1568 JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Agustus 2025 Pelatihan Pengelolaan Keuangan Umkm Purna Pekerja Migran Indonesia Di Desa Surabaya Utara Binaan SBMI Kabupaten Lombok Timur Suparlan1. Herawati Khotmi2. Lalu Takdir Jumaidi3. Lalu Muhammad Taufik Hidayat4 Universitas Mataram. Indonesia E-mail: suparlan23@staff. id1 , khotmi. 2010@staff. id2, abdisuparlan@gmail. Aparatursupar@gmail. 1,2,3,4 Article History: Received: 03 Agustus 2025 Revised: 27 Agustus 2025 Accepted: 30 Agustus 2025 Keywords: Pengelolaan keuangan. UMKM dan Purna PMI. Abstract: Program pemberdayaan Purna Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Desa Surabaya Utara. Kabupaten Lombok Timur, dirancang untuk mengatasi tantangan yang dihadapi UMKM lokal dengan fokus pada literasi keuangan dan pengelolaan usaha. Program ini difokuskan pada tiga bidang utama: produksi, manajemen keuangan, dan pemasaran. Pada bidang produksi, dukungan diberikan dalam bentuk akses modal usaha, pelatihan pembiayaan, serta kemitraan dengan lembaga keuangan mikro. Dalam manajemen keuangan, peserta mendapat pelatihan terkait perencanaan bisnis, penyusunan laporan keuangan, dan pengelolaan usaha yang lebih profesional. Sementara itu, aspek pemasaran dikuatkan melalui pelatihan branding, pemasaran digital, hingga Dengan memanfaatkan potensi lokal seperti pertanian, perikanan, dan pariwisata, program ini diarahkan untuk mengurangi ketergantungan masyarakat pada migrasi tenaga kerja, membuka lapangan kerja baru, serta meningkatkan kesejahteraan. Kolaborasi dengan pemerintah daerah, lembaga keuangan mikro, dan pelaku usaha lokal juga menjadi pilar penting dalam membangun ekosistem usaha yang Tahap awal kegiatan dilakukan melalui sosialisasi untuk menjelaskan tujuan, manfaat, dan program kepada masyarakat mitra. Selanjutnya, pelatihan mendalam diberikan untuk membekali pengetahuan praktis. Sebelum pelatihan, banyak peserta belum memahami pencatatan keuangan secara sistematis, sehingga kesulitan dalam menghitung keuntungan atau menentukan harga pokok produksi. Namun, setelah mengikuti pelatihan dan evaluasi, peserta mampu membuat a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Agustus 2025 catatan kas harian, menyusun buku persediaan, menghitung harga pokok produksi, hingga menyusun Hal peningkatan signifikan dalam keterampilan dan pengetahuan peserta. Sejalan dengan pendapat Kasmir . , pencatatan yang rapi merupakan dasar penting untuk menilai kinerja usaha. PENDAHULUAN Desa Surabaya Utara Kecamatan Sakra Timur memiliki Potensi pertanian yang kurang menguntungkan karena berada di daerah yang tidak memiliki sistem irigasi yang baik. Petani sebagian menunggu musim hujan baru bisa melakukan bercocok tanam. Kepemilikan luas lahan yang rendah memicu banyaknya pengangguran tentunya akan menyebabkan meningkatkan angka Penduduknya sebagian besar mencari pekerjaan ke luar negri baik menggunakan jalur legal dan ilegal sebagai sebuah pilihan. Kantor Cabang SBMI (Serikat Buruh Migran Indonesi. Kabupaten Lombok Timur memiliki peran penting dalam mendukung pemberdayaan masyarakat dan ekonomi lokal di wilayah tersebut. Lombok Timur dikenal sebagai salah satu kabupaten yang memberikan kontribusi signifikan dalam hal Pengiriman Pekerja Migran Indonesia (PMI), menjadikannya sebagai penyumbang PMI terbanyak di Indonesia. Anjarsari . menyatakan bahwa Lombok Timur merupakan salah satu daerah penyumbang pekerja migran terbesar di Indonesia, dengan sebagian besar migran bekerja di sektor informal di Timur Tengah. Negara tujuan yang lain ke Malaysia. Taiwan dan Jepang. Fenomena ini menciptakan tantangan sekaligus peluang yang dapat dimanfaatkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat setempat. Oleh karena itu, kegiatan pemberdayaan yang dilakukan oleh SBMI Kabupaten Lombok Timur berfokus pada pengembangan ekonomi lokal, terutama di sektor wirausaha, dengan harapan dapat mengurangi ketergantungan masyarakat pada