Vol. 8 No. 2 Juni 2025 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL FAKTOR DOMINAN PENERAPAN SMKK PADA PROYEK PEMBANGUNAN PASAR RAYA KOTA PADANG HARDINA RIZKI1. NAFRYZAL CARLO2. HELDI3 Magister Teknik Sipil. Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan. Universitas Bung Hatta 1,2,3 Email: ee. hardina@gmail. com1, carlo@bunghatta. id2, enstenheldi@gmail. DOI: http://dx. org/10. 31869/rtj. Abstract: The Construction Safety Management System (CSMS) is a system designed to ensure safety in the execution of construction projects. This study aims to identify the factors influencing CSMS implementation (X) and analyze the dominant factors affecting project performance, measured by quality improvement (Y. , time reduction (Y. , and cost reduction related to work-related incidents or illnesses (Y. The research employs a quantitative method, collecting data through observation and questionnaires distributed to stakeholders involved in the Pasar Raya Kota Padang construction Out of 113 questionnaires distributed, 91 were analyzed using SPSS version 26. The results reveal that from the initial 40 variables, five new factors were formed, comprising 26 variables that influence project performance. The most dominant factor is Responsibility. Management, and Compliance with Construction Safety (X. , which significantly impacts Y1 . -value 12. 494 > t-table 99. Y2 . -value 10. 054 > t-table 1. , and Y3 . -value 9. 218 > t-table 1. X1 plays a crucial role in improving quality, reducing time, and minimizing costs associated with work-related incidents in the Pasar Raya Kota Padang construction project. Keywords: Construction Safety Management System. Implementation. Project Performance Abstrak: Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) adalah sistem untuk menjamin keselamatan dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor penerapan SMKK (X) dan menganalisis faktor dominan yang memengaruhi kinerja proyek, meliputi peningkatan mutu/kualitas (Y. , pengurangan waktu (Y. , dan pengurangan biaya terkait insiden kerja (Y. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan observasi dan kuesioner kepada pihak yang terlibat dalam Pembangunan Pasar Raya Kota Padang. Dari 113 kuesioner yang dibagikan, 91 kuesioner dianalisis menggunakan SPSS versi 26. Hasilnya, dari 40 variabel awal, terbentuk 5 faktor baru dengan 26 variabel yang memengaruhi kinerja proyek. Faktor paling dominan adalah Tanggung Jawab. Pengelolaan, dan Kepatuhan Keselamatan Konstruksi (X. , yang signifikan terhadap Y1 . hitung 12,494 > ttabel 1,99. Y2 . hitung 10,054 > ttabel 1,99. , dan Y3 . hitung 9,218 > ttabel 1,99. Kesimpulannya. X1 berperan penting dalam meningkatkan mutu, mengurangi waktu, dan biaya terkait insiden kerja pada Proyek Pembangunan Pasar Raya Kota Padang. Kata kunci : Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK). Penerapan. Kinerja Proyek Pendahuluan Pada era globalisasi saat ini, proyek konstruksi telah menjadi salah satu sektor yang paling dinamis dan kompleks. Dengan meningkatnya kebutuhan akan infrastruktur yang lebih baik, proyekproyek konstruksi semakin besar dan rumit. Namun, di balik kemajuan teknologi dan inovasi, ada risiko yang signifikan terhadap keselamatan pekerja dan masyarakat sekitar. Isu keselamatan dan kesehatan kerja di industri konstruksi telah menjadi sorotan utama, meskipun upaya penerapan keselamatan pada proyek konstruksi telah dilakukan masih terlihat adanya tantangan dalam implementasinya . Implementasi Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) menjadi