ISSN: 2656-6125 Konstruksi Identitas Sosial Fashion Remaja (Studi Kualitatif Pada Pengguna Pinterest Di Jabodetabe. Arrizky Putra Ramadhan1. Asrul Nur Iman2 1,2Universitas Bhayangkara Jakarta Raya. Jakarta iman@dsn. ABSTRAK Fashion dipengaruhi oleh perubahan sosial, politik, ekonomi, dan teknologi, menjadi sarana penting untuk diterima oleh masyarakat. Pinterest menyediakan platform bagi remaja untuk mengeksplorasi gaya pribadi dan membangun identitas sosial melalui interaksi visual. Fokus penelitian ini adalah bagaimana remaja di Jabodetabek mengonstruksi identitas sosial mereka melalui Pinterest, mengungkap aspek psikologis dan sosial yang mendasari preferensi mereka terhadap platform ini sebagai sumber referensi fashion. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi, wawancara mendalam dengan 10 orang informan dan analisis konten dengan subjek remaja berusia 17-24 tahun yang aktif menggunakan Pinterest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pinterest digunakan sebagai sumber referensi utama dalam bidang fotografi, desain video, dan fashion, serta sebagai alat untuk eksplorasi identitas diri. Informan menganggap Pinterest lebih efektif dibandingkan media sosial lainnya dalam menyediakan konten berkualitas tinggi dan up-to-date. Penelitian ini menguatkan teori konstruksi identitas sosial yang dikemukakan oleh Chris Barker . , dimana identitas diri dibentuk melalui interaksi sosial dan penyerapan elemen budaya dari lingkungan. Pinterest terbukti menjadi platform yang efektif untuk merangsang kreativitas, mendukung eksplorasi identitas diri, dan membantu dalam berbagai pekerjaan profesional. Kata kunci: Konstruksi Identitas. Identitas Sosial. Remaja. Fashion. Pinterest PENDAHULUAN Evolusi gaya berpakaian atau fashion merupakan fenomena yang selalu berubah, mencerminkan sifat dinamis masyarakat seiring berjalannya waktu. Dari peradaban kuno hingga era modern, tren dalam berpakaian terus beradaptasi dengan dinamika sosial yang beragam, menunjukkan transformasi yang luar biasa sejalan dengan perubahan kebutuhan dan faktor-faktor lain yang mempengaruhinya. Ini menjadi manifestasi dari hubungan erat antara fashion dan konteks sosialnya yang terus berubah, karena setiap era memiliki identitas fashion yang unik dan nuansa budaya yang membentuknya. Setiap periode menampilkan keunikan dalam hal gaya, material, warna, dan potongan pakaian yang menjadi tren (Chairul, 2. Tren fashion banyak dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti perubahan sosial, politik, ekonomi, dan teknologi. Setiap periode berbeda satu sama lain dalam hal gaya, bahan, warna, dan potongan pakaian yang menjadi tren. Kebudayaan fashion dari masa. ke masa ke masa mencerminkan identitas dan citra diri masyarakat pada saat itu (McKinsey & Company, 2. 157 | J u r n a l K o m u n i k a s i . M a s y a r a k a t d a n K e a m a n a n (KOMASKAM) Konstruksi Identitas Sosial . Arrizky Putra Ramadhan et al. Diterima: 5 Juni 2024. Direvisi: 1 September 2024. Diterbitkan: 14 Oktober 2024 Namun, dalam beberapa tahun terakhir, kita telah menyaksikan perkembangan signifikan dalam dunia fashion. Ini disebabkan oleh dampak yang semakin kuat dari fashion dan penampilan dalam kehidupan sosial. Cara seseorang berpakaian kini tidak hanya menjadi ekspresi individual, tetapi juga memainkan peran penting dalam bagaimana individu tersebut diterima dan diakui oleh masyarakat di sekitarnya. Fashion telah menjadi bahasa yang kuat untuk berkomunikasi, menyampaikan pesan tentang kepribadian, aspirasi, dan nilai-nilai seseorang. Kemajuan teknologi juga telah mengubah cara kita berinteraksi dengan fashion. Kemajuan dalam e-commerce dan media sosial telah membuka pintu akses yang lebih besar terhadap tren fashion global dan memberikan platform bagi individu untuk berbagi gaya mereka dengan dunia. Ini menciptakan lingkungan yang lebih dinamis dan inklusif di mana inspirasi fashion dapat ditemukan dari berbagai budaya dan latar belakang (Lestari, 2. Dengan begitu banyak faktor yang berkontribusi pada perkembangan signifikan dalam fashion belakangan ini, tidak dapat disangkal bahwa penampilan dan fashion telah menjadi bagian integral dari kehidupan sosial. Ini bukan hanya tentang apa yang dikenakan, tetapi juga tentang bagaimana menyampaikan identitas dan berinteraksi dengan dunia sekitarnya (Hendraningrum. Seiring berjalannya waktu, kita dapat mengharapkan evolusi lebih lanjut dalam dunia fashion yang akan terus mencerminkan perubahan dalam budaya dan masyarakat kita. Menurut Saravanan . , fashion telah mengalami perubahan 360 derajat dalam aspek komunikasinya, dari memproyeksikan gambar dasar tentang bagaimana penampilan kita dan perasaan kita hingga mengekspresikan pengalaman emosional kita melalui alat interaktif dalam pakaian. Sejalan dengan perkembangan teknologi dan budaya, menurut Edytia & Sahputra . Pinterest telah menjadi pusat daya tarik bagi desainer dan kreator konten dalam mencari inovasi Dengan fokusnya pada penciptaan karya yang unik. Pinterest bukan hanya tempat untuk mendapatkan inspirasi, tetapi juga ruang kreatif untuk membangun merek, berbagi ide, dan mengembangkan bisnis di dunia fashion. Ada perbedaan mendasar dengan platform media sosial lainnya, di mana Pinterest lebih menitikberatkan pada penciptaan karya yang unik dan memberikan inspirasi (Arifin, 2. Dengan