Hubungan Pengetahuan. Sikap dan Tindakan Mahasiswa dalam Penggunaan Masker yang Benar Yunus Elon1. Evelin Malinti2. Reagen Mandias3 Fakultas Ilmu Keperawatan. Universitas Advent Indonesia. Bandung. Indonesia Fakultas Ilmu Keperawatan. Universitas Klabat. Manado. Indonesia *yunus. elon@unai. Abstract Wearing masks is one of the important protocols in protecting yourself and others from the risk of transmitting COVID-19. This study aimed to evaluate the relationship between knowledge, attitude, and action. Students in using masks correctly. This research is quantitative research with a correlational approach. A total of 120 students at Adventist University Bandung, were selected using a non-probability sampling technique. Validity and reliability tests were carried out before distributing the questionnaire through the Google Form platform, with a cronbach alpha value of 0. This research has received an ethical certificate with the number 018/EKS-SU/II/21. The results of the univariate analysis showed 0% of respondents had good knowledge, 97. 5% had good attitudes and 73. 3% had good actions. Bivariate analysis showed a significant and positive relationship between knowledge and attitudes r=. 373 p-value=. 000, there was also a significant and positive relationship between knowledge and action r=. 049 p-value =. The conclusion of this study, the level of knowledge is positively and significantly correlated with attitudes and actions in using masks. The better the knowledge, the better the attitudes and actions. Keywords: Covid-19. Mask. Knowledge. Attitude. Practice Abstrak Memakai masker merupakan salah satu protokol penting dalam melindungi diri sendiri dan orang lain dari risiko penularan COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara pengetahuan, sikap, dan tindakan. mahasiswa dalam menggunakan masker dengan benar. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Sebanyak 120 mahasiswa Universitas Advent Bandung, dipilih dengan menggunakan teknik non-probability sampling. Uji validitas dan reliabilitas dilakukan sebelum penyebaran kuesioner melalui platform Google Form, dengan nilai cronbach alpha sebesar 0,602. Penelitian ini telah mendapatkan sertifikat etik dengan nomor 018/EKS-SU/II/21. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa 90,0% responden memiliki pengetahuan baik, 97,5% memiliki sikap baik dan 73,3% memiliki tindakan baik. Analisis bivariat menunjukkan hubungan yang signifikan dan positif antara pengetahuan dan sikap r=. 373 p-value 000, ada juga hubungan yang signifikan dan positif antara pengetahuan dan tindakan r=. 049 p-value Kesimpulan penelitian ini, tingkat pengetahuan berkorelasi positif dan signifikan dengan sikap dan tindakan penggunaan masker. Semakin baik pengetahuan, semakin baik sikap dan tindakan. Kata kunci : Covid-19. Masker. Pengetahuan. Sikap. Tindakan Jurnal Keperawatan Raflesia. Volume 4 Nomor 1. Mei 2022 ISSN: . 2656-6222, . 2657-1595 DOI 10. 33088/jkr. Available online: https://jurnal. poltekkes-kemenkes-bengkulu. id/index. php/jkr 32 | Jurnal Keperawatan Raflesia. Volume 4 Nomor 1. Mei 2022 PENDAHULUAN Penggunaan masker saat ini, menjadi tren dikalangan masyarakat global, nasional maupun lokal. Hal ini dilakukan guna mencegah paparan virus corona atau Covid-19, disamping itu penggunaan masker juga berguna dalam mencegah seseorang dari paparan langsung dengan kuman, bakteri maupun zat polutan yang merupakan sumber penyakit saluran pernafasan, bahkan menjadi penyebab terjadinya kanker, (Agustin, 2. Penggunaan masker secara konsisten dapat memberikan