sangat penting untuk memastikan bahwa proyek konstruksi berjalan dengan aman dan efisien. SMKK adalah suatu sistem yang dirancang untuk mengelola risiko keselamatan dan kesehatan pekerja di lokasi konstruksi. Sistem ini melibatkan berbagai aspek, mulai dari identifikasi risiko, pengembangan kebijakan dan ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 Fakultas Teknik UM Sumatera Barat Vol. 8 No. 2 Juni 2025 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL prosedur, hingga pelaksanaan dan evaluasi. Dengan adanya SMKK, proyek konstruksi dapat lebih terstruktur dan terkoordinasi, sehingga dapat mengurangi insiden yang berpotensi merugikan. Pemerintah telah mengambil langkah dengan menerbitkan Peraturan No. 10 Tahun 2021 tentang Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK), sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan kepatuhan terhadap keselamatan kerja. Peraturan ini mendorong setiap pihak terlibat dalam industri konstruksi untuk menerapkan standar SMKK yang telah ditetapkan, sejalan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2021. Hal ini diharapkan dapat memberikan perlindungan yang lebih baik bagi pekerja serta menurunkan insiden kecelakaan di lokasi proyek. Berdasarkan laporan tahunan Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan dalam delapan tahun terakhir angka kecelakaan kerja mencapai 265. 334 kasus. Tingginya peningkatan ini membuat Menteri Ketenagakerjaan. Ida Fauziah menyampaikan penerapan keselamatan dan kesehatan kerja sebagai prioritas guna terwujudnya peningkatan produktivitas kerja . Pasar merupakan pusat kegiatan perekonomian sebagai fasilitas ekonomi, salah satu konstruksi gedung yang dibangun pemerintah dengan tujuan pemenuhan segala arti kebutuhan masyarakat baik di desa ataupun di kota. Pasar senantisa mudah untuk ditemukan. Beberapa kasus kecelakaan pada Pembangunan pasar raya diantaranya kecelakaan kerja pada proyek pembangunan Pasar Baru Tanjungpinang yang menyebabkan satu orang pekerja meninggal dunia dan satu orang lainnya mengalami luka dan patah kaki. Kedua pekerja tersebut tertimpa tiang beton atau tiang pancang saat bekerja, diduga akibat minimnya kualitas keselamatan kerja di lokasi proyek . Kasus lainnya pada Pembangunan pasar Trenggalek, berdasarkan penyelidikan fakta di lapangan yang dimuat pada berita AntaraJatim . , pelaksana proyek telah melakukan kegiatan sesuai Standar Operasi Prosedur (SOP), khususnya pada pengoperasian alat berat, seperti batas aman ketika bekerja. Tetapi karena kelalaian pekerja yang berada pada tempat yang terlalu dekat dalam jangkauan putaran mesin maka terjadi kecelakaan kerja. Bencana gempa bumi tahun 2009 silam, mengakibatkan konstruksi bangunan komplek Pasar Raya Kota Padang hancur dan tidak bisa lagi digunakan sehingga aktifitas perekonomian di pasar raya kota Padang sedikit mengalami penurunan dan ketidaknyamanan. Pada Tahun 2023 Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mengalokasikan anggaran untuk Pembangunan Pasar Raya ini. Pada observasi awal yang dilakukan dengan Petugas K3 proyek Pembangunan Pasar Raya Kota Padang masih terdapat pekerja yang melanggar aturan K3 selama beraktivitas di lingkungan kerja seperti tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) dan menghiraukan tanda bahaya sehingga menyebabkan nyaris terjadi kecelakaan kerja . earmiss recor. Untuk itu diperlukan upaya pengendalian risiko melalui penerapan SMKK secara baik dan benar sesuai peraturan yang berlaku. Pentingnya penerapan SMKK yang baik untuk mengurangi risiko kecelakaan dan memastikan