Diterima Disetujui Hal : 16 Juli 2024 : 20 Juli 2024 : 159-163 Al-Aqlu: Jurnal Matematika. Teknik dan Sains https://jurnal. com/index. php/aqlu e-ISSN : 2985-4369 Vol. No. Juli 2024 VALIDITAS MEDIA PEMBELAJARAN TIGA DIMENSI BOLA LAPISAN BUMI UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA [Validity Of Three-Dimensional Learning Media Ball Layers Of The Earth To Increase Students' Interest In Learnin. Chika Ameta Sari. Siti Khoirotun Nisa`. Meutia Revana Cahya Putri. Mela Marshelyna. Siti Masfuah. * Universitas Muria Kudus . 202233262@std. id, . 202233272@std. id, . 202233274@std. 202233288@std. id, . masfuah@umk. ABSTRAK Penelitian ini merupakan bagian dari penelitian pengembangan yang bertujuan menguji validitas media pembelajaran tiga dimensi bola lapisan bumi pada materi mengenal bumi kita terhadap minat belajar Subjek penelitian ini yaitu dua guru dan empat siswa kelas V Sekolah Dasar dengan memberikan lembar validasi kepada guru dan instrument angket kepada siswa. Selanjutnya data tersebut dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Berdasarkan analisis data, diperoleh data bahwa hasil rata Ae rata persentase indikator minat belajar siswa adalah 59,37% yang termasuk dalam kategori minat belajar tinggi pada intinya media ini valid dan layak untuk diguanakan untuk proses pembelajaran. Kata kunci: media pembelajaran. minat belajar. proses pembelajaran. ABSTRACT This research is part of development research which aims to test the validity of the three-dimensional learning media of the earth's layers in the material about getting to know our earth on students' learning The subjects of this research were two teachers and four fifth grade elementary school students who provided validation sheets to the teachers and questionnaire instruments to the students. Next, the data was analyzed quantitatively descriptively. Based on data analysis, the data obtained shows that the average percentage of indicators of student interest in learning is 59. 37%, which is included in the category of high interest in learning. In essence, this media is valid and suitable for use in the learning process. Keywords: learning media. interest in learning. learning process. PENDAHULUAN Pendidikan diberikan perhatian khusus karena merupakan komponen penting dari pembangunan. Pendidikan terus meningkat, dan berbagai upaya dilakukan untuk mencapainya. Pendidikan adalah dasar dari berkembangnya suatu bangsa. Keberhasilan suatu bangsa dapat ditentukan oleh kualitas Karena pendidikan bertujuan untuk menumbuhkan dan memperbaiki cara berpikir manusia (Diliyanti Olin et al. , 2. Kegiatan pembelajaran tidak hanya interaksi antara guru dan siswa, itu juga melibatkan interaksi antara siswa dan guru melalui media yang mereka gunakan. Media berfungsi sebagai perantara atau pengantar, sehingga menyampaikan informasi dari pengirim ke penerima. Media pembelajaran sangat penting bagi guru untuk membantu siswa memahami konsep yang dipelajari, terutama jika media tersebut dapat digunakan sendiri oleh siswa. Namun, keberhasilan penggunaan media sebagai alat bantu sangat bergantung pada seberapa baik guru menggunakannya untuk memfasilitasi peran mereka sebagai pemberi informasi atau pemberi materi pelajaran. Media pembelajaran juga merupakan segala sesuatu yang dapat digunakan untuk mengantarkan atau menyampaikan pesan, yang mencakup sejumlah pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang diberikan kepada peserta didik sehingga mereka dapat menangkap, memahami, dan memiliki makna yang dapat disampaikan. Media pembelajaran juga merupakan alat yang sangat membantu dalam proses pembelajaran