BUNAYYA. Vol I No. 1 Januari-Maret 2020 Jurnal PGMI STIT Al-Ittihadiyah Labuhanbatu Utara E-ISSN : 2721-0561 MANAJEMEN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) JENJANG PENDIDIKAN DASAR (Studi Kasus di SMP Negeri 3 Panyabunga. Magdalena 1. Sohibul Hikayat2 Dosen Pascasarjana IAIN Padangsidimpuan 1. Pascasarjana IAIN Padangsidimpuan2 magdalena178@gmail. com1, sohibulhikayat721@gmail. Abstract: Learning is a core process of the realization of educational activities. For this reason, good learning management is needed so that educational goals are achieved. This paper aims to discuss the management of PAI learning in SMPN 3 Panyabungan. The formulation of this study focuses on how the planning, implementation, and evaluation of PAI learning in SMPN 3 Panyabungan. This research uses a qualitative approach with a case study method. The data acquisition is done by interview, observation and documentation techniques. The results of this study indicate that the management of PAI learning in SMPN 3 Panyabungan is well implemented. Likewise, management should be built by leaders and teachers not only limited to their own volition, but must be united in its application based on awareness, motivation and willingness in implementation, which aims to advance Islamic education in the school. Keywords: Management. Islamic Religious Education Learnining Abstrak: Pembelajaran merupakan proses inti terwujudnya kegiatan pendidikan. Untuk itu, perlu manajemen pembelajaran yang baik, sehingga tercapai tujuan pendidikan. Tulisan ini bertujuan untuk membahas manajemen pembelajaran PAI di SMPN 3 Panyabungan. Formulasi kajian ini difokuskan pada bagaimana perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran PAI di SMPN 3 Panyabungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Adapun pemerolehan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi dan Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen pembelajaran PAI di SMPN 3 Panyabungan terlaksana dengan baik. Begitupun, hendaknya manajemen yang dibangun pimpinan dan para guru tidak hanya sebatas kemauan sendiri, tetapi harus bersatu padu dalam penerapannya berdasarkan kesadaran, motivasi dan kemauan dalam pelaksanaan, yang bertujuan untuk kemajuan pendidikan Islam yang ada di Sekolah tersebut. Kata Kunci: Manajemen. Pembelajaran Pendidikan Agama Islam PENDAHULUAN Guru merupakan komponen dalam kegiatan belajar mengajar yang memiliki posisi menentukan atas keberhasilan pembelajaran. Karena fungsi utama guru ialah merancang, mengelola, melaksanakan, dan mengevaluasi Dan salah satu yang mempengaruhi keberhasilan tugas guru ialah BUNAYYA. Vol I No. 1 Januari-Maret 2020 Jurnal PGMI STIT Al-Ittihadiyah Labuhanbatu Utara E-ISSN : 2721-0561 kinerjanya di dalam merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi proses belajar mengajar. Untuk menghadapi tantangan global, manajemen pendidikan diarahkan pemberdayaan madrasah sebagai upaya mencapai tujuan pendidikan nasional yaitu berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlakul karimah, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri danmenjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Dalam manajemen pendidikan mempunyai tujuan-tujuan yaitu dalam meningkatkan kualitas belajar mengajar. 3 Tanpa manajemen, pendidikan yang baik sulit kiranya bagi lembaga pendidikan untuk berjalan lancar menuju ke arah tujuan pendidikan dan pengajaran yang sempurna yang seharusnya dicapai lembaga tersebut. 