Comparativa Vol. 5 No. Juli Ae Desember 2024 TRADISI ZIARAH KUBUR DI PULAU PAJENEKANG KABUPATEN PANGKEP PERSPEKTIF ISLAM Muh. Fajar Rizky1. Fadhliah Mubakkirah2. Ubay3 1,2,3 UIN Datokarama Palu Email: muhfajarrizky217@gmail. Abstrak The tradition of grave pilgrimage has become a common practice among Muslims in Indonesia, including the community on Pajenekang Island. Pangkep Regency. South Sulawesi. This tradition includes rituals of visiting the graves of Islamic scholars who are considered to have contributed to the spread of Islam, as well as heroes who fought to protect the sovereignty of Pajenekang Island from Dutch colonizers. This practice is a heritage passed down from generation to generation. This study employs a qualitativedescriptive research method with an empirical juridical approach. The findings indicate that the tradition of grave pilgrimage on Pajenekang Island in Pangkep Regency integrates Islamic principles with local cultural This includes rituals such as bringing specific traditional cakes to the gravesite and praying or performing tawassul near the grave. The pilgrimage is conducted on the third Friday of the month of Muharram. The study concludes that, based on the theory of AoUrf and the principle of AlAoAdatu Muhakkamah, the tradition of grave pilgrimage on Pajenekang Island is permissible . as it does not conflict with Islamic teachings. However, attention must be given to the intention and purpose of the pilgrimage to ensure that individuals do not fall into the practice of shirk . Keywords : Grave pilgrimage. Pajenekang Island, tradition. PENDAHULUAN Islam merupakan agama yang terbuka dengan budaya dan adat istiadat kemudian mengakomodasinya dengan prinsipprinsip Islam, sehingga agama Islam memberikan sumbangsih terhadap keanekaragaman kebudayaan di Indonesia. Seperti Comparativa Vol. 5 No. Juli Ae Desember 2024 tradisi ziarah kubur di berbagai daerah di Indonesia, perayaannya tersaji karena ada akulturasi budaya lokal lama dengan nilai-nilai Islam. Melakukan ziarah kubur merupakan praktik yang umum di kalangan umat Islam. Demikian pula agama lain juga melakukan hal yang sama, seperti mengunjungi kuburan kerabat keluarga mereka. Bagi sebagian umat Islam ziarah makam sudah menjadi tradisi, ziarah makam pun sudah dilakukan sejak zaman Nabi Muhammad Saw. Rasulullah saw. pernah melarang ziarah ke kuburan demi menjaga keimanan Ikhwanul Muslimin dan umat Islam yang baru masuk Islam. 1Selain itu, larangan ziarah ke kuburan disebabkan karena Ikhwanul Muslimin baru saja meninggalkan keyakinan jahiliyah, yaitu kebiasaan pergi ke kuburan dan berhala untuk bermunajat di sana. Namun seiring kemajuan Islam, larangan ini telah dicabut bahkan hukum syaraAo mendorong umat Islam untuk mengunjungi makam dengan mengambil ibrah atau hikmah darinya, termasuk zuhud akan dunia serta mengingat kematian yang sewaktu-waktu bisa kapan saja menghampiri. Rasulullah saw memerintahkan bagi kita untuk berziarah ke makam Hanief Muslich. Ziarah Kubur Wisata Spritual (Jakarta: Al Mawardi Prima,2. , 16. Comparativa Vol. 5 No. Juli Ae Desember 2024 berdasarkan prinsip asas yang berdasarkan kepada hukum Sehubungan dengan itu, para ulama serta ilmuwan Islam, al-QurAoan Hadits Rasululah saw, membolehkan orang berziarah ke makam atau kuburan sebab hal itu memiliki manfaat serta hikmah yang dapat dipetik darinya, terutama berziarah ke makam para Nabi, para ulama, serta orang-orang terdahulu. Dahulu. Nabi Saw melarang ziarah ke kuburan karena kepentingannya cenderung dilebih-lebihkan dan bertentangan dengan syariat. Sebab, ada risiko menggoyahkan keimanan yang Dalam hal ini para ulama berdasarkan al-QurAoan dan Hadist Nabi membolehkan umat untuk ziarah makam, terutama ziarah ke makam para nabi, para ulama serta kerabat yang telah Oleh karena itu, ziarah ke makam dalam Islam laki-laki Karena mengingatkan para peziarah akan kematian yang waktu Allah sebagaimana tercantum di dalam Q. S Ali AoImran/3: 185. Syandri Iskandar, dan Sulaiman Kadir. AuTradisi Ziarah Kubur Pasca Pernikahan (Studi Kasus Kelurahan Manisa. Kecamatan Baranti. Kabupaten