Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 PERBEDAAN PEMBERIAN DAUN KELOR DAN TABLET FE TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN DENGAN ANEMIA IBU HAMIL Septiana Rahayu1 Program Studi Kebidanan. STIK Bina Husada Palembang1 septiana30rahayu@yahoo. ABSTRAK Latar Belakang: Kehamilan merupakan kondisi yang sangat rentan terhadap segala macam stress yang berakibat pada terjadinya perubahan fisiologis maupun fungsi metabolik. Anemia defisiensi besi merupakan salah satu gangguan yang paling sering terjadi terutama selama masa kehamilan. Menurut World Health Organization (WHO), 40% kematian di negara berkembang berkaitan dengan anemia dalam kehamilan. Pemerintah beserta tenaga medis memberikan tablet Fe pada ibu hamil sebagai upaya meningkatkan zat besi selama kehamilan. Salah satu alternatif lainnya dalam pemenuhan kebutuhan zat besi yaitu dengan mengonsumsi daun kelor. Kandungan zat besi pada daun kelor berperan untuk pembentukan hemoglobin. Tujuan : Diketahuinya perbedaan pemberian daun kelor dan tablet Fe terhadap kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan anemia. Metode: Desain penelitian yang digunakan yaitu quasy eksperimen dengan pretest-posttest with control group design. Penelitian dilakukan di PMB CH Malla pada Februari 2025. Subjek penelitian adalah ibu hamil trimester i dengan kadar Hb < 11 gr/dl. Sampel berjumlah 30 ibu hamil yang memenuhi kriteria inklusi. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Data dianalisis menggunakan uji Mann Whitney test. Hasil : Uji homogenitas terhadap karakteristik masing-masing kelompok yang meliputi usia, paritas, pekerjaan dan pendapatan, menunjukkan nilai p > 0. Hasil uji non parametrik Mann Whitney test diperoleh nilai p 004 . < 0. Terdapat perbedaan yang signifikan antara kadar Hb kelompok eksperimen yang diberikan daun kelor dan tablet Fe dengan kelompok kontrol yang diberikan tablet Fe. Saran: diharapkan ibu hamil mengonsumsi daun kelor dan tablet fe karena dapat mempengaruhi peningkatan kadar hemoglobin sehingga membatu mencegah terjadinya anemia. Kata kunci : Daun kelor. Tablet Fe. Anemia Pada Kehamilan ABSTRACT Background: Pregnancy is a condition that is very susceptible to all kinds of stress that results in physiological changes and metabolic function. Iron deficiency anemia is one of the most common disorders, especially during pregnancy. According to the World Health Organization (WHO), 40% of deaths in developing countries are related to anemia in pregnancy. The government and medical personnel provide Fe tablets to pregnant women as an effort to increase iron during pregnancy. One of the other alternatives in meeting iron needs is by consuming moringa leaves. The iron content in moringa leaves plays a role in the formation of haemoglobin. Objective: To find out the difference between the administration of moringa leaves and Fe tablets on hemoglobin levels in pregnant women with anemia. Methods: The research design used was an experiment with a pretest-posttest with control group design. The research was conducted at PMB CH Malla in February 2025. The subject of the study was a third trimester pregnant woman with an Hb level of < 11 gr/dl. The sample was 30 pregnant women who met the inclusion criteria. Sampling uses the total sampling technique. The data was analyzed using the Mann Whitney test. Results: The homogeneity test of the characteristics of each group including age, parity, occupation and income, showed a p > value of 0. The results of the non-parametric Mann Whitney test obtained a value of p 0. < 0. There was a significant difference between the Hb levels of the experimental group given moringa leaves and Fe tablets and the control group given Fe tablets. Suggestion: it is hoped that pregnant women consume moringa leaves and fe tablets