4 Sebagaimana disebutkan di atas, manajemen dalam pendidikan adalah sangat penting bagi seorang guru dalam kegiatan belajar 5 Karena fungsi utama seorang guru adalah merancang, mengelola, melaksanakan dan mengevaluasi pembelajaran. 6 Manajemen kurikulum memiliki peran penting dalam meraih tujuan pendidikan. Hal ini dikarenakan kurikulum sebagai jantung tujuan pendidikan. Kurikulum yang disusun akan menghasilkan budaya belajar yang menarik. Ditinjau dari aspek psikologis bahwa dalam praktik pembelajaran agama kurang dapat memaksimalkan seluruh potensi yang ada pada diri siswa, yang meliputi cara berfikir, bersikap dan bertindak tidak lain di SMP Negeri 3 1 H. Chabib Thoha. Kapita Selekta Pendidikan Islam, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1. , 2 UU RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, (Bandung: Fokus Media, 2. , h. 3 Soebagio Admodiwiro. Manajemen Pendidikan Indonesia, (Jakarta: Ardadizya jaya, 2. , 4 E. Mulyasa. Implementasi Kurikulum 2004. Panduan Pembelajaran KBK, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2. , h. 5 Sutop. Administrasi Manajemen & Organisasi, (Jakarta: Lembaga Administrasi Negara RI, 1. , h. 6 Soetjipto & Raflis kosasi. Profesi keguruan, (Jakarta: Rineka Cipta, 2004 ), h. Mursal Aziz. AuManajemen Kurikulum dalam Pengembangan Budaya Belajar di Madrasah Aliyah MuAoallimin Univa MedanAy, dalam ITTIHAD. Vol. No. Juli Ae Desember 2017, h. BUNAYYA. Vol I No. 1 Januari-Maret 2020 Jurnal PGMI STIT Al-Ittihadiyah Labuhanbatu Utara E-ISSN : 2721-0561 Panyabungan sendiri. 8 Dengan kata lain, bila pengajaran agama (Isla. menggunakan metode ceramah, berarti baru menyentuh aspek kognitif saja . enghafal dan mengetahu. Padahal inti Pendidikan Agama Islam adalah keimanan yang lebih berdimensi afektif dengan sasaran utama hati nurani . yang harus diterapkan . dalam kehidupan sehari-hari. Untuk itu, pendidikan Agama Islam hendaknya bersifat integralistik yang menyentuh semua ranah. Berdasarkan hal itu, dibutuhkan suatu program manajemen program pembelajaran pendidikan agama Islam yang di dalamnya diarahkan bukan hanya sekedar menyuruh siswa untuk menghafal berbagai konsep, tetapi lebih dari itu mereka . eserta didi. mampu menguasai ketrampilan berfikir. 10 Karena memang seharusnya learning itu berisi thinking dan juga values. Di samping itu, seorang guru agama harus pandai membuat perencanaan yang mengarah pada pengembangan kearah yang lebih baik. Berkaitan dengan hal di atas, maka dibutuhkan upaya manajemen yang baik sejak jenjang pendidikan dasar. Pendidikan dasar dalam UU Nomor 20 tahun 2003 disebutkan bahwa pendidikan dasar merupakan jenjang pendidikan yang melandasi jenjang pendidikan menengah, berbentuk SD/MI sederajat serta SMP/MTs sederajat. Adapun dipilihnya SMP Negeri 3 Panyabungan sebagai obyek penelitian adalah karena penulis menganggap masih belum maksimalnya kegiatan-kegiatan keagamaan termasuk program-program pembelajaran PAI, padahal SMP ini telah meraih penghargaan AuTerakrediatsi BAy dari Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah. Selain itu letaknya yang strategis di 8 Hutriani. Observasi Guru Agama Islam, 22 November 2019. Pukul 10. 9 Ramayulis. Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta: Kalam Mulia, 2. , h. Lihat pula Hasbullah. Dasar-dasar Ilmu Pendidikan, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2. , h. Lihat pula Ahmad Tafsir. Ilmu Pendidikan dalam Persfektif Islam, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 1992. ), h. 10 Husain Usman. Manajemen Teori. Praktek dan Riset Pendidikan, (Jakarta: Bumi Aksara, 2. , h. 11 Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. BAB VI Jalur. Jenjang, dan Jenis Pendidikan. Bagian Kedua Pasal 17 ayat 1 dan 2. BUNAYYA. Vol I No. 1 Januari-Maret 2020 Jurnal PGMI STIT Al-Ittihadiyah Labuhanbatu Utara E-ISSN : 2721-0561 jalan Raya Panyabungan-Medan, memudahkan penulis untuk menjangkau lokasi penelitian. Berdasarkan uraian di atas, diperlukan riset terkait manajemen pembelajaran PAI di sekolah tersebut, yang terangkum dalam judul: AuManajemen Pembelajaran Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 3 PanyabunganAy. Maka dari itu, rumusan masalah pada penelitian ini, yakni bagaimana perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran PAI di SMPN 3 Panyabungan. METODOLOGI Fokus kajian riset ini yakni manajemen pembelajaran PAI di SMPN 3 Panyabungan. Untuk itu, dipandang tepat mengungkap kebenaran empiris riset dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Adapun pemerolehan data dilakukan dengan teknik pengumpulan berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Selanjutnya, teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis dengan langkah-langkah, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Teknik pemeriksaan keabsahan data dalam penelitian ini yaitu kredibilitas, keteralihan, ketergantungan, dan HASIL DAN PEMBAHASAN Perencanaan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMP Negeri 3 Panyabungan Persiapan pelaksanaan kegiatan pembelajaran adalah rencana yang digunakan untuk merealisasikan rancangan yang telah disusun dalam silabus. Silabus merupakan serangkaian kegiatan atau pengalaman belajar. Silabus disusun oleh guru SMP Negeri 3 Panyabungan sendiri dengan memperhatikan contoh yang telah dikembangkan oleh Badan Standar Nasinol Pendidikan. 12 Asliati Nasution. Wawancara Kepala Sekolah, 22 November 2019. Pukul 08. BUNAYYA. Vol I No. 1 Januari-Maret 2020 Jurnal PGMI STIT Al-Ittihadiyah Labuhanbatu Utara E-ISSN : 2721-0561 Pendidik mengembangkan materi dan kompetensi dasar setiap pokok bahasan sesuai dangan kompetensi yang dimiliki peserta didik dan perkembangan lingkungan Selain itu, guru SMP Negeri 3 Panyabungan juga membuat perencanaan pembelajaran meliputi: Program semesteran. Pada modul program semester mata pelajaran ini berisi tentang kompetensi dasar, pokok materi, indikator keberhasilan belajar, pengalaman belajar yang akan dicapai, alokasi waktu dan sistem penilaian sumber, bahan, alat sudah termasuk pada prota. Program rencana pembelajaran. Rencana pembelajaran adalah sebuah persiapan yang dilakukan oleh seorang pendidik dalam setiap mengajar. Setiap pendidik membuat rencana pembelajaran yang isinya sesuai dengan konsep kurikulum, yaitu: standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator pencapaian hasil belajar, tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, pendekatan dan metode pembelajaran, langkah-langkah Kalender pendidikan. Kalender pendidikan di SMPN 3 Panyabungan dibuat oleh pihak sekolah berasal dari hasil musyawarah kerja tim pengembangan kurikulum yang dikoordinir oleh Wakasek Kurikulum. Dalam penentuan kalender pendidikan ditentukan atas dasar efisiensi dan efektifitas kegiatan belajar mengajar. Tahap perencanaan dalam upaya manajemen pembelajaran, selain mempertimbangkan materi, struktur dan muatan Kurikulum 2013, juga mempertimbangkan keadaan peserta didik serta sarana dan prasarana yang Semua komponen baik di SMP Negeri 3 Panyabungan, yakni komponen yang dimaksud adalah Kepala Sekolah. Guru. Karyawan. Komite Sekolah. Orang Tuan/Wali peserta didik, instansi terkait