JLP : Jurnal Lentera Pengabdian Volume 02 No 04 Oktober 2024 E ISSN:2985-6140 https://lenteranusa. Pelatihan Manajemen Bank Sampah pada Warga Desa Hegar Mukti Wachid Hasyim1*. Windi Windi2. Yunita Ramadhani RDS3 1,2,3 Universitas pelita Bangsa *E-mail: wachid_hasyim@pelitabangsa. Diterima : 09-01-2025 Direvisi : 12-01-2025 Disetujui : 27-01-2025 Dipublikasikan : 31-01-2025 Abstrak Pengelolaan sampah merupakan salah satu tantangan utama yang dihadapi oleh Desa Hegar Mukti. Kecamatan Cikarang Pusat. Kabupaten Bekasi. Masalah ini diperburuk oleh rendahnya kesadaran masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah rumah tangga. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dilakukan program pelatihan manajemen bank sampah yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga tentang pemilahan sampah, pencatatan keuangan, dan pemasaran produk daur ulang. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan, praktik langsung, dan pendampingan operasional bank sampah. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah, pengurangan volume sampah yang tidak terkelola sebesar 20%, dan pendapatan ekonomi melalui hasil penjualan sampah daur ulang. Program ini juga berhasil membentuk Bank Sampah Hijau Lestari sebagai wadah pengelolaan sampah berbasis Kesimpulan dari program ini menunjukkan bahwa pelatihan manajemen bank sampah efektif dalam mengatasi masalah sampah di Desa Hegar Mukti. Saran diberikan untuk melanjutkan program pendampingan dan memperkuat kolaborasi dengan pihak eksternal guna mendukung keberlanjutan program. Kata kunci: Bank sampah. pengelolaan sampah. pemberdayaan masyarakat Abstract Waste management is one of the main challenges faced by Hegar Mukti Village. Cikarang Pusat Sub-district. Bekasi Regency. This issue is exacerbated by the low awareness of the community in sorting and managing household waste. To address this problem, a waste bank management training program was implemented, aiming to enhance residents' knowledge and skills in waste sorting, financial recording, and marketing of recycled products. The methods included socialization, training, hands-on practice, and operational assistance for waste banks. The training results showed an increase in public awareness of the importance of waste management, a 20% reduction in unmanaged waste volume, and economic benefits through the sale of recycled The program also successfully established the "Hijau Lestari Waste Bank" as a community-based waste management platform. The conclusion of this program indicates that waste bank management training is effective in tackling waste problems in Hegar Mukti Village. Suggestions are made to continue mentoring programs and strengthen collaboration with external parties to support program sustainability. Keywords: Waste bank. waste management. community empowerment PENDAHULUAN Pengelolaan sampah merupakan tantangan signifikan di Indonesia, termasuk di Desa Hegar Mukti. Kecamatan Cikarang Pusat. Kabupaten Bekasi. Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, pada tahun 2022. Kabupaten Bekasi menghasilkan timbulan sampah terbesar di Jawa Barat, mencapai 821,37 ribu ton atau sekitar 16,78% dari total sampah di provinsi tersebut (Annur. Jurnal Lentera Pengabdian:Wachid Hasyim. Windi Windi. Yunita Ramadhani RDS JLP : Jurnal Lentera Pengabdian Volume 02 No 04 Oktober 2024 E ISSN:2985-6140 https://lenteranusa. Desa Hegar Mukti, sebagai bagian dari Kabupaten Bekasi, turut merasakan dampak dari permasalahan sampah ini. Rendahnya kesadaran masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah rumah tangga memperparah kondisi lingkungan setempat. Sampah yang tidak terkelola dengan baik dapat menyebabkan pencemaran tanah, air, dan udara, serta menurunkan kualitas kesehatan masyarakat. Salah satu solusi yang telah diterapkan di berbagai daerah untuk mengatasi masalah sampah adalah pendirian bank sampah. Bank sampah merupakan sistem pengelolaan sampah yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat dalam memilah, mengumpulkan, dan menabung sampah yang memiliki nilai ekonomi. Melalui mekanisme ini, sampah yang sebelumnya dianggap tidak bernilai dapat diolah menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat. Studi kasus di Bank Sampah Malang menunjukkan bahwa bank sampah efektif dalam mengurangi timbulan sampah dan meningkatkan kesadaran lingkungan Masyarakat (Suryani, 2. Di Kabupaten Bekasi, upaya pengelolaan sampah melalui bank sampah telah mendapatkan perhatian serius. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi melaporkan adanya 281 bank sampah yang tersebar di wilayah tersebut. Untuk memantau pengelolaan bank sampah. DLH meluncurkan Aplikasi Elektronik Sistem Online Management Sampah (E-Smas. yang memungkinkan pemantauan aktivitas bank sampah secara real-time (PEMERINTAHAN, 2. Meskipun demikian, keberadaan bank sampah di Desa Hegar Mukti belum optimal. Kurangnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam manajemen bank sampah menjadi kendala utama. Oleh karena itu, program pelatihan manajemen bank sampah dirancang untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan sampah yang efektif dan berkelanjutan. Pelatihan ini mencakup aspek pemilahan sampah, pencatatan keuangan, hingga pemasaran produk daur ulang. Diharapkan, melalui pelatihan ini, masyarakat Desa Hegar Mukti dapat membentuk dan mengelola bank sampah secara mandiri, sehingga permasalahan sampah di wilayah tersebut dapat teratasi dengan baik. Implementasi program pelatihan manajemen bank sampah diharapkan tidak hanya memberikan solusi terhadap permasalahan lingkungan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan sampah yang bernilai ekonomi. Dengan demikian, program ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang komprehensif dan berkelanjutan. Bank sampah adalah sistem pengelolaan sampah yang melibatkan partisipasi masyarakat dalam memilah dan mengumpulkan sampah yang memiliki nilai ekonomi. Sampah yang terkumpul kemudian ditabung dan dapat ditukar dengan uang atau barang. sampah berperan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan serta memberikan manfaat ekonomi (Ramadhan & Iriani, 2. Bank sampah memberikan berbagai manfaat, antara lain: Lingkungan. Mengurangi volume sampah yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan mencegah pencemaran lingkungan (Suryani, 2. Ekonomi. Memberikan tambahan pendapatan bagi masyarakat melalui penjualan sampah yang memiliki nilai jual (Nabila et al. , 2. Sosial. Meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. (Istanabi et al. , 2. Pelatihan manajemen bank sampah penting untuk memastikan pengelolaan yang efektif dan berkelanjutan. Menurut (Selan et al. , 2. , pelatihan dapat meningkatkan pengetahuan Jurnal Lentera Pengabdian:Wachid Hasyim. Windi Windi. Yunita Ramadhani RDS JLP : Jurnal Lentera Pengabdian Volume 02 No 04 Oktober 2024 E ISSN:2985-6140 https://lenteranusa. dan keterampilan masyarakat dalam mengelola bank sampah, termasuk dalam aspek administrasi, pemilahan sampah, dan pemasaran produk daur ulang. Kecamatan Muara Gembong: (Ramadhan & Iriani, 2. melaporkan bahwa pelatihan manajemen bank sampah di Kecamatan Muara Gembong berhasil meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pengelolaan sampah dan mendorong partisipasi aktif dalam kegiatan bank Kelurahan Oesapa Barat (Ramadhan & Iriani, 2. menyatakan bahwa pelatihan manajemen bank sampah bagi Kelompok Peduli Kasih di Kelurahan Oesapa Barat efektif dalam meningkatkan kesadaran dan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan sampah. Keterbatasan Sumber Daya. Kurangnya fasilitas dan dana untuk operasional bank sampah (Bozkurt & Sharma. Ramesh, 2. Partisipasi Masyarakat: Rendahnya kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam memilah dan mengumpulkan sampah (Jamaluddin et al. Pemasaran Produk Daur Ulang: Kesulitan dalam memasarkan produk hasil daur ulang (Manoppo et al. , 2. Untuk mengatasi tantangan tersebut, beberapa strategi yang dapat diterapkan antara lain: Edukasi dan Sosialisasi: Meningkatkan kesadaran masyarakat melalui edukasi dan sosialisasi tentang pentingnya pengelolaan sampah (Novita Mega Angel Virdianasari, 2. Kemitraan: Membangun kemitraan dengan pemerintah, swasta, dan komunitas untuk mendukung operasional bank sampah. Inovasi Produk: Mengembangkan produk daur ulang yang memiliki nilai jual tinggi dan diminati pasar (Cahyadi et al. , 2. Pemanfaatan teknologi informasi dapat meningkatkan efisiensi pengelolaan bank Menurut penelitian oleh (Shofi et al. , 2. , implementasi aplikasi manajemen bank sampah dapat membantu dalam pencatatan transaksi, monitoring, dan pelaporan secara realtime (Shofi et al. , 2. Bank sampah berkontribusi dalam penerapan konsep ekonomi sirkular dengan mengubah limbah menjadi sumber daya yang bernilai. Sapanli et al. menyatakan bahwa pengelolaan sampah rumah tangga berbasis circular economy di tingkat desa dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dan mengurangi dampak lingkungan. (Wicaksono & Warsono, 2. Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan berbagai kebijakan untuk mendukung pengelolaan sampah berbasis masyarakat, termasuk pendirian bank sampah. Implementasi kebijakan ini memerlukan partisipasi aktif dari masyarakat dan dukungan dari berbagai pihak (Ramdansyah & Shavab, 2. METODE Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini dirancang secara partisipatif dan berbasis kebutuhan masyarakat setempat, dengan tahapan sebagai berikut: Tahap Persiapan Survey Awal: Mengidentifikasi permasalahan terkait pengelolaan sampah di Desa Hegar Mukti melalui wawancara dengan perangkat desa, tokoh masyarakat, dan warga. Analisis Kebutuhan: Menentukan aspek pelatihan yang diperlukan, seperti pemilahan sampah, pencatatan keuangan, atau pemasaran produk daur ulang. Pembentukan Tim Kerja: Membentuk tim pelaksana yang terdiri dari akademisi, mahasiswa, serta relawan Jurnal Lentera Pengabdian:Wachid Hasyim. Windi Windi. Yunita Ramadhani RDS JLP : Jurnal Lentera Pengabdian Volume 02 No 04 Oktober 2024 E ISSN:2985-6140 https://lenteranusa. Koordinasi dengan Pihak Terkait: Mengadakan pertemuan dengan perangkat desa dan komunitas setempat untuk mendapatkan dukungan dan memastikan keberlangsungan program. Tahap Sosialisasi Mengadakan pertemuan awal dengan masyarakat Desa Hegar Mukti untuk memperkenalkan program pelatihan. Menjelaskan tujuan, manfaat, dan langkah-langkah pengelolaan bank sampah. Mengundang peserta yang berminat untuk bergabung dalam pelatihan. Tahap Pelaksanaan Pelatihan Pengenalan konsep bank sampah dan manfaatnya bagi lingkungan, ekonomi, dan sosial. Pelatihan