HAGA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN: 2828-7037 Vol. 4 No. 1 Edisi Mei 2025 Universitas Nias Raya PERTANIAN PADI BEBAS PESTISIDA KIMIA: EDUKASI DAN PENERAPAN PENGENDALIAN HAMA TERPADU (PHT) DI DESA BAWOZAAoUA. NIAS SELATAN Ridho Victory Nazara1*. Putra Hidayat Telaumbanua2. Helmin Parida Zebua3. Dian Agung Sanora Laia4. Natalia Kristiani Lase5. Yoel Melsaro Larosa6. Yarman Gulo7. Robert Alberth Sole8 Universitas Barawijaya. Indonesia Universitas Nias. Indonesia 2,3,4,5,6,7 Universitas Persatuan Guru 1945 NTT. Indonesia . idhovictorynazara@unias. id1, phidayat69@gmail. com2, helminparidaz@gmail. dianagungsanoralaia@gmail. com4, natalialase16@gmail. Yoel. melsaro@gmail. yarmangulo@unias. id7, robertal@gmail. Abstrak Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan utama meningkatkan kapasitas dan kemandirian petani padi dalam menerapkan konsep Pengendalian Hama Terpadu (PHT) yang berorientasi pada prinsip ramah lingkungan. Melalui pendekatan ini, diharapkan para petani dapat mengurangi ketergantungan terhadap pestisida kimia yang selama ini berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan, lingkungan, serta keseimbangan ekosistem sawah. Metode pelaksanaan kegiatan dirancang dalam bentuk workshop tujuh sesi yang meliputi ceramah interaktif, diskusi kelompok, demonstrasi lapangan, serta praktik langsung. Setiap sesi difokuskan pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan praktis petani, seperti pengenalan musuh alami hama, penggunaan pestisida nabati, serta teknik budidaya padi yang mendukung sistem PHT. Evaluasi dilakukan melalui uji preAepost terhadap enam indikator pengetahuan dan niat Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan: lima dari enam indikator mencapai tingkat keberhasilan di atas 80%, sementara komitmen petani untuk mengurangi penggunaan pestisida kimia mencapai 76%. Capaian ini sejalan dengan temuan literatur terkini (FAO, 2022. IRRI, 2020. Rahman et al. , 2. yang menegaskan efektivitas PHT dan pentingnya penyuluhan partisipatif dalam mendorong praktik pertanian berkelanjutan. Program ini merekomendasikan adanya pendampingan berkelanjutan, terutama dalam pembuatan pestisida nabati serta penerapan strategi tanam serempak guna memperkuat ketahanan ekosistem pertanian lokal. Kata Kunci: Pengendalian Hama Terpadu (PHT). Padi Sawah. Pestisida Nabati. Penyuluhan Copyright . Ridho Victory Nazara. Putra Hidayat Telaumbanua. Helmin Parida Zebua. Dian Agung Sanora Laia. Natalia Kristiani Lase. Yoel Melsaro Larosa. Yarman Gulo. Robert Albert Sole. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 4. 0 International License. HAGA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN: 2828-7037 Vol. 4 No. 1 Edisi Mei 2025 Universitas Nias Raya Partisipatif. Pertanian Berkelanjutan. Adopsi Praktik. Reduksi Pestisida Kimia Abstract This community service program was carried out with the primary goal of enhancing the capacity and self-reliance of rice farmers in implementing the concept of Integrated Pest Management (IPM) based on environmentally friendly principles. Through this approach, farmers are expected to reduce their dependence on chemical pesticides, which have long posed potential negative impacts on health, the environment, and the ecological balance of paddy field ecosystems. The program was implemented through a seven-session workshop consisting of interactive lectures, group discussions, field demonstrations, and hands-on practice. Each session focused on improving farmersAo knowledge and practical skills, such as identifying natural pest enemies, utilizing botanical pesticides, and applying rice cultivation techniques that support IPM systems. Evaluation was conducted using a preAepost test on six indicators of knowledge and behavioral intention. The results showed a significant improvement: five out of six indicators reached a success rate above 80%, while farmersAo commitment to reducing chemical pesticide use reached 76%. These outcomes are consistent with recent literature (FAO, 2022. IRRI, 2020. Rahman et al. , 2. , which highlights the effectiveness of IPM and the importance of participatory