dan masyarakat sekitar. BUNAYYA. Vol I No. 1 Januari-Maret 2020 Jurnal PGMI STIT Al-Ittihadiyah Labuhanbatu Utara E-ISSN : 2721-0561 Dalam perencanaan program pembelajaran di SMP Negeri 3 Panyabungan dilakukan melalui workshop dengan melibatkan para ahli. Kegiatan workshop biasanya diawali dengan kegiatan orientasi program dari kepala sekolah dilanjutkan orientasi program dari dinas terkait (Dikdasme. yang dalam hal ini diwakili pejabat setruktural dan pengawas Pendidikan Agama Islam. Dalam orientasi ini biasanya disampaikan harapan-harapan demi kemajuan lembaga Kegiatan berikutnya adalah diskusi antar guru mapel mengenai rencana pembelajaran untuk satu tahun ke depan. Berdasarkan dokumentasi pada guru PAI diketahui bahwa semua guru PAI telah membuat Program Tahunan . sebagai dasar pijakan dan schedule apa yang akan mereka ajarkan pada siswa selama satu tahun pelajaran. Program tahunan ini dibuat berdasarkan pengembangan silabus yang sudah mereka buat Program tahunan ini kemudian disesuaian dengan analisis waktu program semester yang berisi sekurang-kurangnya: menganalisis minggu efektif dan tidak efektif, menghitung jumlah jam pelajaran dalam satu semester, menghitung jam untuk kegiatan non tatap muka seperti: ulangan harian, ulangan tengah semester, dan uji kompetensi pada akhir semester. Kemudian berisi juga tentang perhitungan pekan untuk setiap tatap muka. Setelah program tahunan dibuat, guru harus mempersiapkan program Program semester merupakan penjabaran dan rincian dari program tahunan yang dibuat sebelumnya. Rencana semester paling tidak memuat antara lain: Identitas pelajaran. Standar Kompetensi dan kompetensi dasar, alokasi waktu, bulan dan pekan pelaksanaan. Dalam menentukan alokasi waktu untuk setiap kompetensi dasar dipertimbangkan keluasaan dan kesulitan materi. Program tahunan (Prot. Analisis Waktu. Program Semester (Prome. ini harus sudah selesai sebelum pelajaran hari pertama dimulai. Teknis pembuatan Prota dan Promes dilakukan bersama-sama dengan guru yang lain di bawah koordinasi bidang kurikulum. Perencanaan berikutnya yang dilakukan oleh guru adalah menyusun Rencana Pelaksanaan pembelajaran (RPP). Di dalam RPP secara rinci harus BUNAYYA. Vol I No. 1 Januari-Maret 2020 Jurnal PGMI STIT Al-Ittihadiyah Labuhanbatu Utara E-ISSN : 2721-0561 memuat: Identitas mata pelajaran. Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD). Tujuan pembelajaran. Materi pokok. Metode pembelajaran. Langkah-langkah kegiatan pembelajaran. Alat/Bahan/Sumbert belajar. Bentuk instrumen penilaian, dan pedoman penilaian. Perencanaan Kegiatan Tugas Terstruktur (Pembelajaran ekstrakurikuler PAI) Kegiatan tugas terstruktur termasuk kategori program pengembangan Kegiatan jenis ini merupakan kegiatan di luar jam yang tercantum pada struktur kurikulum. Oleh karena itu, kegiatan ini sering disebut kegiatan Perencanaan ekstrakurikuler, melalui staf koordinator kesiswaan SMP diatur tersendiri pada waktu dan jam yang sudah ditentukan. Perencanaan Kegiatan Mandiri Tak Terstruktur (Pembiasaan Suasana Religiu. Kegiatan Pembiasaan diri dan diperuntukkan kepada seluruh warga sekolah. Tidak hanya siswa yang harus melaksanakan tetapi seluruh warga sekolah. Bentuk kegiatan-kegiatan yang termasuk kedalam kegiatan mandiri tak terstruktur di SMP Negeri 3 Panyabungan adalah pembiasaan suasana religius di kawasan lingkungan sekolah. Pelaksanaan Rencana Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMP Negeri 3 Panyabungan Pelaksanaan kegiatan pembelajaran adalah upaya yang dilakukanoleh pendidik untuk merealisasikan rancangan yang telah disusun baik di dalam silabus maupun rencana pembelajaran. 