ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR JALAN USAHA TANI DILIHAT DARI ASPEK PENGAMBILAN KEPUTUSAN DI DESA LUKBAYUR KECEMATAN TANTA KABUPATEN TABALONG Sely Saleha*. Safrul Rijali selysaleha01@gmail. com , safrulrijali@gmail. Program Studi Administrasi Negara Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Tabalong Komplek Stadion Olah Raga Saraba Kawa Pembataan Tanjung Ae Tabalong Telp. /Fax . 2022484 Kode Pos 7012 Email : info@stiatabalong. ABSTRAK Partisipasi Masyarakat dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah memiliki fungsi penting, antara lain sebagai sarana bagi Masyarakat baik orang perseorangan, kelompok masyarakat, maupun Organisasi Kemasyarakatan dalam mengekspresikan kebutuhan dan kepentingannya sehingga proses pembentukan kebijakan daerah lebih responsif terhadap kebutuhan dan kepentingan Masyarakat. Partisipasi Masyarakat juga merupakan hal penting dalam mewujudkan kepedulian dan dukungan Masyarakat untuk keberhasilan pembangunan di daerahnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis partisipasi masyarakat dalam pembangunan infrastruktur jalan usaha tani pada aspek pengambilan keputusan di Desa Lukbayur Kecamatan Tanta Kabupaten Tabalong. Jenis penelitian yang digunakan penulis dalam penelitian ini yaitu deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dari pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, kuesioner dan dokumentasi. Populasi dan smapel dalam penelitian ini berjumlah 30 orang. Teknik analisa dalam penelitian ini dideskripsikan dengan cara menggunakan analisis persentase. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat dalam pembangunan infrastruktur jalan usaha tani pada aspek pengambilan keputusan Lukbayur kecamatan tanta kabupaten Tabalong masuk dalam kata kategori Aukurang tinggiAy hal ini dapat dilihat dari rekapitulasi dengan hasil persentasi 36,89%. Kata Kunci: Partisipasi Masyarakat. Pengambilan Keputusan COMMUNITY PARTICIPATION IN AGRICULTURAL ROAD INFRASTRUCTURE DEVELOPMENT VIEWED FROM THE ASPECT OF DECISION-MAKING IN LUKBAYUR VILLAGE. TANTA SUBDISTRICT. TABALONG REGENCY ABSTRACT Community participation in the administration of local government has an important function, among others, as a means for the community, whether individuals, community groups, or community organizations, to express their needs and interests so that the regional policy-making process is more responsive to the needs and interests of the community. Community participation is also crucial in realizing community concern and support for the success of development in their region. The purpose of this study is to identify and analyze community participation in the development of agricultural road infrastructure in the aspect of decisionmaking in Lukbayur Village. Tanta Sub-district. Tabalong Regency. The type of research used by the author in this study is descriptive with a quantitative approach based on data collection through observation, questionnaires, and documentation. The population and sample in this study consisted of 30 people. The analysis technique in this research is described using percentage analysis. The results of this study indicate that community participation in the development of agricultural road infrastructure in the decision-making aspect in Lukbayur Village. Tanta Sub-district. Tabalong Regency, falls into the Auless highAy category, as seen from the recapitulation with a percentage result of 36. Keywords: Community Participation. Decision Making JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB PENDAHULUAN Keterlibatan masyarakat dibahas hampir di mana-mana Daerah, baik perkotaan maupun pedesaan di Indonesia karena dapat di lihat bahwa efek partisipasi begitu besar. Partisipasi masyarakat juga menentukan rencana atau Program yang ada di seluruh masyarakat, keberhasilan suatu Program ini juga secara intrinsik terkait dengan partisipasi masyarakat, sehingga memungkinkan berjalan dengan baik, keterlibatan sosial sangat dibutuhkan dalam suatu rencana atau program untuk suatu tindakan yang akan dilakukan dengan baik dan tentunya lancar. program yang mana Apa yang direncanakan pasti terkait dengan perkembangan saat ini lingkungan masyarakat dan juga kesejahteraan masyarakat. Untuk Pembangunan dapat berjalan sesuai harapan, dengan baik Pelaksanaan kegiatan tersebut membutuhkan partisipasi masyarakat perkembangan seperti itu. Partisipasi dalam komunitas itu sendiri juga penting kesadaran warga akan manfaat dan keuntungan Strategi yang digunakan adalah strategi kesadaran. (Adi, 2. AuPenjelasan Pasal 78 UU No. 6 Tahun 2014 menjelaskan bahwa pembangunan desa bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan kualitas hidup masyarakat serta mengurangi kemiskinan dengan memenuhi pembangunan infrastruktur. dan dorongan ekonomi pembangunan daerah. sumber daya alam dan lingkungan yang potensial dan efektif. AuBagian ketiga menjelaskan bahwa kekompakan, kekeluargaan dan gotong royong harus dikedepankan dalam pembangunan desa untuk menciptakan perdamaian dan keadilan Dalam proses pengamabilan keputusan didesa ada dua macam keputusan. Pertama keputusan Ae keputusan yang beraspek sosial, yang mengikat masyarakat secara sukarela, tanpa sanksi yang jelas. Kedua keputusan-keputusan yang dibuat oleh lembaga-lembaga formal desa yang dibentuk untuk melakukan fungsi penmabilan Untuk bentuk keputusan pertama, banyak dijumpai dalam kehidupan sosial masyarakat desa, proses pengambilan keputusan JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 dilakukan melalui proses persetujuan bersama, alasan-alasan pemilihan alternatif diuraikan terlebih dahulu oleh para tetua desa ataupun orang yang dianggap memiliki kewibawaan tertentu. Adapun pada bentuk kedua, keputusankeputusan didasarkan pada prosedur yang telah disepakati bersama, seperti proses Musyawarah Pembangunan Desa (Musbangde. yang dilakukan setiap setahun sekali dibalai desa. Proses pengambilan keputusan tersebut dilakukan oleh pihak-pihak secara hukum memang diberi fungsi untuk itu, yang kemudian disebut dengan Peraturan Desa (Perde. (Kushandajani, 2. Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 Tentang Desa, dikatakan bahwa "Desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas- batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat, berdasarkan asal-usul dan adat istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam sistem Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia". Pembangunan pedesaan kesejahteraan masyarakat pedesaan Partisipasi Masyarakat penyelenggaraan pemerintahan daerah memiliki fungsi penting, antara lain sebagai sarana bagi Masyarakat baik orang perseorangan, kelompok masyarakat, maupun Organisasi Kemasyarakatan kepentingannya sehingga proses pembentukan kebijakan daerah lebih responsif terhadap Masyarakat. Partisipasi Masyarakat juga merupakan hal penting dalam mewujudkan kepedulian dan dukungan Masyarakat untuk keberhasilan pembangunan di daerahnya. Perencanaan pembangunan adalah pekerjaan pemerintah yang terencana dan sistematis untuk proses pembangunan, mempunyai tujuan pembangunan yang jelas yang memenuhi keinginan masyarakat, perencanaan pembangunan juga merupakan pedoman untuk mengarahkan segala kegiatan. Perencanaan pembangunan digunakan untuk menilai potensi ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB masa depan, prospek pembangunan, hambatan dan risiko. Biasanya perencanaan pembangunan di desa dengan melaksanakan atau yang disebut dengan Musrembang Desa. Musrembang adalah focus perencanaan . yang dilakasanakan oleh lembaga Publik yaitu Pemeritah Desa, bekerjasama dengan rakyat dan para pemangku kepentingan lainnya. Musrembang yang bermakna akan mampu membangun kesepahaman tentang kepentingan dan kemajuan Desa, dengan cara sumber-sumber pembangunan yang tidak tersedia baik dari dalam maupun diluar Desa. Adanya kebijakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musremban. , semakin menuntut setiap lembaga tersebut untuk berperan dalam berpartisipasi lebih luas, dengan cara hadir langsung pada Musrembang tersebut. Dalam aspek partisipasi tenaga, masyarakat Desa Lukbayur memiliki partisipasi yang baik. Dimana masyarakat mampu bergotong royong dalam pelaksanaan pembangunan desa. partisipasi keterampilan dalam pelaksanaan program pembangunan desa, masyarakat Desa Lukbayur sebagian besar memiliki keterampilan bertukang yang baik dapat dilihat dari keterampilan yang mereka berikan pada saat pelaksanaan pembangunan desa. Sedangkan untuk partisipasi barang dan uang, masyarakat Desa Lukbayur memiliki antusias yang baik pada setiap program pelaksanaan pembangunan desa, hal ini dapat dilihat dari sumbangan uang yang diberikan untuk pembangunan desa dan dukungan masyarakat Desa Lukbayur berupa barang juga mereka berikan untuk kelancaran program pelaksanaan pembangunan desa. Dalam penelitian ini, peneliti hanya berfokus pada satu aspek saja yaitu partisipasi yang ditinjau dari aspek dalam pembuatan kepuusan. Berdasarkan temuan peneliti di Kantor Desa Luk Bayur Kecamatan Tanta Kabupaten Tabalong pembangunan jalan pertanian yaitu kurangnya ide masyarakat pada kegiatan rapat desa dimana kehadiran masyarakat dalam kegiatan rapat yang JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 di adakan di kantor desa yang menyebabkan tertundanya proyek infrastruktur jalan, sebagian keterlambatan atau dalam perencanaa konstruksi karena kurangnya partisipasi dari pemerintah itu sendiri dan sebagai akibat dari kurangnya partisipasi ini, pembangunan atau perencanaan jalan menjadi terlambat dan tidak berjalan dengan Hal tersebut dikarenakan dalam pelaksanaan kegiatan rapat yang diadakan kantor desa berbenturan dengan pekerjaan masyarakat sekitar yang masing-masing sebagian besar penduduk Desa Lukbayur bermatapencaharian sebagai petani. Maka penelitian ini mendasari aspek dari Partisipasi dalam Pengambilan keputusan yang meliputi. Keikutsertaan . Mengemukakan pendapat atau saran dalam setiap pertemuan/rapat. Memberikan data/informasi dalam setiap pertemuan/rapat pem- bangunan. Keikutsertaan proses/perumusan pembuatan keputusan. Dilihat dari penelitian terdahulu yang mendukung bahwa partisipasi masyarakat dalam program pelaksanaan pembangunan infrastruktur jalan usaha tani adalah (Adi, 2. melakukan penelitian dengan judul AuPartisipasi Masyarakat Dalam Pembangunan Desa. serta hasil penelitian terdahulu yang partisipasinya kurang baik dalam program peleksanaan pembangunan infrastruktur jalan usaha tani adalah (Fadjar Judiono, 2. , (Latif, 2. melakukan penelitian dengan judul "Partisipasi Mayarakat Dalam Pembangunan Prasarana Jalan". Berdasarkan uraian diatas maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul "Partisipasi Masyarakat Pembangunan Infrastruktur Jalan Usaha Tani Dilihat Dari Aspek Pengambilan Keputusan di Desa Luk Bayur Kecematan Tanta Kabupaten TabalongAy. Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan dan dijabarkan tersebut, maka permasalahan dalam penelitian ini dapat masyarakat dalam pembangunan infrastruktur jalan usaha tani dilihat dari aspek pengambilan ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB keputusan di Desa Lukbayur Kecematan Tanta Kabupaten Tabalong. Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah yang telah diuraikan di atas, maka tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui dan menganalisis partisipasi masyarakat dalam pembangunan infrastruktur jalan usaha tani dilihat dari aspek pengambilan keputusan di Desa Lukbayur Kecematan Tanta Kabupaten Tabalong TINJAUAN PUSTAKA Pengertian Partisipasi Menurut (Astuti, 2. , partisipasi adalah pelibatan seseorang atau beberapa orang dalam suatu kegiatan. Keterlibatan dapat berupa keterlibatan mental dan emosi serta fisik dalam dimilikinya . dalam segala kegiatan yang dilaksanakan serta mendukung pencapaian Partisipasi merupakan keterlibatan mental dan emosi dari seseorang di dalam situasi kelompok yang mendorong mereka untuk menyokong kepada pencapaian tujuan kelompok tersebut dan ikut bertanggungjawab terhadap Pendapat lain menjelaskan bahwa partisipasi merupakan penyertaan pikiran dan emosi dari pekerjapekerja kedalam situasi kelompok yang bersangkutan dan ikut bertanggungjawab atas kelompok itu. Partisipasi juga memiliki pegertian Aua valuentary process by which people including disadvantaged . ncome, gender, ethnicity, educatio. influence or control the affect themAy, artinya suatu proses yang wajar di mana masyarakat termasuk yang kurang . enghasilan, pendidika. mempengaruhi atau mengendalikan menyangkut hidup mereka. Partisipasi menurut (Astuti, 2. adalah sebagai keterlibatan mental dan emosional dalam situasi kelompok yang mendorongnya memberi sumbangan terhadap tujuan kelompok serta membagi tanggungjawab bersama mereka. Pengertian sederhana tentang di mana partisipasi dapat juga berarti bahwa