Syntax Admiration: p-ISSN 2722-7782 | e-ISSN 27225356 Vol. No. Oktober 2024 Peran Indonesia dalam Mewujudkan Stabilitas Keamanan Kawasan Regional Asean di Tengah Perebutan Pengaruh Negara-Negara Great Power Jorry S. Koloay. Miknamara1*. Indra2 Institusi Pusjianstra TNI. Indonesia Email: pusjianstralitbang@gmail. Abstrak Perkembangan geopolitik di Asia Tenggara menjadi pusat perhatian kekuatan besar dunia, khususnya Amerika Serikat dan China. ASEAN, melalui forum ADMM dan ADMM-Plus, memainkan peran penting dalam menjaga stabilitas keamanan regional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Indonesia dalam mewujudkan stabilitas keamanan kawasan ASEAN di tengah persaingan kekuatan besar tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan wawancara mendalam, studi kasus, dan analisis data sekunder dari berbagai sumber, termasuk laporan kebijakan dan pernyataan resmi pemerintah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia berperan sebagai mediator diplomatik, penguat kerja sama regional, serta pembela kedaulatan ASEAN. ADMM-Plus juga menghadapi tantangan dalam memperluas keanggotaan, yang membutuhkan pertimbangan geopolitik yang matang. Kesimpulannya. Indonesia memiliki peran krusial dalam menjaga stabilitas kawasan melalui kerja sama multilateral dan upaya penyelesaian konflik di ASEAN. Kata Kunci: Perkembangan lingkungan strategis di Asia Tenggara. Pengaruh Great Power. ASEAN. Dinamika keamanan dan stabilitas regional Abctract Geopolitical developments in Southeast Asia have become the center of attention of major world powers, especially the United States and China. ASEAN, through the ADMM and ADMM-Plus forums, plays an important role in maintaining regional security stability. This study aims to analyze Indonesia's role in realizing security stability in the ASEAN region in the midst of great power competition. The research methods used are qualitative with in-depth interviews, case studies, and secondary data analysis from various sources, including policy reports and official government statements. The results of the study show that Indonesia plays a role as a diplomatic mediator, a reinforcer of regional cooperation, and a defender of ASEAN sovereignty. ADMMPlus also faces challenges in expanding membership, which requires careful geopolitical In conclusion. Indonesia has a crucial role in maintaining regional stability through multilateral cooperation and conflict resolution efforts in ASEAN. Kata Kunci: Development Of The Strategic Environment In Southeast Asia. Influence Of Great Powers. Asean. Security Dynamics. Regional Stability. Syntax Admiration. Vol. No. Oktober 2024 Jorry S. Koloay. Miknamara. Indra Pendahuluan Potensi pecahnya konflik antar negara di kawasan Indo-Pasifik sangat besar karena adanya beberapa ketegangan (Fatoni, 2. , diantaranya: perselisihan klaim wilayah di Laut China Selatan. Taiwan versus China serta persaingan antara India dan China terkait dengan Belt and Road Initiative (BRI) menjadi faktor yang mempengaruhi dinamika keamanan di Indo-Pasifik (Vadhya, 2. (Zulfikar, 2. India menolak BRI karena masalah kedaulatan dan transparansi, sehingga memunculkan ketegangan tambahan dalam kawasan ini. Berbagai isu konflik ini menunjukkan eksistensi China sebagai negara great power di kawasan Indo-Pasifik dengan kekuatan ekonomi yang tumbuh dengan luar biasa dengan kekuatan militer yang kuat menyisakan suatu keprihatinan bagi negara-negara sekitarnya khususnya kawasan ASEAN (Hidayat. Alifah. Rodiansjah, & Asikin, 2. (Mirza. Ismail, & Nantika, 2. Dapat disampaikan, perkembangan lingkungan strategis di kawasan Asia tenggara saat ini sangat sarat dengan berbagai macam isu-isu pertahanan, memaksa negaranegara membentuk kelompok atau kerjasama antar negara untuk menghadapi dan menyelesaikan isu-isu yang ada dengan keterikatan antar negara sehingga menciptakan suatu forum yang mampu melindungi kepentingan setiap negara