migrasi tenaga kerja dan meningkatkan kualitas hidup mereka. Nurhidayati . menunjukkan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui pelatihan kewirausahaan dan peningkatan keterampilan teknis sangat penting untuk mengurangi ketergantungan pada migrasi tenaga kerja. Lombok Timur memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah, seperti pertanian, perikanan, dan pariwisata yang belum sepenuhnya dimanfaatkan secara maksimal. Sebagian besar masyarakat Kabupaten Lombok Timur bekerja di sektor pertanian, dengan komoditas utama seperti padi, jagung, tembakau, dan buah-buahan. Selain itu, sektor perikanan juga menjadi sumber pendapatan utama bagi sebagian keluarga. Potensi wisata alam dan budaya Lombok Timur yang indah, seperti Pantai Pink. Air Terjun Tiu Kelep, dan kawasan wisata Gunung Rinjani, menawarkan peluang besar bagi pengembangan pariwisata lokal. Kekayaan alam melimpah belum mampu dimanfaatkan secara baik dan masimal untuk menciptakan lapangan pekerjaan yang mendatangkan pendapatan. Namun, meskipun wilayah ini kaya akan potensi, masyarakat Lombok Timur menghadapi beberapa masalah yang menghambat pengembangan ekonomi mereka. Salah satunya adalah tingginya tingkat pengangguran dan ketergantungan pada sektor informal. Di samping itu, banyak warga yang berusaha mencari pekerjaan di luar negeri, terutama ke negara-negara Timur Tengah, untuk mencari nafkah yang lebih baik. Hal ini mengarah pada tingginya angka Pengiriman Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari daerah ini, yang menempatkan Lombok Timur sebagai penyumbang PMI terbanyak di Indonesia. Hidayat . ditemukan bahwa pengembangan a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Agustus 2025 kewirausahaan di Lombok Timur berpotensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa kendala utama yang dihadapi adalah kurangnya pelatihan keterampilan kewirausahaan dan terbatasnya akses terhadap modal usaha. Basri . menemukan salah satu cara efektif untuk mengurangi ketergantungan pada migrasi PMI adalah dengan mengembangkan kewirausahaan berbasis potensi lokal. Menciptakan pengusaha baru ternyata bukanlah pekerjaan yang mudah, dengan pendekatan yang konvensional melalui sosialisasi dan pelatihan selama ini yang dikerjakan oleh pemerintah. Permasalahan Kondisi ini menciptakan beberapa masalah utama, antara lain: Banyaknya warga yang pergi menjadi pekerja migran seringkali berdampak pada berkurangnya kualitas hidup keluarga yang ditinggalkan, ketidakpastian penghasilan, serta kurangnya keterampilan yang dapat meningkatkan produktivitas ekonomi lokal. Walaupun banyak potensi yang dapat dimanfaatkan untuk menciptakan usaha lokal, akses terhadap modal dan pelatihan kewirausahaan masih terbatas. Hal ini menyebabkan banyak masyarakat yang tidak mampu mengembangkan usaha atau bahkan tidak berani untuk memulai usaha baru. Keterbatasan dalam hal keterampilan teknis dan kewirausahaan menghambat masyarakat untuk menciptakan peluang kerja yang mandiri, baik di sektor pertanian, perikanan, maupun pariwisata. Keterbatasan infrastruktur, terutama di daerah-daerah terpencil, menghambat distribusi produk lokal dan akses ke pasar yang lebih luas. Hal ini mengurangi potensi keuntungan yang bisa diperoleh oleh pelaku usaha mikro dan kecil. Banyak produk lokal yang berkualitas, namun tidak memiliki identitas merek yang kuat atau tidak diketahui oleh pasar yang lebih luas. Hal ini menyebabkan banyak produk yang tidak optimal dalam hal penjualan dan distribusi. METODE Pengabdian ini bertujuan untuk membantu mengatasi masalah yang dihadapi oleh masyarakat Desa Surabaya Utara Kecamatan Sakra Timur kabupaten Lombok Timur, khususnya bagi para Purna Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang kembali ke kampung halamannya sebagai pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Sebagian besar pelaku UMKM di daerah ini menghadapi berbagai permasalahan, baik dalam aspek produksi, manajemen