Sidrap. Sulawesi Selata. ,Ay Bustanul Fuqaha 1, no. : 275. John L. Espocito AuziarahAy Ensiklopedia Oxford: Dunia Islam Modern, (Bandung: Mizan, 2. , 195. Comparativa Vol. 5 No. Juli Ae Desember 2024 Agar tidak mengurangi nilai-nilai yang terkandung peziarah memperhatikan tata krama ziarah makam, seperti kuburan serta tidak melakukan hal-hal yang bertentangan dengan syariat. Namun seiring berjalannya waktu, muncul kritik bahwa peraktik-praktik ziarah Hal tersebut mencemari Praktik spiritual masih kuat di beberapa kalangan masyarakat daerah di Nusantara, seperti yang terjadi di Kabupaten Pangkep. Sulawesi Selatan, tepatnya di Pulau Pajenekang Tradisi antara lain ziarah ke makam tokoh ulama serta tokoh masyarakat Pulau Pajenekang pada masanya. Jamal Mirdad. Helmina, dan Iril Admizal. AuTradisi Ziarah Kubur: Motif dan Aktivitas Penziarah di Makam Yang Dikeramatkan,Ay Khazanah 12, no. : 65. Comparativa Vol. 5 No. Juli Ae Desember 2024 Selain itu mereka juga bertawassul dan berdoAoa di sisi makam sebagai harapan agar doAoanya dapat dijabah dengan lebih cepat. Kegiatan ini mereka lakukan pada Muharram jumAoat disertai ritual-ritual adat setempat seperti membawa kue khas masyarakat setempat ke lokasi makam. Menariknya, bukan hanya penduduk setempat, peziarah yang berasal dari luar Pulau Pajenekang pun ikut serta meramaikan tradisi ini. Penelitian yaitu mengkaji ketentan hukum yang berjalan serta yang ditengah-tengah dengan tujuan mencari dan menggali fakta yang akan dijadikan sebagai data penelitian yang dianalisis dalam PEMBAHASAN Makna Tradisi Tradisi mengacu pada sesuatu yang diwariskan secara turun-temurun berupa adat istiadat, kepercayaan, dan ajaran nenek moyang kita. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), tradisi adalah adat kebiasaan yang diturunkan secara turun temurun dari nenek moyang kita dan masih dijalankan Comparativa Vol. 5 No. Juli Ae Desember 2024 dalam masyarakat. 5 Dengan kata lain, tradisi adalah adat istiadat yang diwariskan secara turun-temurun. Oleh Esten kembali menegaskan pemahamannya bahwa tradisi adalah adat istiadat yang diturunkan dari generasi ke generasi oleh sekelompok nilai-nilai Tradisi Tanpa adanya tradisi, sebuah kebudayaan akan menghadapi kesulitan untuk bertahan lama dan berkembang. Tradisi berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan individu dengan masyarakat, memperkuat ikatan sosial, dan menciptakan keharmonisan. Melalui tradisi, sistem budaya diperkuat, dan struktur sosial dalam masyarakat dapat terjaga dengan baik. Ketika tradisi menghilang, kebudayaan yang bersangkutan juga berisiko mengalami kepunahan. Apa pun yang menjadi tradisi biasanya diuji untuk menilai tingkat efektivitas dan efisiensinya dalam konteks sosial dan budaya. Selain itu, istilah "tradisional" muncul dari konsep tradisi itu sendiri, yang mengacu pada cara-cara, nilai-nilai, dan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Kamus Besar Bahasa Indonesia (Jakarta: Balai Pustaka, 1. , 353. Mursal Esten. Minangkabau antara Tradisi dan Perubahan (Padang: Angkasa Raya, 1. , 11. Comparativa Vol. 5 No. Juli Ae Desember 2024 praktik yang telah diwariskan secara turun-temurun dan diadaptasi dalam kehidupan sehari-hari. Tradisi, dengan kesinambungan dan identitas kebudayaan. Dalam Uraian linguistik tradisi mengacu pada tingkah laku dan pola tingkah laku tertentu menurut standar norma daerah masing-masing, yang sering dilakukan oleh masyarakat. Dalam Islam khususnya dalam kajian Ushul Fiqh, adat dan Urf digunakan untuk menjelaskan kebisaan-kebiasaan yang berkembang di masyarakat. Secara etimologi Urf mempunyai makna sesuatu yang dipandang baik dan diterima oleh akal Sementara adat adalah suatu perbuatan yang dikerjakan secara berulang kali tanpa konteks rasional. Abdul Wahab Khalaf menyebutkan Urf sebagai segala sesuatu yang sudah dikenal oleh manusia karena telah menjadi kebiasaan atau tradisi baik bersifat perkataan, perbuatan, atau dalam kaitannya meninggalkan perbuatan tertentu, sekaligus disebut adat. Dengan kata lain Urf dan adat itu tidak ada perbedaan. Buhori. AuIslam dan Tradisi Lokal Di Nusantara,Ay