tentang cara memilah sampah organik, anorganik, dan residu. Pengelompokan sampah berdasarkan nilai jual . lastik, kertas, loga. Cara mencatat transaksi bank sampah, seperti tabungan warga dan penjualan sampah. Simulasi penggunaan aplikasi pencatatan sederhana . ika diperluka. Demonstrasi cara mengolah sampah anorganik menjadi produk kreatif bernilai jual. Cara memasarkan produk hasil daur ulang ke pasar lokal atau online. Melakukan simulasi operasional, mulai dari penerimaan sampah hingga pencatatan transaksi. Tahap Pendampingan Memberikan pendampingan selama 3-6 bulan setelah pelatihan untuk memastikan implementasi berjalan sesuai rencana. Melakukan kunjungan lapangan secara berkala untuk memantau operasional bank sampah. Membantu menyelesaikan kendala yang dihadapi oleh pengelola bank sampah. Tahap Evaluasi Evaluasi Internal: Menilai efektivitas pelatihan berdasarkan tingkat pemahaman dan keterampilan peserta. Evaluasi Eksternal: Mengukur dampak pelatihan terhadap pengelolaan sampah di desa, seperti pengurangan sampah yang tidak terkelola atau peningkatan pendapatan dari hasil daur ulang. Penyusunan laporan hasil pengabdian sebagai bahan refleksi dan dasar untuk program keberlanjutan. Tahap Keberlanjutan Menginisiasi pembentukan Kelompok Bank Sampah Desa Hegar Mukti sebagai organisasi mandiri yang mengelola operasional bank sampah. Mendorong kolaborasi dengan dinas terkait, lembaga swasta, atau komunitas untuk mendukung keberlanjutan program. Partisipatif: Masyarakat dilibatkan secara aktif dalam setiap tahap pelaksanaan. Edukasi dan Praktik Langsung: Pendekatan yang mengombinasikan teori dan praktik untuk memastikan peserta memahami dan dapat langsung mengaplikasikan pengetahuan. Pendekatan Berkelanjutan: Fokus pada dampak jangka panjang melalui pembentukan organisasi mandiri dan pendampingan lanjutan. Jurnal Lentera Pengabdian:Wachid Hasyim. Windi Windi. Yunita Ramadhani RDS JLP : Jurnal Lentera Pengabdian Volume 02 No 04 Oktober 2024 E ISSN:2985-6140 https://lenteranusa. HASIL Karakteristik Peserta Pelatihan Jumlah peserta pelatihan adalah 50 orang, yang terdiri dari: o 30 orang warga masyarakat umum . bu rumah tangga dan pekerja informa. o 10 perangkat desa. o 10 pemuda karang taruna. Sebagian besar peserta . %) memiliki tingkat pendidikan setara SMA, sementara sisanya memiliki pendidikan setara SMP . %) dan perguruan tinggi . %). Sebelum pelatihan, hanya 15% peserta yang memiliki pemahaman tentang konsep bank Hasil Pelatihan Pelaksanaan pelatihan terdiri dari lima sesi utama, dengan hasil sebagai berikut: Sesi 1: Pengenalan Bank Sampah Setelah sesi ini, 95% peserta memahami konsep dasar dan manfaat bank sampah, dibandingkan dengan hanya 20% sebelum pelatihan. Sesi 2: Teknik Pemilahan Sampah Seluruh peserta mampu mempraktikkan teknik pemilahan sampah organik, anorganik, dan residu. Hasil pengamatan menunjukkan peningkatan jumlah rumah tangga yang melakukan pemilahan sampah dari 10% sebelum pelatihan menjadi 75% setelah Sesi 3: Pencatatan Keuangan Bank Sampah Peserta berhasil memahami dan mempraktikkan pencatatan transaksi sederhana untuk tabungan dan penjualan sampah. 80% peserta mampu menggunakan format pencatatan manual yang diberikan selama pelatihan. Sesi 4: Pembuatan Produk Daur Ulang Sebanyak 60% peserta berhasil membuat produk daur ulang sederhana seperti pot tanaman dari botol plastik dan tas dari kain bekas. Produk-produk ini telah dipasarkan secara lokal dengan potensi pendapatan tambahan sebesar Rp 500. 