p-ISSN:2089-2551e-ISSN:2615-143X https://journal. Volume 15. Nomor 4. November 2025 FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN KUNJUNGAN MASA NIFAS DI PMB CHOIRUL MALA 22 ILIR KOTA PALEMBANG Rumi1*. Siti Aisyah2. Reffi Dhamayanti2. Fika Minata Wathan2 Mahasiwa S1 Kebidanan. Universitas Kader Bangsa Palembang Dosen S1 Kebidanan. Universitas Kader Bangsa Palembang Alamat Korespondensi: rumi@gmail. ABSTRAK Latar belakang: Word Health Organization (WHO) menyatakan bahwa Angka Kematian Ibu (AKI) didunia pada tahun 2022 sebanyak 450 per 100. 000 keahiran hidup. Penyebab paling utama kematian ibu pada wanita umur produktif di negara berkembang disebabkan komplikasi selama kehamilan, persalinan dan nifas. Tujuan: untuk mengetahui hubungan pengetahuan, jarak ke fasilitas kesehatan dan dukungan suami dengan kepatuhan kunjungan masa nifas pada ibu nifas di PMB Choirul Mala 22 Ilir Kota Palembang Metode: penelitian kuantitatif dengan menggunakan survei analitik dengan pendekatan cross sectional dengan populasi 51 orang sampel sebanyak 51 dengan menggunakan metode total sampling. Hasil: analisis menunjukkan bahwa nilai pengetahuan p. value = 0,008, nilai jarak ke fasilitas kesehatan value = 0,000, sedangkan nilai dukungan suami p. value = 0,016 yang berarti terdapat hubungan pengetahuan, jarak ke fasilitas kesehatan dan dukungan suami dengan kepatuhan kunjungan masa nifas di PMB Choirul Mala 22 Ilir Kota Palembang Tahun 2024. Kesimpulan: dari penelitian ini adalah ibu agar teratur melakukan kunjungan masa nifas setelah melahirkan guna mengetahui kesehatannya setelah melahirkan. KataKunci: Pengetahuan. Jarak Fasilitas Kesehatan. Dukungan Suami. Nifas PENDAHULUAN Persalinan Sectio Caesaria (SC) adalah Nifas adalah masa yang dilalui oleh ibu setelah melahirkan dan berlangsung sejak plasenta lahir sampai dengan 6 minggu atau 42 hari setelah Selama masa nifas ibu dianjurkan melakukan kunjungan nifas untuk deteksi dini pemantauan pemeriksaan terhadap ibu nifas dengan melakukan kunjungan minimal empat kali dengan kunjungan pada 6 jam sampai dengan 2 hari setelah persalinan, pada hari ke 3 sampai dengan hari ke 7 setelah persalinan, pada hari ke 8 sampai dengan hari ke 28 setelah persalinan, dan pada hari ke 29 sampai dengan 42 hari setelah persalinan (Novembriany. Tujuan dari perawatan nifas untuk menjaga kesehatan ibu dan bayinya, mendeteksi pascapersalinan, memberikan Komunikasi. Informasi. Edukasi (KIE), melibatkan keuarga dalam menjaga kesehatan ibu nifas dan bayi baru lahir serta memberikan pelayanan KB sesegera mungkin setelah persalinan. Menurut Kemenkes, pelayanan kesehatan ibu yang diperoleh selama 42 hari selama melahirkan, paling sedikit 3 kali meliputi kunjungan nifas 1 . jam hingga 3 hari setelah melahirka. , kunjungan nifas 2 . hingga 28 hari setelah melahirka. dan kunjungan nifas 3 . sampai 42 hari setelah melahirka. (Kemenkes RI. Word Health Organization WHO merekomendasikan empat kali kunjungan pada Jurnal Mitrasehat Volume 15 Nomor 4. November 2025 masa nifas yaitu pada 24 jam setelah bayi lahir, dua sampai dengan tiga hari, enam sampai tujuh hari berikutnya, dan pada enam minggu