Al-Maslahah 13, 2 . : 232. Abdul Wahab Khallaf. Ilmu Ushul Fiqhi (Kairo: Dar Al Hadis, 1. , 89. Comparativa Vol. 5 No. Juli Ae Desember 2024 Ziarah Kubur Pengertian Ziarah Kubur Secara bahasa ziarah berarti kunjungan ke tempat yang dianggap keramat atau mulia baik itu makam dan sebagainya. Istilah "ziarah kubur" berasal dari bahasa Arab dengan makna mengunjungi kuburan untuk tujuan tertentu seperti membaca AlQur'an untuk mengingat kematian dan akhirat, seperti berziarah ke makam orang yang meninggal kemudian berdoa, atau melakukan tabarruk di sana. Melakukan ziarah kubur bukan merupakan hal yang tabu, sebab hal tersebut memiliki makna dan tujuan serta disertai dengan bacaan-bacaan khusus yang sesuai dengan apa yang diinginkan, tentunya dengan mengadaptasi tradisi-tradisi dalam melakukan ziarah kubur. Tujuan ziarah ke makam adalah untuk mendoakan arwah orang yang meninggal dan memohon ampun bagi mereka. Peziarah juga berharap mendapat kebaikan dan keberkahan . dari makam yang dikunjunginya, apalagi jika makam yang dikunjunginya adalah makam ulama, wali, atau tokoh terhormat sehingga bisa mendapat percikan kebaikan . abarakka': dalam bahasa Bugis-Makasa. Departemen Pendidikan Nasional. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Rizem Aizid. Mukjizat yaasiin. Tahlil, dan Ziarah Kubur (Jakarta: Diva Press, 2. , 33. Comparativa Vol. 5 No. Juli Ae Desember 2024 Menurut Munzir al-Musawa, ziarah kubur berarti berziarah ke makam dengan tujuan untuk mendoAoakan ahli kubur dan agar dirinya mendapat hikmah berupa mendekatkan diri kepada Allah swt . Ziarah makam juga dapat diartikan sebagai kunjungan ke suatu tempat yang dianggap suci, seperti berziarah ke makam Nabi Muhammad saw, seperti yang biasa dilakukan oleh para JamaAoah haji. Dasar hukum ziarah kubur Dalam beberapa hadis Nabi Saw. Terdapat beberapa hadist yang menjelaskan tentang hukum ziarah kubur yang diperoleh dari riwayat yang berbeda . Riwayat imam muslim: AU eA a aAUea s aO eiIa aa ea a aua a e aOIa ec a a aUa aOaiA a A aO a a a ec aA a Aaua a ea cea aA AU e a ac aa ae a aa aE aa aE aa aE A A A AUa e aA a Aa sIA a aIA a a a Aa aa a eUa cea au eA a a a AU e a ac aA A a eo aEea ena a acc a eI a eo a eai aa a a ca eaa e aEeaIa a aO eo aEea eI aEea eI a aO eo aEea eoaa a eIA a AaOA AO ae aeaa eaE a a a A a aA Artinya: Menceritakan kepada kami Yahya bin Ayyub dan Muhammad bin AoAbbad lafaz dari Yahya berkata menceritakan kepada kami Marwan bin Muawwiyah dari Yazid yakni Ibnu Kaisan dari Abi Hazim dari Abi Hurairah berkata: Rasulullah Saw bersabda: AuAku telah minta izin kepada tuhanku untuk meminta ampun bagi Muslim bin hajjaj ibn muslim al-Kusairi an-Naisaburi. Al-JamiAo alShahih, juz i (Turki: MatbaAoah Musahhaha. , 65. Comparativa Vol. 5 No. Juli Ae Desember 2024 ibuku, tuhan tidak mengizinkan aku berbuat demikian. Dan aku meminta izin kepada tuhanku mengunjungi kuburan ibuku, maka Tuhan telah mengizinkannya. Ay . Riwayat imam tirmidzi: AU e acaA a AU eA a AU e aca aA a aA a aiA a aAU aaiA a Aaucaa aoa eeaa aua acaA a AU a a c ae acaA A A A aE A a a AA a A aa aea a I aA a a a AU a e a aOA a a a A eoaeA a A a aUaa a OA Artinya: Menceritakan kepada kami Qutaibah menceritakan kepada kami Abu Awwanah dari Umar bin Abi Salamah dari ayahnya dari Abu Hurairah: Sesungguhnya Rasulullah Saw melaknat perempuan-perempuan yang menziarahi Kuburan. Riwayat ibnu majah: AU eA a Aaua aca ca eu a cea acaA a A eeaia aua a a a ec aA a aIA a AUea e sA a AU e a a ea c ae au eA A A A aE A AOOA a AU e aca aa aea aa aE aa aE aA a A a aA a a a Aa sIA a AU a e a aOA a a a Aaca aA a eaOa aa aa a cu a au e eA a aA a A eoaeA Artinya: Menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Saibah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ubaid dari Yazid bin Kaisan dari Abi Hazim dari Abi Hurairah berkata: Rasulullah Saw bersabda: Ziarahilah kuburan, niscaya dia akan mengingatkan kamu pada akhirat. Menanggapi hadist tersebut, para ulama menyatakan bahwa larangan ziarah telah dicabut dan kini laki-laki dan perempuan menjadi boleh untuk melakukan ziarah. Termaktub Muhammad bin Isa bin Saurah