METHOMIKA: Jurnal Manajemen Informatika & Komputerisasi Akuntansi Vol. 9 No. 1 (April 2. ISSN: 2598-8565 . edia ceta. ISSN: 2620-4339 . edia onlin. PENGARUH ADOPSI CLOUD ACCOUNTING TERHADAP KINERJA UKM Studi Kasus Multi-Perusahaan di Sektor Ritel Merry Anna Napitupulu*. Septony Benyamin Siahaan Fakultas Ekonomi. Universitas Methodist Indonesia. Medan. Indonesia Email: napitupulumerryanna@gmail. DOI: https://doi. org/10. 46880/jmika. Vol9No1. ABSTRACT Digital transformation requires Small and Medium Enterprises (SME. in the retail sector to adopt innovative technologies, one of which is cloud accounting. This study uses the Resource-Based View (RBV) theoretical framework that emphasizes the importance of utilizing unique and valuable internal resources as a source of sustainable competitive advantage. RBV is the basis for analyzing how the adoption of cloud accounting as a technological resource can improve SME performance, both in terms of financial and non-financial aspects. Using a multi-enterprise case study method, this research involved eight retail SMEs in three major Indonesian cities. Data were collected through interviews, observations, and document analysis, and then analyzed using an interpretive approach. The results showed that cloud accounting improved operational efficiency, financial reporting accuracy, and strategic decision-making. Financially. SMEs experienced a 17. 3% decrease in average operating costs and an 8. 2% increase in Return on Investment (ROI). Key factors for successful implementation include management commitment, employee training, and digital infrastructure readiness. This study recommends strategies to optimize cloud accounting adoption so that SMEs can be more adaptive to market changes and improve business competitiveness. Keyword: Cloud Accounting. SMEs. Operational Efficiency. Digital Transformation. Financial Performance. ABSTRAK Transformasi digital mengharuskan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di sektor ritel untuk mengadopsi teknologi inovatif, salah satunya cloud accounting. Penelitian ini menggunakan kerangka teori Resource-Based View (RBV) yang menekankan pentingnya pemanfaatan sumber daya internal yang unik dan bernilai sebagai sumber keunggulan kompetitif yang berkelanjutan. RBV menjadi dasar untuk menganalisis bagaimana adopsi cloud accounting sebagai sumber daya teknologi dapat meningkatkan kinerja UKM, baik dari aspek keuangan maupun non-keuangan. Dengan menggunakan metode studi kasus multi-perusahaan, penelitian ini melibatkan delapan UKM ritel di tiga kota besar Indonesia. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen, dan kemudian dianalisis menggunakan pendekatan interpretatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cloud accounting meningkatkan efisiensi operasional, akurasi pelaporan keuangan, dan pengambilan keputusan Secara finansial. UKM mengalami penurunan 17,3% dalam biaya operasional rata-rata dan peningkatan 8,2% dalam Return on Investment (ROI). Faktor kunci untuk implementasi yang berhasil termasuk komitmen manajemen, pelatihan karyawan, dan kesiapan infrastruktur digital. Penelitian ini merekomendasikan strategi untuk mengoptimalkan adopsi akuntansi cloud sehingga UKM dapat lebih adaptif terhadap perubahan pasar dan meningkatkan daya saing bisnis. Kata Kunci: Akuntansi Cloud. UKM. Efisiensi Operasional. Transformasi Digital. Kinerja Keuangan. PENDAHULUAN Revolusi digital telah mengubah lanskap bisnis secara fundamental di berbagai sektor, termasuk cara perusahaan mengelola keuangan dan akuntansi mereka. Di era transformasi digital ini. Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Indonesia menghadapi tantangan berat dalam upaya meningkatkan daya saing dan efisiensi operasional. Sektor ritel, yang menjadi salah satu penggerak utama ekonomi nasional, mengalami perubahan signifikan dalam dinamika pasar akibat pandemi COVID-19 dan pergeseran perilaku konsumen ke arah digital. Menurut data (Kememkop UKM, 2. , kontribusi UKM terhadap PDB Indonesia mencapai 61,07%, namun hanya 13% UKM yang telah mengadopsi teknologi digital secara komprehensif dalam operasional bisnis mereka. Fenomena ini menunjukkan adanya kesenjangan digital yang perlu diatasi untuk meningkatkan ketahanan dan pertumbuhan Halaman 188 METHOMIKA: Jurnal Manajemen Informatika & Komputerisasi Akuntansi Vol. 9 No. 1 (April 2. UKM di Indonesia. Cloud accounting, sebagai salah satu bentuk inovasi teknologi akuntansi, menawarkan solusi yang menjanjikan bagi UKM untuk mengatasi keterbatasan sumber daya dan meningkatkan efisiensi pengelolaan Sistem memungkinkan perusahaan untuk mengakses data keuangan secara real-time, melakukan otomatisasi proses pembukuan, dan memfasilitasi kolaborasi antara berbagai pemangku kepentingan tanpa batasan Namun, meskipun manfaat potensial yang ditawarkan, adopsi cloud accounting di kalangan UKM Indonesia masih relatif rendah. Situasi ini semakin diperburuk oleh kurangnya pemahaman mengenai manfaat dan dampak langsung dari adopsi teknologi ini terhadap kinerja bisnis. Penelitian terdahulu mengenai pengaruh teknologi informasi terhadap kinerja bisnis telah banyak dilakukan, namun kajian spesifik mengenai cloud accounting dalam konteks UKM di Indonesia, khususnya di sektor ritel, masih terbatas. Studi yang dilakukan oleh (Elgazzar et al. , 2. mengungkapkan bahwa adopsi teknologi digital berkorelasi positif dengan ketahanan bisnis UKM di Indonesia selama masa Namun, penelitian tersebut belum mengeksplorasi secara khusus dampak cloud accounting terhadap indikator kinerja bisnis yang terukur. Sementara itu, riset internasional yang dilakukan oleh (Bejjani et al. , 2. mengidentifikasi bahwa implementasi teknologi cloud dapat meningkatkan efisiensi operasional dan kapabilitas inovasi UKM, meskipun faktor kontekstual seperti infrastruktur digital dan dukungan kebijakan memengaruhi tingkat keberhasilan adopsi. Dalam konteks Indonesia. UKM di sektor ritel menghadapi tantangan unik dalam mengadopsi teknologi baru, termasuk cloud accounting. (Ritchi et , 2. menemukan bahwa keterbatasan literasi digital, kekhawatiran akan keamanan data, dan biaya implementasi menjadi hambatan utama bagi UKM dalam mengadopsi teknologi cloud. Di sisi lain, penelitian oleh (Hamzah et al. , 2. mengungkapkan bahwa UKM yang berhasil mengimplementasikan cloud accounting melaporkan peningkatan signifikan dalam akurasi pelaporan keuangan dan efisiensi pengambilan Namun, studi tersebut belum menganalisis secara komprehensif bagaimana adopsi cloud accounting memengaruhi berbagai dimensi kinerja bisnis, seperti profitabilitas, produktivitas karyawan, dan kepuasan pelanggan. Kesenjangan penelitian ini menjadi semakin relevan mengingat pemerintah Indonesia telah ISSN: 2598-8565 . edia ceta. ISSN: 2620-4339 . edia onlin. mencanangkan program