E-ISSN : 2722-3612 Hal: 31-39 Vol. 6 No. 1, 2025 This article is licensed under https://doi. org/10. 46838/jbic. Article Analisis Deskriptif Representasi Kata AuHujanAy Dalam Novel Hujan Karya Tere Liye Moh. Nurman Bagus Satrio1A 1 Program Studi Kimia. Fakultas MIPA. Universitas PGRI Banyuwangi 1 riobanyuwangi22@gmail. Coresponding Author: riobanyuwangi22@gmail. ABSTRACT The novel AuHujanAy by Tere Liye is a literary work that combines elements of science fiction with the theme of love and struggle. The story is set between 2042 and 2050, where the world experiences a terrible natural disaster due to a volcanic eruption that results in a depopulation of the human population. The main character. Lail, is a girl who loses both of her parents due to the disaster and meets Esok, a young man who saves her. The purpose of this study is to analyze the word rain in Tere Liye's novel Hujan. The author uses a qualitative method with the data used being the novel Hujan by Tere Liye. In this novel, the word hujan is not just a natural phenomenon, but a symbol rich in meaning and emotion. In this novel, hujan functions to describe various themes such as loss, love, friendship, and the main character's life struggles. Hujan has a deep representation both in terms of physicality and mood. Physically, rain describes extreme climate change due to natural disasters, such as an ancient volcanic eruption that causes a volcanic winter. Rain reflects the emotions and journeys of the main characters. Lail and Esok. Rain is often associated with feelings of sadness, loss, and hope. The representation of rain in this novel not only functions as a physical element, but also as a tool to describe the emotional dynamics between characters and criticism of the environmental conditions faced by humanity. Keywords: Representation. Love and Struggle. Rain Artikel Info Masuk June 14, 2025 Revisi June 18, 2025 Diterima June 20, 2025 Terbit June 21, 2025 PENDAHULUAN Karya sastra adalah bentuk ekspresi kreatif yang dihasilkan oleh penulis melalui penggunaan bahasa, yang mencerminkan pengalaman, perasaan, dan pandangan hidup manusia. Karya ini tidak hanya bertujuan untuk menghibur, tetapi juga untuk menyampaikan pesan moral, kritik sosial, dan nilai-nilai budaya yang ada dalam masyarakat. Menurut Felta Lafamene karya sastra adalah ungkapan perasaan manusia bersifat pribadi berupa pengalaman, pemikiran, perasaan, dan keyakinan dalam bentuk Gambaran kehidupan yang dapat membangkitkan pesona dengan alat Bahasa dan dilukiskan dengan bentuk tulisan. (Lafamane, 2. Salah satu bentuk karya sastra yang populer adalah novel. novel merupakan salah satu alat yang digunakan untuk menyampaikan keadaan sosial dalam masyarakat karena novel merupakan salah satu prosa yang dapat membantu manusia untuk mengerti dan memahami persoalan kehidupan melalui penggambaran tokoh serta memiliki pesan moral, sosial, psikologi, kultural yang terkandung di dalamnya(Agustina & Simarmata, 2. Novel merupakan narasi panjang yang menggambarkan kehidupan dan pengalaman karakter dalam konteks yang kompleks dan beragam. A 2024 The Authors Published by MAN Insan Cendekia Jambi Jurnal Bina Ilmu Cendekia https://jurnal. id/index. php/jbic/index Article Dalam novel, penulis dapat mengeksplorasi tema-tema yang mendalam, membangun karakter yang kaya, dan menciptakan alur cerita yang menarik, sehingga memungkinkan pembaca untuk terlibat secara emosional dan intelektual. Dengan demikian, novel tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai cermin dari realitas sosial dan budaya yang dapat memperkaya pemahaman kita tentang Salah satu karya sastra bentuk novel adalah Novel Hujan karya Tere Liye adalah sebuah karya sastra yang menggabungkan elemen fiksi ilmiah dengan tema cinta dan perjuangan. Cerita ini berlatar waktu antara tahun 2042 hingga 2050, di mana dunia mengalami bencana alam dahsyat akibat letusan gunung yang mengakibatkan kehampaan populasi manusia. Tokoh utama. Lail, adalah seorang gadis yang kehilangan kedua orang tuanya akibat bencana tersebut dan bertemu dengan Esok, seorang pemuda yang menyelamatkannya(Liye, 2. Buku ini tidak menceritakan hubungan mereka berdua saja. Terkadang Lail cemburu terhadap Esok yang dekat dengan seorang anak perempuan yang jauh lebih cantik dari lainnya. Lail juga memiliki kehidupannya sendiri di panti sosial dengan teman-temannya. Buku ini termasuk dalam buku fiksi, jadi isi cerita dan tokoh nya berupa fiktif. Buku ini ditulis oleh seorang penulis terkenal. Tere Liye, penulis asli Sumatera yang lahir pada 21 Mei 1979, telah mengukir namanya sebagai salah satu penulis terkemuka di Indonesia sejak debutnya pada tahun 2005. Dibesarkan di pedalaman Sumatera dalam keluarga sederhana dengan orang tua yang bekerja sebagai petani. Tere Liye memiliki bakat luar biasa dalam membangun cerita yang menarik dan menggerakkan pembaca(Liye, 2. Tujuan penelitian ini untuk mengamati kata AuHujanAy dalam novel hujan tere Dalam novel Hujan karya Tere Liye, kata AuhujanAy dinilai memiliki banyak representasi yang mendalam baik dari segi fisik maupun suasana hati. Maka peneliti berusaha mencari tahu atau menganalisis setiap kata hujan yang ada di dalam novel Dengan memakai metode kualitatif deskriptif penulis akan mencatat dan menemukan arti kata hujan dalam novel Tere Liye yang berjudul Hujan. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk menganalisis representasi kata AuhujanAy dalam novel Hujan karya Tere Liye. Menurut Kaharuddin Kualitatif merupakan penelitian yang bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis Proses dan makna . erspektif subje. lebih ditonjolkan dalam penelitian kualitatif(Kaharuddin, 2. Metode kualitatif dipilih karena bertujuan untuk menggali dan mendeskripsikan representasi kata "hujan" dalam novel Hujan karya Tere Liye, serta makna yang terkandung di dalamnya. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data tertulis berupa teks novel, yang memuat represetasi kata AuhujanAy dalam novel Hujan karya Tere Liye. Sumber data dalam penelitian ini adalah Novel "Hujan" karya Tere Liye, yang diterbitkan pada tahun 2016. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah Jurnal Bina Ilmu Cendekia https://jurnal. id/index. php/jbic/index Article teknik simak dan mencatat setiap kalimat atau paragraf yang menggunakan kata "hujan," serta konteks di mana kata tersebut muncul (Firmansyah dkk. , 2. Adapun langkah-langkah yang dilakukan meliputi identifikasi kemunculan kata 'hujan,' menganalisis konteks penggunaannya, menggali makna simbolis, mendeskripsikan hasil analisis, dan menyusun simpulan. HASIL DAN PEMBAHASAN Novel AuHujanAy karya Tere Liye berfokus pada tema kehilangan, cinta, persahabatan, dan perjuangan hidup di tengah bencana alam yang menghancurkan. Kata AuHujanAy sendiri bukan hanya sekadar fenomena alam, tetapi juga memiliki makna yang dalam dan kompleks(Medita dkk. , 2. Dalam konteks cerita, hujan berfungsi sebagai simbol dan alat naratif yang menggambarkan berbagai tema dan emosi yang dialami oleh