Masyarakat Berdaya dan Inovasi , 2025, 34-42 Available online: https://mayadani. org/index. php/MAYADANI LENTING (Lintas Generasi Tuntas Stuntin. di Balecatur. Gamping. Sleman Yogyakarta Suryani1. Agil Dhiemitra Aulia Dewi2. Lisa Musharyanti3 Program Studi Ilmu Keperawatan. Fakultas lmu Kesehatan. Universitas Aisyiyah Yogyakarta. Jalan Lingkar Selatan Siliwangi No. Mlangi. Nogotirto. Gamping. Sleman. Daerah Istimewa Yogyakarta 55292 Program Studi Gizi. Fakultas lmu Kesehatan. Universitas Aisyiyah Yogyakarta. Jalan Lingkar Selatan Siliwangi No. Mlangi. Nogotirto. Gamping. Sleman. Daerah Istimewa Yogyakarta 55292 Program Studi Magister Keperawatan, . Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Jalan Lingkar Selatan Kasihan. Bantul. Daerah Istimewa Yogyakarta 55292 E-mail : suryani@unisayogya. Abstrak Prioritas kesehatan Kalurahan Balecatur mendukung percepatan penanganan stunting Kabupaten Sleman yang menempati prevalensi urutan ketiga sebesar 15% dari target nasional 14%. Data stunting di wilayah Puskesmas Gamping I sebanyak 204 balita . sia 0-59 bula. Kalurahan Balecatur memberikan bantuan gizi pada 15 balita secara intensif di tahun 2024 dengan program PMT 56 hari. Namun demikian, hanya 33,3% . yang mengalami perbaikan sedangkan 66,7 % . masih mengalami masalah gizi. Posyandu sudah melakukan pendataan secara rutin namun pengelolaan data secara manual. Kunjungan rumah kader terkendala fasilitas dan kemampuan dalam konseling keluarga. Selain itu, kejadian stunting bisa dicegah lebih awal dengan menyiapkan remaja yang sehat namun terhambat dengan perilaku beresiko remaja. Kelompok remaja belum optimal dalam program kesehatan secara rutin. Akar masalah yang ditemukan kurangnya kemampuan kader dan Ibu balita dalam manajemen stunting, belum tersedianya pengelolaan posyandu, alat kesehatan dan panduan gizi yang Kelompok remaja belum diberdayakan menjadi pendidik dan konselor sebaya untuk menjadi agen perubahan mencegah stunting sejak dini. Tujuan program PMM ini meningkatkan peran kolaborasi mahasiswa melalui program KKN/membangun desa dalam pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan produktifitas, peran dan fungsi dari kelompok posyandu dan kelompok karang taruna untuk penanganan kasus stunting secara terpadu lintas generasi di Kalurahan Balecatur. Metode pengabdian dengan Participatory Learning and Action dilakukan dengan tahap sosialisasi program pada mitra, pelatihan kelompok kader, ibu balita dan remaja, penerapan teknologi aplikasi pengelolaan data digital, paket intervensi gizi, alat kesehatan dan pengembangan posyandu dan pembentukan motivator sebaya, pendampingan dan evaluasi kemampuan kader, ibu dan remaja dalam menangani stunting keberlanjutan program oleh mitra dengan pemberdayaan peran kelompok. Program PMM diikuti oleh sebanyak 42 peserta yang terdiri dari dari 13 Kader posyandu, 14 Ibu balita dan 15 remaja. Hasil pelaksanaan menunjukkan peningkatan kemampuan kelompok baik pada kelompok kader, ibu balita . 