demikian, terlibat dalam pengembangan tren fashion di era digital 158 | K O M A S K A M Konstruksi Identitas Sosial . Arrizky Putra Ramadhan et al. ini tidak hanya memperkaya gaya berpakaian tetapi juga membuka peluang kreatif dan bisnis yang Pinterest membuktikan dirinya sebagai salah satu platform media sosial yang tidak boleh diabaikan dalam pembicaraan tentang peran media sosial dalam membentuk tren dan menciptakan inspirasi, termasuk dalam dunia fashion yang mencerminkan gaya hidup dan budaya kita. Dalam konteks perkembangan fashion. Pinterest telah menjadi salah satu pendorong utama yang mengubah paradigma industri fashion secara mendasar (Mutiarani, 2. Platform media sosial ini telah berhasil menciptakan lingkungan virtual yang didedikasikan untuk berbagi dan mengeksplorasi ide-ide fashion inovatif dan inspiratif. Dengan berbagai fitur menarik. Pinterest bukan sekadar platform biasa tetapi wadah bagi pengguna untuk mengekspresikan kreativitas mereka dan menjembatani kesenjangan antara konsumen dan dunia fashion global. Salah satu hal yang membedakan Pinterest adalah kemampuannya menggabungkan elemen visual dengan katakata (Simpson & Mazzeo, 2. Pengguna dapat dengan mudah menemukan, menyimpan, dan berbagi gambar fashion yang menginspirasi. Ini menciptakan arsip visual yang kaya tentang gaya, warna, dan tren terbaru yang dapat menjadi sumber inspirasi tanpa akhir bagi pecinta fashion. Mengikuti tren bagi remaja bukan hanya tentang mengejar gaya tetapi juga merupakan bentuk manifestasi diri yang memiliki dampak signifikan pada persepsi diri, keyakinan diri, harga diri, dan bahkan konsep diri mereka. Pada fase perkembangan fisik optimal saat remaja, penampilan menjadi hal yang sensitif, mendorong mereka untuk terus mengikuti tren fashion terbaru dan bahkan menjadi pelopor tren di lingkungan mereka. Menjadi dianggap modis tidak hanya meningkatkan rasa percaya diri remaja tetapi juga membawa kebahagiaan dan kegembiraan karena mereka menjadi panutan untuk tren terbaru. Pada akhirnya, remaja merasa lebih puas, bangga, dan berhasil ketika dianggap sebagai pengatur tren daripada hanya pengikut tren (Sumi. Pinterest dalam tren fashion tidak terbatas pada pengguna individu. Banyak desainer, merek, dan toko fashion menggunakan platform ini untuk mempromosikan produk mereka. Mereka dapat mengunggah gambar koleksi terbaru mereka, memberikan informasi tentang proses desain, dan berinteraksi langsung dengan audiens. Menurut Pepin & Endresz . Pinterest telah menjadi alat pemasaran yang ampuh untuk industri fashion, membantu merek menjangkau khalayak yang lebih luas dan memperkuat citra merek mereka. Dengan demikian, tidak bisa 159 | K O M A S K A M Konstruksi Identitas Sosial . Arrizky Putra Ramadhan et al. dipungkiri bahwa Pinterest berperan sangat penting dalam membentuk, mempopulerkan, dan mendukung tren fashion di era digital ini. Sebagai alat yang mendukung kreativitas dan kolaborasi. Pinterest bukan hanya platform untuk ide fashion unik tetapi juga pusat pengaruh yang memengaruhi cara kita memandang dan mengikuti tren fashion saat ini (Manyam, 2. Banyaknya tren fashion yang muncul dari berbagai media juga mendorong remaja untuk tidak ketinggalan tentang gaya terbaru dalam Aktivitas tersebut membuat para remaja membentuk kebiasaan yang pada akhirnya akan menjadi hobi yang membuat mereka terus mengikuti arusnya, bahkan menimbulkan fenomenafenomena baru seperti OOTD (Outfit Of The Da. Inspo, dan lainnya. Menurut definisi WHO tahun 1971, remaja merupakan periode perkembangan yang meliputi masa pubertas, transisi biologis, dan awal masa dewasa, dengan rentang usia antara 10 hingga 24 tahun. Dalam penelitian ini, fokusnya adalah pada peran remaja sebagai komunikator yang aktif dalam membentuk identitas sosial mereka. Alasan pemilihan remaja sebagai subjek penelitian adalah karena fase perkembangan mereka yang penuh sensitivitas dalam mencari identitas sosial dan mengeksplorasi diri. Penelitian ini bertujuan memahami bagaimana remaja merespons dan memahami konsep identitas sosial, khususnya dalam konteks penggunaan Pinterest sebagai sumber inspirasi fashion. Dalam prosesnya, peneliti ingin menyoroti bahwa fase ini merupakan periode di mana remaja sangat aktif dalam mengikuti tren dan menggunakan gaya serta penampilan sebagai bagian dari identitas sosial mereka. Penting untuk dicatat bahwa perbedaan usia antara remaja awal . -14 tahu. dan remaja akhir . -22 tahu. dapat memengaruhi cara mereka menafsirkan dan merespons konsep identitas sosial tersebut. Dalam konteks ini, peneliti memilih remaja akhir sebagai subjek penelitian karena rentang usia mereka yang lebih cenderung menghadapi eksposur yang lebih luas terhadap berbagai pengaruh dari lingkungan sosial, termasuk keluarga, teman sebaya, sekolah, media, agama, dan masyarakat secara umum. Konstruksi identitas juga dipahami sebagai persepsi atau kesadaran diri akan observasi dan penilaian orang lain (Astiti et al. , 2. yang turut memengaruhi bagaimana remaja merancang dan membangun identitas sosial mereka melalui interaksi dengan lingkungan sosial mereka. Menurut hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti di beberapa coffeeshop di JABODETABEK jumlahnya termasuk banyak dan sejauh ini berkembang cukup baik dan oleh karena itu juga perkembangan fashion dan identitas sosial juga ikut berkembang yang mana 160 | K O M A S K A M Konstruksi Identitas Sosial . Arrizky Putra Ramadhan et al. individu remaja mengembangkan pemahaman mereka tentang siapa mereka dalam konteks sosial dan budaya. Peneliti akan meneliti lebih dalam mengenai aspek-aspek psikologis dan sosial yang mendasari preferensi remaja terhadap Pinterest itu sendiri sebagai sumber referensi fashion. Selain itu, penelitian ini juga akan mengungkapkan bagaimana konsep identitas sosial remaja berkembang dan berubah seiring dengan eksposur mereka terhadap tren dan inspirasi di platform Pinterest. Melalui penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman komprehensif tentang fenomena Pemahaman ini kemungkinan mencakup elemen-elemen terutama konstruksi identitas sosial, perilaku remaja, pengaruh media sosial, dan dinamika budaya yang mempengaruhi pemilihan remaja di JABODETABEK dalam menggunakan Pinterest sebagai sumber inspirasi Seperti yang diketahui bahwa fashion berkaitan cukup erat dengan identitas diri seseorang dan inilah yang membuat mereka saling berkesinambungan. Konstruksi identitas adalah bentuk kesadaran atas diri sendiri diciptakan melalui penilaian terhadap konsep diri secara utuh. Pada dasarnya, konstruksi identitas adalah suatu gambaran terhadap perjuangan seseorang dalam Konstruksi identitas merupakan identitas sosial seseorang yang ikut membentuk konsep diri dan memungkinkan orang tersebut menempatkan diri pada posisi tertentu dalam hubungan-hubungan sosial (Allfriandi, 2. Dalam penelitian ini, komunikasi terjadi melalui interaksi remaja dengan konten visual yang mereka temui di platform Pinterest. Mereka dapat berkomunikasi dengan menyukai, menyimpan, dan membagikan konten, serta menciptakan konten baru sendiri. Melalui interaksi ini, mereka membentuk dan mengekspresikan identitas sosial mereka dalam konteks fashion. Oleh karena itu, konsep Aukonstruksi identitas sosialAy mencakup dimensi komunikasi, terutama dalam bentuk visual, yang terjadi melalui penggunaan Pinterest oleh remaja di JABODETABEK. Fenomena tersebutlah yang membuat mengapa Pinterest menjadi salah satu sumber referensi fashion yang sangat berpengaruh bagi sebagian remaja di JABODETABEK, serta memahami bagaimana mereka merespons dan memahami konsep identitas sosial dalam konteks tersebut. TELAAH PUSTAKA Tren fashion merupakan aspek penting dalam kehidupan sosial dan budaya, terutama dalam konteks generasi muda atau generasi Z. Perubahan tren fashion tidak hanya mencerminkan 161 | K O M A S K A M Konstruksi Identitas Sosial . Arrizky Putra Ramadhan et al. perubahan gaya berpakaian, tetapi juga menggambarkan evolusi identitas sosial dan budaya (Fandiya, 2. Menyoroti pengaruh media online Pinterest dalam pembelajaran mahasiswa, menunjukkan betapa pentingnya peran media sosial dalam menginspirasi dan memengaruhi pola pikir serta preferensi fashion. Hal ini sejalan dengan temuan Bachri, 2010 yang menekankan pentingnya triangulasi data dalam menjamin validitas penelitian kualitatif. Generasi Z, atau yang dikenal sebagai remaja, menjadi salah satu kelompok yang paling terpengaruh oleh tren fashion. Nangtjik . mengungkapkan tren fashion di kalangan generasi Z di Kota Denpasar, sementara Ramadhan . membahas pengaruh perkembangan fashion di kalangan remaja secara lebih luas. Di sisi lain. Damayanti et al. , . menyoroti pengaruh media sosial TikTok terhadap gaya hidup berpakaian remaja, menunjukkan kompleksitas interaksi antara media sosial dan tren fashion. Konstruksi identitas sosial juga menjadi fokus penelitian dalam konteks tren fashion dan media sosial. (Hendraningrum, 2. membahas bagaimana fashion dan gaya hidup menjadi bagian integral dari identitas dan komunikasi sosial, sementara Muttaqin & Ekowarni . membahas pembentukan identitas remaja di Yogyakarta. Pinterest, sebagai platform media sosial, turut memengaruhi konstruksi identitas sosial melalui inspirasi fashion yang disediakannya (Edytia & Sahputra, 2. Pentingnya pemahaman akan peran media sosial dalam membentuk tren fashion tidak bisa Pepin & Endresz . menyoroti pengaruh Facebook. Instagram, dan Pinterest terhadap citra tubuh dan persepsi diri, sementara Fajrin Triananda et al. meneliti peranan media sosial dalam gaya hidup remaja secara lebih luas. Selain itu, faktor psikologis seperti kontrol diri dan hedonisme juga memengaruhi tren fashion remaja (Hersika et al. , 2. Implikasi globalisasi juga turut memengaruhi tren fashion, seperti yang diungkapkan oleh Immanuel & Pannindriya . dalam konteks generasi Z di Bali. Penelitian terkini juga menyoroti kontribusi positif Pinterest dalam membentuk tren fashion dan identitas sosial remaja (Rumdana et al. , 2. Pinterest memberikan ruang kreatif bagi remaja untuk mengeksplorasi gaya pribadi mereka dan berinteraksi dengan komunitas fashion secara virtual (Edytia & Sahputra, 2. Dengan demikian, literatur mengenai tren fashion dan identitas sosial remaja menyoroti kompleksitas interaksi antara media sosial, psikologi, dan budaya dalam membentuk pola pikir dan perilaku generasi Z dalam konteks fashion. 