Hijai Ae Journal on Arabic Language and Literature | ISSN: 2621-1343 INTERFERENSI BAHASA DALAM MUHADATSAH YAUMIYAH SANTRI PUTRI TINGKAT SMA PONDOK PESANTREN DARURRAHMAH GUNUNG PUTRI BOGOR: KAJIAN SOSIOLINGUISTIK Latifah Khoiriah1. Siti MuslikahA UIN Sunan Gunung Djati Bandung Lkhoiriah06@gmail. comA, smuslikah75@uinsgd. ABSTRACT Arabic language in modern Islamic boarding schools has become a separate existence to be The students at the darurrahmah Islamic boarding school are required to master Arabic as a second language and used as a means of daily communication for students. This study seeks to find out the types of interference and the factors behind the occurrence of interference in the muhadatsah yaumiyah of female students at the high school level of the Darurrahmah Islamic boarding school. This research method is descriptive with field research. Data collection techniques are carried out by observation, documentation and interviews. The results obtained in this study showed that female students at the high school level of the Darurrahmah Islamic Boarding School experienced 4 types of interference, namely phonological interference in the pronunciation of letter sounds, syntactic and morphological interference in the appropriateness of the use of sentences and their positions and semantic interference in the selection of vocabulary that was absorbed by the meaning Keywords: Arabic language. Interference. Islamic boarding school. ABSTRAK Bahasa Arab di pondok pesantren modern menjadi eksistensi tersendiri untuk dipelajari. Para santriwati di pondok pesantren darurrahmah diwajibkan untuk diwajibkan untuk menguasai Bahasa Arab sebagai Bahasa kedua dan dijadikan sebagai alat komunikasi santriwati seharihari. Penelitian ini berupaya untuk mengetahui jenis-jenis interferensi dan faktor-faktor yang melatarbelakangi terjadinya interferensi dalam muhadatsah yaumiyah santri putri tingkat SMA pondok pesantren Darurrahmah. Metode penelitian ini adalah deskriptif dengan penelitian Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, dokumentasi dan Hasil yang diperoleh pada penelitian ini adalah menunjukkan bahwa santri putri tingkat SMA Pondok pesantren Darurrahmah mengalami 4 jenis interferensi yaitu interferensi fonologis pada pelafalan bunyi huruf, interferensi sintaksis dan morfologis pada kesesuaian penggunaan kalimat dan kedudukannya dan interferensi semantik pada pemilihan kosa kata yang diserap maknanya. faktor yang melatarbelakangi terjadinya interferensi Bahasa pada santriwati tingkat SMA Pondok pesantren Darurrahmah. Diantaranya adalah para santriwati merupakan multilingual, kebiasaan Bahasa ibu yang melekat, kurangnya penguasaan kosa kata dan motivasi dalam menggunakan Bahasa kedua. Kata Kunci: Bahasa Arab. Interferensi. Pondok Pesantren. PENDAHULUAN Penggunaan bahasa Arab di lingkungan pondok pesantren telah menjadi eksistensi tersendiri dan digunakan sebagai komunikasi mereka sehari-hari. Melalui pembelajaran pembelajaran yang menunjang kemahiran berbicara santri di pondok pesantren tersebut menjadikan bahasa Arab sebagai bahasa yang lazim digunakan disetiap rutinitasnya. Kemahiran berbahasa Arab yang dimiliki santri khususnya di pondok-pondok modern bukanlah hal yang baru (Wardani, 2. Fakta yang terjadi pada keterampilan berbahasa yang dimiliki masih terdapat kekeliruan. Dan salah satu faktornya adalah bilingualisme Volume 07Nomor 02. JuliAeDesember2024 . Hijai Ae Journal on Arabic Language and Literature | ISSN: 2621-1343 sebagai pengaruh yang cukup kuat dari bahasa ibu sebagai bahasa pertama yang dikuasai sebelumnya (Dr. Masruddin, 2. Terjadinya kekeliruan pada keterampilan berbahasa Arab ini didasari atas adanya perbedaan karakter antara bahasa Arab dan bahasa Ibu. Dan hal yang dominan terjadi berasal dari latar belakang santriwati (Muhammad Natsir, 2. Dalam penguasaan bahasa Arab munculnya interferensi berdasarkan faktor lingual menjadi permasalahan yang esensial. Penelitian ini diangkat berdasarkan fakta yang terjadi pada santriwati dalam penguasaan bahasa Arab di Pondok Pesantren Modern Darurrahmah. Berkaitan dengan itu yang menadi sorotan utama dalam pembahasan penelitian ini adalah interferensi bahasa Indonesia terhadap Muhadatsah yaumiyah (Mulyani, 2. Sosiolinguistik adalah ilmu antardisipliner dari dua bidang ilmu empiris yang berhubungan erat yaitu sosiologi dan linguistik. Sosiologi mengkaji bagaimana masyarakat berlangsung dan tetap ada, dengan mempelajari lembaga-lembaga sosial dan masalahmasalah sosial yang terjadi di pada satu masyarakat. Sedangkan linguistik merupakan bidang ilmu yang mempelajari bahasa atau sebuah ilmu yang mangambil bahasa sebagai objek Demikian dapat disimpulkan sosiolinguistik adalah ilmu atardisiplin yang mempelajari bahasa dan hubungannya dengan penggunaan bahasa di dalam masyarakat (Chaer & Agustina, 2. Kedwibahasaan atau Bilingualisme adalah fenomena yang menggejala diseluruh negara di dunia. Menurut Bloomfield dalam (Tarigan, 1. kedwibahasaan adalah penguasaan dua bahasa secara sempurna. Sedangkan menurut Macnamara dalam (Rahardi, 2. mengajukan batasan bilingualisme sebagai bentuk pemilikan penguasaan atas bahasa pertama dan bahasa kedua, meskipun tingkatan penguasaan bahasa kedua berada pada batasan yang paling rendah. Namun penguasaan bahasa bahasa itu tidak dapat dijelaskan secara tepat karena bersifat relatif dan berjenjang. Dalam penggunaan dua bahasa tentunya seseorang harus menguasai kedua bahasa tersebut. Bahasa ibu sebagai bahasa pertama yang dikuasai (B. dan bahasa kedua yaitu bahasa lain yang dikuasai (B. (Alwasilah, 1. Pemerolehan bahasa pertama seseorang berkaitan dengan aktivitas mereka dalam menguasai bahasa ibunya. Aktivitas tersebut dapa melalui pendidikan formal . dan informal . Sedangkan pemerolehan bahasa kedua berlangsung setelah seseorang menguasai bahasa pertama, dan kegiatannya juga dapat melalui pendidikan formal dan Pemerolehan bahasa kedua disebut pendwibahasaan atau bilingualisasi (Fildzah & Yadi, 2. Interferensi diartikan sebagai bentuk AupengacauanAy atau AupengaburanAy bahasa atas adanya perubahan-perubahan yang terjadi pada bahasa tersebut (Chaer & Agustina, 2. Hal ini berkaitan erat dengan adanya gesekan antara bahasa satu dengan unsur bahasa lain Volume 07Nomor 02. JuliAeDesember2024 . Hijai Ae Journal on Arabic Language and Literature | ISSN: 2621-1343 yang biasanya terjadi pada penutur bilingual. Salah faktor munculnya masalah kebahasaan tentunya ada pada faktor bilingual maupun multilingual baik sengaja maupun tidak disengaja. Munculnya masalah kebahasaan tersebut salah satunya adalah karena faktor kebiasaan penutur yang menggunakan dua bahasa secara bergantian dalam kesehariannya (Yendra. Interfererensi merupakan salah satu topik pembahasan dalam sosiolinguistik yang terjadi sebagai bentuk akibat adanya penggunaan dua