JIGE 6 . JURNAL ILMIAH GLOBAL EDUCATION id/index. php/jige DOI: https://doi. org/10. 55681/jige. Supervisi Akademik Pengawas dalam Meningkatkan Kualitas Guru di Madrasah Tsanawiyah Yayasan Pendidikan Islam Badan Koordinasi Agama Islam Sei Karang Dini Sholeha1. Yusuf Hadijaya1 Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Medan. Indonesia *Corresponding author email: dinisholeha833@gmail. Article Info Article history: Received April 12, 2025 Approved May 05, 2025 Keywords: Academic Supervision. Supervisors and Teacher Quality ABSTRACT Academic supervision is a form of professional guidance provided by a supervisor to teachers with the aim of enhancing their competencies, thereby enabling them to conduct more effective and high-quality learning processes. This study seeks to explore: . the planning of academic supervision designed by madrasah supervisors, . the implementation of academic supervision by the supervisors, and . the followup actions taken after the academic supervision process. The research employs a descriptive method with a qualitative approach. Data collection techniques include observation, interviews, and document analysis. The sources of data consist of both primary and secondary data, with research subjects comprising supervisors, school principals, and teachers at MTs YAPI BKAI. The data analysis process involves data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The findings reveal that: . the planning of academic supervision by the supervisors aligns with established procedures and involves the school principals in its formulation. the implementation of academic supervision is effective in terms of both the techniques used and the execution process, with supervisors actively contributing to teacher . the follow-up actions taken after supervision assist teachers in addressing instructional challenges. As an indirect follow-up, it is recommended to organize relevant training programs aimed at improving teacher competencies and addressing their specific professional development needs. ABSTRAK Supervisi akademik merupakan bentuk pendampingan profesional yang dilakukan oleh seorang supervisor kepada guru yang bertujuan meningkatkan kompetensi mereka sehingga mampu menyelenggarakan proses pembelajaran yang lebih efektif dan berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang . Perencanaan supervisi akademik yang dirancang oleh pengawas madrasah, . Pelaksanaan supervisi akademik oleh pengawas madrasah, serta . tindak lanjut pasca supervisi akademik oleh pengawas madrasah menjadi fokus utama dalam penelitian ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan Teknik pengumpulan data terdiri dari observasi, wawancara, dan studi Sumber data yang digunakan meliputi data primer dan sekunder, dengan subjek penelitian yang mencakup pengawas, kepala sekolah, dan para guru di MTs YAPI BKAI. Adapun teknik analisis data yang diterapkan mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: . Perencanaan supervisi akademik yang disusun oleh pengawas sudah sesuai dengan prosedur yang ditetapkan dan melibatkan kepala madrasah dalam proses Supervisi Akademik Pengawas dalam Meningkatkan Kualitas Guru di Madrasah Tsanawiyah A - 252 Sholeha & Hadijaya/ Jurnal Ilmiah Global Education 6 . Pelaksanaan supervisi akademik oleh pengawas sudah efektif, baik dari segi teknik yang digunakan maupun prosedur pelaksanaannya, di mana pengawas terlibat dalam upaya peningkatan kualitas guru melalui supervisi yang . Tindak lanjut hasil supervisi akademik yang dilaksanakan oleh pengawas dapat membantu guru dalam mengatasi masalah yang dihadapi. Sebagai langkah tindak lanjut tidak langsung, disarankan untuk mengadakan pelatihan yang relevan guna meningkatkan kompetensi guru serta memenuhi pelatihan apa yang dibutuhkan oleh guru. Copyright A 2025. The Author. This is an open access article under the CCAeBY-SA license How to cite: Sholeha. , & Hadijaya. Supervisi Akademik Pengawas dalam Meningkatkan Kualitas Guru di Madrasah Tsanawiyah Yayasan Pendidikan Islam Badan Koordinasi Agama Islam Sei Karang . Jurnal Ilmiah Global Education, 6. , 252Ae261. https://doi. org/10. 