sekolah. Siswa tidak memiliki akses ke berbagai jajanan sehat di sekolah. Berdasarkan apa yang baru saja disampaikan, langkah pertama yang dilakukan adalah mengedukasi pengelolakantin tentang program kantin sehat APMa Jurnal Pengabdian Masyarakat Retno Widiarini dkk. Edukasi Pengelolaan Kantin Sehat dengan Media Leaflet Volume 3 Nomor 2 Juli 2023 dan melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan menyelenggarakan kantin sehat bagi siswa Sekolah Dasar. Sebagai pihak pengelola kantin sekolah, kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi peserta tentang pengelolaan kantin sehat dan melihat perubahan perilaku pengelola kantin dalam proses terciptanya kantin sehat disekolah. METODE Metode penelitian ini menggunakan Kualitatif Deskriptif . Metode ini juga di gunakan sebagaian untuk menggambarkan perilaku idup sehat siswa terutama dari segi makanan ataupun jajanan, lokasi penelitian ini di laksanakan pada SD Negeri Ngiliran kecamatan panekan. Kegiatan layanan kantin sehat ini dilakukan selama 1 hari, pada tanggal 19 Agustus tahun 2022. pelayaann Kantin sehat di sekolahan juga memiliki beberapa fasilitas atau unit kegiatan di sekolah yang memberi layanan pendukung bagi kesehatan warga sekolah. Layanan Kantin sehat juga menyediakan beberapa makanan utama dan makanan ringan yang menyehatkan, bergizi, higienis, dan aman dikonsumsi oleh siswa-siswi di sekolah. Keberadaan layanan kantin sehat di sekolah juga akan menentukan sehat tidaknya suatu jajanan. Tujuan penyuluhan ini adalah melakukan kegiatan upaya kesehatan menfasilitasi siswa siswi agar memilih makanan yang lebih sehat serta mengembangkan kebiasaan memakan-makanan yang sehat di sekolah yang melalui layanan kantin sehat. Sasaran kegiatan ini juga melakukan penyuluhan ada 4 penjual layanan kantin yang merupakan bagian dari koperasi sekolah di SD Negeri Ngiliran, kantin sekolah berada dalam lingkungan dalam Sekolah dan dikelola oleh masyarakat yang tinggal di sekitar lingkung Sekolah. Kami melakukan survey kelapangan, denganmelakukan beberapa pengamatan di dua lokasi yang kami dituju yaitu di beberapa kantin. Selanjutnya kami melakukan pembicaraan melalui wawancara langsung dengan narasumber, yaitu penjual di Rangkaian kegiatan yang dilakukan antara lain sebagai berikut: EdukasiPenyelenggaraan layanan Kantin Sehat Kegiatan penyuluhan dilaksanakanmelalui edukasi denganmenggunakan metode ceramahdan tanyajawab kepada beberapa ibu pengelolakantin SDN Ngiliran. Kegiatan ini juga dilakukan oleh mahasiswa Prodi Kesmas. Pada penyuluhan ini alat yang digunakans sebagai selembatan leaflet yang menunjukkan gambar serta tulisan yang menarik serta memudahkan pengelola kantin untuk memahani jenis makanan yang baik untuk dijual di kantin, bagaimana cara menciptakan kantin yang sehat, serta pengertian dari kantin sekolah itu sendiri. Materi edukasi ini juga meliputi beberapa penyediaan jenis-jenis makanan sehat di sekolah, manajemen pengelolaan sanitasi & hygiene, dan contoh penyelenggaraan kantin sehat di sekolah. Penyuluhan ini juga sebagai upaya awal untuk menumbuhkan kepedulian terhadap Institusi pendidikan untuk melakukan program kantin sehat di sekolah. Tujuan kegiatan edukasi ini juga meningkatkan pengetahuan para pengelola sekolah mengenai gizi anak remaja dan pengelolaan layanan kantin sehat di sekolah sehingga dapat APMa