pembuat keputusan JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 menyarankan kelompok atau masyarakat ikut terlibat dalam bentuk penyampaian saran dan pendapat, barang, keterampilan, bahan dan jasa. Partisipasi dapat juga berarti bahwa kelompok mengenal masalah mereka sendiri, mengkaji pilihan mereka, membuat keputusan, dan memecahkan masalahnya. Partisipasi pembangunan dan pelaksanaan . program atau proyek pembangunan yang dilakukan dalam masyarakat lokal. Partisipasi masyarakat memiliki ciri-ciri bersifat proaktif dan bahkan reaktif . rtinya masyarakat ikut menalar baru bertinda. , ada kesepakatan yang dilakukan oleh semua yang terlibat, ada tindakan yang mengisi kesepakatan tersebut, ada pembagian kewenangan dan tanggung jawab dalam kedudukan yang setara Partisipasi Masyarakat Partisipasi masyarakat menekankan pada AupartisipasiAy langsung warga dalam pengambilan Menurut (Astuti, menegaskan bahwa partisipasi masyarakat telah mengalihkan konsep partisipasi menuju suatu kepedulian dengan berbagai bentuk keikutsertaan warga dalam pembuatan kebijaksanaan dan pengambilan keputusan di berbagai gelanggang kunci yang mempengaruhi kehidupan warga Pengembangan konsep dan asumsi dasar untuk meluangkan gagasan dan praktik tentang partisipasi masyarakat meliputi : Partisipasi merupakan hak politik yang melekat pada warga sebagaimana hak politik Hak itu tidak hilang ketika ia memberikan mandat pada orang lain untuk Sedangkan hak politik, sebagai hak asasi, tetap Partisipasi langsung dalam pengambilan keputusan mengenai kebijakan publik di lembaga-lembaga formal dapat untuk menutupi kegagalan demokrasi perwakilan. ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Partisipasi masyarakat secara langsung dalam mendorong partisipasi lebih bermakna. Partisipasi dilakukan secara sistematik, bukan hal yang incidental Berkaitan dengan diterimanya desentralisasi sebagai instrumen yang mendorong tata pemerintahan yang baik . ood governanc. Partisipasi masyarakat dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan dan lembaga pemerintahan. Partisipasi pembangunan dan pelaksanaan . program atau proyek pembangunan yang dilakukan dalam masyarakat lokal. Partisipasi masyarakat memiliki ciri-ciri bersifat proaktif dan bahkan reaktif . rtinya masyarakat ikut menalar baru bertinda. , ada kesepakatan yang dilakukan oleh semua yang terlibat, ada tindakan yang mengisi kesepakatan tersebut, ada pembagian kewenangan dan tanggung jawab dalam kedudukan yang setara Prinsip-Prinsip Partisipasi Menurut (Sumampouw, 2. adapun prinsip-prinsip partisipasi tersebut, sebagaimana tertuang dalam Panduan Pelaksanaan Pendekatan Partisipatif yang disusun oleh Department for International Development (DFID) adalah: Cakupan. Semua orang atau wakil-wakil dari semua kelompok yang terkena dampak dari hasil-hasil suatu keputusan atau proses proyek Kesetaraan dan kemitraan (Equal Partnershi. Pada dasarnya setiap orang mempunyai keterampilan, kemampuan dan prakarsa serta mempunyai hak untuk menggunakan prakarsa tersebut dalam setiap proses guna membangun dialog tanpa memperhitungkan jenjang dan struktur masing-masing pihak. Transparansi. Semua pihak harus dapat menumbuhkembangkan komunikasi dan iklim berkomunikasi terbuka dan kondusif sehingga menimbulkan dialog. Kesetaraan kewenangan (Sharing Power/Equal Powershi. Berbagai pihak yang terlibat harus dapat menyeimbangkan distribusi kewenangan JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 dan kekuasaan untuk menghindari terjadinya Kesetaraan Tanggung Jawab (Sharing Responsibilit. Berbagai pihak mempunyai tanggung jawab yang jelas dalam setiap proses karena adanya kesetaraan kewenangan (Sharing powe. dan keterlibatannya dalam proses pengambilan keputusan dan langkahlangkah selanjutnya. Pemberdayaan (Empowermen. Keterlibatan berbagai pihak tidak lepas dari segala kekuatan dan kelemahan yang dimiliki setiap pihak, sehingga melalui keterlibatan aktif dalam setiap proses kegiatan, terjadi suatu proses saling belajar dan saling memberdayakan satu sama lain. Kerjasama. Diperlukan adanya kerja sama berbagai pihak yang terlibat untuk saling berbagi kelebihan guna mengurangi berbagai kelemahan yang ada, khususnya yang berkaitan dengan kemampuan sumber daya Indikator Partisipasi Masyarakat Dalam penelitian ini indikator partisipasi yang digunakan adalah teori dari (Dwiyanto, 2. yang menyatakan bahwa partisipasi terdiri dari : Partisipasi dalam pengambilan keputusan Setiap masyarakat, pasti melewati tahap penentuan Partisipasi masyarakat pada tahap ini sangat mendasar sekali, terutama karena yang di ambil menyangkut nasib Partisipasi keputusan ini bermacam-macam, seperti kehadiran rapat, diskusi, sumbangan pemikiran, tanggapan atau penolakan terhadap program yang ditawarkan. Partisipasi dalam pelaksanaan Partisipasi pelaksanaan program merupakan lanjutan dari rencana yang telah disepakati Partisipasi dalam pembangunan ini dapat dilakukan melalui keikutsertaan ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB masyarakat dalam memberikan konstribusi guna menunjang pelaksanaan pembangunan yang berwujud tenaga, uang, barang, material, maupun informasi yang berguna bagi pelaksanaan pembangunan. Partisipasi dalam pengambilan manfaat Partisipasi ini tidak terlepas dari kualitas maupun kuantitas dari hasil pelaksanaan program yang bisa dicapai. Dari segi kualitas, keberhasilan suatu program akan ditandai dengan adanya peningkatan output, sedangkan dari segi kuantitas dapat keberhasilan program yang dilaksananakan, apakah sesuai dengan target yang telah Partisipasi dalam menikmati hasil dapat dilihat dari tiga segi, yaitu dari aspek manfaat materialnya, manfaat sosialnya dan manfaat pribadi Partisipasi dalam evaluasi. Partisipasi dalam evaluasi ini berkaitan dengan masalah pelaksanaan program secara Partisipasi ini bertujuan untuk mengetahui apakah pelaksanaan program telah sesuai dengan yang ditetapkan atau ada Pengertian Pembangunan Pembangunan merupakan proses peningkatan dan pertumbuhan yang seimbang pada segala aspek kehidupan, baik aspek sosial, aspek ekonomi, aspek politik, aspek budaya, aspek pemerintahan, aspek pertahanan ke- amanan maupun aspek ideologi. Proses tersebut dalam rangka pencapaian hakikat tujuan pembangunan nasional yaitu menciptakan masyarakat adil dan makmur serta sejahtera berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Menurut (Achmad, 2. memberikan definisi bahwa pembangunan