keuangan usaha dan maupun pemasaran. Oleh karena itu, dalam melaksanakan pengabdian ini, dibutuhkan metode yang sistematis untuk mengatasi masalah-masalah tersebut, dengan memanfaatkan tahapantahapan pelaksanaan yang melibatkan pendekatan sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, dan evaluasi yang berkelanjutan. Sosialisasi Tahap pertama dalam pelaksanaan pengabdian ini adalah sosialisasi kepada masyarakat mitra terkait dengan tujuan, manfaat, dan program yang akan dijalankan. Sosialisasi menjadi langkah penting untuk memperkenalkan program kepada masyarakat serta memperoleh pemahaman dan dukungan dari mereka. Pelatihan Setelah tahapan sosialisasi, langkah selanjutnya adalah pelaksanaan pelatihan yang lebih Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan praktis dan keterampilan yang dibutuhkan oleh mitra untuk meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan usaha mereka. Adapun pelatihan yang diberikan dibagi dalam beberapa bidang sesuai dengan permasalahan yang dihadapi oleh mitra. Pelatihan yang ditawarkan tentunya sangat relevan dengan kebutuhan dan tantangan yang dihadapi oleh pelaku UMKM Purna PMI di Desa Surabaya Utara Kecamatan Sakra Timur kabupaten Lombok Timur. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Agustus 2025 Penerapan Teknologi Pemanfaatan Teknologi Digital untuk Pemasaran Penerapan teknologi digital dalam bidang pemasaran dilakukan dengan mendampingi pelaku usaha UMKM purna Pekerja Migran Indonesia di Desa Surabaya Utara. Kecamatan Sakra Timur. Kabupaten Lombok Timur. Dalam membuka akun toko online serta memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan produk Selain itu, mereka juga akan diperkenalkan pada berbagai platform e-commerce populer agar produk dapat dipasarkan secara lebih luas. Pemanfaatan platform digital menjadi sebuah keharusan dalam memenangkan persaingan di era digital saat ini, sehingga pengembangan produk lokal melalui pemasaran online sangat tepat untuk memperluas jangkauan pasar. Penggunaan Teknologi Keuangan (Fintec. penerapan teknologi finansial . akan membantu pelaku usaha UMKM purna Pekerja Migran Indonesia di Desa Surabaya Utara. Kecamatan Sakra Timur. Kabupaten Lombok Timur, dalam mengakses pembiayaan secara lebih mudah, cepat, dan transparan. Melalui program ini, para pelaku usaha akan diperkenalkan dengan berbagai platform fintech, seperti crowdfunding dan peer-to-peer lending, yang memungkinkan mereka memperoleh modal usaha tanpa harus melalui prosedur yang rumit. Penggunaan Excel dalam pengelolaan keuangan menjadi salah satu langkah strategis untuk membantu pelaku UMKM purna Pekerja Migran Indonesia di Desa Surabaya Utara. Kecamatan Sakra Timur. Kabupaten Lombok Timur dalam mencatat, mengelola, dan memantau arus kas usaha secara lebih tertib dan terukur. Melalui pembukuan sederhana berbasis Excel, pelaku usaha dapat dengan mudah mencatat transaksi harian, menghitung laba rugi, memantau stok barang, serta menyusun laporan keuangan bulanan tanpa memerlukan aplikasi yang rumit. Excel juga dapat dimanfaatkan untuk membuat tabel dan grafik sederhana yang memudahkan analisis perkembangan usaha, sehingga pelaku UMKM mampu melihat tren penjualan, mengontrol biaya, serta merencanakan strategi usaha ke depan. Penerapan teknologi ini tidak hanya meningkatkan literasi keuangan, tetapi juga memberikan kepercayaan diri kepada para pelaku usaha dalam mengelola bisnisnya secara mandiri, profesional, dan transparan. Pendampingan, dan evaluasi yang berkelanjutan. Setelah penerapan teknologi, tahap selanjutnya adalah melakukan pendampingan dan evaluasi sebagai upaya memastikan keberhasilan program yang dijalankan. Pendampingan diberikan kepada para pelaku UMKM purna Pekerja Migran Indonesia di Desa Surabaya Utara. Kecamatan Sakra Timur. Kabupaten Lombok Timur, secara intensif oleh tim pengabdian melalui kunjungan rutin maupun konsultasi online. Tujuan pendampingan ini adalah membantu mitra