ISSN 2548-9623 (Onlin. Available online at : http://jurnal. id/index. php/acehmedika ISSN 2548-9623 (Onlin. Universitas Abulyatama Jurnal Aceh Medika FAKTOR RISIKO RINITIS ALERGI PADA PASIEN RAWAT JALAN DI POLIKLINIK RUMAH SAKIT PERTAMEDIKA UMMI ROSNATI BANDA ACEH Eri Ananda1. Zuheri2. Salami3 1,2,3 Program Studi Kedokteran Umum. Fakultas Kedokteran. Universitas Abulyatama. Jl. Blangbintang Lama. Aceh Besar. Indonesia * Email korespondensi: eriananda_fk@abulyatama. Diterima 21 Agustus 2024. Disetujui 16 September 2024. Dipublikasi 7 Oktober 2024 Abstract: It is reported that prevalence of allergic diseases increased in various countries. Allergic diseases are not more likely to cause death, but it could be chronic disease and affects the quality of By understanding the risk factors for allergic diseases, the prevention can be prepared. This study aims to determine the prevalence ratios for age, sex, family history and other history of atopy on the incidence of allergic rhinitis at the Pertamedika Ummi Rosnati Hospital Polyclinic Banda Aceh. The data was collected on the 97 respondents using accidental sampling method. Results showed that 37 respondents . 14%) diagnosed allergic rhinitis with the majority of the age group of 20-29 years . 71%). Of the sexes, males are 0. 53 times greater risk for suffering from allergic Respondents who have a history of atopy are 2. 87 times more likely to suffer from allergic rhinitis, and respondents who have a family history of allergic rhinitis and/or atopy syndromes are 55 times more likely to suffer from allergic rhinitis. There is a significant relationship between all risk factors with the incidence of allergic rhinitis . ll p = 0. 00, except for age p = 0. (JKS 2011. 2: 60-. Keywords: Risk Factors. Allergic Rhinitis. Prevalence Ratio Abstrak: Prevalensi penyakit alergi dilaporkan meningkat di berbagai negara. Penyakit alergi walaupun tidak banyak mengakibatkan kematian namun akan berjalan menahun dan akan mempengaruhi kualitas hidup seseorang. Dengan mengetahui faktor risiko alergi diharapkan dapat dilakukan pencegahannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi rasio usia, jenis kelamin, riwayat keluarga dan riwayat atopi lainya terhadap kejadian rinitis alergi pada pasien rawat jalan di poliklinik Rumah Sakit Pertamedika Ummi Rosnati Banda Aceh. Pengumpulan data dilakukan terhadap 97 responden menggunakan metode accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 37 responden . ,14%) didiagnosa rinitis alergi dengan usia terbanyak pada kelompok usia 20-29 tahun . ,71%). Dari jenis kelamin, laki-laki berisiko 0,53 kali lebih besar untuk menderita rinitis alergi. Responden yang memiliki riwayat atopi berisiko 2,87 kali lebih besar untuk menderita rinitis alergi, dan responden yang memiliki riwayat keluarga rinitis alergi dan atau atopi lainnya berisiko 5,55 kali lebih besar untuk menderita rinitis alergi. Terdapat hubungan yang signifikan antara semua faktor risiko dengan kejadian rinitis alergi . emua p=0,00, kecuali usia p=0,. (JKS 2011. 2: 60-. Kata Kunci: Faktor Risiko. Rinitis Alergi. Prevalens Rasio Faktor Risiko Rinitis Alergia. (Ananda et al, 2. -65- Jurnal Aceh Medika. Vol. 8 No. Oktober 2024 : 65-70 http://jurnal. id/index. php/acehmedika PENDAHULUAN Rinitis pada tahap lanjut. Lebih lanjut lagi, penyakit ini tidak saja akan merugikan penderita secara imunologi yang sering ditemukan. Berdasarkan pribadi, namun juga akan merugikan individu studi epidemiologi, prevalensi rinitis alergi sebagai sumber daya manusia (SDM). 1 Tujuan diperkirakan berkisar antara 10-20% dan secara penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor konstan meningkat dalam dekade terakhir. 