digitalisasi UKM sebagai bagian dari strategi pemulihan ekonomi nasional pascapandemi. Kebijakan ini diwujudkan melalui berbagai inisiatif, seperti Program UMKM Go Digital dan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia, yang bertujuan mendorong transformasi digital di kalangan UKM. Dalam konteks ini, pemahaman yang lebih mendalam mengenai dampak spesifik dari adopsi cloud accounting terhadap kinerja UKM di sektor ritel dapat memberikan wawasan berharga bagi pengambil kebijakan dalam merancang program pendukung yang lebih efektif. Selain itu, penelitian ini juga dilatarbelakangi oleh perubahan paradigma dalam praktik akuntansi di era digital. (Rawashdeh et al. , 2. mengemukakan bahwa transisi dari sistem akuntansi konvensional ke cloud accounting tidak hanya merupakan perubahan teknologi, tetapi juga memerlukan transformasi budaya organisasi dan proses bisnis. Oleh karena itu, pemahaman mengenai bagaimana UKM di sektor ritel mengimplementasikan dan mengintegrasikan cloud accounting ke dalam operasional sehari-hari menjadi aspek krusial yang perlu dieksplorasi lebih lanjut. Penelitian ini juga mempertimbangkan fenomena disrupsi digital yang semakin intensif di sektor ritel (Hokmabadi et al. , 2. mengidentifikasi bahwa perusahaan ritel yang mengadopsi teknologi cloud secara komprehensif memiliki ketahanan yang lebih baik dalam menghadapi guncangan pasar dan mampu beradaptasi lebih cepat terhadap perubahan perilaku konsumen. Temuan ini menunjukkan bahwa adopsi cloud accounting dapat menjadi faktor strategis dalam membangun resiliensi bisnis UKM di tengah ketidakpastian ekonomi global. Mempertimbangkan berbagai fenomena dan kesenjangan penelitian yang telah diuraikan, penelitian ini bertujuan untuk: . menganalisis pengaruh adopsi cloud accounting terhadap peningkatan kinerja finansial dan non-finansial UKM di sektor ritel. mengidentifikasi faktor-faktor kritis yang memengaruhi keberhasilan implementasi cloud accounting pada UKM . mengeksplorasi mekanisme spesifik melalui mana cloud accounting berkontribusi terhadap efisiensi operasional dan pengambilan keputusan strategis. merumuskan rekomendasi praktis bagi UKM ritel dalam mengoptimalkan manfaat dari adopsi cloud Dengan pendekatan studi kasus multiperusahaan, penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang komprehensif dan kontekstual mengenai dinamika adopsi cloud accounting pada UKM ritel di Indonesia, serta implikasinya terhadap berbagai dimensi kinerja bisnis. Hasil penelitian ini tidak hanya Halaman 189 METHOMIKA: Jurnal Manajemen Informatika & Komputerisasi Akuntansi Vol. 9 No. 1 (April 2. berkontribusi pada pengembangan literatur akademik mengenai transformasi digital di sektor UKM, tetapi juga menyediakan wawasan praktis bagi pelaku usaha dan pengambil kebijakan dalam mendorong adaptasi teknologi yang berkelanjutan dan berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional. TINJAUAN PUSTAKA Cloud Accounting: Konsep dan Evolusi Cloud accounting merupakan sistem akuntansi berbasis internet yang memungkinkan pengguna mengakses data dan layanan akuntansi melalui jaringan kapan saja dan di mana saja (Wahyudi et al. , 2. Karakteristik utama cloud accounting meliputi aksesibilitas berbasis internet, skalabilitas yang fleksibel, pembayaran berdasarkan penggunaan, dan pembaruan otomatis (Agung et al. , 2. Menurut studi yang dilakukan oleh (Sadighi, 2. , perkembangan teknologi cloud dalam sistem informasi akuntansi telah mengalami evolusi signifikan dari model hosting sederhana menjadi platform terintegrasi yang menawarkan berbagai layanan analitik dan pemrosesan data real-time. Perbedaan mendasar antara sistem akuntansi tradisional dan cloud accounting terletak pada arsitektur teknologi, model investasi, dan aksesibilitas. Sistem tradisional memerlukan investasi awal yang besar untuk infrastruktur dan perangkat lunak serta membutuhkan pemeliharaan fisik, sementara cloud accounting menggunakan model langganan dengan minimal investasi awal dan pemeliharaan yang dikelola oleh penyedia layanan (Syahputra et al. , 2. Model layanan cloud accounting umumnya dikategorikan menjadi Software as a Service (SaaS). Platform as a Service (PaaS), dan Infrastructure as a Service (IaaS), dengan fitur utama meliputi faktur otomatis, rekonsiliasi bank, pelaporan keuangan real-time, dan integrasi dengan sistem bisnis lainnya (Wahyudi et al. , 2. Adopsi Teknologi Pada UKM Technology Acceptance Model (TAM) yang dikembangkan oleh Davis menjadi kerangka teoretis yang relevan dalam menjelaskan adopsi teknologi pada UKM. Model ini berfokus pada persepsi kemudahan penggunaan dan persepsi kegunaan sebagai faktor penentu utama penerimaan teknologi (Inayatulloh et al. Penelitian terbaru oleh (Setiawan & Gui, 2. menunjukkan bahwa TAM tetap relevan dalam konteks UKM dengan penambahan faktor eksternal seperti dukungan pemerintah dan tekanan kompetitif. Faktorfaktor yang memengaruhi adopsi teknologi pada UKM meliputi karakteristik teknologi, karakteristik organisasi, dan konteks lingkungan. Menurut studi komprehensif ISSN: 2598-8565 . edia ceta. ISSN: 2620-4339 . edia onlin. oleh (Agung et al. , 2. , faktor biaya implementasi, keahlian teknologi pemilik/manajer, ukuran bisnis, dan tekanan eksternal dari pelanggan dan pesaing menjadi determinan utama dalam adopsi cloud accounting pada UKM. Tantangan utama adopsi teknologi digital pada UKM di Indonesia meliputi keterbatasan sumber daya finansial, kurangnya keahlian teknis, infrastruktur internet yang belum memadai di beberapa daerah, serta kekhawatiran tentang keamanan data (Sadighi, 2. Kesiapan digital UKM sektor ritel di Indonesia menunjukkan variasi berdasarkan lokasi geografis, ukuran bisnis, dan sektor spesifik, dengan UKM di wilayah perkotaan menunjukkan tingkat adopsi yang lebih tinggi dibandingkan daerah rural (Setiawan & Hidayat, 2. Kinerja Finansial UKM dan Pengukurannya Indikator-indikator kinerja finansial pada UKM umumnya mencakup profitabilitas (Return on Investment, profit margi. , likuiditas . urrent ratio, quick rati. , efisiensi operasional . nventory turnover, operational efficiency rati. , dan pertumbuhan pendapatan (Nurhayati et al. , 2. Menurut (Nuskiya et al. , 2. , pengukuran efisiensi operasional dalam konteks UKM melibatkan analisis rasio biaya operasional terhadap pendapatan, manajemen arus kas, dan efisiensi pengelolaan aset. Analisis profitabilitas dan likuiditas menjadi parameter kunci dalam menilai kinerja finansial UKM. Studi yang dilakukan oleh (Yuwandito & Hidayat, 2. pada UKM di Jawa Timur menemukan bahwa implementasi cloud accounting berhubungan positif dengan peningkatan margin keuntungan dan pengelolaan likuiditas yang lebih baik melalui visibilitas arus kas yang ditingkatkan. Digitalisasi memiliki pengaruh signifikan terhadap metrik finansial UKM melalui berbagai