https://ejournal. org/index. php/AhsaniTaqwim e-ISSN: 3a047-2563. p-ISSN: 3047-2571. Hal. INOVASI STRATEGI PENDIDIKAN UNTUK MENINGKATKAN PEMBELAJARAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS Ashrul Rezky Siagian Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan ashrulsiagian3@gmail. Rahmat Syaleh Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan rhmtsylh12@gmail. Article History: Received: Agustus 31 , 2025. Accepted: September 13, 2025. Published: Oktober 18, 2025. Keywords: Children with Special Needs. Educational Strategies. Inclusive Education. Abstract. Children with special needs (CWSN) require educational approaches tailored to their individual characteristics and needs. The main problems in educating CWSN include the lack of appropriate teaching strategies, limited facilities, and insufficient teacher competencies in handling diverse abilities. This study aims to identify and analyze effective educational strategies for CWSN in inclusive school settings. The research uses a qualitative descriptive method with a case study approach conducted at an inclusive school in Indonesia. Data were collected through observations, interviews with teachers, and learning documentation. The results indicate that effective educational strategies for CWSN include individualized learning plans, multisensory-based learning, collaboration between teachers and support staff, and active parental involvement. The conclusion is that the success of education for CWSN depends largely on flexible methods, teacher competence, and a supportive adaptive learning Therefore, developing inclusive and childcentered learning strategies is key to achieving equitable and quality education for all children. Abstrak. Anak berkebutuhan khusus (ABK) memerlukan Permasalahan utama yang dihadapi dalam pendidikan ABK adalah kurangnya strategi pembelajaran yang tepat, keterbatasan fasilitas, serta minimnya kompetensi pendidik dalam menangani keberagaman kemampuan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis strategi pendidikan yang efektif bagi ABK di lingkungan sekolah inklusif. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus di salah satu sekolah inklusi di Indonesia. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan guru, dan dokumentasi Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pendidikan yang efektif bagi ABK meliputi penggunaan 627 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 2 No. 3 Oktober 2025 Inovasi Strategi Pendidikan Untuk Meningkatkan Pembelajaran Anak . | Ashrul Rezky Siagian. Rahmat Syaleh pendekatan individual . ndividualized learning pla. , pembelajaran berbasis multisensori, kolaborasi guru dan tenaga pendukung, serta keterlibatan aktif orang tua. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa keberhasilan pendidikan bagi ABK sangat bergantung pada fleksibilitas metode, kompetensi pendidik, serta dukungan lingkungan belajar yang adaptif. Oleh karena itu, pengembangan strategi pembelajaran yang inklusif dan berorientasi pada kebutuhan individu anak menjadi kunci utama dalam mewujudkan pendidikan yang adil dan berkualitas bagi semua anak. PENDAHULUAN Strategi pendidikan yang efektif untuk anak berkebutuhan khusus (ABK) merupakan hal yang sangat penting dalam menciptakan proses pembelajaran yang inklusif dan bermakna. Pendekatan yang diterapkan dalam pendidikan harus disesuaikan secara individual agar dapat membantu mereka mencapai potensi maksimal. Namun, dalam praktiknya, masih banyak keterbatasan fasilitas, dan metode pembelajaran yang belum optimal. Oleh karena itu, perlu dikembangkan strategi pendidikan yang efektif dan tepat sasaran untuk mengatasi permasalahan tersebut. Langkah pertama dalam strategi pendidikan bagi ABK adalah memahami kebutuhan individu setiap anak. Pendidik harus melakukan asesmen menyeluruh untuk mengetahui kekuatan, kelemahan, dan gaya belajar anak. Dengan pemahaman ini, pendidik dapat merancang metode pengajaran yang sesuai sehingga anak dapat belajar dengan