Junior Medical Journal. Volume 3. No. December 2025 E-ISSN-2964-4968 Analisis Perbandingan Efektivitas Injeksi Intra Vitreal Anti Ae Vegf Ranibizumab dan Brolucizumab Untuk Pengobatan Retinopati Diabetik di RS Puri Cinere Tahun 2022 Ae 2023 dan Tinjauannya dalam Islam Comparative Analysis of The Effectiveness of Intra Vitreal Injection of Anti - Vegf Ranibizumab and Brolucizumab for The Treatment on Diabetic Retinopathy at Puri Cinere Hospital in 2022 - 2023 and Its Review in Islam Saskya Putri Prameswari1. Saskia Nassa Mokoginta2. Rita Polana3. Tri Agus Haryono4. Fazlurrahman Anshar5 1Fakultas Kedokteran Universitas YARSI. Jakarta. Indonesia 2,4Bagian Ilmu Penyakit Mata Fakultas Kedokteran Universitas YARSI. Jakarta. Indonesia 3Bagian Mata Rumah Sakit Puri Cinere. Cinere . Depok. Indonesia 5Bagian Agama Fakultas Kedokteran Universitas YARSI. Jakarta. Indonesia Email : saskyapr2008@gmail. KATA KUNCI Anti Ae VEGF. Ranibizumab. Brolucizumab. Retinopati Diabetik ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan efektivitas injeksi Ranibizumab dan Brolucizumab terhadap penderita retinopati diabetik dan tinjauannya dalam pandangan Islam. Hasil penelitian ini menunjukan penderita retinopati diabetik di RS Puri Cinere sebanyak 20 orang. Penderita retinopati diabetik yang menggunakan Ranibizumab sebanyak 8 orang . %) sedangkan yang menggunakan Brolucizumab sebanyak 12 orang . %). Dari total 20 pasien yang menggunakan kedua obat ini, 13 pasien mengalami perbaikan, sementara 7 lainnya tidak menunjukkan perbaikan. Penderita retinopati diabetik paling banyak menggunakan terapi Brolucizumab . %) dibandingkan Ranibizumab . %). Menurut islam, gambaran retinopati diabetik merupakan kegiatan penelitian pengembangan ilmu pengetahuan di bidang Bagi penderita retinopati diabetik hendaknya menjaga pola hidup yang sehat dan berobat dengan pengobatan yang halal. KEYWORDS Anti-VEGF. Ranibizumab. Brolucizumab. Diabetic Retinopathy ABSTRACT This study aims to determine the comparison of the effectiveness of Ranibizumab and Brolucizumab injection for diabetic retinopathy patients and its review in Islamic views. The results of this study showed that there were 20 patients with diabetic retinopathy in Puri Cinere Hospital. Patients with diabetic retinopathy who used Ranibizumab were 8 people . %) while those who used Brolucizumab were 12 people . %). Of the total Junior Medical Journal. Volume 3. No. December 2025 E-ISSN-2964-4968 20 patients who used these two drugs, 13 patients experienced improvement, while 7 others showed no improvement. Patients with diabetic retinopathy mostly used Brolucizumab therapy . %) compared to Ranibizumab . %). According to Islam, the description of diabetic retinopathy is a research activity for the development of science in the field of medicine. Patients with diabetic retinopathy should maintain a healthy lifestyle and seek treatment with halal medicine. PENDAHULUAN Retinopati (DR) merupakan komplikasi utama diabetes melitus (DM), yang masih menjadi penyebab utama hilangnya penglihatan pada populasi usia kerja. Secara global, penyebab kebutaan paling umum kelima yang dapat dicegah dan penyebab paling umum gangguan penglihatan berat pada usia lanjut. Umumnya, penglihatan dan kebutaan pada Retinopati Diabetik adalah perdarahan vitreous, traction detachment, dan diabetic macular edema (DME) (Adrian, 2. Menurut klinisnya. Retinopati diabetik dapat dibagi menjadi 2 tahap. Retinopati Diabetik Non Proliferatif (NPDR) dan Retinopati Diabetik Proliferatif (PDR). Menurut Wisconsin Epidemiology Study of Diabetic Retinopathy (WESDR), dalam 20 tahun terdapat sebanyak 99% penderita DM Tipe 1 dan sebanyak 60% penderita DM Tipe 2 akan mengalami retinopati diabetik. Wanita