Kunjungan masa nifas bertujuan agar dapat menilai kesehatan ibu dan bayi baru lahir, pencegahan terhadap kemungkinan adanya gangguan pada kesehatan ibu nifas dan bayinya serta mendeteksi adanya kejadiankejadian pada masa nifas. Kurangnya perawatan yang tepat selama periode masa nifas bisa berakibat terhadap bahaya dan meningkatkan resiko kematian ibu dan bayi. (WHO, 2. Word Health Organization (WHO) menyatakan bahwa Angka Kematian Ibu (AKI) didunia pada tahun 2022 sebanyak 450 per 000 keahiran hidup. Penyebab paling utama kematian ibu pada wanita umur produktif di negara berkembang disebabkan komplikasi selama kehamilan, persalinan dan nifas. Kejadian komplikasi kehamilan yang dialami wanita di negara sedang berkembang 300 kali lebih besar dibandingkan negara maju, di Asia Tenggara rata-rata setiap hari terjadi 1,500 kematian ibu akibat komplikasi kehamilan (WHO, 2. Cakupan kunjungan nifas lengkap yang terjadi di Indonesia pada tahun 2022 mencapai target 90,7%. Provinsi dengan cakupan tertinggi adalah Provinsi DKI Jakarta sebesar 114,2%. Jawa Barat 102,4% dan Kalimantan Tengah 97,7%. Sedangkan Provinsi Papua Barat. Papua, dan Sulawesi Tengah menjadi cakupan (Kementrian Kesehatan RI, 2. Cakupan kunjungan nifas (KF. di Sumatera Selatan mengalami penurunan 3,1% pada tahun 2021 . ,4%) dibandingkan tahun 2020 . ,5%). Capaian kunjungan nifas di Sumatera Selatan yang memiliki persentasi tertinggi ada pada Kota Ogan Ilir 117% dan Pagaralam 102%, dan persentasi tertinggi ada pada Kota Muratara 80,3% dan PALI 81,8% sedang Kota Prabumulih dengan persentasi 97,1% (Dinkes Sumsel, 2. Data Dinas Kesehatan Kota Palembang tahun 2022 cakupan kunjungan pada ibu nifas KF I: 27. 2%). KF2 : 21,344% . ,8%) dan KF3: 25. ,6%) dengan jumlah secara keseluruhan sebanyak 33. 390 orang. Pada tahun 2021 cakupan kunjungan pada ibu nifas KFI :28. ,9%). KF2 : 22,518 . ,9%), dan KF3 : 24,740 . 8%) dengan jumlah keseluruhan sebanyak 32. 617 orang. Cakupan pelayanan nifas di kota Palembang Tahun 2022 mencapai 89,49%, sudah memenuhi target pelayanan minimum yaitu 90%, tetapi belum semua kecamatan yang ada mencapai target pelayanan minimal anatara lain kecamatan Ilir Barat II. Gandus. Seberang Ulu. Plaju. Bukit Kecil. Ilir Timur II, dan Alang-Alang Lebar (Dinkes. Palembang 2. Sesuai dengan kebijakan program nasional melakukan kunjungan nifas lengkap apabila ibu memeriksakan diri pada masa nifas paling sedikit 6 kali kunjungan yaitu pada 6 jam sampai dengan 2 hari setelah persalinan, hari ke 3 sampai dengan hari ke 7 setelah persalinan, hari ke 8 sampai dengan hari ke 28 setelah persalinan, dan hari ke 29 sampai dengan hari ke 42 setelah persalinan. Ibu pasca bersalin yang telah melakukan kunjungan nifas sebanyak empat kali dapat dihitung telah melakukan kunjungan nifas lengkap (KF lengka. Saat kunjungan masa nifas berlangsung, akan pemeriksaan umum, payudara, perut,uterus vulva, perineum guna untuk menentukan ibu nifas tersebut berlangsung normal atau tidak . eperti involusi uterus,pengeluaran lochea dan pengeluaran air susu ibu serta perubahan sistem menentukan apakah terjadi kegawatdaruratan pada ibu seperti perdarahan, kejang dan panas dan apakah terjadi penyulit / masalah dengan ibu yang memerlukan perawatan atau rujukan seperti absespada payudara. (Kemenkes RI. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi tidak tercapainya kunjungan nifas lengkap diantaranya faktor yang dapat mempengaruhi Jurnal Mitrasehat Volume 15 Nomor 4. November 2025 kunjungan masa nifas yaitu faktor predisposisi . engetahuan, sikap, pendidikan, kepercayaan, keyakinan, nilai-nila. , faktor pendukung . etersediaan dan jarak ke fasilitas kesehata. , faktor pendorong . ukungan keuarga dan peran bida. (Patrin et al. , 2. Berdasarkan survey awal yang dilakukan di PMB Choirul Mala Palembang di dapat jumlah ibu yang melahirkan pada tahun 2021 sebanyak 153 orang, yang melakukan kunjungan nifas KF 1 sebanyak 152 orang. KF 2 sebanyak 89 orang. KF 3 sebanyak 66 orang dan KF 4 sebanyak 18 orang, ibu yang melahirkan pada tahun 2022 sebanyak 136 orang, yang melakukan kunjungan nifas KF 1 sebanyak 136 orang. KF 2 sebanyak 104 orang. KF 3 sebanyak 43 orang dan KF 4 sebanyak 11 orang, , ibu yang melahirkan pada tahun 2023 sebanyak 148 orang, yang melakukan kunjungan nifas KF 1 sebanyak 148 orang. KF 2 sebanyak 114 orang. KF 3 sebanyak 82 orang dan KF 4 sebanyak 20 orang dan , ibu yang melahirkan pada bulan januari sampai april 2024 sebanyak 51 orang, yang melakukan kunjungan nifas KF 1 sebanyak 51 orang. KF 2 sebanyak 38orang. KF 3 sebanyak 26 orang dan KF 4 sebanyak 6 orang (Data PMB. Choirul Mala tahun 2. dari 100 maka seluruh populasi di jadikan Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 51 orang. METODE Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif dengan menggunakan survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan di PMB Choirul Mala Palelmbang Tahun 2024. Populasi dalam penelitian ini adalah selmula ibu yang melakulkan kunjungan nifas dan memeriksa Kesehatan di PMB Choirul Mala Palembang pada bulan Januari Ae April 2024 yang berjumlah 51 orang. Waktu penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2024 s. d Juni 2024. Sampel diambil dalam penelitian ini menggunakan tekhnik total Dikarenakan jumlah populasi kurang Analisis Bivariat Berdasarkan Tabel 4 ditemukan bahwa dari 25 responden ibu yang pengetahuannya baik dan patuh melakukan kunjungan nifas sebanyak 16 responden . %), dan yang tidak patuh melakukan kunjungan nifas sebanyak 9 responden . %). Sedangkan dari 26 responden ibu yang pengetahuannya kurang baik dan patuh melakukan kunjulngan nifas sebanyak 7 responden . ,9 %) dan yang tidak patuh melakukan kunjungan nifas sebanyak 19 responden . ,1 %). Berdasarkan hasil uji statistik chi-square, didapat p-value sebesar 0,017 (< = 0,. , artinya ada hubungan yang HASIL Kunjungan Nifas Berdasarkan Tabel 2 menunjukkan bahwa dari 51 responden, ibu yang patuh melakukan kunjungan nifas sebanyak 23 responden . ,1 %), lebih kecil dari ibu yang tidak patuh melakukan kunjulngan nifas sebanyak 28 responden . ,9 %). Analisis Univariat Berdasarkan tabel 3 menunjukkan bahwa didapat dari 51 responden, ibu yang pengetahuannya baik sebanyak 25 responden . %), lebih kecil dari pada ibu yang pengetahuannya kurang baik