mekanisme. Penelitian (Sadighi, 2. menunjukkan bahwa adopsi teknologi cloud accounting berkontribusi pada pengurangan biaya operasional hingga 25%, peningkatan akurasi pelaporan keuangan, dan pengambilan keputusan yang lebih cepat berdasarkan data real-time. Kinerja Non-Finansial UKM dan Pengukurannya Parameter kinerja non-finansial dalam konteks UKM ritel mencakup kepuasan pelanggan, retensi pelanggan, efisiensi proses bisnis, pengembangan kapasitas karyawan, dan inovasi produk/layanan (Setiawan & Hidayat, 2. Produktivitas karyawan dan efisiensi proses bisnis dapat diukur melalui indikator seperti waktu respons terhadap pertanyaan pelanggan. Halaman 190 METHOMIKA: Jurnal Manajemen Informatika & Komputerisasi Akuntansi Vol. 9 No. 1 (April 2. kecepatan transaksi, dan otomatisasi proses yang mengurangi kebutuhan input manual (Nuskiya et al. Akurasi data dan kualitas pengambilan keputusan merupakan aspek penting dalam kinerja non-finansial yang dipengaruhi oleh implementasi cloud accounting. (Nurhayati et al. , 2. menemukan bahwa perusahaan yang mengadopsi cloud accounting melaporkan peningkatan akurasi data keuangan dan peningkatan kepercayaan dalam pengambilan keputusan berbasis Kepuasan pelanggan sebagai indikator kinerja non-finansial dapat diukur melalui tingkat retensi pelanggan, nilai pesanan rata-rata, dan umpan balik Studi oleh (Al-Obaidi et al. , 2. mengidentifikasi hubungan positif antara implementasi sistem akuntansi berbasis cloud dengan peningkatan kepuasan pelanggan melalui proses penagihan yang lebih efisien dan kemampuan merespons permintaan pelanggan secara lebih cepat. Faktor Kritis Keberhasilan Implementasi Sistem Informasi Peran komitmen manajemen puncak dalam implementasi sistem baru telah diidentifikasi sebagai faktor kritis dalam keberhasilan adopsi cloud accounting pada UKM. (Sadighi, 2. menekankan bahwa dukungan aktif dari pemilik atau manajemen puncak UKM tidak hanya penting dalam alokasi sumber daya yang memadai tetapi juga dalam membentuk budaya organisasi yang menerima perubahan teknologi. Pengembangan kapasitas SDM dalam transformasi digital menjadi prasyarat keberhasilan implementasi cloud accounting. Menurut (Yuwandito & Hidayat, 2. , program pelatihan komprehensif dan pendampingan teknis berkelanjutan sangat penting untuk mengatasi resistensi terhadap perubahan dan memastikan penggunaan optimal sistem baru. Kesiapan infrastruktur teknologi merupakan fondasi bagi implementasi cloud accounting yang Penelitian oleh Setiawan dan Hidayat . mengungkapkan bahwa UKM dengan infrastruktur TI yang lebih matang dan koneksi internet yang stabil menunjukkan tingkat keberhasilan yang lebih tinggi dalam implementasi cloud accounting. Integrasi sistem dan penyesuaian proses bisnis menjadi aspek krusial dalam mengoptimalkan manfaat cloud accounting. (Nurhayati et al. , 2. menyoroti pentingnya melakukan pemetaan proses bisnis yang komprehensif sebelum implementasi dan memastikan bahwa sistem cloud accounting dapat terintegrasi dengan aplikasi bisnis lain yang digunakan oleh UKM. ISSN: 2598-8565 . edia ceta. ISSN: 2620-4339 . edia onlin. Mekanisme Pengaruh Cloud Accounting Terhadap Kinerja Bisnis Otomatisasi proses melalui cloud accounting memiliki dampak signifikan terhadap efisiensi operasional UKM. (Nuskiya et al. , 2. melaporkan bahwa otomatisasi entri pembukuan, rekonsiliasi bank, dan pemrosesan faktur dapat menghemat waktu staf akuntansi hingga 70% dan mengurangi kesalahan manual secara dramatis. Integrasi data lintas departemen dan kohesi informasi yang difasilitasi oleh cloud accounting memungkinkan visibilitas menyeluruh terhadap operasi bisnis. (Al-Obaidi et al. , 2. menemukan bahwa UKM yang mengimplementasikan cloud accounting terintegrasi melaporkan peningkatan koordinasi antar departemen dan pengurangan silos Mobilitas akses data yang ditawarkan oleh cloud accounting meningkatkan responsivitas bisnis UKM. (Sadighi, 2. menunjukkan bahwa kemampuan untuk mengakses informasi keuangan real-time dari berbagai lokasi dan perangkat memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih cepat dan respons yang lebih tangkas terhadap perubahan kondisi pasar. Analitik bisnis dan pengambilan keputusan berbasis bukti menjadi lebih mudah dengan implementasi cloud Menurut (Yuwandito & Hidayat, 2. , dashboard analitik dan laporan yang dapat disesuaikan membantu pemilik UKM mengidentifikasi tren, meningkatkan alokasi sumber daya berdasarkan data Transformasi Digital UKM Sektor Ritel di Indonesia Karakteristik unik UKM sektor ritel di Indonesia mencakup dominasi bisnis keluarga, ketergantungan pada transaksi tunai, dan variasi tingkat literasi digital di kalangan pemilik/pengelola (Setiawan & Hidayat. Tren dan perkembangan digitalisasi ritel di Indonesia menunjukkan pergeseran bertahap dari model bisnis konvensional menuju adopsi e-commerce, pembayaran digital, dan sistem pengelolaan inventori berbasis cloud (Nurhayati et al. , 2. Dinamika persaingan UKM ritel dalam era digital di Indonesia semakin kompleks dengan hadirnya platform marketplace dan ritel online berskala besar. (Nuskiya et , 2. mengidentifikasi bahwa UKM ritel yang berhasil mengintegrasikan sistem cloud accounting dengan platform e-commerce menunjukkan kemampuan adaptasi yang lebih baik terhadap perubahan perilaku konsumen dan preferensi belanja online. Kebijakan pendukung transformasi digital UKM di Indonesia meliputi program pelatihan digital dari Halaman 191 METHOMIKA: Jurnal Manajemen Informatika & Komputerisasi Akuntansi Vol. 9 No. 1 (April 2. Kementerian Koperasi dan UKM, insentif pajak untuk investasi teknologi, serta program pembiayaan khusus untuk digitalisasi UKM. Menurut (Sadighi, 2. , sinergi antara kebijakan pemerintah, dukungan sektor swasta, dan inisiatif asosiasi bisnis menjadi katalis penting dalam akselerasi transformasi digital UKM sektor ritel di Indonesia. Model Konseptual dan Hipotesis Penelitian Kerangka accounting dan kinerja UKM dapat digambarkan sebagai model yang mengintegrasikan Technology Acceptance Model (TAM) dengan Resource-Based View (RBV) dari perusahaan. (Al-Obaidi et al. , 2. menyarankan bahwa adopsi cloud accounting dapat dipandang sebagai akuisisi sumber daya teknologi strategis yang memungkinkan UKM membangun keunggulan kompetitif melalui peningkatan efisiensi dan efektivitas proses bisnis. Pengembangan hipotesis tentang pengaruh adopsi cloud accounting terhadap kinerja finansial UKM didasarkan pada bukti empiris yang menunjukkan hubungan positif antara implementasi teknologi cloud dengan indikator (Yuwandito Hidayat, menghipotesiskan bahwa adopsi cloud accounting berhubungan positif dengan profitabilitas UKM melalui pengurangan biaya operasional, peningkatan akurasi penagihan, dan manajemen arus kas yang lebih efektif. Hipotesis mengenai pengaruh adopsi cloud accounting