162 | K O M A S K A M Konstruksi Identitas Sosial . Arrizky Putra Ramadhan et al. METODE PENELITIAN Dalam menganalisis jenis penelitian kualitatif, peneliti memahami bahwa metode ini memungkinkan pemahaman konteks sosial dan psikologis yang melingkupi konstruksi identitas Dengan mengeksplorasi aspek yang terlihat dan tersembunyi dari identitas sosial, penelitian ini akan mencakup sejauh mana inspirasi fashion dari Pinterest memainkan peran kunci dalam membentuk bagaimana remaja melihat diri mereka dalam lingkungan sosial mereka. Pendekatan ini diharapkan dapat mengungkap dinamika kompleks yang mendasari proses identitas sosial remaja, menggali lebih dalam daripada sekadar penampilan fisik atau preferensi fashion mereka (Aminudin, 2. Selain itu, pemilihan Pinterest sebagai platform penelitian menjadi penting karena perannya yang signifikan dalam membentuk trend dan citra diri. Pinterest tidak hanya sebagai sumber inspirasi, tetapi juga sebagai wadah kreatif di mana remaja dapat secara aktif mengekspresikan diri mereka (Nangtjik, 2. Penelitian ini bertujuan untuk melihat lebih jauh bagaimana remaja di JABODETABEK mengkonstruksi identitas dirinya dalam fashion melalui platform media sosial Pinterest. Dengan demikian, penelitian kualitatif ini mewakili upaya untuk menjembatani kesenjangan pengetahuan tentang konstruksi identitas sosial remaja dan peran Pinterest sebagai agen pengubah dalam proses tersebut. Metode penelitian kualitatif menurut Sukmadinata . adalah penelitian untuk mendiskripsikan dan menganalisis fenomena, peristiwa, kepercayaan, sikap, dan aktivitas sosial secara individual maupun kelompok. Metode kualitatif merupakan kumpulan metode untuk menganalisis dan memahami lebih dalam mengenai makna beberapa individu maupun kelompok dianggap sebagai masalah kemanusiaan atau masalah sosial (Creswell, 2. Metode ini mengintegrasikan tiga pendekatan utama: wawancara mendalam, observasi, dan analisis konten. Wawancara mendalam dengan remaja di JABODETABEK dirancang untuk menggali lebih dalam pengalaman mereka dalam menggunakan Pinterest sebagai sumber inspirasi Fashion. Proses ini memungkinkan peneliti untuk memahami secara holistik pandangan, nilai-nilai, dan persepsi remaja terhadap identitas sosial yang terbentuk melalui interaksi dengan inspirasi fashion di platform tersebut. Observasi terhadap interaksi online remaja dan analisis konten papan inspirasi di Pinterest memberikan dimensi tambahan yang kaya dalam pemahaman terhadap dinamika hubungan antara remaja dan platform (Hersika et al. , 2. 163 | K O M A S K A M Konstruksi Identitas Sosial . Arrizky Putra Ramadhan et al. Melalui observasi, peneliti dapat mengidentifikasi preferensi, dan respons remaja terhadap trend Fashion yang mereka temui di Pinterest. Analisis konten papan inspirasi akan membuka pemahaman tentang bagaimana remaja secara aktif mengelola dan mengkurasi identitas sosial mereka melalui gambar-gambar, ide-ide, dan inspirasi yang mereka pilih dan bagikan di platform Pendekatan kualitatif yang dipilih dianggap sebagai metode yang paling relevan karena memberikan ruang untuk menangkap nuansa dan kompleksitas dari pengalaman subjektif remaja. Tabel 1. Nama Informan Penelitian Nama Umur Domisili Informan I Naufal Hadafiz 22 Tahun Jakarta Laki-laki Informan II Aurelia Syifa 21 Tahun Jakarta Perempuan Informan i Fawwaz Wijaya 21 Tahun Bogor Laki-laki Informan IV Syahrul R. 23 Tahun Bogor Laki-laki Informan V Nadira Refiana 21 Tahun Depok Perempuan Informan VI AKenny Bianco K. 21 Tahun Depok Laki-laki Informan VII Rifqi Zharfan Khair 21 Tahun Tangerang Laki-laki Informan Vi Dinda Tri Nur Tiara 24 Tahun Tangerang Perempuan Informan IX Nurul Fadilah 22 Tahun Bekasi Perempuan Informan X Pringgodany Langit 22 Tahun Bekasi Laki-laki Jenis Keterangan Kelamin 164 | K O M A S K A M Konstruksi Identitas Sosial . Arrizky Putra Ramadhan et al. Subjek penelitian ini adalah remaja di JABODETABEK yang secara aktif menggunakan Pinterest. Pemilihan informan dalam penelitian ini ditentukan dengan menggunakan purposive Peneliti menggunakan teknik ini karena informan yang akan diambil ialah informan yang mewakili setiap daerahnya dan tentunya juga memahami platform Pinterest yang akan menjadi masalah yang akan diteliti oleh peneliti dengan tujuan mengetahui bagaimana Pinterest menjadi salah satu sumber referensi Fashion yang berdampak bagi sebagian remaja di JABODETABEK. Sedangkan objek dalam penelitian ini adalah konstruksi identitas sosial mereka, mencakup preferensi fashion dan interaksi dengan trend yang tercermin dalam aktivitas mereka di platform Pinterest. Adapun kriteria informan yang sudah peneliti tentukan yaitu: Memiliki akun Pinterest aktif . ika mencari referensi fashion dalam Pinterest akan lebih Mengetahui cara berpakaian atau bahkan lumayan up to date dengan trend fashion terkini. Informan berdomisili di Jakarta. Bogor. Depok. Tangerang, dan Bekasi Informan dalam penelitian ini terdiri dari para remaja mulai dari umur 17-24 tahun. Data akan dikumpulkan melalui wawancara mendalam yang terstruktur dengan remaja, memungkinkan mereka untuk berbicara secara terbuka tentang pengalaman mereka. Observasi terhadap interaksi online mereka di Pinterest dan analisis konten papan inspirasi akan memberikan gambaran visual dan kontekstual. Kombinasi teknik ini diharapkan dapat memberikan data yang komprehensif dan apabila ingin memperdalam bisa menggunakan teknik lain seperti observasi dan Wawancara digunakan untuk menggali data lewat proses tanya jawab sehingga dapat dikumpulkan beberapa informasi yang berkaitan dengan pengalaman, pengetahuan, perasaan, komentar serta aksi narasumber berdasarkan penuturannya. Data tersebut digunakan sebagai bahan analisis untuk mencari gambaran tentang konstruksi identitas sosial, fashion, dan pandangan mereka terhadap Pinterest itu sendiri. Observasi merupakan kegiatan dengan menggunakan pancaindera untuk memperoleh informasi yang diperlukan untuk menjawab masalah penelitian. Observasi dalam penelitian ini, dengan mengamati perilaku remaja JABODETABEK dalam berpakaian sebagai konstruksi identitas sosial itu sendiri. 