Mahli. Muhammad Furqan: Ibnu Batutah Sang Pengembara (Analisis Sosio Historis Petualangan Tokoh Geografer Muslim Melalui Naskah Tuufatun NueeAr F GharAibil AmAr Wa AjAibil AsfA. IBNU BATUTAH SANG PENGEMBARA (ANALISIS SOSIO HISTORIS PETUALANGAN TOKOH GEOGRAFER MUSLIM MELALUI NASKAH TUFATUN NUeeAR F GHARAIBIL AMAR WA AJAIBIL ASFAR) Mahlil. Muhammad Furqan1,2 Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh1,2 mahlil@ar-raniry. id, muhammad. furqan@ar-raniry. Abstract. Ibn Battuta or Muhammad bin Battuta whose full name is Abu Abdullah Muhammad bin Abdullah Al-Lawati At-Tanji bin Battuta was the last greatest Arab traveler in the Middle Ages. managed to compete with the great man who lived his contemporaries. Marcopolo Al-Bandaqi. His odyssey covered the entire Islamic world. He has covered more than 175 miles, starting from Thanjah, his birthplace, at the age of 28, in 1326 and ending in Fez in 1353. -The Miracle Experience (Tuufatun NueeAr f GharAibil AmAr wa AjAibil AsfA. compiled by Ibn Juzay, but often referred to only as Ar-Rihlah Ibn Battuta. This paper uses a qualitative approach to the type of library research . ibrary researc. The object of this literature research focuses on the study of the character of Ibn Battuta as a Muslim geographer against his work Ar-Rihlah with the aim of analyzing the socio-historical history of his wanderings to various parts of the world. Data was collected by examining other reading sources, namely text books, encyclopedias, journals, and so The results of the study found that in this manuscript we find many stories of his travels, and descriptions of his belief in strange things, the mixing of various events, and his excessive attention to the sacredness of the saints and scholars, and some of the beliefs of the travelers in every age. Nevertheless, he witnessed many events, and at the same time knew how to describe what he saw, with great brilliance or in a simple way. That is what makes him a unique geographer and traveler from among the Arabs. He was a wanderer whose sole purpose was to wander. He stomped his feet on the completely unknown ground with a calm feeling. He was very happy to be acquainted with new territories and peoples. Keywords: Ibn Battuta. Traveler. Historical Socio. Muslim Geographer. Abstrak. Ibnu iBatutah iatau iMuhammad ibin iBatutah iyang ibernama ilengkap iAbu Abdullah Muhammad bin Abdullah Al-Lawati At-Tanji bin Batutah merupakan pengembara ibangsa iArab terbesar iyang iterakhir ipada iAbad iPertengahan. iIa iberhasil menyaingi iorang ibesar iyang ihidup sezaman idengannya, iMarcopolo iAl-Bandaqi. Pengembaraannya imeliputi iseluruh idunia Islam. iDia itelah imenempuh ilebih idari i175 mil, iyang idimulai idari iThanjah, itempat kelahirannya, ipada isaat iberusia i28 itahun, pada itahun i1326 iM idan iberakhir idi iFez ipada tahun i1353 iM. iKaryanya iyang terkenal idengan ijudul iHadiah iBagi iPara iPemerhati iNegerinegeri iAsing idan Pengalaman-pengalaman iAjaib i(Tuufatun iNueeAr if iGharAibil iAmAr iwa iAjAibil AsfA. iyang idisusun ioleh iIbnu iJuzay, inamun isering ikali ihanya idisebut iAr-Rihlah Ibnu iBatutah. Tulisan iini imenggunakan ipendekatan ikualitatif idengan ijenis ipenelitian kepustakaan . ibrary iresearc. Objek penelitian kepustakaan ini fokus pada studi tokoh Ibnu Batutah sebagai tokoh geografer Muslim terhadap karyanya Ar-Rihlah dengan tujuan untuk menganalisa sosio historis pengembaraanya ke berbagai belahan dunia. Pengumpulan data dilakukan dengan telaah sumber bacaan lainnya yaitu buku-buku