kepatuhan terhadap peraturan keselamatan kerja . Metodologi Penelitian Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan instrumen kuesioner. Kegiatan penelitian ini meliputi pengumpulan data, analisis data, interprestasi data, dan dirumuskan suatu kesimpulan yang mengacu pada analisis data tersebut. Untuk metode pengumpulan data digunakan hasil studi pustaka dan studi lapangan . bservasi, dokumentasi, wawancara, kuesione. Populasi dan Sampel Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh penelitian untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya . Populasi dalam penelitian ini adalah stakeholder yang ada kaitannya dengan proyek pembangunan Pasar Raya Kota Padang, antara lain PPK/PPTK. Penyedia. Manajemen Konstruksi, dan pekerja. ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 Fakultas Teknik UM Sumatera Barat Vol. 8 No. 2 Juni 2025 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL Sampel sebagai sebagian anggota dari populasi yang digunakan untuk mewakili keseluruhan populasi dalam suatu penelitian. Sampel adalah bagian dari populasi yang dipilih berdasarkan kriteria tertentu untuk diobservasi, diukur, dan dianalisis agar hasil penelitian dapat digeneralisasikan kembali ke populasi yang lebih besar . Sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 91 orang Penelitian ini digunakan 5 . faktor independent . ariabel beba. yaitu Variabel Kepemimpinan dan Partisipasi Pekerja Dalam Keselamatan Konstruksi (X. Variabel Perencanaan Keselamatan Konstruksi (X. Variabel Dukungan Keselamatan Konstruksi (X. Variabel Operasi Keselamatan Konstruksi (X. Variabel Evaluasi Kinerja Keselamatan Konstruksi (X. serta 1 . faktor terikat yaitu Kinerja Proyek dependent (Y) yang diuraikan pada 3 . variabel yaitu Implementasi SMKK menyebabkan peningkatan mutu/kualitas proyek (Y. Implementasi SMKK menyebabkan pengurangan waktu yang terkait dengan insiden kecelakaan atau penyakit terkait kerja (Y. Implementasi SMKK menyebabkan pengurangan biaya yang terkait dengan insiden kecelakaan atau penyakit terkait kerja (Y. Metode Pengolahan Data Pengolahan data pada penelitian ini menggunakan aplikasi SPSS (Statistical Product and Service Solution. Versi 26. Uji Kualitas Data Data primer yang berbentuk kuesioner sebelum dipakai untuk analisa data, perlu terlebih dahulu dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Menurut . Uji validitas merupakan derajat ketepatan antara data yang terjadi pada objek penelitian dengan daya yang dapat dilaporkan oleh peneliti. Tujuan uji validitas ini adalah untuk menguji keabsahan instrumen penelitian yang hendak disebarkan. Syarat umum yang biasa dipakai untuk dipenuhi yaitu memiliki kriteria sebagai berikut: C Apabila r hitung > r tabel maka variabel dinyatakan valid C Apabila r hitung < r tabel maka variabel dinyatakan tidak valid. Semantara uji reliabilitas adalah alat untuk mengukur suatu kuesioner yang mempunyai indikator dari variabel atau konstruk . Metode Analisis Data yang didapat dari responden kemudian dianalisis meliputi: analisis korelasi, analisis regresi linear berganda Pembahasan dan Analisa Uji Validitas Pengujian validitas instrumen penelitian dilakukan dengan melihat angka signifikasi, yaitu membandingkan nilai r hitung (Corrected Item-Total Correlatio. dengan r tabel untuk degree of freedom (D. = n-2. Dimana jumlah total responden dari kusioner yang dianalisis adalah 91 Dengan jumlah responden 91 orang jadi didapatkan nilai r Tabel 0. Hasil analisis pada 91 responden seperti pada tabel diatas, terdapat 5 (Lim. variabel yang tidak valid, dimana r hitung < r tabel yaitu: X2. X2. X4. X4. 