1 Usia risiko yang mempengaruhi terjadinya rinitis rata-rata onset rinitis alergi adalah 8-11 tahun, alergi pada pasien rawat jalan di Poliklinik RS dan 80% rinitis alergi berkembang dengan usia Pertamedika Ummi Rosnati pada tanggal 21 20 tahun. Biasanya rinitis alergi timbul pada usia METODE PENELITIAN emaja dan dewasa mud. Dalam suatu Sampel penelitian dan metode sampling penelitian di Medan, dari 31 penderita rinitis Peneltian alergi, ditemukan perempuan lebih banyak Pertammedika daripada laki-laki dengan perbandingan 1,58:12 Banda Aceh. Sampel dalam selama 1-maret - m 2024. Pengambilan sampel Semarang menemukan bahwa dari 80 penderita rinitis alergi terdapat diantaranya laki-laki 37,5% Keluarga sakit Pertamedia Ummi Rosnati Banda Aceh 3 Irawati4 melakukan penelitian di 62,5%. tahun yang berobat jalan di poliklinik Rumah 259 penderita rinitis alergi 122 laki-laki dan 137 penelitian ini adalah pasien yang berusia Ou 17 dan penelitian di Palembang mendapatkan dari sampling dengan accidental sampling. mempunyai prevalensi lebih besar daripada non Pengumpulan Data Apabila kedua orang tua atopi, maka risiko Data atopi menjadi 4 kali lebih besar atau mencapai berobat jalan di poliklinik dengan cara pasien mengisi kuesioner yang dibagikan. Kuesioner Rinitis alergi dan atopi secara umum berisi tentang data demogafi yang meliputi umur disebabkan oleh interaksi dari pasien yang secara dan jenis kelamin, data keluarga dengan riwayat alergi serta riwayat atopi lain yang dialami Genetik secara jelas memiliki peran oleh pasien selain rinitis alergi. Sebelum mengisi Peran lingkungan rinitis alergi yaitu kuesioner, pasien diberikan penjelasan dan alergen, yang terdapat di seluruh lingkungan, terpapar dan merangsang respon imun yang Penderita yang menolak informed concent tidak secara genetik telah memiliki kecenderungan diikutkan dalam penelitian . Untuk diagnosa rinitis alergi atau bukan rinitis alergi diperoleh dari rekam medis dimana pasien sudah Rinitis alergi bukanlah penyakit yang fatal, didiagnosa terlebih dahulu menderita rinitis kesehatan seseorang dan menurunkan kualitas alergi atau tidak menderita rinitis alergi oleh dokter ahli THT-KL. Penyakit ini mengganggu kehidupan Analisa Data selain penyembuhannya berbiaya relatif Data dianalisis secara analisis bivariat mahal juga bersifat rekuren, kronis, progresif, untuk melihat hubungan antara faktor risiko usia, reversibel pada tahap awalnya, serta irreversibel -66- ISSN 2548-9623 (Onlin. jenis kelamin, riwayat keluarga dan riwayat atopi New Zealand. 5 Insidensi dan prevalensi rinitis alergi di Indonesia belum diketahui dengan pasti. menggunakan chi-square. Data yang diperoleh Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Pujo6 di dari rekam medik dan hasil kuesioner yang suatu daerah di Semarang didapatkan prevalensi dikumpulkan, kemudian disajikan dalam bentuk sebesar 23,47%, sedangkan hasil penelitian yang tabel silang serta perhitungan rasio prevalensi dilakukan oleh Madiadipoera pada tahun 1991 di dengan menggunakan formula: Bandung diperoleh insidensi sebesar 1,5%. Rinitis Prevalence ratio= imunologi yang sering ditemukan. Berdasarkan HASIL PENELITIAN Hasil studi epidemiologi, prevalensi rinitis alergi diperkirakan berkisar antara 10-20% dan secara responden dengan usia terendah 17 tahun dan konstan meningkat dalam dekade terakhir. tertinggi 66 tahun. Rerata usia responden 33,15 Perempuan . ,59%) 20-29 tahun paling banyak didiagnosa dengan laki-laki. ,42%). Perbandingan rinitis alergi . ,71%) sedangkan yang paling responden rinitis alergika dan yang tidak rinitis sedikit pada usia Ou 40 tahun. Terdapat hubungan alergika 3:5, jumlah penderita rinitis alergi 37 yang signifikan antara usia dan rinitis alergi orang . ,14%) dan tidak rinitis alergika 60 . =0,. Hal ini sesuai dengan hasil . ,86%). Untuk lebih jelas dapat dilihat pada penelitian yang dilakukan oleh Melati Sudiro dkk di RSU Hasan Sadikin Bandung dengan usia Berdasarkan usia, responden dengan usia Tabel 1. Karakteristik Umum Responden . Diagnosis Rinitis alergi Non rinitis alergi Usia . 17 Ae 19 20 Ae 29 30 Ae 39 40 Ae 49 Ou50 Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan didapatkan penderita rinitis alergi terbanyak pada 38,14 61,86 kelompok usia kurang dari 20 tahun . %), diikuti kelompok 20-29 tahun . %), 30-39 tahun . %), dan 40- 49 tahun . %). 