nyaman dan Misalnya, anak dengan kesulitan pendengaran memerlukan alat bantu dengar dan metode visual, sedangkan anak dengan gangguan motorik mungkin memerlukan penyesuaian lingkungan fisik di kelas. (Hak & Berkebutuhan. Menciptakan lingkungan belajar yang mendukung sangat krusial. Lingkungan yang aman, nyaman, dan bebas dari stres akan membantu anak berkebutuhan khusus merasa diterima dan termotivasi untuk belajar. Penataan ruang kelas harus memperhatikan kebutuhan fisik dan emosional anak, seperti pencahayaan yang cukup, ventilasi yang baik, serta penyediaan 628 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 2 No. 3 Oktober 2025 https://ejournal. org/index. php/AhsaniTaqwim e-ISSN: 3a047-2563. p-ISSN: 3047-2571. Hal. alat bantu yang diperlukan seperti kursi roda, headphone peredam suara, atau bahan sensorik. Lingkungan yang kondusif juga mengurangi gangguan dan membantu anak fokus pada pembelajaran. Metode pengajaran yang digunakan harus fleksibel dan multisensorik. Anak berkebutuhan khusus sering kali belajar lebih baik melalui pengalaman langsung yang melibatkan berbagai indera. Oleh karena itu, penggunaan alat peraga, media visual, permainan edukatif, dan aktivitas kinestetik sangat Misalnya, untuk anak dengan gaya belajar kinestetik, guru dapat menggunakan aktivitas seperti bermain peran atau menyusun puzzle, sementara untuk anak visual, penggunaan gambar dan video akan lebih efektif. Pendekatan ini juga membantu anak memahami konsep secara lebih mendalam dan menyenangkan. (Juliatuti. Fachrozi, & Oktarina, 2. Instruksi yang diberikan kepada anak berkebutuhan khusus harus jelas, sederhana, dan terstruktur. Anak-anak ini mungkin mengalami kesulitan memahami instruksi yang kompleks atau tidak terorganisir. Oleh sebab itu, guru perlu memecah tugas menjadi langkah-langkah kecil dan memberikan petunjuk visual yang memudahkan mereka mengikuti proses pembelajaran. Komunikasi yang efektif antara guru dan anak sangat penting untuk memastikan anak memahami apa yang harus dilakukan dan merasa percaya diri dalam belajar. Selain itu, dukungan tambahan seperti terapi wicara, terapi okupasi, atau terapi fisik juga sangat membantu dalam menunjang perkembangan anak berkebutuhan khusus. Terapi-terapi ini dapat membantu anak mengatasi hambatan tertentu sehingga mereka dapat lebih optimal dalam mengikuti pembelajaran di kelas. Kolaborasi antara guru, terapis, dan orang tua menjadi kunci keberhasilan dalam merancang program pendidikan yang komprehensif dan holistik. Penggunaan teknologi juga menjadi salah satu strategi efektif dalam pendidikan ABK. Berbagai aplikasi pendidikan, perangkat lunak khusus, dan alat bantu teknologi dapat membantu anak memahami materi pelajaran dengan cara yang lebih menarik dan interaktif. Strategi pendidikan yang 629 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 2 No. 3 Oktober 2025 Inovasi Strategi Pendidikan Untuk Meningkatkan Pembelajaran Anak . | Ashrul Rezky Siagian. Rahmat Syaleh efektif untuk anak berkebutuhan khusus harus berfokus pada pemahaman kebutuhan individu, penciptaan lingkungan belajar yang mendukung, penggunaan metode pengajaran multisensorik, pemberian instruksi yang jelas, dukungan terapi tambahan, pemanfaatan teknologi, serta evaluasi dan penyesuaian berkelanjutan. Dengan menerapkan strategi-strategi ini, anak berkebutuhan khusus dapat memperoleh pendidikan yang berkualitas dan meraih potensi terbaiknya dalam kehidupan. (Saidah & Muthmainnah, 2. METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pendekatan ini dipilih karena bertujuan untuk menggambarkan secara mendalam dan sistematis mengenai strategi pendidikan yang efektif bagi anak berkebutuhan khusus (ABK). Penelitian kualitatif memungkinkan peneliti untuk memahami fenomena pendidikan ABK dalam konteks nyata, dengan fokus pada pengalaman, persepsi, dan praktik yang diterapkan di lapangan. Sumber data dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam dengan guru, orang tua, dan tenaga pendidik yang terlibat langsung dalam