sebanyak 26 respondeln . %). Pada tabel ditemukan dari 51 responden ibu yang jarak ke fasilitas kesehatan dekat sebanyak 24 responden . ,1 %), lebih kecil dari pada ibu yang jarak ke fasilitas kesehatan jauh sebanyak 27 responden . ,9 %). Sedangkan dari 51 responden ibu yang mendapat dukungan dari suami sebanyak 26 responden . %), lebih besar dari pada ibu yang tidak mendapat dukungan dari suami sebanyak 25 responden . %). Jurnal Mitrasehat Volume 15 Nomor 4. November 2025 kepatuhan kunjulngan nifas pada ibu nifas di PBM Choirul Mala Palembang tahun 2024. Dan dari 24 responden ibu yang jarak ke fasilitas kesehatan dekat dan patuh melakukan kunjungan nifas sebanyak 18 responden . %), dan yang tidak patuh melakukan kunjungan nifas sebanyak 6 responden . ,9%). Sedangkan dari 27 responden ibu yang jarak ke fasilitas kesehatan jauh dan patuh melakukan kunjungan nifas sebanyak 5 responden . ,5 %) dan yang tidak patuh melakukan kunjungan nifas sebanyak 22 responden . ,5 %). Berdasarkan hasil uji statistik chi-square, didapat p-value sebesar 0,000 (< = 0,. , artinya ada hubungan yang bermakna antara jarak ke fasilitas kesehatan dengan kepatuhan kunjulngan nifas pada ibu nifas di PBM Choirul Mala Palembang tahun 2024. Sedangkan dari 26 responden ibu yang mendapat dukungan suami dan patuh melakukan kunjungan nifas responden . ,5%) dan yang tidak patuh melakukan kunjungan nifas sebanyak 10 responden . ,5%). Sedangkan dari 25 responden ibu yang tidak mendapat dukungan suami dan patuh melakukan kunjungan nifas sebanyak 7 responden . %) dan yang tidak patuh melakukan kunjungan nifas sebanyak 18 responden . %). Berdasarkan hasil uji statistik chi-square, didapat p-value sebesar 0,034 (< = 0,. , artinya ada hubungan yang bermakna antara dukungan suami kepatuhan kunjungan nifas pada ibu nifas di PBM Choirul Mala Palembang tahun 2024. PEMBAHASAN Pengetahuan Berdasarkan menunjukkan bahwa dari 25 responden ibu yang pengetahuannya baik dan patuh melakukan kunjungan nifas sebanyak 16 responden . %), dan yang tidak patuh melakukan kunjungan nifas sebanyak 9 responden . %). Sedangkan dari 26 responden ibu yang pengetahuannya kurang baik dan patuh melakukan kunjungan nifas sebanyak 7 responden . ,9 %) dan yang tidak patuh melakukan kunjungan nifas sebanyak 19 responden . ,1 %). Berdasarkan hasil ulji statistik chi-square, didapat p-value sebesar 0,017 (< = 0,. , artinya ada hubungan yang kepatuhan kunjungan nifas pada ibu nifas di PBM Choirul Mala Palembang tahuln 2024. Penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian Jeanika Pinem . , diketahui bahwa dari 5 ibu nifas yang memiliki pengetahuan baik mayoritas tidak terinfeksi pada masa nifas . %) dari 7 orang ibu yang memiliki pengetahuan culkulp mayoritas terinfeksi pada masa nifas . %) dan dari 12 orang ibu nifas yang memiliki pengetahuan kurang mayoritas terinfeksi pada masa nifas . %). Berdasarkan Tabulasi Silang Hubungan Kepatuhan Kunjungan Masa Nifas Dengan Kejadian Infeksi Nifas di BPM Kabanjahe Kabupaten Karo Tahun 2021 dapat diketahui bahwa dari 12 ibu nifas yang patuh dalam kunjungan masa nifas mayoritas tidak terinfeksi pada masa nifas . %) dan