7 Dilihat 12,37 36,08 20,62 17,53 13,40 47,42 52,59 dari distribusi umur, rinitis alergi terbanyak pada usia produktif. Hal ini dapat dijelaskan bahwa pada usia tersebut lebih banyak berada di lingkungan dengan suhu dan kelembaban yang mudah terpapar aeroalergen seperti lingkungan Hal ini sesuai dengan angka prevalensi sekolah, ataupun tempat belajar berdebu dengan ventilasi ruangan yang rinitis alergi dalam sebuah penelitian retrospektif kurang baik. 946 orang pasien berumur 5-62 Hal ini juga sesuai dengan teori yang tahun yang datang ke poliklinik sub bagian dikemukakan oleh Irawati bahwa penderita rinitis Alergi Imunologi bagian THT FKUI/RSCM alergi pada usia dewasa muda dan hal ini juga selama tahun 1992, ditemui penderita rinitis sesuai hasil penelitian yang dilakukan oleh Javed alergi sejumlah 147 orang, atau berkisar 1,14%. dan Badash dimana sebagian besar penderita Prevalensi rinitis alergi di Amerika Utara sekitar rinitis alergi berada pada kisaran umur 20 10-20%, di Eropa sekitar 10-15%, di Thailand sekitar 20%, di Jepang sekitar 10% dan 25% di Faktor Risiko Rinitis Alergia. (Ananda et al, 2. Dilaporkan onset rinitis alergi terbanyak -67- Jurnal Aceh Medika. Vol. 8 No. Oktober 2024 : 65-70 http://jurnal. id/index. php/acehmedika kejadian antara pria dan wanita adalah 1:1. pada masa kanak-kanak, remaja dan dewasa muda, dengan onset usia rata-rata 8-11 tahun. Hasil penelitian ini sesuai dengan yang namun rinitis alergi dapat terjadi pada semua diperoleh oleh Lumbanraja Di RSUP Adam Pada 80% kasus, rinitis alergi berkembang Malik Medan, dimana jumlah penderita rinitis pada usia 20 tahun. Prevalensi rinitis alergi telah alergi perempuan lebih banyak daripada laki-laki. dilaporkan sebesar 40% pada anak-anak dan Hal ini dimungkinkan karena yang datang menurun dengan usia. Pada populasi geriatri, berobat lebih banyak perempuan dan pada rinitis alergi jarang ditemukan. berbeda-beda perbedaan genetik, faktor geografi, lingkungan Non Rinitis Alergi . (%) Usia . =0,. 17-19 tahun 41,67 20-29 tahun 65,71 30-39 tahun 40-49 tahun 5,88 50 tahun 7,69 Jenis kelamin . =0,. Laki-laki 26,09 Perempuan 49,02 Riwayat atopi lainnya . =0,. 57,45 Tidak Riwayat keluarga . =0,. 56,90 Tidak 10,26 Rinitis alergi dapat terjadi pada semua ras. Diagnosis Rinitis Alergi . (%) Tabel. 2 Distribusi Frekuensi Rinitis Alergi Berdasarkan Usia. Jenis Kelamin. Riwayat Keluarga dan Riwayat atopi lainnya Faktor Resiko serta jumlah populasi. Dalam hubungannya dengan jenis kelamin, jika rinitis alergi terjadi pada masa kanak- kanak maka laki-laki lebih 58,33 34,29 94,12 92,31 73,91 50,98 42,55 . =0,. Rasio prevalensi timbulnya 43,10 89,74 yang memiliki riwayat atopi dibandingkan pasien tinggi daripada wanita namun pada masa dewasa prevalensinya nyaris seimbang antara laki- laki dan wanita. Penderita dengan riwayat manifestasi alergi lain lebih cenderung menderita rinitis alergika rinitis alergi 2,87 kali lebih besar pada pasien yang tidak memiliki riwayat atopi. Atopi Wanita lebih banyak cenderung menderita rinitis alergika . ,02%) dibanding pria . =0,. menjadi peka dan menghasilkan IgE antibodi . Rasio prevalensi timbulnya rinitis sebagai respon terhadap paparan oleh alergen. alergi pada laki-laki sebesar Manifestasi klinis yang paling sering muncul pada individu atopi adalah rinitis alergika, asma dibandingkan perempuan. Hasil 0,53 yang dikemukakan oleh Sheikh dan Badash bronkial, dermatitis atopik dan kadang Ae menjelaskan bahwa apabila seorang ibu dengan kadang alergi makanan. Insidensinya meningkat riwayat atopi positif maka akan diturunkan pada di dekade terakhir ini. anak laki-laki dimana seluruh anak laki-lakinya Rinitis alergi berat dan sensitif terhadap akan menderita atopi positif tetapi bagi anak multi alergen lebih sering ditemukan pada perempuannya hanya sebagai carrier. Berbeda individu dengan riwayat atopi dibandingkan halnya apabila riwayat alergi hanya berasal dari dengan non-atopi. Rinitis alergika telah terbukti pihak ayah maka anak laki-laki hanya memiliki berkaitan dengan insiden asma dan ekzema kemungkinan alergi 50% yang diturunkan, dan Suatu penelitian pada mahasiswa dengan seluruh anak perempuannya tidak akan menderita rinitis alergika memperlihatkan bahwa 17 hingga atopi atau sebagai carrier. 