Archive. Vol. No. Desember 2025, pp. ISSN: 2809-7076 (Onlin. ISSN: 2809-7246 (Prin. DOI: https://doi. org/10. 55506/arch. Pembuatan Dashboard Berbasis Google Looker Studio Untuk Visualisasi Data Manajemen Talenta di PT ABC Khairinisa Kamelia. Ivon Sandya Sari Putri Politeknik Negeri Bandung Artikel Info ABSTRAK Genesis Artikel: Latar Belakang: Program ini dikembangkan untuk mengatasi proses pengelolaan data manajemen talenta di PT ABC yang masih tersebar pada sejumlah file terpisah, pengelolaan yang dilakukan oleh pegawai yang berbeda, serta belum tersedianya visualisasi data yang memadai. Tujuan: Program ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam pengelolaan dan penyajian data manajemen talenta melalui pembuatan dashboard berbasis Google Looker Studio. Metode: Pengembangan dashboard menggunakan metode waterfall, yang dilengkapi dengan kegiatan sosialisasi untuk memperkenalkan sistem kepada pengguna serta memberikan pelatihan mengenai cara pengoperasiannya. Hasil: Program ini menghasilkan dashboard visualisasi data manajemen talenta berbasis Google Looker Studio yang memperoleh tingkat kepuasan pengguna dengan skor rata-rata 87% terhadap isi informasi, ketepatan informasi, tampilan dashboard, kemudahan penggunaan, serta ketepatan waktu dalam memberikan respons. Kesimpulan: Pengimplementasian dashboard terbukti efektif dalam meningkatkan efisiensi akses informasi, mempercepat proses pengambilan keputusan, serta menyajikan data secara visual dengan format yang lebih informatif dan mudah dipahami. Dikirim, 11 Juni 2025 Diterima, 20 Juni 2025 Diterbitkan, 26 Juli 2025 Kata Kunci: Manajemen Talenta Dashboard Viusalisasi Data Google Looker Studio ABSTRACT Keywords: Talent Management Dashboards Data Visualization Google Looker Studio Background: This program was developed to address the talent management data process at PT ABC, which is still fragmented across multiple separate files, managed by different employees, and lacks adequate data visualization. Objective: The program aims to improve the effectiveness and efficiency of talent management data handling and presentation through the development of a dashboard using Google Looker Studio. Method: The dashboard was developed using the waterfall method, accompanied by socialization activities to introduce the system to users and provide training on its operation. Results: The dashboard was developed using the waterfall method, accompanied by socialization activities to introduce the system to users and provide training on its operation. Conclusion: Implementing the dashboard has proven to be effective in increasing the efficiency of information access, speeding up the decision-making process, and presenting data visually in a format that is more informative and easy to understand. This is an open access article under the CC BY-SA License. Penulis Korespondensi: Ivon Sandya Sari Putri. Program Studi Administrasi Bisnis. Politeknik Negeri Bandung. Email: ivon. sandya@polban. Archive: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Archive. Vol. No. Desember 2025, pp. ISSN: 2809-7076 (Onlin. ISSN: 2809-7246 (Prin. DOI: https://doi. org/10. 