perlindungan maksimal serta dapat mencegah sebaran virus dari bergejalah ringan sampai sedang, (Leung et al. , 2. Untuk, mengurangi penyebaran covid-19 diperlukan dua hal. pertama, dengan membatasi kontak dengan individu yang terinfeksi melalui menjaga jarak fisik dan kedua mengurangi penularan perkontak. Penggunaan masker merupakan solusi dalam mengurangi penularan perkontak, itu sebabnya kepatuhan dalam penggunaan masker ditempat umum, paling efektif dalam mengurangi penyebaran virus, (Howard et , 2. Menurut penelitian ada beberapa faktor yang mempengaruhi kepatuhan dalam ketersediaan sarana dan prasarana, akses informasi serta sistem pengawasan, (Purja. Survei yang dilakukan di Nepal, terhadap 645 subjek yang diambil dari 26 rumah sakit menunjukan. Pengetahuan dan tingkat pendidikan memiliki hubungan positif dengan sikap dan kepatuhan terhadap tindakan pencegahan Covid-19, (Devkota et al. , 2. Lebih jauh survei yang dilakukan secara online di China peningkatan tingkat pendidikan, usia dan Survei memperlihatkan bahwa orang yang tinggal di pedesaan cenderung tidak memakai masker serta mereka yang terisolasi tingkat pemakaian masker sangat rendah, (Zhang et al. , 2. Adapun motivasi dan hambatan dalam menggunakan masker antara lain. tempat tinggal perkotaan, pendidikan sarjana atau lebih tinggi, usia, dampak positif yang dirasakan, persepsi keparahan Covid-19, tingkat stress dan kepercayaan kepada informasi yang disampaikan oleh centers for Disease Control (CDC) menjadi faktor yang menggunakan masker dalam pencegahan penyebaran virus Covid-19, (Sinicrope et , 2. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Samarinda terhadap 1. 470 subjek. Subjek dengan pengetahuan kurang mayoritas tidak patuh dalam penggunaan masker, dan subjek dengan pengetahuan cukup dan pengetahuan baik, mayoritas patuh dalam (Fansuri Milkhatun, 2. Penelitian yang dilakukan di 4 puskesmas di Denpasar terhadap 96 orang ibu hamil, untuk melihat hubungan antara sikap dan penggunaan masker didapati hubungan yang signifikan dan searah artinya semakin baik sikap semakin baik pula kepatuhan dalam menggunakan masker, (Purnamayanti & Astiti, 2021. Yunus dkk. Hubungan Pengetahuan | 33 Mobilitas dan aktifitas mahasiswa dalam extrakurikular menjadi tantangan tersendiri menjalanakan protokol kesehatan, disisi lain perlu kerjasama dan kegiatan kelompok guna meningkatkan kemampuan akademik dan soft-skill mereka, pada saat bersamaan pembatasan aktifitas dan kepatuhan terhadap protokol kesehatan secara ketat perlu dilakukan guna mencegah penularan Covid-19. Penelitian ini penting guna melihat gambaran mahasiswa dalam menggunakan masker dengan benar yang merupakan komponen penting untuk tetap produktif dalam pendidikan dan berorganisasi dan saat yang bersamaan resiko tertular dan menularkan virus Covid-19 dapat diminimalkan. METODE Penelitian ini menggunakan design deskriptif kuantitatif dengan pendekatan Pengambilan dilakukan dengan menggunakan tehnik non-probability sampling, sebanyak 120 mahasiswa aktif yang berkuliah di UNAI menjadi subjek dalam penelitian ini. Instrument yang di gunakan dalam penelitian ini, diadopsi dari Moch. Udin Kurnia Putra, dan disebarkan dengan menggunakan platform google form. Yang disebarkan dari bulan April AeJuni 2021. Sebelum mengisi kuesioner, subjek terlebih dahulu diminta untuk mengisi Inform Consent sebagai tanda bahwa subjek bersedia berpartisipasi dalam penelitian ini tanpa adanya paksaan. Variabel dalam penelitian ini berupa komponen perilaku yaitu. sikap dan tindakan mahasiswa dalam penggunaan masker yang benar di masa pandemic COVID-19. Sebelum dilakukan uji validitas sebelum disebarkan dan reliabilitas dengan nilai cronbach Alpha 0. Dengan demikian kuesioner tersebut reliabel. Pengetahuan, sikap dan Skoring (Nursalam, 2. Baik = Persentasi nilai >75%-100%. Cukup = 56%-74% dan Kurang jika persentase <55%. Hasil penelitian ini dianalisis secara univariate dan bivariate. Penelitian ini telah mendapatkan keterangan layak etik dari Komisi Etika Penelitian Fakultas Ilmu Keperawatan dengan nomor 018/EKSSU/II/21. 