extension approaches in promoting sustainable agricultural practices. The program recommends continued mentoring, particularly in the production of botanical pesticides and the implementation of synchronized planting strategies, to strengthen the resilience of local agricultural ecosystems. Keywords: Integrated Pest Management (IPM). Rice Farming. Botanical Pesticides. Participatory Extension. Sustainable Agriculture. Practice Adoption. Chemical Pesticide Reduction Pendahuluan ini menimbulkan risiko serius, seperti Pertanian padi masih menjadi tulang Indonesia, resistensi hama yang meningkat, biaya negatif terhadap kesehatan manusia dan Kepulauan Nias, karena menyediakan keseimbangan lingkungan (FAO, 2. mata pencaharian bagi sebagian besar Di sisi lain, meningkatnya kesadaran petani lokal dan mendukung ketahanan akan pentingnya produksi pangan yang Namun, aman dan berkelanjutan menuntut adanya pendekatan pertanian yang lebih ramah tantangan signifikan, terutama terkait Pemerintah tekanan hama dan penyakit yang terus melalui Kementerian Pertanian . Ketergantungan berlebihan mendorong penerapan praktik pertanian pada pestisida kimia seringkali menjadi solusi instan bagi petani, namun praktik Hama Terpadu (PHT). Indonesia Pengendalian Copyright . Ridho Victory Nazara. Putra Hidayat Telaumbanua. Helmin Parida Zebua. Dian Agung Sanora Laia. Natalia Kristiani Lase. Yoel Melsaro Larosa. Yarman Gulo. Robert Albert Sole. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 4. 0 International License. HAGA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN: 2828-7037 Vol. 4 No. 1 Edisi Mei 2025 Universitas Nias Raya Implementasi PHT juga menuntut keseimbangan alami. Strategi ini tidak pelatihan dan pendampingan agar mereka hanya bertujuan menekan penggunaan mampu memantau hama secara cermat, pestisida kimia, tetapi juga meningkatkan ketahanan ekonomi petani. Paradigma Pengendalian Hama Dengan PHT Terpadu (PHT) merupakan pendekatan meningkatkan produktivitas dan kualitas strategis yang mengintegrasikan berbagai hasil panen, tetapi juga mendukung taktik pengendalian hama, mulai dari keberlanjutan ekosistem sawah, menjaga keseimbangan biologis, serta memperkuat kimiawi, secara rasional dan berbasis ketahanan pangan lokal dan kesejahteraan prinsip ambang ekonomi. Prinsip ini Pengendalian Hama Terpadu (PHT) dilakukan ketika populasi hama mencapai juga menekankan pentingnya substitusi pestisida kimia dengan pestisida nabati kerugian ekonomi, sehingga menghindari serta pemanfaatan musuh alami dalam penggunaan pestisida secara berlebihan Pestisida nabati, seperti ekstrak negatif terhadap kesehatan manusia. (Azadirachta (Cymbopogon Bukti mutakhir menunjukkan bahwa putih (Allium sativu. , mengandung penerapan PHT secara terpadu mampu senyawa bioaktif yang mampu mengusir, meminimalkan residu kimia dalam hasil (OPT) Strategi yang terbukti pengganggu tanaman (OPT) secara rutin. Pendekatan tanam serempak untuk memutus siklus lingkungan, tetapi juga lebih aman bagi petani dan konsumen, serta dapat dibuat varietas padi tahan hama, serta intervensi diperoleh dan berbiaya rendah. mengurangi sumber infeksi, penggunaan Selain itu, pemanfaatan musuh alami mikroorganisme pengendali (IRRI, 2020. laba-laba. Nguyen & Lee, 2. Copyright . Ridho Victory Nazara. Putra Hidayat Telaumbanua. Helmin Parida Zebua. Dian Agung Sanora Laia. Natalia Kristiani Lase. Yoel Melsaro Larosa. Yarman Gulo. Robert Albert Sole. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 4. 0 International License. HAGA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN: 2828-7037 Vol. 4 No. 1 Edisi Mei 2025 Universitas Nias Raya antagonis . isalnya Trichoderma spp. dalam tujuh sesi tematik yang meliputi: dan Beauveria bassian. terbukti efektif dalam menekan populasi hama secara organisme pengganggu tanaman (OPT) Hasil PHT, menunjukkan bahwa efektivitas pestisida pestisida nabati, teknik sanitasi lahan, nabati dan agen hayati dapat menyamai tanam serempak, hingga pengambilan keputusan berbasis ambang ekonomi. secara konsisten dan disesuaikan dengan Setiap stadia perkembangan hama (Nguyen & ceramah interaktif, diskusi kelompok. Lee, 