al-Tirmidzi. Sunan al-Tirmidzi, juz I (Riyadh: Maktabah MaAoarip, 1. , 250. Abi Abdullah Muhammad bin Yazid al-Qazwaini. Sunan Ibnu Majah, juz I (Riyadh: Maktabah MaAoarip, 1. , 275. Comparativa Vol. 5 No. Juli Ae Desember 2024 pada kitab Sunan at-Tirmidzi dijelaskam: sebagian ulama berpendapat bahwa hadist ini diucapkan sebelum Nabi Muhammad Saw membolehkan ziarah kubur. Setelah itu kemudiaan Rasulullah Saw membolehkannya. Dari sudut pandang Islam ziarah kubur atau makam mempunyai beberapa bentuk: Ziarah yang berdasarkan syariAoat, seperti mengikuti tuntunan yang telah dibenarkan oleh ajaran Islam mengucap salam, mendoakan memohon rahmat atas mereka serta menjadikan ziarah kubur sebagai bentuk mawas diri untuk selalu menyiapkan amal kebaikan karna sewaktu-waktu kita akan mengalami hal yang sama yakni kematian. Ziarah yang mengandung unsur musyrik, seperti memohon kepada orang yang sudah meninggal untuk mengabulkan permohonannya. Ini termasuk kelompok penyembah berhala. Contoh lainnya adalah mereka yang beranggapan bahwa berdoAoa di samping kuburan adalah mustajab, anggapan seperti ini yang menurut ijma adalah suatu kemungkaran. Syaikh JaAofar Subahani. Tawasul Tabarruk Ziarah Kubur Karamah Wali, 48. SaAoid bin Ali Wahf Al-Qahthani. Ensiklopedia Shalat. Jilid 3 (Jakarta: Niaga Swadya, 2. , 551. Comparativa Vol. 5 No. Juli Ae Desember 2024 Kaidah Al-Aoadah Muhakkamah Salah satu kaidah fiqh adalah Al-Aoadah Muhakkamah. Secara bahasa. Al-Aoadah diambil dari kata Al-Aoaud atau al-muAoawalah yang artinya berulang. Oleh karena itu secara bahasa al-Aoadah berarti perbuatan atau ucapan serta menjadi kebiasaan. Secara Aoadah kecenderungan suatu objek tertentu . erupa ekspresi atau kary. yang dilakukan oleh individu maupun kelompok Pengulangan membuatnya dianggap normal untuk melakukan hal ini sepanjang waktu. Dengan kata lain AuadahAy digunakan berulang-ulang suatu kebiasaan. Dalam danAoUrf berkembang dalam suatu masyarakat. Secara linguistik, kata Urf secara bahasa yakni sesuatu yang dipandang baik dan diterima akal sehat, sedangkan adat adalah suatu Satria Efendi. Zein. Ushul Fiqh, (Jakarta: Kencana, 2. Cet. Comparativa Vol. 5 No. Juli Ae Desember 2024 perbuatan yang dilakukan berulang-ulang tanpa konteks AuMuhakkamatunAy dimaknai dengan Aumenghukumi dan memutuskan perkara manusiaAy. Sehingga dapat disimpulkan bahwa al-Aoadah muhakkamah memiliki makna yakni adat yang bisa dijadikan sandaran penetapan atau rujukan suatu hukum. Kata Aoadah semakna dengan Aourf. Aoadah dan Aourf keduanya berasal dari bahasa Arab. AoUrf berasal dari kata Aoarafa, yaAorifu yang sering diterjemahkan menjadi Aual-maAorufAy dengan arti Ausesuatu yang dikenal baik. Kata Aourf dan maAoruf dalam Al-QurAoan dianggap sebagai bagian dari sikap ihsan. Dari keterangan tersebut. Al-Aoadatu Muhakkamah menurut istilah para ulama adalah bahwa sebuah adat sandaran untuk menetapkan syarAoi apabila tidak terdapat nash syarAoi atau lafadz shorih . yang bertentangan Adapun syarat-syarat Aoadah atau Aourf dapat dijadikan sandaran hukum jika memenuhi kriteria berikut: Moh. Mufid. Ushul Fiqh Ekonomi dan Keuangan Kontemporer: dari Teori ke Aplikasi (Jakarta: Edisi ke 2 Kencana, 2. , 151. Samsul Munir Amin. Kamus Ushul Fikih (Cet. Jakarta: Amzah, 2. , 333. Comparativa Vol. 5 No. Juli Ae Desember 2024 Tidak bertentangan dengan teks Al-QurAoan maupun AoAdah atau Aourf itu harus bersifat umum, artiya dapat dipahami oleh lapisan masyarakat. AoAdah atau AoUrf itu sudah berlaku sejak lama, dan bukan hal baru Tidak . etegasan seseorang dalam sebuah masala. Dari adat/Aourf macam yakni: Adat/AoUrf yang shahih . , yakni Sesuatu yang sering dilakukan manusia dan tidak bertentangan dengan dalil-dalil syaraAo. Adat/AoUrf fasid atau sesuatu yang sudah menjadi bertentangan dengan hukum syaraAo. Kebanyakan yang shahih sebagai dasar hujjah selama tidak melanggar Imam Malik berdasarkan amal penduduk Madinah. Abu Hanifah serta Fatimah Taufik Hidayat. AuKaedah Adat Muhakkamah Dalam Pandangan Islam (Sebuah Tinjauan Sosiologi Huku. Ay. Jurnal Sosiologi USK 9, no. : 72-73. Comparativa Vol. 5 No. Juli Ae