34 | Jurnal Keperawatan Raflesia. Volume 4 Nomor 1. Mei 2022 HASIL Tabel 1. Karakteristik Subjek Berdasarkan Jenis Kelamin. Usia dan Tingkat Karakteristik Jenis kelamin Wanita Pria Usia 15-20 Tahun 21-25 Tahun 26-30 Tahun Tingkat Tingkat I Tingkat II Tingkat i Tingkat IV Tingkat V Frekuensi . Sumber : Data primer Tabel karakteristik dari 120 subjek yang bersedia mengikuti penelitian ini. Berdasarkan jenis kelamin, mayoritas subjek berjenis kelamin wanita 82 orang . 3%), berdasrkan kelompok usia, mayoritas subjek masuk dalam kelompok 15-20 tahun sebanyak 68 orang . 7%) dan berdasarkan tingkat, mayoritas subjek duduk di tingkat i sebanyak 47 orang . 2%). Tabel 2. Distribusi Pengetahuan. Sikap dan Tindakan Mahasiswa Tentang Penggunaan Masker Yang Benar Karakteristik Frekuensi . Pengetahuan Baik >75 % Cukup 56-74% Kurang <55% Sikap Baik 5-6 Cukup 3-4 Kurang Tindakan Baik 35-44 Cukup 25-34 Kurang <25 Sumber : data primer Tabel 2 menunjukan distribusi komponen perilaku subjek. sebanyak 108 . %) memiliki pengetahuan di atas 75% atau . pengetahuan cukup atau 56-74% dan sebanyak 3 . 5%) dengan kategori pengetahuan kurang dengan persentasi <55%. Untuk sikap sebanyak 117 . memiliki sikap yang baik, 2 . memiliki sikap cukup dan 1. 8%) kurang. Sementara untuk tindakan sebanyak 88 . 3%) memiliki tindakan kategori baik, 29 . 2%) kategori cukup dan 3 . masuk kategori berpengetahuan kurang. Karaktaristik komponen perilaku dalam tabel 2 menunjukkan mayoritas responden atau 108 . %) memiliki pengetahuan yang baik, berdasarkan komponen sikap, hampir semua subjek memiliki sikap yang baik 117 . 5%) untuk komponen Yunus dkk. Hubungan Pengetahuan | 35 tindakan mayoritas baik yakni sebesar . Tabel 3. Hubungan Pengetahuan dengan Sikap dan Tindakan Pengetahuan Sikap Pengetahuan Tindakan Pearson Correlation Sig. Tailed Interpretasi Signifikan Signifikan Sumber: Data primer. Tabel 3 mengambarkan hubungan antara pengetahuan dengan sikap dan tindakan. Hubungan antara pengetahuan dan sikap n=120, p-value menunjukan hubungan yang signifikan dengan tingkat keeratan hubungan yang Hal pengetahuan semakin baik pula sikap dalam penggunaan masker. Hubungan antara pengetahuan dan tindakan n=120, 493, p-value =. 000, menunjukan hubungan positif dan signifikan dengan tingkat keeratan cukup berarti. Hasil ini mengambarkan semakin baik pengetahuan semakin baik tindakan dalam penggunaan PEMBAHASAN Tabel 1, memberikan gambaran subjek dalam penelitian ini. Berdasarkan jenis kelamin, dari 120 subjek 82 . wanita dan 38 . 7%) pria. Data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik . menunjukkan wanita lebih patuh dalam dibandingkan dengan pria. Dari 6 kriteria yang diukur wanita memiliki persentase kepatuhan yang lebih tinggi dari pada pria, dalam menggunakan masker 94. 5%, penggunaan hand 6% berbanding 70. mencuci tangan 80. 1% berbanding 69. 2% berbanding 71. 1% dan menjaga jarak 75. 