AL-HUDA JURNAL PENDIDIKAN DASAR Penerbit: Prodi Pendidikan Guru MI STAI Miftahul Huda Subang Jl. Raya Rancasari Dalam No. B33. Rancasari. Kec. Pamanukan. Kabupaten Subang. Jawa Barat 41254 E-ISSN: P-ISSN: https://ejournal. stai-mifda. id/index. php/alhuda/index PERAN GURU DALAM MENGEMBANGKAN IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA 1Cepian, 2Arisal Sofyan 12,STAI Riyadhul Jannah Email: sandicepian@gmail. com, arisalsopyan03@gmail. Received: Januari 2025 ARTICLE HISTORY Revised: Februari 2025 Accepted: Maret 2025 Abstrak: Peran guru dalam implementasi Kurikulum Merdeka sangat penting dalam menciptakan pendidikan berkualitas dan relevan. Namun, tantangan seperti kesiapan guru, keterbatasan infrastruktur, dan dukungan kebijakan masih menjadi Penelitian ini mengkaji peran guru dalam mendesain, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran berbasis Kurikulum Merdeka serta mengeksplorasi strategi efektif untuk mengoptimalkan implementasinya. Melalui kajian literatur dan analisis data, ditemukan bahwa guru berperan sebagai fasilitator, desainer kurikulum, evaluator perkembangan siswa, dan penggerak komunitas belajar. Strategi efektif mencakup pembelajaran berbasis proyek, pemanfaatan teknologi, dan asesmen diagnostik yang berkelanjutan. Untuk meningkatkan efektivitas implementasi Kurikulum Merdeka, disarankan pelatihan berkelanjutan bagi guru, penguatan ekosistem belajar yang melibatkan sekolah dan komunitas, serta penyediaan sumber daya yang memadai guna mendukung proses pembelajaran yang optimal. Keywords: Peran Guru. Kurikulum Merdeka. Inovasi Pembelajaran Abstrack: The role of teachers in implementing the Merdeka Curriculum is very important in creating quality and relevant education. However, challenges such as teacher readiness, limited infrastructure and policy support are still an obstacle. This study examines the role of teachers in designing, implementing and evaluating Merdeka Curriculum-based learning and explores effective strategies to optimise its Through literature review and data analysis, it was found that teachers act as facilitators, curriculum designers, evaluators of student development and activators of learning communities. Effective strategies include project- based learning, the use of technology and ongoing diagnostic assessment. In order to increase the effectiveness of the implementation of the Merdeka Curriculum, it is recommended to provide continuous training for teachers, strengthen the learning ecosystem involving schools and communities, and provide adequate resources to support the optimal learning process. Keywords: Role of the Teacher. Merdeka Curriculum. Learning Innovation AL-HUDA: Jurnal Pendidikan Dasar. Volume 1 No 1 Tahun 2025 | 32 A. PENDAHULUAN Pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun peradaban dan kemajuan suatu bangsa. Seiring dengan dinamika global dan tuntutan zaman, sistem pendidikan di Indonesia terus mengalami transformasi untuk menjawab kebutuhan pembelajaran yang lebih relevan dan efektif. Salah satu terobosan terbaru dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan adalah penerapan Kurikulum Merdeka. Kurikulum ini, yang merupakan bagian dari program Merdeka Belajar yang digagas Kementerian Pendidikan. Kebudayaan. Riset. Teknologi (Kemendikbudriste. , bertujuan untuk memberikan fleksibilitas dan otonomi bagi satuan pendidikan dalam mengembangkan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan, minat, dan potensi peserta didik (Kemendikbudristek, 2. Dalam implementasinya, peran guru menjadi sentral dan krusial. Guru tidak hanya berperan sebagai penyampai pengetahuan, tetapi juga sebagai fasilitator, motivator, dan inovator yang mampu menciptakan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan holistik peserta didik. Kurikulum Merdeka menuntut guru untuk lebih kreatif, adaptif, dan responsif dalam merancang pembelajaran yang berpusat pada peserta didik . tudent-centered learnin. Hal ini sejalan dengan prinsip kurikulum tersebut yang menekankan pada pengembangan kompetensi, karakter, dan literasi peserta didik secara menyeluruh (Nurkamto. Namun, implementasi Kurikulum Merdeka tidak terlepas dari berbagai Guru