adalah terjadi- nya suatu perubahan pada nilai-nilai ekonomi, sosial budaya dan politik. Pengertian pembangunan harus dilihat secara dinamis dan bukan dilihat secara konsep statis. Pembangunan adalah suatu orientasi atau kegiatan usaha tanpa akhir. Lebih lanjut dijelaskan bahwa proses pembangunan sebenarnya adalah merupakan suatu proses perubahan sosial budaya. Supaya menjadi JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 suatu proses yang dapat bergerak maju atas kekuatan sendiri tergantung pada manusia dan struktur sosialnya, jadi bukan hanya yang dikonsepsikan sebagai usaha pemerintah belaka melainkan tergantung dari suatu kekuatan sendiri menuju emansipasi diri. Terdapat 4 . aspek penting dalam rangka perencanaan pembangunan (Todaro & Stephen C. Smith, 2. Terlibatnya dan ikut sertanya masyarakat sesuai me-kanisme proses politik dalam suatu negara untuk menentukan arah, strategi dan kebijaksanaan pem- bangunan yang dilakukan . Meningkatkan kemampuan . untuk me- rumuskan tujuan-tujuan dan terutama cara-cara dalam merencanakan tujuan dan . Partisipasi masyarakat dalam kegiatan nyata yang konsisten dengan arah, strategi dan rencana yang ditentukan dalam proses politik. Adanya perumusan dan pelaksanaan programprogram partisipatif dalam pembangunan yang Dengan pembangunan sebagai suatu proses penyusunan rencana pembangunan se- layaknya menyertakan keterlibatan masyarakat baik secara langsung maupun tidak langsung. (Achmad, 2. berpendapat bahwa makna perumusan bukanlah suatu makna yang akademis sifatnya akan tetapi adalah proses dimana rakyat diberi kesempatan untuk mengajukan pokok harapan, kebutuhan dan Artinya keterlibatan rakyat dalam proses pe- rencanaan karena perencanaan bisa menjadi wahana untuk mengubah skema politik lama dari top down planning menjadi buttom up planning. Tujuan utama pembangunan bukan lagi menciptakan tingkat pertumbuhan GNP yang setingi-tingginya, melainkan penghapusan dan lapangan kerja dalam konteks perekonomian yang terus berkembang. Tiga tujuan inti pembangunan adalah: ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB peningkatan ketersediaan serta perluasan distribusi ber- bagai macam barang kebutuhan hidup yang pokok seperti pangan, sandang, papan, kesehatan dan perlindungan . peningkatan standar hidup yang tidak hanya berupa peningkatan pendapatan, tetapi juga meliputi penambahan penyediaan lapangan kerja, per- baikan pendidikan, serta peningkatan perhatian atas nilai- nilai kultural dan kemanusiaan, . perluasan rentang pilihan ekonomis dan sosial bagi setiap individu dan bangsa, yakni membebaskan mereka dari ketergantungan, tidak hanya terhadap orang ataupun negarabangsa lain, namuun juga terhadap setiap kekuatan yang berpoensi merendahkan nilainilai kemanusiaan mereka. (Todaro & Stephen C. Smith, 2. Asas Pelayanan Publik Menurut (Mahmudi, memberikan pelayana publik, instansi penyedia pelayanan publik harus memperhatikan asas pelayanan publik, yaitu : Trasnparansi Pemberian pelayanan harus bersifat terbuka, mudah di akses oleh perkemb pihak yang membutuhkan dan disediakan secara memadai serta mudah dimengerti. Akuntabilitas Pelayanan publik harus dapat dipertanggung jawabkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Kondisional Pemberian pelayanan publik harus sesuai dengan kondisi dan kempuan pemberi dan penerima pelayanan dengan tetap berpegang pada prinsif efesiensi dan efektifitas. Partisifatif Mendorong peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pelayanan publik dengan memperhatikan aspirasi, kebutuhan dan harapan masyarakat. Tidak Diskriminatif (Kesamaan Ha. Pemberian pelayanan publik tidak boleh bersifat diskriminatif dalam arti tidak membedakan suku, ras, agama, golongan, status sosial dan ekonomi. Keseimbangan Hak dan Kewajiban Pemberian dan penerima pelayanan publik harus memenuhi hak dan kewajiban masigmasing pihak. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pelayanan Publik Menurut (Moenir, 2. faktor-faktor yang mendukung pelayanan, sebagai berikut: Faktor Kesadaran yaitu kesadaran para pejabat serta petugas yang berkecimpung dalam kegiatan pelayanan. Kesadaran para pegawai pada segala tingkatan terhadap tugas yang menjadi tanggungjawabnya dapat membawa dampak yang sangat positif terhadap Faktor Aturan yaitu aturan dalam organisasi yang menjadi landasan kerja pelayanan. Aturan ini mutlak kebenarannya agar organisasi dan pekerjaan dapat berjalan teratur dan terarah, oleh karena itu harus dipahami berkepentingan/bersangkutan. Faktor Organisasi merupakan alat serta sistem yang memungkinkan berjalannya mekanisme kegiatan pelayanan dalam usaha pencapaian Faktor Pendapatan yaitu pendapatan pegawai pelaksanaan pelayanan. Pendapatan yang cukup akan memotivasi pegawai dalam melaksanakan pekerjaan dengan baik. Faktor Keterampilan Tugas yaitu kemampuan dan keterampilan petugas dalam melaksanakan Ada tiga kemampuan yang harus dimiliki, yaitu kemampuan manajerial, kemampuan teknis dan kemampuan untuk membuat konsep. Faktor Sarana yaitu sarana yang diperlukan dalam pelaksanaan tugas atau pekerjaan Sarana ini meliputi peralatan, perlengkapan, alat bantu dan fasilitas lain yang melengkapi seperti fasilitas komunikasi. Kerangka Konseptual JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Gambar 1. Kerangka Konseptual Sumber : Diolah Peneliti, 2023 METODOLOGI PENELITIAN Pendekatan dan Jenis Penelitian Dalam penulisan skripsi ini peneliti menggunakan pendekatan deskriftif kuantitatif dimana dalam penelitian ini lebih menekankan pada makna dan proses daripada hasil suatu Menurut pendapat (Ali, 1. untuk memecahkan dan menjawab permasalahan yang sedang dihadapi pada situasi sekarang, dilakukan dengan menempuh langkah-langkah pengumpulan data, klarifikasi dan membuat kesimpulan tentang suatu keadaan secara objektif dalam suatu deskiptif situasi Dalam penelitian yang dilakukan peneliti ini mencoba menganalisis partisipasi masyarakat dalam pembangunan infrastruktur jalan usaha tani dilihat dari aspek pengambilan keputusan di Desa Lukbayur Kecematan Tanta Kabupaten Tabalong, dan dalam penelitian ini peneliti akan melakukan serangkaian kegiatan di lapangan mulai dari pengamatan lapangan, pengumpulan data, observasi, dan dokumentasi JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 Populasi Dan Sampel Penelitian Populasi Dalam penelitian ini, populasi yang diambil untuk menganalisis partisipasi masyarakat dalam pembangunan