anggotanya (Ambarwati et al. (Hutama, 2. Hal ini sangat diperlukan, mengingat konfigurasi stabilitas yang diciptakan dalam balance of power, dengan cara pendistribusian kekuatan, sejauh ini yang memastikan berkurangnya resiko konflik bersenjata (Fajrina. Roziqin, & Sihidi, (Tandungan, 2. Hal ini dapat dilakukan dengan melaksanakan kerjasama dan koordinasi terutama di bidang pertahanan (Sudira, 2. Beberapa bentuk kerjasama yang ada saat ini yang melibatkan negara great power antara lain Brazil. Rusia. India. China. Afrika Selatan (BRICS). Australia. Inggris. Amerika Serikat (AUKUS). Australia. India. Jepang. Amerika Serikat (Quad. Sedangkan ASEAN memiliki ASEAN Defence Ministers Meeting (ADMM) dan ADMM-Plus, sebagai kerjasama pertahanan yang sangat penting untuk mengantisipasi kerjasama-kerjasama eksternal tersebut, terutama karena ASEAN berupaya mempertahankan kawasan bebas nuklir dan menjaga stabilitas Kawasan (Arifianto. Penting bagi negara-negara di kawasan untuk bekerja sama dalam mengatasi tantangan ini dan memastikan stabilitas serta keamanan di Asia Tenggara (Yanti, 2. Pada sidang pertemuan para Menhan Negara Anggota ASEAN dan Negara Plus ke-10 (The 10th ASEAN Defence MinistersAo Meeting Plus The 10th ADMM Plu. di Jakarta Convention Center pada hari Kamis 16 November 2023, dibahas adanya keinginan beberapa negara lain yang sudah menyampaikan keinginan untuk bergabung sebagai mitra dialog ASEAN (ADMM-Plu. , 3 dan saat ini telah ikut sebagai mitra adalah Inggris. Prancis. Uni Eropa. Penambahan anggota baru harus menjadi kesepakatan dari anggota lama ADMM-Plus yang telah meyakini adanya suatu keuntungan bersama yang akan semakin menguatkan kedudukan masing-masing negara. Indonesia mendukung penambahan negara-negara tersebut, karena melihat perkembangan geopolitik dunia ini dari waktu ke waktu. Syntax Admiration. Vol. No. Oktober 2024 Peran Indonesia dalam Mewujudkan Stabilitas Keamanan Kawasan Regional Asean di Tengah Perebutan Pengaruh Negara-Negara Great Power Penelitian terdahulu oleh China . Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepentingan nasional Indonesia di kawasan Laut China Selatan antara lain mempertahankan kedaulatan wilayah, hak berdaulat untuk mengeksplorasi dan mengeksploitasi sumber daya alam, serta menjaga stabilitas regional di Laut Natuna Utara. Di bawah pemerintahan Joko Widodo, respons Indonesia dalam menghadapi dinamika yang terjadi di Laut China Selatan dilakukan melalui upaya diplomasi dan penyiagaan kekuatan militer. Rumusan penelitian ini difokuskan pada analisis peran Indonesia dalam menciptakan stabilitas keamanan di kawasan ASEAN, dengan mempertimbangkan dinamika perebutan pengaruh antara negara-negara besar . reat power. seperti Amerika Serikat. Cina, dan Rusia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi strategi diplomasi dan kebijakan luar negeri Indonesia yang berkontribusi terhadap penguatan stabilitas regional, serta untuk mengidentifikasi tantangan yang dihadapi Indonesia dalam menghadapi pengaruh negara-negara besar tersebut. Manfaat penelitian ini adalah memberikan wawasan yang mendalam mengenai posisi Indonesia dalam geopolitik ASEAN, serta menawarkan rekomendasi kebijakan bagi pemerintah Indonesia untuk meningkatkan peran aktifnya dalam menjaga keamanan dan stabilitas kawasan, sehingga dapat memperkuat kerjasama regional dan melindungi kepentingan nasional. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Metode ini melibatkan wawancara mendalam, studi kasus, dan analisis data sekunder seperti laporan, dokumen, dan liputan media untuk mengumpulkan dan menganalisis data teks dari berbagai sumber seperti laporan kebijakan, pernyataan resmi pemerintah, dan analisis akademis untuk memahami dinamika konflik dan ketegangan di kawasan Indo-Pasifik. Untuk mengkaji topik ini, ada beberapa pendekatan penelitian yang dapat digunakan berdasarkan teoriteori ahli: Teori Keamanan Internasional (International Security Theor. : Memeriksa dinamika keamanan di Indo-Pasifik dari sudut pandang teori keamanan internasional, khususnya dalam konteks persaingan kekuatan besar seperti yang terjadi antara Amerika Serikat dan China. Fokus pada analisis peran militer, ekonomi, dan kebijakan luar negeri dalam mempengaruhi dinamika keamanan regional. Teori Geopolitik (Geopolitical Theor. Menggunakan teori geopolitik untuk menganalisis posisi strategis China sebagai negara great power di kawasan Indo-Pasifik, serta dampaknya terhadap kestabilan dan keamanan ASEAN. Memeriksa persaingan klaim wilayah di Laut China Selatan dan dampaknya terhadap dinamika keamanan Teori Balance of Power. Memeriksa konsep balance of power dalam konteks kerjasama pertahanan dan keamanan di Asia Tenggara, termasuk dalam pembentukan kelompok atau aliansi seperti BRICS. AUKUS, dan Quads. Analisis terhadap distribusi kekuatan antara negara-negara besar dan kecil dalam memitigasi konflik bersenjata di Teori Kemitraan Strategis (Strategic Partnership Theor. Menganalisis peran Syntax Admiration. Vol. No. Oktober 2024 Jorry S. Koloay. Miknamara. Indra ADMM dan ADMM-Plus sebagai bentuk kemitraan strategis dalam menjaga stabilitas dan keamanan di Asia Tenggara. Fokus pada kerjasama pertahanan multilateral untuk mengatasi tantangan eksternal dan menjaga kepentingan bersama di kawasan. Pendekatan-pendekatan ini akan membantu dalam memahami kompleksitas dan dinamika geopolitik serta keamanan di kawasan Indo-Pasifik, serta pentingnya kerjasama internasional dalam mengatasi tantangan keamanan dan mempertahankan stabilitas Pengumpulan data adalah langkah krusial dalam proses penelitian yang bertujuan untuk memperoleh informasi yang diperlukan untuk menjawab pertanyaan penelitian dengan menggunakan berbagai teknik dan metode yang dirancang untuk memastikan akurasi dan keandalan data: Menyatakan bahwa pengumpulan data merupakan proses atau metode yang sistematis untuk mendapatkan data yang diperlukan dalam suatu penelitian. Hal ini melibatkan berbagai teknik seperti wawancara, observasi, dan kuesioner untuk memperoleh informasi yang valid dan reliabel. Hasil dan Pembahasan ADMM ditempatkan pada persimpangan untuk menentukan posisi dan sikap Negara Anggota ASEAN terhadap wacana perluasan keanggotaan ADMM-Plus. Peluang ASEAN untuk memperluas ADMM-Plus merupakan hal yang sangat mungkin terjadi dan dilaksanakan sebagaimana ketentuan yang telah diatur dalam Concept Paper on the ADMMAos External Engagement, yang membuka kesempatan bagi mitra dialog ASEAN untuk terlibat. Namun demikian, perlu dicatat bahwa dalam memutuskan tentu memerlukan pertimbangan yang komprehensif dan penuh kehatihatian, dengan menekankan pada keuntungan prospektif bagi ASEAN, dan dinamika geopolitik serta timming yang tepat (Laksmi. Mangku, & Yuliartini, 2. Keputusan terkait engagement ASEAN dengan Plus dan Non-Plus Countries harus berdasarkan konsensus seperti yang tercantum dalam ASEAN Charter. Dinamika Keamanan Kawasan Indo-Pasifik telah mengangkat minat External Partners untuk menjalin kerjasama di bidang pertahanan dengan ASEAN dan menjadikan upaya untuk mempertahankan sentralitas dan keutuhan ASEAN semakin kian menantang. Adanya Wacana perluasan keanggotaan ADMM-Plus dan Wacana perlu tidaknya ADMM engage dengan minilateral groupings di Kawasan Indo-Pasifik menjadi isu faktual yang terus bergulir untuk ASEAN yang lebih inklusif, sehingga ini menjadi tantangan ASEAN dalam membangunan CBM dengan keberagaman latar belakang negara anggota ASEAN. Saat ini ADMM-Plus telah berkomitmen untuk memperkuat hubungan dengan delapan "Negara Plus" (Australia. Tiongkok. India. Selandia Baru. Jepang. Rusia. Republik Korea, dan Amerika Serika. , untuk berbagi pengalaman, keahlian, dan pengetahuan sebagai upaya pembangunan kapasitas dalam tujuh bidang kerjasama EWG (Expert Working Group. ADMM-Plus telah menjadi platform yang efektif untuk kerja sama praktis di antara