Desember 2024 penduduk Kufah. Demikian pula dengan Imam SyafiAoi Mesir berada di Baghdad ketetapan ini di kenal dengan istilah qawl qadim dan qawl jadid. Sejarah Pulau Pajenekang dan Tradisi Ziarah Kubur Menurut sejarah Pulau Pajenekang bermula segumpal pasir yang berwarna putih yang muncul di atas permukaan laut. Di tempat inilah Syekh Naimang terdampar. Saat Syekh beristirahat di atas gumpalan pasir tersebut, dalam beberapa waktu pasir itu melebar membentuk dasar pulau dari arah utara menuju selatan. Seiring ditemukannya pulau ini. Syekh Naimang juga menemukan sumber air. Sumber air inilah yang dinamakan pajenekang yang dalam bahasa suku Makassar diartikan sebagai air yang digunakan untuk berwudhu. Dari nama pajenekang inilah kemudian pulau ini diberi nama Pulau Pajenekang. Sumber air ini masih bisa dilihat hingga saat ini. Sebelum diberi nama Pulau Pajenekang, dulunya pulau ini bernama Gunung Datu. Syekh Naimang merupakan penemu Pulau Pajenekang dan sekaligus sebagai tokoh pertama yang menyebarkan ajaran Comparativa Vol. 5 No. Juli Ae Desember 2024 agama Islam sehingga saat ini masih sangat dikenang oleh masyarakat Pulau Pajenekang sebagai tokoh alim ulama di mata Selain Syekh Naimang, adapula tokoh pejuang yang bernama Bantang Haruna Rasyid. Ia diakui berjasa oleh masyarakat Pulau Pajenekang sebagai tokoh yang memimpin perjuangan ketika masa penjajahan Belanda kala itu. Pada zaman itu jumlah rumah di Pulau Pajenekang hanya berjumlah tujuh rumah. Untuk mengenang dan mengingat jasa sebagai rasa penghormatan terakhir oleh masyarakat Pulau Pajenekang melakukan kegiatan tiap tahun yaitu tradisi ziarah kubur yang berlansung serta diwarisi sebagai adat setempat. Tradisi ini dilakukan tiap tahunnya pada jumAoat ketiga di bulan Muharram. Begitu banyak masyarakat yang hadir dalam tradisi ini tak hanya dari masyarakat lokal saja bahkan dari luar Pulau Pajenekang juga ikut mengikuti tradisi ziarah kubur di sana. Tradisi sebagai bentuk penghormatan kepada tokoh Agama dan Islam Pulau Pajenekang Belanda Comparativa Vol. 5 No. Juli Ae Desember 2024 sebagaimana hasil wawancara dengan tokoh agama Pulau Pajenekang: Praktik Ziarah kubur ini sebagai bentuk syukur kepada Allah swt dan hormat kepada tokoh terdahulu kami . ang dimaksud adalah tokoh penyebar Islam Syeikh NaAoiman sedangkan tokoh pejuang bernama Dato Bantang Haruna Rasyi. Tradisi Pulau Pajenekang Kabupaten Pangkep adalah salah satu tradisi yang turun Tradisi diwariskan oleh tokoh-tokoh adat terdahulu. Seperti yang telah dikatakan oleh Abdullah daeng Sirua, selaku dewan Pulau Pajenekang Kabupaten Pangkep Adat ini telah kami lakukan secara turun temurun, sebagai bentuk pelestarian budaya kami, serta warisan yang kami jaga dari tokoh terdahulu. Bukan hanya adat ziarah kubur, tetapi adat-adat yang lainnya masih kami lakukan sampai sekarang. Menurut tokoh adat setempat pelaksanaan tradisi ini sangatlah penting bagi masyarakat Pulau Pajenekang Shaleh. Imam Masjid Pajenekang, wawancara oleh penulis di Makassar, 21 juni 2024 Abdullah Dg Sirua. Dewan Adat Pajenekang, wawancara oleh penulis di Makassar, 23 juni 2024 Comparativa Vol. 5 No. Juli Ae Desember 2024 sebagai berikut: Tradisi ini awalnya adalah kebiasaan yang menjadi budaya, kami memaknai tradisi ini sangat penting untuk terus dilanjutkan, sebab memberi pesan bahwa kita akan kembali kepada sang pencipta, dan memberi ruang silaturahmi kepada setiap keluarga maupun masyarakat lainnya yang datang baik dari dalam maupum luar Pulau Pajenekang22 Dalam pelaksanaan tradisi ziarah kubur ini, hanya terkhusus pada dua makam saja, yakni Syeikh NaAoiman . okoh penyebar agama Isla. dan Dato Bantang Haruna Rasyid . okoh pejuang di masany. Hal ini di karenakan kedua tokoh tersebut memiliki pengaruh yang luar biasa kepada masyarakat Pulau Pajenekang bahkan hingga saat Makam-makam Masyarakat makam tersebut dengan dibentuk menyerupai rumah dan dibuat secara permanen. Makam Syeikh NaAoiman satu Abdullah Dg Sirua. Dewan Adat Pajenekang, wawancara oleh penulis di Makassar, 23 juni 2024 Comparativa Vol. 5 No. Juli Ae Desember 2024 pejuang Pulau Pajenekang yakni