because they can affect the increase in hemoglobin levels so that they prevent anemia. Keywords: Moringa Leaf. Fe Tablets. Anemia in Pregnancy | 120 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 PENDAHULUAN Berdasarkan hasil Survey Kesehatan Kehamilan merupakan suatu proses Demografi Indonesia 2017, prevalensi anemia pada ibu hamil di Indonesia sebesar Setiap perempuan yang memiliki organ reproduksi 33,1 % (Kemenkes RI, 2. yang sehat telah mengalami menstruasi dan menunjukkan bahwa angka kematian ibu seorang pria yang sehat maka besar adalah 70% untuk ibu-ibu yang anemia dan 19,7% Hasil penelitian Chi, dkk tahun 2019 Masa non-anemia. kehamilan dimulai dari konsepsi sampai Kematian ibu 15-20% secara langsung atau lahirnya bayi dengan lama 280 hari atau 40 minggu yang dihitung dari hari pertama Anemia pada kehamilan juga haid terakhir (Nugrawati Nelly. Masalah Kesehatan yang sering kesakitan ibu. terjadi pada ibu hamil, salah satunya adalah Prevalensi anemia defisiensi zat besi anemia merupakan masalah gizi pada ibu hamil di PMB CH Malla pada Kesehatan masyarakat, terutama pada ibu tahun 2019 sebesar 15,2%. Pada tahun 2020 hamil dimana kadar hemoglobin kurang angka tersebut meningkat menjadi 20,4%, dari 11,0 g/dl untuk trimester pertama dan sedangkan pada tahun 2021 prevalensi tiga serta kurang dari 10. 5g/dl untuk kejadian anemia defisiensi zat besi pada ibu trimester dua. (WHO, 2. hamil sebesar 20,5% (Profil PMB CH Anemia defisiensi besi merupakan Malla, 2. salah satu gangguan yang paling sering Anemia defisiensi zat besi pada ibu terjadi terutama selama masa kehamilan. Ibu mengkonsumsi 60-120 mg Fe per hari dan hemoglobin (H. < 11 mg/L, penyebabnya meningkatkan asupan makanan sumber Fe, adalah kekurangan zat besi, asam folat dan selain itu untuk mengatasi anemia perlu vitamin B12 dikarenakan asupan yang tidak konsumsi bahan-bahan pangan sumber zat adekuat atau ketersediaan zat besi yang besi, diantaranya daging, hati, ikan, susu, yoghurt, kacang-kacangan, serta sayuran Menurut World Health Organization (WHO) tahun 2016, 40% kematian di negara berkembang berkaitan berwarna hijau (Retnorini, 2. Upaya pemerintah dalam mengatasi anemia defisiensi besi ibu hamil yaitu | 121 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 terfokus pada pemberian tablet tambahan obat-obatan. Departemen kesehatan telah darah (F. pada ibu hamil (Kemenkes RI, melaksanakan program penanggulangan Pemberian tablet Fe di Indonesia anemia defisiensi besi pada ibu hamil dengan membagikan tablet besi berturut (Kemenkes RI, 2. Zat besi yang (Kementerian Kesehatan yang lama dapat menyebabkan kerusakan pada lapisan usus, kelainan pH tubuh, syok mengkonsumsi obat-obatan antara lain dan kegagalan hati (Cuningham, 2. dengan mengkonsumsi daun kelor, buah Salah satu sayuran hijau yang dapat dilakukan dengan mengkonsumsi sayuran meningkatkan kadar hemoglobin darah yang mengandung zat besi, antara lain yaitu adalah daun kelor. Penelitian tentang daun kelor (Moringa oleifer. Kandungan kandungan nutrisi daun kelor bahwa memiliki kandungan 4 kali lebih beta pembentukan haemoglobin (Cuningham, carotene daripada wortel, 17 kali lebih Daun kelor memiliki manfaat baik banyak kalsium dibandingkan susu dan 25 bagi tubuh karena merupakan sumber kali lebih banyak zat besi daripada daun kalsium, vitamin A, vitamin E, vitamin C. Daun kelor lebih banyak antioksidan betakaroten dan serat. Kandungan mineral daripada daun hijau lainnya. (Winarno,F. dalam daun kelor cukup tinggi, terutama Fe RI, dikonsumsi dalam dosis besar dan waktu Salah Sedangkan kurma, jus jambu biji, daun bayam. yang digunakan untuk mencegah anemia. Tanaman daun kelor atau Moringa Mineral lain yang juga terkandung dalam oleifera populer dengan julukan AuTanaman daun kelor adalah asam folat. Fe dan asam MujijadAy atau AyThe Miracle