teks, ensiklopedi, jurnal, dan lain Hasil kajian iditemukan ibahwa inaskah iini banyak ikita temukan ikisah perjalanannya. ADABIYA. Volume 24, no. Agustus, 2022 https://jurnal. ar-raniry. id/index. php/adabiya/index 22373/adabiya. Mahli. Muhammad Furqan: Ibnu Batutah Sang Pengembara (Analisis Sosio Historis Petualangan Tokoh Geografer Muslim Melalui Naskah Tuufatun NueeAr F GharAibil AmAr Wa AjAibil AsfA. dan igambaran ikeyakinannya iterhadap ihal-hal iyang aneh, ipencampur iadukan iberbagai peristiwa, idan iperhatiannya iyang berlebihan terhadap ikekeramatan ipara iwali idan iulama, idan sebagian ikepercayaan para pengembara ipada isetiap izaman. iMeskipun idemikian, idia ibanyak menyaksikan berbagai iperistiwa, isekaligus imengetahui ibagaimana icara imenggambarkan iapaapa yang idia ilihat, idengan ipenuh ikejelian iatau idengan icara iyang isederhana. Itulah iyang menjadikannya isebagai iseorang iahli igeografi idan ipengembara iyang iunik idari kalangan bangsa iArab. Dia iadalah iseorang ipengembara iyang itujuannya ihanya iuntuk mengembara. Dia injakkan ikakinya idi itanah iyang isama isekali ibelum idia iketahui dengan iperasaan iyang tenang. Dia isangat isenang iberkenalan idengan iwilayah idan bangsa iyang ibaru. Kata Kunci: Ibnu Batutah. Pengembara. Sosio Historis. Geografer Muslim. Pendahuluan Penjelajahan permukaan bumi disusul penguasaan daerah daerah baru tidak dapat dilepaskan dari peran ahli geografi masa lampau. Sejak abad klasik . -1250 M) dunia Islam sudah mencapai kemajuan dalam bidang geografi yang ditandai lahirnya pakar-pakar geografi dan para penjelajah yang menelusuri berbagai penjuru bumi. Geografer-geografer Islam meninggalkan karya tulis dan gambar permukaan buku untuk memudahkan para penjelajah dan pemerintah dalam menelusuri pemukiman baru di berbagai belahan dunia untuk kemudian menjalin kerja sama perdagangan, politik serta melakukan aktifitas Ibnu Hawqal. Abdillah al-Idrisi. Abu Hamid Muhammad al-Mazini. Ibnu Jubair. Ayyub ibn Amr al-Bakri. Abu Abdillah dan Ibnu Batutah adalah sebagian ahli geografi dan penjelajah yang dimiliki dunia Islam periode klasik. Padahal, pada saat yang sama, orang Barat masih berpendapat bahwa bumi ini datar sehingga mereka tidak meyakini ada daratan lain selain Eropa yang mereka diami. Galileo Galilei . 4-1642 M) mendapat hukuman pengucilan sampai akhir hayat gara-gara mengemukakan pendapat bahwa bumi ini bulat dan mengelilingi matahari. Pendapat Galileo dianggap bisa merusak iman karena berseberangan dengan keyakinan gereja bahwa bumi ini datar dan tidak mengelilingi Hasan Basri M. Nur & Ahmad Zaki Husaini. Geografi Islam: Dari Geografer Muslim Klasik. Kiprah Penjelajah Hingga Kantong-kantong Islam di Negara Non-Muslim, (Banda Aceh: Yayasan Al-Mukarramah, 2. , hlm. Hasan Basri M. Nur & Ahmad Zaki Husaini. Geografi IslamA, hlm. ADABIYA. Volume 24, no. Agustus, 2022 https://jurnal. ar-raniry. id/index. php/adabiya/index 22373/adabiya. Mahli. Muhammad Furqan: Ibnu Batutah Sang Pengembara (Analisis Sosio Historis Petualangan Tokoh Geografer Muslim Melalui Naskah Tuufatun NueeAr F GharAibil AmAr Wa AjAibil AsfA. Pada iabad ipertengahan imuncul ipenjelajah ispektakuler idalam Islam, salah isatunya iyaitu iIbnu iBatutah iatau iMuhammad ibin iBatutah iyang ibernama lengkap iAbu iAbdullah iMuhammad ibin iAbdullah iAl-Lawati iAt-Tanji ibin iBatutah. Tokoh iini isempat isinggah idi ikerajaan-kerajaan iyang iada idi iAsia iTenggara, termasuk Samudera Pasai (Aceh iUtar. Ibnu iBatutah isangat ibesar ijasanya idalam imenjalin kerja isama iantar