instansi pertahanan negara-negara peserta. ADMM-Plus saat ini berfokus pada tujuh bidang kerjasama praktis yaitu. Keamanan Maritim (Maritime Security/MS). Syntax Admiration. Vol. No. Oktober 2024 Peran Indonesia dalam Mewujudkan Stabilitas Keamanan Kawasan Regional Asean di Tengah Perebutan Pengaruh Negara-Negara Great Power Kontra-Terorisme (Counter Terrorism/CT). Bantuan Kemanusiaan dan Penanggulangan Bencana (Humanitarian Assistance and Disaster Relieve/HADR). Operasi Pemeliharaan Perdamaian (Peace Keeping Operation/PKO). Kedokteran Militer (Military Medicine/MM). Aksi Ranjau Kemanusiaan (Humanitarian Mine Action/HMA) dan Keamanan Siber (Cyber Security/CS). Ay Beberapa point penting yang dibahas adalah orientasi masa depan, perluasan keanggotaan ADMM-Plus, kerjasama multilateral, dan peningkatan kerjasama. Dalam pertemuan the 10 th ADMM-Plus ini menghasilkan sebuah pernyataan bersama berjudul: Joint Statement by the ASEAN Defence Ministers on the ADMMAoS Accomplishments in the Implementation of the ASEAN PoliticalSecurity Community Blueprint 2025. APSC Blueprint 2025 atau Cetak Biru ASEAN Political-Security Community 2025 adalah sebuah rencana yang dibuat oleh ASEAN untuk membangun dan memperkuat komunitas ASEAN. Rencana ini dibuat berdasarkan pencapaian yang telah dibuat dalam implementasi APSC Blueprint 2009-2015. Tujuan dari APSC Blueprint 2025 adalah untuk memastikan bahwa masyarakat dan negara-negara anggota ASEAN hidup dalam damai satu sama lain dan dengan dunia secara keseluruhan dalam lingkungan yang adil, demokratis, dan Rencana ini juga bertujuan untuk memanfaatkan proses integrasi dan pembangunan komunitas ASEAN. Rencana ini mencakup berbagai elemen seperti komunitas yang berorientasi pada aturan, orang-orang, dan berpusat pada orang-orang, wilayah yang damai, aman, dan stabil, sentralitas ASEAN dalam wilayah yang dinamis dan berorientasi ke luar, serta peningkatan kapasitas dan kehadiran institusional ASEAN. Berdasarkan APSC Blueprint 2025 tersebut, pembangunan ADMM pasca-2025 diarahkan berorientasi ke depan, komprehensif dan visioner, namun dengan tetap menjunjung tinggi prinsip keutuhan dan sentralitas ASEAN. Perluasan keanggotaan ADMM-Plus oleh karenanya perlu melalui pertimbangan yang komprehensif dan penuh kehati-hatian, dilihat dari aspek manfaat yang dapat diperoleh ASEAN, dinamika geopolitik di kawasan serta pertimbangan waktu yang tepat. Kontribusi ADMM dalam mempromosikan dialog strategis dan kerjasama praktis, menangani isu lintas sektoral seperti bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana, keamanan maritim dan penanggulangan terorisme, merespons ancaman dan tantangan keamanan yang muncul, dan menerapkan Outlook ASEAN tentang IndoPasifik (AOIP). Pertemuan ini menegaskan pentingnya ADMM dan ADMM-Plus sebagai platform utama yang terbuka dan inklusif bagi ASEAN dan mitra Plus-nya untuk membahas isu-isu keamanan regional yang mendesak dan mengembangkan solusi praktis untuk mengatasi tantangan bersama. Searah dengan itu. Kontribusi ADMM dalam mempromosikan dialog strategis dan kerjasama praktis telah diperkuat dengan terlaksananya. Track II Network of ASEAN Defence and Security Institutions (NADI) 17th Annual Meeting di Kota Vang Vieng. Laos pada 29 April s. 2 Mei 2024, dimana telah diskusikan topik peningkatan kerjasama ASEAN untuk Perdamaian. Keamanan dan Ketahanan Regional meninjau efektivitas domain-domain kerjasama di dalam ADMM, dengan mempertimbangkan kolaborasi Syntax Admiration. Vol. No. Oktober 2024 Jorry S. Koloay. Miknamara. Indra lintas pilar ASEAN dalam beradaptasi dengan kerjasama di masa depan melalui adanya Expert Working Group (EWG). Selain itu juga didiskusikan topik peluang dan tantangan perluasan keanggotaan ADMMPlus. Para delegasi sepakat bahwa ADMM secara internal harus membuat arah strategis yang memuat manfaat prospektif, dinamika geopolitik dan waktu yang tepat dalam menentukan sejauh mana perluasan