55506/arch. PENDAHULUAN Salah satu aset paling berharga bagi bisnis dalam era digital yang semakin maju ini adalah data. Manajemen data yang baik mempermudah untuk proses pengolahan data. Hasil pengolahan data nantinya berguna sebagai informasi-informasi untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi (Delsen et al. , 2. Namun, pertumbuhan data yang pesat menimbulkan tantangan dalam pengelolaan dan pemahaman yang efektif (Perdana et al. , 2. Hal serupa terjadi pada data Sumber Daya Manusia (SDM), yang memiliki kompleksitas tinggi karena banyaknya informasi yang harus dikelola (Hanif & Niki, 2. Pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan salah satu elemen kunci dalam suatu organisasi, mengingat karyawan memiliki peran strategis sebagai penggerak utama dalam menjalankan operasional organisasi. Pengelolaan karyawan yang optimal berkontribusi pada peningkatan kinerja dan pencapaian tujuan organisasi. Salah satu faktor penentu kinerja individu adalah talenta, yakni kemampuan dan keterampilan yang dapat mendorong inovasi dan perubahan dalam organisasi (Anisah & Sakinah, 2. Manajemen talenta merupakan proses strategis yang mencakup perekrutan, pelatihan, pengembangan, kompensasi, dan penempatan karyawan sesuai kebutuhan organisasi. Pengelolaan yang efektif mendukung pencapaian tujuan organisasi di sektor publik maupun swasta. Selain itu, pendidikan dan pelatihan berperan penting dalam meningkatkan kualitas dan daya saing sumber daya manusia (Fidianingrum & Sukarno, 2. Pengelolaan talenta menjadi kunci utama pada proses peningkatkan SDM era digital sekarang (Faeni et al. , 2. Strategi manajemen talenta perlu disesuaikan dengan karakteristik organisasi agar mendukung pencapaian tujuan. Kebijakan organisasi turut memainkan peran penting dalam mendorong inisiatif pengelolaan talenta, guna menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten dan mampu memenuhi kebutuhan serta tuntutan industri masa kini (Pretty et al. , 2. Saat ini. Tim Human capital PT ABC masih menghadapi beberapa kendala dalam pengelolaan data terkait manajemen talenta. Salah satu permasalahan utama adalah data terkait manajemen talenta yang tersebar pada sejumlah file terpisah dan belum tervisualisasikan dengan baik. Selain itu, data-data tersebut tidak dikelola secara terpusat oleh satu orang, melainkan tersebar di pegawai yang berbeda, yaitu oleh Human capital People Development dan Human capital Organization Development. Akibat dari kondisi tersebut, ketika pihak manajemen membutuhkan data seorang karyawan, misalnya untuk keperluan pertimbangan promosi, proses pengumpulan informasi menjadi tidak efisien. Pegawai yang menduduki posisi sebagai Human capital People Development selaku pengelola utama, perlu melakukan koordinasi dengan Human capital Organization Development dalam rangka memperoleh informasi yang diperlukan, seperti riwayat pelatihan, sertifikasi, atau pencapaian kinerja karyawan Di samping itu, proses pelaporan kepada pihak yang memerlukan data saat ini dilakukan secara lisan, disertai dengan penunjukan langsung hasil penyaringan data karyawan yang tercantum dalam tabel Spreadsheet. Archive: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Archive. Vol. No. Desember 2025, pp. ISSN: 2809-7076 (Onlin. ISSN: 2809-7246 (Prin. DOI: https://doi. org/10. 55506/arch. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan sebuah solusi yang dapat mengintegrasikan data manajemen talenta dan menyajikannya dalam format yang lebih informatif serta mudah dipahami. Dengan memvisualisasikan data melalui dashboard interaktif, perusahaan dapat memperoleh wawasan yang lebih mendalam mengenai kinerja dan potensi karyawan. Visualisasi data merupakan representasi informasi dalam bentuk grafis, seperti grafik, diagram, peta, atau tabel, yang mempermudah pemahaman terhadap data. Penyajian ini memungkinkan pengguna mengidentifikasi pola, tren, dan wawasan secara lebih cepat dan akurat (Wicaksono & Paniran, 2. Dashboard