Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Volume 9. No 1. Mei 2025 e-ISSN 2580-0531, p-ISSN 2580-0337 DOI: : https://10. 32696/ajpkm. v%vi%i. Penyuluhan Pengelolaan Dan Pemanfaatan Tumbuhan Obat Serta Valuasi Ekonomi Uly J Riwu Kaho1. Yosep Lawa2. Jhon Liem3. Henny A. Raga4. Joritha Naisanu5 1,4,5 Prodi Agroteknologi. Universitas Persatuan Guru 1945 NTT. Kota Kupang. Indonesia Prodi Pendidikan Kimia. Universitas Nusa Cendana. Kota Kupang. Indonesia Prodi manajemenen. Universitas Persatuan Guru 1945 NTT. Kota Kupang. Indonesia *Korespondensi : naisanujoritha@gmail. Abstrak Pemanfaatan tumbuhan obat di Indonesia masih terbatas karena kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai pengelolaan dan pemanfaatannya yang berkelanjutan, serta rendahnya kesadaran akan valuasi ekonomi tumbuhan obat. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pengelolaan dan pemanfaatan tumbuhan obat secara ramah lingkungan serta memberikan wawasan mengenai valuasi ekonomi. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah penyuluhan, pelatihan, dan konsultasi kepada masyarakat desa, dengan pendekatan partisipatif. Hasil yang diperoleh menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta tentang tumbuhan obat, serta perubahan sikap yang lebih positif terhadap pengelolaan tumbuhan obat secara berkelanjutan. Selain itu, keterampilan peserta dalam memanfaatkan tumbuhan obat dan menghitung valuasi ekonomi juga meningkat. Kesimpulannya, penyuluhan dan pelatihan yang dilaksanakan dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta kesadaran masyarakat, yang pada gilirannya dapat mendukung pengelolaan tumbuhan obat yang lebih berkelanjutan dan bernilai ekonomi Kata kunci: Tumbuhan obat. Valuasi. Ekonomi Abstract The utilization of medicinal plants in Indonesia is still limited due to the lack of community knowledge on sustainable management and utilization, as well as low awareness of the economic valuation of medicinal The purpose of this community service activity is to improve public understanding of the sustainable management and utilization of medicinal plants and provide insights into their economic valuation. The methods used in this service are counseling, training, and consultation with the community, using a participatory approach. The results obtained show an increase in participants' knowledge of medicinal plants, as well as a more positive attitude toward sustainable plant management. Furthermore, participants' skills in utilizing medicinal plants and calculating their economic valuation have also In conclusion, the conducted counseling and training can enhance knowledge, skills, and public awareness, which in turn can support more sustainable and economically valuable medicinal plant Keywords: Medicinal plants. Valuation. Economy Submit: Februari 2025 Diterima: Mei 2025 Publish: Mei 2025 Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC-BY-NC-ND 4. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) PENDAHULUAN Pemanfaatan tumbuhan obat di Indonesia memiliki sejarah panjang yang telah digunakan secara turuntemurun oleh masyarakat sebagai bagian Keanekaragaman hayati yang melimpah di Indonesia menjadikan negara ini kaya akan sumber daya tumbuhan obat yang potensial dalam mendukung kesehatan Meskipun pengelolaan dan pemanfaatan tumbuhan obat masih menghadapi berbagai kendala, seperti pengetahuan yang terbatas, kurangnya pemahaman tentang cara pengelolaan yang berkelanjutan, dan rendahnya kesadaran masyarakat tumbuhan obat. Hal ini berpotensi mengancam keberlanjutan pemanfaatan tumbuhan obat dalam jangka panjang. lain, pemanfaatan tumbuhan obat tidak hanya memberikan manfaat bagi kesehatan, tetapi juga dapat memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Oleh karena itu, penting untuk menyusun program penyuluhan yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan tumbuhan obat yang ramah lingkungan dan bernilai Salah satu pendekatan yang perlu diperkenalkan adalah valuasi ekonomi terhadap tumbuhan obat yang dapat memberikan gambaran jelas mengenai