Jurnal Pengabdian Masyarakat Retno Widiarini dkk. Edukasi Pengelolaan Kantin Sehat dengan Media Leaflet Volume 3 Nomor 2 Juli 2023 diaplikasikan di beberapa tempat oleh pengelola layanan kantin sehat di wilayah kerjanya masing-masing. Setelah dilakukannya penyuluhan tersebut para mahasiswa yang bertugas melakukan pengecekan di kantin. Metode yang digunakan dalam evaluasi yaitu survei langsung ke kantin dan melihat secara langsung ada atau tidaknya perubahan pada beberapa jenis makanan yang dijual di kantin sehat. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan edukasi dilakukan dengan turun langsung ke lokasi yang akan menjadi tempat untuk edukasi yaitu kantin. Edukasi dilakukan oleh mahasiswa program sarjana prodi kesehatan masyarakat. Edukasi yang dilakukan berhubungan dengan pengelolaan kantin sehat bagi pengelola kantin di SDN Ngiliran. Kecamatan Panekan. Kabupaten Magetan dilaksanakan pada hari JumAoat, 19 Agustus 2022. Kegiatan berlangsung mulai dari puku 09. 00 sampai 10. 00 WIB. Peserta dari edukasi pengelolaan kantin sehat adalah para pedagang yang berjualan di SDN Ngiliran. Total dari pedagang yang berdagang yaitu 4 orang. Pengabdian dilakukan secara langsung dengan mendatangi stand-stand penjual untuk memberikan penyuluhan serat pemberian leafletMateri yang disampaikan kepada pedagang tentang pengertian dari kantin sehat, peran kantin sehat, syarat dari pengeloaan kantin, jenis makanan yang dijual dan makanan yang tidak layak dijual, serta sistem pengelolaan kantin. 5 kunci penyedia panganan yang aman materi disampaikan oleh Voti Vera C. Kantin di SDN Ngiliran terbagi menjadi 2 bangunan yaitu, bangunan sekolah atas dan bangunan sekolah bawah sehingga total kantin yang ada di SDN Ngiliran ada 4 kantin dengan 4 pedagang. Edukasi kantin sehat di SDN Ngiliran berjalan sesuai dengan prediksi yang sudah diharapkan dengan mendatangi stand Ae stand para pedangang untuk memberikan edukasi terkait kantin yang baik untuk lingkungan sekolah. Dengan mendatangi stand Ae stand para pedagang apa yang disampaikan bisa langsung menjuru pada para pedagang yang bersangkutan. Gambar 1 Leaflet Kantin Sehat APMa Jurnal Pengabdian Masyarakat Retno Widiarini dkk. Edukasi Pengelolaan Kantin Sehat dengan Media Leaflet Volume 3 Nomor 2 Juli 2023 Gambar 2 Studi Lapangan di Kantin Sekolah Gambar 3 Pelaksanaan Edukasi Pengelolaan Kantin Sehat Gambar 5 Tim Pengabdi dan Guru SDN Ngiliran APMa Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 3 Nomor 2 Juli 2023 Retno Widiarini dkk. Edukasi Pengelolaan Kantin Sehat dengan Media Leaflet Hasil dari kegiatan edukasi dengan tema pengelolaan kantin sehat dinilai mampu untuk meningkatkan ilmu dan wawasan tentang kantin sehat dari pedagang kantin. Edukasi dilakukan dengan metode ceramah secara deskriptif, metode tersebut dinilai cocok untuk memberikan wawasan baru kepada pengelola kantin untuk lebih memperhatikan kantin yang mereka kelola. Selain para pengelola kantin edukasi ini juga memberi wawasan baru kepada guru tentang bagaimana cara mengelola kantin sekolah dengan baik dengan menjual makanan yang sehat dan tidak mengandung pengawet, pewarna, dan juga perasa atau pemanis buatan. Edukasi tentang pengelolaan kantin sehat mendapat respon positif dari pengelola kantin SDN Ngliran. Dilihat dari respon yang diberikan para pengelola saat pemateri