3,21. post: 4,. Peningkatan paling tinggi pada kemampuan manajemen stress dan terapi pijat nafsu makan. Remaja menunjukkan peningkatan kemampuan yang baik setelah pelatihan pada gizi remaja, life skill, posyandu remaja dan pendidik serta konselor sebaya. Program pemberdayaan kelompok posyandu dan kelompok karang taruna meningkatkan produktifitas, peran dan fungsi kader, ibu balita dan remaja dalam penanganan kasus stunting secara terpadu lintas generasi di Kalurahan Balecatur. Penggunaan aplikasi digital siPandu Lenting meningkatkan efektifitas pengelolaan data posyandu dan kemudahan pelaporan status kesehatan balita dan remaja. Kesimpulan program pemberdayaan kelompok posyandu dan kelompok karang taruna meningkatkan produktifitas, peran dan fungsi kader, ibu balita dan remaja dalam penanganan kasus stunting secara terpadu lintas generasi di Kalurahan Balecatur. Kata Kunci : Stunting. Posyandu. Kader. Ibu. Remaja This is an open access article under the CCAeBY-SA license. https://doi. org/10. 33292/mayadani. info@mayadani. Masyarakat Berdaya dan Inovasi, 6 . , 2025 PENDAHULUAN Kelurahan Balecatur. Kecamatan Gamping. Sleman. Daerah Istimewa Yogyakarta berlokasi di Jalan Wates km 7. Pasekan Kidul. Gamping. Sleman. DIY. Prioritas program kesehatan Kalurahan Balecatur mendukung percepatan penanganan stunting Kabupaten Sleman yang menempati prevalensi urutan ketiga sebesar 15% dari target nasional 14% . Data stunting di wilayah Puskesmas Gamping I sebanyak 204 balita . sia 0-59 bula. dengan 10 faktor determinan stunting sebagai berikut . Faktor Determinan Stunting di Kabupaten Sleman tahun 2024 Tidak ada air bersih Kecacingan Tidak ada jambat sehat Tidak imunisasi Penyakit penyerta Kehamilan tidak diinginkan Ibu hamil KEK BBLR/Premature Merokok Asuhan inadekuat 0,26 0,66 0,79 1,94 3,87 4,67 16,51 19,94 73,24 Gambar 1. Profil Determinan Stunting di Kabupaten Sleman . Program penanganan stunting Kalurahan Balecatur dilakukan dengan kemitraan Puskesmas Gamping I dan Posyandu di setiap Dusun . Kelompok posyandu Balecatur memiliki 15 kader pendamping balita stunting dengan 15 binaan Ibu balita stunting. Pelaksanaan posyandu berjalan rutin setiap bulan dan kader juga melakukan kunjungan rumah . Data penimbangan balita dicatat dan dilaporkan ke kelurahan dan Puskesmas setiap bulan. Namun, pencatatan data balita menggunakan buku manual . Hal ini menyebabkan pencatatan tidak terstruktur, perkembangan balita tiap bulan tidak terbaca dengan mudah dan membutuhkan waktu lebih lama untuk pelaporan ke Kalurahan atau Puskesmas. Gambar 1. Kegiatan Posyandu dan Pelaporan Balita Kepala Bidang Kesra Balecatur menyampaikan perbaikan stunting dilakukan melalui pemberian makanan tambahan (PMT) per bulan berupa bahan pokok beras, telur, susu serta dana untuk sayuran segar per balita . Tahun 2024, dilakukan program PMT makanan siap saji selama 56 hari berturutturut pada 15 balita binaan. Pemberian makanan diantarkan langsung oleh kader ke rumah balita. Namun, evaluasi hasil program menunjukkan hanya 33,3% . yang mengalami perbaikan sedangkan 66,7 % . masih mengalami masalah gizi . Stunting rawan menyebabkan stress pada orang tua (Ib. Penelitian . tahun 2024 dengan wawancara pada kader dan ibu balita stunting di Balecatur menunjukkan kondisi stress dialami Ibu saat anak susah makan, menguyah yang lama, gerakan tutup mulut, dan berat badan yang turun. Kondisi psikologi Ibu yang buruk akan makin memperburuk pola asuh dan menyebabkan stress pada anak juga . Kondisi ini diperberat dengan jarang datang ke posyandu karena malu dan takut komentar Saat observasi beberapa rumah tampak kotor, perolehan ABJ . ngka bebas jentik nyamu. Copyright A 2025. Masyarakat