8, dan X4. Variabel yang tersisa adalah sebanyak 26 . ua puluh ena. variabel yang dapat dilanjutkan dalam pengujian reliabilitas. Uji Reliabilitas hasil uji reliabilitas didapatkan nilai dari hasil variabel X menghasilkan nilai Cronbach's Alpha > 0,6. Sehingga dapat disimpulkan bahwa semua variabel sebanyak 26 . ua pulu. dalam penelitian ini Uji KMO dan BartlettAos analisis data pada uji KMO dan BartlettAos, maka diperoleh hasil analisis untuk masing-masing faktor yaitu 0,840. menyatakan bahwa semua faktor ataupun variabel telah memenuhi syarat yaitu dengan indikator nilai uji KMO > 0,5. Hal ini menunjukkan kecukupan dari jumlah sampel serta faktor ataupun variabel yang berhubungan dengan penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi. ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 Fakultas Teknik UM Sumatera Barat Vol. 8 No. 2 Juni 2025 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL dari hasil analisis ini juga dapat dinyatakan bahwa faktor dan variabel dapat digunakan untuk analisis tahap selanjutnya. Uji Measure of Sampling Adequacy (MSA) Berdasarkan pemaparan . , analisis faktor adalah suatu teknik analisis yang memuat informasi tentang pengelompokan variabel faktor dalam suatu penelitian. Analisis faktor bertujuan untuk menyaring variabei mana yang paling unggul atau paling dominan dari beberapa variabel yang dipilth oleh peneliti. Hasil analisis faktor dapat juga digunakan untuk membedakan komponen atau variabel prioritas berdasarkan perangkingan yang ada. Faktor Loading Faktor loading adalah angka yang menunjukkan besarnya korelasi antara suatu variabel dengan faktor yang terbentuk. Proses penentuan variabel mana yang akan masuk ke faktor baru dilakukan dengan membandingkan besaran korelasi pada setiap baris masing-masing variabel, sehingga diperoleh faktor loading sebagai berikut: Tabel 1: Hasil Perangkingan Rotated Component Matrix Variabel Faktor 1 Faktor 2 Faktor 3 Faktor 4 Faktor 5 X1. 0,560 X1. 0,591 X2. 0,439 X3. 0,709 X3. 0,764 X3. 0,593 X4. 0,492 X4. 0,062 X1. 0,322 0,543 X1. 0,011 0,739 X1. 0,348 0,667 X4. -0,005 0,713 X4. 0,293 0,638 X2. 0,014 0,116 0,642 X2. 0,016 0,306 0,798 X4. 0,246 0,023 0,758 X4. 0,251 0,245 0,720 X4. 0,178 0,276 0,134 0,852 X5. 0,297 0,175 0,228 0,613 X5. 0,213 0,243 0,152 0,856 X2. 0,169 0,196 0,125 0,012 0,807 X2. 0,224 0,009 0,027 0,085 0,811 X3. 0,507 -0,040 0,182 0,270 0,553 X4. 0,296 0,431 -0,066 0,175 0,466 Berdasarkan tabel 1 diatas, diperoleh 5 faktor baru yang terbentuk dari pembagian masing-masing variabel pada component matrix, sehingga untuk tahapan analisis selanjutnya faktor dan variabel yang digunakan adalah faktor baru yang terbentuk. Pengelompokan Faktor baru yang terbentuk dapat dilihat pada tabel 2 dibawah ini: ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 Fakultas Teknik UM Sumatera Barat Vol. 8 No. 2 Juni 2025 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL Tabel 2: Pengelompokan Variabel Baru Faktor Variabel Baru Baru X1. 1 X1. 5 X2. 2 X3. 1 X3. 2 X3. 4 X3. 5 X4. 1 X4. 2 X4. X1. 2 X1. 3 X1. 4 X4. 10 X4. X2. 5 X2. 7 X4. 5 X4. X4. 7 X5. 1 X5. X2. 1 X2. 6 X3. 