informasi merupakan sebuah alat visual yang menyajikan beragam jenis informasi yang dibutuhkan oleh pemilik usaha untuk memantau perkembangan dan kinerja usahanya. Data yang tersedia akan diolah dan disajikan dalam bentuk visualisasi, kemudian dikompilasi menjadi satu kesatuan dalam sebuah dashboard informasi yang komprehensif (Marvaro & Samosir, 2. Sejumlah penelitian terdahulu mendukung pentingnya penerapan visualisai data dalam pengelolaan SDM. Penelitian Subagyo . menunjukkan bahwa dashboard kinerja karyawan mampu mendukung pengambilan keputusan dengan mengintegrasikan data bonus, pelatihan, dan hasil kerja secara efisien. Putri et al. juga membuktikan bahwa dashboard HR berbasis web lebih efektif dibanding Excel dalam menyajikan informasi visual terkait kinerja karyawan. Sementara itu. Kurniawan & Sutapa . merancang dashboard untuk memantau keterlibatan kerja karyawan berdasarkan faktor demografis, yang membantu HR dalam merumuskan strategi peningkatan Ketiga studi ini menegaskan pentingnya visualisasi data SDM untuk menunjang pengelolaan talenta secara strategis dan responsif. Banyak platform unuk membangun dashboard, salah satunya Google Looker Studio. Google Looker Studio merupakan sebuah platform visualisasi data yang dirancang untuk mempermudah pembuatan dan pemahaman laporan. Platform ini mampu terhubung dengan lebih dari 800 sumber data yang berbeda, sehingga memungkinkan transformasi informasi menjadi laporan yang informatif, serta mengonversi data menjadi metrik dan dimensi bisnis yang relevan melalui penyajian laporan yang cerdas dan intuitif (Aryanto & Susila, 2. Fitur-fiturnya mencakup analisis mendalam serta pembuatan laporan yang terintegrasi, menjadikannya solusi efektif bagi organisasi berskala besar (Ariani et al. , 2. Berdasarkan permasalahan yang telah dijelaskan, sistem pengelolaan data manajemen talenta pada Tim Human Capital PT ABC perlu ditingkatkan untuk mendukung efisiensi dan efektivitas operasional Oleh karena itu, tujuan PKM ini adalah untuk memvisualisasikan dan mengintegrasikan berbagai informasi terkait pengelolaan manajemen talenta karyawan di PT ABC, seperti distribusi karyawan, riwayat training, sertifikasi karyawan. Key Performance Indicator (KPI) karyawan, dan kompetensi karyawan. Dengan adanya dashboard ini. Tim Human Capital diharapkan dapat dengan mudah memantau data secara real-time, mempercepat pengambilan keputusan, serta merancang strategi Archive: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Archive. Vol. No. Desember 2025, pp. ISSN: 2809-7076 (Onlin. ISSN: 2809-7246 (Prin. DOI: https://doi. org/10. 55506/arch. pengelolaan SDM yang lebih tepat dan terarah. Visualisasi data yang informatif juga mendukung evaluasi dan pengembangan karyawan secara lebih efektif. METODE PENGABDIAN Pelaksanaan kegiatan pengabdian mengadopsi pendekatan model waterfall, yang mencakup tahapan-tahapan berurutan seperti analisis kebutuhan, perancangan desain, pembuatan, pengujian, hingga pemeliharaan. Model waterfall merupakan salah satu metode yang paling lazim digunakan dalam proses pengembangan perangkat lunak karena strukturnya yang sistematis dan terorganisir. Metode ini menawarkan pendekatan pengembangan secara bertahap dan berurutan, dimulai dari tahap analisis, dilanjutkan dengan perancangan, implementasi, pengujian, hingga tahap pemeliharaan (Supiyandi et al. , 2. Meskipun demikian, pelaksanaan setiap tahap disesuaikan dengan kebutuhan spesifik dalam pembuatan dashboard visualisasi data manajemen talenta. Gambar 1. Diagram Alur Metode Pengabdian Berdasarkan