terhadap kinerja non-finansial UKM mencakup ekspektasi peningkatan dalam kepuasan pelanggan, produktivitas karyawan, dan kualitas pengambilan keputusan. (Nurhayati et al. , 2. memformulasikan hipotesis bahwa implementasi cloud accounting akan meningkatkan kinerja non-finansial UKM melalui standardisasi proses, peningkatan akurasi data, dan akses real-time ke informasi bisnis kritis. Variabel moderator dalam hubungan antara cloud accounting dan kinerja UKM meliputi ukuran bisnis, kompetensi digital pemilik/manajer, dukungan manajemen puncak, dan kompleksitas struktural (Nuskiya et al. , 2. mengidentifikasi variabel mediator potensial seperti peningkatan kapabilitas analitik, efisiensi proses bisnis, dan pengetahuan organisasional yang memainkan peran penting dalam menerjemahkan adopsi teknologi menjadi peningkatan kinerja bisnis yang terukur. METODE PENELITIAN Penelitian ini mengadopsi metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk mengeksplorasi secara mendalam fenomena adopsi ISSN: 2598-8565 . edia ceta. ISSN: 2620-4339 . edia onlin. cloud accounting dan pengaruhnya terhadap kinerja UKM di sektor ritel. Metode deskriptif kualitatif dipilih kompleksitas dan dinamika proses adopsi teknologi dalam konteks organisasional yang spesifik. Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif dan holistik mengenai berbagai dimensi adopsi cloud accounting, mulai dari motivasi awal, proses implementasi, hingga dampaknya terhadap kinerja bisnis UKM. Studi kasus multi-perusahaan digunakan sebagai strategi penelitian untuk memperoleh wawasan yang mendalam dan kontekstual mengenai fenomena yang diteliti. Pendekatan studi kasus dipilih karena memungkinkan peneliti untuk menginvestigasi fenomena dalam konteks kehidupan nyata, terutama ketika batasan antara fenomena dan konteks tidak selalu jelas. Dalam penelitian ini, studi kasus memungkinkan eksplorasi yang mendalam mengenai bagaimana UKM di sektor ritel mengadopsi dan mengintegrasikan cloud accounting ke dalam proses bisnis mereka, serta bagaimana teknologi tersebut memengaruhi berbagai aspek kinerja organisasi. Penelitian ini melibatkan delapan UKM di sektor ritel yang berlokasi di tiga kota besar di Indonesia: Jakarta. Surabaya, dan Bandung. Data penelitian diperoleh pada Desember 2024. Kriteria inklusi untuk pemilihan kasus meliputi: . termasuk UKM Kementerian Koperasi dan UKM Indonesia. beroperasi di sektor ritel. telah mengadopsi dan mengimplementasikan cloud accounting minimal selama satu tahun. bersedia berpartisipasi dalam penelitian. Strategi purposive sampling diterapkan untuk memastikan variasi yang memadai dalam hal ukuran bisnis, jenis produk ritel, dan tingkat adopsi teknologi, sehingga memungkinkan analisis komparatif yang komprehensif. Pengumpulan data dilakukan melalui triangulasi metode untuk meningkatkan validitas dan reliabilitas temuan Pertama, wawancara semi-terstruktur dilakukan dengan berbagai pemangku kepentingan di setiap UKM, termasuk pemilik usaha, manajer keuangan, staf akuntansi, dan pengguna sistem cloud Protokol dikembangkan berdasarkan tinjauan literatur dan divalidasi melalui pilot study dengan dua UKM yang tidak termasuk dalam sampel utama. Wawancara berfokus pada eksplorasi pengalaman dan persepsi informan mengenai proses adopsi cloud accounting, tantangan yang dihadapi, strategi adaptasi yang diterapkan, serta dampak yang dirasakan terhadap Halaman 192 METHOMIKA: Jurnal Manajemen Informatika & Komputerisasi Akuntansi Vol. 9 No. 1 (April 2. kinerja bisnis. Selain wawancara, observasi langsung terhadap praktik penggunaan cloud accounting dilakukan di masing-masing UKM untuk memperoleh pemahaman yang lebih kontekstual mengenai bagaimana teknologi tersebut diintegrasikan ke dalam rutinitas kerja seharihari. Observasi berfokus pada aspek-aspek seperti kemudahan penggunaan sistem, tingkat integrasi dengan proses bisnis lainnya, dan respons pengguna terhadap fitur-fitur spesifik dari solusi cloud accounting yang diimplementasikan. Catatan lapangan yang komprehensif dikembangkan selama sesi observasi untuk mendokumentasikan temuan-temuan Analisis dokumen juga dilakukan untuk melengkapi data dari wawancara dan observasi. Dokumen yang dianalisis mencakup laporan keuangan . ebelum dan sesudah adopsi cloud accountin. , dokumentasi implementasi sistem, kebijakan dan prosedur akuntansi, serta data kinerja bisnis lainnya yang relevan. Analisis dokumen memungkinkan peneliti untuk memvalidasi informasi yang diperoleh dari wawancara dan observasi, serta memberikan konteks historis mengenai perubahan dalam praktik akuntansi dan kinerja bisnis setelah adopsi cloud Untuk mengukur dampak adopsi cloud accounting terhadap kinerja UKM, penelitian ini menggunakan kerangka analisis yang mencakup indikator kinerja finansial dan non-finansial. Indikator finansial meliputi profitabilitas (ROI, margin lab. , efisiensi operasional . iaya operasional, siklus konversi ka. , dan likuiditas. Sementara itu, indikator non-finansial mencakup kepuasan pelanggan, produktivitas karyawan, kualitas pengambilan keputusan, dan kemampuan inovasi. Pendekatan holistik ini memungkinkan pemahaman yang komprehensif mengenai bagaimana cloud accounting memengaruhi berbagai dimensi kinerja bisnis UKM. Analisis data dalam penelitian ini mengadopsi pendekatan interpretif dengan proses coding Pertama, seluruh data yang terkumpul ditranskripsikan dan diorganisir menggunakan software analisis data kualitatif NVivo 12. Selanjutnya, proses coding terbuka . pen codin. dilakukan untuk mengidentifikasi konsep-konsep kunci dan kategori awal dari data mentah. Proses ini diikuti dengan coding aksial . xial codin. untuk mengidentifikasi hubungan antar kategori dan mengembangkan tema-tema yang lebih luas. Terakhir, coding selektif . elective codin. menyempurnakan kategori-kategori utama serta mengembangkan narasi teoretis yang koheren. ISSN: 2598-8565 . edia ceta. ISSN: 2620-4339 . edia onlin. Untuk . temuan penelitian, beberapa strategi validasi diterapkan, meliputi: . triangulasi sumber data dan metode pengumpulan data. member checking, di mana interpretasi awal dan temuan penelitian divalidasi dengan informan kunci. peer debriefing, yang melibatkan diskusi temuan dengan peneliti independen yang tidak terlibat dalam pengumpulan data. audit trail yang komprehensif untuk mendokumentasikan seluruh proses penelitian dan keputusan metodologis yang Etika penelitian menjadi pertimbangan utama dalam seluruh tahapan penelitian. Informed consent diperoleh dari semua partisipan sebelum pengumpulan data, dengan penjelasan mengenai tujuan penelitian, hak untuk mengundurkan diri, serta jaminan kerahasiaan dan anonimitas. Data sensitif seperti laporan keuangan dan informasi pelanggan dikelola dengan protokol keamanan yang ketat, dan publikasi hasil penelitian dipastikan tidak mengungkapkan identitas spesifik dari UKM yang berpartisipasi tanpa persetujuan eksplisit. Melalui komprehensif dan sistematis ini, penelitian bertujuan untuk menghasilkan pemahaman yang mendalam dan kontekstual mengenai bagaimana adopsi cloud accounting memengaruhi kinerja UKM di sektor ritel Indonesia. Temuan penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan teori dan praktik dalam bidang akuntansi digital dan transformasi teknologi pada konteks UKM, serta menyediakan wawasan praktis bagi pelaku usaha dan pengambil kebijakan dalam optimalisasi manfaat cloud accounting bagi pertumbuhan dan keberlanjutan UKM di Indonesia. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Profil Partisipan Penelitian Penelitian ini melibatkan delapan UKM sektor ritel di tiga kota besar Indonesia yang telah mengadopsi cloud accounting minimal selama satu tahun. Partisipan terdiri dari empat UKM berskala menengah dan empat UKM berskala kecil yang beroperasi dalam berbagai segmen ritel, termasuk fashion & aksesoris, minimarket, elektronik & gadget, peralatan rumah tangga, makanan & minuman, produk kecantikan, furnitur & dekorasi, serta alat tulis & perlengkapan Jumlah karyawan pada UKM partisipan berkisar antara 9 hingga 43 orang, dengan rata-rata 24,1 Durasi pengalaman mengadopsi cloud accounting bervariasi antara 1 tahun 2 bulan hingga 3 Halaman 193 METHOMIKA: Jurnal Manajemen Informatika & Komputerisasi Akuntansi Vol. 9 No. 1 (April 2. ISSN: 2598-8565 . edia ceta. ISSN: 2620-4339 . edia onlin. tahun 1 bulan, dengan rata-rata durasi 1 tahun 9 bulan. UKM-G -22,10% 0,108 Tabel 1. Karakteristik UKM Partisipan Penelitian UKM-H -17,50% 0,074 -14,8 Rata-rata -17,30% 0,082 -12,4 Kode UKM Lokasi Jenis Usaha Skala Usaha Jumlah Karyawan Lama Adopsi Cloud UKMA Jakarta Fashion & Aksesoris Menengah 2 tahun 4 UKMB Jakarta Minimarket Menengah 1 tahun 8 UKMC Jakarta Elektronik & Gadget Kecil 1 tahun 2 Peralatan Rumah Tangga Menengah 3 tahun 1 UKMMakanan & Surabaya Minuman Kecil 1 tahun 5 UKMSurabaya Produk Kecantikan Kecil 1 tahun 3 UKMBandung Furnitur & Dekorasi Menengah 2 tahun 7 Kecil 1 tahun 6 UKMSurabaya Alat Tulis & UKMBandung Perlengkapan Kantor Pengaruh Adopsi Cloud accounting Terhadap Kinerja Finansial dan Non-Finansial UKM Analisis data finansial mengungkapkan bahwa adopsi cloud accounting berdampak positif terhadap efisiensi operasional UKM partisipan, dengan rata-rata penurunan biaya operasional mencapai 17,3% dalam periode 12 bulan pasca implementasi. UKM-D mencatatkan penurunan biaya operasional tertinggi sebesar 23,5%, sementara UKM-C mencatatkan penurunan terendah sebesar 9,2% akibat tantangan teknis selama implementasi. Komponen biaya yang mengalami penurunan signifikan meliputi biaya tenaga kerja administratif (-21,7%), biaya penyimpanan dokumen fisik (-64,3%), dan biaya pencetakan (-48,9%). Tabel 2. Perubahan Indikator Kinerja Finansial UKM Setelah Adopsi Cloud accounting Profitabilitas UKM peningkatan yang terukur setelah adopsi cloud Tujuh dari delapan UKM partisipan mencatatkan pertumbuhan Return on Investment (ROI) yang signifikan, dengan rata-rata peningkatan sebesar 8,2%. UKM-A mencatatkan peningkatan ROI tertinggi sebesar 12,3%, sementara UKM-C hanya mengalami peningkatan marginal sebesar 1,3% akibat tingginya biaya implementasi dan waktu adaptasi yang lebih Peningkatan ROI didorong oleh optimalisasi biaya operasional dan peningkatan volume penjualan melalui keputusan harga yang lebih tepat berdasarkan analisis data real-time. Indikator likuiditas UKM mengalami perbaikan substansial, tercermin dari pengurangan siklus konversi kas rata-rata sebesar 12,4 hari. UKM-G mencatatkan pengurangan siklus konversi kas paling signifikan dari 45 hari menjadi 28 hari (-17,0 har. , didukung oleh percepatan proses penagihan dan pengelolaan piutang yang lebih efisien melalui fitur otomatisasi dalam sistem cloud accounting. Rasio lancar . urrent rati. UKM partisipan juga mengalami peningkatan rata-rata dari 1,47 menjadi 1,82, menunjukkan kemampuan yang lebih baik dalam memenuhi kewajiban jangka pendek. Tabel 3. Perubahan Indikator Kinerja Non-Finansial UKM Setelah Adopsi Cloud accounting Kode UKM Pengurangan Waktu Tugas Akuntansi (%) Pengurangan Kesalahan Pembukuan (%) Peningkatan Kepuasan Pelanggan . kala 1-. UKMA 68,30% 82,40% UKMB 71,50% 82,40% Kode UKM Perubahan Biaya Operasional (%) Perubahan ROI (%) Perubahan Siklus Konversi Kas . UKMC 48,20% 64,70% UKMD 73,70% 85,30% UKM-A -18,70% 0,123 -14,2 UKME 61,40% 76,50% UKM-B -15,40% 0,087 -10,5 UKMF 58,90% 70,60% UKM-C -9,20% 0,013 -7,8 UKMG 70,80% 88,20% UKM-D -23,50% 0,112 -15,3 UKMH 63,20% 76,50% UKM-E -16,80% 0,069 -9,7 Ratarata 64,50% 78,30% UKM-F -14,20% 0,021 -8,5 Halaman 194 METHOMIKA: Jurnal Manajemen Informatika & Komputerisasi Akuntansi Vol. 9 No. 1 (April 2. Dalam aspek kinerja non-finansial, adopsi cloud produktivitas karyawan. Waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas-tugas akuntansi rutin berkurang rata-rata 64,5% pada seluruh UKM partisipan. Pengurangan waktu paling signifikan terjadi pada proses rekonsiliasi bank (-78,3%), penyusunan laporan keuangan bulanan (-71,2%), dan pemrosesan faktur penjualan (-65,4%). Peningkatan efisiensi ini memungkinkan staf akuntansi untuk mengalokasikan lebih banyak waktu pada aktivitas bernilai tambah seperti analisis keuangan dan perencanaan strategis. Akurasi data keuangan juga mengalami peningkatan substansial, dengan rata-rata pengurangan kesalahan pembukuan mencapai 78,3%. UKM-G mencatatkan pengurangan kesalahan pembukuan tertinggi sebesar 88,2%, sementara UKM-C mencatatkan pengurangan terendah sebesar 64,7%. Peningkatan akurasi ini berkontribusi pada kualitas pengambilan keputusan yang lebih baik dan mengurangi waktu yang dihabiskan untuk identifikasi dan koreksi kesalahan. Kepuasan pelanggan juga terpengaruh positif oleh adopsi cloud accounting, dengan peningkatan rata-rata sebesar 0,9 poin pada skala 1-5. Faktor yang pelanggan meliputi kecepatan pemrosesan transaksi ( 45,8%), akurasi penagihan ( 67,3%), dan responsivitas terhadap pertanyaan terkait keuangan ( 58,2%). UKM-D mencatatkan peningkatan kepuasan pelanggan tertinggi sebesar 1,4 poin, sementara UKMC mencatatkan peningkatan terendah sebesar 0,5 poin. Faktor-Faktor Kritis yang Memengaruhi Keberhasilan Implementasi Cloud accounting Analisis data wawancara dan observasi mengidentifikasi lima faktor kritis yang memengaruhi keberhasilan implementasi cloud accounting pada UKM ritel. Komitmen manajemen puncak muncul sebagai faktor paling determinan, disebutkan oleh 92% informan sebagai prasyarat kritis keberhasilan UKM dengan keterlibatan aktif pemilik atau manajemen puncak dalam perencanaan, seleksi vendor, proses implementasi, dan evaluasi berkala menunjukkan tingkat adopsi yang lebih tinggi dan periode adaptasi yang lebih singkat. Data