55681/jige. PENDAHULUAN Kegiatan pembelajaran sangat dipengaruhi oleh kualitas tenaga pendidik, namun permasalahan pendidikan yang saat ini dihadapi adalah rendahnya mutu pendidikan pada berbagai tingkat jenjang pendidikan karena kurangnya orang-orang dengan pengalaman dan keterampilan yang diperlukan untuk menghadapi perkembangan di berbagai bidang. Dampak dari rendahnya mutu pendidikan akan berujung pada rendahnya kualitas sumber daya manusia, yakni rendahnya daya saing. Bersumber data yang diperoleh dari worldtop20. org tahun 2023 menunjukkan Indonesia menduduki peringkat 67/209 negara di dunia dalam hal kualitas Salah satu faktor utama yang mempengaruhi rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia adalah kurangnya guru yang berkualitas. Worldtop20. org dalam (Darmayanti, 2. mutu pendidikan sangat bergantung pada tingkat mutu dan peran guru yang mampu menjalankan fungsinya. Data ini menunjukkan pentingnya peran guru dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Akan tetapi, banyak guru yang belum memanfaatkan potensinya secara penuh untuk melaksanakan tugas mengajar secara efektif. Oleh karena itu, supaya pendidik dapat menjalankan tanggung jawabnya di lingkungsekolahan sekolah mereka harus selalu diberikan penyegaran berupa bantuan teknis dari pengawas madrasah. Kualitas guru di tingkat satuan pendidikan juga tidak dapat dipisahkan dari proses pemantauan secara langsung yang dilakukan oleh pengawas madrasah. Dengan demikian, pengawas madrasah sudah seharusnya terus memerhatikan guru untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam menerapkan proses belajar mengajar. Karwati & Priansa dalam (Sulistiani & Nursiwi Nugraheni, 2. Guru bukan hanya bertanggung jawab menyediakan materi pembelajaran tetapi juga berkontribusi terhadap pengembangan keterampilan dan nilainilai yang diperlukan bagi siswa. Sementara itu. Yunus dalam (Susiani & Abadiah, 2. Seorang guru yang berkualitas akan memiliki kompetensi yang tinggi dalam bidangnya, serta mampu mendukung proses pembelajaran bagi siswa-siswinya. Seorang guru harus dapat menguasai materi yang akan disampaikan kepada para peserta didiknya. serta mereka harus mampu mengembangkan metode dalam proses pembelajaran. Madrasah merupakan lembaga pendidikan Islam yang berkontribusi besar dalam membentuk generasi yang cerdas secara intelektual dan kuat secara spiritual. Madrasah, seperti madrasah tsanawiyah Yapi Bkai ini berperan penting dalam membentuk karakter dan kompetensi generasi terhadap tantangan zaman serta dalam dunia kerja nantinya. Namun untuk mewujudkan hal tersebut, kualitas guru menjadi aspek krusial yang perlu terus ditingkatkan. Dalam hal ini, perlunya supervisi akademik adalah salah satu upaya dalam peningkatan kualitas Supervisi Akademik Pengawas dalam Meningkatkan Kualitas Guru di Madrasah Tsanawiyah A - 253 Sholeha & Hadijaya/ Jurnal Ilmiah Global Education 6 . guru, sehingga berdampak pada peningkatan kualitas dan mutu pendidikan. Dengan supervisi yang sistematis dan berkesinambungan, pengawas dapat mendorong guru untuk mengembangkan kemampuan mengajarnya, meningkatkan kompetensi, serta menciptakan pembelajaran yang lebih optimal dan bermakna bagi siswa. Piet A. Sahertian dalam (Astuti, 2. supervisi dapat didefinisikan sebagai suatu upaya untuk memberikan layanan kepada para guru, baik secara individual maupun dalam kelompok, dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas pengajaran. Senada dengan pendapat Glickman dalam (Mansyur, 2. Supervisi akademik dilaksanakan dengan maksud untuk pengembangan profesional