mengatasi berbagai kendala yang mungkin muncul dalam proses penerapan teknologi digital dan sistem manajemen usaha baru, sekaligus memberikan solusi yang tepat agar mereka dapat mengelola usaha dengan lebih baik. Selanjutnya, evaluasi dilakukan secara berkala untuk menilai capaian program, baik dari segi peningkatan produksi, pengelolaan keuangan, maupun peningkatan daya saing produk di pasar. Evaluasi ini juga melibatkan umpan balik langsung dari mitra, yang kemudian dijadikan dasar untuk menyempurnakan langkah pendampingan selanjutnya sehingga program benar-benar memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu implementasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, di mana perguruan tinggi tidak hanya berperan dalam pendidikan dan penelitian, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan masyarakat. Program pengabdian yang dilaksanakan oleh tim dosen dan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Agustus 2025 Universitas Mataram berjudul AuPelatihan Pengelolaan Keuangan UMKM Purna Pekerja Migran Indonesia di Desa Surabaya Utara Binaan SBMI Kabupaten Lombok TimurAy adalah salah satu bentuk komitmen tersebut. Kegiatan ini dilaksanakan pada Minggu, 31 Agustus 2025 bertempat di sekretariat Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Kabupaten Lombok Timur, sebuah organisasi yang selama ini menjadi wadah perlindungan, pemberdayaan, dan pengorganisasian bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) maupun purna PMI. Kehadiran Ketua SBMI Kabupaten Lombok Timur, para pelaku UMKM dari kalangan purna PMI, serta tim PKM FEB Universitas Mataram menjadi bukti nyata kolaborasi multipihak dalam rangka memperkuat kapasitas ekonomi masyarakat desa. UMKM yang dijalankan oleh purna PMI di Desa Surabaya Utara sangat beragam, mulai dari perdagangan makanan, hasil pertanian, hingga kerajinan rumah tangga. Meskipun telah memiliki modal pengalaman dari luar negeri, permasalahan utama yang dihadapi adalah lemahnya manajemen keuangan dan keterbatasan dalam membuat pembukuan sederhana. Hal ini sejalan dengan temuan Bank Indonesia . yang menyebutkan bahwa mayoritas UMKM di Indonesia belum mampu menyusun laporan keuangan secara rapi dan terstruktur, sehingga kesulitan dalam mengakses pembiayaan dan mengambil keputusan usaha. Oleh karena itu, kegiatan pelatihan ini menjadi sangat penting sebagai langkah awal dalam meningkatkan literasi keuangan, keterampilan pencatatan transaksi, serta pemahaman mengenai laporan keuangan sederhana bagi UMKM binaan SBMI. Kegiatan ini mampu meningkatkan kapasitas pelaku UMKM Purna PMI di Desa Surabaya utara: Meningkatkan literasi keuangan UMKM purna PMI. Literasi keuangan adalah kemampuan memahami, mengelola, dan mengambil keputusan terkait aspek keuangan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK, 2. menekankan bahwa literasi keuangan yang baik akan membantu UMKM terhindar dari kesalahan pencatatan, kebocoran keuangan, maupun penggunaan modal yang tidak produktif. Membekali pelaku UMKM dengan keterampilan pembukuan sederhana. Menurut Kasmir . , pencatatan keuangan yang baik merupakan pondasi dalam manajemen usaha, karena dari situlah pengusaha dapat mengetahui keuntungan, kerugian, maupun arus kas. Mendorong kemandirian ekonomi purna PMI. Banyak purna PMI kembali ke daerah asal tanpa keterampilan manajerial yang Program pemberdayaan berbasis pelatihan keuangan sederhana diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan usaha mereka (Wahyuni & Arini, 2. Dengan demikian, pelatihan ini tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga strategis dalam meningkatkan daya saing UMKM di Lombok Timur. Rangkaian Kegiatan Pelatihan Pelatihan dirancang dengan memadukan teori dan praktik agar peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu langsung mengaplikasikannya. Materi pelatihan disajikan melalui presentasi PowerPoint yang terstruktur, dilanjutkan dengan sesi praktik. Adapun topik yang diberikan adalah sebagai berikut: Pembuatan Buku Jurnal. Buku jurnal merupakan catatan awal semua transaksi. Peserta dilatih menuliskan setiap transaksi usaha harian, baik pembelian maupun penjualan. Pencatatan Buku Kas. Buku kas digunakan untuk memantau arus kas masuk dan keluar. Hal ini penting agar pelaku usaha memahami likuiditas mereka (Hery, 2. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Agustus 2025 Penyusunan Buku Persediaan. Materi ini membantu peserta dalam mengendalikan stok barang. Stok yang tidak terkendali sering kali menyebabkan kerugian karena produk rusak atau tidak laku. Pencatatan Buku Piutang dan Penjualan. Peserta diajarkan bagaimana mencatat piutang pelanggan sekaligus transaksi penjualan secara sistematis. Hal ini mencegah kerugian akibat piutang macet. Perhitungan Biaya Produksi Sederhana. Dengan metode sederhana, peserta dilatih menghitung biaya bahan baku, tenaga kerja, dan overhead untuk mengetahui total biaya produksi. Penentuan Harga Pokok Produksi (HPP). HPP menjadi dasar dalam menentukan harga jual yang kompetitif. Menurut Mulyadi . , kesalahan dalam menghitung HPP dapat membuat harga jual terlalu rendah atau terlalu tinggi. Penyusunan Laporan Keuangan. Laporan sederhana seperti laporan laba rugi dan neraca diajarkan agar pelaku usaha dapat mengetahui kinerja keuangan mereka. Metode yang digunakan adalah kombinasi ceramah interaktif, diskusi kelompok, dan praktik langsung. Menurut Supriyanto . , metode partisipatif semacam ini efektif untuk kegiatan pelatihan masyarakat, karena memberi ruang bagi peserta untuk aktif bertanya, berbagi pengalaman, dan mencoba langsung. Antusiasme dan Partisipasi Peserta Pelatihan ini berlangsung dalam suasana yang penuh antusiasme, di mana peserta tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga aktif terlibat dalam diskusi maupun praktik pembukuan. Keterlibatan tersebut menunjukkan bahwa materi yang disampaikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan nyata UMKM. Berdasarkan dokumentasi kegiatan, terlihat beberapa momen penting, seperti keseriusan peserta saat mengisi format buku jurnal dan kas yang dibagikan, terjadinya diskusi hangat ketika menentukan harga pokok produksi karena setiap usaha memiliki karakteristik biaya yang berbeda, serta adanya kerja sama antar peserta dalam memahami alur pencatatan piutang dan persediaan. Tingginya partisipasi ini sejalan dengan temuan Yuliana . yang menyatakan bahwa pelatihan berbasis praktik lebih mudah diterima oleh pelaku UMKM dibandingkan seminar yang hanya bersifat teoritis. Dari sisi manfaat, pelatihan ini memberikan sejumlah dampak positif. Pertama, peserta mengalami peningkatan kemampuan pencatatan keuangan, yang tercermin dari kemampuan mereka menyusun buku kas harian, jurnal sederhana, hingga laporan laba rugi. Kedua, terjadi peningkatan kesadaran akan pentingnya transparansi usaha, karena sebelum pelatihan banyak pelaku UMKM masih mencampurkan keuangan pribadi dengan usaha, sedangkan setelah pelatihan mereka mulai memahami pentingnya pemisahan tersebut. Ketiga, pelatihan ini juga memperkuat jejaring sosial-ekonomi, di mana pertemuan antar-purna PMI yang sama-sama menjalankan UMKM mendorong terciptanya potensi kolaborasi usaha. Keempat, pencatatan keuangan yang rapi menjadi landasan penting bagi pengembangan usaha di masa depan, terutama untuk memudahkan akses modal dari perbankan maupun lembaga keuangan mikro (BI, 2. Meskipun kegiatan pelatihan ini dapat dikatakan sukses, terdapat beberapa catatan penting yang perlu dijadikan refleksi untuk pelaksanaan di masa mendatang. Tingkat pendidikan peserta yang beragam menyebabkan pemahaman terhadap materi tidak seragam, sehingga strategi pengajaran yang lebih adaptif sangat diperlukan agar semua peserta dapat menyerap ilmu dengan Selain itu, keterbatasan waktu pelatihan yang hanya berlangsung satu hari membuat materi a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Agustus 2025 