bahasa atau lebih dalam sebuah masyarakat tutur bilingual dan multilingual (Firmansyah, 2. interferensi berkaitan erat dengan bagaimana seorang bilingual menjaga kedua bahasa yang ia dikuasai sehingga terpisah dan seberapa jauh seorang bilingual mencampurbaurkan kedua bahasa yang dikuasai dan memperngaruhi bahasa satu ke bahasa yang lain (Yuslizar, 2. Sering kali sorang bilingual mencampurkan kedua sistem bahasa saat berbicara ataupun menulis untuk membentuk unsur bahasa. interferensi juga erat kaitannya dengan alih kode dan campur kode yaitu sebuah peristiwa penggantian bahasa yang dilakukan seorang penutur yang dilakukan secara sadar dengan sebab-sebab tertentu (Firianingsih, 2. METODOLOGI Wildan Taufiq (Taufiq, 2. menjelaskan metode adalah cara kerja yang teratur dan terpikir matang dalam ilmu pengetahuan dan sebagainya untuk mencapai maksud tertentu. Dalam sebuah penelitian bahasa metode penelitian menjadi komponen utama untuk mencapai tujuan penelitian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pemaparan secara deskriptif guna mengumpulkan data yang diperoleh dan dianallisis. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan yang dilaksanak langsung di tempat objek berada. Teknik pengumpulan data melalui observasi dengan melakukan pengamatan dengan metode Simak dan catat. Selain itu juga dilakukan dokumentasi dan wawancara untuk mengumpulkan data yang dapat menggali faktor terjadinya interferensi. tahapan analisis yang dilakukan yaitu pencatatan kembali data berdasarkan hasil menyimak dan rekaman, pengidentifikasian data yang berupa pengenalan kesalahan. Tahap klasifikasi data berdasarkan sumber kesalahan. Tahap pengembangan konsep dan teori kesalahan (Zaim, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN ANALISIS DATA A N EIIA,A I EIA,A A O EO AO A: A( A1 A N EOA: AA Volume 07Nomor 02. JuliAeDesember2024 . Hijai Ae Journal on Arabic Language and Literature | ISSN: 2621-1343 A EI E EEcI I N EEA: AA Tuturan diatas adalah percakapan dua orang santriwati antara ketua kamar dan salah satu anggota kamarnya yang di lakukan di depan asrama. Konteks percakapan tersebut dilakukan saat piket asrama. Dalam tuturan diatas terdapat tiga bentuk interferensi. Interferensi fonologi pada ungkapan UA AOAUA ACAAbunyi huruf A[ AAf. terdengar menyerupai bunyi huruf P dalam Bahasa Indonesia. Pada ungkapan kata Ua interferensi terdengar pada bunyi huruf AAo[ Aai. yang terdengar menyerupai bunyi huruf A[ A. Pada ungkapan kataA NAinterferensi terdengar pada bunyi huruf A[ NAH. yang diungkapkan menyerupai bunyi huruf A[ AhaA. Kedua, interferensi sintaksis yaitu pada ungkapan A N EIIAtidaklah tepat. Pada kaidah bahasa Arab harf istifhal haruslah diletakkan di awal kalimat sehingga ungkapan yang tepat adalah AEII NA. Interferensi morfologi pada ungkapan A A OAKata A AAdalam kalimat tersebut adalah fiil amr yang digunakan berdhamir A NOAsedangkan subjek yang dituju adalah beberapa penghuni asrama yang ada disekitar tempat terjadinya peristiwa tutur, sehingga dhamir yang tepat untuk digunakan adalah AIIA sehingga ungkapan yang seharusnya adalah A AIA. Kemudian pada ungkapan A EI E EEcIAKata A EEcIAdalam kalimat tersebut berdhamir A IAsedangkan subjek yang dituju adalah lawan tuturnya, sehingga dhamir yang tepat untuk digunakan adalah AIA sehingga ungkapan yang seharusnya adalah A EEcIOIA. A II AO EA: A( A2 A O cA,A EIAUA IA: AA A O II EA: AA A I AONA: AA A E IIA: AA A II IA: AA A IIA: AA A O NOA:AA A E IA,A IIAUA E COIA: AA A IIA: AA Tuturan diatas adalah percakapan dua orang santriwati yang di lakukan di kamar mandi. Konteks percakapan tersebut dilakukan saat sore hari. Dalam tuturan diatas terdapat tiga bentuk interferensi. Pertama, interferensi fonologi pada ungkapan A IAONA,A AOAbunyi huruf A[ AAf. terdengar menyerupai bunyi huruf P dalam Bahasa Indonesia. Pada ungkapan kata UA EAUAIIA AAinterferensi terdengar pada bunyi huruf AAo[ Aai. yang terdengar menyerupai bunyi huruf AA Volume 07Nomor 02. JuliAeDesember2024 . Hijai Ae Journal on Arabic Language and Literature | ISSN: 2621-1343 . pada ungkapan A NOAbunyi huruf A[ Adzh. terdengar menyerupai bunyi huruf A[ Aj. dalam Bahasa Indonesia. Kemudian pada ungkapan kata A cAinterferensi terdengar pada bunyi huruf A Ayang bertasydid tidak terdengar adanya bunyi penekanan. Kedua, interferensi sintaksis terdapat pada ungkapan AAu E IAsetalh kamu akuAy pada ungkapan tersebut sang santri menggunakan struktur Bahasa Indoensia yang ingin diungkapkannya dan langsusng mentransfernya ke dalam Bahasa Arab. Pada kaidah Bahasa Arab penggunaan kata AIA sebagai dhamir di akhir kalimat tersebut tidaklah tepat, melainkan haruslah di awal kalimat sehingga kalimat yang tepat adalah AI EA. Interferensi semantik juga terdapat pada ungkapan A E COIAyang artinya Aujangan terlalu lamaAy dalam kamus Mahmud Yunus makna kata A COIAadalah yang dahulu atau yang sudah lama . awan kata bar. Sedangkan maksud makna AulamaAy dalam tuturan tersebut adalah menyatakan waktu kejadian yang berlangsung saat itu sehingga ungkapan yang tepat adalah A E EOI OOEA. A AEcO AO IAEcOA: A( A3 A I A: AA A II IOA: AA A II OA: AA Tuturan diatas adalah percakapan dua orang santriwati yang di lakukan di asrama. Konteks percakapan tersebut dilakukan saat shendak memasuki waktu shalat ashar. Dalam tuturan diatas terdapat dua bentuk interferensi. Pertama, interferensi fonologi pada ungkapan ,AAOA bunyi huruf A[ AAf. terdengar menyerupai bunyi huruf P dalam Bahasa Indonesia. Kedua. Interferensi morfologi terdapat pada ungkapan A AEcOAyang menggunakan dhamir AIA sedangkan ungkapan tersebut ditujukan kepada temannya sehingga le bih tepat menggunakan dhamir AIA. Sehingga, kata yang tepat untuk ungkapan tersebut adalah AAEcOIA. Besar kecilnya interfernsi yang terjadi akan menjadi penyakit yang susah untuk Oleh karena itu, untuk mewaspadai fenomena interferensi terjadi dalam muhadatsah yaumiyah santri di pondok pesantren Darurrahmah haruslah mengetahui faktor yang melatarbelakangi interferensi itu terjadi. Dari hasil oboservasi yang dilakukan peneliti menemukan empat faktor yang melatarbelakangi interferensi Bahasa pada muhadatsah yaumiyah santri putri tingakat SMA di pondok pesantren Darurrahmah, diantaranya: para santriwati adalah multilingual sebagaimana hasil dari observasi yang telah dilakukan peneliti menunjukkan bahwa seluruh santri di pondok pesantren Darurrahmah adalah multilingual. Hal ini dibuktikan dengan jadwal penggunaan Bahasa yang diatur pemakaiannya secara bergantian setiap dua minggu sekali. Bahasa yang dikuasi oleh santri pondok pesantren darurrahmah adalah Bahasa Indonesia. Arab dan Inggris. kemampuan menguasai dua Bahasa atau Volume 07Nomor 02. JuliAeDesember2024 . Hijai Ae Journal on Arabic Language and Literature | ISSN: 2621-1343 lebih merupakan suatu kelebihan tersendiri bagi setiap individu. Ketika