keanggotan ini dapat diterima dan dilaksanakan di ADMM-Plus. Peran aktif Indonesia pada Kerjasama diantara anggota ADMM dalam mewujudkan stabilitas keamanan kawasan regional ASEAN di tengah perebutan pengaruh Negara-negara Great Power Kondisi saat ini Indonesia terus mendorong implementasi kesepakatan dalam Pilar Politik Keamanan ASEAN untuk mewujudkan masyarakat ASEAN yang berbasis aturan, berorientasi pada rakyat, dan berpusat pada rakyat. Indonesia aktif berpartisipasi dalam latihan militer dan bantuan kemanusiaan ADMM-Plus, serta peran perempuan, perdamaian, dan keamanan. Secara konkrit beberapa peran aktif TNI dan Kementerian Pertahanan RI terlibat dalam kesepakatan ADMM-Plus yang berfokus pada tujuh bidang kerja sama praktis Kegiatan menonjol yang menunjukan peran aktif Indonesia dalam hal ini TNI Angkatan Laut (TNI AL) pada kerjasama praktis tersebut salah satunya adalah dalam bidang Keamanan Maritim (Maritime Security/MS), di mana sebagai Negara Kepulauan Indonesia terus bisa memberikan jaminan keamanan pelayaran bagi para pengguna transpotasi di laut bersama dengan Angkatan Laut Singapura dan Angkatan Laut Malaysia, terutama melaksanakan patroli keamanan laut terkoordinasi bersama di Selat Malaka. Bersama Filipina. TNI AL juga telah melaksanakan kegiatan patroli keamanan laut terkoordinasi bersama. Lebih jauh lagi Indonesia dalam hal ini TNI AL dan TNI AU terus meningkatkan kehadirannya untuk mengawasi keamanan maritim di ALKI I s/d ALKI i. Bidang lainnya yang menonjol adalah dalam bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana. Sebagaimana kita ketahui bersama. Indonesia adalah satu negara yang paling besar terdampak bencana alam di kawasan ASEAN. Kondisi ini menuntut Indonesia untuk bisa lebih berperan sebagai ujung tombak koordinasi bantuan dari Negara-negara sahabat dalam penanganan bencana yang seringkali terjadi di Indonesia. Kerjasama dalam penanganan bencana, khususnya yang terjadi Indonesia merupakan tindakan yang nyata sebagai penjabaran dari kerjasama praktis ADMM-Plus. Selanjutnya dalam menjaga stabilitas keamanan kawasan, perlu menjadi bahan pertimbangan lain, adalah sejauh ini Indonesia telah melibatkan kerjasama dengan negara-negara lain dalam bidang pertahanan. Ini dapat diwujudkan melalui program pertukaran budaya, operasi latihan, pertukaran perwira, kunjungan studi, bantuan logistik pada masa krisis, serta pasokan peralatan dan bahan militer. Indonesia memainkan peran aktif dalam pembentukan ASEAN Outlook on Indo Pasific (AOIP), yang bertujuan untuk meminimalisir potensi konflik bersenjata di antara negara-negara ASEAN. Syntax Admiration. Vol. No. Oktober 2024 Peran Indonesia dalam Mewujudkan Stabilitas Keamanan Kawasan Regional Asean di Tengah Perebutan Pengaruh Negara-Negara Great Power Dalam konteks Indo-Pasifik. Indonesia berusaha menjaga stabilitas keamanan regional melalui diplomasi pertahanan. Diplomasi pertahanan Indonesia juga mencakup kedekatan hubungan ekonomi dengan China dan hubungan keamanan dengan Amerika Serikat. Dengan menggabungkan prinsip-prinsip ini. Indonesia berusaha memperkuat posisinya dalam kawasan Indo-Pasifik dan memastikan keamanan serta stabilitas di lingkungan strategis global. Mengacu pada uraian alinea-alinea diatas, terkait dengan peran Indonesia ini, dapat dianalisa perlu adanya penekanan tentang pentingnya ADMM sebagai platform yang inklusif, namun tidak mendedikasikan secara eksklusif pada kepentingan great Hal ini dimaksudkan untuk mempertahankan sentralitas ASEAN sehingga tidak terombang-ambing dalam kepentignya great power. Dalam hal ini Indonesia memiliki peran yang signifikan dalam ADMM-Plus. Peran Indonesia berkomitmen untuk mempromosikan dialog dan kerjasama dalam bidang pertahanan dan keamanan merupakan sebuah tindakan aksi nyata dalam menghadapi perubahan lingkungan strategis yang cepat dan sangat sulit untuk diprediksi, sehingga Indonesia menganggap perlu ada pendekatan yang