tokoh-tokohnya. Di dalam novel ini. AuHujanAy kebanyakan diperlihatkan sebagai peristiwa-peristiwa penting dan tak terlupakan oleh tokoh utama (Kasanah, 2. Berikut adalah beberapa representasi kata "hujan" dalam novel ini. Hujan sebagai Kenangan Buruk Tokoh Utama yang Kehilangan Ibunya. Pada halaman 29-36. AuHujanAy digambarkan sebagai kenangan buruk tokoh utama (Lai. karena pada halaman tersebut dikisahkan perjuangan Lail dengan ibunya yang berusaha menyelamatkan diri dari terowongan bawah tanah yang segera runtuh akibat gempa susulan namun yang selamat hanya Lail dan 1 anak laki-laki 15 tahun yang membantunya keluar dari terowongan. Jurnal Bina Ilmu Cendekia https://jurnal. id/index. php/jbic/index Article Pada bagian ini hujan direpresentasikan sebagai cuaca yang menyelimuti suasana yang mencekam kala itu. Selain itu hujan diartikan juga sebagai suasana yang sedih dimana seperti menangis melihat keadaan yang terjadi kala itu (Medita dkk. Dimana dalam teks diatas tokoh utama menyukai hujan sejak kecil, namun untuk kali ini hujannya menyakitkan, sehingga konotasi hujan pada bagian ini juga diartikan sebagai peristiwa menyakitkan bagi tokoh utama. Seluruh Kejadian Penting Dalam Hidupnya. Terjadi saat Hujan. Pada halaman 47 ditulis bahwa AuHujanAy selalu turun ketika kejadian penting dalam hidup Lail terjadi. Lail yang dulunya menyukai hujan, kini pandangannya berubah dalam sekejap. Pada bagian ini hujan awalnya diartikan sebagai cuaca pada umumnya. Namun, saat itu pula hujan selalu turun disaat kejadian Ae kejadian penting dalam hidupnya terjadi. Sehingga hujan pun diartikan sebagai pertanda buruk dalam hidupnya hingga sang tokoh utama pun menganggap hujan menyakitkan baginya. Hujan Turun saat Lail Mendengar Kabar Dia akan Berpisah dengan Esok. Pada halaman 75. Esok . nak laki-laki yang menyelamatkan Lail di terowonga. memberitahu Lail kabar tentang pengadopsiannya. Esok diadopsi oleh sepasang suami istri kaya raya yang bersedia membiayai kehidupan pendidikan dan seharihari Esok beserta ibunya karena Esok adalah anak yang pintar dan cerdas. Mengetahui hal itu. Lail berupaya untuk ikut senang, namun hatinya tidak bisa berbohong, dia sedih karena itu tandanya dia tidak akan sering bertemu dengan Esok seperti saat di tenda pengungsian(Liye, 2. Jurnal Bina Ilmu Cendekia https://jurnal. id/index. php/jbic/index Article Pada bagian ini hujan kembali menyakitkan bagi tokoh utama dimana ia kehilangan seseorang yang telah menyelamatkannya di terowongan. Dalam bagian ini hujan diartikan sebagai cuaca yang terjadi saat itu dimana bersamaan dengan suasana hati tokoh utama yang sedih karena ditinggalkan oleh orang yang berjasa dalam hidupnya. Moment Hangat Lail dan Esok sebelum Hujan Turun. Pada halaman 91. Lail menghabiskan waktu bersama Esok seperti saat di tenda pengungsian. Moment yang selalu Lail tunggu, bertemu Esok dan menceritakan segala hal yang ia alami kepada Esok, mengendarai sepeda merah Esok, mengunjungi kolam air mancur seraya menyantap segelas coklat panas bersama di tengah keramaian (Liye, 2. Pada bagian ini hujan menemani tokoh utama saat berpisah dengan esok setelah seharian. Tokoh utama pun sedih sehingga air matanya menyatu dengan hujan kala itu, kejadian ini dapat diartikan bahwa hujan yang turun sama dengan tangisan tokoh utama atau suasana hati yang sedih karena berpisah dengan tokoh Pandangan Lail Terhadap Hujan yang Menyadarkan Perasaannya. Halaman 200-201. AuHujanAy menjadi representasi dari cinta tak terbalas dan kenangan yang tak terlupakan