Dato Bantang Haruna Rasyid. Pelaksanaan praktik tradisi ziarah kubur di Pulau Pajenekang tidak hanya mengikuti tuntunan syariat seperti mendoAoakan, ritual-ritual tradisi tertentu didalamnya. Adapun pelaksanaan ziarah kubur di Pulau Pajenekang Kabupaten Pangkep yakni dengan menyatukan antara syariat Islam dan tradisi: Dilaksanakan Pada Jumat Ketiga Bulan Muharram Pada dasarnya tidak ada pelaksanaan tradisi Pulau Pajenekang Muharram, pada bulan ini terdapat satu tradisi adat budaya masyarakat setempat yang dinamai tradisi Tammu Taung yang dilaksanakan tiap tahunnya, sehingga inilah yang menjadi salah satu alasan tradisi ziarah kubur diselipkan didalamnya. Pembuatan kue khas dodoroAo . Pada hari jumat ketiga di bulan Muharram pagi harinya masyarakat akan membuat kue khas Comparativa Vol. 5 No. Juli Ae Desember 2024 dodoroAo atau dodol sebagai kue khas utama yang kue-kue lainnya ke makam yang akan diziarahi. Filosofis adanya kue manis tersebut bahwa dahulu tokoh pejuang. Bantang Haruna Rasyid bernadzar akan pulau pajenekang merdeka dari penjajah. Sehingga saat ini kue tersebut diibaratkan sebagai simbol untuk melanjutkan amalan nadzar tokoh agama dan Selain masyarakat Pulau Pajenekang mendapat kehidupan . Kue tersebut beraneka ragam, tetapi semua rasanya manis antara lain kuenya seperti dodoroAo . odol kha. , jepeAo sura atau semacam bubur manis dan jenis kue-kue lainnya. ibu-ibu Masyarakat kappara . ebuah nampan besa. yang dijunjung di Comparativa Vol. 5 No. Juli Ae Desember 2024 atas kepala kemudian diletakkan di dekat makam sebagai bentuk simbolis. Pembacaan doAoa bagi ahli kubur Setelah ziarah kubur terpenuhi, maka dipersilahkah salah doa-doa Aoalim . okoh Dalam hasil wawancara di jelaskan doa-doa dimaksud sebagai berikut Doa-doa yang yang dibacakan adalah sesuai dengan ajaran Rasulah saw. Seperti mendoakan mayit, memohon ampunan untuk si mayit. Namun sebelum itu biasanya didahului dengan kebiasan adat seperti pembacaan shalawat, dan surah-surah pilihan yang telah diyakini sebagai bentuk tawassul kepada Nabi. Seorang pembaca doa biasanya hanya mereka yang doa ziarah kubur hal ini berdasarkan kepercayaan Shaleh. Imam Masjid Pajenekang, wawancara oleh penulis di Makassar, 21 juni 2024 Comparativa Vol. 5 No. Juli Ae Desember 2024 Saat pembaca doa hanya terdiri dari tiga orang yang semuanya sebagai pegawai syara di masjid Pulau Pajenekang. Umumnya untuk menjaga adat tradisi . okoh Berdoa atau bermunajat di makam Setiap selalu ramai, tak hanya masyarakat lokal, tetapi masyarakat yang bahkan notabene jauh dari Pulau Pajenekang turut ikut serta dalam mengikuti adat Sekitar 24 kabupaten kota ikut mengunjungi tradisi di Pulau ini tiap tahunnya. Masyarakat makam tokoh alim yang berjasa dalam penyebaran Islam, doa mereka akan lebih cepat dikabulkan. Biasanya berdoa dengan hajat tertentu di depan/sisi makam, yang kemudian jika hajat itu terkabulkan maka ia Comparativa Vol. 5 No. Juli Ae Desember 2024 akan kembali untuk ziarah lagi, begitu seterusnya. Dalam hasil wawancara dituturkan sebagai berikut: Berdoa di makam biasa orang lakukan dengan hajat tertentu, apabila hajatnya terkabul maka mereka akan kembali lagi untuk menziarahi, dalam hal ini kami menganggapnya sah-sah Dari hasil wawancara lebih lanjut bahwa melakukan nadzar kepada Allah swt. dan akan hajatnya dikabulkan. Maka seperti itulah mereka memaknai tradisi ini. Seperti contoh sebagaimana dalam hasil wawancara diungkapkan oleh dewan adat Pajenekang seperti seorang pebisnis datang menziarahinya kembali. Namun peziarah yang berkunjung. Tidak ada masalah jika hanya sekedar berdo'a di makam, namun meminta Culling, warga pulau pajenekang, wawancara penulis di Makassar, 20 juni 2024 Comparativa Vol. 5 No. Juli Ae Desember 2024 perlindungan padanya adalah bertentangan dengan ajaran Islam. Autidak ada masalah kalau sekedar ziarah ke kubur, tapi yang jadi pertanyaan apakah ziarah ke kubur itu jika kita melakukan doAoa disitu apakah dosa atau tidak, itu tergantuk lagi niatnta, kalau itu saya kurang tau, saya tidak tau. Beberapa orang yang rumahnya berada di sekitar makam mempunyai pemikiran