165 | K O M A S K A M Konstruksi Identitas Sosial . Arrizky Putra Ramadhan et al. Informasi juga bisa diperoleh melalui fakta yang tersimpan dalam bentuk surat, catatan harian, arsip foto, hasil rapat, cenderamata, jurnal kegiatan dan sebagainya. Data berupa dokumen seperti ini bisa dipakai untuk menggali informasi yang terjadi di masa silam. Dokumen yang akan digunakan peneliti adalah foto wawancara yang dilakukan dan peneliti akan meminta screenshot untuk home/explore yang ada di halaman depan Pinterest mereka. Analisis data akan menerapkan reduksi data . ata reductio. , yaitu proses pengurangan data yang tidak perlu untuk meningkatkan pemahaman tentang subjek penelitian. Analisisnya bersifat naratif kualitatif, mencari kesamaan dan perbedaan informasi. Reduksi data akan terus berjalan sepanjang berlangsungnya penghimpunan data. Melalui penciptaan ringkasan, mengkode, dan menelusuri tema, akan dibentuk catatan untuk mencapai kesimpulan akhir. Keabsahan data akan dipertahankan melalui triangulasi data, yakni pendekatan yang dilakukan saat mengumpulkan dan menganalisis data dengan membandingkan pada pendekatan yang berbeda. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan triangulasi sumber dengan membandingkan data hasil wawancara dengan data hasil observasi di lapangan. Penelitian ini akan dilaksanakan di JABODETABEK, memilih remaja sebagai subjek penelitian untuk mencapai pemahaman yang kontekstual dan relevan. Waktu penelitian akan mencakup periode tertentu yang memungkinkan peneliti untuk melacak perkembangan dan dinamika inspirasi fashion di Pinterest dalam konteks perkembangan konstruksi identitas sosial remaja di JABODETABEK. HASILPENELITIAN & PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN Pinterest Menjadi Tempat Berpikir Kreatif Informan menyatakan bahwa Pinterest merupakan platform yang sangat membantu dalam merangsang kreativitas. Naufal Hadafiz dan Fawwaz Wijaya, misalnya, menggunakan Pinterest untuk mencari referensi pose dan gaya dalam fotografi dan desain video, yang membantu mereka dalam pekerjaan kreatif sehari-hari. AuKalau gue biasanya Pinterest buat gue tuh tempat buat cari referensi dari foto, kadang juga video gituAy (Dafiz, 14 Mei 2. 166 | K O M A S K A M Konstruksi Identitas Sosial . Arrizky Putra Ramadhan et al. Mereka menemukan bahwa keberagaman visual di Pinterest memungkinkan mereka untuk menjelajahi berbagai gaya dan teknik yang dapat diterapkan dalam proyek mereka. AuMungkin gue buka fashion inspo bukan buat diri gue, tapi kayak buat kalau gue fotoin model gitu atau gue fotoin orang, jadi kayak buat inspo, buat pose-nya gitu-gituAy (Dafiz, 14 Mei 2. Dafiz merasa bahwa dalam Pinterest dia bisa menemukan beragam referensi-referensi, bukan untuknya tetapi memberikan ide atau referensi foto, referensi pose-pose untuk model yang sedang dia foto. Wadah Eksplorasi Identitas Diri Pinterest digunakan oleh para informan untuk mengekspresikan dan mengeksplorasi identitas diri mereka. Aurelia Syifa dan Syahrul Ramadhan, misalnya, menggunakan Pinterest untuk mencari inspirasi fashion yang membantu mereka dalam menentukan gaya pribadi yang unik dan sesuai dengan tren terkini. Mereka memanfaatkan berbagai board yang berfokus pada fashion, mulai dari street style hingga hype culture, untuk mengeksplorasi dan menemukan elemen yang resonan dengan kepribadian mereka. AuTempat buat nyari inspirasi? Contohnya, gue kan suka fashion nih, kadang kan kalau lagi ada mau dress code nih, dress code-nya tuh warna ini, terus gue kayak, gue punya baju apa ya, terus gue nyari dulu tuh inspirasinya, oh gue punya ini nih yang kayak di Pinterest, intinya jadi bahan inspirasi buat gue nyari outfit Karena gue suka tentang per fashion-anAy (Syifa, 14 Mei 2. Syifa menggunakan Pinterest sebagai sumber inspirasi outift fashion, karena Syifa pribadi yang suka tentang hal yang berbau fashion, dan Pinterest menjadi platform inspirasi yang paling bagus dan paling efektif bagi Syifa. AuMenurut gue. Pinterest itu Udah gue anggap jadi kiblat fashion gue, jadi semua fashion gue kaya baju-baju, celana, gue pasti ngambil dari Pinterest sebagianAy (Syahrul, 18 Mei 167 | K O M A S K A M Konstruksi Identitas Sosial . Arrizky Putra Ramadhan et al. Hal ini memungkinkan mereka untuk membangun dan mempresentasikan identitas diri yang kuat dan otentik di dunia nyata maupun di media sosial. Media sosial memiliki peran yang signifikan dalam membentuk dan mengekspresikan identitas diri remaja. Referensi Fashion untuk Melihat Tren Aurelia Syifa dan Kenny Kotambunan menggunakan Pinterest sebagai sumber utama untuk mencari inspirasi fashion dan mengikuti tren terbaru. Pinterest dianggap lebih up-to-date dan relevan dibandingkan platform lain seperti Google atau Instagram, sehingga sangat membantu dalam merencanakan outfit sehari-hari maupun untuk keperluan konten media sosial. AuDunia fashion atau dunia desain-desain