yang cukup banyak harus dipadatkan, sehingga tindak lanjut berupa pendampingan rutin menjadi sangat penting agar keterampilan peserta dapat terus berkembang. Kendala lain adalah masih minimnya fasilitas teknologi digital. sebagian besar peserta belum terbiasa menggunakan aplikasi keuangan berbasis digital, seperti Microsoft Excel atau aplikasi pencatatan keuangan UMKM, sehingga fokus pelatihan lebih banyak pada pembukuan manual. Namun demikian, keterbatasan tersebut justru menunjukkan bahwa kegiatan semacam ini harus dilaksanakan secara berkesinambungan, bukan hanya sekali, agar manfaatnya semakin optimal. Kegiatan Pelatihan Pengelolaan Keuangan UMKM Purna PMI di Desa Surabaya Utara berhasil memberikan manfaat yang signifikan bagi para peserta. Melalui metode ceramah interaktif, diskusi, dan praktik langsung, pelatihan ini mampu meningkatkan pemahaman peserta mengenai pencatatan keuangan sederhana yang menjadi pondasi utama dalam pengelolaan usaha. Keberhasilan kegiatan tercermin dari antusiasme peserta serta tumbuhnya kesadaran baru mengenai pentingnya manajemen keuangan. Meski masih ada keterbatasan, program ini merupakan langkah awal yang strategis dalam mendorong kemandirian ekonomi purna PMI di Lombok Timur. Ke depan, sangat disarankan adanya pendampingan berkelanjutan, pemanfaatan teknologi digital dalam pencatatan keuangan, serta dukungan lebih luas dari pemerintah daerah dan lembaga terkait agar UMKM purna PMI semakin berkembang dan berdaya saing. Gambar 1. Pembukaan Kegiatan Pelatihan Dan Foto Bersama Peserta UMKM Purna PMI Di Desa Surabaya Utara. Kegiatan pelatihan pengelolaan keuangan bagi pelaku UMKM Purna Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Desa Surabaya Utara. Lombok Timur, menjadi langkah strategis dalam upaya meningkatkan kapasitas usaha masyarakat. Sebanyak 15 peserta yang hadir memiliki latar belakang usaha beragam, mulai dari perdagangan makanan, hasil pertanian, hingga kerajinan a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Agustus 2025 rumah tangga. Meski demikian, hampir seluruhnya menghadapi kendala serupa, yaitu keterbatasan dalam pencatatan keuangan. Sebelum pelatihan, mayoritas peserta belum memahami pentingnya pembukuan yang Sebagian besar hanya mengandalkan ingatan atau menyimpan nota belanja tanpa pengolahan data lebih lanjut. Akibatnya, mereka kesulitan menghitung keuntungan bersih, menentukan harga pokok produksi (HPP), hingga menilai perkembangan usaha. Kondisi ini mencerminkan temuan Bank Indonesia . bahwa sekitar 70% UMKM di Indonesia belum memiliki laporan keuangan yang teratur, sehingga terhambat dalam mengakses modal dan memperluas usaha. Evaluasi Pasca Pelatihan Pelatihan diselenggarakan dengan metode ceramah interaktif, diskusi, dan praktik Setelah sesi materi, dilakukan evaluasi sederhana untuk mengukur pemahaman peserta. Hasilnya cukup menggembirakan, dengan capaian berikut: 85% peserta mampu membuat catatan kas harian dengan benar. Sebelum pelatihan, pencatatan kas hampir tidak pernah dilakukan. Dengan pembiasaan praktik, peserta mulai menuliskan pemasukan dan pengeluaran harian, sehingga lebih mudah mengetahui posisi kas usahanya. 70% peserta dapat menyusun buku persediaan dan memahami pentingnya pencatatan Sebelumnya, ketiadaan catatan stok menyebabkan kerugian akibat barang hilang atau Setelah pelatihan, peserta menyadari bahwa pengendalian persediaan berpengaruh besar terhadap kelancaran usaha. 65% peserta mampu menghitung HPP. Penentuan harga jual yang sebelumnya hanya berdasar perkiraan kini mulai didasari perhitungan biaya bahan baku, tenaga kerja, dan biaya tambahan lainnya. Pemahaman ini membantu peserta menentukan harga yang lebih rasional. 