seorang multilungual berinteraksi menggunakan salah satu Bahasa yang dikuasainya ia akan menyesuaikan tuturannya dengan Bahasa yang digunakannya. Kendatipun saat hal itu terjadi penutur masih terpengaruhi oleh struktur Bahasa lain terutama Bahasa ibiu sebagai Bahasa pertama yang dikuasai sejak lahir. kebiasaan Bahasa ibu yang melekat Bahasa menjadi sebuah budaya yang tmenunjang faktor keberlangsungan hidup manusia setiap harinya. Bahasa ibu adalah Bahasa pertama yang dikenal dan dikuasai oleh penutur baik Bahasa daerah maupun Bahasa nasional. Bahasa pertama yang melekat pada seorang dwibahasawan dapat mempengaruhi prosesnya pada saat bertutur menggunakan Bahasa kedua. Hal tersebut mengakibatkan masuknya unsurunsur Bahasa pertama ke Bahasa kedua. kemampuan menguasai dan memilih kosa kata yang digunakan Kosa kata menjadi acuan pertama untuk membangun kemampuan menguasai Bahasa yang utuh. sering sekali fenomena interferensi terjadi pada santriwati di pondok pesantren Darurrahmad di sebabkan atas tingkat penguasaan kosa kata yang mereka miliki. Di sisi lain kehati-hatian dalam menggunakan kosa kata saat berbicara juga menjadi hal penting. Sebagaimana pada ungkapan Aukesini/kemarilahAy yang diungkapkan dengan kalimat AEOA ANIA, kalimat tersebut tidaklah tepat karena santri menerjemahkannya dari struktur Bahasa Dalam kaidah Bahasa arab ungkapan tersebut tidaklah tepat, karena Bahasa Arab memiliki padanan tersendiri untuk ungkapan tersebut sebagai kalimat perintah. Dan kata yang tepat yaitu !A EOA. Motivasi para santriwati dalam menggunakan Bahasa kedua Kemampuan berbahasa Arab yang dimiliki oleh setiap santri tidaklah sama. Hal ini terbukti saat peneliti melakukan wawancara dengan santri biasa dan santri anggota penggerak Bahasa. Saat wawancara dilakukan diantaranya memiliki perbedaan yang cukup signifikan baik dalam kelancaran bicara, penguasaan kosata dan cara penyampaian menggunakan Bahasa Arab. selain itu hal ini juga dipengaruhi oleh kewajiban mereka untuk menguasai Bahasa Inggris, sehingga dalam penguasaan dua Bahasa asing tersebut pasti akan ada salah satu yang lebih dominan. Dalam setiap asrama terdapat anggota penggerak Bahasa yang berperan sebagai penanggung jawab untuk mengontrol keseharian santri dalam berbahasa. Akan tapi dalam pengontrolan yang dilakukan tidaklah selalu seimbang dengan yang diharapkan, sehingga interferensi masih terus berkembang di lingkungan santri. Volume 07Nomor 02. JuliAeDesember2024 . Hijai Ae Journal on Arabic Language and Literature | ISSN: 2621-1343 KESIMPULAN Bedasarakan hasil penenlitian santriwati tingkat SMA pondok pesantren terdapat empat jenis interferensi yang terjadi yaitu: interferensi fonologis pada pelafalan bunyi huruf yang disebabkan oleh kebiasaan pelafalan Bahasa ibu. interferensi sintaksis dan morfologis adalah kesesuaian penggunaan kalimat dan kedudukannya yang disebabkan oleh proses terjemah yang dilakukan santriwati yang mengikuti struktur Bahasa ibu dan sedikit memperhatikan kaidah Bahasa Arab. interferensi semantik adalah kesalahan pada pemilihan kosa kata yang diserap maknanya. hasil penelitian ini juga menunjukan faktor yang melatarbelakangi terjadinya interferensi Bahasa pada santriwati tingkat SMA Pondok pesantren Darurrahmah. Diantaranya adalah para santriwati merupakan multilingual, kebiasaan Bahasa ibu yang melekat, kurangnya penguasaan kosa kata dan motivasi dalam menggunakan Bahasa kedua. REFERENSI