iumat imanusia iyang ihidup idi iberbagai ipelosok ibumi. Ibnu iBatutah imerupakan ipengembara iterbesar ibangsa iArab iyang iterakhir. berhasil imenyaingi iorang ibesar iyang ihidup isezaman idengannya, iMarcopolo iAlBandaqi. Pengembaraannya imeliputi iseluruh idunia iIslam. Dia itelah imenempuh ilebih dari i175 imil, iyang idimulai idari iThanjah, itempat ikelahirannya, ipada isaat iberusia i28 tahun, ipada itahun i1326 iM idan iberakhir idi iFez ipada itahun i1353 iM. Pengembaraannya imeliputi ikota-kota ibesar idi iAfrika iUtara, iIskandariah, iDimyath. Kairo idan iAswan idi iMesir, iPalestina, iSyam, iMekkah, iMadinah, iNajaf, iBasrah. Syiraz idi iIran. Moshul, iDiyarbakr, iKufah, iBagdad, iJeddah, ipantai itimur iAfrika. Yaman, iOman, iHormuz, idan iBahrain. iAsia iKecil, iAnak ibenua iKaram, iRusia Selatan, iBulgaria, iPolandia, iIstirkhan, iKonstantinopel, iSarayevo, iBukhara. Afghanistan, iDelhi, iIndia itempat idia imenjadi ihakim idi isana iselama i5 itahun. Maladewa, iCina, iCeylon, iBengali, iIndonesia, ikemudian iIran, iIrak, idan ikembali ilagi ke iPalestina. iMesir, iTunisia, iSardinia, iMaroko, iAndalusia, ikemudian imasuk ilagi ike Afrika, iMali, ikemudian iFez idi imana idia imenghabiskan itahun-tahun iterakhir kehidupannya idi isana idi ibawah ikekuasaan iSultan iAbu iAoInan. Ibnu Batutah tidak meninggalkan karya sastra apa pun, bahkan ia tidak menulis catatan perjalanannya secara teratur. Dia hanya menceritakan kisah perjalanannya kepada orang lain, berupa peristiwa-peristiwa tertentu, dan informasi-informasi yang sepenggal Sultan Abu 'Inan-lah yang memiliki inisiatif penerbitan buku kisah perjalanan Ibnu Batutah, yang dikenal dengan Ar-Rihlah, karena sang sultan mengangkat seorang editor sastra bernama Ibn Jaziy Al-Gharnathi. Sultan meminta Ibnu Batutah untuk Hasan Basri M. Nur & Ahmad Zaki Husaini. Geografi IslamA, hlm. Husayn Ahmad Amin. Seratus Tokoh Dalam Sejarah Islam, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2. , hlm. ADABIYA. Volume 24, no. Agustus, 2022 https://jurnal. ar-raniry. id/index. php/adabiya/index 22373/adabiya. Mahli. Muhammad Furqan: Ibnu Batutah Sang Pengembara (Analisis Sosio Historis Petualangan Tokoh Geografer Muslim Melalui Naskah Tuufatun NueeAr F GharAibil AmAr Wa AjAibil AsfA. mengisahkan kepada Ibn Jaziy apa yang dia saksikan dalam perjalanannya ke berbagai kota di dunia, cerita-cerita unik yang masih ada di dalam ingatannya, serta raja-raja, ulama, wali, yang ditemuinya. Ibn Jaziy kemudian menuangkannya dalam tulisan dan memperbaiki bahasa Ibnu Batutah, dan akhirnya menyusunnya menjadi sebuah buku perjalanan yang lengkap dari segala seginya, dengan memperhatikan urutan waktu pengembaraan, dan menyambungkan antara satu kisah dengan kisah yang lain. Metode Tulisan ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan . ibrary researc. Objek penelitian kepustakaan ini fokus pada studi tokoh Ibnu Batutah sebagai tokoh geografer Muslim terhadap karyanya Ar-Rihlah dengan tujuan untuk menganalisa sosio historis pengembaraanya ke berbagai belahan dunia. Pengumpulan data dilakukan dengan telaah sumber utama yaitu AuRihlah Ibnu Bathuthah: Memoar perjalanan Keliling Dunia di Abad PertengahanAy karya Muhammad bin Abdullah bin Bathuthah yang diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia oleh Muhammad Muchson Anasy dan Khalifurrahman Fath dan telaah sumber bacaan lainnya yaitu buku-buku teks, ensiklopedi, jurnal, dan lain sebagainya. Hasil dan Pembahasan Penjelajahan Ibnu Batutah Pada Abad Pertengahan Abu Abdillah Ibnu Batutah . 