Berdaya dan Inovasi. ISSN 2721-8228 Masyarakat Berdaya dan Inovasi, 6 . , 2025 mencapai 92% namun hasil ini menurun terutama pada musim hujan sebesar 89% dari target yang ditetapkan 95%. Sanitasi lingkungan yang buruk mempengaruhi faktor risiko penyakit dan kesehatan sehingga memperburuk proses tumbuh kembang anak . Kader di Kalurahan Balecatur sudah melakukan pendampingan dengan kunjungan rumah. Namun, kunjungan rumah dirasakan belum optimal karena kurangnya kemampuan pendekatan dan konseling keluarga serta terbatasnya alat kesehatan untuk pemantauan tumbung kembang balita saat kunjungan rumah. Selain itu, terdapat 5 balita binaan telah menunjukkan perbaikan gizi balita. Hal ini menjadi potensi sebagai kelompok pendukung/ motivator namun belum dimanfaatkan secara optimal bagi Ibu balita lain yang masih mengalami masalah gizi . Selain kelompok kader dan ibu balita, kelompok remaja menjadi sasaran strategis dalam upaya pencegahan stunting sejak dini . Kualitas kesehatan remaja menjadi kunci karena remaja dengan status gizi yang buruk menjadi awal mata rantai kasus stunting . , . Status gizi yang buruk akan berdampak pada kesehatan selama masa kehamilan dan beresiko melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah yang nantinya dapat menjadi stunting . Survey kesehatan pada kelompok Karang Taruna Remaja Balecatur meskipun 83% remaja memiliki status gizi baik namun ditemukan perilaku cenderung beresiko yang mengancam kesehatan remaja seperti merokok, remaja putri jarang mengkonsumsi tablet Fe dan kebiasaan jajan yang tidak sehat . ,14,. Wawancara dengan ketua karang taruna Syahrul mengatakan program kesehatan belum banyak dilakukan. Program yang berjalan selama seperti pekan olahraga pada event tertentu . , pernah ada penyuluhan kesehatan remaja tetapi jarang dilakukan . Kelompok Karang Taruna Remaja Balecatur memiliki fasilitas 1 ruangan yang bertempat di Kalurahan Balecatur . Namun, hasil observasi tampak ruangan tidak banyak dioptimalkan, minim tersedia media edukasi kesehatan serta belum ada program pelayanan kesehatan secara rutin dalam bentuk posyandu Berdasarkan analisis situasi yang diuraikan di atas, permasalahan pada kelompok Posyandu Balecatur adalah permasalahan gizi masih tinggi 66,7% balita mengalami stunting dan berat badan kurang karena kurangnya kemampuan Ibu dan praktek PHBS yang rendah, pengelolaan data posyandu belum terstruktur dengan pencatatan manual, belum optimalnya kunjungan rumah oleh kader karena kendala alat kesehatan dan media edukasi yang aplikatif. Potensi Ibu yang berhasil mengelola gizi anak belum dioptimalkan sebagai motivator sebaya. Sedangkan kelompok remaja karang taruna Balecatur yang berpotensi sebagai generasi bebas stunting terhambat dengan perilaku kesehatan cenderung beresiko . erokok, pola makan/jajan tidak sehat, kesehatan reproduks. karena kurangnya kesadaran dan kemampuan dalam deteksi dan pengelolaan kesehatan remaja, program remaja masih bersifat insidental pada event tahunan tertentu dan belum ada program pelayanan kesehatan remaja yaitu posyandu remaja secara rutin, minimnya kemampuan konselor dan pendidik sebaya terbatasnya alat kesehatan untuk pelaksanaan posyandu remaja METODE Metode pelaksanaan yang digunakan dalam program PMM ini adalah metode Participatory Learning and Action (PLA). Metode ini sebagai