proses pendidikan anak berkebutuhan khusus. Selain itu, observasi langsung di kelas inklusi juga dilakukan untuk memperoleh gambaran nyata tentang pelaksanaan strategi pembelajaran. Data dokumen-dokumen kurikulum, laporan sekolah, jurnal, dan literatur terkait yang relevan dengan topik penelitian. Analisis data dilakukan secara kualitatif menggunakan teknik analisis interaktif yang terdiri dari tiga tahap utama, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pada tahap reduksi data, peneliti menyaring dan merangkum data yang relevan. Selanjutnya, data disajikan dalam bentuk narasi dan tabel untuk memudahkan pemahaman. Terakhir, peneliti melakukan penarikan kesimpulan dengan menghubungkan temuan penelitian dengan teori dan literatur yang ada. Proses analisis dilakukan secara berulang 630 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 2 No. 3 Oktober 2025 https://ejournal. org/index. php/AhsaniTaqwim e-ISSN: 3a047-2563. p-ISSN: 3047-2571. Hal. untuk memastikan validitas dan keakuratan data sehingga hasil penelitian dapat menggambarkan strategi pendidikan yang efektif bagi ABK secara HASIL DAN PEMBAHASAN Strategi pendidikan yang efektif untuk anak berkebutuhan khusus kemampuan, dan karakteristik unik setiap anak. (Melinea, 2. Karena setiap anak memiliki hambatan dan potensi yang berbeda, pendekatan pembelajaran yang bersifat satu arah tidak akan efektif. Oleh karena itu, asesmen individual menjadi langkah penting untuk mengidentifikasi kekuatan dan tantangan yang dihadapi anak. Dengan informasi ini, pendidik dapat menyesuaikan metode pengajaran, materi, dan media pembelajaran agar sesuai dengan gaya belajar dan kebutuhan khusus anak. Ini dapat membantu anak mencapai perkembangan optimal sesuai potensi masing-masing. Memahami Dan Menyesuaikan Kebutuhan Individu Anak Berkebutuhan Khusus Memahami (ABK) fundamental merancang strategi pembelajaran efektif. Mereka memili pendekatan pembelajaran yang diterapkan harus bersifat personal dan disesuaikan dengan kebutuhan unik masing-masing anak. Pendidik perlu kelemahan, minat, serta gaya belajar anak. Dengan informasi ini, guru dapat merancang program pembelajaran yang tepat, sehingga proses belajar menjadi lebih bermakna dan optimal. Penyesuaian kurikulum menjadi salah satu aspek penting dalam memenuhi kebutuhan ABK. (Gusmiati. Munawaroh. Nadia, & . , 2. Kurikulum yang diterapkan harus fleksibel dan dapat dimodifikasi sesuai dengan tingkat kemampuan akademik dan perkembangan anak. Misalnya, anak yang memiliki IQ tinggi dapat mengikuti kurikulum terpadu dengan materi standar, sementara anak dengan kemampuan sedang atau rendah 631 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 2 No. 3 Oktober 2025 Inovasi Strategi Pendidikan Untuk Meningkatkan Pembelajaran Anak . | Ashrul Rezky Siagian. Rahmat Syaleh memerlukan kurikulum modifikasi yang lebih fungsional dan berfokus pada pengembangan keterampilan hidup sehari-hari. (PPI) dirancang secara kolaboratif antara guru tetap, guru pendamping, dan orang tua sangat membantu memastikan bahwa pembelajaran cock untuk kemanfaatan juga sesuai kebutuhannya. Selain penyesuaian kurikulum, pendekatan pembelajaran yang holistik dan multisensorik juga sangat efektif untuk ABK. Metode ini melibatkan berbagai indera anak dalam proses belajar, seperti penglihatan, pendengaran, dan sentuhan, sehingga membantu anak memahami materi dengan lebih baik. Penggunaan alat peraga, media visual, audio, serta aktivitas kinestetik dapat meningkatkan keterlibatan dan motivasi belajar Pendekatan ini juga memberikan kesempatan bagi. (Sidik, 2. Lingkungan yang aman, nyaman, dan bebas dari stres membantu anak merasa diterima dan termotivasi untuk belajar. Penataan ruang kelas yang memperhatikan kebutuhan fisik dan emosional anak, seperti penyediaan alat bantu dengar, kursi roda, atau ruang tenang, dapat Keterlibatan orang tua dan kolaborasi antara guru, terapis, dan tenaga pendidik lainnya menjadi kunci keberhasilan pendidikan ABK. Orang tua harus dilibatkan secara