4-1377 M) adalah penjelajah besar di Abad Pertengahan. Kehadirannya telah menenggelamkan nama-nama penjelajah lain yang zaman Dia dilahirkan di Tangier. Maroko, pada awal abad ke-14 tepatnya tahun 1304 M pada masa pemerintahan Marinid. Pada masa remaja dia mempelajari ilmu hukum di kota kelahirannya. Pada umur 21 tahun Ibnu Batutah mulai meninggalkan tanah kelahirannya untuk dunia dengan memulai perjalanan ke kota suci Mekkah untuk menunaikan ibadah haji yang dilanjutkan mengunjungi sejumlah negara sesudahnya, yang dirangkum dalam karya besarnya berjudul Rihlah ilal Masyrik (Pengembaraan ke Timu. Husayn Ahmad Amin. Seratus TokohA, hlm. ADABIYA. Volume 24, no. Agustus, 2022 https://jurnal. ar-raniry. id/index. php/adabiya/index 22373/adabiya. Mahli. Muhammad Furqan: Ibnu Batutah Sang Pengembara (Analisis Sosio Historis Petualangan Tokoh Geografer Muslim Melalui Naskah Tuufatun NueeAr F GharAibil AmAr Wa AjAibil AsfA. Ibnu Batutah membutuhkan waktu satu setengah tahun perjalanan untuk tiba di tanah suci Mekkah. Sepanjang perjalanan ia mengunjungi Afrika Utara. Mesir. Palestina dan Suriah. Seusai menunaikan ibadah haji pada tahun 1326 M, dia mengelilingi Irak dan Persia dan kemudian kembali lagi ke kota Mekkah. Pada tahun 1328 M ia naik kapal dan menyeberangi laut menuju arah selatan dan mencapai pantai timur benua Afrika termasuk Tanzania. Ia juga mengunjungi Oman, dan Teluk Persia melalui jalan darat melintasi Arabia Tengah. 6 Setelah mengelilingi Negara-negara Timur Tengah dengan Mekkah sebagai sentralnya. Ibnu Batutah mulai ke daerah lain di luar kawasan Arab. Pada tahun 1330 M dia pergi ke India untuk mencari pekerjaan pada Kesultanan Delhi. Setelah mengelilingi wilayah tersebut ia melintasi Laut Hitam menuju Asia Tengah bagian barat. Ibnu Batutah juga mengunjungi ibukota Bizantium (Romawi Timu. Konstantinopel, jauh sebelum direbut oleh Dinasti Turki Utsmani. Setelah itu, ia kembali kea rah timur melalui Transoxania. Khurasan dan Afghanistan, lalu tiba di sungai Indus pada bulan September 1333 M. menghabiskan waktu delapan tahun di India dan di sana ia bekerja sebagai hakim, pada pemerintahan Thughluq. Sultan Delhi. Pada 1341 M Sultan Delhi menunjuk Ibnu Batutah sebagai duta diplomatic ke Kerajaan Mongol di Cina, namun misi ini gagal karena kapal yang ditumpanginya mengalami kerusakan di pantai barat laut India. Kegagalan ini dia tebus pada tahun 1341 M dengan memutuskan pergi ke Cina atas kehendak sendiri. Ibnu Batutah juga menyempatkan diri mengunjungi negara-negara yang berdekatan dengan India seperti Sri Langka dan Kepulauan Maladewa. Berbekal pengetahuan di bidang hukum di sini dia diangkat menjadi hakim di bawah pemerintahan dinasti Muslim Selanjutnya. Ibnu Batutah juga pergi ke Benggala, pesisir Burma (Myanma. dan pesisir Sumatera tepatnya ke Kerajaan Samudera Pasai di Aceh kemudian melanjutkan perjalanan ke Canton. Pada tahun 1346-1347 M Ibnu Batutah kembali lagi ke Mekkah untuk menunaikan ibadah haji dan selanjutnya pulang ke tanah kelahirannya di Maroko, untuk selanjutnya menyisir selat Gibraltar menuju Granda di Spanyol (Andalusi. Ross E. Dunn. Petualangan Ibnu Battuta: Seorang Musafir Muslim Abad Ke-14, (Jakarta: Yayasan Obor, 2. , hlm. Ross E. Dunn. Petualangan Ibnu BattutaA, hlm. ADABIYA. Volume 24, no. Agustus, 2022 https://jurnal. ar-raniry. id/index. php/adabiya/index 22373/adabiya. Mahli. Muhammad Furqan: Ibnu Batutah Sang Pengembara (Analisis Sosio Historis Petualangan Tokoh Geografer Muslim Melalui Naskah Tuufatun NueeAr F GharAibil AmAr Wa AjAibil AsfA. Ibnu