infrastruktur jalan usaha tani dilihat dari aspek pengambilan keputusan di Desa Lukbayur Kecematan Tanta Kabupaten Tabalong, maka data diambil dari perwakilan dari aparat desa yang berjumlah 9 orang dan masyarakat 21 orang Sampel Menurut (Sugiyono, 2. sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah total sampling. Total sampling adalah teknik pengambilan sampel dimana jumlah sampel sama dengan populasi Alasan mengambil total sampling karena jumlah populasi yang kurang dari 100. Sehingga seluruh populasi dijadikan sampel penelitian dengan jumlah 30 orang Sumber Data Data Primer adalah data yang diperoleh langsung dari lapangan penelitian melalui angket terhadap informan yang berkompeten sesuai dengan keperluan data titik jadi data primer yaitu data yang dikumpulkan dan diolah sendiri oleh organisasi yang menerbitkan. Data Sekunder adalah semua data yang diperoleh secara tidak langsung dari objek Jadi data sekunder adalah data yang dikumpulkan atau digunakan oleh organisasi yang bukan pengelolahnya. Data yang diperoleh dari peneliti lain atau dari catatan di Instansi, atau dari mana saja sudah diolah, merupakan data sekunder. Teknik Pengumpulan Data Berdasarkan di atas, data yang dilakukan adalah sebagai berikut : Observasi, yaitu menggunakan pengamatan langsung terhadap objek yang di teliti secara sistematis serta akurat terhadap fenomenafenomena yang ada sesuai dengan pokok pembahasan dalam penelitian. Penelitian yang dilakukan yaitu dengan memperhatikan dan ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB menganalisis partisipasi masyarakat dalam pembangunan infrastruktur jalan usaha tani dilihat dari aspek pengambilan keputusan di Desa Lukbayur Kecematan Tanta Kabupaten Tabalong. Angket, yaitu pengumpulan data yang dilakukan dengan memberikan pertanyaan yang telah disediakan pilihan jawabanya dan berkaitan dengan partisipasi masyarakat dalam pembangunan infrastruktur jalan usaha tani dilihat dari aspek pengambilan keputusan di Desa Lukbayur Kecematan Tanta Kabupaten Tabalong . Dokumentasi, yaitu metode pengumpulan data yang dilakukan dengan mengumpulkan berbagai dokumen yang berkaitan dengan masalah penelitian. Dokumen ini dapat berupa dokumen pemerintahan, hasil penelitian, foto atau gambar, buku, rekaman, laporan, keuangan, undang-undang, hasil karya dan lain Analisis Data Setelah mendapat data yang Menurut (Ali, 1. menyatakan bahwa analisis deskriftif kuantitatif yaitu menggunakan proses berpikir induktif, untuk menjadi hipotesis yang dirumuskan sebagai jawaban sementara masalah yang diteliti. Induktif dalam hal ini dibuat bertolak dari berbagai fakta terindefikasi munculnya maupun tidak. Dalam penelitian ini untuk memperoleh analisis data, maka penulis tidak menggunakan teknik statistik dalam arti tidak terikat kepada skor dan skala. Tetapi hanya menggunakan teknik analisis statistik sederhana dengan menggunakan presentese (%) dan kemudian data yang diperoleh dari responden dianalisis atau diolah deskriptif Data yang ditulis oleh penulis dari hasil akan diolah dan disajikan dalam bentuk tabulasi distribusi frekuensi. Tabulasi adalah proses penempatan atau meletakkan data dalam bentuk tabel atau grafik tertentu dengan cara membuat tabel yang berisikan data yang sesuai dengan kebutuhan analisis, tabel yang dibuat sebaiknya mampu meringkas semua data yang akan dianalisis, sehingga dapat dihitung jumlah kasus dalam berbagai katagori. JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 Persentase data digunakan untuk melihat perbandingan besar kecilnya frekuense jawaban dalam angket yang dihitung dalam jumlah persentase, karena jumlah jawaban pada setiap angket berbeda. Sesuai dengan pendapat yang dikemukakan oleh Muhammad Ali . , bahwa rumus untuk menghitung persentase yc P = ycA x 100% Keterangan: P = Persentese F = Frekuense Data N = Jumlah Responden Mengelompokkan data sesuai dengan tujuan penelitian kemudian di masukkan dalam tabel yang sudah disiapkan Dengan Range Tabulasi : 80% - 100%= Sangat Baik 60% - 79%= Baik 40% - 59%= Cukup Baik 20% - 39%= Tidak Baik - 19%= Sangat Tidak Baik HASIL DAN PEMBAHASAN Partisipasi Masyarakat Dalam Pembangunan Infrastruktur Jalan Usaha Tani Dilihat Dari Aspek Pengambilan Keputusan Di Desa Lukbayur Kecematan Tanta Kabupaten Tabalong Kehadiran Kehadiran dan keterlibatan masyarakat dalam kegiatan rapat yang diselenggarakan di Kantor Desa merupakan indikator penting dalam menilai tingkat partisipasi warga. Berdasarkan tanggapan responden, mayoritas masyarakat sering hadir dalam kegiatan rapat. Hal ini mengindikasikan bahwa masyarakat memiliki kesadaran yang baik terhadap pentingnya berpartisipasi dalam kegiatankegiatan desa, terutama yang menyangkut pengambilan keputusan yang berpengaruh pada kehidupan mereka. Partisipasi yang tinggi ini juga mencerminkan adanya rasa tanggung jawab dari warga untuk terlibat dalam prosesproses yang berlangsung di tingkat desa, yang menjadi dasar dalam mewujudkan tata kelola desa yang lebih baik dan inklusif. ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Namun, meskipun kehadiran masyarakat dalam rapat cukup tinggi, tingkat keterlibatan mereka dalam diskusi dan pengambilan keputusan selama rapat masih menunjukkan adanya ruang untuk perbaikan. Sebagian besar masyarakat lebih sering hadir sebagai peserta pasif, yang hanya mendengarkan tanpa banyak memberikan kontribusi dalam bentuk saran, pendapat, atau pertanyaan. Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti kurangnya pemahaman tentang isu-isu yang dibahas, ketidaknyamanan untuk berbicara di depan umum, atau minimnya dorongan dari pihak penyelenggara rapat untuk melibatkan semua peserta secara aktif. Situasi ini menunjukkan perlunya pendekatan yang lebih inklusif dalam rapat-rapat Pemerintah desa dapat mempertimbangkan untuk mengadopsi metode-metode yang lebih partisipatif dalam rapat, seperti diskusi kelompok kecil, penggunaan alat bantu visual, atau pelatihan fasilitator untuk memastikan semua suara dapat terdengar. Selain itu, penting juga untuk meningkatkan kapasitas masyarakat melalui pendidikan dan pelatihan tentang isu-isu yang relevan dengan kehidupan mereka sehari-hari, sehingga mereka merasa lebih percaya diri dan kompeten untuk terlibat dalam diskusi. Lebih lanjut, penting bagi desa untuk mengevaluasi efektivitas rapat-rapat yang telah dilaksanakan dan mencari umpan balik dari meningkatkan keterlibatan mereka. Ini bisa dilakukan melalui survei