gambar 1, proses pelaksanaan pengabdian meliputi tahapan-tahapan berikut: Analisis Tahap pertama adalah mengidentifikasi kebutuhan bisnis dan teknis dari dashboard yang akan Hal ini mencakup penentuan jenis informasi atau data yang akan ditampilkan serta perencanaan layout dashboard yang akan dibuat. Proses ini dilakukan melalui observasi, wawancara, dan diskusi dengan staf Human capital PT ABC untuk memastikan bahwa dashboard sesuai dengan kebutuhan organisasi. Perancangan Desain Setelah kebutuhan teridentifikasi, tahap berikutnya adalah mendesain sistem dashboard. Ini mencakup pembuatan wireframe, perancangan skema data, dan use case diagram untuk menggambarkan alur pengambilan, pengolahan, serta penyajian data di Google Looker Studio. Aspek keamanan dan hak akses juga ditentukan untuk memastikan dashboard efektif dan sesuai kebutuhan pengguna. Pembuatan Pada tahap ini, dashboard dibuat berdasarkan desain sebelumnya. Dimulai dengan pembuatan database di Google Spreadsheet, lalu dihubungkan ke Google Looker Studio. Selanjutnya, elemen visual seperti tabel, grafik, dan filter dibangun sesuai wireframe. Pengujian Sebelum dashboard digunakan secara resmi, perlu dilakukan pengujian untuk memastikan bahwa semua elemen berjalan dengan baik dan data yang ditampilkan akurat. Proses ini dilakukan Archive: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Archive. Vol. No. Desember 2025, pp. ISSN: 2809-7076 (Onlin. ISSN: 2809-7246 (Prin. DOI: https://doi. org/10. 55506/arch. menggunakan metode black box testing dan akan melibatkan pengguna melalui penyebaran kuesioner melalui Google Form. Kuesioner ini dirancang dengan indikator yang mengacu pada metode End User Computing Satisfaction (EUCS), sehingga dapat mengukur kelayakan dashboard. Pemeliharaan Setelah dashboard diimplementasikan, tahap akhir yang perlu dilakukan adalah pemeliharaan. Pemeliharaan dilakukan dengan terus memperbarui data karyawan pada database yang ada di Google Spreadsheet, agar informasi yang ditampilkan pada dashboard tetap bersifat real-time. Proses pemeliharaan ini bertujuan untuk memastikan bahwa dashboard tetap berfungsi dengan optimal dan memberikan manfaat maksimal bagi perusahaan dalam pengelolaan talenta. HASIL DAN ANALISIS Bagian ini menyajikan hasil visualisasi data yang telah dibuat untuk menghasilkan dashboard berbasis Google Looker Studio yang dioperasikan untuk memantau, menganalisis, dan mengevaluasi informasi manajemen talenta secara menyeluruh. Visualisasi ini dirancang untuk memberikan gambaran terkait performa, kompetensi, serta distribusi tenaga kerja dalam organisasi. Dashboard dibuat menjadi dua bagian, yaitu berdasarkan departemen dan individu karyawan, sehingga dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan strategis dalam pengelolaan sumber daya manusia. Berikut ini adalah hasil pembuatan rancangan dashboard tersebut: Dashboard Manajemen Talenta By Departement Gambar 2. Dashboard Manajemen Talenta By Departement Dashboard Manajemen Talenta (By Departemen. merupakan media visualisasi data yang dirancang untuk memberikan gambaran komprehensif terkait profil, kompetensi, serta kinerja karyawan. Dashboard ini menampilkan informasi mengenai jumlah total karyawan sebanyak 40 orang, yang dikelompokkan berdasarkan jenis kelamin, lokasi penempatan . ome base dan lokasi kerj. , serta status kepegawaian . etap dan kontra. Selain itu, dashboard ini menyajikan pemetaan kompetensi karyawan pada berbagai bidang, pencapaian Key Performance Indicator (KPI) dengan nilai yang umumnya berada di atas 90%, serta hasil evaluasi akhir kontrak yang mencerminkan perkembangan performa Archive: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Archive. Vol. No. Desember 2025, pp. ISSN: 2809-7076 (Onlin. ISSN: 2809-7246 (Prin. DOI: https://doi. org/10. 