guru melalui upaya membantu guru dalam meningkatkan kompetensinya, sehingga dapat mengembangkan potensi pendidikan yang lebih baik dengan kemampuan dalam mengoptimalkan proses pembelajaran demi tercapainya sasaran pengajaran yang telah Di Madrasah tsanawiyah Yapi Bkai ini supervisi akademik dilaksanakan oleh kepala sekolah serta pengawas madrasah. Pengawas madrasah yang di tugaskan di madrasah ini melaksanakan supervisi akademik di MTs Yapi Bkai sebagai bagian dari upaya pembinaan dan peningkatan mutu pendidikan. Kegiatan ini bertujuan untuk menilai serta memberikan bimbingan kepada para guru dalam konteks perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi proses pembelajaran, terdapat peran penting yang akan dimainkan oleh para guru. Namun, di madrasah ini, masih terdapat beberapa guru yang merasa gugup ketika akan disupervisi padahal supervisi yang dilaksanakan oleh pengawas madrasah adalah sebagai bimbingan dan bantuan agar guru dapat menjalankan proses pembelajaran dengan baik. Menurut Pasal 1 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, guru dan dosen dianggap sebagai pendidik profesional. Mereka bertanggung jawab untuk mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi siswa di jalur pendidikan formal, mulai dari pendidikan dasar hingga menengah. Dalam Pasal 10 ayat . tertulis bahwa setiap guru harus memiliki kemampuan dalam empat aspek tersebut untuk dapat melaksanakan tugasnya secara professional kompetensi yang dimaksud meliputi kompetensi kepribadian, pedagogik, sosial, dan profesional. Dengan memiliki keempat kompetensi ini, diharapkan guru dapat memberikan pendidikan yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. (UU RI, 2. Pada pengamatan awal peneliti menemukan masalah yaitu guru mengalami kesulitan dalam menyusun modul ajar. Hal ini disebabkan karena perubahan dari kurikulum 2013 ke kurikulum merdeka. Seperti penelitian yang telah dilakukan oleh Ana Merdekawaty dan Nining Andriani, hasil penelitian dari jurnal ini menunjukkan bahwa pelaksanaan supervisi akademik oleh pengawas sekolah di SMP Negeri 1 Unter Iwes Sumbawa telah dilakukan dengan baik, menggunakan tiga model pendekatan yaitu kedinasan, mitra kerja, dan kekeluargaan, serta berbagai teknik supervisi. Meskipun ada perubahan positif dalam kesadaran guru untuk meningkatkan profesionalisme, frekuensi kunjungan pengawas masih dianggap kurang, dan aspek yang disupervisi masih terbatas. Supervisi dilakukan secara kontinu, namun upaya pembinaan kepada guru belum optimal. Penelitian ini menekankan pentingnya supervisi dalam meningkatkan mutu pendidikan (Merdekawaty & Andriani, 2. Dari masalah-masalah tersebut menyoroti bahwa sangat penting supervisi yang dilakukan oleh pengawas. Namun, dalam supervisi yang akan dilaksanakan perlunya perencanaan yang matang, pelaksanaan, dan tindak lanjut supervisi akademik untuk mendukung pengembangan profesional guru secara optimal. Tanpa perencanaan yang jelas, pengawas tidak dapat menetapkan tujuan pengawasan yang spesifik dan terukur. Hal ini dapat mengakibatkan kegiatan Supervisi Akademik Pengawas dalam Meningkatkan Kualitas Guru di Madrasah Tsanawiyah A - 254 Sholeha & Hadijaya/ Jurnal Ilmiah Global Education 6 . supervisi tidak terarah dan tidak terfokus pada Kesulitan yang dihadapi oleh guru dalam menjalankan proses pembelajaran. Namun, tanpa perencanaan yang matang, pemantauan bisa menjadi tidak efektif atau bahkan kontraproduktif (Tarakan, 2. Sebagaimana tergambar dalam uraian latar belakang, penelitian ini memiliki tujuan untuk menelaah bagaimana supervisi akademik yang dilaksanakan oleh pengawas di Madrasah Tsanawiyah Yapi Bkai Sei Karang dapat meningkatkan kualitas guru. Penelitian ini diharapkan mampu memberikan gambaran yang komprehensif mengenai strategi yang dapat diterapkan oleh pengawas dalam perencanaan, pelaksanaan, dan tindak lanjut