menunjukkan bahwa UKM dengan keterlibatan manajemen puncak yang tinggi . kor >4 pada skala 1-. mencatatkan waktu implementasi rata-rata 3,2 bulan, dibandingkan 5,7 bulan pada UKM dengan keterlibatan manajemen puncak yang lebih rendah . kor <. ISSN: 2598-8565 . edia ceta. ISSN: 2620-4339 . edia onlin. Tabel 4. Faktor Kritis Keberhasilan Implementasi Cloud accounting Faktor Kritis Persentase Informan Pengaruh Terhadap Waktu Implementasi Pengaruh Terhadap ROI Komitmen Manajemen Puncak 92,00% -43,90% 0,357 Pelatihan dan Pengembangan Kapasitas 87,00% -38,40% 0,318 Kualitas Infrastruktur Digital 78,00% -32,60% 0,275 Integrasi dengan Sistem Bisnis Lain 73,00% -28,30% 0,246 Penyesuaian Proses Bisnis 65,00% -22,70% 0,192 Pelatihan dan pengembangan kapasitas staf menjadi faktor kritis kedua, diidentifikasi oleh 87% Data menunjukkan bahwa UKM yang mengalokasikan minimal 8% dari total anggaran implementasi untuk pelatihan staf mencatatkan tingkat adopsi fitur-fitur lanjutan yang 56,3% lebih tinggi dibandingkan UKM dengan alokasi pelatihan di bawah UKM-D dan UKM-G, yang menerapkan program pelatihan komprehensif dengan durasi minimal 40 jam per pengguna, mencatatkan tingkat resistensi perubahan 63,7% lebih rendah dibandingkan UKM dengan program pelatihan minimal. Kualitas infrastruktur digital merupakan faktor kritis ketiga, disebutkan oleh 78% informan. Data teknis mengungkapkan bahwa UKM dengan konektivitas internet redundan dan kecepatan minimal 50 Mbps mengalami 87,4% lebih sedikit gangguan dalam penggunaan sistem cloud accounting dibandingkan UKM dengan infrastruktur internet suboptimal. UKMC, yang mengalami tantangan infrastruktur digital, mencatatkan 34 insiden gangguan konektivitas selama periode studi, berakibat pada 128 jam downtime kumulatif dan biaya implementasi tambahan sebesar 18,7%. Faktor integrasi dengan sistem bisnis lain dan penyesuaian proses bisnis, disebutkan oleh 73% dan 65% informan, juga berkontribusi signifikan terhadap keberhasilan implementasi. UKM yang berhasil mengintegrasikan cloud accounting dengan sistem point of sale, manajemen inventori, dan platform ecommerce operasional 28,4% lebih tinggi dibandingkan UKM yang mengimplementasikan cloud accounting sebagai sistem terpisah. Pendokumentasian dan penyesuaian proses bisnis sebelum implementasi berkontribusi pada pengurangan waktu implementasi rata-rata sebesar 22,7% dan peningkatan ROI sebesar 19,2%. Halaman 195 METHOMIKA: Jurnal Manajemen Informatika & Komputerisasi Akuntansi Vol. 9 No. 1 (April 2. ISSN: 2598-8565 . edia ceta. ISSN: 2620-4339 . edia onlin. Mekanisme Spesifik Kontribusi Cloud Accounting Terhadap Efisiensi Operasional dan Pengambilan Keputusan Analisis mekanisme utama dimana cloud accounting berkontribusi terhadap efisiensi operasional dan pengambilan keputusan strategis pada UKM ritel Otomatisasi proses akuntansi rutin muncul sebagai mekanisme primer, berkontribusi pada pengurangan waktu pemrosesan transaksi rata-rata sebesar 64,5% dan pengurangan kesalahan pembukuan sebesar 78,3%. Data empiris menunjukkan bahwa otomatisasi entry jurnal pada UKM-B mengurangi waktu pemrosesan dari rata-rata 212 menit menjadi 45 menit per hari, sementara rekonsiliasi bank otomatis mengurangi beban kerja dari 16 jam menjadi 2,8 jam per bulan. yang lebih tepat waktu. Analitik bisnis yang disediakan oleh platform cloud accounting memungkinkan UKM untuk mengidentifikasi pola, tren, dan anomali dalam data Tujuh dari delapan UKM melaporkan bahwa fitur analitik berkontribusi pada peningkatan akurasi keputusan sebesar rata-rata 69,4%. UKM-H mengidentifikasi dua lini produk dengan margin kontribusi negatif melalui analisis profitabilitas detail, yang mengarah pada restrukturisasi penawaran produk dan peningkatan margin keseluruhan sebesar 8,7%. Visualisasi data dinamis dalam dashboard cloud accounting pada UKM-A berkontribusi pada identifikasi tren musiman yang sebelumnya tidak terdeteksi, memungkinkan strategi manajemen inventori yang lebih optimal dan pengurangan biaya penyimpanan sebesar 15,3%. Tabel 5. Kontribusi Mekanisme Cloud accounting Terhadap Peningkatan Kinerja UKM Pembahasan/Diskusi Pengaruh Adopsi Cloud Accounting Terhadap Kinerja Finansial dan Non-Finansial UKM di Sektor Ritel Hasil penelitian menunjukkan bahwa adopsi cloud accounting memberikan dampak positif yang signifikan terhadap kinerja finansial UKM di sektor Analisis terhadap delapan UKM partisipan mengungkapkan penurunan biaya operasional rata-rata sebesar 17,3% dalam 12 bulan pertama setelah Temuan ini sejalan dengan penelitian (Ramadhan et al. , 2. yang menyatakan bahwa teknologi cloud accounting mampu menurunkan beban operasional melalui otomatisasi dan digitalisasi proses. Komponen biaya yang mengalami penurunan paling signifikan meliputi biaya tenaga kerja administratif . ,7%), biaya penyimpanan dokumen fisik (-64,3%), dan biaya pencetakan (-48,9%). UKM-D mencatatkan penurunan biaya operasional tertinggi sebesar 23,5%, sementara UKM-C hanya mencatatkan penurunan sebesar 9,2% akibat tantangan teknis selama Perbedaan ini mengindikasikan bahwa kesiapan infrastruktur dan implementasi yang tepat merupakan prasyarat untuk memaksimalkan efisiensi biaya dari adopsi cloud accounting. Profitabilitas UKM partisipan juga mengalami peningkatan yang terukur, dengan rata-rata pertumbuhan Return on Investment (ROI) sebesar 8,2%. Temuan ini menegaskan argumen (Hendrawati et al. , 2. bahwa digitalisasi proses akuntansi profitabilitas melalui efisiensi operasional dan pengambilan keputusan yang lebih baik. UKM-A mencatatkan peningkatan ROI tertinggi sebesar 12,3%. Peningkatan Peningkatan Pengurangan Kecepatan Akurasi Kesalahan Keputusan Keputusan (%) (%) (%) Mekanisme Pengurangan Waktu (%) Otomatisasi Proses 64,50% 78,30% 38,70% 42,30% Integrasi Data 57,80% 64,20% 51,40% 56,90% Aksesibilitas Data 42,30% 38,60% 68,20% 47,50% Analitik Bisnis 38,70% 45,30% 73,60% 69,40% Integrasi data lintas departemen memfasilitasi sinkronisasi informasi antara fungsi akuntansi, penjualan, persediaan, dan pemasaran, mengurangi redundansi data dan meningkatkan kohesi informasi. UKM-G melaporkan pengurangan waktu konsolidasi laporan dari 26 jam menjadi 5,8 jam per bulan setelah mengintegrasikan cloud accounting dengan sistem POS dan manajemen inventori. Integrasi ini juga menganggur sebesar 23,5% melalui pengambilan keputusan pembelian yang lebih tepat berdasarkan data penjualan dan keuangan yang terintegrasi. Aksesibilitas data dari mana saja dan kapan saja memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih responsif terhadap dinamika pasar. Data wawancara mengungkapkan bahwa 79% informan level manajerial melaporkan peningkatan kecepatan pengambilan keputusan strategis sebesar 68,2% setelah adopsi cloud UKM-D melaporkan 12 kasus dimana akses mobile terhadap data keuangan real-time selama