55506/arch. selama masa kerja. Dengan ukuran tampilan sebesar 2000 x 1680 piksel, dashboard ini diharapkan dapat menjadi alat bantu strategis dalam proses pengambilan keputusan manajerial khususnya dalam pengelolaan sumber daya manusia di tingkat departemen digambarkan pada Gambar 2. Dashboard Manajemen Talenta By Person Gambar 3. Dashboard Manajemen Talenta By Person Dashboard Manajemen Talenta ini berukuran 2000x1500 piksel dan berada pada halaman 2 (Dashboard by Perso. , yang menyajikan data individu per karyawan secara komprehensif. Dashboard ini menampilkan informasi demografis seperti gender, status kepegawaian, home base, dan lokasi kerja, yang memberikan gambaran umum mengenai profil karyawan. Selain itu, terdapat rangkuman pelatihan dan sertifikasi yang telah diikuti oleh karyawan, lengkap dengan informasi tanggal pelaksanaannya. Visualisasi lainnya mencakup grafik KPI tahunan yang memperlihatkan tren peningkatan kinerja dari tahun ke tahun, analisis kompetensi yang membandingkan perkembangan kemampuan pada dua periode waktu berbeda, serta evaluasi akhir kontrak berdasarkan riwayat dari kontrak awal hingga kontrak Secara keseluruhan, dashboard ini memberikan pandangan menyeluruh terhadap perkembangan, kualifikasi, dan kinerja individu karyawan yang dapat dijadikan dasar dalam pengambilan keputusan strategis di bidang pengelolaan sumber daya manusia. Uji Blackbox Testing Pengujian blackbox adalah suatu metode pengujian yang dilakukan dengan cara mengamati hasil keluaran berdasarkan data uji yang diberikan, untuk mengevaluasi fungsionalitas perangkat lunak tanpa memerlukan pemahaman terhadap struktur internal atau kode program yang digunakan. Fokus utama dari metode ini adalah memastikan bahwa keluaran yang dihasilkan sesuai dengan ekspektasi berdasarkan input yang diberikan (Made et al. , 2. Dalam kegiatan pengabdian ini, pengujian blackbox diterapkan kepada seluruh karyawan Sub Departemen Human Capital. Berikut merupakan dokumentasi pelaksanaan pengujian dashboard visualisasi data manajemen talenta beserta hasil uji yang Archive: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Archive. Vol. No. Desember 2025, pp. ISSN: 2809-7076 (Onlin. ISSN: 2809-7246 (Prin. DOI: https://doi. org/10. 55506/arch. Gambar 4. Dokumentasi Uji Blackbox Dashboard Gambar 4 di atas merupakan dokumentasi pelaksanaan program pengabdian saat dilakukan uji blackbox terhadap dashboard visualisasi data manajemen talenta oleh calon pengguna. Hasil dari pengujian yang dilakukan oleh karyawan Sub Departemen Human Capital disajikan pada Tabel 1 dan Tabel 2. Tabel 1. Hasil Pengujian Halaman Dashboard By Departemen Komponen Uji Skenario Pengujian Hasil Yang Diharapkan Hasil Uji Scorecard Menampilkan total jumlah Angka total sesuai dengan Sesuai Jumlah Karyawan Filter Mengubah Grafik Departemen Chart Gender Chart Homebase Chart Lokasi Kerja Chart Status Sesuai departemen yang dipilih Menampilkan Bar pembagian gender dengan gender di setiap departemen Menampilkan Data homebase muncul sesuai homebase karyawan Menampilkan lokasi kerja Lokasi masing-masing departemen akurat dan sesuai data Menampilkan status kerja Data Karyawan Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai dengan benar per departemen Chart Menampilkan Kompetensi kompetensi karyawan Bar chart sesuai dengan data Sesuai kompetensi karyawan Karyawan Archive: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Archive. Vol. No. Desember 2025, pp. ISSN: 2809-7076 (Onlin. ISSN: 2809-7246 (Prin. Komponen Uji DOI: https://doi. org/10. 