oleh Lail. Di halaman tersebut, tertulis dialog antara Lail dan Maryam yang berusaha untuk menyadarkan Lail akan perasaannya (Liye, 2. Jurnal Bina Ilmu Cendekia https://jurnal. id/index. php/jbic/index Article Pada bagian ini tokoh utama mengaggap hujan sama dengan kenangankenangan nya terhadap hal yang terjadi saat hujan. Karena ketika hujan datang ia tidak bisa menghentikannya hanya bisa menunggu sampai hujan selesai dengan Hujan tentang melupakan. Lail dipenghujung cerita, memutuskan untuk menghapus semua kenangan tentang Esok. Lail mendengar kabar peluncuran kapal raksasa yang akan membawa pergi sebagian umat manusia ke orbit 100 hingga 200km dari bumi, jauh di atas lapisan stratosfer dan bertahan hidup disana hingga 100 tahun berlalu kapal berlayar, dan iklim bumi benar-benar pulih secara alami. Pada saat itu Lail baru mengetahui bahwa perkuliahan Esok hanyalah kamuflase. Esok terlibat dalam proyek pembangunan kapal terbang tersebut, dia mendapatkan 2 tiket masuk kapal yang hanya bisa didapatkan oleh 10. 000 orang dari beberapa bagian bumi Mendengar wali kota alias ayah angkat Esok yang memohon Lail agar membujuk Esok untuk memberikan salah satu tiket milik Esok agar diberikan kepada anak kandung semata wayangnya. Lail dilanda dilema, hatinya sakit, ia membayangkan jika Esok pergi bersama saudara tirinya, lantas bagaimana dengan dirinya? Pada saat itu juga. Lail memutuskan untuk menghapus seluruh kenangannya bersama Esok di sebuah tempat Pusat Terapi Saraf. Prosesnya dilakukan menggunakan teknologi canggih yang dapat menghapus ingatan-ingatan buruk manusia(Liye, 2. "Semua penumpang terpilih telah dihubungi seminggu lalu. Evakuasi telah Mereka telah dikumpulkan di dekat lokasi pembangunan kapal tersebut. Tinggal seminggu lagi kapal itu berangkat. Jika malam ini kita masih duduk berdua di sini, itu berarti kita tidak termasuk di dalamnya. Lail. " Wali Kota tersenyum getir. Lail terdiam, menunggu penjelasan lebih lanjut. Jurnal Bina Ilmu Cendekia https://jurnal. id/index. php/jbic/index Article "Aku menghabiskan puluhan tahun mengabdi untuk kota kita. Tidak masalah namaku tidak termasuk dalam daftar penumpang. Jika aku memiliki tiket itu, aku bahkan bersedia memberikannya ke orang lain. Termasuk istriku. Dia bahkan bersumpah tidak akan menerima tiket itu. Dia akan memprioritaskan orang lain. Sayangnya, namanya juga tidak ada. Wali Kota terdiam lagi, suaranya serak. "Tapi. " Wali Kota mengusap pelipis, "Esok memiliki dua tiket. Mata Lail membesar. Esok? Dua tiket? "Satu tiket dia peroleh atas jasa-jasanya membangun kapal itu, dan dia memang harus berangkat, karena hanya dia yang bisa menangani jika kapal mengalami masalah di angkasa sana. Satu tiket lagi dia peroleh dari mesin pencacah. Nama Esok keluar. Dia belum memberitahu siapa pun soal dua tiket itu. Aku tahu karena aku punya akses melihat daftar Lail meremas jemarinya. Dia juga baru tahu dari Wali Kota. "Lail, izinkan orang tua ini memohon kepadamu. " Wali Kota memegang tangan Lail, wajah pahlawan kota itu terlihat lebih tua daripada usianya, matanya berkaca-kaca. "Aku tahu. Esok akan menggunakan satu tiket lagi untukmu. Dia sangat menyayangimu. Lail. Tapi izinkan orang tua ini memohon, bisakah kamu meminta Esok agar memberikan tiket itu kepada Claudia, anak semata wayangku? Aku, istriku, kami tidak akan pernah sanggup menyaksikan Claudia harus tinggal di permukaan bumi, menunggu musim panas membunuh semua orang. Hanya Claudia satu-satunya putri yang kami miliki. Satusatunya harta paling