bentuk upaya pelibatan mahasiswa sebagai agen pembaharu dengan pembelajaran di luar kampus yaitu KKN/membangun desa dalam pemberdayaan masyarakat . dan partisipasi masyarakat . ommunity participatio. Tahapan/langkah-langkah pelaksanaan program PMM sebagai berikut: . Sosialisasi meliputi pembekalan mahasiswa KKN yang terlibat dalam program PMM. Kordinasi dan sosialisasi tim pengabdian dengan mitra Kalurahan Balecatur, kelompok posyandu dan remaja karang taruna. Menyiapkan materi pelatihan dan teknologi inovasi: aplikasi posyandu, kit kader, paket kesehatan posyandu remaja, paket pengelolaan gizi balita, media edukasi dan modul-modul pelatihan. Menyusun jadwal pelaksanaan, kuisioner pre-posttest, kelengkapan administrasi kegiatan. Sosialiasi pada seluruh anggota mitra untuk rencana kegiatan, jadwal pelaksanaan, pembagian peran dan tugas mitra. Pelatihan meliputi Pelatihan kader: pengelolaan data berbasis aplikasi digital gform, microsoft office excel, pelatihan edukasi dan konseling keluarga. Pelatihan ibu balita: dalam manajemen gizi . enu, pengolahan dan penyajian, monitoring giz. , pola asuh dan manajemen stress, pengelolaan PHBS rumah tangga, pelatihan motivator sebaya. Pelatihan remaja: Pelatihan 5 langkah posyandu remaja . endaftaran, pemeriksaan kesehatan, pencatatan, edukasi-konseling kesehatan, pelayanan kesehata. Copyright A 2025. Masyarakat Berdaya dan Inovasi. ISSN 2721-8228 Masyarakat Berdaya dan Inovasi, 6 . , 2025 pelatihan edukator dan konselor sebaya. Penerapan Teknologi meliputi Aplikasi digital berbasis web pengelolaan data Posyandu yang mudah, cepat dan terstruktur. Pengembangan paket edukasi stunting: modul manajemen gizi berbasis pangan lokal, video pola asuh dan manajemen stress, journal gizi, deteksi tikar stunting, media PHBS rumah tangga. Penyediakan panduan motivator, edukator dan konselor sebaya: teknik komunikasi, teknik dukungan, teknik konseling. Pengadaan alat kesehatan: paket kit kader, alat pemeriksanaan kesehatan dasar, paket deteksi gizi. Pendampingan dan Evaluasi, meliputi Pendampingan program kunjungan rumah oleh kader, pelaksanaan motivator Ibu sebaya, pelaksanaan posyandu remaja. Pengukuran peningkatan kemampuan kader, kemampuan Ibu dalam mengelola stunting dan peran remaja dalam posyandu remaja. Evaluasi penggunaan pencatatan data posyandu menggunakan aplikasi digital. Evaluasi bersama mitra terkait hasil implementasi. Menyusun rencana tindak lanjut bersama mitra Kalurahan balecatur dan kedua kelompok mitra untuk pemberdayaan kelompok secara mandiri dan pendampingan oleh Kalurahan Balecatur dan Puskesmas Gamping I. HASIL DAN PEMBAHASAN Sosialisasi dan kordinasi kegiatan pengabdian dilaksanakan dalam bentuk pembekalan mahasiswa KKN yang terlibat dalam program PMM dilaksanakan pada hari Senin, 4 Agustus 2025 bertempat di kampus Unisa Yogyakarta. Kordinasi dan sosialisasi tim pengabdian dengan mitra Kalurahan Balecatur, kelompok posyandu dan remaja karang taruna sekaligus penyerahan mahasiswa PMM pada Selasa, 5 Agustus 2025. Hasil kordinasi menyepakati waktu dan tempat pelaksanaan serta peran dan pembagian tugas antara mitra dan tim pelaksana. Kegiatan Pelatihan pertama dilaksanakan dengan sasaran ibu kader dan ibu balita pada 24 Agustus 2025 bertempat di ruang pertemuan Kelurahan Balecatur dan di ikuti 27 peserta. Materi pelatihan meliputi