negosiasi dengan supplier menghasilkan penghematan biaya rata-rata 8,7% melalui pengambilan keputusan Halaman 196 METHOMIKA: Jurnal Manajemen Informatika & Komputerisasi Akuntansi Vol. 9 No. 1 (April 2. sedangkan UKM-C hanya mengalami peningkatan marginal sebesar 1,3%. Disparitas ini dapat dijelaskan melalui perbedaan kompleksitas implementasi, biaya awal, dan kurva pembelajaran pada masing-masing UKM. Margin laba bersih rata-rata meningkat dari 6,8% menjadi 8,5% setelah implementasi cloud accounting, yang terutama didorong oleh optimalisasi biaya operasional dan peningkatan volume penjualan melalui keputusan harga yang lebih tepat berdasarkan analisis data real-time. Likuiditas UKM mengalami perbaikan substansial, tercermin dari pengurangan siklus konversi kas rata-rata sebesar 12,4 hari. UKM-G mencatatkan pengurangan paling signifikan dari 45 hari menjadi 28 hari (-17,0 har. , didukung oleh percepatan proses penagihan dan pengelolaan piutang yang lebih efisien melalui fitur otomatisasi. Rasio lancar . urrent rati. UKM partisipan juga meningkat dari rata-rata 1,47 menjadi 1,82, menunjukkan kemampuan yang lebih baik dalam memenuhi kewajiban jangka pendek. Temuan ini memperkuat studi (Nurchayati, 2. yang menyatakan bahwa otomatisasi dalam pengelolaan arus kas berkontribusi signifikan terhadap peningkatan likuiditas UKM. Dalam aspek kinerja non-finansial, adopsi cloud accounting berkontribusi pada peningkatan efisiensi operasional melalui pengurangan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas-tugas akuntansi rutin sebesar rata-rata 64,5%. Pengurangan waktu paling signifikan terjadi pada proses rekonsiliasi bank (-78,3%), penyusunan laporan keuangan bulanan . ,2%), dan pemrosesan faktur penjualan (-65,4%). Efisiensi ini memungkinkan staf akuntansi untuk mengalokasikan lebih banyak waktu pada aktivitas bernilai tambah seperti analisis keuangan dan perencanaan strategis, sejalan dengan temuan (Zatnika & Safariah, 2. tentang transformasi peran akuntan internal setelah adopsi teknologi cloud. Akurasi data keuangan juga mengalami peningkatan substansial, dengan rata-rata pengurangan kesalahan pembukuan mencapai 78,3%. UKM-G mencatatkan pengurangan tertinggi sebesar 88,2%, sementara UKM-C mencatatkan pengurangan terendah sebesar 64,7%. Peningkatan akurasi ini berkontribusi pada kualitas pengambilan keputusan yang lebih baik dan mengurangi waktu yang dihabiskan untuk identifikasi dan koreksi kesalahan. Dampak positif adopsi cloud accounting juga terlihat pada peningkatan kepuasan pelanggan sebesar rata-rata 0,9 poin pada skala 1-5, terutama didorong oleh kecepatan pemrosesan transaksi ( 45,8%), akurasi penagihan ( 67,3%), dan responsivitas terhadap pertanyaan terkait keuangan ( 58,2%). ISSN: 2598-8565 . edia ceta. ISSN: 2620-4339 . edia onlin. Faktor-Faktor Kritis yang Memengaruhi Keberhasilan Implementasi Cloud Accounting pada UKM Ritel Analisis data mengidentifikasi lima faktor kritis yang memengaruhi keberhasilan implementasi cloud accounting pada UKM ritel. Komitmen manajemen puncak muncul sebagai faktor paling determinan, disebutkan oleh 92% informan sebagai prasyarat kritis keberhasilan implementasi. UKM dengan keterlibatan aktif pemilik atau manajemen puncak dalam perencanaan, seleksi vendor, proses implementasi, dan evaluasi berkala menunjukkan tingkat adopsi yang lebih tinggi dan periode adaptasi yang lebih singkat. UKM dengan keterlibatan manajemen puncak yang tinggi . kor >4 pada skala 1-. mencatatkan waktu implementasi rata-rata 3,2 bulan, dibandingkan 5,7 bulan pada UKM dengan keterlibatan manajemen puncak yang lebih rendah . kor <. Temuan ini konsisten dengan penelitian (Rojak et al. , 2. yang menekankan peran krusial komitmen pemimpin dalam transformasi digital UKM. Pelatihan dan pengembangan kapasitas staf menjadi faktor kritis kedua, diidentifikasi oleh 87% Hasil penelitian menunjukkan bahwa UKM yang mengalokasikan minimal 8% dari total anggaran implementasi untuk pelatihan staf mencatatkan tingkat adopsi fitur-fitur lanjutan yang 56,3% lebih tinggi dibandingkan UKM dengan alokasi pelatihan di bawah UKM-D dan UKM-G, yang menerapkan program pelatihan komprehensif dengan durasi minimal 40 jam per pengguna, mencatatkan tingkat resistensi perubahan 63,7% lebih rendah dibandingkan UKM dengan program pelatihan minimal. Temuan ini memperkuat argumen (Prihandono et al. , 2. bahwa investasi dalam pengembangan kompetensi digital staf merupakan prediktor utama keberhasilan transformasi digital pada UKM. Kualitas infrastruktur digital juga merupakan faktor kritis, disebutkan oleh 78% informan. UKM dengan konektivitas internet redundan dan kecepatan minimal 50 Mbps mengalami 87,4% lebih sedikit gangguan dalam penggunaan sistem cloud accounting dibandingkan UKM dengan infrastruktur internet UKM-C, yang mengalami tantangan infrastruktur digital, mencatatkan 34 insiden gangguan konektivitas selama periode studi, berakibat pada 128 jam downtime kumulatif dan biaya implementasi tambahan sebesar 18,7%. Temuan ini konsisten dengan penelitian (Handayani et al. , 2. yang menekankan pentingnya kesiapan infrastruktur teknologi dalam adopsi sistem berbasis cloud. Faktor integrasi dengan sistem bisnis lain dan Halaman 197 METHOMIKA: Jurnal Manajemen Informatika & Komputerisasi Akuntansi Vol. 9 No. 1 (April 2. penyesuaian proses bisnis juga berkontribusi signifikan terhadap keberhasilan implementasi. UKM yang berhasil mengintegrasikan cloud accounting dengan sistem point of sale, manajemen inventori, dan platform e-commerce mencatatkan peningkatan efisiensi operasional 28,4% lebih tinggi dibandingkan UKM yang mengimplementasikan cloud accounting sebagai sistem terpisah. Pendokumentasian dan penyesuaian proses bisnis sebelum implementasi berkontribusi pada pengurangan waktu implementasi rata-rata sebesar 22,7% dan peningkatan ROI sebesar 19,2%. Temuan ini memperkuat argumen (Pratomo et al. , 2. tentang pentingnya pendekatan holistik dalam transformasi digital UKM. Mekanisme Spesifik Kontribusi Cloud Accounting Terhadap Efisiensi Operasional dan Pengambilan Keputusan Strategis Analisis mekanisme utama dimana cloud accounting berkontribusi terhadap efisiensi operasional dan pengambilan keputusan strategis pada UKM ritel Otomatisasi proses akuntansi rutin muncul sebagai mekanisme primer, berkontribusi pada pengurangan waktu pemrosesan transaksi rata-rata sebesar 64,5% dan pengurangan kesalahan pembukuan sebesar 78,3%. Otomatisasi entri jurnal pada UKM-B mengurangi waktu pemrosesan dari rata-rata 212 menit menjadi 45 menit per hari, sementara rekonsiliasi bank otomatis mengurangi beban kerja dari 16 jam menjadi 2,8 jam per bulan. Temuan ini sejalan dengan penelitian (Muda et al. , 2. yang mengidentifikasi otomatisasi sebagai mekanisme utama efisiensi dalam sistem akuntansi berbasis cloud. Integrasi data