aktif dalam proses pendidikan, mulai dari asesmen awal, perencanaan pembelajaran, hingga evaluasi hasil belajar. (Maulana. Umam, & . , 2. Dukungan dari berbagai pihak ini memastikan bahwa kebutuhan anak terpenuhi secara menyeluruh dan berkelanjutan. Teknologi juga memegang peranan penting dalam menyesuaikan kebutuhan individu ABK. Berbagai aplikasi dan perangkat lunak edukatif yang dirancang khusus mengupayakan semangat anak melalui strategi interaktif Teknologi kemandirian anak untuk belajar. Secara keseluruhan, memahami dan menyesuaikan kebutuhan 632 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 2 No. 3 Oktober 2025 https://ejournal. org/index. php/AhsaniTaqwim e-ISSN: 3a047-2563. p-ISSN: 3047-2571. Hal. komprehensif dan fleksibel. Dengan asesmen yang tepat, penyesuaian kurikulum, metode pembelajaran multisensorik, lingkungan belajar yang mendukung, kolaborasi intensif dengan orang tua dan tenaga profesional, serta pemanfaatan teknologi, pendidikan bagi ABK dapat berjalan efektif juga akan lebih meningkatkan pahamnya (Abk & Sekolah, 2. Pendekatan ini juga mengembangkan potensi dan kemandirian mereka secara maksimal. Menciptakan Lingkungan dan Metode Pembelajaran yang Mendukung Membentuk suasan menuntut ilmu yang mendukung juga inklusif merupakan langkah penting pendidikan anak berkebutuhan khusus (ABK). (Amahoru & Ahyani, 2. Lingkungan yang kondusif tidak hanya meliputi aspek fisik, tetapi juga sosial dan ketenangan upaya menjadikan mereka dirasa aman juga diterima, serta terdorong semangatnya mencari ilmu. Salah satu cara utama adalah dengan meningkatkan kesadaran dan pemahaman seluruh komunitas sekolah mengenai kebutuhan khusus anak, seperti autisme atau disabilitas lainnya. (Uyun. Astuti Dewi. Nigsih Widya. Nofridayana, & Marhadi, 2. Pelatihan bagi guru, staf, siswa, dan orang tua sangat penting agar mereka dapat mengenali karakteristik dan cara mendukung ABK secara efektif. Dengan pemahaman ini, sekolah dapat membangun budaya inklusif yang menghargai keberagaman dan mendorong rasa saling menghormati antar siswa. Pengaturan fisik ruang kelas juga harus disesuaikan dengan kebutuhan anak. (Mustaqim, 2. Ruang kelas yang ramah ABK biasanya memiliki tata letak yang terstruktur, area yang tenang untuk mengurangi gangguan sensorik, serta penggunaan alat bantu visual yang mendukung komunikasi dan pemahaman materi. Selain itu, penyediaan fasilitas aksesibilitas seperti kursi roda dan alat bantu pendengaran sangat membantu anak dalam mengikuti pembelajaran. (Bintang. Juliani, & Gusmaneli, 2. Metode pembelajaran yang diterapkan harus beragam dan fleksibel, mengakomodasi gaya belajar Metode direct instruction 633 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 2 No. 3 Oktober 2025 Inovasi Strategi Pendidikan Untuk Meningkatkan Pembelajaran Anak . | Ashrul Rezky Siagian. Rahmat Syaleh memberikan instruksi langkah demi langkah yang jelas dan terstruktur, sangat efektif untuk anak yang membutuhkan panduan eksplisit. Cooperative learning juga menjadi metode yang efektif karena melibatkan siswa dalam kerja sama kelompok, meningkatkan interaksi sosial dan penghargaan terhadap perbedaan kemampuan. Selain itu, task analysis membantu memecah tugas menjadi langkah-langkah kecil yang dapat dikelola oleh anak, sehingga mereka lebih mudah mencapai tujuan Pemanfaatan teknologi asistif juga sangat dianjurkan untuk mendukung proses belajar ABK. Perangkat lunak pembaca layar, aplikasi interaktif, dan alat komunikasi alternatif dapat membantu mengatasi hambatan belajar dan meningkatkan kemandirian anak. Kolaborasi antara guru, terapis, konselor, dan orang tua dalam merancang Rencana Pendidikan Individual (IEP) memastikan bahwa strategi pembelajaran yang benar-benar (Wafiqni. Rahmaniah, & Supena, 2. Pemantauan dan evaluasi berkala terhadap kemajuan anak juga penting untuk menyesuaikan metode dan lingkungan belajar secara dinamis. Dengan pendekatan yang holistik ini, (ABK) dapat mencari ilmu di suasana mendukung juga mampu mengoptimalkan potensi