3 X4. Berdasarkan tabel 2 diatas, penamaan faktor baru sesuai pengelompokan masing-masing variabelnya dinamakan sebagai berikut: Faktor Tanggung jawab. Pengelolaan dan Kepatuhan Keselamatan Konstruksi (X. Faktor Komitmen dan Penerapan Keselamatan Konstruksi: Kebijakan. Perlindungan dan Rencana Tanggap Darurat (X. Faktor Penerapan Standar Keselamatan Konstruksi: Evaluasi. Alat Pelindung dan Pertolongan Pertama (X. Faktor Prosedur Pengelolaan Limbah B3 dan Audit Internal Keselamatan Konstruksi: Sosialisasi dan Tinjauan Manajemen (X. , dan Faktor Komponen Keselamatan Konstruksi: Identifikasi Bahaya. Penilaian Risiko. Standar Keselamatan, dan Pelatihan P3K (X. Uji t Pengujian hipotesis secara parsial, atau uji t, bertujuan untuk menentukan apakah setiap varia9bel independen berpengaruh signifikan secara individual terhadap variabel dependen. Hasil analisi pengujian pengaruh X terhadap Y1. X terhadap Y2, dan X terhadap Y3 dapat dilihat pada tabel 8, tabel 9, dan tabel 10 berikut: Tabel 3: Pengujian X terhadap Y1 Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Sig. Std. Error Beta (Constan. 4,275 0,048 88,565 0,000 REGR factor 0,606 0,049 0,754 12,494 0,000 score 1 (X. REGR factor -0,187 0,049 -0,233 -3,850 0,000 score 2 (X. REGR factor 0,071 0,049 0,088 1,461 0,148 score 3 (X. REGR factor -0,191 0,049 -0,238 -3,938 0,000 score 4 (X. REGR factor 0,039 0,049 0,048 0,803 0,424 score 5 (X. Dependent Variable: Berdasarkan analisis tabel diatas dapat dibentuk model persamaan sebagai berikut: Y1 = 4,275 0,606X1 - 0,187X2 0,071X3 - 0,191X4 0,039X5 Y1 adalah hasil atau output yang bergantung pada variabel-variabel independen lainnya. Nilai Konstanta () memiliki nilai positif sebesar 4,275. Tanda positif artinya menunjukkan pengaruh yang searah antara variabel X dan Variabel Y1. Hal ini membuktikan bahwa jika semua variabel X bernilai 0, maka secara rata-rata nilai Y adalah 4,275. Nilai Koefisien regresi untuk variabel X1 sebesar 0,606. X3 sebesar 0,071 dan X5 sebesar 0,039 memiliki nilai positif, menunjukkan jika X1. X3 dan X5 mengalami kenaikan sebesar koefisien maka Y1 akan naik sebesar nilai yang sama. ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 Fakultas Teknik UM Sumatera Barat Vol. 8 No. 2 Juni 2025 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL Nilai Koefisien regresi untuk variabel X2 sebesar (-0,. dan X4 sebesar (-0,. memiliki nilai negatif, menunjukkan jika X2 dan X4 mengalami kenaikan maka sebesar koefisien maka Y1 akan turun sebesar nilai yang sama. Dari tabel diatas juga dapat dilihat nilai t sebesar 12,494 menunjukkan bahwa koefisien regresi untuk variabel X1 sangat signifikan secara statistik. Ini berarti bahwa variabel independen X1 memiliki pengaruh yang kuat dan signifikan terhadap variabel dependen Y1. Pendapat para ahli menegaskan bahwa nilai t yang sangat tinggi, seperti 12. 494, menunjukkan bahwa hubungan tersebut sangat signifikan dan dapat diandalkan dalam model regresi . Nilai t yang besar menunjukkan bahwa koefisien regresi secara statistik signifikan. Mereka mencatat bahwa nilai t biasanya lebih besar dari 2 atau 3 untuk dianggap signifikan pada tingkat kepercayaan 95% atau 99% . Tabel 4: Pengujian X terhadap Y2 Coefficientsa Unstandardized Standardized Model Sig. Coefficients Coefficients Std. Error Beta (Constan. 3,923 0,045 87,558 0,000 REGR factor 0,453 0,045 0,644 10,054 0,000 score 1 (X. REGR factor -0,114 0,045 -0,162 -2,534 0,013 score 2 (X. REGR factor 0,059 0,045 0,084 1,307 0,195 score 3 (X. REGR factor 0,302 0,045 0,430 0,000 6,710 score 4 (X. REGR factor -0,092 0,045 -0,131 -2,036 0,045 score 5 (X. Dependent Variable: Berdasarkan analisis tabel diatas dapat dibentuk model persamaan sebagai berikut: Y2 = 3,923 0,453X1 - 0,114X2 0,059X3 0,302X4 - 0,092X5 Nilai Konstanta () memiliki nilai positif sebesar 3,923. Tanda positif artinya menunjukkan pengaruh yang searah antara variabel X dan Variabel Y2. Hal ini membuktikan bahwa jika semua variabel X