Konsep Pendidikan Karakter dalam Hadits Nabi di MA Sejahtera Nadiah1. Nur Azizah2. Muhammad Rizki Haykal3 Universitas Islam Jakarta1, 2, 3 Email: nadiahdiyaa@gmail. nurazizah242292@gmail. rizkihaykal99@gmail. P-ISSN : 2745-7796 E-ISSN : 2809-7459 Abstrak. Pendidikan karakter adalah proses pembelajaran yang bertujuan untuk membentuk dan mengembangkan nilai-nilai moral, etika, dan kepribadian seseorang. Pendidikan ini berfokus pada pembentukan sikap, kebiasaan, dan perilaku positif yang mencerminkan nilainilai luhur, seperti kejujuran, tanggung jawab, toleransi, disiplin, dan kepedulian sosial. Hadits Nabi adalah segala ucapan, perbuatan, persetujuan . , dan sifat yang dinisbatkan kepada Nabi Muhammad SAW. Hadits berfungsi sebagai pedoman hidup umat Islam setelah Al-Qur'an, karena hadits menjelaskan, menafsirkan, dan melengkapi ajaran-ajaran yang terkandung dalam Al-Qur'an. Dalam kajian ilmu Islam, hadits dibagi menjadi beberapa kategori berdasarkan keaslian . hahih, hasan, dha'i. dan jalur periwayatannya. MA Sejahtera yang terletak di Jalan Dahlia Tulungrejo Pare berdiri 31 Januari 2006. Merupakan lembaga pendidikan swasta di bawah naungan Departemen Agama Kabupaten Kediri. Saat ini masih memiliki 4 ruang. Tiga ruang untuk kegiatan belajar mengajar dan 1 ruang untuk kantor sekaligus ruang kepala maadrasah. Jumlah tenaga guru saat ini sebanyak 20 orang. Rata-rata berijazah Strata Satu (S-. bahkan ada yang sudah berijazah Pasca Sarjana (S-. Sebagai MA termuda di Depag Kab Kediri tentu masih banyak kekurangan. Baik menyangkut operasional maupun fasilitas lain. Namun hal itu tidak meruntuhkan semangat untuk tetap eksis dalam menjalankan fungsinya ikut mencerdaskan kehidupan bangsa. Kita untuk menjadikan madrasah ini menjadi salah satu madrasah masa depan yang unggul dan mampu menelorkan lulusan yang berkualitas terutama penguasaan bahasa asing. Kita berharap lulusan MA Sejahtera mampu menguasai bahasa asing. Baik bahsa Arab, bahasa Inggris maupun bahasa Mandarin. Kata Kunci: Pendidikan Karakter. Hadits Nabi SAW. MA Sejahtera http://jurnal. id/index. php/aujpsi DOI : https://doi. org/10. PENDAHULUAN Rasul adalah manusia yang sempurna kemanusiaannya pada kejadiannya saat lahir, usia anak-anak, usia muda, usia dewasa dan usia matang . -50 tahu. , juga saat hidup dan matinya. Beliau adalah manusia pilihan Allah di antara seluruh manusia yang ada, di mana akalnya dan kecerdasan dan . , kesempurnaan budi pekerti . dengan perilaku yang konsisten, istiqAmah, dan Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 1, pp. 252-256, 2025 | 252 Konsep Pendidikan Karakter dalam Hadits Nabi di MA Sejahtera Nadiah. Nur Azizah. Muhammad Rizki Haykal bersifat amanah . rang yang dapat dipecay. , di samping itu beliau juga dibebani dengan titah menyampaikan risalah Allah SAW, mengamalkannya, mendakwahkannya, dan mendidik individuindividu menurut risalahNya. Selanjutnya seluruh umat Islam, tanpa terkecuali, telah sepakat bahwa hadis merupakan salah satu sumber ajaran Islam. menempati kedudukannya yang sangat penting setelah Al-QurAoan. Kewajiban mengikuti hadis bagi umat Islam sama wajibnya dengan mengikuti Al-QurAoan. Hal ini karena hadis merupakan mubayyin terhadap Al-QurAoan. (Ikhwan, 2. Pendidikan karakter merupakan aspek penting dalam pembentukan kepribadian manusia yang berkualitas. Dalam konteks Islam, pendidikan karakter tidak hanya mencakup nilai-nilai moral dan etika, tetapi juga membentuk individu yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia. Hal ini sejalan dengan tujuan utama pendidikan dalam Islam, yaitu menciptakan manusia yang mampu menjalankan perannya sebagai hamba Allah dan khalifah di muka bumi. Dalam hal ini, hadis-hadis Nabi Muhammad SAW menjadi pedoman utama dalam mengajarkan nilai-nilai karakter yang luhur. Sebagai bagian dari tradisi Islam, pendidikan karakter telah lama menjadi inti dari ajaran Nabi Muhammad SAW. Hadits Nabi, sebagai salah satu sumber hukum Islam, memuat berbagai konsep dan nilai yang relevan untuk pembentukan karakter manusia. Beliau sangat menekankan prinsip-prinsip seperti kejujuran, kasih sayang, disiplin, tanggung jawab, dan saling menghormati dalam ajarannya. Oleh karena itu, menjadikan hadits Nabi sebagai landasan dalam pendidikan karakter merupakan upaya yang relevan untuk mengatasi tantangan moral di era modern. Namun, pendidikan karakter yang didasarkan pada hadits Nabi tidak selalu berjalan lancar. Salah satu hambatan utama adalah kurangnya pemahaman mendalam tentang arti dan konteks hadits oleh guru dan Meskipun demikian, memasukkan nilai-nilai ini ke dalam kurikulum sekolah dapat menjadi cara yang efektif untuk menghasilkan generasi yang memiliki karakter yang kuat. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep pendidikan karakter dalam hadits Nabi serta bagaimana penerapannya di MA Sejahtera. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam memperkaya wawasan tentang pendidikan karakter yang berlandaskan nilai-nilai Islam, sekaligus memberikan rekomendasi praktis bagi lembaga pendidikan untuk memperkuat implementasi pendidikan karakter. METODE Penelitian ini menggunakan teknik pendekatan kualitatif, dengan metode data seperti memahami secara utuh konsep pendidikan karakter dalam hadits Nabi di MA Sejahtera, maka dari ini saya menggunakan pendekatan Penelitian menyelidiki informasi yang ada di sekolah MA Sejahtera yang berkaitan dengan penelitian judul kelompok kami. Informasi yang dikumpulkan memberikan gambaran menyeluruh tentang bagaimana konsep pendidikan karakter dalam hadits Nabi di MA Sejahtera. Dalam penelitian tentang konsep pendidikan karakter dalam hadits Nabi di MA Sejahtera teknik pengumpulan data yang sesuai dengan pendekatan yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi untuk mengamati dan menggali langsung terkait konsep pendidikan karakter dalam hadits Nabi di MA Sejahtera. Berikut teknik-teknik analisis data yang peneliti gunakan : Pengumpulan Data Peneliti mengumpulkan data dari lokasi penelitian melalui observasi, wawancara dan dokumentasi, di MA Sejahtera. Untuk Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 1, pp. 252-256, 2025 | 253 Konsep Pendidikan Karakter dalam Hadits Nabi di MA Sejahtera Nadiah. Nur Azizah. Muhammad Rizki Haykal mengamati tentang konsep pendidikan karakter dalam hadits Nabi di MA Sejahtera. Pengamatan ini membutuhkan data yang relevan dan valid. Reduksi Data Reduksi data dalam penelitian, termasuk pada penelitian dengan judul Konsep Pendidikan Karakter dalam Hadits Nabi di MA Sejahtera, bertujuan untuk menyaring data penting sesuai fokus penelitian. Reduksi ini melibatkan langkah-langkah seperti identifikasi, seleksi, dan penyederhanaan data agar relevan dengan tujuan penelitian. Penyajian Data Penyajian data adalah sekumpulan informasi yang menarik kesimpulan dan memberikan kesempatan untuk bertindak. Setelah data direduksi, langkah selanjutnya adalah menyajikan data yang diperoleh Penarikan Kesimpulan Analisis data terakhir adalah menarik kesimpulan, dan ini adalah poin terpenting. Pemahaman hadis tentang pendidikan karakter, implementasi pendidikan karakter di MA Sejahtera, tantangan pendidikan karakter di MA Sejahtera berbasis hadits Nabi. Triangulasi Triangulasi adalah metode yang digunakan dalam penelitian kualitatif untuk memeriksa dan menetapkan validitas dengan menganalisa dari berbagai perspektif. Validitas dalam penelitian kuantitatif dilihat berdasarkan akurasi sebuah alat ukur yaitu Validitas dalam penelitian kualitatif mengacu pada apakah temuan penelitian secara akurat mencerminkan situasi dan didukung oleh bukti. Pada penelitian ini saya memilih triangulasi data, triangulasi data itu dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi yang akan menghasilkan data dari sekolah MA Sejahtera. Waktu dan Lama penelitian ini diperkirakan sekitar bulan Desember 2024 sampai Februari 2025, dimulai dari 26 Desember 2024 sampai 01 Februari 2025. Lokasi Penelitiannya adalah di MA Sejahtera yang beralamat di Jl. Kemuning No. Desa/Kelurahan Tulungrejo. Kecamatan Pare. Kabupaten/Kota Kediri. Provinsi Jawa Timur. HASIL DAN PEMBAHASAN Pendidikan karakter itu dapat di sampaikan kepada siswa dan di bantu penerapannya supaya siswa dapat melakukan