pelatihan manajemen gizi . enu, pengolahan dan penyajian, monitoring giz. , pola asuh dan manajemen stress, pijat nafsu makan, pengelolaan PHBS rumah tangga, serta praktek deteksi tumbuh kembang anak (Gambar . Kegiatan pelatihan dilanjutkan dengan pendampingan kunjungan rumah ibu balita oleh kader (Gambar . Kegiatan kunjungan rumah ini bertujuan meningkatkan pemantauan, dan perbaikan status gizi balita stunting secara langsung serta proses edukasi yang lebih intensif pada ibu balita . Kader juga diberikan pelatihan tentang pngelolaan data posyandu secara digital dengan menggunakan aplikasi yang dikembangkan oleh tim pengabdian. Gambar 2. Pelatihan Ibu Kader dan Ibu Balita Gambar 3. Pendampingan kader dalam kunjungan rumah dan penggunaan aplikasi digital Copyright A 2025. Masyarakat Berdaya dan Inovasi. ISSN 2721-8228 Masyarakat Berdaya dan Inovasi, 6 . , 2025 Pelatihan kedua dilaksanakan dengan sasaran kelompok remaja karangtaruna dilaksanakan pada 30 Agustus 2025 bertempat di ruang pertemuan Kelurahan Balecatur dan di ikuti 15 peserta. Materi pelatihan meliputi pelatihan 5 langkah posyandu remaja . endaftaran, pemeriksaan kesehatan, pencatatan, edukasi-konseling kesehatan, pelayanan kesehata. , pelatihan edukator dan konselor sebaya (Gambar . Gambar 4. Pelatihan Posyandu Remaja Teknologi yang diterapkan dalam pengabdian ini berupa pengembangan paket edukasi stunting: modul manajemen gizi berbasis pangan lokal, video pola asuh dan manajemen stress, journal gizi, deteksi tikar stunting, media PHBS rumah tangga (Gambar . Pengadaan alat kesehatan berupa paket kit kader, alat pemeriksanaan kesehatan dasar, paket deteksi gizi, paket alat posyandu remaja dan bantuan gizi balita tinggi protein berbasis pangan lokal (Gambar . serta aplikasi digital berbasis digital web based untuk pengelolaan data Posyandu yang mudah, cepat dan terstruktur. Gambar 5. Media edukasi kesehatan balita dan remaja Copyright A 2025. Masyarakat Berdaya dan Inovasi. ISSN 2721-8228 Masyarakat Berdaya dan Inovasi, 6 . , 2025 Gambar 6. Paket bantuan alata kesehatan dan gizi balita Evaluasi dilakukan dengan mengukur peningkatan kemampuan kader, kemampuan Ibu dalam mengelola stunting dan peran remaja dalam posyandu remaja, evaluasi bersama mitra terkait hasil implementasi dan menyusun rencana tindak lanjut bersama mitra Kalurahan balecatur dan kedua kelompok mitra untuk pemberdayaan kelompok secara mandiri dan pendampingan oleh Kalurahan Balecatur dan Puskesmas Gamping I. Capaian Kemampuan Mitra dalam Penanganan Stunting (Lenting Balecatur tahun 2. 5,00 4,00 3,00 2,00 1,00 4,57 3,57 4,14 3,36 4,43 4,43 3,50 2,93 4,00 2,71 Peningkatan Gambar 7. Capaian Kemampuan Kelompok Kader dan Ibu Balita Kemampuan Remaja pada Program Pencegahan Stunting (Lenting Balecatur Gizi Remaja Life Skill Remaja Pre Posyandu 5 Meja Post Pendidik dan Konselor Sebaya Peningkatan Rerata Kemampuan Pelaksanaan Posyandu Remaja Meja 1: Pendaftaran Meja 2: Pengukuran Meja 3: Pencatatan Meja 4: Penyuluhan dan Konseling Meja 5: Pelayanan Kesehatan Gambar 8. Capaian Kemampuan Kelompok Remaja Karang Taruna Copyright A 2025. Masyarakat Berdaya dan Inovasi. ISSN 2721-8228 Masyarakat Berdaya dan Inovasi, 6 . , 2025 Hasil pelaksanaan menunjukkan peningkatan kemampuan kelompok baik pada kelompok kader, ibu balita . re: 3,21. post: 4,. Peningkatan paling