000 per bulan. Sesi 5: Simulasi Operasional Bank Sampah Peserta melakukan simulasi operasional bank sampah, termasuk penerimaan sampah, pencatatan, hingga penjualan ke pengepul. Dalam simulasi ini. Bank Sampah Hijau Lestari resmi dibentuk dengan melibatkan 15 anggota pengelola. Dampak Program Volume sampah yang tidak terkelola di Desa Hegar Mukti berkurang sekitar 20% dalam dua bulan pertama setelah pelatihan. Rumah tangga yang memilah sampah meningkat dari 10% menjadi 80%. Program ini berhasil membentuk kelompok kerja bank sampah yang aktif dan mendapat dukungan dari perangkat desa. Munculnya kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan. Pendapatan awal dari hasil penjualan sampah anorganik mencapai Rp 1. 000 dalam bulan pertama operasional. Beberapa peserta mulai memproduksi kerajinan dari sampah daur ulang, yang memberikan tambahan pendapatan sebesar Rp 300. 000Ae500. 000 per rumah tangga. Jurnal Lentera Pengabdian:Wachid Hasyim. Windi Windi. Yunita Ramadhani RDS JLP : Jurnal Lentera Pengabdian Volume 02 No 04 Oktober 2024 E ISSN:2985-6140 https://lenteranusa. Gambar 1. Kegiatan Pelatihan Bank Sampah PEMBAHASAN Peningkatan Pemahaman dan Kesadaran Masyarakat Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang pengelolaan sampah. Sebelum pelatihan, hanya 15% peserta yang memahami konsep bank sampah, sementara setelah pelatihan, angka ini meningkat menjadi Hal ini sejalan dengan penelitian (Selan et al. , 2. , yang menyatakan bahwa pelatihan yang melibatkan masyarakat secara aktif mampu meningkatkan pemahaman dan kesadaran Peningkatan kesadaran juga tercermin dari perubahan perilaku warga, di mana 80% rumah tangga mulai memilah sampah setelah pelatihan, dibandingkan dengan hanya 10% sebelum pelatihan. Perubahan ini menunjukkan bahwa edukasi yang komprehensif mampu mengubah perilaku masyarakat secara bertahap, sebagaimana diungkapkan oleh (Ramadhan & Iriani, 2. dalam studi serupa. Efektivitas Teknik Pemilahan Sampah Kemampuan peserta dalam memilah sampah organik, anorganik, dan residu meningkat drastis setelah pelatihan. Hal ini penting karena pemilahan sampah merupakan langkah awal yang mendasar dalam pengelolaan sampah berbasis komunitas. Studi oleh (Nabila et al. mendukung temuan ini, yang menunjukkan bahwa teknik pemilahan sampah dapat mengurangi volume sampah yang tidak terkelola hingga 30% jika dilakukan secara konsisten. Keberhasilan Pembentukan Bank Sampah Pembentukan Bank Sampah Hijau Lestari sebagai hasil dari pelatihan menunjukkan keberhasilan program dalam menciptakan wadah pengelolaan sampah berbasis komunitas. Dalam dua bulan pertama operasional, bank sampah ini berhasil mengumpulkan 120 kg sampah anorganik, dengan pendapatan awal sebesar Rp 1. Hasil ini konsisten dengan temuan (Shofi et al. , 2. , yang mencatat bahwa bank sampah dapat berkontribusi pada pendapatan ekonomi masyarakat, terutama di daerah pedesaan. Dampak Ekonomi Program ini menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Pembuatan produk daur ulang, seperti pot dari botol plastik dan tas dari kain bekas, memberikan tambahan pendapatan sebesar Rp 300. 000Ae500. 