yang sama seperti di atas mereka menjelaskan: Terserah pengunjungnya: jika tujuannya hanya untuk berziarah ke makam, atau berdoa memohon perlindungan dari siksa kubur, itu tidak masalah, tetapi jika niat orang tersebut adalah mengemis di makam, itu sudah digolongkan sebagai tindakan Hal semacam ini tergantung bagaimana orang Makan kue bersama Di Pulau Pajenekang sudah menjadi tradisi bersama-sama Darwis, warga pulau pajenekang, wawancara penulis via Wattshap, 20 juni 2024 Comparativa Vol. 5 No. Juli Ae Desember 2024 antara masyarakat baik lokal maupun dari luar Pulau Pajenekang. Tradisi Ziarah Kubur Pulau Pajenekang Kabupaten Pangkep Perspektif Islam Islam adalah agama yang universal dan sempurna. Setiap aspek kehidupan manusia diatur, mulai dari lahir hingga mati, sejak terbangun dari tidur hingga tertidur kembali. Islam adalah agama yang benar dan diakui oleh Allah SWT. Allah berfirman: A c e a e a c e e a a a a e a a a e a a e a e a A eAA A aI Oa oe a O E aua a aA a A aUA a AaIA a a e a a Aac eU aa aa a a U a ac ea U a ac e a a eA A a e aOA A e aaIA a AO ui e aca anA . :3/A ) E UIA a a AA Terjemahnya: AuSesungguhnya agama . ang dirida. di sisi Allah ialah Islam. Orang-orang yang telah diberi kitab tidak berselisih, kecuali setelah datang pengetahuan kepada mereka karena kedengkian di antara mereka. Siapa yang kufur terhadap ayat-ayat Allah, sesungguhnya Allah sangat cepat perhitungan-Nya. (Ali 'Imran/3:19 26 Praktik Pulau Pajenekang. Kabupaten Pangkep, secara umum mengikuti tata cara ziarah makam yang sesuai dengan tuntunan agama Islam. Kemetrian Agama RI. Al-QurAoan dan Terjemahannya, 52. Comparativa Vol. 5 No. Juli Ae Desember 2024 Namun, menghormati orang yang telah meninggal. Adat istiadat ini, meskipun tidak selalu umum di tempat lain, diterima menjadi bagian integral dari kehidupan masyarakat Pulau Pajenekang. Dalam pandangan hukum Islam, adat atau tradisi selama tidak bertentangan dengan ajaran agama. Kaidah fiqhi yang mendasari prinsip ini menyatakan bahwa adat Islam. Dengan demikian, pelaksanaan ziarah kubur yang melibatkan adat di Pulau Pajenekang tetap sesuai dengan Islam prinsip-prinsip Kaidah fikih umum yang di maksud adalah: A aUaa a a a u aiA Artinya: AuAdat dijadikan rujukan hukum. Ay Di samping itu ada pula hadist Nabi tentang apa saja yang dianggap baik kaum muslimin, maka di sisi Allah juga Baik. Comparativa Vol. 5 No. Juli Ae Desember 2024 A ea a aA,UAUaA a aA ea a a aU eA,Ua a aA aO aa aNa e a e a a eIA,A UA a A aA a Aa a aNa a e a aIa aA AOA U A aA a aU eA a AA Artinya: Apa saja yang dipandang kaum muslimin merupakan kebaikan maka disisi Allah juga merupakan kebaikan. Dan apa saja yang dipandang kaum muslimin merupakan keburukan maka ia disisi Allah juga merupakan keburukan (HRAhma. Kematian seorang kerabat keluarga menyisakan ditinggalkan, sebab tidak bisa lagi untuk menyapa dan merasakan hadir di tengah hidup kita. Oleh karena itu ziarah kubur merupakan salah satu cara untuk melepas mengalami hal yang sama yakni wafat. Ziarah kubur Rasululah sebagaimana telah tertuang dalam beberapa sabdanya. Terkait Pulau Pajenekang Kabupaten Pangkep jika hal itu mempunyai unsur kesyirikan maka hal itu dilarang tetapi jika itu adalah Aourf kebiasaan dan tidak terdapat hal-hal yang bertentangan dengan syariat dalam pelaksanaannya, maka Hal ini mengacu pada prinsip bahwa adat yang selaras dengan tujuan agama dan tidak bertentangan Comparativa Vol. 5 No. Juli Ae Desember 2024 Pada dasarnya ziarah kubur bukan ibadah yang diwajibkan bagi kaum muslimin namun masyarakat Pulau Pajenekang dilakukan setiap tahun sebagai bentuk penghormatan atas jasa dua tokoh ulama dan pejuang dahulu. Ziarah kubur di Pulau Pajenekang memiliki tujuan yang positif, yaitu sebagai pengingat akan kematian dan sesama masyarakat, sebab dalam tradisi tersebut terdapat ritual doAoa bersama kemudian dilanjutkan dengan makan kue bersama. Kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai bentuk penghormatan kepada yang telah meninggal, tetapi juga sebagai momen untuk memperkuat hubungan sosial dan spiritual di antara para peziarah. Oleh karena itu, tradisi