dari 19 ibu nifas yang patuh dalam kunjungan masa nifas mayoritas terinfeksi pada masa nifas . %) Hasil ulji statistik Chi-square diperolelh nilai p = 0,003. Hal ini berarti nilai p lelbih kecil dari . dan dengan demikian H0 ditolak dan Ha ditelrima yaitul pengetahuan ibu nifas memiliki hubungan dengan kejadian infeksi pada masa nifas. Sejalan dengan hasil penelitian Elya Rosa Br. Sembiring . , menunjukkan bahwa Berdasarkan hasil penelitian, diketahui dari 70 orang responden yang memiliki pengetahuan baik dan patuh sebanyak 20 orang . ,6%) dan yang memiliki pengetahuan baik dan tidak patuh sebanyak 13 orang . ,6%). Dari 70 orang responden yang memiliki pengetahuan kurang dan patuh sebanyak 8 orang . ,4%) dan yang memiliki pengetahuan kurang dan tidak patuh sebanyak 29 orang . ,4%). Hasil Jurnal Mitrasehat Volume 15 Nomor 4. November 2025 ulji statistik chi-square dipelrolelh nilai p 12 bulan di Klinik Ultama AuARAy Tahuln 2021 0,001< 0,05. Hal ini belrarti ada hubungan antara pengetahuan dengan kepatuhan dalam kunjungan masa nifas di Puskesmas Lau Baleng Kabupateln Karo tahuln 2023. Peneliti berasumsi bahwa pengetahuan kunjungan masa nifas. Ibu nifas yang melakukan kunjungan masa nifas selsulai (X2=5,166. p=0,. Kesimpullan yang diperoleh adalah ada hubungan jarak tempat tinggal ke tempat pelayanan kesehatan dengan kunjungan masa nifas pada ibu yang memiliki bayi ulsia 2-12 bullan di Klinik Ultama AuARAy program yang melakukan kebijakan telknis post partulm yang dilakulkan sebanyak elmpat kali kunjungan maka masa nifas akan belrjalan baik karelna apabila telrdapat komplikasi pada ibu nifas dapat telrdeltelksi dengan baik. Jarak Ke Fasilitas Kesehatan Berdasarkan hasil penelitian ini dari 24 responden ibu yang jarak ke fasilitas kesehatan dekat dan patuh melakukan kunjungan nifas sebanyak 18 responden . %), dan yang tidak patuh melakukan kunjungan nifas sebanyak 6 responden . ,9 %). Sedangkan dari 27 responden ibu yang jarak ke fasilitas kesehatan jauh dan patuh melakukan kunjungan nifas sebanyak 5 responden . ,5 %) dan yang tidak patuh melakukan kunjungan nifas sebanyak 22 responden . ,5 %). Berdasarkan hasil ulji statistik chi-square, didapat p-value sebesar 0,000 (< = 0,. , artinya ada hubungan yang bermakna antara jarak ke fasilitas kesehatan dengan kepatuhan kunjungan nifas pada ibu nifas di PBM Choirull Mala Palelmbang tahuln Penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian Titik Widayati . , terlihat bahwa dari 7 ibu yang patuh melakukan kunjungan masa nifas telrdapat 6 ibu . ,7%) dengan jarak telrbanyak adalah dekat. Dari 29 ibu yang tidak patuh melakukan kunjungan masa nifas telrdapat 18 ibu . ,0%) dengan jarak telrbanyak adalah jauh. Ada hubungan jarak ke tempat pelayanan kesehatan dengan kunjungan masa nifas pada ibu yang memiliki bayi ulsia 2- Tahuln 2021, selmakin dekat jarak ke tempat pelayanan kesehatan maka selmakin patuh ibu melakukan kunjungan masa nifas. Penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian Precelia Fransiska Husnah . , dapat dilihat proposi responden akses jarak dengan kunjungan nifas diketahui bahwa dari 51 responden yang memiliki aksels