tuh, emang perubahannya cepet banget gitu. Nah yang paling update, yang kayak tadi gue bilang, yang paling update adalah Pinterest dan kadang-kadang kita juga buntu, terus harus kayak bingung gimana ya mau bikin apa lagi, misalnya desain gitu, yaudah. Pinterest adalah jawabannya, semacam ngebuka referensi gitu lohAy (Aurelia Syifa, 14 Mei 2. Mereka menemukan bahwa algoritma Pinterest yang menyesuaikan konten berdasarkan preferensi pengguna sangat efektif dalam menyajikan tren fashion yang sedang berkembang. Selain itu, fitur pencarian visual memungkinkan mereka untuk menemukan item fashion serupa berdasarkan gambar yang mereka suka, mempercepat proses pencarian dan pembelian produk. Pinterest Menjadi Tempat Berpikir Kreatif Referensi Fashion untuk Melihat Tren Wadah Eksplorasi Identitas Diri Pinterest Membantu Pekerjaan Profesional Bagan 1. Hasil Penelitian AuDari segi fashion-nya, ya karena yang kayak gue bilang tadi, sangat up to date pake Pinterest tuh, jadi di situ tuh diverse, jadi semua macam insight, semua macam ide-ide, 168 | K O M A S K A M Konstruksi Identitas Sosial . Arrizky Putra Ramadhan et al. semua macam contoh-contoh inspirasi itu ada di situ, jadi, bisa dibilang sangat memenuhi rasa fashion Gen Z di gueAy (Kenny Kotambunan, 14 Mei 2. Media sosial memainkan peran krusial dalam menentukan tren fashion, terutama di kalangan Generasi Z (Gen Z). Pinterest Membantu Pekerjaan Profesional Bagi Nadira Refiana dan Nurul Fadilah. Pinterest adalah alat yang sangat berguna untuk pekerjaan profesional mereka. AuKarena gue emang harus ada inspiration buat konten gue atau kayak misalnya gue mau edit atau desain gitu, kayak edit foto, itu biasanya nyonteknya di PinterestAy (Nadira Refiana, 10 Mei 2. Nadira menggunakan Pinterest untuk mencari inspirasi desain, sedangkan Dila memanfaatkannya untuk mencari ide storyboard dan set up art dalam produksi. Nadira menemukan bahwa Pinterest menyediakan akses cepat ke berbagai gaya desain grafis dan ilustrasi yang dapat diterapkan dalam proyek klien. AuNyari ide, misalnya nih gue ada syutingan dan konsep artnya mau kayak gimana, gue biasanya kalau nggak ada ide, gue nyari ke PinterestAy (Nurul Fadilah, 15 Mei 2. Dila menggunakan board yang dipersonalisasi untuk mengumpulkan ide-ide visual yang mendukung alur cerita dan setting produksi yang kompleks. Pinterest juga membantu mereka berkolaborasi dengan tim, karena ide-ide yang disimpan di board bisa dengan mudah dibagikan dan dikomentari oleh anggota tim lainnya. Jadi hasil ini bisa disimpulkan, bahwa penelitian ini mengungkapkan bahwa Pinterest berperan signifikan dalam merangsang kreativitas dan membantu eksplorasi identitas diri Informan seperti M. Naufal Hadafiz dan Fawwaz Wijaya memanfaatkan Pinterest untuk mencari referensi dalam fotografi dan desain video, yang mendukung pekerjaan kreatif Pinterest menawarkan diversifikasi informasi, kolaborasi, dan inspirasi visual yang kaya, memungkinkan pengguna untuk menyimpan dan mengorganisir referensi dengan mudah. Selain 168 . engguna K O M A S seperti K A M Aurelia Syifa dan Syahrul Ramadhan memanfaatkan Pinterest untuk mengeksplorasi dan menentukan gaya fashion pribadi mereka, yang membantu mereka membangun identitas diri yang otentik. 169 | K O M A S K A M Konstruksi Identitas Sosial . Arrizky Putra Ramadhan et al. Pinterest juga berfungsi sebagai sumber utama inspirasi fashion dan tren terbaru bagi pengguna seperti Aurelia Syifa dan Kenny Kotambunan, berkat algoritma yang menyesuaikan konten berdasarkan preferensi pengguna. Bagi para profesional seperti Nadira Refiana dan Nurul Fadilah. Pinterest adalah alat yang sangat berguna untuk mencari inspirasi desain, storyboard, dan set up art dalam produksi. Pinterest tidak hanya menawarkan inspirasi kreatif dan referensi tren, tetapi juga mendukung pengelolaan proyek, bisnis, dan branding melalui alat analitik yang membantu memahami kinerja konten. Secara keseluruhan. Pinterest terbukti menjadi platform yang efektif untuk merangsang kreativitas, mendukung eksplorasi identitas diri, dan membantu dalam berbagai pekerjaan profesional. PEMBAHASAN Pinterest Dapat Membantu Berpikir Kreatif Pinterest terbukti menjadi platform yang efektif dalam merangsang kreativitas pengguna. Informan yang bekerja di bidang kreatif, seperti fotografer dan desainer, merasakan manfaat yang signifikan dari Pinterest dalam menemukan ide-ide baru yang dapat diterapkan dalam pekerjaan Dari 10 Informan yang ada, semua setuju bahwasannya Pinterest dapat membantu berpikir kreatif, bukan hanya itu dalam pendidikan media sosial bisa menjadi tempat yang luas untuk mengeksplor dan mencari referensi pembelajaran unik. Menurut Rahmah Wardani et al. , . konsep pembelajaran yang dilakukan melalui media sosial bisa menjadi pemecah masalah, dan bahkan meningkatkan kemampuan berpikir kreatif dan sistematis. Menurut Chris Barker . , konstruksi identitas sosial, merupakan bangunan atas identitas diri yang memperlihatkan siapa dan bagaimana diri kita sebenarnya, tentang kesamaan yang ada pada diri kita dengan sejumlah orang, serta perbedaan yang membedakan diri kita dengan orang lain. Teori konstruksi identitas sosial relevan dalam konteks ini, karena identitas sosial seseorang dibentuk oleh kelompok-kelompok sosial yang mereka ikuti dan interaksi sosial yang mereka lakukan. Pinterest menyediakan ruang bagi