5% berbanding 68. (Badan Pusat Statistik, 2. Bukan hanya itu, wanita memiliki kepedulian terhadap kesehatan yang lebih baik dibandingkan dengan kaum pria, dan bukan hanya masalah kepedulian namun dalam hal pengetahuan dan menjadi pendengar yang baik, bahkan wanita lebih baik dalam memberikan perhatian terhadap dibandingkan dengan pria, (Sunardi & Sri Sumartini, 2. Penelitian yang dilakukan di 8 negara dengan jumlah subjek 21. 649, penelitian tersebut menunjukan wanita lebih percaya bahwa pandemic covid-19 merupakan penyebab masalah kesehatan yang sangat serius, dan setuju untuk mengikuti setiap protokol dengan baik dibanding dengan Sikap ini menjadi faktor substantial penyebab mortality lebih rendah pada wanita, (Galasso et al. , 2. Survey yang dilakukan di Paskistan terhadap 426 subjek untuk melihat pengetahuan, sikap dan tindakan dalam penggunaan masker, hanya sepertiga atau 1% meiliki pengetahuan yang baik, 1% memiliki sikap positif untuk menggunakan masker, dan 43% memiliki 36 | Jurnal Keperawatan Raflesia. Volume 4 Nomor 1. Mei 2022 tindakan yang baik, regresi analisis menunjukan wanita lebih patuh dalam menggunakan masker, (Izhar et al. , 2. Karakteristik usia subjek menunjukan, rentang usia terbanyak yaitu 15-20 tahun dengan jumlah 68 . 7%). Usia 15-20 tahun masuk dalam kategori remaja awal dan remaja akhir, kelompok usia ini, lebih matang secara fisik dan memiliki pemikiran yang lebih terbuka dan teratur. Hasil analisis pada tabel 2 menunjukkan tingkat pengetahuan, sikap dan tindakan dari subjek terkait penggunaan masker yang benar. 0% subjek memilki pengetahuan yang baik, 97. 5% memiliki sikap yang baik dan 73. 3% memiliki tindakan yang baik. Gambaran serupa didapatkan pada subjek ibu hamil dikota Denpasar Bali, terkait pengetahuan, sikap dan kepatuhan dalam menggunakn masker, 8% memiliki pengetahuan yang baik, 3% menunjukan sikap setuju dalam menggunakan masker selama masa pandemic covid-19, (Purnamayanti & Astiti, 2021. Penelitian yang dilakukan di Bandung juga memperlihatkan gambaran pengetahuan mahasiswa dalam penggunaan masker 8% atau tinggi, variable pengetahuan tentang manfaat penggunaan masker sanggat tinggi atau 100% diikuti syarat-syarat penggunaan masker 98. dan paling rendah adalah cara-cara dalam mencegah penularan Covid-19 sebesar 0%, (Tarigan & Elon, 2. Hasil analisis tabel 3 menunjukan hubungan signifikan yang positif antara pengetahuan dengan sikap, artinya semakin baik pengetahuan semakin baik sikapnya. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan di Uganda terhadap kelompok usia diatas 18 tahun yang berjumlah 1114 subjek. Kebanyakan subjek atau 60. 1% memiliki pengetahuan yang baik dalam penggunaan masker, 4% memiliki sikap yang baik dalam menggunakan masker, sebanyak 83. percaya bahwa penggunaan masker dapat memproteksi diri dari virus Covid-19, dan 9% subjek tidak pernah berbagi masker ke orang lain, (Sikakulya et al. , 2. Namun hasil ini berbeda dengan penelitian yang dilakukan terhadap mahasiswa di Wachemo Ethiopia, mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik multistage sampling, dimana pengetahuan mereka tentang penggunaan masker rendah tetapi sikap dan tindakan baik, (Larebo & Abame, 2021. Sejalan dengan Larebo dan Abame, 97,8% ibu hamil memiliki pengetahuan yang sangat baik, 77. 