1 PENGARUH PEMBELAJARAN KOLABORASI DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN SISWA KELAS X SMA DAERAH 3T KABUPATEN SORONG Yasin Nalole1. Basuki2. Tukiyo. Dwi Bambang Putut Setyadi. Hersulastuty 1,2,3,4,5 Universitas Widya Dharma Klaten Magister Pendidikan Bahasa Indonesia/Indonesia Email: yasinnalole16@gmail. ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pembelajaran kolaboratif dan motivasi belajar terhadap kemampuan membaca pemahaman siswa kelas 10 SMA di daerah 3T (Terdepan. Terluar, dan Tertingga. di Kabupaten Sorong. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Metode deskriptif ini melibatkan pengumpulan data untuk menguji hipotesis atau menjawab pertanyaan mengenai pendapat masyarakat terhadap isu atau topik tertentu. Populasi dalam penelitian ini mencakup seluruh siswa kelas 10 SMA Negeri 4 dan SMA Negeri 8 Kabupaten Sorong, dengan sampel penelitian terdiri dari siswa kelas 10 di kedua SMA tersebut. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Purposive Random Sampling dengan tingkat kesalahan 5%. Dengan menggunakan rumus Slovin untuk menentukan jumlah sampel, ditetapkan sebanyak 120 dari 172 peserta didik. Teknik analisis data dilakukan dengan bantuan aplikasi SPSS 25 terhadap data dari angket mengenai pembelajaran kolaboratif dan motivasi siswa terhadap kemampuan membaca pemahaman, melalui uji reliabilitas, uji korelasi, uji homogenitas, uji validitas, uji normalitas, uji linearitas, dan uji hipotesis. Hasil analisis menunjukkan bahwa baik pembelajaran kolaboratif maupun motivasi belajar memiliki pengaruh signifikan terhadap kemampuan membaca pemahaman. Uji korelasi menunjukkan nilai 0,333, yang mengindikasikan bahwa motivasi belajar memiliki hubungan yang lebih kuat terhadap kemampuan membaca pemahaman dibandingkan dengan pembelajaran kolaboratif. Hasil uji regresi menunjukkan bahwa motivasi belajar memberikan pengaruh yang lebih besar dibandingkan pembelajaran kolaboratif, dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,304 dan nilai p < 0,001. Analisis ini menegaskan bahwa strategi pembelajaran yang efektif harus mengintegrasikan metode kolaboratif. Selain itu, pendekatan tersebut juga harus mampu meningkatkan motivasi belajar siswa. Oleh karena itu, guru dan sekolah perlu mengembangkan program yang tidak hanya menekankan pembelajaran berbasis kelompok, tetapi juga mendorong motivasi intrinsik siswa untuk meningkatkan pemahaman dalam membaca. KATA KUNCI: pembelajaran kolaboratif 1. motivasi belajar 3. daerah 3T. ABSTRACT: This study aims to analyze the effect of collaborative learning and learning motivation on the reading comprehension skills of 10th grade high school students in the 3T (Frontier. Outermost, and Disadvantage. areas in Sorong Regency. The method used in this study is descriptive with a quantitative This descriptive method involves collecting data to test hypotheses or answer questions about public opinion on certain issues or topics. The population in this study included all 10th grade students of SMA Negeri 4 and SMA Negeri 8 Sorong Regency, with the research sample consisting of 10th grade students in both high schools. The sampling technique used was Purposive Random Sampling with a 5% error By using the Slovin formula to determine the number of samples, it was determined as many as 120 out of 172 students. The data analysis technique was carried out with the help of the SPSS 25 application on data from the questionnaire regarding collaborative learning and student motivation towards reading comprehension skills, through reliability tests, correlation tests, homogeneity tests, validity tests, normality tests, linearity tests, and hypothesis tests. The results of the analysis showed that both collaborative learning and learning motivation had a significant influence on reading comprehension skills. The correlation test showed a value of 0. 