potensi ekonominya. Vol. 9 No. Mei 2025 tidak terorganisir dengan baik dapat mengakibatkan penurunan kualitas dan kuantitas sumber daya alam ini. Penelitian oleh Pramudya . juga menyatakan bahwa meskipun tumbuhan obat memiliki potensi besar, masih banyak masyarakat yang kurang memanfaatkan dan mengelola sumber daya ini secara efektif. Di sisi lain, kajian oleh Wijayanti . menyebutkan bahwa valuasi ekonomi tumbuhan obat dapat menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan nilai ekonomi dan konservasi tumbuhan obat. Penelitian ini memiliki kebaruan ilmiah dengan mengintegrasikan aspek pemanfaatan, serta valuasi ekonomi tumbuhan obat. Meskipun telah ada beberapa penelitian yang membahas tentang pengelolaan dan pemanfaatan tumbuhan obat, belum banyak yang mengkaji aspek valuasi ekonomi secara holistik dalam konteks pengelolaan berbasis masyarakat. Kebaruan ini memberikan kontribusi terhadap upaya tumbuhan obat sambil tetap menjaga kelestariannya melalui pendekatan pengelolaan yang berbasis pada Permasalahan pengabdian ini adalah kurangnya pemahaman masyarakat tentang cara pengelolaan tumbuhan obat yang ramah lingkungan dan tidak mengancam kesadaran akan pentingnya valuasi pemanfaatan tumbuhan obat. Hipotesis dari kegiatan pengabdian ini adalah dengan adanya penyuluhan yang tepat mengenai pengelolaan, pemanfaatan, dan valuasi ekonomi tumbuhan obat, masyarakat akan lebih teredukasi dan mampu mengelola tumbuhan obat secara lebih efektif dan berkelanjutan. Berbagai penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa tumbuhan obat di Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan sebagai bahan baku industri farmasi, kosmetik, dan makanan. Menurut penelitian oleh Setiawan et al. , lebih dari 200 jenis tumbuhan di Indonesia telah terbukti memiliki kandungan bioaktif yang berguna untuk pengobatan berbagai penyakit. Namun, pengelolaan dan pemanfaatan tumbuhan obat yang Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat dalam mengelola dan memanfaatkan tumbuhan obat dengan cara yang ramah lingkungan dan menguntungkan secara ekonomi. Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai pentingnya valuasi ekonomi terhadap tumbuhan obat sebagai dasar dalam Vol. 9 No. Mei 2025 Instrumen Instrumen yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini mencakup alat bantu presentasi . eperti slide, poster, dan leafle. yang berisi informasi terkait pengelolaan dan pemanfaatan tumbuhan obat, serta instrumen survei dan kuesioner untuk mengukur tingkat masyarakat sebelum dan setelah kegiatan penyuluhan. Prosedur Pengumpulan Data Data dikumpulkan melalui beberapa tahapan sebagai berikut: pertama, pengumpulan data awal tentang kondisi pengetahuan masyarakat mengenai tumbuhan obat dan potensi ekonomi yang dimilikinya melalui wawancara dan survei. Kedua, selama pelaksanaan langsung terhadap partisipasi dan keterlibatan masyarakat dalam kegiatan yang dilakukan. Ketiga, setelah kegiatan, dilakukan evaluasi dengan menyebarkan kuesioner untuk mengukur peningkatan penyuluhan terhadap sikap dan perilaku masyarakat dalam pengelolaan dan pemanfaatan tumbuhan obat. METODE PELAKSANAAN Rancangan Pengabdian Kegiatan pengabdian ini dirancang dengan pendekatan multidisipliner yang mengintegrasikan penyuluhan, dan Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pengelolaan dan pemanfaatan tumbuhan obat secara berkelanjutan serta memberikan wawasan terkait valuasi ekonomi dari tumbuhan obat. Kegiatan ini dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu: persiapan, pelaksanaan penyuluhan, dan evaluasi Subjek Pengabdian Subjek masyarakat yang tinggal di wilayah kelurahan Manulai II dan sekitar kawasan hutan yang memiliki potensi sumber daya tumbuhan obat, baik petani, pemanfaatan tumbuhan obat secara tumbuhan obat. Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan pihak-pihak terkait seperti dinas kesehatan, dinas pertanian, dan lembaga swadaya masyarakat yang memiliki perhatian terhadap pengelolaan sumber daya alam dan kesehatan Metode yang Digunakan Kegiatan menggabungkan beberapa metode untuk mencapai tujuan yang diinginkan, yaitu: Pendidikan Masyarakat (Penyuluha. Penyuluhan masyarakat mengenai pentingnya tumbuhan obat secara berkelanjutan. Konsultasi dan Pendampingan Pendekatan konsultasi digunakan untuk membantu masyarakat dalam merancang dan mengembangkan usaha berbasis tumbuhan obat. sini, pengabdian dilakukan secara Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) langsung melalui konsultasi dalam hal perencanaan bisnis, pengelolaan produk tumbuhan obat, serta evaluasi kelayakan ekonomi. Difusi Ipteks Melalui penyuluhan teknologi baru dalam pengelolaan tumbuhan obat diperkenalkan kepada masyarakat. Hal ini mencakup teknik budidaya yang ramah lingkungan, pengolahan tumbuhan obat menjadi produk bernilai jual tinggi, serta cara menjaga keberlanjutan tanaman Vol. 9 No. Mei 2025 dapat membantu masyarakat dalam merencanakan dan mengelola usaha berbasis tumbuhan obat secara efektif dan efisien. Bahan yang Digunakan Bahan-bahan yang digunakan dalam kegiatan ini mencakup berbagai jenis tumbuhan obat yang diperoleh dari kebun atau alam sekitar sebagai bahan Selain itu, materi penyuluhan berupa modul dan leaflet juga digunakan informasi secara jelas dan mudah Kuantitas bahan yang digunakan disesuaikan dengan jumlah peserta dalam setiap sesi kegiatan. Evaluasi Kegiatan Evaluasi dilakukan melalui beberapa Pertama, evaluasi langsung dilakukan pada akhir setiap sesi penyuluhan untuk menilai tingkat pemahaman dan keterampilan peserta. Kedua, pasca-kegiatan kuesioner kepada peserta untuk mengukur dampak dari program pengetahuan dan perubahan perilaku dalam pengelolaan tumbuhan obat. Hasil dari evaluasi ini digunakan untuk perbaikan program pengabdian di masa yang akan datang. Cara Kerja dan Analisis Data Cara pengabdian ini menggabungkan teori dan praktik dengan pendekatan yang Selama kegiatan, peserta aktif terlibat dalam setiap tahapan, mulai dari penyuluhan dan diskusi. Data yang terkumpul dari kuesioner akan dianalisis secara deskriptif untuk mengetahui perubahan pengetahuan dan sikap Selain itu, data evaluasi pascakegiatan akan dianalisis untuk melihat sejauh mana program ini memberikan dampak positif terhadap pengelolaan dan HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Pengabdian Kegiatan dilakukan di Kelurahan Manulai II pengetahuan dan keterampilan masyarakat mengenai pengelolaan serta pemanfaatan tumbuhan obat menghasilkan beberapa temuan penting yang tercatat dari hasil survei, kuisioner, dan observasi Materi Kegiatan Materi yang disampaikan dalam kegiatan ini meliputi: Pengelolaan Tumbuhan Obat: Caracara pemeliharaan tanaman, serta teknik pemanenan yang ramah lingkungan. Pemanfaatan Tumbuhan Obat: Pengetahuan mengenai berbagai manfaat tumbuhan obat untuk kesehatan, termasuk dalam bentuk ekstrak atau produk olahan lainnya. Valuasi Ekonomi Tumbuhan Obat: Teknik untuk menghitung nilai ekonomi dari tumbuhan obat yang Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Peningkatan Pengetahuan Peserta Berdasarkan hasil kuesioner yang diisi oleh 100 peserta sebelum dan sesudah penyuluhan, diketahui peserta mengenai tumbuhan obat. Sebelum kegiatan penyuluhan, sekitar 40% peserta mengetahui sedikit tentang jenis tumbuhan obat yang dapat dimanfaatkan untuk pengobatan tradisional, sedangkan setelah penyuluhan, 85% peserta menunjukkan pemahaman yang lebih baik mengenai jenis-jenis tumbuhan obat dan manfaatnya bagi Perubahan Sikap dalam Pengelolaan Tumbuhan Obat Data hasil angket menunjukkan adanya perubahan positif dalam sikap peserta terhadap pengelolaan tumbuhan obat. Sebelum kegiatan, menerapkan pengelolaan tumbuhan obat secara berkelanjutan, sementara setelah kegiatan, 70% peserta menyatakan bahwa mereka mulai prinsip-prinsip lingkungan, seperti penggunaan penggunaan pestisida. Vol. 9 No. Mei 2025 mengukur potensi ekonomi dari tumbuhan obat. Gambar 1. Pemaparan Materi Pembahasan Hasil yang diperoleh dari kegiatan pengabdian ini menunjukkan adanya dampak positif dalam hal peningkatan pengetahuan, sikap, dan keterampilan masyarakat terkait dengan