55506/arch. Skenario Pengujian Hasil Uji Bar Sesuai Chart Evaluasi Menampilkan Akhir Kontrak evaluasi akhir kontrak dari kontrak muncul sesuai urutan dan warna yang benar Hasil Yang Diharapkan Ae chart evaluasi akhir Filter Tanggal Memilih rentang tanggal Semua data dalam dashboard dari Jan 1, 2023 Ae Dec 31, dengan rentang waktu Interaktivitas Klik salah satu data bar Komponen Antar akan mem-filter komponen Komponen lainnya secara otomatis interaksi pengguna Sesuai Sesuai Tabel 1 memperlihatkan bahwa halaman dashboard by departemen berfungsi dengan baik pada saat pengujian. Dengan demikian, hasil pengujian menunjukkan bahwa s seluruh komponen dalam dashboard by departemen telah berjalan sesuai dengan skenario pengujian yang direncanakan, tanpa ditemukan ketidaksesuaian antara hasil yang diharapkan dan hasil aktual. Hal ini membuktikan bahwa dashboard tersebut andal dalam menyajikan informasi yang akurat, interaktif, dan mudah dipahami oleh pengguna. Implementasi fitur seperti filter dinamis, visualisasi berbasis chart, serta interaktivitas antar komponen mampu meningkatkan efektivitas dalam analisis data karyawan. Selain itu, dashboard ini memungkinkan pengguna untuk melakukan perbandingan pencapaian antar departemen secara langsung, sehingga sangat mendukung proses evaluasi kinerja lintas unit kerja. Tabel 2. Hasil Pengujian Halaman Dashboard By Person Komponen Uji Chart Nama. Skenario Pengujian Menampilkan data identitas Hasil Yang Diharapkan Data Owner. Masa karyawan secara spesifik. Kerja. Jabatan. Hasil Uji Sesuai informasi di database Sub Departemen Chart Gender Chart Status Menampilkan Grafik gender dalam bentuk pie gender yang benar Menampilkan status kerja Grafik (Tetap. KWT) Sesuai Sesuai karyawan yang sesuai Archive: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Archive. Vol. No. Desember 2025, pp. ISSN: 2809-7076 (Onlin. ISSN: 2809-7246 (Prin. Komponen Uji Chart Homebase DOI: https://doi. org/10. 55506/arch. Skenario Pengujian Menampilkan homebase tiap karyawan Hasil Yang Diharapkan Hasil Uji Grafik Sesuai homebase akurat Chart Lokasi Menampilkan lokasi kerja Persentase lokasi kerja sesuai Kerja dalam bentuk pie chart data aktual Tabel Riwayat Menampilkan jenis training Tabel berisi nama pelatihan Training beserta tanggal pelaksanaan dan tanggal yang valid dan Sesuai Sesuai dapat dibaca Tabel Riwayat Menampilkan sertifikat dan Tabel Sertifikasi masa berlaku Sesuai berlakunya secara lengkap Chart KPI Yearly Menampilkan KPI Grafik garis naik/turun sesuai tahunan dari 2023 ke 2024 nilai KPI aktual Chart Menampilkan Grafik Kompetensi tahun ke tahun (Fit/Unfi. Sesuai Sesuai kompetensi dari tahun ke Chart Evaluasi Menampilkan Grafik batang menunjukkan Akhir Kontrak evaluasi kontrak 1-9 secara skor evaluasi akhir kontrak sesuai jumlah dan nilai Interaktivitas Klik nama karyawan/sub Semua antar filter data seluruh komponen Sesuai Sesuai dengan pilihan data karyawan Tabel 2 memperlihatkan bahwa seluruh komponen dalam halaman dashboard by person telah berfungsi sesuai dengan harapan. Setiap visualisasi data dan tabel menampilkan informasi secara akurat dan konsisten dengan data sumber . , baik dari sisi identitas karyawan, status kerja, lokasi kerja, kompetensi, evaluasi, hingga riwayat pelatihan dan sertifikasi. Grafik dan tabel yang ditampilkan mampu memberikan gambaran menyeluruh terkait