Open Access Bunyan al-Ulum. Page 60 Ae 74. Vol. 2 No. DOI : 10. E-ISSN 3109-5275 P-ISSN 3063-2048 id/index. php/bunyanal-ulum Utilization of Movie Learning as a Medium for Learning Islamic Cultural History to Increase Learning Motivation Pemanfaatan Movie Learning Sebagai Media Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Mohammad Archie Hardinagoro1. Hafidz2 Universitas Muhammadiyah. Surakarta Universitas Muhammadiyah. Surakarta o100240025@student. haf682@ums. Received: 13 Ae 05 Ae 2025 Accepted: 18 Ae 06 Ae 2025 Published: 31 Ae 07 Ae 2025 Abstract The subject of Islamic Cultural History (SKI) is often seen as monotonous and boring for students when only using conventional lecture methods. This study aims to examine the effectiveness of Movie Learning as an SKI learning media to increase students' learning This research uses a literature study method by analyzing various relevant literature sources through stages of topic identification, literature search using academic databases and scientific journals, literature selection based on inclusion and exclusion criteria, in-depth analysis of selected literature content, and compilation of comprehensive The results of the analysis show that Movie Learning has a significant positive impact by increasing student enthusiasm by 81% and creating a dynamic learning This method effectively overcomes the problem of monotonous SKI learning through visual and audio stimulation that stimulates students' emotional, intellectual, and psychomotor aspects, as well as deepening the understanding of the concept of Islamic cultural history material. Movie Learning proves to be an effective alternative solution with the advantages of creating a strong impression of historical events, ease of understanding concepts, and flexibility of learning access, although its implementation requires wise strategies from teachers so that students can take optimal benefits for their academic and character development. Keywords: Movie Learning. Islamic Cultural History. Learning Motivation. Learning Media Abstrak Mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) sering dipandang monoton dan membosankan bagi siswa ketika hanya menggunakan metode ceramah konvensional. Penelitian ini bertujuan mengkaji efektivitas Movie Learning sebagai media pembelajaran SKI untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Penelitian ini menggunakan metode studi 60 | BUNYAN AL-ULUM: Jurnal Studi Islam This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License Copyright A 2025 Some rights reserved Pemanfaatan Movie Learning Sebagai Media Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar literatur dengan menganalisis berbagai sumber pustaka relevan melalui tahapan identifikasi topik, pencarian literatur menggunakan basis data akademik dan jurnal ilmiah, seleksi literatur berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, analisis mendalam terhadap konten literatur terpilih, dan penyusunan kesimpulan komprehensif. Hasil analisis menunjukkan Movie Learning memberikan dampak positif signifikan dengan meningkatkan antusiasme siswa hingga 81% dan menciptakan suasana pembelajaran yang dinamis. Metode ini efektif mengatasi permasalahan pembelajaran SKI yang monoton melalui stimulasi visual dan audio yang merangsang aspek emosional, intelektual, dan psikomotorik siswa, serta memperdalam pemahaman konsep materi sejarah kebudayaan Islam. Movie Learning terbukti sebagai alternatif solusi efektif dengan keunggulan menciptakan kesan kuat tentang peristiwa bersejarah, kemudahan pemahaman konsep, dan fleksibilitas akses pembelajaran, meskipun implementasinya memerlukan strategi bijak dari guru agar siswa dapat mengambil manfaat optimal untuk perkembangan akademik dan karakter mereka. Kata Kunci: Movie Learning. Sejarah Kebudayaan Islam. Motivasi Belajar. Media Pembelajaran Pendahuluan Mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam termasuk ke dalam bagian dari bidang studi Pendidikan Agama Islam yang harus dikuasai oleh peserta didik yang menjalani proses pembelajaran