2021. FAO, 2. Integrasi Sebagai puncak kegiatan, peserta mengikuti praktik lapangan dan kerja ketergantungan terhadap bahan kimia langsung di lahan sawah. dalam sistem PHT mendukung pertanian hayati, serta meningkatkan ketahanan Dokumentasi kegiatan, termasuk struktur program, profil peserta, serta hama jangka panjang. jadwal dan lokasi pelaksanaan, tercatat Dalam konteks Desa BawozaAoua. Kecamatan Selatan. Lahusa. Kabupaten lengkap dalam dokumen resmi program. Nias Melalui kegiatan ini, diharapkan terjadi peningkatan kapasitas pengetahuan dan masyarakat ini difokuskan pada edukasi intensif dan praktik langsung mengenai pertanian padi yang produktif, sehat, dan penerapan prinsip Pengendalian Hama berkelanjutan di wilayah Nias Selatan. Terpadu (PHT). Tujuan utama kegiatan Agar menerapkan evaluasi preAepost berbasis lingkungan serta memberikan alternatif nyata bagi petani untuk mengurangi ketergantungan terhadap pestisida kimia. praktik PHT). Kerangka ini mengikuti Melalui pendekatan partisipatif, petani efektif meningkatkan kompetensi petani . dopsi partisipatif yang keseimbangan ekosistem sawah dan peran agronomis (Suwarto & Raharja, 2018. keberlanjutan produksi padi. Rahman et al. , 2. Program pengabdian ini dirancang Metode Kegiatan Copyright . Ridho Victory Nazara. Putra Hidayat Telaumbanua. Helmin Parida Zebua. Dian Agung Sanora Laia. Natalia Kristiani Lase. Yoel Melsaro Larosa. Yarman Gulo. Robert Albert Sole. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 4. 0 International License. HAGA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN: 2828-7037 Vol. 4 No. 1 Edisi Mei 2025 Universitas Nias Raya Desain kegiatan. petani padi yang dibagi menjadi tiga Kegiatan dirancang sebagai workshop kelompok kerja kecil untuk praktik. tujuh sesi yang saling berurutan dan Fasilitasi berjenjang: pengantar pertanian bebas mahasiswa Program Studi Agroteknologi hamaAe penyakit utama padi, prinsip dasar PHT, alternatif ramah lingkungan pengganti Pembagian percontohan, ulasan keuntungan jangka keragaman pengalaman budidaya agar panjang, serta pembahasan tantangan dan terjadi tukar-belajar antarpetani. solusi implementasi lapangan. Setiap sesi Tahapan kegiatan menggabungkan penjelasan singkat dari Pra-kegiatan fasilitator, diskusi dua arah berbasis koordinasi dengan perangkat desa dan kasus setempat, dan praktik kelompok kecil untuk memperkuat keterampilan. kebutuhan cepat melalui tanya jawab Materi ajar berupa slide ringkas, lembar informal, serta persiapan logistik . ateri kerja, dan lembar panduan praktik. cetak, alat praktik, dan demplot kecil di bantu lapangan mencakup contoh bahan lahan mitr. Pada hari pelaksanaan, sesi pestisida nabati, sprayer manual, contoh dibuka dengan pre-test untuk memotret monitoring sederhana. Pendekatan ini aturan kelas. Sesi 1 mengenalkan konsep menekankan pembelajaran partisipatif, sehingga peserta aktif mengaitkan konsep ketergantungan pestisida kimia dan risiko dengan pengalaman budidaya mereka. Lokasi & waktu identifikasi hamaAepenyakit utama padi Sesi Workshop dipusatkan di rumah salah dan gejala serangannya di sawah lokal. satu anggota Kelompok Tani Tafaeri di Sesi 3 mengupas prinsip PHT termasuk Desa Teluk ambang ekonomi dan rotasi/rotasi input. Dalam. Kabupaten Nias Selatan, pada 23 Sesi 4 memperkenalkan alternatif ramah Juli 2025 pukul 11. 00 WIB. Lokasi dipilih karena akses yang mudah bagi anggota musuh alami, tanam serempak, sanitasi lahan, dan perangkap. Sesi 5 adalah memudahkan demonstrasi lapangan. Peserta peracikan sederhana pestisida nabati. BawozaAoua. Kecamatan Peserta berjumlah sekitar 15 orang Copyright . Ridho Victory Nazara. Putra Hidayat Telaumbanua. Helmin Parida Zebua. Dian Agung Sanora Laia. Natalia Kristiani Lase. Yoel Melsaro Larosa. Yarman Gulo. Robert Albert Sole. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 4. 