14 Karena itu pelaksanaan kegiatan pembelajaran menunjukkan penerapan langkah-langkah metode/strategi kegiatan belajar mengajar. Karena program pembelajaran pada hakikatnya adalah proses interaksi antara peserta didik dengan lingkungannya, sehingga Hutriani. Wawanacara Dengan Guru Agama Islam, 19 November 2019. Pukul 09. Dimyati dan Mujiono. Belajar dan Pembelajaran, (Jakarta: Rineka Cipta, 1. , h. BUNAYYA. Vol I No. 1 Januari-Maret 2020 Jurnal PGMI STIT Al-Ittihadiyah Labuhanbatu Utara E-ISSN : 2721-0561 terjadi perubahan-perubahan perilaku yang lebih baik. Dalam pembelajaran, tugas pendidik yang lebih utama adalah mengkondisikan lingkungan agar menunjang terjadinya perubahan perilaku bagi peserta didik. Kegiatan pembelajaran sehari-hari di SMP Negeri 3 Panyabungan berlangsung sesuai dengan program 6 hari kerja. Dari hari Senin sampai dengan hari Sabtu. Sesuai dengan dokumen kurikulum, di SMP Negeri 3 Panyabungan pada hari Senin pembelajaran dimulai jam 08. 00- 13. 45 karena dari jam 07. sampai dengan 08. 00 digunakan untuk kegiatan upacara , hari selasa. Rabu, dan Kamis jam pembelajaran dimulai pukul 07. 45 wib, hari JumAoat 07. kegiatan tadarus dan dilanjutkan bersih kelas dan lingkungan secara bersamasama. Pembelajaran dimulai 08. 00 Ae 13. kegiatan salat jumAoat sudah termasuk di dalamnya. Hari Sabtu pembelajaran mulai 07. SMP Negeri 3 Panyabungan melaksanakan program pembelajaran PAI berdasarkan pedoman yang berlaku, yaitu terdiri dari kegiatan pembelajaran Intrakurikuler, kegiatan Ekstrakurikuler dan pembudayaan suasana religius. Program Kegiatan Tatap Muka (Pembelajaran Intrakurikule. Kegiatan tatap muka adalah kegiatan pembelajaran yang berupa proses interaksi antara peserta didik dengan pendidik. Beban belajar kegiatan tatap muka per jam pembelajaran berlangsung selama 45 menit. Dalam melaksanakan pembelajaran PAI di kelas, guru PAI di SMP Negeri 3 Panyabungan tahapan-tahapan penelitian melalui observasi pelaksanaan pembelajaran al-QurAoan Bab membaca al-QurAoan, diperoleh data sebagai berikut: Kegiatan awal . Kegiatan pembelajaran di kelas IX yang diajarkan oleh Bu Zahro, dimulai dengan mengucapkan salam, berdoAoa bersama, dilanjutkan membaca al-QurAoan selama 5-10 menit. Setelah itu guru mengabsen kehadiran siswa. Langkah selanjutnya guru mengajukan pertanyaan tentang batas materi yang telah dipelajari sebelumnya. Hal ini tentunya merupakan strategi guru dalam mengawali pembelajaran, yang bertujuan menarik perhatian siswa, mengetahui BUNAYYA. Vol I No. 1 Januari-Maret 2020 Jurnal PGMI STIT Al-Ittihadiyah Labuhanbatu Utara E-ISSN : 2721-0561 tingkat penguasaan materi sebelumnya dan juga untuk mengetahui kesiapan siswa dalam mengikuti materi pelajaran berikutnya. Langkah berikutnya bu Zahro menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai pada hari itu. Kegiatan Inti Sesuai dengan kompetensi dasar yang ingin dicapai adalah membaca AlQurAoan, maka Bu Zahro menunjuk seorang siswa yang sudah fasih untuk memimpin teman-temannya membaca Q. S al-Baqarah ayat 148 di bawah bimbingan guru. Setelah itu beliau membaca surat tersebut berulang hingga tiga Kegiatan siswa adalah mendengarkan bacaan guru. Langkah berikutnya Bu Zahro Setiap mendengarkan bacaan guru. Bacaan yang disampaikan berbeda-beda. Dari bacaan yang disampaikan siswa diminta mengidentifikasi tajwidnya. Setelah dirasa cukup faham terhadap materi yang disampaikan. Bu Zahro berganti materi baru yaitu Q. Fatir ayat 