di lembaga pendidikan bercorak keislaman1. Berdasarkan peraturan kementrian Agama bahwa AuSejarah Kebudayaan Islam (SKI) merupakan bidang studi yang memuat dokumentasi tentang evolusi kehidupan umat Muslim sepanjang zaman, meliputi aspek peribadatan, interaksi sosial, dan pembentukan karakter dalam upaya memajukan agama Islam yang berlandaskan keyakinan tauhid2. Sejarah Kebudayaan Islam merupakan mata pelajaran yang diberikan di berbagai jenjang Madrasah, meliputi Madrasah Ibtidaiyah (MI). Madrasah Tsanawiyah (MT. , dan Madrasah Aliyah (MA). Mata pelajaran ini mengkaji mengenai awal mula, evolusi, dan kontribusi peradaban Islam beserta tokoh-tokoh berpengaruh dalam perjalanan sejarah Islam. Cakupan pembelajarannya dimulai dari kondisi masyarakat Arab sebelum datangnya Islam, riwayat kelahiran dan misi Haidar Putra Daulay. Pemberdayaan Pendidikan Agama Islam di Sekolah (Jakarta: Prenada Media, 2. Tri Handayani, "Telaah Kritis Konten Kurikulum PAI Madrasah Ibtidaiyah di MI Ma'arif Bumiharjo Borobudur Magelang," Conference on Islamic Studies FAI 2019: 157Ae174. 61 | BUNYAN AL-ULUM: Jurnal Studi Islam Mohammad Archie Hardinagoro. Hafidz Universitas Muhammadiyah Surakarta kenabian Nabi Muhammad SAW, hingga periode pemerintahan Khulafaur Rasyidin dan masa-masa selanjutnya dalam sejarah Islam3. Mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam memberikan sumbangan penting dalam mendorong siswa untuk mengenali, memahami, dan menghayati perjalanan sejarah peradaban Islam yang sarat dengan nilai-nilai kebijaksanaan. Nilai-nilai tersebut berfungsi sebagai sarana untuk mengasah kemampuan intelektual, membangun karakter, serta membentuk kepribadian yang baik pada diri peserta Mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam cenderung dipandang sebagai subjek yang monoton dan menimbulkan kebosanan bagi siswa. Kondisi ini semakin diperparah ketika pendidik hanya mengandalkan metode ceramah dengan intonasi yang kurang menarik, terlebih lagi jika pembelajaran dilaksanakan pada jam siang hari saat konsentrasi siswa mulai menurun. Oleh karena itu, pemilihan strategi pembelajaran yang inovatif dan sesuai menjadi kebutuhan mendesak untuk menciptakan partisipasi aktif siswa dan membangun atmosfer belajar yang lebih dinamis serta menyenangkan5. Hal ini menuntut guru untuk terus berinovasi dan menghadirkan metode-metode baru yang dapat memperkaya pengalaman belajar Pemilihan metode pembelajaran yang tepat oleh pendidik berperan penting dalam membantu siswa menguasai pelajaran dengan lebih mudah. 7 Hal ini juga memiliki potensi besar untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan memungkinkan proses pembelajaran berlangsung dengan efektif dan efisien, sehingga dapat membantu siswa mencapai target hasil belajar yang telah ditetapkan. Nurjannah. and Aci. , "Implementasi Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di Madrasah Ibtidaiyah," Foramadiahi, vol. 11, no. : 1Ae20. Erni Sofi, "Pembelajaran Berbasis E-Learning pada Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam Kelas Vi Madrasah Tsanawiyah Negeri," Tanzhim, vol. 1, no. : 49Ae64. 5 Abrar. , "Pembelajaran Berdasarkan Masalah: Suatu Upaya untuk Mengembangkan Kemampuan Pemahaman dan Representasi Matematik Siswa," MaPan: Jurnal Matematika dan Pembelajaran, vol. 4, no. : 1Ae10. Dwi Muthia Ridha Lubis, "Strategi Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam," Islamic Education 1, no. : 68-73. 7 Idi Warsah, "Islamic Psychological Analysis Regarding to Raumah Based Education Portrait at IAIN Curup," Psikis: Jurnal Psikologi Islami, vol. 6, no. : 29Ae41. BUNYAN AL-ULUM. Vol. 2 No. Pemanfaatan Movie Learning Sebagai Media Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Oleh karena itu, metode pembelajaran menjadi elemen kunci yang sangat berpengaruh dalam membentuk atmosfer dan kualitas kegiatan pembelajaran8. Metode yang tepat juga dapat mengurangi hambatan yang dihadapi guru saat menyampaikan pembelajaran. Efektivitas suatu metode pembelajaran sangat bergantung pada seberapa baik guru memahami karakteristik dan