kondisi dan performa masing-masing individu dalam organisasi. Selain itu, interaktivitas antar filter memberikan fleksibilitas tinggi dalam eksplorasi data karyawan, sehingga pengguna dapat dengan mudah melakukan analisis secara mendalam terhadap karyawan tertentu. Hasil Analisis Kepuasan Salah satu pendekatan yang dapat dimanfaatkan untuk mengukur tingkat kepuasan pengguna terhadap implementasi sistem informasi adalah model End User Computing Satisfaction (EUCS). Archive: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Archive. Vol. No. Desember 2025, pp. ISSN: 2809-7076 (Onlin. ISSN: 2809-7246 (Prin. DOI: https://doi. org/10. 55506/arch. Model ini dirancang untuk mengevaluasi sejauh mana pengguna akhir merasa puas terhadap kinerja sistem informasi yang digunakan. EUCS mengidentifikasi lima faktor utama yang memengaruhi kepuasan pengguna, yaitu: isi . , ketepatan . , bentuk penyajian . , kemudahan penggunaan . ase of us. , dan ketepatan waktu . (Kurniasih & Pibriana, 2. Lalu, untuk mengetahui kategori jawaban hasil penyebaran kuesioner dilakukan perhitungan rumus berikut ini (Wahyudi et al. , 2. Menghitung skor ideal (OcSK). OcSK = Skor tertinggi tiap item pernyataan x Jumlah item pernyataan x Jumlah responden. Jumlah skor total data indikator (SH) Menghitung persentase (P) P= (OcSH)/(OcSK)y100% Adapun range skala berdasarkan persentase total skor dapat dilihat pada Tabel 3 dibawah ini. Tabel 3. Skala Kategori Kelayakan Hasil Uji Indeks Kategori Kriteria 0% - 20% Sangat Tidak Layak STL 21% - 40% Tidak Layak 41% - 60% Cukup Layak 61% - 80% Layak 81%-100% Sangat Layak Pada tabel 4 diatas tellah diketahui nilai indeks untuk skala interpretasi dari skor 1-5. Kemudian, ditunjukkan hasil perhitungan pengumpulan data kuesioner terkait analisis kepuasan pengguna dashboard visualisasi data manajemen talenta sebagai berikut: Tabel 4. Hasil Analisis Kepuasan Pengguna Indikator Indeks Kategori Isi (Conten. 82,5% Sangat Layak Keakuratan (Accurac. 86,25% Sangat Layak Format 91,25% Sangat Layak Kemudahan Penggunaan (End of Us. Sangat Layak Ketepatan Waktu (Timelines. Layak Tabel 4 di atas menampilkan hasil pengolahan data kuesioner yang dikumpulkan dari empat responden yang merupakan karyawan Sub Departemen Human Capital di PT ABC. Berdasarkan perbandingan antara skor ideal dan skor total dari data yang diperoleh pada masing-masing indikator analisis kepuasan terhadap penggunaan dashboard visualisasi data manajemen talenta, secara Archive: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Archive. Vol. No. Desember 2025, pp. ISSN: 2809-7076 (Onlin. ISSN: 2809-7246 (Prin. DOI: https://doi. org/10. 55506/arch. keseluruhan tingkat kepuasan pengguna berada pada kategori Ausangat layakAy, dengan rincian sebagai Indikator isi . mendapatkan skor kepuasan sebesar 82,5%, yang menunjukkan bahwa informasi yang disajikan cukup lengkap dan relevan dengan kebutuhan pengguna. Dashboard menyajikan data manajemen talenta secara informatif dan terstruktur, sehingga pengguna dapat dengan mudah memperoleh gambaran menyeluruh terkait kondisi dan perkembangan talenta di Indikator keakuratan . menunjukkan tingkat kepuasan sebesar 86,25%, menandakan bahwa sistem mampu memberikan informasi yang akurat dan sesuai kebutuhan. Dashboard ini memfasilitasi pengguna dalam mengakses data manajemen talenta secara real-time dengan tingkat kesalahan yang rendah, sehingga dapat dipercaya dalam pengambilan keputusan strategis oleh Indikator format mencapai nilai indeks sebesar 91,25%, yang menunjukkan bahwa tampilan sistem sangat mendukung