32. Kegiatan Akhir . Bu Zahro dalam mengakhiri pembelajaran yaitu dengan memberikan penekanan tentang pentingnya membaca al-QurAoan secara tartil dan kegiatan tindak lanjut berupa pekerjaan rumah. Adapun penilaian yang Beliau lakukan adalah tes tertulis yang sudah disiapkan sebelumnya dan tes perbuatan saat siswa menirukan bacaan guru. Program Kegiatan Tugas Terstruktur (Pembelajaran ekstrakurikuler PAI) Kegiatan tugas terstruktur termasuk kategori program pengembangan Kegiatan jenis ini merupakan kegiatan di luar jam yang tercantum pada struktur kurikulum. Kegiatan ekstrakurikuler di SMP Negeri 3 Panyabungan ditujukan untuk mengembangkan bakat bakat dan minat serta memantapkan pembentukan kepribadian siswa. Kegiatan ini tentu saja menyesuaikan dengan kebutuhan sekolah yang menunjang pembelajaran kelas serta anggaran biaya yang ada. BUNAYYA. Vol I No. 1 Januari-Maret 2020 Jurnal PGMI STIT Al-Ittihadiyah Labuhanbatu Utara E-ISSN : 2721-0561 Dalam penelitian ini ditemukan bahwa kegiatan tugas terstruktur di SMP Negeri 3 Panyabungan dalam bentuk pembelajaran ekstra kurikuler berupa bimbingan Baca Tulis Al-QurAoan (BTA) yang pelaksanaannya diajarkan oleh Pak Khanifudin. Hi selaku pembina ekstra BTA. Dalam prakteknya, peserta esktrakurikuler BTA ini sangat antusias mengikuti kegiatan. Hal ini terbukti dengan absensi kehadiran 95% di setiap kelasnya. Di samping itu kegiatan ini mengambil tempat di masjid sehingga suasana pembelajaran lebih kondusif dan Program Kegiatan Mandiri Tak Terstruktur Kegiatan mandiri tidak terstruktur di SMP adalah kegiatan pembelajaran yang dirancang oleh guru Agama Islam namun tidak dicantumkan dalam jadwal Bentuk kegiatan mandiri tak tersetruktur berupa pembiasaan suasana religius bagi seluruh warga sekolah. Berkaitan dengan program ini, semuanya telah dirancang oleh guru pembina dan pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dibawah koordinasi urusan kesiswan dan pembina OSIS seksi bidang . Program kegiatan yang termasuk dalam kategori mandiri takterstruktur di SMP Negeri 3 Panyabunngan dalam bentuk pembiasaan seperti: . Budaya 3 SAS (Salam. Salim. Senyum. Ambil Sampa. Budaya JumAoat bersih. Halal bi Halal. Kegiatan Hari Besar Islam (PHBI). Santunan Kematian. Santunan Anak Yatim. Budaya beramal jariyah setiap JumAoat. Budaya berbusana muslimah . bagi siswa putri. Sholat Dzuhur berjamaah di masjid . Sholat berjamaah JumAoah setiap hari jumAoat. Kegiatan tersebut di atas yang penulis lihat sendiri dan pernah terlibat di dalamnya adalah kegiatan Shalat Dzuhur berjamaAoah dan shalat JumAoah, di mana setiap selesai mengerjakan shalat dzuhur siswa mendengarkan pengajian . yang disampaikan oleh siswa laki-laki. Demikian juga pada saat pelaksanaan shalat JumAoah yang menjadi Bilal adalah juga siswa laki-laki. Dari sini nampak jelas bahwa budaya seperti ini BUNAYYA. Vol I No. 1 Januari-Maret 2020 Jurnal PGMI STIT Al-Ittihadiyah Labuhanbatu Utara E-ISSN : 2721-0561 merupakan bekal yang baik bagi siswa kelak jika mereka terjun di kehidupan Evaluasi Pembelajaran PAI di SMP Negeri 3 Panyabungan Evaluasi dalam pengembangan program pembelajaran Pendidikan Agama Islam dilakukan dengan dua cara yaitu dengan mengadakan penilaian hasil pembelajaran dan melakukan pengawasan terhadap proses pembelajaran. Sehingga, berdasarkan langkah evaluatif ini akan dilakukan program perbaikan untuk kegiatan pembelajaran pada ajaran berikutnya. SMP Negeri 3 Panyabungan melakukan evaluasi danpenilaian hasil belajar menggunakan penilaian berbasis kelas yang memuat ranah