kondisi siswa di Oleh karena itu, guru perlu terus mengembangkan kreativitasnya dan memperdalam pengetahuannya dalam menerapkan serta mengembangkan variasi metode pembelajaran. Hal ini bertujuan agar kemampuan berpikir kritis, kemampuan analisis, dan prestasi belajar siswa dapat meningkat secara 9Apa lagi pada pembelajaran yang tidak disenangi oleh siswa, seperti materi sejarah. Ketika guru hanya menggunakan metode yang monoton, maka siswa akan cepat lelah dan bosan mengikuti pelajaran tersebut dan akan berdampak pada hasil belajar mereka. Dalam dunia pendidikan, pemanfaatan teknologi seperti Movie Learning, sangat cocok digunakan terutama dalam upaya mengatasi tantangan dalam SKI. Film (Movi. menggabungkan berbagai elemen, yang dibangun dari perekaman audio dan visual yang bergerak secara fisik10. Movie Learning merupakan strategi edukasi yang memanfaatkan materi Film pilihan atau rekaman video sebagai alat bantu dalam aktivitas belajar mengajar di ruang kelas11. Melalui pendekatan ini, guru dapat memberikan rangsangan terhadap tiga aspek fundamental dalam proses pendidikan, yaitu dimensi emosional, intelektual, dan psikomotorik. Secara umum, metode pembelajaran film ini terbukti sangat efektif ketika diterapkan dalam mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) serta berbagai mata pelajaran lainnya12. Milan Rianto. Pendekatan. Strategi. Dan Metode Pembelajaran. Mardiah Kalsum Nasution. Penggunaan Metode Pembelajaran Dalam Peningkatan Hasil Belajar Siswa. Jurnal ilmiah bidang pendidikan, vol. No 1, 2017. Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN AuSMHAy Serang. Banten. Hal 05-08. Arroio. Agnaldo. "Context Based Learning: A Role For Cinema In Science Education. Journal of Science Education International (Onlin. 21, no. : 131-143. Nurdyansyah. Media Pembelajaran Inovatif (Sidoarjo: UMSIDA Press, 2. Zidan Mahendra. Implementasi Pembelajaran Menggunakan Metode Diskusi dan Movie Learning pada Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam untuk Menarik Minat Siswa Kelas XI di MAN 1 Yogyakarta . 63 | BUNYAN AL-ULUM: Jurnal Studi Islam Mohammad Archie Hardinagoro. Hafidz Universitas Muhammadiyah Surakarta Penelitian-penelitian sebelumnya telah menunjukkan efektivitas penggunaan media audiovisual dalam pembelajaran. Studi yang dilakukan oleh Dale . dalam teori "Cone of Experience" menunjukkan bahwa siswa dapat mengingat 90% dari apa yang mereka lihat dan lakukan, 70% dari apa yang mereka katakan, dan hanya 10% dari apa yang mereka baca. Hal ini mengindikasikan bahwa pembelajaran yang melibatkan indra penglihatan dan pendengaran secara bersamaan akan lebih efektif dalam meningkatkan pemahaman dan retensi Motivasi dalam proses belajar menjadi elemen penting yang menentukan kesuksesan pendidikan. Berdasarkan konsep motivasi yang dirumuskan Deci dan Ryan pada tahun 2000, dorongan belajar dari dalam diri siswa dapat diperkuat dengan memenuhi tiga aspek fundamental: kemandirian dalam belajar . , kemampuan untuk menguasai materi . , dan kedekatan emosional dengan pembelajaran . Penggunaan film sebagai media pembelajaran berpotensi mengakomodasi ketiga aspek tersebut dengan cara menyajikan proses belajar yang lebih menarik dan menghibur, membangun kepercayaan diri siswa melalui pemahaman materi yang lebih optimal, serta membangun koneksi emosional antara siswa dengan konten yang dipelajari14. Berdasarkan kondisi yang telah diuraikan, riset ini memiliki tujuan untuk mengevaluasi keberhasilan penggunaan pembelajaran berbasis film sebagai sarana edukasi mata pelajaran sejarah kebudayaan Islam dalam meningkatkan semangat belajar peserta didik. Diharapkan penelitian ini mampu memberikan sumbangsih bagi perkembangan strategi pembelajaran yang lebih kreatif dan berhasil guna, sekaligus menyediakan opsi pemecahan masalah untuk menangani isu kurangnya antusiasme belajar siswa pada bidang studi sejarah kebudayaan Islam. Penelitian ini memiliki signifikansi teoretis dan praktis. Secara teoretis, penelitian ini diharapkan dapat memperkaya khasanah keilmuan dalam bidang teknologi pendidikan, khususnya