pengguna untuk bergabung dengan komunitas kreatif, berbagi ide, dan mengidentifikasi diri dengan kelompok-kelompok yang memiliki minat serupa. Teori konstruksi identitas sosial menekankan bahwa identitas individu dibangun melalui interaksi sosial dan penyerapan elemen budaya dari lingkungan mereka. Pinterest, sebagai platform 170 | K O M A S K A M Konstruksi Identitas Sosial . Arrizky Putra Ramadhan et al. visual, menyediakan ruang bagi pengguna untuk mengeksplorasi dan menyusun identitas mereka dengan cara yang interaktif dan dinamis. Dinda dan Pringgodany menggunakan board mereka untuk mengkurasi gambar-gambar yang menggambarkan aspirasi dan nilai-nilai pribadi mereka, menciptakan sebuah narasi visual yang memperkuat identitas sosial mereka dalam komunitas Pinterest Menjadi Tempat untuk Mengetahui Identitas Diri Penggunaan Pinterest dalam membantu pengguna mengeksplorasi dan mengekspresikan identitas diri juga menjadi temuan penting dalam penelitian ini. Platform ini menyediakan berbagai referensi yang memudahkan pengguna untuk menemukan dan menyesuaikan gaya pribadi mereka, serta meningkatkan rasa percaya diri dalam mengekspresikan diri. Dari 10 jawaban informan diatas 9 orang mengatakan bahwa Pinterest bisa menjadi platform yang memiliki daya tarik, untuk membuat orang mengeksplor diri mereka dan mengetahui identitas diri mereka, dan menurut M. Putri et al. , . media sosial memiliki pengaruh terhadap identitas diri di usia remaja. Bagi remaja media sosial merupakan salah satu alat yang bisa membantu penemuan identitas diri. Menurut Chris Barker . , konstruksi identitas sosial merupakan proses di mana identitas diri dibentuk melalui interaksi sosial dan penyerapan elemen budaya dari lingkungan Teori ini relevan dalam konteks penggunaan Pinterest karena platform ini memungkinkan pengguna untuk berinteraksi dengan berbagai konten visual dan komunitas yang berbeda, yang pada gilirannya membantu dalam pembentukan identitas sosial mereka. Pinterest menyediakan ruang bagi pengguna untuk bergabung dengan komunitas kreatif, berbagi ide, dan mengidentifikasi diri dengan kelompok-kelompok yang memiliki minat serupa. Dalam hal ini. Pinterest membantu pengguna untuk tidak hanya mengeksplorasi berbagai referensi fashion tetapi juga untuk menyesuaikan gaya pribadi mereka sesuai dengan tren terkini. Melalui proses ini, pengguna dapat mengembangkan dan menyatakan identitas sosial mereka dengan lebih percaya diri. Sebagai contoh. Aurelia Syifa dan Syahrul Ramadhan memanfaatkan Pinterest untuk mengeksplorasi gaya fashion yang resonan dengan kepribadian mereka. Dengan menggunakan berbagai board dan konten yang tersedia, mereka mampu mengekspresikan identitas diri mereka dan memperkuat rasa percaya diri dalam mengekspresikan gaya pribadi mereka. 171 | K O M A S K A M Konstruksi Identitas Sosial . Arrizky Putra Ramadhan et al. Pinterest sebagai Sumber Inspirasi Fashion Dari penelitian ini, ditemukan bahwa Pinterest berfungsi sebagai sumber inspirasi utama dalam bidang fashion bagi sebagian besar informan. Dengan konten yang selalu diperbarui dan relevan. Pinterest membantu pengguna untuk selalu mengikuti tren terbaru dan menyesuaikan gaya mereka sesuai dengan preferensi pribadi. Dari 10 informan yang ada, 7 diantaranya setuju bahwasannya Pinterest bisa menjadi sumber inspirasi fashion, seperti yang disebutkan juga oleh Mutiarani, . media sosial Pinterest berpengaruh terhadap kreativitas mendesain busana pesta siswa kelas XI Lazza 10 SMK Syubbanul Wathon. Menurut Chris Barker . , konstruksi identitas sosial merupakan bangunan atas identitas diri yang memperlihatkan siapa dan bagaimana diri kita sebenarnya, tentang kesamaan yang ada pada diri kita dengan sejumlah orang, serta perbedaan yang membedakan diri kita dengan orang lain. Teori konstruksi identitas sosial relevan dalam konteks ini karena identitas sosial seseorang dibentuk oleh kelompok-kelompok sosial yang mereka ikuti dan interaksi sosial yang mereka lakukan. Pinterest menyediakan ruang bagi pengguna untuk bergabung dengan komunitas kreatif, berbagi ide, dan mengidentifikasi diri dengan kelompok-kelompok yang memiliki minat Dalam konteks fashion, teori konstruksi identitas sosial menekankan bahwa identitas individu dibangun melalui interaksi sosial dan penyerapan elemen budaya dari lingkungan mereka. Pinterest, sebagai platform visual, menyediakan ruang bagi pengguna untuk mengeksplorasi dan menyusun identitas mereka dengan cara yang interaktif dan dinamis. Hal ini terlihat dari bagaimana pengguna, seperti Aurelia Syifa dan Kenny Kotambunan, memanfaatkan Pinterest tidak hanya untuk mencari inspirasi tetapi juga untuk membentuk identitas fashion mereka. Melalui konten yang selalu diperbarui dan komunitas yang beragam. Pinterest membantu pengguna mengembangkan dan menyatakan identitas sosial mereka dalam bidang fashion, menjadikannya lebih dari sekadar platform untuk mencari ide, tetapi juga sebagai alat untuk penegasan diri dan ekspresi identitas sosial. Pinterest Membantu Pekerjaan Profesional Dari penelitian ini ditemukan bahwasannya Pinterest dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari khususnya dalam konteks profesional. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh 172 | K O M A S K A M Konstruksi Identitas Sosial . Arrizky Putra Ramadhan et al. peneliti, terlihat perbedaan signifikan dalam penggunaan Pinterest untuk keperluan profesional dibandingkan dengan penggunaan pribadi. Penggunaan untuk keperluan profesional lebih terfokus dan terstruktur, mendukung berbagai proyek dan kebutuhan profesional, sementara penggunaan pribadi lebih eksploratif dan mencakup berbagai aspek kehidupan sehari-hari. Informan yang bekerja di bidang kreatif menunjukkan bahwa Pinterest adalah alat yang sangat berguna untuk mendukung pekerjaan mereka. Misalnya. Nadira Refiana menggunakan Pinterest untuk mencari inspirasi desain grafis dan ilustrasi yang diterapkan dalam proyek kliennya. Sementara itu. Nurul Fadilah memanfaatkan Pinterest untuk mencari ide storyboard dan set up art dalam produksi, terutama ketika membutuhkan ide visual yang kompleks. Pinterest juga memudahkan kolaborasi tim karena ide-ide yang disimpan di board bisa dengan mudah dibagikan dan dikomentari oleh anggota tim lainnya. Hal ini menunjukkan bagaimana Pinterest bisa berperan dalam meningkatkan efisiensi kerja dan kreativitas tim. Dinda, yang bekerja sebagai copywriter, menggunakan Pinterest untuk mencari referensi foto yang diperlukan dalam pembuatan deck presentasi. Rifqi juga menggunakan Pinterest sebagai sumber referensi untuk desain layout dan mendapatkan ide-ide baru. Pinterest memungkinkan para profesional untuk mengakses berbagai contoh dan ide yang relevan dengan pekerjaan mereka, sehingga dapat membantu mereka dalam merancang dan menyelesaikan proyek dengan lebih Teori Konstruksi Identitas Sosial dalam Pinterest Pinterest Sumber Inspirasi Fashion Pinterest Dapat Membantu Berpikir Kreatif Konstruksi Identitas Sosial (Chris Barker. Pinterest Menjadi Tempat untuk Mengetahui Identitas Diri Pinterest Membantu Pekerjaan Profesional Bagan 2. Konstruksi Identitas Sosial Fashion Remaja Melalui Pinterest 173 | K O M A S K A M Konstruksi Identitas Sosial . Arrizky Putra Ramadhan et al. Informan seperti Dinda Tri Nur Tiara dan Pringgodany Langit menunjukkan bahwa Pinterest berperan dalam konstruksi identitas sosial mereka. Dengan menggunakan Pinterest, mereka dapat menemukan referensi yang membantu dalam membentuk dan mengekspresikan identitas mereka melalui pilihan fashion dan desain yang mencerminkan kepribadian dan minat Sebagai contoh. Dinda mengidentifikasi dirinya dengan gaya vintage dan Japanese style, menggunakan Pinterest untuk menemukan inspirasi yang sesuai dengan preferensinya. Sementara itu. Pringgodany mengapresiasi fleksibilitas dalam gaya yang bisa ia eksplorasi melalui berbagai referensi di Pinterest, yang menciptakan identitas yang lebih luas dan dinamis. Menurut Chris Barker . , konstruksi identitas sosial merupakan proses di mana identitas diri dibentuk melalui interaksi sosial dan penyerapan elemen budaya dari lingkungan Teori ini relevan dalam konteks penggunaan Pinterest karena platform ini memungkinkan pengguna untuk berinteraksi dengan berbagai konten visual dan komunitas yang berbeda, yang pada gilirannya membantu dalam pembentukan identitas sosial mereka. Dinda dan Pringgodany menggunakan board mereka untuk mengkurasi gambar-gambar yang menggambarkan aspirasi dan nilai-nilai pribadi mereka, menciptakan sebuah narasi visual yang memperkuat identitas sosial mereka dalam komunitas mereka. Proses ini tidak hanya merangsang kreativitas tetapi juga memperkuat identitas sosial mereka sebagai individu yang kreatif dan inovatif. Teori konstruksi identitas sosial menekankan bahwa identitas individu dibangun melalui interaksi sosial dan penyerapan elemen budaya dari lingkungan mereka. Pinterest, sebagai platform visual, menyediakan ruang bagi pengguna untuk mengeksplorasi dan menyusun identitas mereka dengan cara yang interaktif dan dinamis. Identitas virtual yang dibangun di Pinterest bisa sama atau berbeda dengan realita. Beberapa pengguna menampilkan impian dan aspirasi yang sesuai dengan realita, sementara yang lain mungkin memiliki perbedaan antara impian dan kenyataan. Dengan demikian. Pinterest bukan hanya tempat untuk menemukan inspirasi visual, tetapi juga wadah di mana pengguna dapat membangun dan mengekspresikan identitas virtual mereka sesuai dengan teori konstruksi identitas sosial yang diungkapkan oleh Barker. 174 | K O M A S K A M Konstruksi Identitas Sosial . Arrizky Putra Ramadhan et al. KESIMPULAN Informan merasakan bahwa Pinterest menyediakan konten yang lebih up-to-date dan relevan, terutama dalam hal fashion dan desain. Platform ini dianggap sebagai sumber inspirasi yang lebih cepat dan terkini dibandingkan dengan media sosial lainnya. Pinterest berperan penting dalam meningkatkan kreativitas pengguna, membantu mengatasi kebuntuan ide, dan menyediakan berbagai referensi visual yang mendukung pekerjaan kreatif mereka. Informan merasa bahwa Pinterest memfasilitasi proses berpikir kreatif dan memberikan solusi visual yang konkret. Selain mempengaruhi pekerjaan profesional para informan. Pinterest juga berdampak pada gaya hidup dan fashion pribadi mereka. Banyak informan yang menerapkan ide-ide fashion yang ditemukan di Pinterest dalam keseharian mereka, menunjukkan dampak nyata dari platform ini terhadap preferensi gaya dan penampilan. Kesimpulannya. Pinterest memiliki peran signifikan dalam kehidupan kreatif dan sosial para pengguna, membantu mereka dalam berbagai aspek mulai dari inspirasi fashion hingga eksplorasi identitas diri. DAFTAR PUSTAKA