0 International License. HAGA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN: 2828-7037 Vol. 4 No. 1 Edisi Mei 2025 Universitas Nias Raya OPT tercermin di kuesioner. lembar monitoring. Sesi 6 membahas Etika Partisipasi bersifat sukarela dengan . iaya, kesehatan, lingkunga. berbasis Sesi instrumen, dan jaminan bahwa data lanjut per kelompok kerja untuk uji coba praktik di lahan masing-masing. Kegiatan Dokumentasi kegiatan . oto, daftar hadir, dan ringkasan diskus. disimpan sebagai pembelajaran, dan pembentukan kanal lampiran program dengan persetujuan komunikasi tindak lanjut . isalnya grup peserta dan hanya untuk kepentingan pesan singka. untuk memantau adopsi pelaporan dan pembelajaran internal. post-test. Evaluasi Hasil Kegiatan dan Pembahasan Evaluasi preAepost Bagian evaluasi preAepost workshop PHT di Desa kemampuan menyebutkan tiga hama BawozaAoua menggunakan rerata skor tiap indikator mengidentifikasi gejala penyakit utama, dan ambang keberhasilan pascapelatihan pemahaman prinsip PHT, keterampilan Ou80%. Ringkasan numerik disajikan pada . Analisis Tabel 1, sedangkan capaian ambang per indikator divisualkan pada Gambar 1 penggunaan pestisida kimia. Skor tiap keberhasilan secara ringkas. indikator dihitung sebagai persentase Tabel 1. Perbandingan Pengetahuan capaian dari butir-butir penilaian pada Peserta Sebelum & Sesudah Penyuluhan peningkatan dihitung dari PHT Padi selisih skor preAepost per peserta dan Keberhasilan program ditetapkan bila minimal 80% peserta mencapai nilai Ou80% Hasil evaluasi dilengkapi catatan observasi menangkap kendala teknis yang tidak Copyright . Ridho Victory Nazara. Putra Hidayat Telaumbanua. Helmin Parida Zebua. Dian Agung Sanora Laia. Natalia Kristiani Lase. Yoel Melsaro Larosa. Yarman Gulo. Robert Albert Sole. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 4. 0 International License. HAGA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN: 2828-7037 Vol. 4 No. 1 Edisi Mei 2025 Universitas Nias Raya populasi serangga tertentu bila aplikasi tepat dosisAewaktu dan dikombinasikan dengan konservasi musuh alami (Nguyen Grafik 1. Diagram donat proporsi & Lee, 2021. FAO, 2. indikator yang mencapai ambang Meski Aukomitmen keberhasilan Ou80% pada penilaian mengurangi pestisida kimiaAy meningkat, nilainya belum melampaui ambang 80%. hambatan lazim berupa persepsi risiko gagal panen, kebiasaan lama, dan norma sosial pada komunitas tani. Intervensi . eladan petani kunc. , pendampingan berulang sepanjang satu siklus tanam, serta penyediaan bukti ekonomi setempat selektif (Rahman et al. , 2023. Kementan RI, 2. Secara keseluruhan, hasil ini konsisten dengan model sekolah lapang Peningkatan cepat pada indikator PHT di Indonesia yang menekankan pengetahuan dasar PHT dan identifikasi monitoring rutin, analisis agroekosistem. OPT . ihat Tabel . mengindikasikan dan penerapan ambang ekonomi dalam pengambilan keputusan menempatkan berjenjangAiceramah singkat, diskusi dua pelatihan, demonstrasi, dan dialog dua arah, dan demonstrasi lapang efektif arah sebagai inti proses belajar petani memperkokoh pemahaman konsep inti (Suwarto & Raharja, 2018. IRRI, 2. PHT serta keterampilan diagnosis dini di Untuk keberlanjutan, tindak lanjut tingkat petani (IRRI, 2020. FAO, 2. perlu difokuskan pada penetapan tanam Kenaikan yang konsisten pada indikator bahan pestisida nabati di tingkat lokal, perangkap hama dan peracikan pestisida nabati menunjukkan bahwa pendekatan OPT, berbasis praktik mempermudah transfer pengetahuan menjadi aksi terstandar. pemerintah desa agar manfaat ekonomiAe literatur menegaskan formulasi nabati lingkungan terjaga (Kementan RI, 2023. FAO, 2. Copyright . Ridho Victory Nazara. Putra Hidayat Telaumbanua. Helmin Parida Zebua. Dian Agung Sanora Laia. Natalia Kristiani Lase. Yoel Melsaro Larosa. Yarman Gulo. Robert Albert Sole. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 4. 0 International License. HAGA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN: 2828-7037 Vol. 4 No. 1 Edisi Mei 2025 Universitas Nias Raya Penutup berikut perlu menilai adopsi nyata di Kesimpulan lahan, dampak ekonomi . iayaAemanfaa. Program penyuluhan PHT padi di serta pengurangan penggunaan/residu Desa BawozaAoua berhasil meningkatkan kapasitas peserta pada enam indikator kesehatan dan kesejahteraan petani dapat terukur secara lebih komprehensif. Lima lingkunganAe mencapai ambang keberhasilan Ou80% setelah pelatihan, dengan kenaikan rata- Daftar Pustaka