3% menunjukan sikap sangat setuju dan 67% menunjukan perilaku sangat patuh dalam menggunakan masker dimasa pandemic covid-19. Namun analisis menunjukan tidak terdapat pengetahuan dan kepatuhan penggunaan masker, (Purnamayanti & Astiti, 2021. Study literature yang dilakukan dengan pendekatan systematic review dan metaanalisis, dimana ada 72 studi yang memenuhi kriteria inklusi dan disimpulkan bahwa penggunaan alat pelindung diri dan social distancing, termasuk mencuci tangan, menggunakan masker dengan benar, serta menjaga jarak fisik memiliki dampak signifikan dalam mengurangi penyebaran virus Covid-19, (Talic et al. Senada dengan itu, penelitian yang dilakukan di amerika serikat, sebagaimana di lansiran The Hill, penggunaan masker selama masa pandemic dapat menurunkan Yunus dkk. Hubungan Pengetahuan | 37 resiko tertular virus covid-19 sampai 53%. Dan ketika kebijakan ini di terapkan di tempat umum, terjadi penurunan transmisi hingga 29% menjaga jarak menurunkan resiko hingga 25% hal yang lain yang menjadi contributor pengurangan kasus covid-19 secara signifikan yaitu, mencuci tangan dan lockdown, (Biananda, 2. Sebeuah penelitian dilakukan untuk mencegah partikel dari orang yang terinfeksi covid-19, hasilnya Masker N95 99% efektif dalam menahan partikel, masker medis 59% dan masker kain 51% sementara face shield hanya 2%. Penelitian itu juga menunjukan bahwa jika hanya satu orang yang menggunakan masker, maka efektivitasnya kecil tapi jika dua-duanya menggunakan masker maka efektivitasnya meningkat dalam mengurangi transmisi hingga 60% sampai 70%, (McDonald. Tabel 3 juga menunjukan hubungan signifikan dan positif antara pengetahuan dengan tindakan yang berarti semakin baik pengetahuan, semakin baik tindakannya dalam menggunakan masker. Penelitian yang dilakukan di salah satu universitas di Vietnam terhadap 728 mahasiswa, pengetahuan penggunaan masker secara statistik memiliki hubungan signifikan dengan pengetahuan tentang Covid-19, sikap dalam penggunaan masker juga dipengaruhi oleh tingkat pendidikan, dan pengetahuan tentang Covid-19, hasil itu signifikan dipengaruhi oleh jenis kelamin, letak geografis, jurusan dan pengetahuan, (Duong et al. , 2. Hasil yang sama juga tergambar dalam penelitian yang dilkakukan di Korea terhadap 970 subjek, analisis menunjukan mereka yang memiliki pengetahuan kurang, lebih cenderung memiliki tingkat persepsi kerentanan Covid-19 yang lebih Sementara mereka yang memiliki pengetahuan yang lebih baik menunjukan keyakinan yang lebih tinggi akan efektifitas penggunaan masker, mencuci tangan dan menghindari keramaian guna melindungi diri dari Covid-19, (Lee et al. Penelitian yang dilakukan di Wachemo University terhadap 764 mahasiswa didapati pengetahuan mereka hanya 2%. Sikap 88. 1% dan tindakan 89. hasil ini menunjukan pengetahuan mereka rendah tetapi sikap dan prakteknya tinggi, (Larebo & Abame, 2021. Hasil penelitian yang dilakukan terhadap ibu Analisis menunjukkan 92. 8% ibu hamil memiliki pengetahuan yang sangat baik, 77,3% sangat setuju dan 67. sangat patuh dalam menggunakan masker. namun variable tersebut tidak memiliki pengetahuan dengan kepatuhan atau (Purnamayanti & Astiti, 2021. KESIMPULAN Tingkat pengetahuan memiliki korelasi yang yang signifikan dan positif terhadap pengetahuannya semakin baik sikapnya dalam penggunaan masker yang benar. Pengetahuan juga memiliki korelasi yang signifikan dan positif terhadap tindakan, semakin baik pengetahuan semakin baik tindakan dalam penggunaan masker guna mencegah penularan covid-19. Hal ini menunjukan bahwa mereka yang memiliki pengetahuan yang baik akan memiliki 38 | Jurnal Keperawatan Raflesia. Volume 4 Nomor 1. Mei 2022 sikap dan tindakan yang baik dalam mengimplemetasikan penggunaan masker yang benar, sehingga terhindar dari bahaya Untuk informasi yang benar berperan penting dalam meningkatakan pengetahuan dan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam perannya menjaga diri dan orang lain dari paparan covid-19. Sehingga diseminasi informasi terkait pencegahan covid-19 DAFTAR PUSTAKA