karena membantu memperjelas dan memahami konsep yang sedang dipelajari siswa. Efektivitas penggunaan media sangat bergantung pada seberapa baik guru menggunakan media dan memfasilitasi mereka (Hanannika & Sukartono, 2. Objek yang dipelajari tidak dapat diamati secara langsung di kelas, penelitian ini menggunakan media tiga dimensi dalam materi geologi struktur. Mempelajari bentuk kulit bumi dengan media tiga dimensi ini tentu memerlukaan taraf berpikir abstrak. Seseorang dapat memperoleh miskonsepsi karena menyulitkan siswa dalam proses belajar mengajar (Akbar, n. Kurikulum belajar merdeka dianjurkan oleh pemerintah karena dapat memberikan fleksibilitas, relevansi, dan kesempatan belajar yang mendalam, bermakna, dan menyenangkan bagi siswa untuk meningkatkan kemampuan mereka sesuai dengan fasenya. IPAS, yang berarti Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial, adalah salah satu mata pelajaran dalam kurikulum merdeka. Ini diterapkan pada jenjang pendidikan dasar karena anak-anak di usia ini cenderung melihat dunia secara keseluruhan, yang merupakan karakteristik dari fase pemikiran mereka yang konkret, sederhana, dan holistik. Menggabungkan IPA dan IPS menjadi IPAS dalam kurikulum merdeka diharapkan akan memberikan pembelajaran yang lebih kontekstual, relevan, dan adaptif untuk memenuhi kebutuhan dan tuntutan zaman sekarang (Ratih Rosiana et al. , 2. Kurikulum merdeka, yang disahkan oleh pemerintah, digunakan di Indonesia saat ini. Berdasarkan keputusan kepala BKSAP nomor 033/H/KR/2022, ilmu pengetahuan alam dan sosial (IPAS) adalah mata pelajaran yang ada dalam struktur kurikulum merdeka yang menggabungkan IPA dan IPS. Fase C mencakup mata pelajaran IPAS di kelas V. Banyak konsep abstrak ditemukan dalam elemen pemahaman IPA. Sujana . menyatakan bahwa ilmu pengetahuan alam, juga dikenal sebagai sains, adalah bidang ilmu yang mempelajari alam semesta, isinya, dan fenomena yang terjadi di dalamnya, yang dikembangkan oleh para ahli melalui berbagai proses ilmiah. Proses ilmiah ini memungkinkan pembelajaran IPA untuk menunjukkan berbagai fenomena yang terjadi di alam semesta (Islamiah et al. , 2. Minat belajar adalah ketertarikan terhadap materi pembelajaran yang mendorong individu untuk mempelajari dan menguasai pelajaran tersebut. Mengembangkan minat peserta didik membantu mereka melihat relevansi materi pembelajaran dengan diri mereka sendiri (Harefa et al. , 2. Minat belajar siswa sangat dibutuhkan dalam pembelajaran, agar siswa tersebut mempunyai ketertarikan terhadap materi yang diajarkan. Selain minat siswa juga membutuhkan dorongan atau gerakan untuk mencapai tujuannya atau cita-citanya (Ardiana et al. , 2. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan guru kelas V SDN Maitan 01. Data tentang minat belajar siswa pada materi mengenal bumi kita mata pelajaran IPAS. Pelaksanaan pembelajaran yang biasa dilakukan guru yaitu ceramah dan kesulitan guru dalam membuat media. Oleh karena itu, peneliti memberikan sebuah solusi dari permasalahan tersebut pada proses pembelajaran IPAS materi mengenal bumi kita pada kelas V menggunakan media pembelajaran tiga dimensi bola lapisan bumi. Kelebihan media ini menarik, bervariasi, dan membantu siswa menjadi lebih terlibat, bebas untuk mencoba hal baru. Berdasarkan permasalahan diatas, penelitian ini bertujuan untuk menguji validitas media pembelajaran tiga dimensi bola lapisan bumi pada materi mengenal bumi kita terhadap minat belajar siswa. Media ini diharapkan dapat meningkatkan minat belajar siswa. METODE PENELITIAN Penelitian ini bertujuan untuk memvalidasi media pembelajaran tiga dimensi bola lapisan bumi pada materi mengenal bumi terhadap minat belajar siswa yang merupakan bagian dari penelitian pengembangan. Subjek penelitian yaitu empat siswa dan dua guru. Instrument pengumpulan data menggunakan angket. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian analisis data deskriptif kuantitatif. Metode kuantitatif merujuk pada pendekatan dalam penelitian yang menggunakan angka, data kuantitatif, dan analisis statistik untuk menjawab pertanyaan penelitian. Pendekatan ini berfokus pada pengumpulan data yang dapat diukur secara numerik, seperti survei, eksperimen, dan analisis data sekunder dari sumber seperti database dan dokumen. Jadi dapat dikatakan bahwa penelitian kuantitatif merupakan pendekatan penelitian yang menggunakan data-data berupa angka dan ilmu pasti untuk menjawab hipotesis penelitian (Waruwu, 2. Tahap penelitian diawali dengan perancangan angket minat belajar siswa terhadap media Alat yang digunakan adalah kuesioner gabungan minat belajar berdasarkan indikator (Asih & Imami, 2. memiliki rasa senang, . memiliki daya tarik, . perhatian dalam hal sesuatu, . terlibat dalam setiap pembelajaran, . rajin belajar . mengerjakan tugas yang diberkan, . selalu disiplin dalam belajar, dan . selalu membuat jadwal belajar. Data yang diperoleh selanjutnya dilakukan analisis deskriptif kuantitatif terhadap tingkatan minat belajar siswa melalui media pembelajaran. Penghitungan yang digunakan pada analisis ini sebagai berikut dan mengacu pada Tabel 1. P= y100% Keterangan : P = Persentase F = jumlah tanggapan dari responden N = jumlah responden Kriteria penilaian tingkatan minat belajar siswa terhadap media pembelajaran. Selanjutnya akan dianalisis hasilnya menggunakan tabel berikut : Tabel 1. Kriteria Penilaian Minat Belajar Siswa Terhadap Media Pembelajaran Kriteria Interval Sangat Tinggi 85% - 100% Tinggi 55% - 84% Rendah 35% - 54% Sangat Rendah 25%- 34% Tabel 2. Kriteria Penilaian Validasi Media Bola Lapisan Bumi Kriteria Interval Sangat Tinggi 85% - 100% Tinggi 55% - 84% Rendah 35% - 54% Sangat Rendah 25%- 34% HASIL DAN PEMBAHASAN Minat belajar adalah kecenderungan seseorang untuk merasa senang dan termotivasi untuk melakukan sesuatu tentang apa yang mereka pelajari melalui pengalaman atau Pendidikan (Sidiq et al. Faktor yang mendorong peserta didik adalah bahan pembelajaran yang menarik dan memotivasi, karena bahan tersebut akan lebih sering dipelajari oleh peserta didik. Demikian pula, bahan pembelajaran yang tidak menarik minat dan motivasi peserta didik pasti akan diabaikan. Oleh karena itu, guru perlu menciptakan bahan pembelajaran yang dapat menarik minat peserta didik. Berdasarkan data hasil kegiatan penelitian ini yang diberikan kepada siswa melalui angket sebanyak 4 siswa diperoleh hasil sebagai berikut : Tabel 3. Analisis Minat Belajar Siswa Terhadap Media Pembelajaran Indikator Hasil Kategori Memiliki rasa senang Sangat Tinggi Memiliki daya tarik Tinggi Perhatian dalam hal sesuatu Tinggi Terlibat dalam setiap pembelajaran Rendah Rajin belajar Rendah No Indikator Mengerjakan tugas yang diberkan Selalu disiplin dalam belajar Selalu membuat jadwal belajar Rata Ae rata Hasil 59,37 % Kategori Tinggi Sangat Rendah Sangat Rendah Tinggi Indikator minat belajar siswa terhadap minat belajar siswa mendapat persentase 59,37% sehingga dapat dikategorikan ke dalam minat belajar yang tinggi. Minat belajar yang tinggi dalam proses pembelajaran dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu rasa tertarik atau rasa senang, perhatian dan Adanya media pembelajaran dapat membuat siswa mampu memahami materi yang dijelaskan oleh guru tersebut. Indikator pertama yakni memiliki