000 per rumah tangga. Pendapatan ini memperkuat argumen bahwa pengelolaan sampah tidak hanya berkontribusi terhadap lingkungan, tetapi Jurnal Lentera Pengabdian:Wachid Hasyim. Windi Windi. Yunita Ramadhani RDS JLP : Jurnal Lentera Pengabdian Volume 02 No 04 Oktober 2024 E ISSN:2985-6140 https://lenteranusa. juga memberikan dampak positif secara ekonomi, sebagaimana dikemukakan oleh (Shofi et , 2. Kendala dan Tantangan Kesadaran Awal yang Rendah: Sebagian masyarakat masih enggan memilah sampah di rumah, yang memerlukan edukasi lanjutan. Keterbatasan Infrastruktur: Bank sampah membutuhkan tambahan fasilitas, seperti tempat penyimpanan sampah dan alat pendukung. Pemasaran Produk Daur Ulang: Produk hasil daur ulang belum sepenuhnya dipasarkan secara luas, yang membatasi pendapatan masyarakat. Untuk mengatasi kendala ini, diperlukan pendampingan berkelanjutan dan kolaborasi dengan pihak eksternal, seperti pemerintah daerah, lembaga swasta, dan komunitas peduli lingkungan. Potensi Keberlanjutan Pelatihan ini tidak hanya berhasil memberikan solusi terhadap masalah sampah di Desa Hegar Mukti, tetapi juga menunjukkan potensi keberlanjutan melalui pembentukan kelompok kerja bank sampah yang aktif. Dukungan perangkat desa dan antusiasme masyarakat menjadi faktor kunci keberlanjutan program ini. Dengan pendampingan lanjutan, bank sampah ini berpotensi menjadi model pengelolaan sampah berbasis komunitas yang dapat direplikasi di wilayah lain. Pembahasan ini menegaskan bahwa pelatihan manajemen bank sampah merupakan solusi efektif untuk mengatasi masalah sampah sekaligus menciptakan dampak ekonomi dan sosial yang positif. Gambar 2. Kegiatan Pengelolaan Sampah KESIMPULAN Program pelatihan manajemen bank sampah berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Desa Hegar Mukti dalam pengelolaan sampah. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan kesadaran masyarakat, dengan 80% rumah tangga mulai memilah sampah, serta pembentukan Bank Sampah Hijau Lestari sebagai wadah pengelolaan sampah berbasis komunitas. Pelatihan ini memberikan dampak positif terhadap lingkungan, dengan pengurangan volume sampah yang tidak terkelola sebesar 20% dalam dua bulan pertama setelah pelatihan. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi yang komprehensif dan praktik langsung mampu mengubah perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Program ini menciptakan peluang ekonomi baru melalui hasil penjualan sampah anorganik dan produk daur ulang. Pendapatan awal dari operasional bank sampah mencapai Rp Jurnal Lentera Pengabdian:Wachid Hasyim. Windi Windi. Yunita Ramadhani RDS JLP : Jurnal Lentera Pengabdian Volume 02 No 04 Oktober 2024 E ISSN:2985-6140 https://lenteranusa. 000, sementara beberapa rumah tangga mendapatkan tambahan pendapatan sebesar Rp 000Ae500. 000 per bulan dari produk daur ulang. Kendala seperti rendahnya kesadaran awal masyarakat, keterbatasan infrastruktur, dan pemasaran produk daur ulang dapat diatasi melalui pendampingan berkelanjutan, edukasi tambahan, dan kolaborasi dengan pihak Dukungan perangkat desa menjadi kunci keberhasilan program ini. Potensi Keberlanjutan Program ini memiliki potensi keberlanjutan yang tinggi, dengan komitmen masyarakat dan dukungan perangkat desa. Bank Sampah Hijau Lestari dapat menjadi model pengelolaan sampah berbasis komunitas yang dapat direplikasi di wilayah lain. UCAPAN TERIMAKASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada Universitas Pelita Bangsa atas dukungan dana dan fasilitas yang diberikan dalam pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat ini. Terima kasih juga disampaikan kepada pemerintah Desa Hegar Mukti, khususnya perangkat desa, yang telah memberikan dukungan penuh dan memfasilitasi kegiatan pelatihan ini. Ucapan terima kasih yang tulus juga kami sampaikan kepada masyarakat Desa Hegar Mukti atas partisipasi aktif dan antusiasme yang tinggi selama pelatihan berlangsung. Semoga hasil program ini dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. DAFTAR PUSTAKA