terkait dengan penggunaan media audiovisual Edgar Dale. Audio-Visual Methods in Teaching, 3rd ed. (New York: Holt. Rinehart and Winston, 1. Edward L. Deci and Richard M. Ryan, "The 'what' and 'why' of goal pursuits: Human needs and the self-determination of behavior," Psychological Inquiry, vol. 11, no. : 227Ae268. BUNYAN AL-ULUM. Vol. 2 No. Pemanfaatan Movie Learning Sebagai Media Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar dalam pembelajaran sejarah. Secara praktis, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pendidik dalam mengembangkan media pembelajaran yang lebih menarik dan efektif untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Metode Penelitian Penelitian Studi literatur merupakan teknik penelitian yang mencakup proses pengumpulan serta analisis dari beragam sumber pustaka yang berkaitan dengan tema penelitian yang dikaji. Peneliti mengumpulkan informasi-informasi yang berkaitan dengan topik penelitian, lalu menganalisis dan mengamati setiap informasi tersebut secara detail. 15Dalam penelitian ini, peneliti akan melakukan pencarian dan pengumpulan berbagai sumber referensi yang relevan, meliputi artikel ilmiah, buku-buku referensi, jurnal akademik, karya tulis ilmiah seperti tesis, serta berbagai literatur pendukung lainnya yang berkaitan dengan penggunaan animasi sebagai sarana pembelajaran yang berbasis teknologi guna meningkatkan semangat dan motivasi siswa dalam belajar16. Berikut adalah langkah-langkah yang akan dilakukan dalam metode studi literatur ini: Identifikasi Topik Peneliti akan menentukan fokus kajian yang khusus mengenai penggunaan Movie Learning sebagai alat bantu dalam pembelajaran mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam dengan tujuan untuk meningkatkan semangat dan minat belajar siswa. Penetapan fokus penelitian ini bertujuan untuk mengarahkan proses pencarian dan kajian pustaka sehingga dapat terkonsentrasi pada materimateri yang berkaitan erat dengan topik penelitian. Sanusi Sukari dan Pebri Azhari, "Pengertian. Teori dan Konsep. Ruang Lingkup Isu-Isu Kontemporer Pendidikan Islam," Jurnal Bunyan al Ulum 1, no. : 188-206. Suharto Arikunto. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik (Jakarta: Rineka Cipta, 2. 65 | BUNYAN AL-ULUM: Jurnal Studi Islam Mohammad Archie Hardinagoro. Hafidz Universitas Muhammadiyah Surakarta Pencarian Literatur Peneliti akan melaksanakan kajian pustaka melalui berbagai sumber akademik yang meliputi database ilmiah, perpustakaan digital, publikasi jurnal terakreditasi, serta referensi terpercaya lainnya. Proses pencarian akan memanfaatkan istilah kunci yang berkaitan seperti "Movie Learning dalam proses pendidikan", "media edukatif untuk mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam," dan "dorongan semangat belajar" guna memperoleh literatur yang relevan dengan topik penelitian. Seleksi Literatur Setelah mengidentifikasi sumber-sumber pustaka yang relevan, peneliti akan menjalankan tahap seleksi dengan menerapkan parameter inklusi dan eksklusi yang telah diformulasikan sebelumnya. Pustaka yang lolos seleksi harus berkorelasi erat dengan tema riset dan memenuhi kriteria kualitas yang Publikasi-publikasi yang memiliki tingkat kepercayaan tinggi serta konsisten dengan kemajuan terkini dalam domain kajian tersebut akan mendapat prioritas utama dalam proses pemilihan. Analisis Literatur Setelah proses seleksi literatur selesai, langkah selanjutnya adalah melakukan analisis mendalam terhadap konten literatur yang telah dipilih. Proses ini mencakup kajian komprehensif dan interpretasi terhadap materimateri yang relevan dengan penggunaan Movie Learning sebagai alat bantu pembelajaran mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam dalam upaya meningkatkan motivasi belajar siswa. Peneliti akan mengkaji secara detail berbagai aspek penting seperti pendekatan metodologis yang diterapkan, hasilhasil penelitian yang diperoleh, serta konsekuensi praktis dari temuan tersebut melalui analisis yang sistematis dan objektif. Penyusunan kesimpulan Berdasarkan kajian pustaka