Cendekia Medika: Jurnal STIKes Al-MaAoarif Baturaja Volume 10 Number 1: April 2025 Original Article Giving Booster Immunization In Terms Of Mother'S Knowledge Level Pemberian Imunisasi Booster Ditinjau Dari Tingkat Pengetahuan Ibu Siska Delvia. Hasan Azhari 1Program Studi Di Kebidanan STIKes Al-MaAoarif Baturaja. Indonesi 2Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hesti Wira Sriwijaya *Corresponding Author: Abstract Program Studi Di Kebidanan STIKes AlMaAoarif Baturaja. Indonesia Email: siska. delvia26@gmail. Booster immunization is a repeat or follow-up immunization given when toddlers are 18 months - 1. 5 years old and given after getting basic immunization to maintain the level of immunity and extend the protection period of children who have received basic Booster immunization is given after basic immunization. Parents not understanding the importance of booster immunization is one of the many factors that influence the number of unimmunized children. This study aimed to determine the relationship between parents' knowledge and perceptions of booster immunization in underfives at Tanjung Agung Health Center. This study used an analytic survey and quantitative design with a cross-sectional approach to identify the relationship between variables. All toddlers who came to the Tanjung Agung Baturaja Health Center were the subjects of this Primary, research data were collected through questionnaires distributed to respondent mothers during their visit to the Puskesmas Tanjung Agung Baturaja. The results showed that the education variable had a pvalue of 0. 002 and the knowledge variable had a pvalue of 0. The results indicate that there is a significant correlation between knowledge and education with boster immunization in children at Puskesmas Tanjung Agung Baturaja. Siska Delvia Keyword: Knowledge. Boster Immunization Kata Kunci: Pengetahuan. Imunisasi Boster A The Author. 2025 Abstrak Article Info: Received : March 25, 2025 Revised : April 4, 2025 Accepted : April 17, 2025 Cendekia Medika: Jurnal STIKes AlMaAoarif Baturaja e-ISSN : 2620-5424 p-ISSN : 2503-1392 This is an Open Access article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. International License. Imunisasi boster merupakan imunisasi ulangan atau lanjutan yang diberikan pada saat balita usia 18 bulan Ae 1,5 tahun dan diberikan setelah mendapatkan imunisasi dasar untuk mempertahankan tingkat kekebalan dan memperpanjang masa lindungan anak yang sudah menerima imunisasi dasar. Imunisasi booster diberikan setelah pemberian imunisasi dasar. Orang tua yang tidak memahami pentingnya imunisasi boster adalah salah satu dari banyak faktor yang memengaruhi jumlah anak yang belum di imunisasi. Studi ini bertujuan untuk menentukan hubungan antara pengetahuan dan persepsi orang tua tentang imunisasi booster pada balita di Puskesmas Tanjung Agung. Penelitian ini menggunakan survei analitik dan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional untuk mengidentifikasi hubungan antara variabel. Semua ibu yang memiliki balita yang datang ke Puskesmas Tanjung Agung Baturaja adalah subjek penelitian ini. Secara primer, data penelitian dikumpulkan melalui kuesioner yang dibagikan kepada ibu responden selama kunjungan mereka ke Puskesmas Tanjung Agung Baturaja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel pengetahuan memiliki nilai pvalue 0,003. Hasilnya menunjukkan bahwa ada korelasi signifikan antara pengetahuan dengan imunisasi boster pada anak-anak di Puskesmas Tanjung Agung Baturaja. PENDAHULUAN Imunisasi berasal dari kata "kebal", yang berarti "kebal" atau "resisten". Anak yang terhadap suatu penyakit tertentu, seperti anak yang kebal terhadap suatu penyait, tetapi belum tentu kebal terhadap penyakit lain. Imunisasi ulang atau booster diberikan mempertahankan tingkat kekebalan dan memperpanjang masa perlindungan anak yang sudah menerima imunisasi dasar . Imunisasi ini diberikan dalam dua tahap. Pertama, orang diberi vaksinasi dasar, yang mencakup lima jenis vaksin: BCG. DPT. Polio. Hepatitis B, dan Campak. Kemudian, orang diberi vaksinasi dasar lengkap https://jurnal. id/index. php/ cendekia_medika / Cendekia Medika: Jurnal STIKes Al-MaAoarif Baturaja Volume 10 Number 1: April 2025 sebelum berumur 12 bulan. Jumlah vaksinasi yang diberikan adalah 1 BCG, 3 DPT, 4 polio, 3 Hepatitis B, dan 1 campak . Imunisasi merupakan salah satu pilihan dalam meningkatkan kesehatan anak-anak. Dari imunisasi ini dapat melindungi anakanak dari penyakit menular seperti campak, polio, dan difteri, sehingga mengurangi angka morbitas dan motalitas Dengan anak-anak sehingga mengurangi angka morbiditas dan mortalitas anak . Untuk menjaga kekebalan tubuh balita yang optimal, tidak hanya diperlukan imunisasi dasar lengkap, tetapi juga imunisasi lanjutan, seperti booster DPT dan Campak. Beberapa balita bahkan tidak mendapatkan imunisasi secara lengkap atau lanjutan, dan salah satu faktor yang dapat memengaruhi hal ini adalah pengetahuan ibu tentang apa yang mereka lakukan . Imunisasi boster merupakan ulangan imunisasi dasar untuk mempertahankan tingkat kekebalan. Hal ini berguna untuk memperpanjang masa lindungan anak yang sudah mendapatkan imunisasi dasar, imunisasi lanjutan booster berarti setelah pemberian kekebalan imunisasi dasar . Orang tua, terutama ibu, sangat penting untuk menjaga kesehatan rumah tangga, termasuk memberikan vaksinasi pada anak untuk mencegah penyakit. Ibu-ibu yang tidak tahu banyak lebih cenderung memiliki peran yang lebih kecil dalam Budaya, status perempuan . ermasuk pendidika. dan kurangnya kesadaran bahwa kesehatan anak sangat penting adalah beberapa faktor yang berpengaruh. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Nopiyarti dan Indrawati . Ibu yang berpendidikan tinggi berpeluang 4,32 kali untuk memberikan Imunisasi Booster dibandingkan Ibu dengan pendidikan Tanpa pengetahuan, seseorang tidak dapat membuat keputusan, seperti memilih program kesehatan . Karena masih banyak ibu yang memiliki pemahaman yang salah tentang imunisasi, pengetahuan tentang imunisasi berhubungan dengan tingkat pengetahuan seperti pengertian dan pemahaman. banyak orang tua yang khawatir tentang efek samping dari beberapa vaksinasi. Menurut data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, pada tahun 2019 cakupan imunisasi booster balita dibawah usia 2 tahun harus mencapai target yang ditentukan yaitu 50 % . cakupan imunisasi DPT-HB-Hib4 dan Campak Rubela 2 pada anak usia 18 sampai 24 bulan pada tahun 2020 mencapai 67,8%, sedangkan cakupan imunisasi Rubela pada tahun 2020 hanya 64,7%. Pada tahun 2021, cakupan imunisasi DPT-HB-Hib4 turun menjadi 56,2%, dan cakupan imunisasi Rubela 2 pada tahun 2022 turun menjadi 58,2%. Tujuan Penelitian ini adalah diketahuinya hubungan pengetahuan dan sikap orang tua terhadap imunisasi booster pada anak di Puskesmas tanjung agung baturaja METODE PENELITIAN Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan cross sectional, dimana data yang menyangkut variabel independen yaitu pengetahuan orang tua serta variabel dependen yaitu imunisasi booster pada anak di Puskesmas Tanjung Agung Baturaja Tahun 2024. Data dikumpulkan dalam waktu bersamaan . Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan Accidental Sampling yaitu ibu yang memiliki balita dan melakukan kunjungan ke Puskesmas. Penelitian ini dimulai pada bulan Agustus s/d Desember menggunakan lembar kuesioner. Untuk melihat masing-masing hubungan antara https://jurnal. id/index. php/ cendekia_medika / Cendekia Medika: Jurnal STIKes Al-MaAoarif Baturaja Volume 10 Number 1: April 2025 variabel independen yaitu apabila p value> 0,05 maka variabel pengetahuan orangtua serta variabel tersebut tidak ada hubungan bermakna . dependen yaitu imunisasi booster pada anak dengan menggunakan hasil uji statistik Chi-Square dengan = 0,05 dan HASIL PENELITIAN derajat kepercayaan 95% dan tingkat AnalisaUnivariat kemaknaan p value< 0,05. Dikatakan ada hubungan bermakna bila p value O 0,05 dan Tabel 1 Distribusi Frekuensi Responden Terhadap Imunisasi Booster Variabel Imunisasi Boster Tidak Pengetahuan Baik Kurang Terlihat pada tabel 1 yang melakukan Imunisasi boster lebih banyak dari pada yang tidak yaitu 35 . ,4%). Pada variable pengetahuan lebih banyak dibandingkan yang kurang yaitu 40 . ,1%). Jumlah Persentase 61,4% 38,6% 70,1% 29,8% Analisa Bivariat Pada analisa bivariat ini dilakukan untuk melihat apakah adanya hubungan . engetahuan ib. dengan Variabel . emberian Tabel 2. Hubungan Pengetahuan Ibu Terhadap Pemberian Imunisasi Boster Variabel Pengetahuan Baik Kurang Imunisasi Booster Tidak Terlihat pada analisis tabel 2 di ketahui bahwa dari 57 responden yang memiliki pengetahuan baik dengan balita diberi imunisasi boster sebanyak 34 . %) responden lebih banyak dibandingkan dengan yang pengetahuan kurang diberikan imunisasi boster yaitu 7 . ,1%) responden. Hasil uji chi Square di dapatkan A Value 0,003 Jumlah Value 0,003 hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan imunisasi booster di Puskesmas Tanjung Agung Baturaja PEMBAHASAN Menurut Handayani dan Astuti . adanya korelasi antara pengetahuan ibu dengan ketepatan pemberian imunisasi dasar pada anak balita. Pengetahuan tentang sejumlah data dan pengenalan secara obyektif terhadap sesuatu . Dari penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti dengan 57 responden didapatkan uji chi Square di dapatkan nilai A Value 0,003 yang artinya adanya Ibu yang sadar akan vaksinasi tahu apa yang akan didapat setelah vaksinasi dan apa yang akan didapat jika anak tidak . Dengan https://jurnal. id/index. php/ cendekia_medika / Cendekia Medika: Jurnal STIKes Al-MaAoarif Baturaja Volume 10 Number 1: April 2025 vaksinasi, lebih mudah untuk mengubah perilaku anak, terutama untuk pergi ke vaksinasi. Dalam penelitian ini telah membuktikan bawa pengetahuan yang baik lebih banyak memberikan anaknya imunisai boster, walaupun masih ada yang tidak Menurut peneliti bagi ibu yang mempunyai pengetahuan baik tetatpi masih tidak melakukan imunisai boster pada balita nya dikarenakan masih ada rasa takut anaknya akan sakit setelah di imunisasi KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian didapatkan pengetahuan dengan imunisasi booster di Puskesmas Tanjung Agung Baturaja SARAN Sebaiknya orang tua terutama ibu lebih memperhatikan tentang kelengkapan imunisasi sebagai langkah pencegahan suatu penyakit. DAFTAR PUSTAKA