Batutah memutuskan untuk pensiun sebagai penjelajah dunia. Ibnu Batutah melakukan petualangan terakhir dengan mengendarai unta ke wilayah Afrika bagian utara melintasi gurun sahara meunuju Kerajaan Mali di wilayah Sudan dan barulah pada tahun 1355 M ia kembali ke Maroko untuk menetap di sana. Ibnu Batutah menghabiskan waktu hampir tiga puluh tahun untuk merekam kisah hidup manusia di berbagai negara yang total luasnya sama dengan 44 negara era modern. Perjalanannya menuju Cina melalui Selat Malaka di Asia Tenggara. Alur perjalanan ke Selat Malaka berlangsung pada tahun 1345-1346 M. Kapal sempat berhenti di sebuah tempat yang ia sebut Barah Nagar, yang mungkin merupakan sebuah Negara kecil etnik Indo-Cina di sepanjang pantai sebelah barat Burma (Myanma. Rombongan Ibnu Batutah menyampaikan hadiah-hadiah kepada kepala setempat yang tampil dengan pakaian kulit kambing dan menunggang gajah. Lalu melakukan sediti aktivitas jual beli untuk selanjutnya meninggalkan tempat itu. Pelayarannya ke Selat Malaka. Ibnu Batutah menyempatkan diri singgah di pelabuhan Sumatera di Kerajaan Sumadera (Pasa. , sebuah kota pergantian kapal yang terletak pada sebuah sungai yang mengalir ke bawah dari pegunungan liar di daerah pedalaman sebelah barat laut. Sumudera (Pasa. adalah pos luar yang paling akhir dari Darul Islam. 10 Maksudnya, di sepanjang Selat Malaka tidak terdapat satu pun negara Muslim yang merdeka sampai abad ke-14, kecuali Samudera Pasai di Sumatera. Ibnu Batutah menyaksikan hanya Samudera Pasai telah menjadi kerajaan Islam di kawasan Asia Tenggara. Ibnu Batutah tiba. Samudera Pasai diperintah oleh Sultan Malik Az-Zahir, sultan kedua dari kerajaan Islam Samudera Pasai. Sultan pertama adalah Meurah Silu yang setelah masuk Islam berganti nama menjadi Malikussaleh. Rombongan Ibnu Batutah merapat di pelabuhan Samudera Pasai yang disambut hangat oleh warga dan raja. Raja dan rakyat Samudera Pasai sangat taat. Hari Jumat mereka berbondong pergi ke masjid. Ibnu Batutah yang mengerti hukum dan pernah menjadi hakim di India memberi penjelasan tentang Ross E. Dunn. Petualangan Ibnu BattutaA, hlm. Ross E. Dunn. Petualangan Ibnu BattutaA, hlm. Ross E. Dunn. Petualangan Ibnu BattutaA, hlm. ADABIYA. Volume 24, no. Agustus, 2022 https://jurnal. ar-raniry. id/index. php/adabiya/index 22373/adabiya. Mahli. Muhammad Furqan: Ibnu Batutah Sang Pengembara (Analisis Sosio Historis Petualangan Tokoh Geografer Muslim Melalui Naskah Tuufatun NueeAr F GharAibil AmAr Wa AjAibil AsfA. hukum Islam kepada petinggi kerajaan. Raja sangat menikmati diskusi tentang hukum Islam. Ritual di lingkungan istana masih berbau tradisi Hindu-Budha, mengikuti adat dan ritual yang tidak berbeda jauh dari setiap negara Hindu-Buda di Melayu atau Kepulauan Indonesia. Ini dapat dimaklumi karena Kerajaan Samudera Pasai saat dikunjungi Ibnu Batutah baru berubah dari Kerajaan Hindu menjadi Kerajaan Islam. Suatu hari. Ibnu Batutah dan rombongannya diundang secara resmi ke istana raja. Pihak kerajaan menyediakan pakaian adat resmi kepada Ibnu Batutah. Lalu Ibnu Batutah mengganti celananya dengan kain sarung dan memakian seperangkat pakaian mewah adat Saat tiba di istana dia pertama sekali berjumpa dengan seorang perwira tinggi militer yang ternyata sudah dikenalnya saat bertemu di Delhi. Perwira tersebut pernah berpergian ke Delhi beberapa tahun yang lalu dalam rangka diplomatik Kerajaan Samudera Pasai. Setelah itu. Ibnu Batutah dipertemukan dengan Sultan Malik Az-Zahir, dan mempersilakannya duduk di samping kirinya pada jamuan makan kerajaan. Sultan