Vol 2 No. 4 Oktober 2025 P-ISSN : 3047-2806 E-ISSN : 3047-2075. Hal 59 - 64 JURNAL PADAMU NEGERI Halaman Jurnal: https://journal. id/index. php/jpn Halaman UTAMA Jurnal : https://journal. DOI:https://doi. org/10. 69714/dkrk2285 PELATIHAN DESAIN GRAFIS CORELDRAW SEBAGAI UPAYA PENGEMBANGAN SOFTSKILL SISWA SMP IBRAHIMY 3 SUKOREJO Alfi Khairunnisaa* ,Risqiatus Syarifahb. Zaehol Fatahc Fakultas Sains dan teknologi / Jurusan Sistem Informasi, alfikhairunnisa08@gmail. Universitas Ibrahimy. Situbondo. Jawa Timur Fakultas Sains dan tekonologi / Jurusan Sistem Informasi, srfacumell@gmail. Universitas Ibrahimy. Situbondo. Jawa Timur Fakultas Sains dan teknologi / Jurusan Sistem Informasi, zaeholfatah@gmail. Universitas Ibrahimy. Situbondo, jawa Timur Korespondensi ABSTRACK This study aims to examine the effectiveness of graphic design training using CorelDraw software in developing studentsAo soft skills at SMP Ibrahimy 3 Sukorejo. Softskills such as creativity, visual communication, collaboration, and problem-solving are essential competencies that should be cultivated from an early age, especially in the digital and creative industry era. The research employed a descriptive qualitative method with a participatory approach through direct observation, interviews, and documentation during the training sessions. The results indicate that the training not only enhanced studentsAo understanding of basic graphic design techniques but also fostered self-confidence, teamwork abilities, and an appreciation of visual aesthetics. StudentsAo active participation in designing logos, brochures, and other promotional media served as a key indicator of the success of this contextual learning Therefore, the CorelDraw training has proven to be an effective strategy for strengthening studentsAo soft skills and is relevant to be integrated into 21st-century skills-based educational programs. Keywords: Graphic Design. Coreldraw. Soft Skills. Creativity. Junior High School Education Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas pelatihan desain grafis berbasis aplikasi CorelDraw dalam mengembangkan softskill siswa di SMP Ibrahimy 3 Sukorejo. Soft skill seperti kreativitas, komunikasi visual, kolaborasi, dan pemecahan masalah menjadi kompetensi kunci yang perlu diasah sejak dini, khususnya di era digital dan industri kreatif. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan partisipatif melalui observasi langsung, wawancara, dan dokumentasi saat pelatihan berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan ini tidak hanya meningkatkan pemahaman siswa terhadap teknik dasar desain grafis, tetapi juga mendorong munculnya sikap percaya diri, kemampuan bekerja dalam tim, serta apresiasi terhadap estetika visual. Partisipasi aktif siswa dalam praktik desain logo, brosur, dan media promosi lainnya menjadi indikator keberhasilan pendekatan pelatihan yang Dengan demikian, pelatihan CorelDraw terbukti menjadi strategi yang efektif dalam memperkuat softskill siswa dan relevan untuk diintegrasikan ke dalam program pembelajaran berbasis keterampilan abad ke-21. Kata kunci: Desain Grafis. Coreldraw. SoftSkill. Kreativitas. Pendidikan Smp PENDAHULUAN Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan, khususnya dalam metode pengajaran dan jenis keterampilan yang dibutuhkan oleh peserta didik di abad ke-21. Tidak hanya penguasaan terhadap teknologi secara teknis . ard skil. , tetapi juga keterampilan non-teknis atau softskill seperti kreativitas, kolaborasi, komunikasi, dan pemecahan masalah menjadi semakin esensial. Received May 29, 2025. Revised June 30, 2025. Accepted July 23, 2025. Online Available July 28,2025 Alfi Khairunnisa dkk / Jurnal Padamu Negeri Vol 2 No. 59 Ae 64 Softskill ini dinilai mampu menunjang keberhasilan siswa dalam berbagai aspek kehidupan, baik akademik maupun non-akademik. Oleh karena itu, institusi pendidikan memiliki tanggung jawab untuk menciptakan program-program yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian kognitif, tetapi juga pengembangan karakter