adaptif dan fleksibel untuk mengatasi tantangan keamanan di kawasan Asia Tenggara secara efektif. Hal ini sesuai dengan Regional Security Complex Theory (RSCT) di mana tingkat keamanan menjadi prioritas yang mendesak dan memicu respons kolektif dari negara-negara dalam wilayah tersebut, sehingga perlunya mewujudkan ASEAN yang lebih inklusif. Maka hal ini bertujuan mencapai stabilitas kawasan dan memelihara perdamaian. Selanjutnya yang menjadi tolak ukur adalah meningkatnya minat External Partners menjadi tantangan bagi ASEAN dalam membangunan CBM dengan keberagaman latar belakang negara anggota ASEAN. Penambahan keanggotaan dalam ADMM-Plus membawa tantangan tersendiri bagi ASEAN dalam konteks pertahanan dan keamanan kawasan dihadapkan keterpengaruhan Great Power, yaitu: Koordinasi Strategis yang Lebih Rumit. Dengan semakin banyaknya anggota, koordinasi strategis antara negara-negara anggota menjadi lebih rumit. Perbedaan dalam kebijakan pertahanan, ancaman yang dihadapi, dan prioritas nasional dapat menghambat upaya untuk mencapai kesepakatan dalam isu-isu strategis. Dalam forum yang memperluas anggotanya, proses pengambilan keputusan bisa menjadi lebih lambat dan Perselisihan antara anggota atau keengganan untuk mengambil tindakan dapat menghambat kemajuan dalam mencapai kesepakatan dan melaksanakan kebijakan Kesetiaan terhadap Prinsip Konsensus ASEAN. ASEAN dikenal dengan prinsip konsensus dalam pengambilan keputusan, yang mengharuskan semua anggota mencapai kesepakatan sebelum tindakan diambil. Penambahan anggota dalam ADMM-Plus bisa memperpanjang waktu dan membuat proses pengambilan keputusan menjadi lebih sulit karena mungkin diperlukan waktu lebih lama untuk mencapai kesepakatan di antara anggota yang lebih banyak. Selain itu akan ada Perbedaan Kebijakan dan Pendekatan, yaitu: Anggota baru mungkin memiliki perbedaan dalam kebijakan dan pendekatan terhadap isu-isu keamanan regional ASEAN yang mencakup perbedaan dalam pandangan Syntax Admiration. Vol. No. Oktober 2024 Jorry S. Koloay. Miknamara. Indra tentang konflik tertentu, hubungan luar negeri, atau bahkan perbedaan ideologi politik. Menyatukan pandanganpandangan ini dalam forum seperti ADMM-Plus bisa menjadi Kepentingan Eksternal yang Mempengaruhi Dinamika Internal. Penambahan anggota mungkin membawa kepentingan eksternal yang lebih kompleks dan beragam, terutama dari kekuatan besar di luar kawasan. Hal ini dapat mempengaruhi dinamika internal ASEAN dan ADMMPlus, serta menciptakan tekanan tambahan dalam menjaga kemandirian dan integritas kawasan. Dengan penambahan anggota yang mungkin memiliki hubungan yang lebih dekat dengan kekuatan eksternal seperti Amerika Serikat. China, atau Rusia. ASEAN mungkin harus menghadapi tekanan tambahan untuk mengakomodasi kepentingan-kepentingan eksternal ini. Hal ini dapat mempengaruhi dinamika internal ASEAN dan kemampuannya untuk menjaga kedaulatan dan kepentingan kawasan. Mengidentifikasi potensi pecahnya konflik di kawasan Indo-Pasifik yang dipicu oleh perselisihan klaim wilayah di Laut China Selatan, konflik Taiwan-China, dan persaingan terkait Belt and Road Initiative (BRI) antara India dan China. Faktor-faktor ini signifikan dalam mempengaruhi dinamika keamanan regional yang ditandai oleh pertumbuhan ekonomi yang cepat dan kekuatan militer yang kuat, terutama terhadap negara-negara ASEAN yang berdekatan. Dengan menilai perkembangan lingkungan strategis di Asia Tenggara yang dipenuhi dengan isu-isu pertahanan, mendorong negaranegara untuk membentuk kerjasama dan kelompok untuk menghadapi tantangan Hal ini penting bagaimana peran Indonesia untuk menjaga stabilitas dan mengurangi risiko konflik bersenjata melalui pendistribusian kekuatan dan kerjasama di bidang pertahanan. Kondisi kawasan ini membutuhkan Peran Indonesia dalam menjawab perluasan anggota ADMM-Plus dihadapkan dengan mewujudkan stabilitas keamanan kawasan regional ASEAN di tengah perebutan pengaruh