atau wawancara mendalam dengan peserta rapat untuk memahami hambatan-hambatan yang mereka hadapi serta mendapatkan saran untuk perbaikan di masa mendatang. Dengan demikian, pemerintah desa dapat merancang strategi yang lebih tepat sasaran untuk meningkatkan kualitas partisipasi masyarakat. Partisipasi yang tinggi tidak hanya dilihat dari kehadiran, tetapi juga dari seberapa besar pengambilan keputusan. Keterlibatan aktif ini JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 penting untuk memastikan bahwa keputusankeputusan benar-benar mencerminkan kebutuhan dan aspirasi Oleh karena itu, peningkatan keterlibatan masyarakat dalam rapat desa harus menjadi prioritas dalam upaya memperkuat tata kelola desa yang demokratis dan inklusif. Dengan memperhatikan berbagai aspek ini, diharapkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan rapat desa akan semakin meningkat, tidak hanya dalam hal jumlah kehadiran, tetapi juga dalam kualitas kontribusi yang mereka Partisipasi yang lebih bermakna ini akan berdampak positif pada pembangunan desa yang lebih responsif terhadap kebutuhan warganya, serta meningkatkan rasa memiliki dan tanggung jawab masyarakat terhadap hasil-hasil yang dicapai. Memberikan Saran Atau Pendapat Partisipasi masyarakat dalam kegiatan rapat yang diselenggarakan di Kantor Desa dapat dilihat dari beberapa indikator penting, salah satunya adalah kehadiran dan keterlibatan mereka dalam memberikan pendapat, masukan, serta usulan terkait Berdasarkan masyarakat cenderung sering hadir dalam rapat, meskipun tingkat keterlibatan aktif mereka dalam berbagai aspek perencanaan pembangunan masih bervariasi. Dalam hal partisipasi masyarakat terkait pemberian pendapat dalam usulan perencanaan pembangunan, hanya sekitar sepertiga responden yang secara konsisten menyatakan bahwa mereka sering terlibat aktif. Partisipasi ini, dengan persentase 33,3%, menunjukkan bahwa meskipun ada upaya untuk terlibat, sebagian besar masyarakat belum sepenuhnya terlibat dalam proses ini. Hal ini mengindikasikan bahwa tingkat partisipasi dalam pemberian pendapat masih tergolong "Kurang Tinggi". Rendahnya keterlibatan ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti kurangnya pemahaman tentang proses perencanaan pembangunan atau mungkin juga ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB karena rasa apatis terhadap hasil dari rapat Di sisi lain, ketika menilai partisipasi masyarakat dalam memberikan masukan untuk memilah keputusan pembangunan yang akan dilaksanakan, terlihat adanya peningkatan partisipasi dengan 56,6% responden yang Tingkat mencerminkan bahwa masyarakat lebih merasa memiliki kepentingan atau kepedulian terhadap keputusan yang langsung berdampak pada pembangunan desa mereka. Meskipun demikian, meskipun persentase partisipasi ini sudah lebih baik, masih ada ruang untuk peningkatan lebih lanjut agar masyarakat tidak hanya terlibat dalam pengambilan keputusan, tetapi juga memahami sepenuhnya implikasi dari keputusan yang diambil. Selanjutnya, partisipasi masyarakat dalam memberikan pendapat terkait tindakan perencanaan pembangunan yang telah disetujui menunjukkan pola yang mirip dengan tingkat partisipasi dalam usulan awal perencanaan. Dengan persentase 40% responden yang sering terlibat, partisipasi ini juga dapat dikategorikan sebagai "Kurang Tinggi". Ini menandakan bahwa meskipun masyarakat hadir dalam rapat, tidak semua dari mereka aktif berpartisipasi dalam proses yang sangat penting ini. Rendahnya partisipasi pada tahap ini bisa disebabkan oleh kurangnya follow-up dari pihak desa untuk memastikan bahwa setiap suara masyarakat didengar dan diimplementasikan dalam tindakan nyata. Dari data yang ada, terlihat bahwa partisipasi masyarakat dalam kegiatan rapat desa, khususnya dalam konteks perencanaan dan pelaksanaan pembangunan, masih belum Kehadiran fisik masyarakat dalam rapat tidak selalu berbanding lurus dengan tingkat keterlibatan aktif mereka. Oleh karena itu, penting bagi pemerintah desa untuk lebih proaktif dalam melibatkan masyarakat, tidak hanya dalam kehadiran, tetapi juga dalam memberikan ruang yang cukup bagi mereka JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 untuk menyampaikan pendapat, usulan, dan masukan yang konstruktif. Pemerintah strategi-strategi untuk mendorong partisipasi yang lebih tinggi, seperti melakukan sosialisasi yang lebih intensif tentang pentingnya peran masyarakat dalam pembangunan desa, serta memberikan pelatihan atau bimbingan kepada masyarakat agar mereka lebih siap dan percaya diri dalam Selain itu, menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dan terbuka selama rapat berlangsung, di mana setiap pendapat dihargai dan dipertimbangkan, juga dapat meningkatkan keterlibatan masyarakat. Dengan meningkatkan kualitas partisipasi ini, diharapkan pembangunan desa dapat berjalan lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan serta aspirasi warga. Partisipasi masyarakat yang tinggi dan bermakna akan membantu memastikan bahwa pembangunan yang dilakukan benar-benar berakar pada kepentingan warga, sehingga hasilnya pun lebih berkelanjutan dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi seluruh lapisan Memberikan Data Atau Informasi Partisipasi masyarakat dalam kegiatan rapat yang dilaksanakan di Kantor Desa menunjukkan adanya variasi dalam tingkat Dari sejumlah responden yang terlibat, terdapat kelompok masyarakat yang menyatakan diri mereka sangat sering hadir dalam kegiatan rapat tersebut. Selain itu, terdapat pula kelompok yang sering hadir, diikuti oleh mereka yang cukup sering hadir, dan sekelompok kecil yang jarang atau bahkan tidak pernah hadir sama sekali. Dengan mayoritas responden yang menyatakan sering hadir, dapat disimpulkan bahwa partisipasi masyarakat dalam proses perencanaan pembangunan desa menunjukkan tren yang positif. Kehadiran yang konsisten ini mencerminkan kesadaran masyarakat akan pentingnya peran mereka dalam proses pengambilan keputusan yang berdampak langsung pada kehidupan mereka sehari-hari. ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Tingginya partisipasi masyarakat ini menjadi indikator penting bahwa proses pembangunan di desa dilakukan dengan mempertimbangkan masukan dari berbagai lapisan masyarakat. Lebih lanjut, partisipasi yang signifikan ini juga menunjukkan bahwa masyarakat memiliki kepedulian yang tinggi terhadap arah dan kebijakan pembangunan di desa mereka. Dengan seringnya kehadiran dalam rapat, masyarakat berkesempatan untuk memberikan data dan informasi yang diperlukan untuk perencanaan yang lebih tepat sasaran. Mereka juga memiliki ruang untuk menyampaikan pendapat dan usulan, yang kemudian menjadi bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan oleh pihak desa. Tidak hanya dalam usulan perencanaan, masyarakat juga terlibat aktif dalam tahaptahap berikutnya, seperti tindakan rencana program pembangunan yang disetujui. Keterlibatan ini memastikan bahwa programprogram yang dijalankan tidak hanya berdasarkan kebijakan dari atas, tetapi juga mencerminkan kebutuhan dan keinginan Partisipasi ini memberikan kepercayaan diri kepada masyarakat bahwa suara mereka didengar dan diperhitungkan dalam pembangunan desa. Selain itu, tingkat kehadiran yang sering rapat-rapat mengindikasikan adanya rasa memiliki yang kuat terhadap desa. Masyarakat merasa bahwa mereka adalah bagian penting dari desa dan memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi dalam setiap keputusan yang diambil. Hal ini pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif, di mana semua pihak merasa dilibatkan dan hasil dari pembangunan tersebut benar-benar bermanfaat bagi mereka. Kesimpulannya, partisipasi masyarakat dalam berbagai aspek perencanaan dan dikategorikan sebagai cukup tinggi. Kehadiran mereka yang konsisten dalam kegiatan rapat dan keterlibatan aktif dalam memberikan data serta masukan mencerminkan adanya kemauan JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 untuk bersama-sama membangun desa yang lebih baik. Tingkat partisipasi ini tidak hanya demokrasi di tingkat desa, tetapi juga menjadi modal utama bagi terciptanya programprogram pembangunan yang lebih efektif, efisien, dan tepat sasaran. Lebih jauh lagi, tingginya tingkat partisipasi ini juga bisa dilihat sebagai cerminan dari adanya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah desa. Mereka merasa bahwa apa yang mereka sampaikan dalam rapat-rapat tersebut akan ditindaklanjuti dan bahwa pendapat mereka memiliki pengaruh proses pengambilan Kepercayaan ini penting untuk dipertahankan dan ditingkatkan, karena merupakan fondasi bagi kerja sama yang lebih erat antara masyarakat dan pemerintah desa dalam pembangunan di masa depan. Dengan demikian, partisipasi masyarakat yang terlihat dalam rapat-rapat di Kantor Desa bukan hanya sekedar kehadiran fisik, tetapi merupakan wujud dari komitmen bersama untuk membangun desa yang lebih baik dan Partisipasi ini, ketika dikelola dengan baik, akan menjadi kunci sukses bagi berorientasi pada kebutuhan masyarakat, dan pada akhirnya, akan membawa dampak positif yang nyata bagi seluruh lapisan masyarakat Keterlibatan Dalam Proses Pembuatan Keputusan Partisipasi masyarakat dalam kegiatan rapat di Kantor Desa menunjukkan variasi dalam tingkat kehadiran dan keterlibatan proses pengambilan Berdasarkan data yang terkumpul, terlihat bahwa ada sejumlah responden yang menyatakan sangat sering hadir dalam rapat, sementara kelompok lain menyatakan sering atau cukup sering hadir, dan hanya sedikit yang jarang hadir. Dalam konteks keterlibatan masyarakat dalam proses pembuatan keputusan, mayoritas menyatakan sering terlibat. ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Sebanyak 40% dari responden menyatakan bahwa mereka sering hadir dalam rapat yang menunjukkan bahwa ada partisipasi yang cukup aktif dari masyarakat. Namun, dengan masyarakat dalam pembuatan keputusan tetap dapat dikategorikan sebagai "Kurang Tinggi. Hal ini mungkin menunjukkan bahwa meskipun ada keterlibatan, masih ada ruang untuk peningkatan, terutama dalam mendorong partisipasi yang lebih konsisten dan luas. Lebih lanjut, ketika dilihat dari sudut pandang keterlibatan dalam perumusan keputusan yang disetujui, tingkat partisipasi yang sangat sering mencapai 40%, diikuti oleh partisipasi yang sering dengan persentase 33,3%. Meskipun tingkat keterlibatan ini relatif baik, tetap saja dapat dikategorikan "Kurang Tinggi. Hal mengindikasikan bahwa meskipun ada kelompok masyarakat yang sangat aktif terlibat, sebagian besar responden masih berada dalam kategori yang lebih rendah dalam hal kehadiran dan keterlibatan aktif. Kategorisasi "Kurang Tinggi" ini dapat mencerminkan beberapa tantangan dalam memobilisasi partisipasi masyarakat. Meskipun ada individu yang secara konsisten hadir dan terlibat dalam proses pembuatan keputusan, sebagian besar masyarakat mungkin masih kurang termotivasi atau merasa kurang berdaya dalam mempengaruhi hasil keputusan. Kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, seperti kurangnya informasi, keterbatasan waktu, atau persepsi bahwa suara mereka tidak akan membawa perubahan yang signifikan. Untuk meningkatkan partisipasi, perlu ada upaya yang lebih besar dari pihak pemerintah desa dalam memberdayakan masyarakat dan memastikan bahwa proses pengambilan keputusan benar-benar inklusif dan transparan. Ini bisa melibatkan peningkatan akses informasi, penguatan komunikasi antara pemerintah desa dan masyarakat, serta menciptakan lingkungan yang mendorong partisipasi aktif dari semua lapisan masyarakat. JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 Dengan demikian, diharapkan akan terjadi peningkatan dalam partisipasi masyarakat, tidak hanya dalam hal kehadiran fisik, tetapi juga dalam kualitas keterlibatan mereka dalam berpengaruh pada kesejahteraan desa. Kesimpulannya, meskipun ada partisipasi masyarakat dalam proses pembuatan dan perumusan keputusan di Kantor Desa, tingkat keterlibatan ini masih berada dalam kategori "Kurang Tinggi. " Hal ini mengindikasikan perlunya upaya lebih lanjut untuk mendorong partisipasi yang lebih luas dan mendalam, agar masyarakat dapat lebih berperan aktif dalam menentukan arah pembangunan desa mereka. Partisipasi yang lebih tinggi dan berkualitas akan memastikan bahwa keputusan yang diambil benar-benar mewakili kepentingan seluruh masyarakat dan akan membawa dampak yang positif bagi kemajuan desa. Untuk mencari Presentase rata-rata menggunakan rumus sebagai berikut: P = X 100 % Masing-masing mempunyai bobot sebagai berikut: Pilihan A dengan bobot 5 Pilihan B dengan bobot 4 Pilihan C dengan bobot 3 Pilihan D dengan bobot 2 Pilihan E dengan bobot 1 Dari bobot yang telah diberikan maka diperoleh F sebagai berikut: F (A) = 62 x 5 = 310 F (B) = 133 x 4 = 532 F (C) = 58 x 3 = 174 F (D) = 41 x 2 = 82 F (E) = 5 x 1 = 5 F = 1. Dari rekapitulasi tersebut dapat