tinggi pada kemampuan manajemen stress dan terapi pijat nafsu makan. Remaja menunjukkan peningkatan kemampuan yang baik setelah pelatihan pada gizi remaja, life skill, posyandu remaja dan pendidik serta konselor sebaya. Program pemberdayaan kelompok posyandu dan kelompok karang taruna meningkatkan produktifitas, peran dan fungsi kader, ibu balita dan remaja dalam penanganan kasus stunting secara terpadu lintas generasi di Kalurahan Balecatur. Penggunaan aplikasi digital siPandu Lenting meningkatkan efektifitas pengelolaan data posyandu dan kemudahan pelaporan status kesehatan balita dan remaja. Pemberdayaan keluarga menjadi kunci penting dalam mencegah stunting, seperti melibatkan pola asuh sehat, pemenuhan gizi yang memadai, dan pemahaman yang baik dalam mendidik anak . Dengan memberdayakan keluarga untuk memahami pentingnya faktor-faktor ini, lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak yang sehat dan sejahtera dapat diciptakan. Penelitian sebelumnya . menunjukkan status gizi anak yang diukur dengan indikator berat badan berkaitan dengan keterlibatan ibu pada pengaturan makan, dan diperlukan motivasi untuk meningkatkan variasi makanan agar sesuai dengan gizi seimbang. Oleh karena itu, salah satu modul yang diberikan pada kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah penyusunan rencana makan mingguan dengan diary meal plan menggunakan panduan menu makan basis pangan lokal. Penggunaan alat ini membantu Ibu dalam monitor asupan gizi balita diharapkan dapat membantu meningkatkan status gizi anak dengan kategori stunting . Selain itu, kelompok remaja menjadi sasaran strategis dalam upaya pencegahan stunting sejak Kualitas kesehatan remaja menjadi kunci karena remaja dengan status gizi yang buruk menjadi awal mata rantai kasus stunting. Status gizi yang buruk akan berdampak pada kesehatan selama masa kehamilan dan beresiko melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah yang nantinya dapat menjadi stunting . Pengetahuan remaja yang baik terkait stunting dan kesehatan reproduksi dapat menjadi salah satu upaya juga dalam pencegahan stunting, karena peningkatan pengetahuan remaja tentang upaya pencegahan stunting dan anemia memiliki dampak positif dalam upaya pencegahan stunting . Sasaran pengabdian ini melibatkan kelompok pengurus karang taruna Balecatur sehingga diharapkan dapat menjadi kader kesehatan remaja dalam pelaksanaan posyandu remaja. Peserta pelatihan sangat antusias mengikuti pelatihan. keaktifan peserta dipengaruhi oleh metode Pelatihan baik pada kelompok ibu dan kelompk remaja didesain menggunakan pembelajaran aktif dan praktek langsung yang dapat meningkatkan keterlibatan peserta dalam seluruh sesi. Program Lenting ini meningkatkan kesiapan kader, ibu balita serta kelompok remaja dalam penanganan stunting secara terpadu lintas generasi sebagai bagian pengembangan integrasi layanan primer (ILP) di kelurahan Balecatur Gamping Sleman. SIMPULAN Program pemberdayaan kelompok posyandu dan kelompok karang taruna meningkatkan produktifitas, peran dan fungsi kader, ibu balita dan remaja dalam penanganan kasus stunting secara terpadu lintas generasi di Kalurahan Balecatur. Penggunaan aplikasi digital siPandu Lenting meningkatkan efektifitas pengelolaan data posyandu dan kemudahan pelaporan status kesehatan balita dan remaja. UCAPAN TERIMA KASIH