supervisi, sehingga dapat menjadi rujukan bagi pihak sekolah dan pengawas pendidikan lainnya dalam mengoptimalkan METODE Pendekatan yang dipilih dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif, yang berfokus pada pemaparan secara sistematis terhadap situasi atau keadaan serta mencari makna di balik fenomena yang ada. Pernyataan ini sejalan dengan pendapat yang dikemukakan oleh Bogdan dan Taylor dalam (Wicaksana & Rachman, 2. penelitian kualitatif dimaknai sebagai metodologi yang dimanfaatkan untuk prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa ungkapan kata-kata, baik dalam bentuk tertulis maupun lisan, yang berasal dari individu serta mencerminkan perilaku yang dapat diamati. Maka metode ini digunakan untuk mendeskripsikan supervisi akademik pengawas dalam meningkatkan kualitas guru. Penelitian dilaksanakan di Madrasah Tsanawiyah Yayasan Pendidikan Islam Badan Koordinasi Agama Islam Kabupaten Deli Serdang. Sumatera Utara. Subjek penelitian terdiri dari pengawas, kepala sekolah dan guru di madrasah tersebut. Penelitian ini berlangsung dari Desember 2024 hingga April 2025. Data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari dua jenis sumber, yaitu data primer dan data sekunder. Data primer dikumpulkan melalui wawancara dengan tiga pihak utama: pengawas madrasah, kepala madrasah, dan guru MTs YAPI BKAI. Adapun data sekunder diperoleh dari hasil observasi di lapangan serta dokumendokumen pendukung yang berkaitan dengan topik penelitian. Dalam penelitian ini, teknik pengumpulan data terdiri dari wawancara, observasi, dan dokumentasi, dilakukan guna menggali informasi terkait pelaksanaan supervisi akademik yang dilakukan pengawas di madrasah tersebut. Selain itu, observasi digunakan untuk mengidentifikasi dan memastikan pelaksanaan supervisi akademik yang telah dilaksanakan. Dokumentasi bertujuan untuk mengumpulkan dokumen-dokumen pendukung yang berkaitan dengan perencanaan, pelaksanaan, serta tindak lanjut dari hasil supervisi akademik. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan model interaktif dari Miles dan Huberman yang meliputi tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan Reduksi data dilakukan dengan cara memilah, merangkum, dan memfokuskan data hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi yang relevan dengan fokus penelitian. Penyajian data dilakukan dalam bentuk narasi deskriptif agar memudahkan peneliti dalam memahami pola dan hubungan antar data. Tahap akhir adalah penarikan kesimpulan dan verifikasi, yaitu menyimpulkan temuan-temuan utama berdasarkan data yang telah dianalisis secara mendalam. Supervisi Akademik Pengawas dalam Meningkatkan Kualitas Guru di Madrasah Tsanawiyah A - 255 Sholeha & Hadijaya/ Jurnal Ilmiah Global Education 6 . HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Madrasah Tsanawiyah YAPI BKAI Sei Karang, ditemukan bahwa pengawas madrasah membuat perencanaan program supervisi akademik yang melibatkan kepala madrasah. Hasil wawancara dengan informan Ibu Nur Asiyah Rambe. Pd. , selaku pengawas madrasah, menunjukkan bahwa sebelum melaksanakan supervisi, ia terlebih dahulu menyusun rancangan program supervisi yang mencakup jadwal pelaksanaan, aspek yang akan disupervisi, dan metode yang akan digunakan. Dalam proses penyusunan tersebut, kepala madrasah juga dilibatkan melalui diskusi bersama untuk menentukan waktu yang tepat agar tidak mengganggu program madrasah lainnya. Hal senada juga disampaikan oleh Bapak M. Aswin Daulay. Pd. I, selaku Kepala Madrasah MTs YAPI. Beliau menyatakan bahwa pengawas selalu berdiskusi terlebih dahulu sebelum melaksanakan supervisi agar kegiatan tersebut tidak mengganggu proses belajar Supervisi dijadwalkan sesuai dengan jam kosong guru agar berjalan efektif. Selain wawancara, observasi yang dilakukan pada 28 Januari 2025 juga menunjukkan bahwa pengawas benar-benar menyusun