pun menanyakan sejumlah pertanyaan sekitar perjalannya dan urusan-urusan di Delhi. Ibnu Batutah mengingatkan bahwa ia hanya bisa tinggal selama dua minggu di Samudera Pasai lalu akan melanjutkan perjalanan ke Canton. Cina, pada April 1346 M. Ketika dia hendak berangkat dan meninggalkan Samudera Pasai. Sultan Malik Az-Zahir melepaskan dengan penuh kehormatan bagi tamunya itu, yaitu memberi persediaan makanan untuk bekal dalam perjalanan dan mengutus pejabat istana untuk memberikan pelayanan khusus pada acara makan di kapal sebelum berangkat. Beberapa iahli igeografi idan ipenjelajah iyang itelah idisebutakkan idi iatas, masih iterdapat ibanyak iahli igeograi idan ipenjelajah ilain idari idunia iIslam, iseperti Abul iHasan iAl-Mas'udi iseorang ipengembara iyang imelakukan ipenjelajahan ike berbagai ipenjuru ibumi idi iabad ike-10 idan imerangkumnya idalam iberjudul iMaruj ial-Zahab iyang iberisi itentang igeografi, iagama, iadat iistiadat idan isebagainya idari daerah-daerah iyang itelah idikunjunginya,12 Muhammad Ibnu Musa Al-Khawarizmi . -850 M). AlYa'qubi. Al-Biruni, dan lain-lain. Ross E. Dunn. Petualangan Ibnu BattutaA, hlm. Harun Nasution. Islam Ditinjau Dari Berbagai Aspeknya, (Jakarta: UI. Press, 1. , hlm. ADABIYA. Volume 24, no. Agustus, 2022 https://jurnal. ar-raniry. id/index. php/adabiya/index 22373/adabiya. Mahli. Muhammad Furqan: Ibnu Batutah Sang Pengembara (Analisis Sosio Historis Petualangan Tokoh Geografer Muslim Melalui Naskah Tuufatun NueeAr F GharAibil AmAr Wa AjAibil AsfA. Merefleksikan Kondisi Sosio Historis Petualangannya Melalui Naskah Ar-Risalah Ibnu Batutah Ibnu Batutah pulang ke kampung ihalaman ipada i1354 iM, atas rekomendasi Sultan Abu Inan Faris, penguasa Maroko dari Bani Marin. Ibnu Batutah meriwayatkan petualangan-petualangannya kepada Ibnu Juzay, seorang ialim iyang ipernah iia ijumpai di iGranada. Riwayat iyang idisusun ioleh iIbnu iJuzay iinilah isatu-satunya isumber informasi itentang ipetualangan-petualangan iIbnu iBatutah. 13iJudul ilengkap idari inaskah yang idisusun oleh iIbnu iJuzay iini iadalah iHadiah iBagi iPara iPemerhati iNegeri-negeri Asing idan Pengalaman-pengalaman iAjaib i. ahasa iArab: i AEIAAi AAi AAOAi AEIAi a AEAAi AOAi, iTuufatun iNueeAr if iGharAibil iAmAr iwa iAjAibil iAsfA. ,14 namun sering ikali ihanya idisebut iLawatan i. ahasa iArab: iA EEAi ,Ar-Rihla. Ar-Rihlah sebenarnya iadalah isebutan ibagi isalah isatu iragam ibaku idari ikarya itulis dalam sastra Arab. Tidak ada indikasi bahwa Ibnu Batutah mencatat sendiri pengalaman-pengalamannya selama 29 tahun bertualang. Manakala meriwayatkan kembali petualangan-petualangannya untuk dicatat oleh Ibnu Juzay. Batutahlah menjadi satu-satunya sumber referensi bagi Ibnu Juzay dan tidak menyebutkan sumber referensi lainnya, serta menyajikan sejumlah keterangan yang dikutip dari naskah-naskah lain seolah-olah ia dengar langsung dari Misalnya uraian tentang Damaskus. Mekkah. Madinah, dan beberapa tempat lain di Timur Tengah, ia secara jelas menyebut ayat-ayat dari catatan musafir Andalusia. Ibnu Jubair, yang ditulis lebih dari 150 tahun. Demikian pula sebagian besar uraian Ibnu Juzay tentang tempat-tempat di Palestina yang sebenarnya disalin dari catatan perjalanan seorang imusafir abad ke-13 yang bernama Muhammad Al-Abdari Pada ihakikatnya, iIbnu iBatutah ihanyalah iorang ibiasa. iDia itidak imemiliki ihobi tertentu, isehingga ikisah iperjalanannya itidak imerefleksikan ipemikiran iyang mendalam. Dalam inaskah iini ibanyak ikita itemukan ikisah iperjalanannya, idan igambaran keyakinannya