yang telah dilakukan, peneliti akan merumuskan simpulan yang menyeluruh dan detail mengenai penggunaan Movie Learning sebagai alat bantu pembelajaran mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam dalam upaya meningkatkan semangat belajar siswa. BUNYAN AL-ULUM. Vol. 2 No. Pemanfaatan Movie Learning Sebagai Media Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Simpulan tersebut akan memuat hasil-hasil penelitian yang penting, kecenderungan-kecenderungan yang muncul, hambatan-hambatan yang dihadapi, serta inovasi-inovasi terbaru dalam pemanfaatan media animasi untuk keperluan pembelajaran. Hasil dan Diskusi Berikut adalah hasil analisis studi literatur berdasarkan metode studi literatur yang digunakan dalam penelitian ini: Movie Learning sebagai media pembelajaran Penerapan strategi Movie Learning tidak hanya terbatas pada mata Sejarah diintegrasikan ke dalam berbagai bidang studi dalam kegiatan pembelajaran. Berdasarkan evaluasi yang dilakukan oleh para ahli media, tingkat antusiasme peserta didik mencapai 81%, sementara penilaian dari pendidik karakter menunjukkan persentase 94%. Hasil ini mengindikasikan bahwa dari segi keterlibatan siswa, metode ini dapat dikategorikan sebagai sangat efektif dalam menciptakan daya tarik pembelajaran. Pengaruh Movie Learning terhadap motivasi belajar Berbagai penelitian dalam studi literatur menunjukkan bahwa penggunaan Movie Learning sebagai media pembelajaran dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Materi pembelajaran diadaptasi berdasarkan film sehingga peserta didik dapat memahami konsep melalui presentasi visual. Pendekatan ini sangat cocok diterapkan dalam mata pelajaran sejarah, sebab media film mampu menciptakan kesan yang kuat dan memudahkan siswa dalam memahami konteks serta keadaan dari berbagai peristiwa bersejarah18. Peningkatan pemahaman konsep Munif Chatib. Pengembangan Strategi Movie Learning Pada Pendidikan Karakter Sekolah Dasar Kelas 2 di SD Silaturahim Islamic School Bekasi dan SDIT Al-Fikri, 11. Lailia Noor Ni'mah, "Pengaruh Strategi Movie Learning terhadap Motivasi Belajar Sejarah Kelas X SMA IPIEMS Surabaya," Jurnal Pendidikan Sejarah. Program Studi Pendidikan Sejarah. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Negeri Surabaya . 67 | BUNYAN AL-ULUM: Jurnal Studi Islam Mohammad Archie Hardinagoro. Hafidz Universitas Muhammadiyah Surakarta Studi literatur juga mendukung bahwa penggunaan Movie Learning dalam pembelajaran dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa. Pembelajaran melalui video atau film efektif karena merangsang indera dan membuat materi lebih mudah dipahami. Otak manusia secara alami tertarik pada gerakan, sehingga video lebih menarik daripada teks. Selain itu, metode ini fleksibel karena bisa diakses kapan saja dan diulang-ulang, bahkan oleh peserta di daerah minim sinyal asalkan video sudah diunduh terlebih dahulu19. Berdasarkan tinjauan pustaka yang telah dilakukan, dapat ditarik kesimpulan bahwa penggunaan Movie Learning sebagai alat bantu pembelajaran mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam menunjukkan prospek yang sangat baik untuk meningkatkan semangat belajar siswa serta memperdalam penguasaan materi Implementasi Movie Learning dalam pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam telah berkembang menjadi subjek kajian yang diminati oleh kalangan guru dan akademisi selama beberapa tahun belakangan ini. Dalam hasil kajian studi literatur, ditemukan bahwa Movie Learning memiliki potensi besar dalam meningkatkan motivasi belajar siswa20. Riset literatur menunjukkan bahwa film memiliki dampak ganda terhadap Di satu sisi, film dapat memperluas wawasan dan pengalaman seseorang dengan menyajikan informasi serta perspektif baru yang bermanfaat. Film juga menjadi media pembelajaran tentang norma sosial dan pola tingkah laku yang Namun di sisi lain, film berpotensi membatasi pemahaman yang lebih dalam tentang realitas kehidupan. Konten baru yang disajikan film terkadang justru menciptakan kebingungan karena penonton tidak mampu mengolah atau memahaminya