perencanaan supervisi akademik dengan mencakup waktu pelaksanaan, aspek supervisi, serta pendekatan dan metode yang akan digunakan. Hal ini menunjukkan bahwa pengawas memiliki rencana kerja yang jelas dan terstruktur sebelum melakukan supervisi di madrasah tersebut. Pelaksanaan supervisi akademik di Madrasah Tsanawiyah YAPI BKAI dilaksanakan minimal dua kali dalam satu tahun, yaitu di awal dan akhir semester. Hal ini sesuai dengan hasil wawancara dengan Ibu Nur Asiyah Rambe. Pd. , selaku pengawas madrasah yang menyampaikan bahwa supervisi dilakukan dua kali setahun. Dalam pelaksanaannya, guru diwajibkan menyelesaikan perangkat pembelajaran seperti RPP sebelum supervisi dilakukan. Pengawas tidak hanya memeriksa kelengkapan administrasi, namun juga memastikan perencanaan tersebut sesuai kebutuhan peserta didik. Informasi ini diperkuat oleh Bapak Suheri. Ag. , yang menyatakan bahwa supervisi dilakukan per triwulan dan Ibu Nafilah Uzdah. Pd. yang menambahkan bahwa sebelum supervisi guru harus menyiapkan RPP atau modul ajar. Hal serupa juga disampaikan oleh Ibu Sri Rahmadhani. Ag. , bahwa pengawas mengingatkan guru untuk menyelesaikan administrasi pembelajaran di awal dan akhir semester. Pengawas madrasah menggunakan dua teknik dalam pelaksanaan supervisi, yaitu teknik individu dan teknik kelompok. Dalam observasi di kelas, pengawas menerapkan teknik kunjungan kelas dan observasi langsung mulai dari pembukaan sampai penutupan pembelajaran. Hasil wawancara dengan Ibu Sri Rahmadhani menyebutkan adanya perubahan cara mengajar setelah menerima masukan dari pengawas, misalnya siswa lebih aktif dalam diskusi dan ketika guru mengadakan kuis. Selain teknik individu, pengawas juga menggunakan teknik kelompok seperti rapat dan diskusi bersama guru. Hal ini disampaikan oleh Bapak Suheri. Ag. , dan Ibu Nafilah Uzdah. Pd. , bahwa dalam rapat guru duduk membentuk huruf U dan pengawas memberi arahan atau materi. Berdasarkan hasil wawancara dengan Ibu Nur Asiyah Rambe. Pd. , selaku pengawas madrasah MTs YAPI BKAI Sei Karang, diketahui bahwa pengawas melakukan evaluasi supervisi di akhir tahun sebagai dasar penyusunan program supervisi tahun berikutnya. Evaluasi ini mencakup hasil pelaksanaan supervisi dari Januari sampai Desember dan akan digunakan untuk menentukan bentuk tindak lanjut terhadap guru, seperti pelatihan, workshop, atau Selanjutnya, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa tindak lanjut dilakukan melalui diskusi langsung dan pemberian arahan kepada guru. Misalnya, ketika guru mengalami kesulitan dalam menyusun RPP atau Modul Ajar, pengawas memberikan bimbingan langsung terkait struktur penyusunan, hingga contoh konkret tentang bagaimana mengelompokkan siswa Supervisi Akademik Pengawas dalam Meningkatkan Kualitas Guru di Madrasah Tsanawiyah A - 256 Sholeha & Hadijaya/ Jurnal Ilmiah Global Education 6 . berdasarkan hasil jawaban mereka terhadap soal latihan. Hal serupa juga diungkapkan oleh Ibu Nurfila Uzdah. Pd. , yang menyampaikan bahwa pengawas memberikan arahan langsung secara personal. Guru-guru juga diberi teguran yang konstruktif apabila belum menyelesaikan administrasi pembelajaran. Perencanaan Supervisi Akademik Yang Dilakukan Oleh Pengawas Madrasah Perencanaan sering dipahami sebagai menentukan kegiatan yang akan dilakukan di masa depan untuk mendapatkan hasil maksimal. Sebagaimana diungkapkan oleh Becker dalam Rustiadi . Selanjutnya. Alder dalam Rustiadi . mengemukakan perencanaan dapat dipahami sebagai sebuah proses untuk merumuskan tujuan yang ingin diraih di masa mendatang, disertai dengan penentuan langkah-langkah strategis guna mewujudkannya. Beberapa pihak melihat perencanaan sebagai aktivitas yang memiliki batasan waktu tertentu, sehingga dapat diartikan pula sebagai serangkaian tindakan yang tersusun secara sistematis untuk mencapai sasaran dalam kurun waktu