pembelajaran, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Selain itu, kemampuan guru dalam memahami dan mengaplikasikan kurikulum ini secara efektif juga menjadi faktor penentu keberhasilannya. Tantangan lain yang sering dihadapi adalah kurangnya pemahaman mendalam tentang konsep Kurikulum Merdeka, keterbatasan sarana dan prasarana, serta kebutuhan akan pelatihan dan pendampingan yang berkelanjutan (Rahayu et al. , 2. Oleh karena itu, pemberdayaan guru melalui pengembangan profesional menjadi hal yang sangat penting. Pelatihan, workshop, dan pendampingan yang AL-HUDA: Jurnal Pendidikan Dasar. Volume 1 No 1 Tahun 2025 | 33 intensif mengimplementasikan Kurikulum Merdeka. Guru juga perlu didorong untuk mengembangkan kreativitas dan inovasi dalam pembelajaran, serta memanfaatkan teknologi sebagai alat pendukung dalam proses belajar mengajar (Prastowo, 2. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji lebih dalam peran guru dalam mengembangkan implementasi Kurikulum Merdeka. Melalui kajian literatur dan analisis data, diharapkan dapat ditemukan strategi dan praktik terbaik yang dapat diadopsi oleh guru dalam menghadapi tantangan dan memaksimalkan potensi Kurikulum Merdeka. Dengan demikian, kontribusi guru dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan zaman dapat semakin METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode kajian kepustakaan . iterature revie. dengan mengumpulkan dan menganalisis berbagai sumber literatur seperti artikel jurnal, buku, dan hasil penelitian terkait yang membahas peran guru dalam pengembangan Kurikulum Merdeka. Data utama diperoleh dari artikel terpublikasi di Google Scholar dalam 5 tahun terakhir, dengan kata kunci pencarian seperti Auperan guruAy dan AuKurikulum MerdekaAy. Tahap pengumpulan data meliputi identifikasi, seleksi, dan pengorganisasian literatur yang relevan. Analisis data dilakukan secara kualitatif melalui tiga tahap: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Informasi dari literatur direduksi untuk memilih poin-poin penting, disajikan secara sistematis, kemudian dianalisis untuk menghasilkan kesimpulan tentang tantangan, strategi, dan praktik terbaik dalam implementasi Kurikulum Merdeka. Metode ini dipilih untuk memberikan pemahaman mendalam dan rekomendasi praktis berdasarkan temuan yang telah HASIL DAN PEMBAHASAN Implementasi Kurikulum Merdeka di Indonesia menempatkan guru sebagai aktor sentral dalam transformasi pendidikan. Peran guru tidak hanya terbatas pada penyampaian materi, tetapi juga sebagai fasilitator, pembimbing, dan AL-HUDA: Jurnal Pendidikan Dasar. Volume 1 No 1 Tahun 2025 | 34 inovator dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru dalam mengembangkan dan mengimplementasikan Kurikulum Merdeka, serta tantangan dan peluang yang dihadapi. Studi yang dilakukan oleh Sahrandi dan Bahri . menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka berfokus pada pencapaian hasil belajar yang nyata, meliputi pengetahuan, perilaku, dan kemampuan siswa. Kurikulum ini bersifat luwes dan fleksibel, dengan pendekatan berbasis proyek yang berbeda dari Kurikulum 2013 yang menekankan pendekatan saintifik. Guru berperan penting dalam menyusun materi pembelajaran, buku teks, dan konten yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Suyamti. Santoso, dan Febriyanti . menambahkan bahwa guru penggerak memiliki peran signifikan sebagai pemimpin pembelajaran, praktisi komunitas, dan pelatih bagi guru lain. Mereka mampu berkolaborasi dan mendorong peningkatan kemandirian serta kepemimpinan peserta didik. Temuan ini menegaskan pentingnya peran guru penggerak dalam menciptakan inovasi pendidikan di Indonesia. Peran guru dalam implementasi kurikulum merdeka Guru memiliki peran strategis dalam mengembangkan Kurikulum Merdeka, karena mereka adalah penggerak utama dalam pembelajaran yang berpusat pada Peran guru dalam implementasi Kurikulum Merdeka mencakup beberapa aspek kunci: Fasilitator Pembelajaran: Dalam Kurikulum Merdeka, guru berperan sebagai fasilitator yang menciptakan lingkungan belajar kondusif, mendorong siswa untuk aktif, kreatif, dan kritis dalam proses pembelajaran. Guru membantu menyesuaikan strategi pembelajaran dengan kebutuhan