9 Meskipun demikian, 19% dari mereka juga menderita asma. Utama pada penelitiannya mendapatkan angka 56 hingga 74% pasien asmatik menderita rinitis -68- ISSN 2548-9623 (Onlin. Menurut Blumenthal, peranan penurunan Dari hasil penelitian yang telah dilakukan atopi ayah dengan keturunannya tidak sebesar oleh beberapa ahli diantaranya Rusmono, dapat atopi pada ibu, hal ini diakibatkan sewaktu dijelaskan bahwa individu dengan riwayat atopi genome imprinting terjadi penekanan gen atopi memiliki kecenderungan lebih besar untuk ayah saat spermatogenesis. Komponen genetik mencetuskan rinitis alergi dibandingkan dengan individu dengan riwayat non atopi. kemampuan untuk memberikan reaksi terhadap Penderita dengan penderita dengan riwayat suatu alergen tertentu yang diturunkan. Gen yang keluarga alergi cenderung menderita rinitis alergi berperan dalam rinitis alergi antara lain 3q21, . =0,. Rasio prevalensi timbulnya 5q31Aeq33, 7p14Aep15, 14q24. rinitis alergi 5,55 kali lebih besar pada pasien Meskipun yang memiliki riwayat keluarga dengan rinitis prevalensi rinitis alergi belakangan ini tidak disebabkan oleh suatu perubahan gen. Bukti- bukti menunjukan bahwa ibu yang perokok berat riwayat keluarga. Beberapa . batang/har. pada anak umur satu tahun pertama dan tingginya kadar IgE merupakan mengungkapkan hubungan riwayat keluarga pemicu terjadinya rinitis alergi pada tahun dengan terjadinya atopi pada anak, menurut pertama kehidupan. Fakta ini mendukung bahwa Anandan, sekitar 50% bayi mempunyai risiko alergi jika salah satu orang tua mempunyai penyakit atopi pada penderita yang mempunyai penyakit alergi serta apabila kedua orang tuanya predisposisi atopi yang dipicu oleh paparan menderita alergi maka 75% bayi mempunyai lingkungan yang dini. risiko alergi. 9 Sedangkan menurut Koning. Faktor genetik pada rinitis alergi dan apabila kedua orang tua memiliki riwayat alergi penyakit atopi lain tampak pada penelitian maka 40-60% bayi berisiko terkena alergi, keluarga dan anak kembar. Penelitian genetik namun akan meningkat menjadi 60- 80% jika difokuskan pada gen respon imun, namun keduanya memiliki manifestasi alergi yang sama, penelitian faktor genetik pada rinitis alergi tidak jika salah satu orang tua memiliki riwayat alergi diteliti sejauh pada asma dan atopi. Hal ini sekitar 20-40% bayi berisiko terkena alergi pula, jika salah satu secara tepat rinitis alergi dimasyarakat umum dan riwayat alergi maka 25-30% bayi berisiko keluarga karena banyaknya kelainan hidung terkena alergi, sedangkan apabila kedua orang yang gejalanya serupa. Apabila seorang anak tua tidak memiliki riwayat alergi maka 5-15% dengan riwayat alergi positif pada keluarganya, bayi masih memiliki kemungkinan terkena terutama pada kedua orangtuanya maka hampir dipastikan bahwa anak tersebut memiliki atopi Riwayat Berbeda hanya bila hanya salah satu dari penurunan atopi pada anak. Rinitis alergi biasanya didapat pada keluarga atopi dengan kecenderungan anak tersebut untuk menderita riwayat adanya manifestasi alergi lain seperti atopi positif dapat menurun hingga 50%. urtikaria/dermatitis atopi/eczema. KESIMPULAN Rinitis alergi dapat terjadi pada 75% penderita Faktor Risiko Rinitis Alergia. (Ananda et al, 2. Terdapat hubungan yang signifikan antara -69- Jurnal Aceh Medika. Vol. 8 No. Oktober 2024 : 65-70 http://jurnal. id/index. php/acehmedika Ilmu Kesehatan THT-KL FK Undip. keluarga, riwayat atopi lainnya denga kejadian Melati Sudiro. Teti HS Madiadipoera. Bambang rinitis alergika. Rasio prevalens rinitis meningkat Purwanto. Eosinofil Kerokan Mukosa bila responden usia produktif, wanita, serta Hidung Sebagai memiliki riwayat atopi lainnya serta riwayat Alergi. Bandung: keluarga alergi. Kesehatan THT-KL FK Unpad. Diagnostik Rinitis Bagian Ilmu Utama. Denny Satria. Hubungan Antara Jenis DAFTAR PUSTAKA