rasa senang menarik minat belajar siswa terhadap pembelajaran pada kategori minat belajar sangat tinggi dengan persentase 100%. Siswa merasa senang jika adanya pembelajaran yang dibantu dengan adanya media. Indikator kedua, ketiga, dan keenam yakni memiliki daya tarik, perhatian dalam hal sesuatu, dan mengerjakan tugas yang diberikan pada kategori minat belajar tinggi dengan persentase 75%. Untuk mencapai proses pembelajaran, siswa membutuhkan daya tarik dan perhatian dalam suatu proses pembelajaran dari seorang pendidik. Indikator keempat dan kelima yakni terlibat dalam setiap pembelajaran dan rajin belajar pada kategori minat belajar rendah dengan persentase Semangat dan keinginan untuk sukses adalah dorongan utama bagi setiap individu. Siswa yang memiliki tekad dan ambisi untuk mencapai keberhasilan akan berusaha keras mencapai hasil terbaik. Untuk dua indikator lainnya dalam kategori ini, minat belajar sangat rendah dengan persentase 25%. Adanya harapan dan cita Ae cita masa depan siswa melalui disiplin belajar merupakan salah satu pendorong bagi siswa untuk bisa mencapai tujuan yang jelas. Dari hasil rata Ae rata persentase indikator minat belajar siswa adalah 59,37% yang termasuk dalam kategori minat belajar tinggi. Setiap proses pembelajaran tentunya diharapakan peserta didik memperoleh hasil belajar yang baik. Sebagaimana yang menjadi standar baik atau tidaknya hasil belajar atas dasar KKM yang telah ditetapkan sebegai patokan keberhasilan proses pembelajaran. Hasil belajar siswa menunjukan kemampuan dan kualitas siswa sebagai dampak dari proses pembelajaran yang dilaluinya (Sidiq et al. , 2. Tabel 4. Validasi Media Bola Lapisan Bumi Indikator Hasil Kesesuaian kurikulum 66,7% Penyajian Materi 66,7% Keefektifan Media Pembelajaran 66,7% Rata Ae rata 66,7% Kategori Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Berdasarkan data hasil kegiatan penelitian ini yang diberikan kepada 2 guru menggunakan validasi diperoleh hasil bahwa indikator pertama yakni kesesuain kurikulum dengan persentase 66,7%. Media lapisan bumi sesuai dengan kurikulum. Indikator kedua, penyajian materi dengan persentase 66,7%. Penyajian materi yang disajikan sesuai dengan media bola lapisan bumi. Indikator keefektifan media pembelajaran dengan persentase 66,7%. Keefektifan media pembelajaran sesuai dengan media bola lapisan dengan persentase 66,7%. Gambar 1. Media Pembelajaran Bola Lapisan Bumi PENUTUP Simpulan Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan terdapat kesimpulan yaitu: penggunaan media pembelajaran tiga dimensi bola lapisan bumi pada materi mengenal bumi kita terhadap minat belajar siswa layak untuk digunakan saat proses pembelajaran. Data dikumpulkan melalui angket dan observasi, dan dianalisis menggunakan metode kuantitatif merujuk pada pendekatan dalam penelitian yang menggunakan angka, data kuantitatif, dan analisis statistik untuk menjawab pertanyaan penelitian. Indikator pertama yakni memiliki rasa senang menarik minat belajar siswa terhadap pembelajaran pada kategori minat belajar sangat tinggi dengan persentase 100%. Indikator kedua, ketiga, dan keenam dengan persentase 75%. Indikator keempat dan kelima dengan persentase 50%. Untuk dua indikator dengan persentase 25%. Hasil rata Ae rata persentase indikator minat belajar siswa adalah 59,37% yang termasuk dalam kategori minat belajar tinggi. Saran Penggunaan media pembelajaran tiga dimensi bola lapisan bumi pada materi mengenal bumi terbukti valid dan bisa diterapkan dalam pembelajaran di kelas. Guru harapnnya bisa berinovasi untuk membuat pembelajaran yang sesuai dengan materi ajar yang ada. DAFTAR PUSTAKA