pengelolaan dan pemanfaatan tumbuhan obat. Temuan ini sejalan dengan teori-teori dalam literatur yang menyatakan bahwa Menurut Sulaeman et al. kegiatan penyuluhan yang dilaksanakan secara partisipatif dan berbasis pada Peningkatan Pemahaman tentang Valuasi Ekonomi Setelah dilakukan penyuluhan mengenai valuasi ekonomi, 80% peserta mengaku lebih memahami cara menghitung nilai ekonomi dari tumbuhan obat yang mereka kelola. Mereka mempertimbangkan potensi bisnis dari produk olahan tumbuhan obat yang dapat dijual di pasaran. Sebelum kegiatan, sebagian besar peserta tidak mengetahui cara Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) kebutuhan nyata masyarakat mampu penerapan pengetahuan baru dalam kehidupan sehari-hari. Hasil peningkatan pengetahuan peserta yang signifikan mencerminkan digunakan dalam kegiatan penyuluhan. Pengetahuan dasar tentang tumbuhan obat yang sebelumnya terbatas, kini berkembang menjadi pemahaman yang lebih komprehensif. Hal ini juga sejalan dengan temuan pada penelitian sebelumnya oleh Pramudya . yang mengenai manfaat dan penggunaan tumbuhan obat dapat memperluas wawasan masyarakat tentang potensi sumber daya alam tersebut. Perubahan sikap peserta terhadap pengelolaan tumbuhan obat yang ramah lingkungan merupakan hasil yang positif dan menunjukkan bahwa Penurunan penggunaan pestisida kimiawi dan peningkatan penggunaan pupuk organik adalah langkah penting dalam memastikan keberlanjutan sumber daya tumbuhan Hal ini sesuai dengan hasil penelitian oleh Wijayanti . , yang menyatakan bahwa pengelolaan yang ramah lingkungan adalah kunci dalam menjaga keberlanjutan sumber daya tumbuhan obat. Pemahaman masyarakat tentang valuasi ekonomi juga menunjukkan kemajuan yang signifikan. Masyarakat yang awalnya kurang memahami nilai ekonomi dari tumbuhan obat kini mampu mengukur potensi finansial dari usaha yang mereka kelola. Hal ini akan sangat membantu mereka dalam merencanakan pengembangan usaha berbasis tumbuhan obat secara lebih Pengetahuan tentang valuasi ekonomi Vol. 9 No. Mei 2025 ini juga sejalan dengan temuan oleh Sulaeman et al. , yang ekonomi dapat memperkuat posisi tawar masyarakat dalam pemasaran produk tumbuhan obat. KESIMPULAN Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa hipotesis yang penyuluhan dan pelatihan yang tepat mengenai pengelolaan dan pemanfaatan tumbuhan obat serta valuasi ekonomi, masyarakat, terbukti benar. Tujuan pengabdian, yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pengelolaan tumbuhan obat yang ramah lingkungan, memperkenalkan teknik pemanfaatan tumbuhan obat secara efektif, dan memberikan wawasan tentang potensi ekonomi tumbuhan obat, juga telah tercapai dengan baik. Temuan pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai tumbuhan obat, perubahan positif dalam sikap mereka terhadap pengelolaan yang berkelanjutan, serta mengolah tumbuhan obat menjadi produk yang bernilai ekonomi. Selain itu, pemahaman mengenai valuasi ekonomi dari tumbuhan obat juga meningkat, yang membuka peluang bagi Sebagai saran untuk kegiatan pengabdian lebih lanjut, disarankan agar program ini dilanjutkan dengan pembentukan kelompok usaha berbasis tumbuhan obat yang didukung oleh pendampingan berkelanjutan dalam hal pemasaran dan pengembangan produk. Selain itu, perlu dilakukan penyuluhan Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) lebih lanjut mengenai cara mengakses pasar dan mendapatkan dukungan dari pemerintah atau lembaga terkait agar potensi ekonomi dari tumbuhan obat dapat dimaksimalkan secara optimal. UCAPAN TERIMA KASIH Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya Kelurahan manulai II yang memberikan Pengabdian Kepada Masyarakat ini. Tanpa bantuan dan kepercayaan yang diberikan, kegiatan ini tidak akan dapat terlaksana dengan Selain itu, kami juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan, baik moril masyarakat yang telah berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini. Semoga kerja sama yang baik ini dapat terus terjalin dan memberikan manfaat yang lebih besar di masa yang akan datang. REFERENSI