negara-negara great power, yaitu sebagai berikut: Mediator dan Fasilitator Diplomatik. Sebagai negara dengan posisi geografis yang strategis di kawasan Asia Tenggara. Indonesia memiliki potensi besar untuk memainkan peran penting dalam mempromosikan stabilitas keamanan kawasan. Dengan demikian. Indonesia dapat menjadi pemain kunci dalam upaya mencegah konflik dan membangun kerjasama dalam ADMM-Plus. Indonesia dapat memainkan peran penting sebagai mediator dan fasilitator diplomasi dalam ADMM-Plus. Dengan kebijakan luar negeri yang berfokus pada diplomasi aktif dan prinsip non-blok. Indonesia memiliki reputasi sebagai negara yang dapat diandalkan dalam memfasilitasi dialog antara negara-negara ASEAN dan great power lainnya. Penguat Kerjasama Regional. Indonesia dapat memperkuat kerjasama regional dalam hal keamanan dan pertahanan (Rosy, 2. Dengan memiliki kekuatan militer yang signifikan dan sumber daya alam yang melimpah. Indonesia dapat berperan dalam memfasilitasi kerjasama militer antara negara-negara ASEAN dan mitra ADMMPlus untuk meningkatkan kapasitas pertahanan dan penanggulangan ancaman bersama. Syntax Admiration. Vol. No. Oktober 2024 Peran Indonesia dalam Mewujudkan Stabilitas Keamanan Kawasan Regional Asean di Tengah Perebutan Pengaruh Negara-Negara Great Power Pembela Kedaulatan ASEAN. Indonesia dapat menjadi pembela kedaulatan dan kepentingan ASEAN dalam menghadapi tekanan eksternal dari negara-negara great power, dengan cara: . Memperjuangkan prinsip-prinsip non-intervensi . enegaskan bahwa anggota ASEAN tidak akan ikut campur dalam urusan dalam negeri negara anggota lainny. dan non-alam . enegaskan bahwa anggota ASEAN akan menyelesaikan konflik tanpa menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasa. sebagaimana yang tercantum dalam Piagam ASEAN. Indonesia dapat memastikan bahwa kepentingan ASEAN dihormati dan dilindungi dalam ADMM-Plus. Dalam konteks ADMM-Plus (ASEAN Defence Ministers' Meeting Plu. , yang melibatkan anggota ASEAN dan delapan negara mitra dialog (Australia. China. India. Jepang. Korea Selatan. New Zealand. Rusia, dan Amerika Serika. Indonesia berperan dalam memastikan bahwa kepentingan ASEAN dihormati dan Ini berarti bahwa Indonesia bekerja untuk memastikan bahwa kepentingan bersama ASEAN dijaga dan diutamakan dalam konteks kerjasama pertahanan regional yang lebih luas yang melibatkan negara-negara di luar ASEAN. Kolaborator dalam Upaya Penyelesaian Konflik. Indonesia dapat berperan sebagai kolaborator dalam upaya penyelesaian konflik di Kawasan (Pangestu. Hikmawan, & Fathun, 2. Dengan pengalaman dalam mediasi konflik di Timor Leste. Aceh, dan Papua. Indonesia memiliki kredibilitas untuk terlibat dalam upaya penyelesaian konflik di negara-negara anggota ADMM-Plus yang mengalami ketegangan atau konflik internal. Indonesia telah menunjukkan komitmennya terhadap diplomasi multilateral, terutama melalui partisipasinya dalam forum-forum seperti PBB dan ASEAN. Melalui partisipasinya dalam ADMM-Plus. Indonesia dapat memperkuat peran diplomatisnya dalam memfasilitasi dialog dan kerjasama antara negara-negara anggota. Kesimpulan Kesimpulan dari analisis yang telah dilakukan adalah bahwa ADMM berada pada titik penting untuk menentukan sikap ASEAN terhadap perluasan keanggotaan ADMMPlus. Meskipun terdapat peluang yang besar untuk memperluas keanggotaan, keputusan tersebut harus dipertimbangkan secara komprehensif dengan memperhatikan manfaat bagi ASEAN, dinamika geopolitik regional, dan waktu yang tepat untuk melakukan ekspansi ini. ADMM-Plus telah terbukti sebagai platform efektif untuk kerja sama praktis dalam bidang-bidang strategis seperti keamanan maritim, kontra-terorisme, dan bantuan kemanusiaan, tetapi juga menghadapi tantangan koordinasi strategis yang rumit dengan semakin banyaknya anggota. Peran aktif Indonesia dalam ADMM-Plus menunjukkan komitmen dalam mempromosikan stabilitas dan keamanan regional, serta menjaga kedaulatan