individu siswa. Menurut Vygotsky . , guru berperan sebagai fasilitator dalam pembelajaran dengan menyediakan scaffolding atau dukungan yang diperlukan agar siswa dapat mencapai potensi maksimal mereka. Scaffolding adalah bantuan sementara yang diberikan oleh guru untuk membantu siswa memahami konsep yang lebih kompleks hingga mereka mampu belajar secara Dalam pendekatan ini, guru tidak hanya bertindak sebagai pemberi AL-HUDA: Jurnal Pendidikan Dasar. Volume 1 No 1 Tahun 2025 | 35 informasi, tetapi juga mendorong perkembangan kognitif siswa melalui interaksi sosial dan bimbingan yang sesuai dengan Zona Perkembangan Proksimal (Zone of Proximal Developmen. Lebih dari itu, peran guru dalam Vygotsky mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah. Melalui dialog, diskusi kelompok, serta penggunaan strategi bertanya yang mendorong refleksi, guru dapat menstimulasi pemikiran siswa dan membantu mereka membangun pemahaman yang lebih mendalam. Dengan memberikan tantangan yang sesuai dan menyesuaikan dukungan secara bertahap, guru memungkinkan siswa untuk mencapai tingkat perkembangan yang lebih tinggi secara mandiri (Vygotsky, 1. Pengembang Materi dan Metode: Aspek utama dari Kurikulum Merdeka adalah memberikan fleksibilitas kepada guru dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan siswa dan karakteristik lokal Guru memiliki kebebasan untuk mengembangkan materi dan metode pembelajaran yang relevan dengan konteks dan kebutuhan siswa. Pendekatan isu-isu pembelajaran, meningkatkan relevansi dan keterlibatan siswa. Merancang Pembelajaran Terpersonalisasi: Kurikulum Merdeka mendorong guru untuk merancang pembelajaran yang lebih terpersonalisasi. Guru dapat memilih metode, materi, dan pendekatan yang paling cocok untuk setiap kelompok atau bahkan siswa secara individu. Sebagai Evaluator: Guru melakukan asesmen formatif dan sumatif untuk menilai perkembangan siswa serta menyesuaikan strategi pembelajaran agar lebih efektif dan untuk kedepannya agar proses dan hasil pembelajaran dapat tercapai dengan baik oleh siswa. Dalam evaluasi tidak hanya berfokus pada hasil akhir, tetapi juga pada proses pembelajaran siswa. Strategi dan Praktik Terbaik dalam Implementasi Kurikulum Merdeka Implementasi Kurikulum Merdeka menuntut strategi yang tepat agar pembelajaran dapat berjalan efektif dan sesuai dengan karakteristik peserta didik. AL-HUDA: Jurnal Pendidikan Dasar. Volume 1 No 1 Tahun 2025 | 36 Dari kajian literatur dan analisis data, ditemukan beberapa strategi yang dapat diterapkan oleh guru dalam mengoptimalkan Kurikulum Merdeka, yaitu: Penggunaan Differentiated Instruction: Mengadaptasi pembelajaran sesuai dengan kebutuhan individual siswa, baik dalam aspek konten, proses, maupun produk belajar. Guru menyesuaikan materi pembelajaran agar lebih relevan dengan kehidupan siswa, termasuk mengaitkannya dengan isu-isu sosial, budaya, dan lingkungan sekitar. Project-Based Learning (PBL): Pembelajaran berbasis proyek yang memberikan kesempatan bagi siswa untuk memecahkan masalah nyata dan mengembangkan keterampilan abad ke-21. Ini mengembangkan keterampilan kolaborasi, komunikasi, dan pemecahan masalah yang dibutuhkan di masa yang akan datang. Pendekatan Berbasis Teknologi: Pemanfaatan teknologi digital seperti Learning Management System (LMS), video interaktif, dan media sosial untuk memperkaya pengalaman belajar selain memanfaatkan teknologi yang sudah berkembang sangat cepat tetapi strategi ini bisa menumbuhkan minat belajar. Kolaborasi dengan Komunitas: Melibatkan komunitas lokal dan dunia industri dalam pembelajaran guna meningkatkan relevansi materi dengan kehidupan nyata. Ini membantu siswa memahami relevansi pelajaran dengan kehidupan sehari-hari dan menghargai kekayaan budaya dan lingkungan tempat mereka tinggal. Penguatan Asesmen Diagnostik: Guru perlu melakukan asesmen diagnostik secara berkala untuk memahami kesiapan dan perkembangan belajar siswa secara lebih mendalam. Ini memungkinkan penyesuaian strategi pembelajaran agar lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan individu siswa karena guru memiliki peran kunci dalam mengidentifikasi potensi, minat, dan kebutuhan belajar setiap siswa. Dengan pendekatan Kurikulum