bernilai 0, maka secara rata-rata adalah 3,923. Nilai Koefisien regresi untuk variabel X1 sebesar 0,453. X3 sebesar 0,059 dan X4 sebesar 0,302, keseluruhan memiliki nilai positif, menunjukkan jika Tanggung jawab. Pengelolaan dan Kepatuhan Keselamatan Konstruksi (X. Penerapan Standar Keselamatan Konstruksi: Evaluasi. Alat Pelindung dan Pertolongan Pertama (X. , dan Prosedur Pengelolaan Limbah B3 dan Audit Internal Keselamatan Konstruksi: Sosialisasi dan Tinjauan Manajemen (X. mengalami kenaikan sebesar koefisien maka Kinerja Proyek dari variabel pengurangan waktu terkait insiden kecelakaan atau penyakit terkait kerja (Y. akan naik sebesar nilai yang sama. Nilai Koefisien regresi untuk variabel X2 sebesar (-0,. dan X5 sebesar (-0,. memiliki nilai negatif, menunjukkan jika Komitmen dan Penerapan Keselamatan Konstruksi: Kebijakan. Perlindungan dan Rencana Tanggap Darurat (X. dan Komponen Keselamatan Konstruksi: Identifikasi Bahaya. Penilaian Risiko. Standar Keselamatan, dan Pelatihan P3K (X. mengalami kenaikan sebesar koefisien maka Kinerja Proyek dari variabel pengurangan waktu terkait insiden kecelakaan atau penyakit terkait kerja (Y. akan turun sebesar nilai yang sama. Nilai t sebesar 10,054 (X. dan 6,710 (X. menunjukkan bahwa koefisien regresi untuk variabel X1 dan X4 sangat signifikan secara statistik. Ini berarti bahwa variabel independen X1 dan X4 memiliki pengaruh yang kuat dan signifikan terhadap variabel dependen Y2. Pengelolaan keselamatan proyek mencakup perencanaan, implementasi, dan pemantauan prosedur ISSN 2599-2081 Fakultas Teknik UM Sumatera Barat EISSN 2599-2090 Vol. 8 No. 2 Juni 2025 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL keselamatan secara efektif. Pengelolaan yang baik melibatkan penerapan sistem manajemen keselamatan, pelatihan reguler, dan audit keselamatan untuk mengidentifikasi dan mengatasi potensi Pengelolaan keselamatan yang efektif dapat mencegah terjadinya insiden dan penyakit terkait kerja, mengurangi waktu yang hilang akibat kecelakaan, dan menjaga kelancaran proyek . Pengelolaan yang buruk, sebaliknya, sering menyebabkan peningkatan insiden dan waktu henti. Tabel 5: Pengujian X terhadap Y3 Coefficientsa Standardi Unstandardiz Mod Sig. Coefficien Coefficients Std. Beta Error (Constan. 4,264 0,054 79,509 0,000 REGR factor score 1 0,497 0,054 0,632 0,000 9,218 (X. REGR factor score 2 0,115 0,054 0,146 0,036 2,126 (X. REGR factor score 3 -0,238 0,054 -0,303 -4,423 0,000 (X. REGR factor score 4 0,230 0,054 0,292 0,000 4,264 (X. REGR factor score 5 0,038 0,054 0,048 0,701 0,485 (X. Dependent Variable: Y3 Berdasarkan analisis tabel diatas dapat dibentuk model persamaan sebagai berikut: Y3 = 4,264 0,497X1 0,115X2 - 0,238X3 0,230X4 0,038X5 Nilai Konstanta () memiliki nilai positif sebesar 4,264. Tanda positif artinya menunjukkan pengaruh yang searah antara variabel X dan Variabel Y3. Hal ini membuktikan bahwa jika semua variabel X bernilai 0, maka secara rata-rata adalah 4,264. Nilai Koefisien regresi untuk variabel X1 sebesar 4,264. X2 sebesar 0,497. X4 sebesar 0,230 dan X5 sebesar 0,038, keseluruhan memiliki nilai positif, menunjukkan jika Tanggung jawab. Pengelolaan dan Kepatuhan Keselamatan Konstruksi (X. Penerapan Standar Keselamatan Konstruksi: Evaluasi. Alat Pelindung dan Pertolongan Pertama (X. , dan Prosedur Pengelolaan Limbah B3 dan Audit Internal Keselamatan Konstruksi: Sosialisasi dan Tinjauan Manajemen (X. mengalami kenaikan sebesar koefisien maka Kinerja Proyek dari variabel pengurangan biaya yang terkait dengan insiden kecelakaan atau penyakit terkait