333, indicating that learning motivation has a stronger relationship to reading comprehension ability compared to collaborative learning. The results of the regression test showed that learning motivation has a greater influence than collaborative learning, with a regression coefficient value of 304 and a p value <0. This analysis confirms that effective learning strategies must integrate collaborative methods. In addition, this approach must also be able to increase student learning motivation. Therefore, teachers and schools need to develop programs that not only emphasize group-based learning but also encourage students' intrinsic motivation to improve reading comprehension. KEYWORDS: 1. collaborative learning 2. learning motivation 3. 3T area. Diterima: DD-MM-y Direvisi: DD-MM-y Disetujui: DD-MM-y Dipublikasi: DD-MM-y Pustaka : Kutipan menggunakan APA : Baker. Judul Artikel. frasa : Jurnal bahasa, sastra dan pengajarannya 16. , 1-10. igunakan untuk memudahkan penulis lain mengutip artikel in. DOI : 10. 36232/frasaunimuda. PENDAHULUAN Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistim Pendidikan Nasional yang menyatakan bahwa sistem pendidikan nasional harus mampu menjamin pemerataan kesempatan pendidikan, peningkatan mutu serta relevansi, dan efisiensi manajemen pendidikan untuk menghadapi tantangan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal, nasional, dan global sehingga perlu dilakukan pembaharuan pendidikan secara terencana, terarah, dan berkesinambungan. (Risdiani et al. Santoso et al. Selain itu. Pendidikan diharapkan dapat meningkatkan kemampuan serta keterampilan individu agar memiliki modal dan kualitas yang lebih baik sehingga akan dapat memberikan manfaat dan karya untuk kehidupan bermasyarakat. Dengan pendidikan yang baik maka kualitas sumber daya manusia akan dapat dicapai secara maksimal sehingga kemajuan teknologi dan pengetahuan dapat diarahkan menuju tuntutan kebutuhan dari tantangan modern (Muzakki. Santoso, and Alim 2. Pendidikan di Indonesia saat ini terlihat dari hasil tingkat internasional yaitu Programe For International Student Assesment (PISA) yang dilakukan oleh Organisation for Economic Cooperartion and Development (OECD) merupakan suatu wadah yang berisi beberapa negara dengan mengadakan asesmen penilaian tingkat internasional secara berkala tiap tiga tahun sekali (Pendidikan et al. Tujuan agar dapat melihat dan menilai kualitas siswa usia 15 tahun dalam bidang sains, matematika, dan membaca serta mengukur kemampuan siswa dalam (Santoso. Triono, and Zulkifli 2. Survei ini yang diumumkan pada 5 Desember 2023 dan Indonesia berada di peringkat 68 dengan skor: , sains . , dan membaca . Peringkat Indsonesia tampak naik, namun skornya justru menurun Persoalan pendidikan yang sedang dihadapi Indonesia saat ini adalah persoalan mutu pendidikan pada setiap jenjang dan satuan pendidikan. Berbagai Strategi telah dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional, antara lain melalui berbagai pelatihan dan peningkatan kompetensi Kepala Sekolah guru, pengadaan buku dan pelajaran, perbaikan sarana dan prasarana pendidikan, dan meningkatkan mutu manajemen sekolah. Namun demikian. Indikator mutu pendidikan menunjukkan peningkatan yang berarti. Sebagian sekolah terutama di kota-kota, menunjukkan peningkakan mutu pendidikan yang masih memprihatinkan khusus di daerah 3 T. Oleh karena yang menjadi kekhususan untuk mengurai masalah ini yaitu komitmen kepala sekolah dan sebagai solusi untuk menghadirkan Pendidikan yang berkualitas (Latifah and Ngalimun 2. Berdasarkan Hasil survei literasi secara nasional menunjukan bawah provinsi Papua Barat berada di peringkat 33 dari 34 provinsi secara nasional (Santoso. InAoam, et Hal ini menunjukan bahwa tingkat kualitas pendidikan yang ada di Papua Barat harus menjadi perhatian yang sangat serius. berkaitan dengan persoalan tersebut maka pentingnya kepemimpinan kepala sekolah dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan diantaranya kemampuan literasi dalam hal ini membaca pemahaman Kemampuan membaca pemahaman merupakan salah satu keterampilan penting yang harus dikuasai oleh siswa di tingkat sekolah menengah atas. Kemampuan ini tidak hanya membantu siswa dalam memahami materi pelajaran, tetapi juga dalam mengembangkan wawasan dan pengetahuan mereka. Namun, banyak siswa di daerah 3T (Terdepan. Terluar, dan Tertingga. Kabupaten Sorong masih mengalami kesulitan dalam memahami teks yang mereka baca. Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti kurangnya motivasi belajar dan penggunaan metode pembelajaran yang kurang efektif. Pembelajaran kolaboratif merupakan salah satu metode pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa. Melalui pembelajaran kolaboratif, siswa dapat saling bertukar informasi, berdiskusi, dan bekerja sama dalam memahami teks bacaa (Asror 2. Selain itu, motivasi belajar juga memiliki peran penting dalam meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa. Siswa yang memiliki motivasi belajar yang tinggi cenderung lebih aktif dan antusias dalam mengikuti proses pembelajaran, sehingga dapat meningkatkan pemahaman mereka terhadap materi yang dipelajari (Muid. Shohib, and Askarullah 2. Salah satu metode pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa adalah pembelajaran kolaboratif. Pembelajaran kolaboratif melibatkan siswa dalam kegiatan belajar kelompok, di mana mereka saling berinteraksi, berbagi informasi, dan bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama (Asror 2. Selain itu, motivasi belajar juga merupakan faktor penting yang dapat mempengaruhi kemampuan membaca pemahaman siswa. Siswa yang memiliki motivasi belajar yang tinggi cenderung lebih tekun, ulet, dan gigih dalam menghadapi tantangan belajar (Muslimah and Karimah 2. Berdasarkan data dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sorong, kemampuan membaca pemahaman siswa kelas 10 SMA di daerah 3T (Terdepan. Terluar, dan Tertingga. masih tergolong rendah. Hal ini dapat dilihat dari hasil tes pemahaman bacaan yang menunjukkan bahwa rata-rata nilai siswa masih di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan oleh sekolah. Proses belajar adalah suatu bentuk adaptasi yang berlangsung secara progresif dan melibatkan perubahan dalam perilaku atau aspek psikologis individu. Proses belajar ini melibatkan perubahan positif yang mengarah pada kemajuan. Meskipun setiap siswa memiliki aspirasi untuk meraih prestasi yang baik, mewujudkannya tidak selalu mudah karena terdapat faktor-faktor yang dapat menghambat, termasuk kebiasaan belajar masing- masing individu. Minat merupakan faktor penting terhadap proses belajar, sebab jika bahan pelajaran yang dipelajari tidak sesuai dengan minat siswa, maka pembelajaran tersebut tidak memberikan daya tarik bagi siswa dan siswa tidak akan belajar dengan sungguh-sungguh. Supaya peserta didik mempunyai motivasi dalam belajar, maka guru memiliki peranan yang penting. Guru dituntut untuk mendesain pembelajaran, mengevaluasi mengatur kedisiplinan kelas, oleh kaena itu peran guru sangat dibutuhkan. Peranan guru yang paling penting adalah guru berperan sebagai motivator. Dimana jika guru bisa menjadi motivator yang baik, maka peserta didik akanmempunyai keinginan dalam belajar yang lebih giat lagi (Muallifah. Yusuf, and Karim 2. Berdasarkan data Ringkasan Capaian Perjenjang Hasil Asesment Nasional Kabupaten Sorong sebagai Jenjang Paud Capaian Capaian Terendah Indikator Perioritas 1Proporsi Guru Kualifikasi S1/D4 Peningkatan 2 Kemampuan numerasi Terbaik 8 Iklim Kebinekaan Terendah 2 Kemampuan numerasi Peningatan Tertinggi 2 Kemampuan numerasi Terbaik Terbaik Terendah Tertinggi 8 Iklim Kebinekaan 2 Kemampuan numerasi 2 Kemampuan numerasi Terbaik 8 Iklim Kebinekaan SMP SMA SMK Terendah Tertinggi Terbaik Terendah 1 Kemampuan literasi 2 Kemampuan numerasi 8 Iklim Kebinekaan 2 Kemampuan numerasi (Sumber: Dapodik Kabupaten Sorong 2. Tabel diatas menunjukan Bahwa kualitas mutu pendidikan di papua masih sangat memprihatinkan seperti terlihat hasil asesemen nasional kabupaten Sorong khususnya litarasi yang paling rendah. Untuk itu perlu ada perbaikan salah satunya yaitu kemampuan membaca pemahaman kemampuan membaca pemahaman siswa adalah