secara mandiri. Selain itu, film dapat menjadi rujukan imitasi yang keliru jika tidak disikapi dengan bijak. Oleh karena itu, penting bagi siswa untuk dapat mengambil manfaat konkret dan aplikatif dari setiap film yang mereka tonton, sehingga pengalaman Partner in New Normal. Video Learning: Metode Pembelajaran untuk Generasi Digital. Julaeha. Pengaruh Penerapan Strategi Movie Learning Terhadap Motivasi Belajar pada Mata Pelajaran IPA Siswa Kelas V SD Inpres Gunung Sari Baru Kecamatan Rappocini Kota Makassar . BUNYAN AL-ULUM. Vol. 2 No. Pemanfaatan Movie Learning Sebagai Media Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar menonton tersebut memberikan kontribusi positif bagi perkembangan mereka21. Maka dari itu, kesesuaian antara isi film dengan materi yang diajarkan merupakan aspek krusial yang perlu dipertimbangkan oleh pendidik agar film dapat berfungsi sebagai alat pembelajaran yang efektif dalam meraih tujuan pendidikan yang Studi literatur juga menunjukan bahwa dalam proses belajar mengajar terbukti efektif dalam membangkitkan rasa ingin tahu siswa, menumbuhkan minat belajar yang lebih besar, dan memperkuat motivasi untuk mengikuti pembelajaran. Media ini juga berfungsi sebagai stimulus yang memperkaya pengalaman belajar dan memberikan dampak positif terhadap kondisi mental siswa. Berdasarkan pandangan berbagai pakar, pembelajaran film dapat dipahami sebagai sebuah pendekatan edukatif yang mampu mentransformasi karakter peserta didik, termasuk kemampuan kecerdasan visual spasial mereka, melalui aktivitas menonton film-film yang telah dipilih secara khusus23. Film tidak hanya berperan dalam meningkatkan semangat belajar, tetapi juga memperdalam tingkat pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan Keunggulan lainnya meliputi kemampuan menyajikan informasi dan peristiwa secara menarik dan dapat dipercaya, mempermudah siswa dalam memahami konsep pembelajaran, serta mengoptimalkan penyampaian informasi dalam format yang lebih ringkas dan mudah dicerna24. Penerapan Movie Learning menciptakan suasana pembelajaran yang lebih dinamis di mana siswa menunjukkan partisipasi aktif dan antusiasme tinggi selama berada di kelas. Ketika guru menyampaikan materi dan melontarkan berbagai pertanyaan, para siswa menunjukkan respons positif dengan mendengarkan secara seksama, memberikan perhatian penuh, dan mampu merespons pertanyaan- Margija Mangunhardjana. Mengenal Film (Yogyakarta: Yayasan Kanisius, 1. Hayyun Lathifaty Yasri. Endang Mulyani. Eefektifitas Penggunaan Media Film Untuk Meningkatkan Minat Dan Hasil Belajar Ekonomi Siswa Kelas X. Jurnal Pendidikan IPS. Volume 3. No 1. September 2016 . hlm 146-148 Sanusi. Khamdan Lutfi Nur Faizah Siti Fatimah Dkk. , "Upaya Meningkatkan Antusias Belajar Peserta didik Melalui Video Base Learning di Kelas IV SDN Kedungjati," Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan 11, no. : 236Ae244. Oemar Hamalik. Media Pendidikan (Bandung: PT. Citra Aditya Bakti, 1. 69 | BUNYAN AL-ULUM: Jurnal Studi Islam Mohammad Archie Hardinagoro. Hafidz Universitas Muhammadiyah Surakarta pertanyaan yang diajukan dengan baik. Kemampuan siswa dalam mengerjakan soal-soal yang berkaitan dengan materi yang telah ditampilkan melalui film juga menunjukkan hasil yang memuaskan, tercermin dari nilai-nilai yang diperoleh. Berdasarkan implementasi media film dalam pembelajaran sejarah kebudayaan Islam, dapat ditarik kesimpulan bahwa metode ini memberikan dampak positif yang komprehensif. Siswa menunjukkan semangat dan minat yang tinggi dalam mengikuti kegiatan pembelajaran, sehingga proses belajar mengajar berlangsung dalam atmosfer yang menyenangkan dan kondusif. Materi sejarah kebudayaan Islam menjadi lebih mudah dipahami oleh siswa, yang pada gilirannya mendorong mereka untuk berpartisipasi secara aktif selama pembelajaran Keterlibatan siswa semakin terlihat dari keberanian mereka mengajukan pertanyaan ketika menghadapi materi yang belum sepenuhnya dipahami, serta kemampuan mereka dalam memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan guru. Kompetensi akademik siswa juga terbukti meningkat melalui kemampuan mereka menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan, dengan pencapaian nilai yang berhasil memenuhi standar Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang telah ditetapkan25. Berdasarkan hasil analisis studi literatur yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa penerapan Movie Learning sebagai media pembelajaran dalam mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam menunjukkan dampak positif yang signifikan terhadap proses pembelajaran. Metode ini terbukti efektif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa dengan tingkat antusiasme mencapai 81%, memperdalam pemahaman konsep melalui stimulasi visual yang menarik, serta menciptakan suasana pembelajaran yang lebih dinamis dan kondusif. Keunggulan Movie Learning terletak pada kemampuannya merangsang indera siswa, membuat materi pembelajaran lebih mudah dipahami, dan memberikan fleksibilitas akses yang dapat dimanfaatkan kapan saja oleh peserta didik. Suherman. Sunarto, and Aprin Alpajar, "Penggunaan Media Film dalam Proses Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di MA Muhammadiyah 1 Plus Malang," 395Ae397. BUNYAN AL-ULUM. Vol. 2 No. Pemanfaatan Movie Learning Sebagai Media Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Implementasi Movie Learning dalam pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam juga memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kompetensi akademik siswa, yang tercermin dari kemampuan mereka dalam menyelesaikan tugas-tugas dan mencapai nilai yang memenuhi standar Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Meskipun demikian, penggunaan media film dalam pembelajaran perlu disikapi dengan bijak karena memiliki potensi dampak ganda. Oleh karena itu, guru perlu mengembangkan strategi yang tepat dalam mengintegrasikan Movie Learning ke dalam berbagai tema pembelajaran, sehingga siswa dapat mengambil manfaat konkret dan aplikatif dari setiap film yang ditonton untuk mendukung perkembangan akademik dan karakter mereka secara optimal. Dengan begitu, riset ini memiliki kesempatan untuk membangun pendekatan pembelajaran yang baru dan memperluas pengetahuan kita tentang penerapan Movie Learning sebagai sarana pembelajaran yang berhasil guna dalam mendorong motivasi belajar siswa. Kesimpulan Penelitian ini dilatar belakangi oleh permasalahan pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) yang cenderung monoton dan membosankan bagi siswa ketika hanya menggunakan metode ceramah konvensional, terutama saat pembelajaran dilaksanakan pada jam siang hari ketika konsentrasi siswa mulai Hal tersebut berdampak pada rendahnya motivasi belajar dan kurangnya partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran SKI. Berdasarkan analisis masalah di atas, fokus penelitian ini diarahkan pada pertanyaan: "Bagaimana tingkat keberhasilan implementasi Movie Learning dalam pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam untuk mendorong motivasi belajar siswa?" Berdasarkan studi literatur yang telah dilakukan. Movie Learning terbukti memberikan dampak positif signifikan dengan meningkatkan antusiasme siswa hingga 81% dan menciptakan suasana pembelajaran yang dinamis. Metode ini efektif mengatasi permasalahan pembelajaran SKI yang monoton melalui stimulasi visual dan audio yang merangsang aspek emosional, intelektual, dan psikomotorik siswa, sekaligus memperdalam pemahaman konsep materi sejarah kebudayaan 71 | BUNYAN AL-ULUM: Jurnal Studi Islam Mohammad Archie Hardinagoro. Hafidz Universitas Muhammadiyah Surakarta Islam. Keunggulan Movie Learning terletak pada fleksibilitas akses, kemudahan pemahaman melalui visualisasi, dan kemampuan menciptakan kesan kuat tentang peristiwa bersejarah. Meskipun demikian, implementasinya memerlukan strategi bijak dari guru agar siswa dapat mengambil manfaat optimal untuk perkembangan akademik dan karakter mereka, menjadikan Movie Learning sebagai alternatif solusi efektif untuk meningkatkan motivasi belajar pada mata pelajaran SKI. Daftar Pustaka