dengan DM tipe 2 memiliki prevalensi retinopati dibandingkan pria, namun pria menderita retinopati yang lebih parah (Salsabila et al. , 2. Strategi pengobatan DR saat ini bertujuan untuk mengelola komplikasi Pemberian agen anti Ae VEGF intravitreal menjadi terapi andalan pada stadium awal dan lanjut. Suntikan intravitreal anti Ae VEGF secara luas dianggap sebagai standar perawatan untuk pasien dengan penyakit retina, termasuk degenerasi makula terkait usia neovaskular dan DME (Korobelnik, 2. Terapi anti Ae VEGF dapat menghasilkan perbaikan penglihatan dengan efek samping yang lebih sedikit pada mata. Agen anti Ae VEGF yang tersedia antara lain Bevacizumab. Ranibizumab. Aflibercept. Brolucizumab. Saat ini, ranibizumab dan aflibercept berfungsi sebagai agen lini pertama untuk pengobatan nAMD. Ranibizumab digunakan untuk mengobati berbagai kelainan mata dengan pertumbuhan pembuluh darah yang tidak normal, seperti wet AMD dan sudah disetujui oleh FDA pada tahun 2006 dengan merk Lucentis. Ranibizumab bekerja dengan cara menghambat interaksi VEGF Ae A dengan reseptornya pada sel endotel untuk mencegah terjadinya proliferasi darah, dan neovaskularisasi. Dosis yang direkomendasikan pada pasien adalah 0,3 mg melalui injeksi intravitreal selama 4 minggu. Efek samping yang dapat terjadi antara lain perdarahan konjungtiva, nyeri mata, vitreous floaters, dan peningkatan TIO (Vaidyanathan & Moshirfar, 2. Brolucizumab adalah antibodi fragmen variabel rantai tunggal yang bekerja dengan cara menghambat Junior Medical Journal. Volume 3. No. December 2025 E-ISSN-2964-4968 semua isoform VEGF Ae A untuk mengurangi neovaskularisasi dan Penggunaannya sudah disetujui oleh FDA pada tahun 2019 dan dipasarkan dengan merk dagang Pagenax. Dosis yang dianjurkan adalah 6 mg melalui injeksi intravitreal setiap 6 minggu untuk 5 dosis pertama (Dugel et al. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang obat mana yang lebih efektif diantara Ranibizumab dan Brolucizumab untuk mengobati retinopati diabetik di Rumah Sakit Puri Cinere. Selain itu, penelitian ini juga akan meninjau penggunaan kedua obat tersebut dalam Islam. Universitas YARSI merupakan institusi pendidikan tinggi yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif untuk memahami secara mendalam perbaikan visus, serta pandangan Islam tentang konsep penggunaan obat yang halal dan haram untuk dikonsumsi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan berharga bagi penderita retinopati diabetik, serta menjadi referensi bagi penelitian retinopati diabetik yang berlandaskan nilai Ae nilai Islam. Dalam menjaga kepentingan umat Islam, kaum muslimin harus memperhatikan unsur kehalalan dan keharaman dalam pengobatan yang dipakai atau dijalani, harapannya produsen obat lebih mengupayakan produksi obat yang halal dan peraturan Undang Ae Undang yang METODOLOGI Metode digunakan dalam studi ini adalah penelitian kuantitatif, yang bertujuan menganalisis data numerik. Rancangan penelitian yang diterapkan bersifat analitik untuk menganalisis seberapa banyak angka kejadian retinopati diabetik dan perbaikan visus terhadap Ranibizumab Brolucizumab. Populasi penelitian adalah pasien poli mata Rumah Sakit Puri Cinere Tahun 2022 Ae 2023, yang berjumlah 20 orang. Dalam pemilihan sampel, diterapkan kriteria inklusi dan Kriteria inklusi meliputi pasien poli mata RS Puri Cinere, pasien yang menderita retinopati diabetik, dan pasien retinopati diabetik yang Ranibizumab Brolucizumab Kriteria mencakup pasien poli mata yang tidak menderita retinopati diabetik, pasien yang data rekam medisnya kurang lengkap, dan pasien yang tidak menggunakan Ranibizumab serta Brolucizumab Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling, di mana seluruh anggota populasi yang memenuhi kriteria dijadikan sampel, sesuai dengan metode yang dijelaskan oleh (Salsabillah et al. , 2. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder, yang diperoleh melalui rekam medis Data dikumpulkan dan dicatat untuk menilai berbagai distribusi frekuensi dan efektivitas penggunaan kedua obat tersebut. Junior Medical Journal. Volume 3. No. December 2025 E-ISSN-2964-4968 Instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data adalah rekam medis pasien. Untuk analisis data, penelitian ini menggunakan metode analisis bivariat, di mana data diolah dengan menggunakan program SPSS. Hasil analisis disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Sebelum analisis dilakukan, data akan memastikan kesesuaian data dengan sampel yang diperoleh, serta tahap coding untuk memberikan kode pada data agar lebih terstruktur dan mudah Brolucizumab Total Pada tabel 2 menunjukan bahwa dari total 20 pasien, didapatkan 13 pasien . %) mengalami perbaikan sementara 7 pasien . %) tidak menunjukan adanya perbaikan. Untuk Ranibizumab, 6 dari 8 pasien persentasi 75%. Di sisi lain, 7 pasien yang menggunakan Brolucizumab persentasi 58,3%. HASIL PEMBAHASAN Angka Kejadian Retinopati Tabel 1. Distribusi Frekuensi Responden Diabetik di Rumah Sakit Puri Menurut Angka Kejadian Retinopati Cinere Tahun 2022 Ae 2023 Diabetik di Rumah Sakit Puri Cinere Tahun Menurut klinisnya. Retinopati 2022 Ae 2023 diabetik dapat dibagi menjadi 2 Frekuensi Presentasi tahap, yaitu Retinopati Diabetik Non Variabel (Oran. (%) Proliferatif (NPDR) dan Retinopati Diabetik Proliferatif (PDR). Tipe Kategori PDR ditandai dengan timbulnya NPDR neovaskularisasi pada permukaan PDR bagian dalam retina akibat iskemia Total retina global. Distribusi Pada tabel 1 menunjukkan diabetik menunjukan bahwa tipe bahwa pada tipe PDR adalah yang PDR adalah tipe yang paling paling dominan dengan frekuensi 11 dominan dengan frekuensi 11 orang orang . %) diikuti NPDR dengan . %), diikuti oleh NPDR dengan frekuensi 9 orang . %). frekuensi 9 orang . %). Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa Tabel Distribusi Frekuensi mayoritas responden memiliki tipe Responden Menurut Perbandingan DR berat, terutama PDR. Hal ini Efektivitas Ranibizumab sejalan dengan penelitian yang Brolucizumab dilakukan oleh Sri Irmandha . di RSP Unhas Makassar tahun 2018 Efektivitas Obat PAe yang menemukan bahwa dari 83 Jenis Obat Perbaikan Tidak pasien retinopati diabetik, 57% - 68% N % PDR. Ranibizumab 2 25 0,586 Junior Medical Journal. Volume 3. No. December 2025 E-ISSN-2964-4968 sedangkan 26% - 31% memiliki tipe NPDR (Sitorus et al. , 2. Perbandingan Efektivitas Ranibizumab dan Brolucizumab di Rumah Sakit Puri Cinere Tahun 2022 Ae 2023 Analisis mengenai efektivitas Ranibizumab dan Brolucizumab melakukan injeksi Ranibizumab. sisi lain, terdapat 7 pasien . ,3%) melakukan injeksi Brolucizumab. Dari menunjukan bahwa Ranibizumab memiliki efektivitas yang lebih baik dalam meningkatkan penglihatan pasien dibandingkan Brolucizumab. Namun, dari hasil analisa Chi Likelihood ratio, dan FisherAos exact test tidak ditemukan adanya perbedaan yang signifikan dalam memperbaiki kondisi pasien. Hal ini sejalan dengan studi CATT yang dilakukan oleh Maguire et al. membandingkan efektivitas dari Bevacizumab Ranibizumab yang menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan dalam hasil pengobatan antara Bevacizumab dan Ranibizumab (Nahak, 2. Pengobatan Menurut Pandangan Islam Kesehatan adalah nikmat terbesar yang diberikan oleh Allah SWT yang harus diterima manusia dengan penuh rasa syukur. Bentuk syukur terhadap nikmat Allah seperti firman Allah yang artinya. AuHai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit . ang