dan keterampilan sosial. Salah satu bentuk pelatihan yang terbukti efektif dalam mengembangkan dua jenis keterampilan tersebut adalah pelatihan desain grafis menggunakan aplikasi CorelDraw. CorelDraw merupakan perangkat lunak desain vektor yang umum digunakan dalam dunia industri kreatif dan percetakan. Dengan pendekatan yang tepat, pelatihan ini tidak hanya memberikan pengetahuan teknis mengenai penggunaan perangkat lunak, tetapi juga melatih siswa untuk berpikir kreatif, menyusun ide secara visual, dan mempresentasikan gagasan dengan cara yang menarik dan terstruktur. Penelitian oleh Yuliadi et al. juga menunjukkan bahwa pelatihan berbasis desain grafis secara signifikan mampu meningkatkan rasa percaya diri dan kemampuan komunikasi visual siswa. Di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), pelatihan seperti ini memiliki nilai strategis karena berada pada fase awal pembentukan karakter dan minat siswa. Namun sayangnya, pelatihan desain grafis masih banyak ditemui di jenjang SMA/SMK, sementara di tingkat SMP implementasinya relatif terbatas. Hal ini disebabkan oleh beberapa kendala seperti keterbatasan sarana prasarana, minimnya sumber daya pengajar yang kompeten, serta anggapan bahwa keterampilan desain merupakan bagian dari kejuruan, bukan pendidikan dasar. Padahal, masa SMP adalah fase perkembangan kognitif dan afektif yang sangat potensial untuk ditanamkan kreativitas dan keterampilan kolaboratif sejak dini. SMP Ibrahimy 3 Sukorejo merupakan salah satu lembaga pendidikan yang berada di lingkungan pesantren dengan karakteristik siswa yang cukup heterogen, baik dari segi latar belakang sosial maupun kesiapan dalam hal literasi digital. Pelatihan desain grafis berbasis CorelDraw di sekolah ini diharapkan dapat menjadi solusi atas kesenjangan keterampilan yang ada, serta menjadi sarana strategis untuk mengembangkan potensi siswa secara menyeluruh. Pelatihan ini bukan hanya bertujuan agar siswa mampu menggunakan CorelDraw secara teknis, tetapi lebih jauh untuk melatih daya imajinasi, estetika, kerja sama tim, dan keberanian menyampaikan ide secara visual. Dengan latar belakang tersebut, pelatihan desain grafis CorelDraw di SMP Ibrahimy 3 Sukorejo menjadi penting untuk dikaji secara ilmiah. Perlu dilakukan penelitian untuk mengukur sejauh mana pelatihan ini berdampak terhadap perkembangan softskill siswa, terutama dalam aspek kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi visual. Penelitian ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan dalam menyusun kurikulum pelatihan yang kontekstual, aplikatif, dan relevan dengan kebutuhan zaman. METODE PENELITIAN 1 Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan proses dan dampak pelatihan desain grafis berbasis CorelDraw dalam pengembangan softskill siswa. Pendekatan ini dipilih karena sesuai untuk mengungkap secara mendalam dinamika selama proses pelatihan, termasuk interaksi peserta, perkembangan kemampuan, dan tanggapan siswa terhadap kegiatan yang dilakukan. 2 Subjek dan Lokasi Penelitian Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas Vi H SMP Ibrahimy 3 Sukorejo yang mengikuti kegiatan pelatihan desain grafis CorelDraw. Penelitian dilakukan di ruang multimedia sekolah yang telah dilengkapi perangkat komputer dan proyektor. Jumlah peserta yang terlibat dalam pelatihan ini sebanyak 30 siswa, yang dipilih secara purposive berdasarkan minat dan ketersediaan mengikuti pelatihan penuh dari awal hingga akhir kegiatan. 3 Tahapan Pelaksanaan Penelitian Penelitian dilaksanakan melalui tiga tahapan utama, yaitu: 1 Perencanaan Tahap ini mencakup: Identifikasi kebutuhan siswa melalui angket awal mengenai pengalaman dan keterampilan desain Penyusunan materi pelatihan yang meliputi dasar-dasar penggunaan CorelDraw . ntarmuka, tools dasar, pembuatan desain sederhana, pewarnaan, tipografi, dan layou. Koordinasi dengan pihak sekolah untuk penjadwalan dan penyediaan sarana pelatihan. JURNAL PADAMU NEGERI Vol. No. Oktober 2025, pp. 59 - 64 Alfi Khairunnisa dkk / Jurnal Padamu Negeri Vol 2 No. 59 Ae 64 2 Pelaksanaan Pelatihan Pelatihan dilaksanakan selama satu hari secara tatap muka . di ruang multimedia sekolah dengan durasi total 3 jam. Adapun rincian pelaksanaan adalah sebagai berikut: Pembukaan: sambutan dari panitia dan pengantar tujuan pelatihan. Sesi Materi: penyampaian materi secara interaktif oleh instruktur melalui ceramah, diskusi, dan demonstrasi langsung menggunakan CorelDraw. Sesi Praktik: peserta diberi tugas membuat desain grafis sederhana berupa logo dan Pembuatan KTS menggunakan fitur-fitur dasar CorelDraw. 