Jurnal Abdi Dharma Pendidikan Islam Vol 2. No 1, 5-8. Januari 2024 https://journal. id/index. php/Abdi-Dharma/ Pendampingan Guru dalam Merancang Modul Ajar PAI di MI Nurul Huda Banu Ayu Buay Pemuka Peliung OKU Timur Muhammad Saiful Amin1. Imam Rodin2. Izza Lailatun Nufus2 Universitas Nurul Huda OKU Timur E-mail: 1muhammadas-saif@unha. id, 2imamrodin123@gmail. com, 3izaaok@gmail. Info Artikel Abstrak Article history: Available online DOI: 10. 30599/AbdiDharma. Abstrak Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam merancang modul ajar Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis Kurikulum Merdeka. Lokasi kegiatan dilaksanakan di MI Nurul Huda Banu Ayu. Buay Pemuka Peliung. OKU Timur. Metode pelaksanaan dilakukan melalui sosialisasi, workshop, dan pendampingan intensif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan guru dalam menyusun modul ajar sesuai alur tujuan pembelajaran (ATP) dan capaian pembelajaran (CP). Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi pada peningkatan kualitas pembelajaran PAI di madrasah ibtidaiyah. Kata kunci: Pendampingan Guru. Modul Ajar. PAI. Kurikulum Merdeka. Madrasah Ibtidaiyah. How to cite (APA): Amin. ,M. Rodin. , & Nufuz,L. Pendampingan Guru dalam Merancang Modul Ajar PAI di MI Nurul Huda Banu Ayu Buay Pemuka Peliung OKU Timur Jurnal Abdi Dharma Pendidikan Islam 2. , 5-8. ISSN x-x This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License PENDAHULUAN Abstract This Community Service (PkM) activity aims to improve teachersAo competence in designing Islamic Religious Education (PAI) teaching modules based on the Merdeka Curriculum. The activity was carried out at MI Nurul Huda Banu Ayu. Buay Pemuka Peliung. OKU Timur. The implementation methods included socialization, workshops, and intensive The results of the program showed an improvement in teachersAo skills in developing teaching modules in accordance with learning objectives (ATP) and learning outcomes (CP). Thus, this activity contributes to enhancing the quality of PAI learning in Islamic elementary schools . adrasah ibtidaiya. Keywords: Teacher Mentoring. Teaching Module. Islamic Religious Education. Merdeka Curriculum. Madrasah Ibtidaiyah. Kurikulum Merdeka memberikan keleluasaan bagi guru untuk menyusun modul ajar yang kontekstual sesuai kebutuhan peserta didik (Kemendikbud, 2. Modul ajar berfungsi sebagai panduan pelaksanaan pembelajaran yang terstruktur, sistematis, dan adaptif terhadap karakteristik siswa (Sanjaya, 2. Namun, berdasarkan observasi awal di MI Nurul Huda Banu Ayu, sebagian besar guru PAI masih mengalami kesulitan dalam menyusun modul ajar. Guru lebih sering menggunakan buku teks tanpa memodifikasi sesuai capaian pembelajaran (CP) dan profil pelajar Pancasila. Kondisi ini berdampak pada kurang optimalnya pembelajaran PAI yang seharusnya membentuk kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara terpadu (Rahmawati & Hidayat, 2. Untuk itu, diperlukan kegiatan pendampingan guru dalam merancang modul ajar PAI yang sesuai dengan tuntutan Kurikulum Merdeka, sehingga kualitas pembelajaran dapat meningkat. Pendampingan Guru dalam Merancang Modul Ajar PAI di MI Nurul Huda. Jurnal Abdi Dharma Pendidikan Islam, 2. , 2024 METODE PELAKSANAAN Metode pelaksanaan PkM terdiri dari beberapa tahapan: Persiapan Koordinasi dengan kepala madrasah dan guru. Penyusunan materi workshop modul ajar. Pelaksanaan Sosialisasi: memberikan pemahaman tentang konsep modul ajar berbasis Kurikulum Merdeka. Workshop: guru dilatih menyusun modul ajar mulai dari pemetaan CP. ATP, tujuan pembelajaran, hingga asesmen. Pendampingan: fasilitator memberikan bimbingan dalam perbaikan modul ajar yang sudah Evaluasi Penilaian dilakukan dengan membandingkan modul ajar sebelum dan sesudah kegiatan. Refleksi bersama untuk perbaikan berkelanjutan. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Kegiatan pendampingan guru pada 9 September 2023 dalam merancang modul ajar PAI di MI Nurul Huda Banu Ayu Buay Pemuka Peliung OKU Timur dilaksanakan selama tiga kali pertemuan dengan total durasi 18 jam. Kegiatan ini diikuti oleh 12 guru kelas dan guru mata pelajaran PAI. Pada tahap awal, tim pelaksana melakukan pre-test berupa kuesioner dan penilaian dokumen perangkat ajar yang sebelumnya digunakan guru. Hasil analisis menunjukkan: Hanya 3 orang guru . %) yang sudah mencoba menyusun modul ajar sesuai format Kurikulum Merdeka, meskipun masih belum lengkap. Sebanyak 6 orang guru . %) masih menggunakan RPP Kurikulum 2013 dengan sedikit Sisanya 3 orang guru . %) belum pernah membuat modul ajar dan hanya mengandalkan buku teks serta lembar kerja siswa. Pada tahap workshop, guru diberikan pemahaman mengenai struktur modul ajar, mulai dari capaian pembelajaran (CP), alur tujuan pembelajaran (ATP), tujuan pembelajaran (TP), langkah kegiatan, hingga asesmen formatif dan sumatif. Selanjutnya, setiap guru didampingi untuk menyusun modul ajar secara mandiri. Setelah pendampingan intensif, diperoleh hasil sebagai berikut: Kelengkapan modul ajar meningkat signifikan. Sebelum kegiatan, hanya 25% modul yang memenuhi unsur CP. ATP. TP, materi, metode, dan asesmen. Setelah kegiatan, persentase meningkat menjadi 83% guru mampu menghasilkan modul ajar lengkap. Kesesuaian dengan Kurikulum Merdeka. Modul ajar yang dihasilkan telah mengintegrasikan nilainilai Profil Pelajar Pancasila, misalnya melalui kegiatan proyek kecil berbasis PAI, seperti praktik shalat berjamaah, literasi Al-QurAoan, dan pembiasaan akhlak mulia. Peningkatan keterampilan digital. Sebagian guru sebelumnya masih menggunakan format tulisan tangan atau ketikan sederhana. Setelah pelatihan, guru mampu memanfaatkan aplikasi pengolah kata dan template digital untuk merancang modul yang lebih sistematis. Perubahan sikap guru. Guru menunjukkan motivasi yang lebih tinggi dalam merancang Hal ini terlihat dari antusiasme mereka dalam diskusi kelompok, berbagi pengalaman, dan saling memberikan masukan dalam menyempurnakan modul ajar. Dampak terhadap pembelajaran. Uji coba modul ajar di kelas menunjukkan respon positif dari Guru melaporkan bahwa pembelajaran menjadi lebih terarah, variatif, dan melibatkan siswa secara aktif dalam proses belajar PAI. Pendampingan Guru dalam Merancang Modul Ajar PAI di MI Nurul Huda. Jurnal Abdi Dharma Pendidikan Islam, 2. , 2024 Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis guru dalam menyusun modul ajar, tetapi juga berdampak pada sikap profesionalisme guru serta kualitas pembelajaran di madrasah. Pembahasan Hasil kegiatan pendampingan guru dalam merancang modul ajar PAI di MI Nurul Huda Banu Ayu menunjukkan peningkatan signifikan dalam aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap profesional guru. Secara teoretis, hasil ini sejalan dengan pandangan Guskey . bahwa program pengembangan profesional guru yang efektif harus mencakup training, practice, dan support system. Pendampingan yang dilakukan dalam bentuk workshop partisipatif menjadi faktor kunci yang mendukung keberhasilan kegiatan. Pertama, peningkatan keterampilan guru dalam menyusun modul ajar yang lebih sistematis menunjukkan bahwa guru mampu menginternalisasi konsep-konsep Kurikulum Merdeka. Modul ajar tidak hanya berisi rencana kegiatan pembelajaran, tetapi juga mengintegrasikan