iterhadap ihal-hal iyang ianeh, ipencampur iadukan iberbagai iperistiwa, idan Ibnu Batutah - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. Diakses pada tanggal 7 Februari 2022, from https://id. org/wiki/Ibnu_Batutah. Ross E. Dunn. The Adventures of Ibn Battuta, (University of California Press, 2. , hlm. Ross E. Dunn. The Adventures of Ibn BattutaA, hlm. ADABIYA. Volume 24, no. Agustus, 2022 https://jurnal. ar-raniry. id/index. php/adabiya/index 22373/adabiya. Mahli. Muhammad Furqan: Ibnu Batutah Sang Pengembara (Analisis Sosio Historis Petualangan Tokoh Geografer Muslim Melalui Naskah Tuufatun NueeAr F GharAibil AmAr Wa AjAibil AsfA. perhatiannya iyang iberlebihan iterhadap ikekeramatan ipara iwali idan iulama, idan sebagian ikepercayaan ipara ipengembara ipada isetiap izaman. iMeskipun idemikian, idia banyak imenyaksikan iberbagai iperistiwa, isekaligus imengetahui ibagaimana icara menggambarkan iapa-apa iyang idia ilihat, idengan ipenuh ikejelian iatau idengan icara yang isederhana. iItulah iyang imenjadikannya isebagai iseorang iahli igeografi16idan ipengembara iyang iunik idari ikalangan ibangsa iArab. iDia iadalah iseorang pengembara iyang itujuannya ihanya iuntuk imengembara. iDia iinjakkan ikakinya idi tanah iyang isama isekali ibelum idia iketahui idengan iperasaan iyang itenang. iDia isangat senang iberkenalan idengan iwilayah idan ibangsa iyang ibaru. iDia iadalah iorang iyang sangat ibertolak ibelakang idengan iumumnya ipara iahli igeografi ibangsa iArab. iDia tidak ibahan-bahan iDia pengalaman iyang idialaminya isendiri, idan idari iperbincangannya idengan iorang-orang yang idikenalinya idalam iperjalanan. Perhatiannya iterhadap iletak igeografis itidak ilebih ibanyak idibandingkan idengan perhatiannya iterhadap imanusia iyang imenghuni itanah iyang idikunjunginya. iSehingga buku iyang idia isusun imenjadi isebuah ibuku itentang imasyarakat iIslam idan iTimur umumnya ipada iabad ike-14. iDia ibagai ialmari iyang imenyimpan iberbagai imateri yang amat ikaya, ibukan ihanya idalam ibidang igeografi-historis iatau isejarah ipada zamannya, tetapi ijuga imencakup iseluruh ifenomena iperadaban ipada imasa iitu. iSesekali idia memaparkan iseluruh ifenomena isosial, iyang ikerapkali idiabaikan ioleh ipara iahli iSehingga ikita idapat imenyaksikan iberbagai iupacara iyang idilakukan ioleh bangsa iasing, iberbagai imode ipakaian, itradisi idan imata ipencarian imereka, iserta bermacam-macam imakanan idan ikue-kue imereka. Dalam hal ini, karyanya bukanlah sebuah buku teoretis yang kering, tetapi sebuah buku yang sarat dengan muatan kemanusiaan dan sangat hidup. Sang pengarang juga tidak pelit dalam memberikan catatan dan komentarnya mengenai peristiwa yang sedang dia Buku ini bukanlah buku dokumentasi yang memiliki kelebihan dari segi Sukendra Martha. Ibnu Battutah dan Perkembangan Ilmu Geografi di Indonesia. Forum Geografi, https://journals. id/index. php/fg/article/view/4681. Husayn Ahmad Amin. Seratus TokohA, hlm. ADABIYA. Volume 24, no. Agustus, 2022 https://jurnal. ar-raniry. id/index. php/adabiya/index 22373/adabiya. Mahli. Muhammad Furqan: Ibnu Batutah Sang Pengembara (Analisis Sosio Historis Petualangan Tokoh Geografer Muslim Melalui Naskah Tuufatun NueeAr F GharAibil AmAr Wa AjAibil AsfA. pengalaman individu saja, tetapi juga buku ini menyuguhkan contoh yang benar mengenai berbagai pemikiran dan gambaran tentang Negara-negara Islam pada abad ke-14. Meskipun buku ini dikemas dalam gaya bahasa yang berat, bersajak, dan dibuat-buat . ang merupakan gaya bahasa Ibn