TreeAy adalah folat berperan dalam hal produksi dan jenis tanaman sumber kaya nutrien atau zat ketersediaan darah (Nasution, 2. gizi yang meliputi mineral, antioksidan Cara untuk menanggulangi atau serta asam lemak dan asam amino esensial. mencegah terjadinya anemia defisiensi besi Tanaman daun kelor dipandang sebagai sumber zat besi . % requirement daily Farmakologi adalah ilmu value per 100 gra. Tingginya kandungan pengetahuan yang berhubungan dengan zat besi pada daun kelor setara dengan dua | 122 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 puluh lima kali zat besi yang terdapat dalam hemoglobin ibu hamil. Pemberian sayur bayam dapat dijadikan alternatif bagi ibu daun kelor 30g selama 2 minggu rerata hamil yang kekurangan zat besi secara hemoglobin meningkat sebesar 2. 752 g/dl. (Winarno F. G, 2. Selain itu penelitian yang dilakukan oleh Berdasarkan Fitriani . menunjukkan hasil dari . pemberian daun kelor 50gr selama 2 menyatakan bahwa pemberian sayur daun minggu dengan frekuensi sehari sekali dan kelor pada ibu hamil dapat meningkatkan dimakan selagi hangat dapat meningkatkan kadar hemoglobin7 . Nusa Tenggara Timur kadar hemoglobin ibu hamil sebesar 0. merupakan salah satu daerah yang memiliki g/dL pada minggu pertama dan meningkat tanaman kelor yang paling banyak dan 96 g/dL pada 14 hari atau 2 mudah ditemui. Tanaman kelor selain minggu sesudah pemberian daun kelor. Atika memiliki nilai ekonomis yang tinggi Penelitian didunia, kelor juga terbukti memiliki mengetahui perbedaan Pemberian daun khasiat yang tinggi. Kelor di Flores dikenal kelor dan Tablet Fe terhadap Kadar dengan sebutan AuMoltongAy (Krisnadi. hemoglobin dengan Anemia Ibu hamil. Hasil penelitian yang dilakukan oleh METODE PENELITIAN Thenmozhi, et all . bahwa hasil post Desain dalam penelitian ini adalah test setelah diberikan sayur daun kelor 50 gr quasy eksperimen dengan with control dalam 200 ml setiap hari selama 2 minggu menunjukkan perubahan yang signifikan kelompok yang mengonsumsi daun kelor pada kadar hemoglobin ibu 100 ml sup daun dan tablet Fe. Kadar Hb diperiksa sebelum kelor mengandung 0. 85 mg zat besi, 6. 7 mg dan sesudah intervensi. Kelompok protein,1. 7 mg lemak, energy sebesar 92 Populasi dalam penelitian ini adalah kkal,440 mg kalsium, 0. 8 mg Vitamin B3, semua ibu hamil trimester i di PMB Ch 05 mg riboflavin, 0. 06 mg vitamin B1,220 Malla pada bulan Februari 2025 yang mg vitamin C. berjumlah 30 responden Dimana masing- Pada penelitian lain yang dilakukan masing kelompk terdiri dari 15 responden. oleh Arisda Candra S tahun 2021 terkait Teknik sampling yang digunakan yaitu total pemberian sayur daun kelor terdapat Berdasarkan hasil uji Hasil uji | 123 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 non parametrik Mann Whitney test variabel, data kategorik meliputi usia, diperoleh nilai p 0. < 0. responden pada kelompok eksperimen dan HASIL PENELITIAN Uji kelompok control. bertujuan untuk menilai kesetaraan antara Karekteristik Responden Usia Resiko (<20 dan >35 Th. Tidak Beresiko Paritas Resiko (> 3 ana. Tidak Beresiko ( < 3 ana. Pekerjaan Bekerja Tidak Bekerja Pendapatan Rendah Tinggi Tabel 1. Uji Homogenitas Daun Kelor Tablet Fe 0,108 0,714 0,121 0,269 Tabel. 1 menunjukkan p value masing-masing Kelompok Eksperimen Control Total Value kontrol menunjukkan angka > 0. Hal ini kelompok setara atau homogen. Tabel 2. Kadar Hb Sebelum dan Setelah Intervensi Sebelum Intervensi Sesudah Intervensi 8,13 8,67 7,67 7,89 Mean 0,54 0,22 Tabel. 2 menunjukkan bahwa terjadi gr/dl. Rata-rata kadar Hb pada kelom peningkatan kadar Hb setelah diberikan Kelompok kontrol mengalami peningkatan Kadar Hb pada kelompok 22 gr/dl eksperimen mengalami peningkatan 0. | 124 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 Tabel 3. Perbedaan Peningkatan Kadar Hb pada Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol (Uji Non Parametrik Mann Whitney tes. Intervensi Mean Sum of Rank RAnk Eksperimen ( Daun Kelor Fe ) 18,83 -2,893 0,04 Kontrol (F. 156,00 Berdasarkan tabel. 