50% peserta mulai memahami cara menyusun laporan keuangan sederhana. Meski masih membutuhkan pendampingan, setengah dari peserta sudah mampu menyusun laporan laba rugi dan neraca sederhana, sebuah capaian yang cukup baik bagi tahap awal. KESIMPULAN Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dengan judul AuPelatihan Pengelolaan Keuangan UMKM Purna Pekerja Migran Indonesia di Desa Surabaya Utara Binaan SBMI Kabupaten Lombok TimurAy yang telah dilaksanakan pada tanggal 31 Agustus 2025 berhasil memberikan dampak positif bagi para pelaku UMKM purna PMI. Melalui tahapan sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, hingga evaluasi, kegiatan ini mampu menjawab sebagian besar permasalahan yang dihadapi oleh mitra, baik dalam bidang produksi, pengelolaan keuangan, maupun pemasaran. Pada tahap sosialisasi, peserta memperoleh pemahaman mengenai tujuan program serta pentingnya literasi keuangan dalam mendukung keberlanjutan usaha. Selanjutnya, melalui pelatihan, peserta mendapatkan pengetahuan praktis tentang manajemen usaha, perhitungan harga pokok produksi, strategi pemasaran digital, hingga cara menyusun laporan keuangan sederhana. Materi yang disampaikan relevan dengan kebutuhan mitra, sehingga mudah dipahami meski mayoritas peserta memiliki latar belakang pendidikan dasar. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Agustus 2025 Penerapan teknologi menjadi bagian penting dalam kegiatan ini. Peserta diperkenalkan dengan pemanfaatan Microsoft Excel untuk pencatatan keuangan, teknologi tepat guna untuk mendukung produksi, serta pemanfaatan media digital dalam pemasaran. Pendampingan yang dilakukan tim PKM turut memastikan bahwa keterampilan yang diperoleh peserta dapat diimplementasikan dalam aktivitas usaha sehari-hari. Berdasarkan hasil evaluasi, kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap pengelolaan usaha, khususnya dalam hal pencatatan transaksi, pengendalian persediaan, dan pemanfaatan pemasaran online. Selain itu, kegiatan ini berhasil mendorong tumbuhnya motivasi pelaku UMKM purna PMI untuk mengembangkan usaha mereka secara lebih profesional, efisien, dan berorientasi pasar. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pengabdian ini telah memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kapasitas usaha kecil berbasis masyarakat desa. PENGAKUAN/ACKNOWLEDGEMENTS Penulis mengucapkan terima kasih kepada Bapak Rektor Universitas Mataram. Bapak Ketua LPPM Universitas Mataram. Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, dan Ketua BP2EB Universitas Mataram yang telah memberikan kepercayaan pemberian dana PNBP tahun 2025 kepada kami untuk melaksanakan pengabdia kepada masyarakat Pelaku UMKM Purna PMI di Desa Surabaya Utara kecamatan Sakra Timur Kabupaten Lombok Timur. Kepada ketua SBMI Lombok Timur yang telah memfasilitasi kami dalam penyelenggaraan Pengabdian Masyarakat ini sehingga dapat berjalan dengan baik. DAFTAR REFERENSI Anjarsari. Pengaruh Migrasi Pekerja terhadap Ekonomi Masyarakat Desa di Lombok Timur. Jurnal Sosial Ekonomi Pekerja Migran Indonesia, 10. , 123-137. Bank Indonesia. Profil Bisnis UMKM Indonesia: Pandemi dan Akselerasi Digital. Jakarta: BI. Basri. Kewirausahaan Berbasis Potensi Lokal sebagai Solusi Pengurangan Ketergantungan pada Migrasi Pekerja Migran di Lombok Timur. Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 12. , 67-80. Hidayat. Pengembangan Kewirausahaan di Lombok Timur: Peluang dan Tantangan. Jurnal Pengembangan Ekonomi Daerah, 15. , 45-59. Kasmir. Analisis Laporan Keuangan. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Kurniawati. Infrastruktur dan Pengembangan Ekonomi Daerah: Studi Kasus Lombok Timur. Jurnal Pengembangan Ekonomi, 14. , 88-102. Nurhidayati. Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pelatihan Kewirausahaan di Lombok Timur. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat, 8. , 33-46. OJK. Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2022. Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan. Saputra. Merdeka Belajar Kampus Merdeka: Kolaborasi Perguruan Tinggi dan Masyarakat dalam Pengembangan Kewirausahaan. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5. , a. ISSN : 2828-5700 .