Jazi. , buku ini masih bernasib baik, karena tidak seluruhnya digarap dengan gaya bahasa yang monoton. Karena gaya bahasa Ibnu Batutah yang lebih cenderung kepada gaya bahasa modern, ia kerapkali menyelipkan kembali kisah Sebagian orang yang hidup sezaman dengannya atau orang-orang yang hidup setelah dirinya meragukan kesahihan informasi dan pengetahuan yang terkandung dalam buku itu. Mereka mengatakan bahwa letak kesalahan itu terdapat pada kelemahannya dari segi pendidikan, dan terlalu mengandalkan ingatannya ketika mendiktekan buku ini, serta penerimaannya atas semua cerita dan informasi yang dia peroleh. Akan tetapi, para ahli geografi pada zaman kita sekarang ini cenderung menganggap riwayatnya secara umum dapat dipercaya. Paling tidak, dia tidak meriwayatkan kecuali hal-hal yang dia anggap benar. Bukunya menjadi buku rujukan utama bagi para peneliti sejarah Asia Kecil dan Asia Tenggara. Penjelasannya mengenai negara-negara Afrika Barat . ingga zaman pengembaraan bangsa Eropa pada abad . lebih baik, dan lebih teliti. Kesimpulan IbnuiBatutah iadalah seorang alim i. iMaroko iyang ipernah iberkelana ike iberbagai ipelosok dunia pada Abad iPertengahan. iDalam ijangka iwaktu i30 itahun, iIbnu iBatutah imenjelajahi sebagian besar idunia iIslam idan ibanyak inegeri inon-Muslim, itermasuk iAfrika iUtara. Tanduk Afrika, iAfrika iBarat, iTimur iTengah, iAsia iTenggara, iAsia iSelatan idan Tiongkok. Menjelang iakhir ihayatnya, iia imeriwayatkan ikembali ipengalaman-pengalamannya menjelajahi idunia iuntuk idibukukan iyang idisusun ioleh iIbnu iJuzay dengan ijudul lengkap idari inaskah iini iadalah iHadiah iBagi iPara iPemerhati iNegeri-negeri iAsing dan iPengalaman-pengalaman iAjaib i(Tuufatun iNueeAr if iGharAibil AmAr iwa AjAibil iAsfA. , inamun isering ikali ihanya idisebut iAr-Rihlah. iRiwayat perjalanan iIbnu Batutah imenyajikan igambaran itentang iperadaban iAbad iPertengahan yang isampai sekarang imasih idijadikan isumber irujukan. Husayn Ahmad Amin. Seratus TokohA, hlm. ADABIYA. Volume 24, no. Agustus, 2022 https://jurnal. ar-raniry. id/index. php/adabiya/index 22373/adabiya. Mahli. Muhammad Furqan: Ibnu Batutah Sang Pengembara (Analisis Sosio Historis Petualangan Tokoh Geografer Muslim Melalui Naskah Tuufatun NueeAr F GharAibil AmAr Wa AjAibil AsfA. Buku yang sering kali disebut AuRihlah Ibnu BatutahAy tersebut kemudian menjadi legenda legendaris dan sarat catatan sejarah. Tak hanya di Timur Tengah dan kalangan Muslim, buku tersebut pun menjadi rujukan bangsa Barat. Buku karangannya diterjemahkan ke dalam banyak bahasa. Dalam bahasa Indonesia, buku bertajuk Ibn Battuta. Travels in Asia and Africa 1325-1354 diterbitkan oleh penerbit terkemuka Routledge dan Kegan Paul. Buku Ibnu Battah tak hanya sebagai kunjungan catatan perjalanan, tapi juga referensi sejarah dunia Islam di seluruh dunia. Ia menceritakan dengan jelas bagaimana kondisi Islam di setiap daerah yang ia kunjungi. Ia juga menggambarkan perkembangan Islam di Tanah Suci karena beberapa kali melakukan perjalanan menunaikan ibadah haji. Bahkan di Indonesia. Ibnu Batutah pun berjasa dalam menguak sejarah kerajaan Islam tua di nusantara. Samudera Pasai. Setelah meninggalkan karya legendaris itu. Ibnu Batutah menemui ajalnya. Ia meninggal pada 1368 M di kota kelahirannya. Tangier Maroko. Hingga kini, nama Ibnu Batutah sangat terkenal hanya di kalangan Muslimin, tapi juga sejarawan Barat. Ia merupakan salah satu cendekiawan Muslim di abad ke-14. Ia telah memberikan banyak pengetahuan dan pelajaran bagi Muslim sepanjang zaman. Referensi