3 Evaluasi dan Refleksi Untuk menilai dampak pelatihan, dilakukan evaluasi melalui: Pre-test dan post-test untuk mengukur pemahaman teknis siswa terhadap desain grafis menggunakan CorelDraw. Lembar observasi dan rubrik penilaian softskill . reativitas, kerja sama, komunikasi visua. Angket kepuasan untuk memperoleh tanggapan peserta terhadap isi, metode, dan manfaat pelatihan. 4 Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi: Observasi langsung terhadap aktivitas siswa selama pelatihan berlangsung. Wawancara singkat kepada beberapa peserta untuk menggali kesan dan perubahan sikap. Dokumentasi, berupa foto hasil dari presentasi pemateri dan siswa yang sedang mengikuti materi Angket dan tes, sebagai alat ukur peningkatan pengetahuan dan kepuasan peserta. HASIL DAN PEMBAHASAN Pelatihan desain grafis menggunakan CorelDraw dilaksanakan pada tanggal 30 Mei 2025 bertempat di ruang multimedia SMP Ibrahimy 3 Sukorejo. Kegiatan ini diikuti oleh 30 siswa kelas Vi H, dengan durasi pelatihan selama satu hari, terbagi dalam dua sesi utama yaitu penyampaian materi dan praktik desain 1 Hasil Pre-Test dan Post-Test Sebelum kegiatan pelatihan dimulai, peserta diberikan pre-test untuk mengukur pengetahuan awal siswa terkait desain grafis dan penggunaan CorelDraw. Hasil pre-test menunjukkan bahwa mayoritas siswa masih berada pada tingkat dasar, hanya memahami fungsi membuka aplikasi dan menggunakan tool-tool Rata-rata nilai pre-test siswa adalah 55,3. Setelah pelatihan selesai, peserta diberikan post-test dengan soal dan tugas serupa. Hasil post-test menunjukkan peningkatan signifikan, dengan rata-rata nilai meningkat menjadi 82,7. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman teknis siswa terhadap penggunaan CorelDraw, terutama dalam hal penggunaan shape, warna, teks, dan pengaturan layout desain. Tabel 1. Perbandingan Nilai Pre-Test dan Post-Test Keterangan Rata-rata Nilai Pre-test Post-test Peningkatan 27,4 2 Peningkatan Soft Skill Siswa Selain dari sisi teknis, pelatihan ini juga berhasil mendorong peningkatan soft skill siswa. Hal ini diamati Kreativitas, terlihat dari keragaman ide dalam proyek desain yang dihasilkan siswa seperti logo sekolah, poster kegiatan, dan desain kartu tanda santri. Kerja sama, yang tumbuh melalui diskusi kelompok saat menyelesaikan tugas desain. Sebanyak 76% siswa mampu menyelesaikan proyek desain mandiri dengan elemen yang sesuai standar estetika dasar . eselarasan warna, komposisi, dan tipograf. Selain itu, 84% siswa menunjukkan peningkatan keberanian dalam berbicara dan menjelaskan hasil karya siswa. Pelatihan Desain Grafis Coreldraw Sebagai Upaya Pengembangan Softskill Siswa SMP Ibrahimy 3 Sukorejo (Alfi Khairunnis. Alfi Khairunnisa dkk / Jurnal Padamu Negeri Vol 2 No. 59 Ae 64 3 Tanggapan dan Kepuasan Peserta Untuk mengukur respons siswa terhadap pelatihan, peneliti menyebarkan angket kepuasan setelah kegiatan Hasilnya adalah sebagai berikut: Angket Kepuasan Peserta Pelatihan CorelDraw Sangat puas: 14 siswa . %) Puas: 11 siswa . %) Cukup puas: 4 siswa . %) Tidak puas: 1 siswa . %) Mayoritas siswa merasa pelatihan ini bermanfaat dan menyenangkan. Siswa menyatakan bahwa metode penyampaian yang interaktif serta praktik langsung menjadikan materi lebih mudah dipahami dan 4 Faktor Pendukung dan Penghambat Beberapa faktor yang mendukung keberhasilan kegiatan ini antara lain: Penyampaian materi yang kontekstual dan visual Ketersediaan perangkat komputer/laptop yang cukup Metode interaktif yang memadukan teori