ini dapat dilihat sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara nilai-nilai adat dan ajaran agama Islam. Kebiasaan-kebiasaan dan berulang disuatu masyarakat sudah menjadi sebuah kebutuhan dan telah ada kesepakatan bersama terhadap Comparativa Vol. 5 No. Juli Ae Desember 2024 Abdurrahman Risalah Nashir Fil As-SaAodi QawaAoid Al- Fiqhiyyah: AA acaa a aiA e aOA a a a A a eaA a AUa aca aia ao aa aA a AA Artinya: Auhukum asal adat kita adalah boleh selama tidak ada dalil yang memalingkan dari hukum bolehnyaAy. Jika peziarah yang berkunjung hanya ingin mendoAoakan ahli kubur, hal tersebut wajar dan merupakan anjuran syariat. Tetapi jika orang yang berziarah mempunyai maksud dan niat tertentu, yang dapat menjerumuskan ke arah kesesatan seperti syirik maka tentu itu adalah hal yang melanggar hukum syariat. Allah Swt berfirman: a eAa e A a a a a e a a c AA A aa ai a I aE ac n aO aa ai a aa eOI aEo a a e a ao aO a eA AaIA c e eAA a U e e a . :4/A ) aA Aa eo a eO aua U aO eaA a A aE acA Terjemahnya: Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni . karena mempersekutukan-Nya . , tetapi Dia mengampuni apa . yang selain . itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Siapa pun yang mempersekutukan Allah sungguh telah berbuat dosa yang sangat besar. (An-Nisa'/4:. Abdul Azhim Bin Badai Al-Khalafi. Al-Wajiz Fil Ushul Al-Fiqh. Comparativa Vol. 5 No. Juli Ae Desember 2024 Ayat orang-orang yang menyekutukan Allah swt. Merupakan dosa yang sangat besar dan mereka tidak akan mendapat Allah sebelum kematiannya. Adat istiadat yang berkaitan dengan tradisi ziarah kubur di Pulau Pajenekang dimana mereka melaksanakannya pada bulan Muharram bisa dikategorikan dalam Aourf serta bisa dijadikan sebagai acuan hukum. Sebab dalam praktiknya tidak unsur-unsur Hal ini bisa diketahui dari unsur-unsur dalam kegiatan tradisi ziarah kubur mereka yang masing-masing memiliki nilai historis, yang kesemuanya tidak ditemukan halhal yang bertentangan dengan prinsip-prinsip Syariat Islam. Tradisi ini memiliki tujuan dan nilai nilai Islami Sebagai salah satu bentuk muhasabah diri bahwa manusia akan menjumpai hal yang sama yakni terkadang seseorang tidak sempat bertaubat kepada Allah Membacakan doAoa Untuk Comparativa Vol. 5 No. Juli Ae Desember 2024 buruknya, dan mendapat tempat terbaik di sisiNya. Sebagai bentuk tawassul mendekatkan diri kepada Allah, diberikan kemuliaan dan kelebihan oleh Allah swt. Menyatukan kebersamaan dan semangat gotong royong, menciptakan persatuan terutama saat membersihkan area Mempererat tali silaturahmi antar sesama warga masyarakat Pulau pajenekang maupun masyarakat yang datang jauh dari luar Pulau Pajenekang dengan adanya makan bersama setelah berdoAoa. Makanan/kue yang dihidangkan adalah makanan yang manis sebagai bentuk tafaAoul, yaitu sikap optimis, mengharapkan sesuatu yang baik dari sesuatu. Makanan manis tersebut dihidangkan dengan harapan kehidupan ke depannya akan terus manis, dalam artian lebih baik, penuh kemudahan, serta terhindar dari marabahaya dan Bakri, tokoh masyarakat Pajenekang, wawancara oleh penulis di Makassar, 21 juni 2024 Comparativa Vol. 5 No. Juli Ae Desember 2024 Sebagai upaya untuk melestarikan budaya yang tumbuh dan berkembang yang diwariskan kepada masyarakat Pulau Pajenekang. KESIMPULAN Pelaksanaan tradisi ziarah kubur di Pulau Pajenekang. Kabupaten Pangkep, merupakan contoh harmonisasi antara adat dan syariat Islam, yang ditandai dengan penggabungan bacaan serta ritual tambahan yang telah menjadi bagian dari tradisi turun-temurun. Setiap rangkaian dalam tradisi ini memiliki makna yang mendalam dan diyakini oleh masyarakat setempat sebagai sarana untuk memperoleh berkah dan kebaikan, merupakan bentuk tawassul, tabarruk dan tafaAoul, serta sarana silatu rahmi antar warga masyarakat, semuanya itu tidak bertentangan dengan syariat Islam. Tradisi ini mencerminkan perpaduan antara nilai-nilai adat lokal dan ajaran agama Islam, dan menunjukkan bagaimana masyarakat Pulau Pajenekang memperkuat hubungan spiritual dan sosial dalam komunitas Comparativa Vol. 5 No. Juli Ae Desember 2024 REFERENSI