3 hasil uji non Hasil penelitian yang dilakukan oleh parametrik Mann Whitney test diperoleh p Thenmozhi, et all . bahwa hasil post test setelah diberikan sayur daun kelor 50 gr disimpulkan ada perbedaan pemberian daun dalam 200 ml setiap hari selama 2 minggu menunjukkan perubahan yang signifikan . < hemoglobin ibu hamil dengan anemia. pada kadar hemoglobin ibu 100 ml sup daun kelor mengandung 0. 85 mg zat besi, 6. 7 mg PEMBAHASAN protein,1. 7 mg lemak, energy sebesar 92 Hasil Analisa bivariat menunjukan kkal,440 mg kalsium, 0. 8 mg Vitamin B3, rata-rata kadar hemoglobin pada kelompok 05 mg riboflavin, 0. 06 mg vitamin B1,220 eksperimen sebelum diberikan daun kelor mg vitamin C. dan tablet Fe yaitu menunjukkan angka > Pada penelitian lain yang dilakukan Hal ini berarti karakteristik responden oleh Arisda Candra S tahun 2021 terkait antar kelompok setara atau homogen. Hasil pemberian sayur daun kelor terdapat uji non parametrik Mann Whitney test diperoleh p value 0. < 0. maka hemoglobin ibu hamil. Pemberian sayur daun kelor 30g selama 2 minggu rerata pemberian daun kelor dan tablet Fe hemoglobin meningkat sebesar 2. 752 g/dl. terhadap kadar hemoglobin ibu hamil Selain itu penelitian yang dilakukan Setelah oleh Fitriani . menunjukkan hasil dari intervensi yaitu pemberian daun kelor rata- pemberian daun kelor 50 gr selama 2 rata kadar Hb kelompok eksperimen minggu dengan frekuensi sehari sekali dan mengalami peningkatan 0. 54 gr/dl. Rata- dimakan selagi hangat dapat meningkatkan rata kadar Hb pada kelompok kontrol kadar hemoglobin ibu hamil sebesar 0. mengalami peningkatan 0. 22 gr/dl. g/dL pada minggu pertama dan meningkat | 125 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 96 g/dL pada 14 hari atau 2 terlalu lama sehingga menjadi layu. Daun minggu sesudah pemberian daun kelor. kelor tidak dianjurkan untuk dimakan lebih Tubuh wanita hamil secara fisiologi dari 3 jam setelah dimasak. Pastikan daun mengalami banyak perubahan akibat dari kelor dicuci bersih sebelum diolah. Selain adaptasi hormon kehamilan. Semua sistem itu, penyerapan zat besi bisa dibantu dengan di dalam tubuh bekerja menyesuaikan mengonsumsi makanan yang mengandung dengan kondisi yang terjadi. Salah satunya vitamin C seperti jeruk, mangga dan lain- sistem kardiovaskular, yakni sistem yang lain serta tidak mengkonsumsi minuman berkaitan dengan jantung dan peredaran yang mengandung kafein secara bersamaan. Pada masa kehamilan darah ibu Dalam mengonsumsi daun kelor dan tabel Fe pada . volume plasma darah . yang Hemoglobin menunjukan yang signifikn tidak seimbang dengan jumlah sel darah Hal ini menyebabkan kadar Hb ibu KESIMPUAN hamil mengalami penurunan. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat Selama disimpulkan bahwa konsumsi tablet Fe dianjurkan untuk mengonsumsi tablet Fe yang mengandung 60 mg zat besi setiap Disamping itu daun kelor juga dibandingkan hanya dengan mengonsumsi mengandung zat besi sebesar 3,9 mg/100 gr tablet Fe. Daun kelor dapat dijadikan Daun sebagai salah satu alternatif pengobatan menyetarakan kandungan zat besi yang ada pada tablet fe sebanyak 60 mg/hari, ibu meningkatkan kadar hemoglobin ibu hamil hamil dapat mengonsumsi sekitar 1,5 kg yang mengalami anemia. daun kelor setiap hari dalam jangka waktu selama 7 hari secara rutin (Marlina. SARAN Untuk hasil yang optimal, daun kelor Diharapkan kepada petugas kesehatan harus diolah dengan benar agar tidak untuk meningkatkan pemberian KIE dan motivasi ibu hamil dalam memenuhi Daun kelor tidak boleh direbus kebutuhan zat besi selama hamil. | 126 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 DAFTAR PUSTAKA