yang telah ditetapkan (Taufiqurokhman, 2. Sebelum melaksanakan supervisi di madrasah, pengawas madrasah harus membuat dan memiliki perencanaan program supervisi agar supervisi yang dilaksanakan berjalan dengan baik dan mencapai tujuan yang ingin dicapai. Dengan perencanaan yang telah dibuat dan disusun, dapat menjadi acuan bagi seorang pengawas dalam melaksanakan kegiatan supervisi di madrasah tersebut. Sebagaimana (Masaong, 2. bahwa pengawas berkewajiban untuk menyusun perencanaan yang mendukung empat kompetensi utama seorang tenaga pendidik: kemampuan pedagogik, kemampuan sosial, kemampuan profesional, dan kemampuan Perencanaan supervisi akademik yang dimaksud dalam penelitian ini merujuk pada rancangan program supervisi akademik yang disusun oleh pengawas madrasah dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas pengajaran guru di MTs YAPI BKAI Sei Karang. Sebagaimana menurut Suharsimi Arikunto dalam (Zulfa, 2015:. adalah: . Pengawas dan kepala sekolah yang berada dalam satu area binaan saling berdiskusi untuk merancang program kerja dalam kurun waktu tertentu. Penyusunan rencana tersebut dimaksudkan untuk membangun koordinasi yang optimal antara pengawas dan kepala sekolah. Dalam prosesnya, pengawas bersama kepala sekolah meninjau berbagai instrumen yang dibutuhkan untuk mendukung pelaksanaan supervisi. Selanjutnya, kepala sekolah mengadakan pertemuan dengan para guru guna menyampaikan tahapan-tahapan program yang telah dirancang bersama pengawas. Kepala sekolah juga menyampaikan masukan dari para guru kepada pengawas sebagai dasar untuk melakukan pembagian tugas atau, bila dianggap perlu, melaksanakan supervisi secara . Sebagai tindak lanjut, pengawas dan kepala sekolah merancang rencana operasional yang bertujuan untuk menjalankan supervisi dengan lebih efisien dan terarah. Berdasarkan wawancara dan observasi, perencanaan yang dilakukan oleh pengawas madrasah di MTs YAPI BKAI Sei Karang telah mencerminkan prinsip-prinsip perencanaan yang dikemukakan dalam teori. Keterlibatan kepala madrasah menunjukkan adanya koordinasi dan komunikasi yang baik, yang menjadi kunci dalam pelaksanaan supervisi yang efektif. Hal ini juga menunjukkan bahwa pengawas memahami bahwa supervisi bukan hanya kegiatan kontrol, tetapi bentuk pembinaan yang bersifat kolaboratif. Kesiapan pengawas dalam menyusun jadwal dan memilih pendekatan supervisi yang tepat juga mencerminkan kemampuan manajerial yang baik. Dalam praktiknya, pelaksanaan supervisi yang dijadwalkan pada jam kosong guru menunjukkan perhatian terhadap kenyamanan guru dan kelancaran proses pembelajaran. Ini adalah salah satu bentuk supervisi humanis yang tidak memaksakan kehendak, tetapi mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan guru. Supervisi Akademik Pengawas dalam Meningkatkan Kualitas Guru di Madrasah Tsanawiyah A - 257 Sholeha & Hadijaya/ Jurnal Ilmiah Global Education 6 . Sebagaimana (Mardia & Mukhtar. S, 2. menyebutkan bahwa perencanaan yang baik akan membantu supervisor dalam melaksanakan supervisi dengan cara yang terarah, bermakna, dan berkelanjutan. Langkah ini bertujuan untuk mengembangkan kompetensi guru secara berkesinambungan, yang selanjutnya dapat berperan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Tahap pertama sebelum melaksanakan kegiatan adalah perencanaan sebagaimana yang tertulis didalam al-qurAoan Surat Al Hasyr/59:18: aA I Ca aIe aEa o s aOCaO a aI a a aO Ue a aI a e aIEa eOIA U A eOaONa E a eOIa aIIaO CaO a aO eE a eI a e aI eAA Artinya: AuHai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok . , dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. Ay Ayat ini memberikan dasar spiritual bahwa perencanaan merupakan bentuk tanggung jawab terhadap masa depan. Dalam konteks supervisi, hal ini berarti pengawas bertanggung jawab memastikan bahwa segala kegiatan pembinaan guru dipersiapkan