lintas departemen memfasilitasi sinkronisasi informasi antara fungsi akuntansi, penjualan, persediaan, dan pemasaran, mengurangi redundansi data dan meningkatkan kohesi informasi. UKM-G melaporkan pengurangan waktu konsolidasi laporan dari 26 jam menjadi 5,8 jam per bulan setelah mengintegrasikan cloud accounting dengan sistem POS dan manajemen inventori. Integrasi ini juga menganggur sebesar 23,5% melalui pengambilan keputusan pembelian yang lebih tepat. Temuan ini memperkuat argumen (Pramudita & Safitri, 2. tentang nilai strategis dari integrasi data dalam ekosistem digital UKM. Aksesibilitas data dari mana saja dan kapan saja memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih responsif terhadap dinamika pasar. Data wawancara mengungkapkan bahwa 79% informan level manajerial ISSN: 2598-8565 . edia ceta. ISSN: 2620-4339 . edia onlin. melaporkan peningkatan kecepatan pengambilan keputusan strategis sebesar 68,2% setelah adopsi cloud UKM-D melaporkan 12 kasus dimana akses mobile terhadap data keuangan real-time selama negosiasi dengan supplier menghasilkan penghematan biaya rata-rata 8,7%. Hal ini mendukung temuan (Febrianty & Divianto, 2. tentang relevansi mobilitas data dalam meningkatkan agilitas bisnis UKM. Analitik bisnis yang disediakan oleh platform cloud accounting memungkinkan UKM untuk mengidentifikasi pola, tren, dan anomali dalam data Tujuh dari delapan UKM melaporkan bahwa fitur analitik berkontribusi pada peningkatan akurasi keputusan sebesar rata-rata 69,4%. UKM-H mengidentifikasi dua lini produk dengan margin kontribusi negatif melalui analisis profitabilitas detail, yang mengarah pada restrukturisasi penawaran produk dan peningkatan margin keseluruhan sebesar 8,7%. Visualisasi data dinamis dalam dashboard cloud accounting pada UKM-A berkontribusi pada identifikasi tren musiman yang sebelumnya tidak terdeteksi, memungkinkan strategi manajemen inventori yang lebih optimal dan pengurangan biaya penyimpanan sebesar 15,3%. Temuan ini sejalan dengan argumen (Ibrahim & Winarna, 2. tentang peran analitik data dalam mentransformasi UKM dari pendekatan intuitif menuju pengambilan keputusan berbasis bukti. Rekomendasi Praktis bagi UKM Ritel dalam Mengoptimalkan Manfaat dari Adopsi Cloud Accounting Berdasarkan temuan penelitian, terdapat beberapa rekomendasi praktis bagi UKM ritel dalam mengoptimalkan manfaat dari adopsi cloud accounting. Pertama. UKM perlu memastikan komitmen aktif dari Pemilik atau manajer senior harus terlibat dalam penetapan tujuan yang jelas, seleksi vendor yang tepat, alokasi sumber daya yang memadai, dan evaluasi berkala terhadap progress implementasi. Kedua. UKM perlu mengalokasikan minimal 8% dari total anggaran implementasi untuk program pelatihan komprehensif yang mencakup tidak hanya aspek teknis tetapi juga perubahan mindset dan proses bisnis. Program mentoring berkelanjutan dan komunitas pembelajaran internal dapat memfasilitasi transfer pengetahuan dan mengatasi resistensi perubahan. Ketiga. UKM harus memastikan kesiapan infrastruktur digital sebelum implementasi, termasuk konektivitas internet redundan dengan kecepatan minimal 50 Mbps, perangkat keras yang memadai, dan Halaman 198 METHOMIKA: Jurnal Manajemen Informatika & Komputerisasi Akuntansi Vol. 9 No. 1 (April 2. protokol keamanan data yang komprehensif. Keempat, implementasi cloud accounting sebaiknya didekati sebagai bagian dari ekosistem digital terintegrasi, bukan sebagai solusi terpisah. UKM perlu mempertimbangkan integrasi dengan sistem point of sale, manajemen inventori. Customer Relationship Management (CRM), dan platform e-commerce untuk memaksimalkan nilai strategis. Kelima. UKM perlu mendokumentasikan dan mengoptimalkan proses bisnis yang ada sebelum implementasi untuk meminimalkan disrupsi dan memaksimalkan efisiensi. Pendekatan bertahap dengan pilot project pada departemen atau fungsi terbatas dapat meminimalkan risiko dan memfasilitasi pembelajaran adaptif. Keenam. UKM perlu mengoptimalkan penggunaan fitur analitik dalam platform cloud accounting untuk mengidentifikasi peluang perbaikan dan mendukung pengambilan keputusan berbasis data. Visualisasi data dinamis dan dashboard kustomisasi dapat meningkatkan aksesibilitas bagi pembuat keputusan non-teknis. Terakhir. UKM perlu menerapkan audit berkelanjutan dan mekanisme evaluasi untuk mengidentifikasi area perbaikan dan memastikan sistem tetap selaras dengan kebutuhan bisnis yang berkembang. Upaya ini dapat mencakup review berkala terhadap Key Performance Indicators (KPI), survei kepuasan pengguna, dan benchmark terhadap praktik terbaik industri. Rekomendasi ini sejalan dengan kerangka kerja yang diusulkan oleh (Martynez-Pelyez et al. , 2. untuk transformasi digital berkelanjutan pada UKM. KESIMPULAN Berdasarkan hasil dan pembahasan penelitian, dapat disimpulkan bahwa adopsi cloud accounting memberikan dampak positif yang signifikan terhadap kinerja UKM sektor ritel di Indonesia. Secara finansial, penurunan biaya operasional rata-rata sebesar 17,3%, peningkatan ROI sebesar 8,2%, dan pengurangan siklus konversi kas rata-rata sebesar 12,4 hari. Komponen biaya yang mengalami penurunan signifikan meliputi biaya tenaga kerja administratif, penyimpanan dokumen fisik, dan pencetakan. Dari segi non-finansial, waktu penyelesaian tugas akuntansi rutin berkurang 64,5%, kesalahan pembukuan menurun 78,3%, dan kepuasan pelanggan meningkat rata-rata 0,9 poin pada skala 1-5. Lima faktor kritis yang memengaruhi keberhasilan implementasi cloud accounting pada UKM ritel adalah komitmen manajemen puncak, pelatihan dan pengembangan kapasitas staf, kualitas infrastruktur digital, integrasi dengan sistem bisnis lain, dan ISSN: 2598-8565 . edia ceta. ISSN: 2620-4339 . edia onlin. penyesuaian proses bisnis. UKM dengan keterlibatan manajemen puncak yang tinggi mencatatkan waktu implementasi yang lebih singkat, sementara alokasi anggaran pelatihan yang memadai berkontribusi pada tingkat adopsi fitur lanjutan yang lebih tinggi dan resistensi perubahan yang lebih rendah. Mekanisme utama kontribusi cloud accounting terhadap peningkatan kinerja UKM meliputi otomatisasi proses akuntansi rutin, integrasi data lintas departemen, aksesibilitas data real-time, dan analitik bisnis. Temuan penelitian menyarankan pendekatan holistik dalam adopsi cloud accounting, dengan memastikan komitmen manajemen puncak, program pelatihan komprehensif, kesiapan infrastruktur digital, integrasi dengan sistem bisnis lain, optimalisasi proses bisnis, pemanfaatan fitur analitik, dan evaluasi berkelanjutan untuk mengoptimalkan manfaat teknologi ini bagi UKM sektor ritel. Saran untuk penelitian selanjutnya agar dapat menggunakan desain longitudinal untuk memantau perubahan kinerja UKM dalam jangka waktu lebih panjang dan mengidentifikasi efek sustainabilitas adopsi cloud DAFTAR PUSTAKA