ASEAN di tengah persaingan pengaruh negara-negara great power. Indonesia berfungsi sebagai mediator diplomatis, penguat kerjasama regional, pembela kedaulatan ASEAN, dan kolaborator dalam upaya penyelesaian konflik. Melalui peran ini. Indonesia berkontribusi pada upaya menjaga stabilitas kawasan Indo-Pasifik dan memastikan bahwa kepentingan bersama ASEAN dijaga dalam dinamika keamanan regional yang kompleks. Syntax Admiration. Vol. No. Oktober 2024 Jorry S. Koloay. Miknamara. Indra BIBLIOGRAFI Ambarwati. Auliah. Putra. Adi Prahmana. Aryadi. Ahmad Wadil. Nabila. Nabila. Ramli. Nurriskayanti. Najwa. Arzety, & Sutriani. Sutriani. Pesona Kekayaan Alam: Sumber Konflik di Kawasan Laut China Selatan. Jurnal Litigasi Amsir, 10. , 240Ae Arifianto. Adityo. Politik Indonesia Dalam Konflik Laut Cina Selatan Blok Natuna. Prosiding Konferensi Nasional Ke-7 Asosiasi Program Pascasarjana Perguruan Tinggi Muhammadiyah AoAisyiyah (ApTMA). China. Respons Indonesia Terhadap Sengketa Laut. IndonesiaAos Responses toward the South China Sea Dispute During Joko WidodoAos Admininstration. Politica, 12. Fajrina. Amaliana Nur. Roziqin. Ali, & Sihidi. Iradhad Taqwa. Studi Geopolitik Laut China Selatan: Data Dan Analisis Media Sosial (Geopolitical Studies Of The South China Sea: Data And Analysis Of Social Medi. SAMBUTAN REDAKSI, 43, Fatoni. Muhamad afi. Masalah Kemanusiaan hingga Lingkungan Hidup: Studi Kasus Konflik Nagorno-Karabakh (Azerbaijan Vs Armeni. Journal Of International Relations, 5. , 235Ae267. https://doi. org/10. 22437/up. Hidayat. Agus Rohmat. Alifah. Nur. Rodiansjah. Agis Ahmad, & Asikin. Muhammad Zaenal. Sengketa Laut Cina Selatan: Analisis Realis terhadap Perebutan Kekuasaan. Respon Regional, dan Implikasi Geopolitik. Jurnal Syntax Admiration, 5. , 568Ae578. Hutama. Muhammad Danang Prawira. Intervensi Negara Ketiga dan Peran Indonesia Bersama ASEAN pada Penyelesaian Isu Laut Cina Selatan (LCS). Dinamika Global: Jurnal Ilmu Hubungan Internasional, 4. , 329Ae346. Laksmi. Luh Gde Citra Sundari. Mangku. Dewa Gede Sudika, & Yuliartini. Ni Putu Rai. Peran Indonesia dalam Penyelesaian Sengketa Internasional di Laut Cina Selatan. Jurnal Komunitas Yustisia, 5. , 225Ae242. Mirza. Siti Mashawa Nanda. Ismail. Khodijah, & Nantika. Adita Dwi. Penyelesaian Masalah Perairan Indonesia Dengan Laut Cina Selatan Dengan Cara Negosiasi. Pangestu. Langgeng Gilang. Hikmawan. Rizky, & Fathun. Laode Muhamad. Strategi Indonesia Mewujudkan ASEAN Outlook on Indo-Pacific (AOIP) Untuk Menciptakan Stabilitas di Kawasan Indo-Pasifik. Proyeksi: Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 26. , 1Ae22. Rosy. Afifah Fidina. Kerjasama Internasional Indonesia: Memperkuat Keamanan Nasional di Bidang Keamanan Siber: IndonesiaAos International Cooperation: Strengthening National Security in the Field of Cyber Security. Journal of Government Science (GovSc. : Jurnal Ilmu Pemerintahan, 1. , 118Ae129. Sudira. Nyoman. Konflik Laut Cina Selatan dan Politik Luar Negeri Indonesia ke Amerika dan Eropa. Jurnal Ilmiah Hubungan Internasional, 10. Tandungan. Edmondus Sadesto. Sengketa Laut Cina Selatan Dalam Perspektifhukum Internasional. Paulus Law Journal, 1. , 88Ae98. Vadhya. Ginna. Kebijakan Luar Negeri Tiongkok Dalam Dinamika Konflik Laut China Selatan. Universitas Komputer Indonesia. Yanti. Melda Erna. Keabsahan Tentang Penetapan Sembilan Garis Putus-Putus Laut Cina Selatan Oleh Republik Rakyat Cina Menurut United Convention On The Syntax Admiration. Vol. No. Oktober 2024 Peran Indonesia dalam Mewujudkan Stabilitas Keamanan Kawasan Regional Asean di Tengah Perebutan Pengaruh Negara-Negara Great Power Law Of The Sea 1982 (Unclos . UAJY. Zulfikar. Achmad. Efektivitas Peran ASEAN dalam Mengatasi Masalah Human Security di Kawasan Asia Tenggara. Copyright holder: Jorry S. Koloay. Miknamara. Indra . First publication right: Syntax Admiration This article is licensed under: Syntax Admiration. Vol. No. Oktober 2024