capaian pembelajaran (CP), alur tujuan pembelajaran (ATP), dan tujuan pembelajaran (TP) sesuai karakteristik peserta didik. Hal ini sesuai dengan temuan Rahmawati & Hidayat . yang menegaskan bahwa modul ajar merupakan instrumen penting dalam mewujudkan pembelajaran yang kontekstual, kreatif, dan adaptif. Kedua, keberhasilan guru dalam mengaitkan modul ajar dengan Profil Pelajar Pancasila menunjukkan bahwa kegiatan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga memperkuat orientasi filosofis pembelajaran PAI. Misalnya, dalam modul ajar yang dirancang, guru menambahkan aktivitas pembiasaan doa bersama, praktik shalat berjamaah, serta diskusi nilai akhlak Islami yang relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa. Hal ini mendukung pendapat Arifin & Setiawan . bahwa pembelajaran PAI yang kontekstual mampu membentuk karakter peserta didik secara lebih bermakna. Ketiga, dari aspek psikologis, kegiatan pendampingan berhasil meningkatkan motivasi guru. Sebelumnya, sebagian guru merasa kesulitan dan kurang percaya diri dalam menyusun modul ajar. Namun setelah melalui proses pendampingan, guru menjadi lebih termotivasi karena mendapat kesempatan berlatih, berdiskusi, dan memperoleh umpan balik dari fasilitator maupun rekan sejawat. Kondisi ini sejalan dengan teori Vygotsky . tentang zone of proximal development (ZPD), di mana pendampingan . dapat membantu individu mencapai kompetensi yang sebelumnya tidak dapat dicapai secara mandiri. Keempat, aspek penggunaan teknologi digital juga menunjukkan kemajuan. Guru yang semula hanya menggunakan dokumen sederhana kini mampu memanfaatkan perangkat digital untuk menyusun modul ajar yang lebih rapi, interaktif, dan mudah direvisi. Hal ini mendukung temuan Huda . bahwa penerapan teknologi sederhana dalam perancangan perangkat ajar dapat meningkatkan efisiensi dan kualitas pembelajaran. Kelima, dampak kegiatan tidak hanya dirasakan pada guru, tetapi juga siswa. Implementasi modul ajar hasil pendampingan membuat proses pembelajaran lebih variatif, interaktif, dan menekankan partisipasi aktif siswa. Misalnya, penggunaan metode diskusi kelompok, studi kasus, dan penugasan berbasis proyek kecil yang ditulis dalam modul ajar terbukti meningkatkan keterlibatan siswa dalam kelas. Hal ini sejalan dengan prinsip student-centered learning yang menjadi salah satu ciri utama Kurikulum Merdeka (Kemendikbud, 2. Dengan demikian, kegiatan pendampingan guru dalam merancang modul ajar PAI di MI Nurul Huda Banu Ayu dapat dikatakan efektif dalam meningkatkan kualitas kompetensi guru sekaligus memperkuat praktik pembelajaran berbasis Kurikulum Merdeka. Selain itu, kegiatan ini juga dapat menjadi model pengembangan profesional berkelanjutan . ontinuous professional developmen. bagi guru madrasah dalam menghadapi tuntutan kurikulum yang dinamis. Pendampingan Guru dalam Merancang Modul Ajar PAI di MI Nurul Huda. Jurnal Abdi Dharma Pendidikan Islam, 2. , 2024 SIMPULAN Kegiatan pendampingan guru di MI Nurul Huda Banu Ayu terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi guru PAI dalam merancang modul ajar berbasis Kurikulum Merdeka. Guru mampu menyusun modul ajar yang sesuai dengan CP. ATP, serta kebutuhan siswa. Kegiatan ini diharapkan dapat dilanjutkan secara berkelanjutan agar pembelajaran PAI semakin berkualitas. UCAPAN TERIMAKASIH Ucapan terima kasih disampaikan kepada MI Nurul Huda Banu Ayu Buay Pemuka Peliung OKU Timur yang telah memberikan dukungan penuh. LPPM Universitas Nurul Huda melalui Surat Kontrak Pengabdian No. 75/UNUHA. 7/Adm. U/Vi/2023 tertanggal 10 Agustus 2023 yang memfasilitasi kegiatan ini. DAFTAR PUSTAKA