kerja (Y. akan naik sebesar nilai yang sama. Nilai Koefisien regresi untuk variabel Penerapan Standar Keselamatan Konstruksi: Evaluasi. Alat Pelindung dan Pertolongan Pertama (X. sebesar (-0,. memiliki nilai negatif, menunjukkan jika X3 mengalami kenaikan sebesar koefisien maka Y3 akan turun sebesar nilai yang sama. Berdasarkan analisis diatas juga diperoleh nilai t sebesar 9,218 (X. , 2,126 (X. , dan 4,264 (X. menunjukkan bahwa koefisien regresi untuk variabel X1. X2 dan X4 sangat signifikan secara Ini berarti bahwa variabel independen X. X2 dan X4 memiliki pengaruh yang kuat dan signifikan terhadap variabel dependen Y3. Pengelolaan keselamatan proyek yang efektif melibatkan perencanaan dan pelaksanaan prosedur keselamatan yang baik serta pengawasan yang konsisten. Pengelolaan yang proaktif dapat mencegah insiden dengan cara mengidentifikasi dan mengatasi potensi risiko lebih awal. Hal ini mengurangi biaya yang timbul dari kecelakaan, seperti biaya medis dan biaya perbaikan, serta biaya yang terkait dengan penundaan proyek. Studi menunjukkan bahwa investasi dalam pelatihan keselamatan dan program manajemen risiko dapat mengurangi biaya keselamatan secara signifikan dalam proyek ISSN 2599-2081 Fakultas Teknik UM Sumatera Barat EISSN 2599-2090 Vol. 8 No. 2 Juni 2025 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL konstruksi . Berdasarkan hasil perhitungan yang ditunjukkan pada Tabel 8. Tabel 9, dan Tabel 10 diperoleh nilai thitung pada pengujian X terhadap Y1 adalah Variabel dominan yang paling signifikan adalah X1 dengan nilai thitung 12,494 > ttabel 1,99773 (Sig. < 5%). Nilai thitung pada pengujian X terhadap Y2 adalah Variabel dominan yang paling signifikan adalah X3 dengan nilai t hitung 10,054 > ttabel 1,99773 (Sig. < 5%). Nilai thitung pada pengujian X terhadap Y3 adalah Variabel dominan yang paling signifikan adalah X1 dengan nilai thitung 9,218 > ttabel 1,99773 (Sig. < 5%). Penutup Dari Nilai Score Loading diperoleh 5 komponen/faktor yang terbentuk dengan persentase komulatif sebesar 76,119%, ini berarti bahwa faktor-faktor yang dianalisis bersama-sama menjelaskan 76,119% dari total variansi dalam data untuk variabel penerapan SMKK pada proyek Pembangunan Pasar Raya Kota Padang. Sedangkan 23,881% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Faktor X yang paling berpengaruh secara signifikan terhadap Y adalah Tanggung jawab. Pengelolaan dan Kepatuhan Keselamatan Konstruksi (X. berpengaruh signifikan/dominan terhadap Kinerja Proyek Pembangunan Pasar Raya Kota Padang dari variabel peningkatan mutu/kualitas proyek (Y. hitung 12,494> ttabel 1,99. , terhadap pengurangan waktu yang terkait dengan insiden kecelakaan atau penyakit terkait kerja (Y. dengan nilai thitung 10,054 > ttabel 1,99773, serta terhadap pengurangan biaya yang terkait dengan insiden kecelakaan atau penyakit terkait kerja (Y. dengan nilai thitung 9,218 > ttabel 1,99773. Ini berarti bahwa faktor X1 memberikan kontribusi yang substansial dalam menjelaskan variasi dalam kinerja proyek. Faktor X1 menunjukkan pengaruh dominan di antara faktor-faktor lain yang termasuk dalam model regresi. Pengaruh dominan ini berarti bahwa Tanggung Jawab. Pengelolaan, dan Kepatuhan Keselamatan Konstruksi adalah faktor kunci dalam mempengaruhi kinerja proyek. Dengan kata lain, peningkatan dalam area ini secara signifikan meningkatkan kinerja proyek, khususnya dalam hal mutu atau kualitas proyek. Hal ini menegaskan pentingnya penerapan tanggung jawab dan kepatuhan keselamatan dalam mencapai hasil proyek yang berkualitas tinggi. Daftar Pustaka