berharga. Tenda itu lengang. Menyisakan Lail yang duduk membeku. Pada bagian ini, hujan diemplementasikan sebagai suasana hati Lail. Dimana hati Lail sedang dilema dikarenakan permintaan walikota yang membuatan merasa terbebani karena tiket yang didapat oleh Esok harus diberikan kepada Claudia dan Lail hanya menunggu kabar kepastian dari Eso. Setelah beberapa hari kemarin Esok belum ada kabar sedangkan kapal terbannya sudah akan berangkat dalam waktu dekat, sedangkan Lail hanya ingin kepastian dari Esok tentang perasaannya. Keputusan Lail Untuk Memeluk Erat Seluruh Memori Menyakitkannya Lail berubah pikiran mengenai keputusannya untuk menghapus ingatannya tentang Esok. Ia akan menyimpan semua memori menyakitkan itu dan memeluknya erat. Pada saat Lail berada di Pusat Terapi Saraf. Esok datang dengan perasaan khawatir akan Lail yang sudah melupakannya(Liye, 2. Esok menghampiri Lail dan memegang lengan gadis itu. "Lail, apakah kamu mengenalku? Aku mohon. Kembalilah. " Lengang. Lail menatap Esok masih dengan tatapan "Lail, aku mohon. Apakah kamu masih mengingatku?" Esok mengguncang lengan Lail. Lail tiba-tiba tersenyum. "Aku yang memberikan topi biru itu kepadamu. Esok. Maryam menatap tidak percaya. Bukankah. ? Bagaimana caranya Lail bisa mengingat Esok? Apakah mesin modifikasi ingatan itu rusak? Apa yang terjadi? Elijah mengangkat tabletnya, menunjukkan peta saraf milik Lail. Di detik terakhir, sebelum mesin itu bekerja. Lail memutuskan memeluk erat semua kenangan Jurnal Bina Ilmu Cendekia https://jurnal. id/index. php/jbic/index Article Apa pun yang terjadi. Lail akan memeluknya erat-erat, karena itulah hidupnya. Seluruh benang merah berubah menjadi benang biru. Seketika. Mesin modifikasi ingatan tidak pernah keliru. Dia bekerja sangat akurat. Menghapus seluruh benang berwarna merah. Hanya saja dalam kasus ini. Lail tidak lagi memiliki benang itu. Pada bagian ini. Lail memutuskan untuk tidak menghapus ingatannya tentang Esok dan menerima semuanya dengan lapang dada. Pada saat itu juga, hujan kembali menjadi hal yang paling disukai Lail, karena Hujan menyimpan seluruh kenangan berarti baginya. SIMPULAN Kesimpulan dari pemahasan mengenai representasi kata "hujan" dalam novel "Hujan" karya Tere Liye menunjukkan bahwa hujan bukan sekadar fenomena alam, melainkan simbol yang kaya akan makna dan emosi. Dalam novel ini, hujan berfungsi untuk menggambarkan berbagai tema seperti kehilangan, cinta, persahabatan, dan perjuangan hidup tokoh utama. Lail. Hujan pertama kali muncul sebagai kenangan buruk saat Lail kehilangan ibunya dalam bencana alam, di mana suasana mencekam dan kesedihan sangat Selanjutnya, hujan menjadi pertanda dari setiap kejadian penting dalam hidup Lail, baik yang menyedihkan maupun yang bahagia. Misalnya, saat mendengar kabar tentang perpisahannya dengan Esok, hujan turun bersamaan dengan kesedihannya. Momen-momen hangat antara Lail dan Esok juga terjadi di tengah hujan, menunjukkan bagaimana hujan mengiringi perasaan mereka. Di sisi lain, dialog antara Lail dan Maryam menyoroti bahwa setiap kenangan yang menyakitkan akan selalu teringat saat hujan turun. Di akhir cerita. Lail mengalami dilema mengenai keputusan untuk menghapus ingatannya tentang Esok. Namun, ia akhirnya memilih untuk memeluk semua kenangan, termasuk yang menyakitkan, menjadikan hujan sebagai simbol harapan dan penerimaan atas masa lalu yang tidak bisa dihapus. Dengan demikian, hujan dalam novel ini menjadi representasi dari perjalanan emosional Lail yang kompleks dan mendalam REFERENSI