PENELITIAN ASLI EDUKASI DAN IMPLEMENTASI SISTEM PENGELOLAAN SAMPAH BERKELANJUTAN DI PASAR RAKYAT TANJUNG MORAWA Mido Ester J. SitorusA. Mindo Tua Siagian2. Johansen Hutajulu3. Evawani Martalena Silitonga4. Zubaidah Mastura Daulay5. Ignasius Simamora6 1,2,3,4,5,6 Fakultas Farmasi dan Ilmu Kesehatan. Universitas Sari Mutiara Indonesia. Medan. Indonesia Info Artikel Abstrak Riwayat Artikel: Diterima: 15 Juni 2025 Direvisi: 19 Juni 2025 Diterima: 28 Juni 2025 Diterbitkan: 09 Juli 2025 Pasar tradisional merupakan salah satu penghasil sampah terbesar di kawasan perkotaan, khususnya sampah organik dan anorganik campuran. Kurangnya kesadaran pedagang dan pengunjung pasar terhadap pentingnya pengelolaan sampah menyebabkan Kata kunci: Pengelolaan Sampah. Pasar masalah lingkungan seperti bau tak sedap. Tradisional. Edukasi Lingkungan. Kompos, pencemaran air, dan gangguan kesehatan. Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat. pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi sekaligus mengimplementasikan Penulis Korespondensi: Mido sistem pengelolaan sampah berkelanjutan di Pasar Ester J. Sitorus Rakyat Tanjung Morawa. Metode yang digunakan Email: midoester2211@gmail. adalah penyuluhan, pelatihan praktik pengelolaan sampah, serta pendampingan pembuatan kompos dan sistem pemilahan. Pelaksanaan PkM ini pada bulan Maret-Juni 2025 berlokasi di Pasar Rakyat Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman warga pasar Implementasi sistem pemilahan dan pembuatan kompos juga mulai berjalan, meski masih memerlukan pengawasan lanjutan. Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi model edukatif dan aplikatif dalam pengelolaan sampah berkelanjutan di pasar tradisional lainnya. Jurnal ABDIMAS Mutiara (JAM) e-ISSN: 2722-7758 Vol. 06 No. Juli, 2025 (P304-. Homepage: https://e-journal. sari-mutiara. id/index. php/JAM DOI: https://10. 51544/jam. Copyright A 2025 by the Authors. Published by Program Studi : Sistem Informasi Fakutas Sains dan Teknologi Informasi Universitas Sari Mutiara Indonesia. This is an open access article under the CC BY-SA Licence (Creative Commons Attribution-ShareAlike 0 International Licens. Pendahuluan Masalah pengelolaan sampah merupakan isu klasik yang terus menjadi tantangan di berbagai daerah, terutama di pasar tradisional yang padat aktivitas jual beli. Pasar Tanjung Morawa sebagai salah satu pasar rakyat di Kabupaten Deli Serdang menghasilkan limbah padat setiap harinya, baik dari sisa sayuran, plastik kemasan, kertas, maupun limbah lainnya. Ironisnya, belum tersedia sistem pengelolaan yang sistematis dan terintegrasi. Berdasarkan observasi awal, para pedagang cenderung membuang sampah ke selokan, atau menumpuknya di area terbuka hingga diangkut oleh petugas kebersihan. Masalah ini diperburuk oleh kurangnya kesadaran ekologis para pelaku pasar dan ketiadaan fasilitas pendukung seperti tempat pemilahan sampah, komposter, serta edukasi tentang pentingnya pengelolaan sampah berkelanjutan. Oleh sebab itu, dibutuhkan pendekatan edukatif dan implementatif guna meningkatkan kesadaran serta membangun sistem yang mampu diterapkan oleh komunitas pasar secara berkelanjutan. Solusi Permasalahan Mitra Berdasarkan identifikasi permasalahan yang dihadapi oleh mitra, yaitu komunitas pasar . edagang, pengunjung, dan pengelol. Pasar Rakyat Tanjung Morawa, berikut adalah beberapa solusi yang dirancang secara terpadu dan aplikatif: Peningkatan Kapasitas dan Edukasi Masyarakat Pasar Implementasi Sistem Pengelolaan Sampah 3R di Pasar Pembuatan dan Pelatihan Komposter Sampah Organik Pembentukan Kader Lingkungan atau Tim Pengelola Sampah Pasar Pengembangan Bank Sampah Mini atau Kemitraan Daur Ulang Metode Pelaksanaan Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dalam lima tahapan utama: Observasi Awal dan Analisis Kebutuhan: Tim melakukan observasi langsung dan wawancara singkat dengan pedagang dan pengelola pasar untuk mengetahui kondisi aktual pengelolaan sampah. Sosialisasi dan Penyuluhan: Edukasi diberikan melalui pertemuan terbuka dengan pedagang dan stakeholder pasar, membahas dampak buruk sampah, prinsip 3R (Reduce. Reuse. Recycl. , dan pentingnya pemilahan sampah. Pelatihan dan Demonstrasi: Kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan kompos dari sampah organik, penggunaan tong komposter, serta pengenalan simbol-simbol pemilahan sampah . rganik, anorganik. Implementasi Sistem: Tim memasang tempat sampah terpilah di beberapa titik strategis, membentuk kader lingkungan pasar, serta memfasilitasi pengumpulan sampah organik untuk dibuat Monitoring dan Evaluasi: Evaluasi dilakukan melalui observasi perilaku, pengukuran volume sampah terpilah, serta wawancara setelah kegiatan. Monitoring dilakukan untuk melihat keberlanjutan praktik. Hasil Dan Pembahasan Kondisi Awal Pasar Tanjung Morawa Observasi awal menunjukkan kondisi pengelolaan sampah yang belum optimal. Sampah menumpuk tanpa dipilah, sebagian besar merupakan sampah organik seperti sisa sayuran dan buah busuk. Tempat sampah masih minim dan tidak tersedia fasilitas daur ulang. Kesadaran pedagang juga masih rendah, menganggap sampah sebagai urusan petugas kebersihan semata. Respon Peserta dan Tingkat Partisipasi Sebanyak 55 peserta mengikuti kegiatan edukasi, yang terdiri dari pedagang pasar, pengelola, serta beberapa pengunjung dan petugas kebersihan. Sebagian besar peserta menunjukkan antusiasme dalam menerima materi dan aktif dalam praktik pembuatan Penerapan Sistem Pemilahan dan Komposting Setelah edukasi, tim menyediakan 6 unit tempat sampah terpilah dan 3 unit komposter sederhana . ong plasti. yang ditempatkan di area sayuran dan dapur. Sampah organik dikumpulkan dan diolah menjadi kompos, yang kemudian dimanfaatkan untuk tanaman hias di sekitar pasar. Proses komposting memerlukan waktu sekitar 3Ae4 minggu, dengan pengadukan dan penyemprotan larutan EM4. Hasil Evaluasi dan Perubahan Perilaku Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman peserta sebesar 78% dibandingkan sebelum kegiatan. Perubahan perilaku juga mulai tampak, seperti pedagang yang secara sadar memisahkan sampah organik dan anorganik. Beberapa pedagang bahkan mulai mengumpulkan sisa sayuran untuk dijadikan pakan ternak atau kompos. Kesimpulan Dan Saran Kesimpulan: Kegiatan pengabdian ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat pasar tentang pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Edukasi dan praktik langsung memberikan dampak nyata, baik dalam perubahan perilaku maupun implementasi teknis pemilahan dan komposting. Sistem pengelolaan yang dibangun masih bersifat awal dan memerlukan dukungan berkelanjutan dari pihak pengelola pasar. Saran: