Aksiologiya Aksiologiya:: Jurnal JurnalPengabdian PengabdianKepada KepadaMasyarakat Masyarakat Vol. No. Mei 2021 Hal 222 Ae 232 Vol. No. Februari 2020 Hal 131 Ae 137 ISSN2528-4967 dan danISSN ISSN2548-219X 2548-219X. ISSN Peningkatan Laporan Keuangan PenerapanKemampuan Project Based Penyusunan Learning untuk Meningkatkan Sesuai SAK-EMKM Kemampuan Guru-Guru Sekolah Dasar Sidoarjo Menulis (Pelatihan untuk Pelaku UMKM Binaan Pemkot Bekas. Kreatif Cerita Anak Lucia Ari DiyaniAri . Ratna Dewi1,Kusumawati Setyorini Masulah2 . Iren Meita 1,2,3 Universitas Bina Insani Surabaya FKIP. Universitas Muhammadiyah Email: luciadiyani@gmail. ratnadewi1991@gmail. Email: arisetyorini@fkip. um-surabaya. , mmasulah@gmail. irenmeitai@gmail. ABSTRAK *Corresponding author: Lucia Ari Diyani . uciadiyani@gmail. Pengabdian masyarakat ini bertujuan melatih guru-guru sekolah dasar untuk menulis ABSTRAK kreatif sastra anak. Pelatihan ini didesain sejalan dengan program gerakan literasi nasional, yang salah satunya adalah yang di tingkat Permasalahan UMKMsekolah secara dasar. umumPengabdian adalah tidakmasyrakat Muhammadiyah Sidoarjo. Setiap laporan keuangan yang dapat digunakan untuk mendapatkan pembiayaan dari bank dan juga institusi mengirim dua guru Berdasarkan perwakilan mereka untuk mengikuti yang tujuan hal tersebut, kegiatan pelatihan PkM ini menulis Juli September Kegiatan Project Based Learning di meningkatkan pengetahuan dalam membuat laporan keuangan yang sesuai dengan SAK-EMKM mana guru dilibatkan untuk membuat proyek penulisan karya sastra anak. Proses pelatihan untuk peminjaman dana ke bank. Pelatihan dilakukan kepada pelaku UMKM binaan Pemerintah mengimplementasikan blended learning yang terdiri dari 16 jam workshop penulisan kreatif secara Kota Bekasi. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah pemaparan mater di dalam kelas luring dan 32 jam sesi pendampingan yang dilakukan secara daring. Sesi luring dilakukan untuk oleh dosen sebagai narasumber dan dibantu oleh asisten dosen serta mahasiswa sebagai pendamping membangun pengetahuan dasar peserta mengenai penulisan kreatif dan sastra anak. Sedangkan sesi Total partisipan dan terbagidan dua kelas. Kegiatan PkMmereka online memfasilitasi draf cerita Oktober 2019 Desember Hasil pengabdian, yang kemudian mendapatkan umpan balik untuk revisi. Menggunakan hasil kuisioner bahwa kegiatan kemampuan peserta mastery learning, 90% . akni 9 dari berhasil menuntaskan penulisan cerita anak. Lebih lanjut, para peserta menyatakan bahwa kegiatan ini memberikan manfaat bagi mereka, mengenalkan mereka akan pengetahuan literasi sastra dan meningkatkan Kata Kunci: menulis Laporansastra SAK-EMKM. UMKM anak khususnya bentuk cerita gambar dan cerita pendek. Kata Kunci: guru sekolah kreatif sastra project Ability based learning. Improvement of Preparing Financial Statements According to SAK-EMKM (TrainingABSTRACT for SME under Pemkot Bekas. ABSTRACT This community service aims to enhance elementary school teachersAo literary literacy skills through children literature creative writing project. The training project designed was in line with The SMEs literacy in general is they education do not have financial reports that educational is accepted the need of problem the inclusion in formal in primary a basis to provide funds bybybanks or other Forunder this reason, the PkM The program five elementaryschools the management are carriedOrganizationin out with the aim of increasing in preparing financial statements of Muhammadiyah Sidoarjo. Each knowledge school registered their representative with SAK-EMKM for lending Training is given to SMEs thatThe to join the creative writing program fromJuly September employed Project Based Learning in which the teachers were involved in children Pemerintah Kota Bekasi. The method that used in this training is carried out in a class The training is guided by a lecturer as awas assisted byblended an assistant and a 16-hour creative writing and 32-hour The a participant The total number of 40 and 2 classes. to build teachersAo from basicOctober writing and The The PkM activity 4th,on to December 12th,children The PkM result to questionnaire consult their drafts as seen from the results the of the this based facilitatorAos Measured activity was able to increase their capabilities and their skills related to the preparation of financial For agreed that this program was beneficial for them to enhance their knowledge on literary literacy and their writing to createSAK-EMKM. children literary works like picture book and short story. Keywords: Financial UMKM Keywords: children literature creative writing. project based learning. teacher of elementary Copyright A 2020. Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Copyright A 2021. Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. http://journal. um-surabaya. id/index. php/Axiologiya/index DOI: http://dx. org/10. 30651/aks. http://journal. um-surabaya. id/index. php/Axiologiya/index DOI: http://dx. org/10. 30651/aks. Lucia Ari Diyani. Ratna Dewi Kusumawati. Iren Meita/Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Mei 2021 Hal 222 - 232 PENDAHULUAN Pada kegiatan perekonomian saat ini. UMKM atau yang kita kenal dengan Usaha Mikro Kecil dan Menengah mempunyai andil dan peran dalam perputaran perekonomian Sesuai dengan Peraturan Walikota Bekasi No. 21 tahun 2017 tentang Pengembangan Dunia Usaha di Kota Bekasi, maka Pemkot Bekasi melakukan pembinaan terhadap 3000 UMKM. UMKM binaan Pemkot Bekasi terdiri dari beberapa cluster yaitu fashion, makanan, handy craft, aksesoris, pengrajin batik, tanaman hias, ikan hias, boneka, model, dan Penelitian terkait kegiatan (PkM) dengan topik laporan keuangan telah banyak dilakukan, diantaranya oleh Firmansyah pada tahun 2019 yang melakukan bimbingan teknis menggunakan android terhadap pelaku UMKM (Firmansyah et al. , 2. Serupa dengan kegiatan pengabdian yang dilakukan oleh Firmansyah dkk. Mahmudah dkk. 2019 juga melakukan pengabdian pada masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan para pelaku UMKM dalam hal akuntansi dan manajemen usaha (Mahmudah et al. , 2. Terdapat pula pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh Rachmanti dkk. tahun 2019 yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada para pelaku UMKM mengenai standar akuntansi yang semestinya digunakan dalam pelaporan keuangan UMKM (Rachmanti et al. , 2. Wijiyanto dkk. pada tahun 2019 kepada para UMKM untuk bidang akuntansi (Wijiyanto et al. , 2. Sedangkan Widhiastuti dkk. 2019 memberikan pelatihan akuntansi kepada para pelaku UMKM di Jawa Tengah (Widhiastuti et al. , 2. Kegiatan ini dilaksanakan untuk membantu para pelaku UMKM yang belum terlalu memahami Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan pemahaman penyusunan laporan keuangan yang mengacu pada standar yang berlaku. Standar yang berlaku untuk pelaporan keuangan pelaku UMKM adalah SAK EMKM (Standar Akuntansi Keuangan-Entitas Mikro. Kecil, dan Menenga. Menurut IAI. Laporan yang semestinya dibuat oleh pelaku UMKM dan tertuang dalam SAK EMKM yaitu Laporan posisi keuangan pada akhir periode. Laporan laba rugi selama periode, dan Catatan atas laporan keuangan (IAI, 2. Para pelaku UMKM memiliki kesulitan dalam mengembangkan Salah satu dari beberapa kesulitan yang dialami adalah para pelaku UMKM sebagian besar mengalami kesulitan permodalan yang berupa pinjaman dana dari bank (Badria & Diana, 2. Hal ini disampaikan oleh Pengamat Ekonomi Digital Yudi Candra dan disampaikan pula oleh Ketua Dinas Koperasi dan UMKM. Herawan pada pertemuan ke-2 antara Universitas Bina Insani dan Pemkot Bekasi pada hari Rabu 16 Oktober 2019. Atas dasar ini, maka Lucia Ari Diyani. Ratna Dewi Kusumawati. Iren Meita/Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Mei 2021 Hal 222 - 232 dilakukan pelatihan melalui kegiatan pengabdian pada masyarakat yang pelaksanaannya dimulai pada tanggal 4 Oktober 2019 sampai dengan 12 Desember 2019. Kegiatan dimulai dari perencanaan, pelaksanaan sampai UMKM binaan Pemerintah Kota Bekasi terdiri dari beberapa klaster yaitu fashion, makanan dan minuman, handy craft, aksesoris, pengrajin batik, tanaman hias, ikan hias, boneka, model, dan furniture. UMKM satu sektor perekonomian yang mempunyai kekuatan besar. Jumlah UMKM mencapai angka 62 juta unit pada tahun 2017 dan pada tahun 2018 mencapai angka 64 juta (Kementerian Koperasi dan UKM, 2. Saat ini, sektor UMKM menyumbang sebanyak 60% pada PDB (Syarizka, 2. Selain itu. UMKM juga membuka peluang pekerjaan kepada masyarakat dalam jumlah yang besar (Fauzia. Kemampuan UMKM dalam berkontribusi terhadap perekonomian Indonesia ini membuat pemerintah dan berbagai pihak berupaya untuk mendorong pengembangan UMKM, salah satunya adalah Pemerintah Kota Bekasi. Berdasarkan wilayah geografisnya. Kota Bekasi adalah kota yang dikelilingi oleh kawasan indutri besar dan padat penduduk. Pada saat ini, penduduk yang tercatat dalam wilayah Kota Bekasi berjumlah 2,98 juta jiwa (Mantalean, 2. Tingginya angka tersebut menjadikan Kota Bekasi menduduki peringkat empat di Jawa Barat yang memiliki penduduk yang cukup banyak. Sementara itu, angka kepadatan penduduk tiap kilometer di Kota Bekasi mencapai 13. 986 jiwa (Mantalean, 2. Jumlah jiwa yang cukup besar di Bekasi menunjukkan juga besarnya pasar yang bias menjadi sasaran para pelaku UMKM untuk memasarkan produknya. Kota Bekasi mempunyai visi dan misi. Salah satunya yaitu misi yang ke-tiga yaitu: Meningkatkan perekonomian berbasis potensi jasa kreatif dan perdagangan yang berdaya saing, tentu tidak dapat dilepaskan dari keberadaan UMKM. Pemerintah Kota Bekasi mengeluarkan Peraturan Walikota Bekasi Nomor 21 Tahun 2017 yang memuat peraturan mengenai pengembangan dunia usaha di kota Bekasi (Peraturan Walikota Bekasi. Peraturan tersebut mencakup pengaturan upaya pengembangan dunia usaha oleh Pemerintah Daerah agar sesuai dengan arah pengembangan yang sudah ditetapkan. Salah satu arah pengembangan usaha yaitu percepatan pengembangan sektor riil dan pemberdayaan UMKM. Sebenarnya permodalan pelaku UMKM dapat diatasi, salah satunya dengan pemberian bantuan kredit dan pembiayaan yang bisa didapatkan salah satunya melalui Bank Umum. Bank Indonesia menetapkan kewajiban minimal kuota pemberian kredit dan pembiayaan UMKM tiap-tiap Bank Umum. Selain itu. Peraturan Bank Indonesia Nomor 17/12/PBI/2015 menyatakan jika rasio kredit UMKM dibandingkan dengan total kredit ataupun pembiayaan minimum adalah 20% (Peraturan Bank Indonesia, 2. Para pelaku UMKM bisa mendapatkan kredit Lucia Ari Diyani. Ratna Dewi Kusumawati. Iren Meita/Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Mei 2021 Hal 222 - 232 atau pembiayaan tersebut dengan cara mengajukan pembiayaan maupun permohonan kredit. Pengajuan maupun kredit kepada Bank Umum membutuhkan beberapa dokumen. Merujuk pada Lampiran Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 42/ POJK. 03/2017, masing-masing Bank berkewajiban untuk menetapkan dikumpulkan oleh para calon kreditur sesuai dengan jenis pembiayaan yang diberikan (Peraturan Otoritas Jasa Keuangan, 2. Salah satu contoh dokumen yang diperlukan adalah laporan keuangan. Dokumendokumen persyaratan pengajuan kredit atau pembiayaan digunakan oleh pihak Bank untuk menganalisis kemampuan pengembalian dana yang nantinya akan diberikan oleh bank dan juga penentuan berapa besarnya pembiayaan yang bisa diberikan. Adanya peraturan yang mengatur alokasi kredit atau pembiayaan khusus kepada UMKM seperti mata pisau yang mempunyai dua sisi. Sisi yang menguntungkan adalah UMKM bisa mendapatkan bantuan kredit atau pembiayaan. Namun disisi lain. UMKM tidak semuanya memiliki keuangan dengan benar sebagai salah satu persyaratan mendapatkan pinjaman kredit dari Bank. Dapat dikatakan bahwa sebagian besar para pelaku UMKM belum memiliki mengenai standar akuntansi keuangan (Sholikin & Setiawan, 2. Hingga saat ini, akses para pelaku UMKM kepada sumber penyedia permodalan masih rendah (Purwanti. Dikutip dari pernyataan Perum Jamkrindo, banyak Bank yang menolak pengajuan kredit oleh pihak UMKM (Supriyatna, 2. Hal tersebut disebabkan karena pelaku UMKM yang mengajukan permohonan pembiayaan belum memiliki laporan keuangan yang dapat dilampirkan dalam pengajuan kredit atau pembiayaan. Kendala yang banyak terjadi adalah para pelaku UMKM kurang memahami proses pencatatan akuntansi (Agustina et , 2. Para pelaku UMKM membuat pencatatan keuangan hanya menggunakan mutasi kas yang tidak mereka (Tatik, 2. Padahal. Laporan Keuangan digunakan sebagai dokumen pengajuan persyaratan kredit. Permasalahan riil yang dihadapi para pelaku UMKM diantaranya adalah: kurangnya pengetahuan mengenai persyaratan pengajuan kredit atau pembiayaan ke Bank, minimnya keuangan, kurangnya kemampuan untuk membuat laporan keuangan dan tidak banyak tersedia pelatihan terkait permasalahan tersebut. METODE PENELITIAN Kegiatan PkM dimulai dari perencanaan, pelaksanaan, dan juga Kegiatan perencanaan dimulai tanggal 4 Oktober 2019. Pada tahapan perencanaan, dilakukan diskusi dengan pihak Pemkot Bekasi kebutuhan pelatihan pelaku UMKM Lucia Ari Diyani. Ratna Dewi Kusumawati. Iren Meita/Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Mei 2021 Hal 222 - 232 dan juga informasi lainnya seperti jumlah peserta dan lainnya. UMKM binaan Pemkot Bekasi terdiri dari beberapa klaster yaitu fashion, makanan dan minuman, handy craft, aksesoris, pengrajin batik, tanaman hias, ikan hias, boneka, model, dan Berdasarkan beberapa pertimbangan dari para ketua klaster, diputuskan bahwa jumlah peserta yang dapat ikut serta dalam pelatihan ini adalah sebanyak 40 orang, sebagian besar berasal dari klaster makanan dan minuman. Pelatihan di Universitas Bina Insani pada tanggal 11 Desember 2019. Metode pelaksanaan pelatihan dilakukan di dalam kelas dengan jumlah peserta 20 orang per kelas dan tiap kelas mempunyai narasumber seorang dosen dari Program Studi Akuntansi. Tiap kelas, peserta akan didampingi oleh asisten dosen dan dua mahasiswa yang bertugas mendampingi dan membantu peserta yang memiliki Tahapan atau langkahlangkah pelatihan adalah sebagai berikut: Memberikan mengenai persyaratan pengajuan kredit atau pembiayaan ke Bank dengan mendatangkan salah satu pihak bank pemerintah Pelatihan menyusun tabular memahami alur setiap transaksi . engadaptasi dari contoh soal dalam buku Financial Accounting (Weygandt et al. , 2. Pelatihan menyusun Laporan posisi keuangan pada akhir Pelatihan menyusun Laporan laba rugi selama periode. Pencatatan atas laporan keuangan, yang berisi tambahan dan rincian akun-akun tertentu yang relevan. Latihan soal Sebelum akhir sesi pelatihan di kegiatan, dibagikan angket kepuasan dan angket keberlanjutan materi yang diisi oleh masing-masing peserta Angket ini menjadi dasar kendali dan hasil dari kegiatan PkM yang dilaksanakan. Evaluasi atas pelaksanaan kegiatan pelatihan juga dilakukan dengan melihat hasil angket yang telah diisi oleh para peserta HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Angket Kepuasan Pelatihan pembuatan laporan keuangan untuk peminjaman dana ke bank untuk pelaku UKM terlaksana dengan sangat baik. Kegiatan ini diawali dengan persiapan panitia. Gambar 1 menunjukkan persiapan pada saat hari pelaksanaan kegiatan. Kemudian setelah itu dilanjutkan dengan registrasi para peserta. Pada Gambar 2 terlihat peserta melakukan registrasi sebelum kegiatan dimulai. Pada saat pemaparan materi, para peserta aktif berpartisipasi dan juga mengungkapkan situasi yang dihadapi oleh mereka. Hal tersebut dapat dilihat pada Gambar 3 dimana para peserta mengikuti pemaparan materi dengan baik, serta pada Gambar 4 dan Gambar 5 dimana peserta antusias mengerjakan latihan soal dengan didampingi narasumber, asisten Lucia Ari Diyani. Ratna Dewi Kusumawati. Iren Meita/Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Mei 2021 Hal 222 - 232 dosen, dan juga mahasiswa. Para peserta selama ini hanya mencatat kas keluar dan kas masuk, tanpa menyusun laporan keuangan karena tidak memiliki kemampuan menyusun laporan keuangan. Gambar 1. Persiapan Pelatihan Gambar 2. Registrasi Peserta Gambar 3. Pemaparan Materi Gambar 4. Peserta Mengerjakan Latihan Soal Gambar 5. Antusiasme Peserta Mengerjakan Latihan Soal Materi yang digunakan dalam pelatihan ini disampaikan dengan bahasa sesederhana mungkin agar mudah untuk dimengerti oleh para peserta, karena para peserta tidak memiliki latar belakang pengetahuan Setelah pemaparan materi, para peserta diminta mengerjakan soal latihan, untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta. Hasil dari latihan soal menunjukkan bahwa sebagian besar peserta sudah benar dalam membuat tabular analysis dan juga pembuatan laporan keuangan sederhana yang sesuai dengan standar akuntansi keuangan EMKM. Selain itu, berdasarkan hasil angket kepuasan, pelatihan yang dilaksanakan sangat bermanfaat bagi pelaku UMKM karena materi yang diberikan sesuai dengan harapan, dan disampaikan dengan cara yang mudah dimengerti. Hasil dari pengamatan pada saat kegiatan PkM berlangsung yaitu: Para Peserta mengenai prosedur peminjaman dana ke bank yang salah menyeratakan laporan keuangan. Para Peserta antusias dalam mengenai tujuan membuat laporan keuangan, dan langkah-langkah pembuatan laporan keuangan. Para Peserta berpartisipasi aktif pada saat diberikan waktu untuk Para Peserta secara keseluruhan laporan keuangan, yang dilihat melalui hasil jawaban soal latihan Lucia Ari Diyani. Ratna Dewi Kusumawati. Iren Meita/Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Mei 2021 Hal 222 - 232 yang diberikan sesuai dengan Tingkat keberhasilan pelaksanaan diukur dengan menggunakan angket Angket berisikan 13 item pernyataan yang terbagi dalam tiga kategori yaitu manfaat bagi peserta, penyajian materi, dan pembicara. Skala yang digunakan dalam angket kepuasan adalah empat, yaitu SS untuk pilihan Sangat Setuju. S untuk Setuju. TS untuk Tidak Setuju, dan STS untuk Sangat Tidak Setuju. Angket seluruh peserta dan hasil dari angket kepuasan secara umum menyatakan bahwa kegiatan PkM yang dilakukan dilakukan dengan baik, dan pembicara yang dihadirkan juga baik. Rata-rata jawaban isian angket untuk seluruh item terlihat pada Gambar 6. Grafik yang ada pada Gambar 6 menunjukkan nilai rata rata 71% peserta mengisi sangat setuju dan setuju sebesar 29% terhadap pelatihan yang diberikan. Hasil angket tidak menunjukkan isian tidak setuju dan juga sangat tidak Hasil tersebut menunjukkan bahwa para peserta merasa sangat puas dengan pelatihan yang diberikan. Gambar 6. Grafik Hasil Angket Kepuasan Rata-rata nilai pada masingmasing kategori angket dapat dilihat di Tabel 1. Hasil yang tertera pada Tabel 1 menunjukkan rata-rata hasil angket pada kategori manfaat bagi peserta adalah 73% sangat setuju dan 27% setuju. Hal tersebut menunjukkan bahwa peserta merasa pelatihan yang diberikan bermanfaat. Kategori penyajian materi menunjukkan ratarata nilai 66% sangat setuju dan 34% setuju. Dapat dikatakan bahwa peserta merasa bahwa penyajian materi yang diberikan sangat baik. Kategori pembicara menunjukkan nilai 73% sangat setuju dan 27% Hal tersebut menunjukkan bahwa pembicara yang dihadirkan dalam mengisi pelatihan sangat baik dan mudah untuk diterima oleh para Tabel 1. Rata-rata Nilai Angket per Kategori Kategori STS Manfaat bagi Penyajian Pembicara Adapun kendala yang ada pada saat pelaksanaan kegiatan adalah waktu yang kurang panjang dan juga materi lain yang diminta dijelaskan oleh peserta. Hal tersebut dapat ditingkatkan pada pelatihan selanjutnya yang memungkinkan pelatihan dilakukan dalam waktu yang lebih panjang maupun dalam beberapa pertemuan, agar para peserta dapat lebih memahami materi yang lebih Materi lain yang diminta Lucia Ari Diyani. Ratna Dewi Kusumawati. Iren Meita/Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Mei 2021 Hal 222 - 232 oleh para peserta sudah ditampung dengan angket keberlanjutan. Hasil Angket Keberlanjutan Rencana tahapan pelaksanaan PkM selanjutnya didasarkan pada hasil angket keberlanjutan yang didistribusikan kepada para peserta di akhir pelatihan. Tujuan dari didistribusikannya angket ini adalah dari para peserta materi apa saja yang memang benar-benar mereka selanjutnya juga bermanfaat bagi para peserta. Angket keberlanjutan terdiri dari satu pertanyaan mengenai ketertarikan pelatihan selanjutnya yang dibutuhkan oleh para peserta, disertai dengan 11 pilihan materi yang dapat dipilih lebih dari satu. Angket keberlanjutan diisi dan dikembalikan oleh 40 peserta pelatihan. Hasil dari angket keberlanjutan tertuang pada Gambar 7. Gambar 7. Grafik Hasil Angket Keberlanjutan Berdasarkan keberlanjutan pada Gambar 7, materi pelatihan lanjutan penyusunan laporan keuangan . ntuk peminjaman dana ke ban. serta pelatihan perhitungan harga pokok produksi serta harga pokok penjualan diminati oleh 24 peserta. Sebanyak 13 peserta menginginkan materi pendampingan peminjaman dana ke bank dan 5 peserta menginginkan pelatihan lainnya seperti bisnis model canvas dan marketing. Sebanyak 17 peserta menginginkan materi pelatihan perhitungan pajak dan sistem pencatatan kas kecil dan rekonsiliasi bank. Sejumlah 15 peserta menginginkan materi pelatihan pengisian e-SPT. Sejumlah 19 peserta menginginkan pelatihan perhitungan pemesanan persediaan secara ekonomis. Sebanyak 29 peserta memilih pelatihan perhitungan dan pencatatan persediaan dan pelatihan perhitungan dan pencatatan penyusutan aset. Sebanyak 22 peserta menginginkan pelatihan mengenai Materi pelatihan yang paling banyak diminati dan tentunya dibutuhkan oleh para peserta adalah pelatihan perhitungan dan pencatatan persediaan serta pelatihan perhitungan dan pencatatan penyusutan aset. Lucia Ari Diyani. Ratna Dewi Kusumawati. Iren Meita/Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Mei 2021 Hal 222 - 232 SIMPULAN Setelah pengetahuan mengenai prosedur dan persyaratan untuk keperluan meminjam dana ke Bank serta mampu membuat laporan keuangan yang sesuai dengan standar yang berlaku, yaitu Standar Akuntasi Keuangan EMKM, sehingga dikemudian hari, laporan yang telah dibuat tersebut dapat digunakan untuk pengajuan persyaratan kredit atau pembiayaan ke Bank. Kesimpulan yang dapat ditarik dari kegiatan yang telah dilakukan Kegiatan terselenggara dengan baik dan lancar. Selain itu, materi juga disampaikan oleh narasumber dengan bahasa yang baik sehingga para peserta pelatihan mudah untuk memahami materi yang Dengan adanya pembelajaran tentang penyusunan laporan keuangan pada UMKM kota Bekasi tersebut, maka pemilik UMKM dapat membuat laporan usahanya dalam pengajuan kredit ke bank. Sehingga pendapatan dan pengeluaran, posisi asset dan hutang, posisi laba atau UMKM masing-masing kelompok usaha dapat diketahui dengan benar. Dengan adanya laporan keuangan pada UMKM kota Bekasi berbagai klaster, maka keluar masuknya dana bisa diketahui dengan jelas, terutama dana yang dimiliki yang dikhususkan untuk usaha, dan dana yang diperuntukkan untuk keperluan sehari-hari. Berdasarkan keberlanjutan, maka model kegiatan pelatihan seperti ini dibutuhkan oleh UMKM, sehingga harus terus dilakukan secara rutin, misalnya tiap semester. Berdasarkan angket keberlanjutan, maka model kegiatan pelatihan seperti ini dibutuhkan oleh UMKM, sehingga harus terus dilakukan secara rutin, misalnya tiap Rekomendasi bagi peneliti UMKM per kluster sehingga lebih memudahkan bagi narasumber ataupun pelaku UMKM dalam menyusun Laporan Keuangan. Selanjutnya, berkelanjutan dan dievaluasi untuk mengetahui perbedaan pemahaman setelah dilakukan pendampingan. DAFTAR PUSTAKA