memberikan penjelasan dan bertanya bila ada yang kurang jelas. Pengelola kantin memberikan penjelasan tentang permasalahan yang mereka hadapi selama pengelola kantin di SDN Ngiliran, beberapa masalah yang mereka hadapi antara lain, adanya pedangang makanan yang berada di luar lingkungan sekolah, modal untuk memproduksi jajanan sehat lebih banyak, dan anak-anak yang cenderung menyukai makanan yang memiliki warna mencolok dan rasa yang cenderung asin karena penggunaan micin. Kegiatan dilakukan dengan mengamati kantin sekolah di SDN Ngiliran. Kecamatan Paneka. Kabupaten Magetan. Persyaratan tentang kantin sehat telahdijelaskan dalam Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1098/Menkes/SK/VII/2003 tentang kelayakan hygiene sanitasi pada rumah makandan restoran. Persyaratan hygiene sanitasi kantin yang harus memenuhi ketentuan yang telah ditetapkan adalah fasilitas sanitasi sepertikualitas lingkungan dan faktor-faktor lingkungan fisik atau sanitasi dasar, sanitasi makanan, sanitasi peralatan dan penjamah makanan. Sanitasi dasar terdiri dari penyediaan air bersih, pembuangan kotoran manusia . , pembuangan air limbahdan pengelolaan sampah . empat sampa. Setelah melaksanakan edukasi kepada pengelola kantin, mahasiswa yang bertugas melakukan evaluasi setelah 1 minggu kegiatan edukasi kepada pengelola Dari evaluasi yang dilakukan belum ditemukan perubahan perilaku pada pengelola kantin di SDN Ngiliran. Perilaku pengelola kantin yangbelum berubah antaralain, makanan yang dijual tidak menggunakan kemasan yang tertutup sehingga menyebabkan serangga untuk hinggap di makanan, pengelola kantin tidak menggunakan APD saatmelayani pembeli, menjual makananyang terbuat dari pemanis bautan yang kurang baik jika dikonsumsi terlalu sering, serta menjual makanan yang tinggi pengawet seperti mie instan dan minuman instan. Belum ditemukannya perubahan perilaku dari pengelola kantin disebabkan oleh beberapa faktor antara lan, belum adanya keterampilan bagi pengelola untuk menyajikan makanan sehat, memiliki presepsi bahwa menjual makanan yang instan lebih praktis dan lebih disuaki oleh anak-anak. Pelaksanaan kantin sehat di SDN Ngiliran membutuhkan peran dari seluruh warga sekolah untuk lebih meningkatkan wawasan mengenai pengelolaan kantin yang baik dan benar. Warga sekolah yang juga harus ikut dalam ambil adil dalam pelaksaan kantin sehat adalah guru, pengelola kantin, siswa, dan peran orang tua. Selain itu pihak APMa Jurnal Pengabdian Masyarakat Retno Widiarini dkk. Edukasi Pengelolaan Kantin Sehat dengan Media Leaflet Volume 3 Nomor 2 Juli 2023 sekolah dapat membentuk kelompok guru yang melakukan koordinator dan anggota pelaksana dalam pembentuka kantin sehat, adanya pembangunan kantin sehat dan menyediaakan sarana dan prasarana guna mendukung terlaksananya kantin sehat di SDN Ngiliran. SIMPULAN Dapat ditarik kesimpulan bahwa berdasarkan kegiatan pengabdian yang Kegiatan memberikan edukasi tentang penyelenggaraankantin sehat yang mampu menambah pengetahuan pengelola kantin di SDN Ngiliran Kecamatan Panekan Kabupaten Magetan, kegiatan edukasi dan monitoring perubahan perilaku pengelola kantin dalam mewujudkan kantin sehat disekolah. Proses kegiatan edukasi penyelenggaraan kantin sehatdi sekolah berjalan lancer dan mendapat antusiasme yang sangat tinggi dari pengelola kantin di sekolah. DAFTAR PUSTAKA