ataupun menerapkannya secara continue atau Pendidikan karakter itu penting karena Islam itu mengajarkan pendidikan karakter, terutama pendidikan berbasis agama atau yang di bawah naungan kemenag seperti contohnya ma, dan lain-lain. Serta pendidikan karakter juga harus di miliki oleh seluruh siswa bukan hanya di pendidikan berbasis agama saja, akan tetapi di sekolah-sekolah umum juga harus di ajarkan pendidikan karakter, tujuannya agar di masyarakat sosial secara umum dapat di praktekkan hasil dari pendidikan karakter Untuk membentuk pendidikan karakter siswa maka kita harus memberikan contohcontoh atau menjadi teladan yang baik baik bagi siswa, sebab siswa akan melihat dan mencontoh perbuatan kita. Serta kita harus menjelaskan, mengajarkan karakter yang baik tersebut sesuai dengan hadist-hadist nabi dan juga menjelaskan manfaat jika merepkan hal-hal baik tersebut di dalam berbagai aktifitas contohnya seperti di asrama, lebih pendidikan karakter tersebut. Tujuannya supaya para siswa menjelaskannya lebih ikhlas dan juga berkelanjutan sampai di masyarakat atau luar sekolah. Cara yang paling bagus dan paling baik dalam menerapkan pendidikan karakter adalah, berpedoman kepada hadist-hadist Seperti dalam kitab Shahihnya. Imam Al-Bukhari meriwayatkan sebuah hadits dari Hajjaj bin Minhal dari SyuAobah dari Alqamah bin Martsad dari SaAoad bin Ubaidah dari Abu Abdirrahman As-Sulami dari Utsman bin Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 1, pp. 252-256, 2025 | 254 Konsep Pendidikan Karakter dalam Hadits Nabi di MA Sejahtera Nadiah. Nur Azizah. Muhammad Rizki Haykal Affan Radhiyallahu Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda. A Iae Ne Na a Ia e IIcE Ia eaN eaI IO IcE IaaNA. Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur`an dan mengajarkannya. Ay Selain itu terdapat program yang mendukung hadist ini ada yang namanya aksel . 30 juz salah satu sebagai bentuk penerapan hadist nabi yakni Aucinta dengan Al-QurAoanAy. Akan tetapi juga memiliki tantangan dalam menerapkan pendidikan karakter berbasis hadist nabi ini karena banyak menginput siswa dari luar daerah bahkan ada yang dari Malaysia, jadi beraneka ragam Sehingga, perlu pengawasan ataupun pendampingan yang ekstra untuk penyatuan budaya dan pembentukan karakternya. Tantangan lainnya yaitu, para siswa mau atau tidak di kaji lebih dalam untuk diterapkan hadist-hadist nabi di dalam kehidupan sehari-hari. Karena hadist-hadist nabi ini adalah, sebagai salah satu sumber dari berbagai macam keilmuan. Terutama di dalam mendidik karakter Atau pendidikan Karena generasi sekarang ini susah untuk mengsingkronkan budaya sejarah . ersifat moder. saat ini, dengan hadist nabi yang seharus kita tetap bisa berpegang teguh kepada sunah-sunahnya nabi dan tetap bisa sunah-sunah mengikuti perkembangan zaman. Contohnya, dalam penggunaan gadget atau HP seharus bisa menggunakan dengan tetep berpedoman kepada hadist-hadist nabi. Oleh karena itu, para siswa ini harus bisa lebih mengedepankan karakternya dan bisa mengutamakan hadist nabi, karena di dalam hadits-hadits nabi banyak sekali pedomanpedoman yang dapat di ambil untuk membentuk karakter para siswa. KESIMPULAN Dalam membentuk atau menerapkan karakter hadits nabi pada MA Sejahtera untuk membentuk pendidikan karakter siswa maka kita harus memberikan contoh-contoh atau menjadi teladan yang baik baik bagi siswa, sebab siswa akan melihat dan mencontoh perbuatan kita. Hambatan yang dalam membentuk karakter hadits nabi yaitu tantangan dalam menerapkan pendidikan karakter berbasis hadist nabi ini adalah, karena disini banyak menginput siswa dari luar daerah juga bahkan pernah ada yang dari Malaysia, jadi disini para siswanya beraneka ragam budaya mangkanya perlu pengawasan ataupun pendampingan yang ekstra untuk Solusi nya Di dalam kelas saya menjelaskan secara matang dan berdiskusi terkait Al-QurAoan dan hadist , tentu di dalamnya terdapat juga hadist-hadist tentang karakter dan dengan harapan juga semua hadist-hadist yang di sampaikan dapat di terapkan oleh para siswa disini dan terbawa sampai ke lingkungan masyarakat sosial. DAFTAR PUSTAKA