koginitif, psikomotorik dan afektif. Dalam hal ini bentuk penilaian yang digunakan ada dua, yakni . Penilaian proses. adapun SMP Negeri 3 Panyabungan dalam menentukan ketuntasan minimal memberikan penilaian tiga ranah, yaitu ranah kognitif, ranah psikomotorik, dan ranah afektif. Penilaian hasil. dilakukan pada tengah dan akhir semester. Uraian lebih lanjut terkait evaluasi dirincikan pada poin-poin di bawah ini: Evaluasi Terhadap Hasil Pembelajaran PAI Pengendalian terhadap hasil dari proses pembelajaran PAI dilakukan oleh guru dalam bentuk ulangan-ulangan. Ada beberapa jenis ulangan yang diberikan kepada siswa antara lain: ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester dan ulangan kenaikan kelas, serta ujian nasional. Berbagai ulangan pada hakikatnya merupakan PAI, menyangkut pengetahuan siswa tentang PAI. Bentuk pengendalian terhadap hasil pembelajaran PAI juga diwujudkan dalam penilaian sikap siswa melalui Syafaruddin. Manajemen & Strategi Pembelajaran, (Medan: Perdana Publishing, 2. , h. BUNAYYA. Vol I No. 1 Januari-Maret 2020 Jurnal PGMI STIT Al-Ittihadiyah Labuhanbatu Utara E-ISSN : 2721-0561 pembiasaan suasana religius di lingkungan sekolah. Penilaian jenis ini dituangkan dalam rapor siswa dalam bentuk narasi sikap. Evaluasi Terhadap Proses Pembelajaran Adapun bentuknya berupa laporan dari hasil pelaksanaan Ujian oleh sekolah ke dinas pendidikan sesuai bentuk ujiannya. Dapat juga berupa kunjungan dari pejabat atau pengawas yang membidangi Pendidikan Agama Islam ke SMP Negeri 3 Panyabungan. Evaluasi ekstern . ari lua. dilakukan juga oleh Supervisi terhadap kinerja kepala dan juga guru-guru mapel PAI. 16 Bahkan Supervisi memiliki Ruang khusus di SMP Negeri 3 Panyabungan yang setiap hari selalu memantau kegiatan pembelajaran di SMP. Hal ini penulis lihat sendiri ada daftar kehadiran di SMP Negeri 3 Panyabungan. Evaluasi kedua adalah evaluasi intern. Yakni evaluasi yang dilakukan oleh Kepala sekolah terhadap masing-masing guru di lembaga pendidikan yang Bentuknya berupa pemeriksaan administrasi pembelajaran guru PAI yang dilakukan secara berkala. Oleh karena itu bu Asliati Nasution selaku kepala SMP Negeri 3 Panyabungan sudah menjadwalkan kapan beliau memeriksa kelengkapan administrasi guru-guru PAI. Disamping itu secara berkala juga melakukan kunjungan kelas untuk mengetahui situasi pelaksanaan Hal ini dikandung maksud untuk mencocokkan antara perencanaan dengan pelaksanaan pembelajarn Agama Islam di kelas. KESIMPULAN Berdasarkan pembahasan yang berangkat dari pokok permasalahan maka penulis dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut. Manajemen pembelajaran PAI di SMP Negeri Panyabungan sudah baik yaitu. Perencanaan Syafaruddin, dkk. Administrasi Pendidikan, cet. V (Medan: Perdana Publishing, 2. , h. BUNAYYA. Vol I No. 1 Januari-Maret 2020 Jurnal PGMI STIT Al-Ittihadiyah Labuhanbatu Utara E-ISSN : 2721-0561 pembelajaran dengan membuat silabus program tahunan, program semesteran, program rencana pembelajaran dan kalender pendidikan. Dalam proses perencanaan ini sudah baik karena sudah sesuai dengan ketentuan yang ada. Pelaksanaan pembelajaran dengan cara pre test baik berupa tanya jawab, kuis, dan sebagainya. Pengelolaan kelas, strategi pembelajaran, pendekatan dan media pembelajaran serta metode yang digunakan dapat memudahkan peserta didik untuk menangkap materi pelajaran. Evaluasi pembelajaran dilakukan dengan sistem penilaian berupa proses pembelajaran dan hasil belajar yang di dalamnya menyangkut tiga ranah yaitu: kognitif, psikomotorik, dan DAFTAR PUSTAKA