diketahui jumlah dari jawaban responden sebagai A = 62 B = 133 C = 58 D = 41 E=5 ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Rekapitulasi dapat diketahui sebagai N = F (A) F (B) F (C) F (D) F (E) = 62 133 58 41 5 = 299 Berdasarkan dari angka yang telah diperoleh maka dapat dicari presentase ratarata sebagai berikut: P = X 100 % = 36,89 Dari Presentase rata-rata yang diperoleh diatas adalah presentase partisipasi masyarakat dalam pembangunan infrastruktur jalan usaha tani pada aspek pengambilan keputusan di desa lukbayur kecematan tanta. maka dapat disimpulkan bahwa partisipasi pengambilan keputusan berdasarkan evaluasi jumlah ratarata responden dengan presentase 36,89% termasuk dalam kategori "Kurang Tinggi". PEMBAHASAN Berdasarkan observasi awal yang dilakukan oleh peneliti pada tanggal 14 Agustus 2023, masyarakat dalam kegiatan rapat di Desa Lukbayur. Kecamatan Tanta. Kabupaten Tabalong. Penurunan ini khususnya terlihat dari aspek pengambilan keputusan yang diambil dalam rapat tersebut. Setelah peneliti melakukan penelitian lebih lanjut, dapat disimpulkan bahwa partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan di Desa Lukbayur adalah sebagai Pengambilan Keputusan Partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan sangat penting, karena hal ini menjadi tolak ukur keberhasilan sebuah penelitian dan implementasi program pembangunan. Rapat yang diadakan memiliki tujuan untuk kepentingan masyarakat itu sendiri, oleh karena itu, kehadiran dan partisipasi masyarakat dalam proses pengambilan keputusan menjadi sangat krusial. Meskipun rapat tersebut bersifat dari masyarakat dan untuk masyarakat, tingkat partisipasi masyarakat masih rendah. Hal ini dapat dilihat dari minimnya kehadiran JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 masyarakat dalam rapat yang membahas perencanaan pembangunan infrastruktur, seperti pembangunan jalan usaha tani. Tahap Keikutsertaan Masyarakat Dalam tahap ini, keikutsertaan masyarakat diharapkan mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan Pada rapat yang membahas perencanaan pembangunan infrastruktur jalan usaha tani, kehadiran masyarakat seharusnya menjadi momentum penting untuk menyuarakan kebutuhan dan harapan mereka. Namun, kenyataannya, banyak masyarakat lebih memilih untuk menggarap lahan pertanian mereka daripada menghadiri rapat tersebut. Hal ini mencerminkan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya partisipasi dalam proses pengambilan keputusan yang akan berdampak langsung pada kesejahteraan mereka. Tahap Mengemukakan Pendapat atau Saran Setelah keikutsertaan, masyarakat juga diharapkan aktif dalam mengemukakan pendapat atau saran selama rapat. Keterlibatan ini penting agar setiap rencana pembangunan yang disusun benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat. Dalam rapat di Desa Lukbayur, partisipasi masyarakat dalam memberikan saran atau pendapat terpantau cukup baik, meskipun masih ada ruang untuk peningkatan. Misalnya, masyarakat mengemukakan saran mengenai lokasi pembangunan jalan usaha tani yang dianggap lebih prioritas, namun tidak semua masukan tersebut terakomodasi dengan baik. Tahap Memberikan Data atau Informasi Tahap ini adalah momen di mana masyarakat dapat memberikan data atau informasi yang relevan untuk menunjang keakuratan keputusan yang diambil. Misalnya, masyarakat dapat memberikan informasi tentang kondisi terkini jalan usaha tani yang membutuhkan perbaikan, sehingga pembangunan dapat dilaksanakan secara tepat sasaran. Akan tetapi, masih banyak masyarakat yang enggan atau tidak cukup peduli untuk memberikan informasi yang akurat, sehingga keputusan yang diambil terkadang tidak sepenuhnya mencerminkan kebutuhan riil di ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Tahap Keterlibatan dalam Proses Pembuatan Keputusan Keterlibatan masyarakat dalam proses pembuatan keputusan adalah tahap akhir yang menentukan hasil akhir dari rapat yang diadakan. Pada tahap ini, masyarakat tidak hanya mengetahui, tetapi juga berperan dalam keputusan yang diputuskan oleh kepala desa. Sayangnya, di Desa Lukbayur, meskipun pihak pemerintah desa telah menyediakan ruang dan kesempatan bagi masyarakat untuk terlibat, tingkat partisipasi yang rendah masih menjadi kendala. Surat undangan telah disampaikan ke setiap rumah, namun rendahnya kesadaran masyarakat menyebabkan banyaknya saran yang diberikan tidak sesuai dengan kebutuhan mereka sendiri. Berdasarkan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan sangat penting untuk memastikan pembangunan yang direncanakan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Hasil rapat yang didasarkan pada masukan, saran, serta data atau informasi yang diberikan oleh masyarakat akan sangat berpengaruh pada keberhasilan pembangunan di desa tersebut. Temuan ini mendukung penelitian yang dilakukan oleh (Fadjar Judiono, 2. yang menyatakan bahwa partisipasi masyarakat kurang optimal dalam program pelaksanaan pembangunan infrastruktur jalan usaha tani. Namun, hasil ini berbeda dengan penelitian (Latif, 2. yang menemukan bahwa partisipasi masyarakat sudah berjalan dengan baik dalam konteks yang mereka Dengan demikian, penelitian ini menekankan pentingnya upaya yang lebih intensif dalam masyarakat dalam proses pengambilan keputusan. Tanpa keterlibatan aktif dari masyarakat, program pembangunan yang direncanakan berisiko tidak sesuai dengan kebutuhan nyata di lapangan, yang pada akhirnya dapat menghambat kemajuan dan kesejahteraan masyarakat di Desa Lukbayur KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis pada bab terdahulu dapat dikemukakan bahwa Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di kantor desa Lukayur JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 kecamatan tanta kabupaten Tabalong mengenai pembangunan bahwa partisipasi di desa Lukbayur adalah AuKurang TinggiAy SARAN Berdasarkan hasil pembahasan penelitian yang telah diuraikan sebelumnya maka saransaran yang dapat penulis kemukakan berkaitan pembangunan infrastruktur jalan usaha tani dilihat dari aspek pengambilan keputusan dengan indikator kehadiran masyarakat. Masyarakat diharapkan berpartisipasi dalam kegiatan rapat yang diadakan di kantor desa sehingga usulan-usulan atau perencanaan pembangunan yang direncanakan dapat terlaksana dengan baik masyarakat juga diharapkan selalu terdorong untuk mengikuti kegiatan atau perencanaan yang dilaksanakan di kantor desa DAFTAR PUSTAKA