mereka secara maksimal. Strategi Manajemen Kelas Inklusif untuk Mendukung Pembelajaran Anak Berkebutuhan Khusus Manajemen mendukung keberhasilan pembelajaran anak berkebutuhan khusus (ABK). Strategi ini melibatkan penyesuaian kurikulum, pengelolaan lingkungan fisik kelas, serta dukungan sosial dari guru dan orang tua untuk menciptakan suasana belajar yang kondusif, inklusif, dan berpusat pada kebutuhan siswa. Penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen kelas yang efektif mampu meningkatkan keterlibatan dan prestasi ABK melalui pendekatan individual, adaptasi kurikulum, dan kolaborasi antara guru juga ayah ibu. 634 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 2 No. 3 Oktober 2025 https://ejournal. org/index. php/AhsaniTaqwim e-ISSN: 3a047-2563. p-ISSN: 3047-2571. Hal. Strategi utama ilah penerapan kurikulum fleksibel dapat dicocokkan unutk pemahaman juga dimanfaatkan bagi mereka. (Ade Ikbal Pauji, 2. Guru menggunakan pendekatan diferensiasi. Selain itu, pengelolaan fisik kelas diatur sedemikian rupa agar ramah terhadap kebutuhan khusus, seperti menyediakan ruang tenang dan alat bantu pendukung yang memudahkan anak dalam mengikuti pembelajaran. Dukungan sosial dari guru sangat penting dalam manajemen kelas (E-issn et al. , 2. Guru harus bersikap sabar, responsif, dan komunikatif, sehingga mampu membangun hubungan positif dengan siswa dan orang tua. Pelatihan berkelanjutan bagi guru juga diperlukan agar mengimplementasikan strategi pengelolaan kelas yang efektif. Kolaborasi antara guru, orang tua, dan tenaga profesional lain seperti terapis menjadi kunci keberhasilan dalam memenuhi kebutuhan ABK secara holistik. Selain itu, (Karoso. Handayani. Pujosisanto, & Surabaya, 2. penggunaan pendekatan individual dan personal teacher membantu mengatasi tantangan perilaku dan interaksi sosial yang sering dialami ABK. Evaluasi berbasis Program Pembelajaran Individual (PPI) memungkinkan penyesuaian strategi pembelajaran secara dinamis sesuai perkembangan Pengelolaan kelas inklusif yang optimal juga memerlukan dukungan sarana prasarana yang memadai dan kebijakan sekolah yang mendukung pendidikan inklusi secara menyeluruh. Dengan menerapkan strategi manajemen kelas inklusif yang komprehensif, sekolah dapat menciptakan lingkungan belajar yang ramah, mendukung, dan mampu mengoptimalkan potensi anak berkebutuhan khusus, sehingga mereka dapat berkembang secara akademik maupun sosial. KESIMPULAN Secara keseluruhan penelitian ini ialah strategi pendidikan efektif untuk anak berkebutuhan khusus harus didasarkan pada pemahaman mendalam terhadap kebutuhan dan karakteristik individu anak, serta penerapan metode 635 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 2 No. 3 Oktober 2025 Inovasi Strategi Pendidikan Untuk Meningkatkan Pembelajaran Anak . | Ashrul Rezky Siagian. Rahmat Syaleh pembelajaran yang inklusif dan adaptif. Lingkungan belajar yang kondusif, dukungan dari guru, orang tua, dan tenaga profesional, serta penggunaan teknologi asistif menjadi faktor penting dalam menunjang keberhasilan pembelajaran ABK. Penyesuaian kurikulum dan manajemen kelas yang responsif terhadap kebutuhan anak juga sangat menentukan pencapaian hasil belajar yang optimal. Keberhasilan strategi ini banyak manfaatnya, kolaborasi baik antara semua pihak terkait dan ketersediaan sumber daya yang memadai. Penelitian ini memiliki keterbatasan dalam cakupan sampel dan konteks sekolah yang berbeda, sehingga hasilnya tidak dapat digeneralisasi secara luas tanpa mempertimbangkan variabel kontekstual. Oleh karena itu, penelitian lanjutan disarankan untuk mengkaji penerapan strategi pendidikan inklusif di berbagai lingkungan dan jenjang pendidikan yang lebih beragam, serta mengeksplorasi peran teknologi terbaru dalam mendukung pembelajaran ABK secara lebih Selain itu, pelatihan berkelanjutan bagi guru dan peningkatan fasilitas sekolah menjadi rekomendasi penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak berkebutuhan khusus secara berkelanjutan. REFERENSI