pembelajaran kolaborasi. Pembelajaran kolaborasi merupakan strategi pembelajaran yang melibatkan siswa dalam kelompok-kelompok kecil untuk bekerja sama dalam mencapai tujuan pembelajaran (Triono and Santoso 2. Melalui pembelajaran kolaborasi, siswa dapat saling bertukar ide, berdiskusi, dan saling membantu dalam memahami materi pelajaran, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kemampuan Rendahnya motivasi belajar memang masih menjadi masalah bagi beberapa Peserta didik di SMA Daerah 3T Kabupaten Sorong hal ini terlihat bahwa pembelajaran di kelas terlihat kurang melibatkan siswa secara aktif. Guru hanya fokus pada materi pelajaran saja dan kurang memperhatikan kondisi peserta didik. Ketika memeriksa tugas, tidak ada timbal balik kepada peserta didik, baik itu berupa pujian bagi peserta didik yang dapat mengerjakan tugas dengan baik dan tepat waktu, maupun penjelasan ulang bagi peserta didik yang masih kurang paham tentang apa yang telah dipelajari. Konkritnya yang terjadi dilapangan menunjukkan angka kesenjangan antara . as sei. as solle. Potret Pendidikan di Indonesia saat ini menunjukkan masih banyaknya kegiatan dan program pendidikan yang belum jelas ukuran tingkat keberhasilannya dikarenakan kepala sekolah dan guru yang kurang cakap dan evaluasi yang kurang professional sehingga tidak paham apakah kegiatan tersebut efektif dan efisien ataukah tidak. Oleh karena itu perlunya dikembangkan konsep formula pendidikan nasional yang diharapkan bisa menjadi solusi untuk mencapai . as solle. sebagai solusi untuk memotivasi siswa dalam pemebelajaran kolaborasi dan motivasi belajar terhadap kemampuan membaca Siswa yang efektif, efisien dan akuntabel baik secara ekomonis maupun akademik Sehingga akhirnya bisa mendapatkan koherensi antara . as sei. as solle. pada sistem pendidikan baik di tingkat nasional pusat hingga ketingkat daerah provinsi dan kabupaten dan harapannya sampai pada daerah-daerah terpencil. Selain itu, motivasi belajar juga diduga berpengaruh terhadap kemampuan membaca pemahaman siswa. Motivasi belajar adalah kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang beberapa kegiatan (Santoso. Tang, and Jumadi Wahidin et al. Siswa yang memiliki minat belajar yang tinggi cenderung akan lebih aktif dan bersemangat dalam mengikuti pembelajaran, sehingga dapat meningkatkan pemahaman mereka terhadap materi pelajaran. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran kolaborasi dan motivasi belajar terhadap kemampuan membaca pemahaman pelajaran Bahasa Indonesia bagi siswa kelas 10 SMA di daerah 3 T Kabupaten Sorong. METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan Metode deskriptif ini melibatkan pengumpulan data untuk menguji hipotesis atau menjawab pertanyaan tentang pendapat orang atas sebuah isu atau topik. Penelitian kuantitatif merupakan penelitian yang didasarkan pada pengumpulan dan analisis data berbentuk angka . untuk menjelaskan, memprediksi, dan mengontrol fenomena yang diminati. Penelitian kuantitatif menekankan analisisnya pada data-data numerikal yang diolah dengan metode statistik. Dengan metode kuantitatif akan diperoleh signifikasi hubungan antar variabel (Rasid. Djafar, and Santoso 2. Teknik pengumpulan data Dalam penelitian ini metode pengumpulan data yang digunakan adalah Kuesioner/ angket seentara Instrumen Penelitian Penelitian ini untuk pengumpulan data adalah Instrumen penelitian berupa kuesioner, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan uji realibititas, uji korelasi, uji homogenitas, uji validitas, uji normalitas, uji linieritas dan uji hipotisis . HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil analisis statistik deskriptif Statistik Std. Error of Mean Median Mode (Nilai yang Sering Muncu. Standard Deviation Variance Minimum Maximum N Valid Mean (Rata-rat. (Pembelajaran Kolaborati. (Motivasi Sisw. Y (Kemampuan Membaca Pemahama. Berdasarkan tabel diatas maka dapat di interpretasi sebagai berikut maka Distribusi Data Rata-rata nilai X1 (Pembelajaran Kolaborati. X2 (Motivasi Sisw. 35, dan