Merdeka, guru dapat mendesain pembelajaran yang mengakomodasi keberagaman siswa, sehingga setiap siswa dapat berkembang secara optimal. Tantangan dalam Implementasi Kurikulum Merdeka Implementasi Kurikulum Merdeka membawa transformasi besar dalam AL-HUDA: Jurnal Pendidikan Dasar. Volume 1 No 1 Tahun 2025 | 37 sistem pendidikan Indonesia, terutama dalam cara guru dan sekolah merancang Kurikulum pendekatan yang fleksibel, berbasis kompetensi, dan berpusat pada peserta didik, dengan tujuan utama mengakomodasi keragaman kebutuhan, minat, dan potensi Sekolah dan guru diberi kebebasan untuk menyusun kurikulum operasional di satuan pendidikan masing-masing sesuai dengan konteks lokal dan karakteristik siswa. Namun, di balik potensi besar yang ditawarkan Kurikulum Merdeka, implementasinya di lapangan masih menghadapi berbagai tantangan yang kompleks. Salah satu tantangan utama terletak pada kesiapan guru. Tidak semua pendidik memahami secara menyeluruh filosofi dan prinsip dasar Kurikulum Merdeka, termasuk bagaimana mengembangkan pembelajaran yang berorientasi pada kompetensi dan diferensiasi. Banyak guru masih terbiasa dengan pendekatan pembelajaran konvensional yang berpusat pada guru dan berorientasi pada penyelesaian materi, bukan pada pengembangan karakter dan kompetensi Untuk menjawab tantangan ini, diperlukan pelatihan yang berkelanjutan dan menyeluruh, tidak hanya berupa sosialisasi, tetapi juga workshop aplikatif dan pendampingan langsung dari mentor yang kompeten. Peningkatan kapasitas guru harus menjadi prioritas agar mereka dapat mengembangkan perencanaan pembelajaran yang kreatif dan mampu memfasilitasi pembelajaran yang bermakna bagi siswa. Tantangan berikutnya berkaitan dengan fasilitas dan infrastruktur pendidikan, terutama di daerah terpencil atau tertinggal. Kurikulum Merdeka mendorong penggunaan sumber belajar yang variatif dan kontekstual, namun keterbatasan akses terhadap teknologi, jaringan internet, perpustakaan, dan sarana penunjang lainnya menjadi kendala serius. Untuk mengatasi hal ini, perlu strategi adaptif, seperti pemanfaatan teknologi sederhana yang lebih mudah pembelajaran berbasis open-source. Selain itu, kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk sektor swasta, lembaga swadaya masyarakat, dan perguruan tinggi, sangat penting dalam memperkuat ekosistem pendidikan dan memperluas AL-HUDA: Jurnal Pendidikan Dasar. Volume 1 No 1 Tahun 2025 | 38 akses terhadap sumber daya yang dibutuhkan. Aspek lain yang tidak kalah penting adalah dukungan kebijakan dan supervisi dari pihak terkait. Kurangnya pendampingan dan evaluasi secara rutin sering kali membuat sekolah berjalan sendiri-sendiri dalam menginterpretasikan dan mengimplementasikan kurikulum ini, yang berisiko menimbulkan kesenjangan mutu antar satuan pendidikan. Oleh karena itu, pemerintah dan dinas pendidikan harus menyediakan kebijakan yang jelas dan berpihak pada pengembangan kualitas pendidikan, serta memastikan adanya sistem supervisi yang konstruktif dan berkelanjutan. Supervisi ini bukan semata-mata untuk menilai, tetapi juga untuk membimbing dan mengembangkan kapasitas sekolah dalam menerapkan praktik pembelajaran terbaik yang sesuai dengan semangat Kurikulum Merdeka Dengan menghadapi tantangan-tantangan tersebut secara strategis dan kolaboratif, implementasi Kurikulum Merdeka dapat menjadi langkah penting dalam mewujudkan sistem pendidikan yang lebih inklusif, adaptif, dan berorientasi pada masa depan. KESIMPULAN Guru memainkan peran krusial dalam suksesnya implementasi Kurikulum Merdeka. Dengan berperan sebagai fasilitator, pengembang materi, dan pembimbing, guru dapat menciptakan pengalaman belajar yang bermakna bagi Banyak strategi yang bisa dilakukan oleh guru dalam mengoptimalkan Kurikulum Merdeka, namun tentunya tidak terlepas dari dukungan dalam bentuk pelatihan dan sumber daya yang memadai. Dengan adanya sinergi antara guru, sekolah, pemerintah, dan masyarakat, tantangan dalam implementasi kurikulum ini dapat diminimalisir. Pada akhirnya, keberhasilan Kurikulum Merdeka diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia dan menciptakan generasi yang lebih adaptif, kreatif, serta memiliki daya saing global. REFERENSI