jarak dekat terdapat 46 orang . ,2%) melakukan kunjungan nifas lelngkap dan 5 orang . ,1%) melakukan kunjungan nifas tidak lengkap sedangkan dari 11 responden yang memiliki akses jarak jauh terdapat 4 orang . ,5%) melakukan kunjungan nifas lelngkap dan 7 orang . ,3%) melakukan kunjungan nifas tidak Hasil Ulji statistic Chi-square didapatkan p-value = 0,000 artinya antara aksels jarak dengan kunjungan nifas ada hubungan yang bermakna, sehingga hipotesis yang menyatakan ada hubungan yang bermakna antara aksels jarak dengan kunjungan nifas terbukti secara statistik. Peneliti berasumsi bahwa jarak ke fasilitas kesehatan yang dekat tidak memerlukan waktu yang lama dengan didukung akses jalan menuju fasilitas kesehatan sehingga ibu nifas mudah melakukan kunjungan nifas lelngkap, sedangkan ibu nifas yang memiliki tempat tinggal yang jauh harus menunggu suami atau keluarga mengantar untuk kunjungan nifas ke fasilitas kesehatan dan mengeluarkan biaya jika tidak menggunakan alat transportasi pribadi sehingga ibu nifas melakukan kunjungan nifas jika ada keluhan ataul ada masalah nifas hal ini Jurnal Mitrasehat Volume 15 Nomor 4. November 2025 Dukungan Suami Berdasarkan hasil penelitian dari 26 responden ibu yang mendapat dukungan suami dan patuh melakukan kunjungan nifas sebanyak 16 responden . ,5 %) dan yang tidak patuh melakukan kunjungan nifas sebanyak 10 responden . ,5 %). Sedangkan dari 25 responden ibu yang tidak mendapat dukungan suami dan patuh melakukan kunjungan nifas sebanyak 7 responden . %) dan yang tidak patuh melakukan kunjungan nifas sebanyak 18 responden . %). Berdasarkan hasil ulji statistik chi-square, didapat p-value sebesar 0,034 (< = 0,. , artinya ada hubungan yang bermakna antara dukungan suami dengan kepatuhan kunjungan nifas pada ibu nifas di PBM Choirul Mala Palembang tahun 2024. Penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian Dian Novita . , dari 40 responden selbagian kecil yang tidak mendapatkan dukungan suami sebanyak 3 orang . ,5%) dan yang mendapatkan dukungan suami hampir sellulrhnya sebanyak 37 orang . ,5%) dan yang mengalami Postpartum blues sebagian kecil sebanyak 3 orang . ,5%) sedangkan yang tidak melngalami Postpartum kunjungan masa nifas di Puskesmas Lau Baleng Kabupatel Karo tahun 2023 Peneliti berasumsi bahwa dukungan suami sangat diperlukan dimana suami selalu mengingatkan ibu untuk mendengarkan saran dan nasehat yang diberikan oleh petugas kesehatan pada masa kunjungan nifas. Dukungan ini menempati urutan tertinggi karena rasa percaya suami yang tinggi pada Bidan dalam memeriksakan kesehatan. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa ada hubungan yang bermakna antara Pengetahuan dengan kepatuhan kunjungan masa nifas di PMB Choirul Mala Palelmbang Tahun 2024 dengan nilai p - value = 0,017. Ada hubungan yang bermakna antara Jarak ke Fasilitas Kesehatan kepatuhan kunjungan masa nifas di PMB Choirul Mala Palembang Tahun 2024 dengan nilai p - value = 0,000. Serta ada hubungan yang bermakna antara Dukungan Suami dengan kepatuhan kunjungan masa nifas di PMB Choirul Mala Palembang Tahun 2024 dengan nilai p Ae value = 0,034. DAFTAR PUSTAKA