dan praktik Namun, terdapat pula beberapa kendala selama pelaksanaan, seperti: Beberapa siswa masih kesulitan mengoperasikan mouse dan keyboard dengan cepat Waktu pelatihan yang terbatas menyebabkan tidak semua fitur CorelDraw dapat diajarkan secara 5 Pembahasan Hasil dari pelatihan ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Ubaidillah. yang menunjukkan bahwa pelatihan CorelDraw mampu meningkatkan softskill siswa di jenjang SMK. Hal serupa juga ditemukan oleh Yuliadi. , yang menyatakan bahwa keterlibatan siswa dalam praktik desain grafis mampu mengasah kreativitas dan meningkatkan kepercayaan diri. Ini membuktikan bahwa pelatihan desain grafis efektif diterapkan tidak hanya di tingkat atas, tetapi juga di tingkat menengah seperti SMP. Dengan demikian, pelatihan ini tidak hanya memberikan manfaat kognitif dalam penguasaan software desain, tetapi juga membentuk karakter siswa yang adaptif, komunikatif, dan kreatif Ai sebuah kompetensi penting dalam pembelajaran abad ke-21. 6 Dokumentasi Kegiatan Kegiatan pelatihan desain grafis berbasis CorelDraw yang dilaksanakan di SMP Ibrahimy 3 Sukorejo berlangsung secara aktif dan antusias. Dokumentasi berikut menunjukkan momen-momen penting selama kegiatan berlangsung: Gambar 1. Penyampaian Materi oleh Pemateri Keterangan: Pemateri sedang menyampaikan materi tentang penggunaan dasar tools pada CorelDraw di hadapan peserta pelatihan secara interaktif. JURNAL PADAMU NEGERI Vol. No. Oktober 2025, pp. 59 - 64 Alfi Khairunnisa dkk / Jurnal Padamu Negeri Vol 2 No. 59 Ae 64 Gambar 2. Siswa Mengikuti Sesi Praktik Keterangan: Peserta pelatihan sedang mengerjakan tugas membuat desain poster sekolah menggunakan CorelDraw, didampingi langsung oleh fasilitator. KESIMPULAN Berdasarkan hasil pelaksanaan dan evaluasi kegiatan pelatihan desain grafis berbasis CorelDraw di SMP Ibrahimy 3 Sukorejo, dapat disimpulkan bahwa pelatihan ini memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan keterampilan teknis dan pengembangan softskill siswa. Peningkatan nilai dari pre-test ke posttest mencerminkan adanya pemahaman yang lebih baik terhadap penggunaan dasar aplikasi CorelDraw, mulai dari pengenalan antarmuka, pemanfaatan fitur desain, hingga kemampuan menyusun komposisi visual yang sesuai dengan prinsip estetika. Lebih dari itu, pelatihan ini juga memberikan ruang yang luas bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kreatif, berkomunikasi secara visual, serta bekerja sama dalam tim. Kegiatan praktik yang disusun secara kolaboratif mampu menumbuhkan rasa percaya diri dan keberanian siswa dalam mengekspresikan gagasan melalui media desain. Dengan pendekatan pembelajaran yang interaktif, pelatihan ini telah menjadikan desain grafis sebagai media yang tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga edukatif dan membentuk karakter. Sejalan dengan temuan tersebut, saran yang dapat diberikan adalah bahwa kegiatan pelatihan desain grafis seperti ini idealnya dapat dijadikan program pembelajaran rutin atau bagian dari kegiatan ekstrakurikuler Waktu yang terbatas selama pelatihan menjadi tantangan tersendiri, sehingga penyelenggaraan yang lebih berkelanjutan akan memberikan kesempatan lebih luas bagi siswa untuk mengeksplorasi kemampuan desain siswa secara mendalam. Di samping itu, pelatihan lanjutan dengan cakupan materi yang lebih kompleks, seperti pembuatan media promosi digital, desain infografis, atau integrasi dengan platform media sosial, juga perlu dipertimbangkan sebagai bentuk pengembangan keterampilan digital yang relevan dengan kebutuhan zaman. Pihak sekolah diharapkan dapat mendukung keberlangsungan kegiatan ini dengan menyiapkan sarana dan prasarana teknologi informasi yang memadai, serta mendorong sinergi antar guru untuk mengintegrasikan desain grafis dalam berbagai mata pelajaran. Dengan demikian, pelatihan ini tidak hanya menjadi kegiatan temporer, melainkan menjadi bagian integral dari strategi pendidikan yang bertujuan membentuk siswa yang adaptif, kreatif, dan mampu bersaing di era digital. DAFTAR PUSTAKA