dengan matang demi masa depan pendidikan yang lebih baik. Perencanaan yang efektif dapat tercapai dengan mempertimbangkan situasi di masa depan, di mana keputusan mengenai perencanaan dan pelaksanaan kegiatan akan ditetapkan (Hidayat & Wijaya, 2017:. Maka perencanaan merupakan hal yang tidak boleh dilupakan sebelum melaksanakan kegiatan, semua kegiatan harus mempunyai perencanaan. Begitu juga dalam supervisi akademik yang dilakukan oleh pengawas. Pelaksanaan Supervisi Akademik Oleh Pengawas Madrasah Supervisi akademik merupakan instrumen penting dalam pengembangan profesionalisme Berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, guru harus menguasai empat kompetensi inti, yaitu pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional. Pelaksanaan supervisi akademik yang optimal seharusnya tidak hanya bersifat administratif, namun juga menyasar aspek peningkatan kualitas pengajaran, strategi belajar, serta penciptaan suasana kelas yang kondusif. Dalam konteks MTs YAPI BKAI, pelaksanaan supervisi yang dilakukan dua kali dalam setahun sudah menunjukkan konsistensi dalam upaya peningkatan mutu pembelajaran. Teknik observasi langsung yang diterapkan oleh pengawas memberi dampak langsung terhadap praktik mengajar guru. Feedback atau umpan balik yang diberikan setelah supervisi mampu memberikan dorongan positif bagi guru untuk memperbaiki dan mengembangkan strategi pembelajaran (Apriliana et al. , 2. Pemilihan teknik supervisi yang variatif, antara lain teknik individu dan teknik kelompok, membuktikan bahwa pengawas memiliki fleksibilitas dalam menyesuaikan pendekatan dengan kondisi di madrasah. Penggunaan teknik kelompok efektif membangun budaya kolaboratif antarguru, sedangkan teknik individu sangat membantu bagi guru yang menghadapi kesulitan atau tantangan khusus dalam mengajar. Pendekatan ini selaras dengan pendapat (Amien et al. bahwa supervisi harus adaptif terhadap kebutuhan guru agar hasilnya maksimal. Tanpa penguasaan teknik supervisi yang tepat, efektivitas pelaksanaan supervisi tidak akan tercapai (Fauzi et al. , 2. Oleh karena itu, pelatihan berkelanjutan bagi pengawas madrasah juga penting untuk meningkatkan kapasitas mereka dalam melaksanakan supervisi akademik secara Dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan supervisi akademik telah berjalan dengan baik dan terstruktur. Adanya jadwal tetap, prosedur yang jelas, serta penggunaan teknik supervisi yang tepat menunjukkan bahwa pengawas memahami peran strategisnya dalam pembinaan guru. Hal yang patut diapresiasi adalah pendekatan kolaboratif yang digunakan oleh pengawas. Supervisi Akademik Pengawas dalam Meningkatkan Kualitas Guru di Madrasah Tsanawiyah A - 258 Sholeha & Hadijaya/ Jurnal Ilmiah Global Education 6 . Pendekatan ini menumbuhkan rasa dihargai pada guru, sehingga mereka lebih terbuka dalam menerima kritik dan masukan. Adanya perubahan perilaku mengajar guru setelah menerima masukan dari pengawas merupakan indikator keberhasilan supervisi akademik. Ini menunjukkan bahwa supervisi tidak hanya formalitas administratif, tetapi juga berdampak pada praktik pembelajaran di kelas. Tindak Lanjut Pasca Supervisi Akademik Oleh Pengawas Madrasah Tindak lanjut pasca supervisi akademik merupakan langkah penting untuk menjamin keberlanjutan peningkatan kompetensi guru. Berdasarkan teori dari Atikah Sukainten et al. , tindak lanjut dalam pengawasan pembelajaran mencakup penjelasan, rekomendasi, dan pelaksanaan langkah konkret yang harus diambil oleh guru yang telah disupervisi. Di MTs YAPI BKAI Sei Karang, proses tindak lanjut ini tidak berhenti pada evaluasi administratif, namun berlanjut pada bimbingan langsung dan diskusi terbuka antara pengawas dan guru. Dalam praktiknya, pengawas tidak hanya mengevaluasi namun juga memberikan solusi konkret melalui arahan teknis penyusunan perangkat pembelajaran. Hal ini