berad. dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang berimanAy (Q. S Yunus/10: . Thibbun Nabawi merupakan tata cara pengobatan Rasulullah SAW dengan menggunakan bahan Ae bahan yang bermanfaat, hijanah, dan ruqyah syarAoiyah (Nurhayati, 2. Perkembangan Pengobatan Dalam Islam Dasar-dasar pengobatan Islam dimulai dengan kedatangan dan penyebaran Islam . ekitar abad ke-7 M). Al Ae Quran dan hadits membahas pentingnya kebersihan pribadi dan kesehatan masyarakat seperti firman Allah yang artinya. AuDan Kami turunkan dari Al Ae Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang Ae orang yang Ay (Q. S Al Ae Isra/17: . Menuntut ilmu adalah suatu hal yang sangat penting untuk mewujudkan kebahagian hidup di dunia dan akhirat seperti firman Allah yang artinya. AuHai orangorang beriman apabila dikatakan AoBerlapang-lapanglah dalam majlisAo, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: AoBerdirilah kamuAo, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orangorang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui Ay (Q. S Al Ae Mujadalah/58: Junior Medical Journal. Volume 3. No. December 2025 E-ISSN-2964-4968 Standar Kehalalan Dalam Pengobatan Kriteria industri halal pada memenuhi standar, apabila memuat beberapa poin yang penting, yaitu: bahan dan proses produksi sesuai syariat Islam. produknya halal, tidak terbuat dari bahan haram atau najis. tidak terkontaminasi bahan haram ataupun najis. selama produksi, distribusi dan penyajian tidak bahan haram atau najis (Alfath. Teknologi DNA Rekombinan Menurut Pandangan Islam Teknik rekombinan DNA adalah suatu bentuk DNA buatan menggabungkan dua atau lebih untaian DNA dalam keadaan normal dan tidak berpasangan. Menurut fatwa MUI dan ahli fiqih, membuat gen sintetik yang meniru susunan rekombinan DNA untuk membuat bahan baku obat dan vaksin hukumnya boleh, dengan ketentuan tidak bersumber dari hewan yang haram dan tidak mengandung bahan serta benda yang najis. SIMPULAN Kesimpulan dari penelitian Perbandingan Ranibizumab Brolucizumab terhadap penderita retinopati diabetik di Rumah Sakit Puri Cinere Tahun 2022 Ae 2023, berdasarkan rekam medis dan Islam responden, 11 orang . %) menderita retinopati diabetik berat (PDR) sedangkan 9 orang . %) lainnya menderita retinopati diabetik ringan (NPDR). Ditinjau dari efektivitas Ranibizumab dan Brolucizumab, 13 pasien . %) mengalami perbaikan tajam penglihatan setelah diberikan kedua obat tersebut, dengan mayoritas . %) penderita menggunakan injeksi Brolucizumab untuk memperbaiki tajam penglihatannya. Namun, dari Ranibizumab penderita retinopati diabetik dengan . %) Brolucizumab. Tidak adanya hubungan yang signifikan antara jenis obat dan efektivitasnya untuk memperbaiki tajam penglihatan penderita retinopati diabetik di Rumah Sakit Puri Cinere Tahun 2022 Ae 2023 dengan P Ae Value 0,586. Dalam Islam, menuntut ilmu adalah kewajiban yang harus dijalani semua umat Muslim, baik laki Ae laki maupun perempuan untuk mendukung perkembangan IPTEK. Ilmu dan perkembangan IPTEK pengobatan dapat berkembang mulai dari kedatangan Islam hingga saat ini. Thibbun Nabawi adalah pengobatan yang digunakan oleh Rasulullah SAW dengan menggunakan bahan Ae bahan Sebagai Muslim, hendaknya memperhatikan unsur kehalalan dan keharaman dalam pengobatan yang dijalani. Saran dari penelitian ini mencakup perlunya pengambilan data dalam skala dan jumlah yang lebuh besar agak hasil yang didapatkan menjadi lebih akurat hendaknya rutin dalam berobat dan melakukan diet dengan mengonsumsi obat dan makanan yang halal dan baik. Junior Medical Journal. Volume 3. No. December 2025 E-ISSN-2964-4968 Penelitian keterbatasan, seperti kurangnya data rekam medis yang dikumpulkan selama melakukan penelitian. DAFTAR PUSTAKA