kenyamanan pengguna. Format penyajian data yang sistematis, visualisasi yang menarik, serta struktur halaman yang rapi sangat membantu pengguna dalam memahami informasi dengan lebih cepat dan efisien. Indikator kemudahan penggunaan . nd of us. memperoleh indeks sebesar 95% yang menunjukkan bahwa sistem dashboard visualisasi data manajemen talenta sangat mudah digunakan. Hal ini mencerminkan bahwa pengguna tidak mengalami kesulitan berarti dalam mengakses dan menavigasi sistem. Sistem ini mendukung efisiensi kerja dalam mencari, melihat, dan memahami informasi terkait manajemen talenta dengan antarmuka yang ramah pengguna dan alur penggunaan yang logis. Indikator ketepatan waktu . memperoleh nilai 80%, yang menunjukkan bahwa sistem telah cukup baik dalam menyediakan informasi secara tepat waktu. Walaupun masih terdapat ruang untuk peningkatan, sistem ini dinilai cukup mampu dalam memperbarui data secara berkala agar pengguna dapat mengakses informasi terbaru sesuai kebutuhan operasional. Penerapan dashboard visualisasi data manajemen talenta memberikan dampak positif secara signifikan dalam efisiensi dan kualitas pengelolaan data. Data yang sebelumnya tersebar kini terintegrasi dan dapat diakses secara real-time, sehingga proses pencarian menjadi jauh lebih cepat. Pengambilan keputusan juga menjadi lebih cepat dan akurat karena data selalu diperbarui dan tersedia langsung melalui dashboard. Selain itu, visualisasi data menjadi lebih informatif melalui grafik dan diagram yang mudah dipahami, menggantikan tampilan tabel statis yang sulit dianalisis. Secara keseluruhan, dashboard meningkatkan efisiensi kerja, kecepatan pengambilan keputusan, dan kualitas penyajian data. Temuan PKM ini adalah penerapan dashboard visualisasi data manajemen talenta secara signifikan meningkatkan efisiensi, akurasi, dan kecepatan pengelolaan data SDM melalui integrasi data real-time Archive: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Archive. Vol. No. Desember 2025, pp. ISSN: 2809-7076 (Onlin. ISSN: 2809-7246 (Prin. DOI: https://doi. org/10. 55506/arch. dan penyajian informasi yang lebih informatif dan mudah dianalisis. Dengan demikian, hasil PKM ini sejalan dengan penelitian Madyatmadja et al. yang menekankan bahwa visualisasi data berperan penting dalam mendukung komunikasi antara pemangku kepentingan dan pengambil keputusan. Melalui penyajian data yang jelas dan terstruktur, informasi bisnis dapat dianalisis secara lebih efisien berdasarkan kategori tertentu. KESIMPULAN Berdasarkan hasil pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat, dapat disimpulkan bahwa visualisasi data manajemen talenta melalui pengembangan dashboard berbasis Google Looker Studio terbukti efektif dalam meningkatkan efisiensi akses informasi, mempercepat proses pengambilan keputusan, serta menyajikan data secara visual dengan format yang lebih informatif dan mudah Implementasi dashboard ini memungkinkan integrasi data secara real-time, mengurangi potensi kesalahan akibat keterlambatan pembaruan, serta menghadirkan tampilan yang profesional guna mendukung proses manajerial secara lebih optimal. Selain itu, hasil evaluasi menunjukkan bahwa dashboard memperoleh respon yang sangat positif dari para pengguna, dengan tingkat kepuasan ratarata mencapai 87%. Sebagai bentuk pengembangan lebih lanjut, direncanakan penambahan fitur baru yang memuat data riwayat pergerakan karyawan . mployee movemen. secara individual, guna menyediakan informasi yang lebih komprehensif terkait dinamika mobilitas dan perkembangan karier setiap pegawai. REFERENSI