menunjukkan pendekatan pembinaan yang konstruktif dan solutif, bukan hanya korektif. Tindakan seperti ini sejalan dengan prinsip supervisi yang bersifat pembinaan, bukan penghakiman. Dengan memberikan contoh langsung dan menyederhanakan proses yang kompleks . eperti pengelompokan siswa berdasarkan kemampua. , pengawas turut meningkatkan kapasitas guru dalam melaksanakan proses pembelajaran yang lebih terarah dan efektif. Teguran konstruktif juga merupakan strategi penting dalam supervisi, sebab berfungsi sebagai pengingat tanggung jawab profesional bagi guru. Namun yang lebih penting adalah bagaimana teguran tersebut disampaikan, bukan untuk menghakimi, melainkan untuk memotivasi guru agar memperbaiki kekurangan. Hal ini sesuai dengan pendekatan humanis dalam supervisi, di mana hubungan interpersonal antara pengawas dan guru turut memengaruhi keberhasilan pembinaan. Lebih lanjut, adanya rekomendasi pelatihan atau workshop sebagai bagian dari tindak lanjut menunjukkan bahwa pengawas memiliki orientasi pengembangan berkelanjutan . ontinuous improvemen. Rekomendasi ini juga menunjukkan bahwa supervisi bukanlah kegiatan insidental, melainkan bagian dari siklus peningkatan mutu yang sistematis. Dengan demikian, dapat proses tindak lanjut supervisi akademik oleh pengawas madrasah MTs YAPI BKAI Sei Karang telah mencerminkan praktik supervisi yang ideal, yakni berorientasi pada pembinaan berkelanjutan, bersifat kolaboratif, serta dilandasi niat untuk meningkatkan profesionalitas guru secara menyeluruh. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Madrasah Tsanawiyah YAPI BKAI dapat disimpulkan bahwa supervisi akademik pengawas dalam meningkatkan kualitas guru sangat membantu guru dan memberikan dampak positif yang signifikan terhadap pengembangan kemampuan guru. Melalui bimbingan, arahan serta tindak lanjut yang diberikan pengawas bukan hanya mengetahui dimana hal yang harus diperbaiki, tetapi juga dapat mengembangkan kemampuan yang dimiliki seperti mencari metode yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik, membuat guru disiplin dalam melaksanakan tugasnya sebagai tenaga pendidik dan lebih berkomitmen dalam pekerjaannya. Dalam perencanaan yang disusun oleh pengawas di Madrasah Tsanawiyah YAPI BKAI menunjukkan kesesuaian yang baik dengan menyusun Rencana Kerja Tahunan yang lengkap dan terstruktur. Dalam Rencana Kerja Tahunan terdapat beberapa komponen penting untuk memastikan efektivitas pelaksanaan program supervisi. Aspek Supervisi Akademik Pengawas dalam Meningkatkan Kualitas Guru di Madrasah Tsanawiyah A - 259 Sholeha & Hadijaya/ Jurnal Ilmiah Global Education 6 . tersebut meliputi tujuan pendidikan yang jelas, strategi pelaksanaan yang akan digunakan serta indicator apa yang akan dicapai. Selain itu pengawas madrasah dalam rencana kerja tahunan menuliskan penjadwalan kegiatan, alokasi sumber daya, dan evaluasi yang sistematis untuk menilai pencapaian tujuan. Pelaksanaan supervisi akademik di Madrasah Tsanawiyah YAPI BKAI dilakukan minimal 2 kali dalam 1 tahun, di awal semester lalu di akhir semester dan dalam proses supervisi, pengawas tidak hanya melakukan evaluasi terhadap kinerja guru, tetapi juga memberikan umpan balik yang konstruktif dan arahan yang jelas. Pengawas madrasah melakukan supervisi dengan teknik kunjungan kelas dan observasi kelas dengan pendekatan kolaboratif serta individual. Tindak lanjut yang diberikan pengawas di Madrasah Tsanawiyah YAPI BKAI setelah dilakukan evaluasi terhadap hasil supervisi sebelumnya dilakukan dengan memberikan teguran yang konstruktif, arahan dan diskusi langsung dengan guru. Dengan teguran yang konstruktif membuat guru termotivasi untuk melakukan perbaikan kedepannya. Dan dengan dilakukannya diskusi langsung serta arahan guru merasa lebih terbuka dengan permasalahan yang dihadapi dalam kegiatan belajar mengajar. DAFTAR PUSTAKA