Y (Kemampuan Membaca Pemahama. Nilai median dan modus menunjukkan bahwa distribusi data relatif simetris, dengan sedikit perbedaan antara rata-rata dan median. Variasi Data . Standard Deviation (Simpangan Bak. tertinggi terdapat pada variabel X2 . , yang menunjukkan bahwa motivasi siswa memiliki variasi yang lebih besar dibandingkan dengan variabel lainnya. Variabel X1 memiliki simpangan baku terendah . , yang berarti bahwa nilai pembelajaran kolaboratif lebih terpusat. Dengan memahami bagaimana ketiga variabel ini saling berhubungan, kita dapat merancang strategi pembelajaran yang lebih efektif yang tidak hanya men tkan kemampuan akademik siswa, tetapi juga memupuk motivasi mereka untuk belajar. Oleh karena itu, penting bagi para pendidik untuk terus mengeksplorasi dan menerapkan metode yang dapat meningkatkan motivasi siswa, sehingga mereka dapat mencapai potensi maksimal dalam proses belajar X1 Dan Y Gambar 4. 1 Histogram X1 (Pembelajaran Kolaborti. Dari Histogram X1 (Pembelajaram kolaboratif ) diatas maka data dapat di Interpretasi Sebagai berikut . Menunjukkan distribusi kemampuan membaca Pemahaman berdasarka tingkat pembelajar Kolaboratif. Jika histogram berbentuk simetris, maka distribusi data cenderung . Jika terdapat kecenderungan ke satu sisi . , maka kemungkinan ada faktor lain yang mempengaruhi hubungan ini. Motivasi Belajar (X. dan Kemampuan Membaca Pemahaman (Y) Histogram Mean of Y by X2 (Motivasi Sisw. Uji Validitas dan Reliabilitas Variabel Item Korelasi Person X1 (Pembelajaran Item 1 0. Kolaborati. Item 2 0. X2 (Motivasi Sisw. Item 1 0. Item 20. Y (Kemampuan Item 1 0. Membaca Pemahama. Item 2 0. Uji Reliabilitas Variabel X1 (Pembelajaran Kolaborati. X2 (Motivasi Sisw. Y (Kemampuan Membaca Pemahama. Kesimpulan Valid Valid Valid Valid Valid Valid CronbachAos Alpha Kesimpulan Reliabel Reliabel Reliabel Uji Korelasi Uji Korelasi Hubungan Koefisien Korelasi . X1 Ie Y X2 Ie Y 274 . ositif lema. ositif kua. Uji Homogenitas Uji Pembelajaran Kolaboratit (X. Motivasi Belajar (X. Kemampuan membaca Pemahaman (Y) Validitas P-Value Kesimpulan < 0. Signifikan Sangat LeveneAosTest(P-value. 0,212 0,189 0,275 Kesimpulan Homogen Homogen Homogen Uji validitas Variabel Item X1 (Pembelajaran Kolaborati. X2 (Motivasi Sisw. Y (Kemampuan Membaca Pemahama. Uji normalitas Tabel 4. 11 Tabel Uji Normalitas KolmogorovUji Sumirov. -valu. Residual Model (Sumber: Hasil Olahan Data 2. Korelasi Person Valid Valid Shapiro-Wilk . -valu. Gambar 4. 3 Gambar Diagram Uji Normalitas Kesimpulan Valid Valid Valid Valid Kesimpulan Normal Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Juli 2025 ISSN: 2721-1533 Hasil Uji Normalitas (Shapiro Ae Wilk Ae Tes. Pembelajaran Kolaborasi (X. p Ae value 0,847 Data berdistribusi Normal. Motivasi Siswa (X. p Ae value = 0,013 Data berdistribusi tidak Normal. Kemampuan membaca pemahaman (Y) p Ae value : 0,583 Data berdistribusi normal sehingga, asumsi normalitas dalam regresi Uji Linearitas Uji linearitas dilakukan untuk melihat apakah hubungan antara variabel independen dan dependen bersifat linear. Hasil analisis menunjukkan bahwa hubungan antara X1 Pembelajaran Kolaboratif (X. dan Motivasi Belajar (X. Terhadap Kemampuan membaca pemahaman (Y), bersifat linear, sehingga memenuhi asumsi regresi linear. KESIMPULAN Motivasi belajar berpengaruh signifikan terhadap kemampuan membaca pemahaman Semakin tinggi motivasi siswa dalam belajar, semakin baik kemampuan mereka dalam memahami teks. Motivasi yang tinggi mendorong siswa untuk lebih aktif membaca, menggunakan strategi pemahaman yang lebih efektif, dan menghadapi tantangan membaca dengan lebih percaya diri. Pembelajaran kolaboratif dan motivasi belajar secara simultan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan membaca pemahaman. Kedua faktor ini saling mendukung dalam meningkatkan keterampilan membaca pemahaman siswa. Siswa yang memiliki motivasi tinggi cenderung lebih aktif dalam pembelajaran kolaboratif, sehingga pemahaman mereka terhadap bacaan meningkat secara signifikan. DAFTAR PUSTAKA