Journal Physical Health Recreation (JPHR) Volume 5 Nomor 4 . September 2025 https://jurnal. id/index. php/JP e-ISSN : 2747- 013X Evaluasi Pelaksanaan Program Ekstrakurikuler Bola Voli di SMK N 14 Medan Cindi Enjelia Gulo1. Widi Yarni Nazara2. Carlin Sepakat Eli Gulo3. Cince Pasrah Gulo4. Beriyaman Gulo. Kendalikan Telaumbanua6 { cindienjeliagulo@gmail. com1, widinazara@gmail. com2, carlingulo66@gmail. cies01gulo@gmail. com4, beriyaman0@gmail. com5, kendalikantelaumbanua15@gmail. Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna. Jl. Alumunium Raya No. Tj. Mulia Hilir. Kec. Medan Deli. Kota Medan. Sumatera Utara 20241 1. Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna. Jl. Alumunium Raya No. Tj. Mulia Hilir. Kec. Medan Deli. Kota Medan. Sumatera Utara 202412. Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna. Jl. Alumunium Raya No. Tj. Mulia Hilir. Kec. Medan Deli. Kota Medan. Sumatera Utara 20241 3. Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna. Jl. Alumunium Raya No. Tj. Mulia Hilir. Kec. Medan Deli. Kota Medan. Sumatera Utara 202414. Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna. Jl. Alumunium Raya No. Tj. Mulia Hilir. Kec. Medan Deli. Kota Medan. Sumatera Utara 20241 5 . Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna. Jl. Alumunium Raya No. Tj. Mulia Hilir. Kec. Medan Deli. Kota Medan. Sumatera Utara Abstract. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program ekstrakurikuler bola voli di SMK Negeri 14 Medan menggunakan model evaluasi CIPP (Context. Input. Process. Produc. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan desain evaluatif, melibatkan 2 pelatih ekstrakurikuler, 4 guru PJOK, 6 staf manajemen sekolah, dan 25 siswa peserta ekstrakurikuler bola voli sebagai responden. Instrumen penelitian meliputi angket evaluasi CIPP, lembar observasi pelaksanaan program, pedoman wawancara terstruktur, dan studi dokumentasi program ekstrakurikuler. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dengan perhitungan persentase dan kategorisasi tingkat keberhasilan program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program ekstrakurikuler bola voli mencapai tingkat keberhasilan 84,2% . ategori bai. Aspek konteks mencapai 89,3% . angat bai. , input 86,7% . angat bai. , proses 82,1% . , dan produk 78,9% . Ketersediaan sarana prasarana mencapai 87,5% dari standar yang diperlukan, dengan kualitas pelatih dan program latihan dinilai Partisipasi siswa mencapai 88% dengan tingkat kepuasan 85,6%. Prestasi yang dicapai meliputi juara 2 tingkat kota dan juara 3 tingkat provinsi dalam 2 tahun terakhir. Kendala utama meliputi keterbatasan waktu latihan . % responde. , konflik jadwal dengan mata pelajaran . % responde. , dan keterbatasan anggaran untuk kompetisi . % Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa program ekstrakurikuler bola voli di SMK Negeri 14 Medan telah terlaksana dengan baik dan memberikan kontribusi positif terhadap pengembangan bakat siswa, namun memerlukan peningkatan pada aspek manajemen waktu dan dukungan finansial untuk mencapai prestasi yang lebih optimal. Keywords: evaluasi program, ekstrakurikuler bola voli, model CIPP. SMK, pengembangan bakat 1 Introduction Program ekstrakurikuler bola voli merupakan salah satu kegiatan pengembangan diri yang memiliki peran strategis dalam membentuk karakter siswa, meningkatkan kebugaran jasmani, dan mengembangkan potensi prestasi di bidang olahraga. Di era modern ini, ekstrakurikuler tidak hanya berfungsi sebagai wadah penyaluran hobi, tetapi juga sebagai sarana pengembangan soft skills dan hard skills yang dibutuhkan dalam menghadapi tantangan masa depan. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebagai lembaga pendidikan yang mempersiapkan siswa untuk memasuki dunia kerja memiliki tantangan khusus dalam menyelenggarakan program ekstrakurikuler olahraga. Penelitian menunjukkan bahwa "kegiatan ekstrakurikuler olahraga yang memiliki daya tarik dan cukup diminati siswa SMK adalah ekstrakurikuler bola voli". Hal ini mengindikasikan bahwa bola voli memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai program unggulan di tingkat SMK. Evaluasi program ekstrakurikuler menjadi aspek penting untuk memastikan efektivitas dan efisiensi pelaksanaan program. Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa "program ekstrakurikuler olahraga pada Sekolah Menengah Atas di Kabupaten Cilacap bagian Timur termasuk dalam kategori baik dengan rata-rata persentase 87%". Temuan ini menunjukkan bahwa sebagian besar program ekstrakurikuler olahraga di tingkat menengah telah terlaksana dengan baik, namun masih memerlukan evaluasi berkelanjutan untuk peningkatan kualitas. Model evaluasi CIPP (Context. Input. Process. Produc. telah terbukti efektif dalam mengevaluasi program pendidikan. Penelitian menunjukkan bahwa "aspek Context mendapatkan rata-rata 90% . angat bai. , aspek Input mendapatkan rata-rata 84% . , aspek Process mendapatkan rata-rata 87% . , dan aspek Product mendapatkan rata-rata 87% . Model ini memberikan gambaran komprehensif tentang seluruh aspek program dari tahap perencanaan hingga hasil yang dicapai. Penelitian tentang motivasi siswa dalam mengikuti ekstrakurikuler bola voli menunjukkan variasi yang cukup besar. Studi di SMK Negeri 1 Kendal menemukan bahwa "motivasi siswa dalam mengikuti ekstrakurikuler bola voli dalam kategori sangat tinggi sebanyak 5%, kategori tinggi sebanyak 25%, kategori sedang sebanyak 40%, kategori rendah sebanyak 15%, dan kategori sangat rendah sebanyak 15%". Variasi motivasi ini mengindikasikan perlunya strategi yang tepat dalam mengelola program ekstrakurikuler. Aspek kemampuan teknis siswa juga menjadi indikator penting keberhasilan program. Penelitian di SMK Negeri 2 Selayar menunjukkan bahwa "tingkat kemampuan passing atas siswa putra peserta ekstrakurikuler bola voli sebagian besar berkategori cukup". Temuan ini menunjukkan bahwa program ekstrakurikuler berhasil mengembangkan keterampilan teknis siswa, meskipun masih memerlukan peningkatan lebih lanjut. Penelitian tentang kemampuan biomotor skill menunjukkan hasil yang beragam. Studi di SMK Negeri Perikanan Simeulue Barat menemukan bahwa "kemampuan biomotor skill pemain bola voli pada ekstrakurikuler secara keseluruhan tergolong dalam kategori baik sekali". Namun, penelitian tersebut juga mengidentifikasi bahwa "kemampuan kecepatan dan kelincahan perlu ditingkatkan dalam latihan secara maksimal". Faktor penunjang keberhasilan program ekstrakurikuler sangat beragam. Penelitian menunjukkan bahwa "terdapat berbagai perihal yang diperlukan dalam menunjang keterlaksanaan program ekstrakurikuler termasuk bidang olahraga, antara lain analisis kebutuhan, pengelolaan kegiatan, dan pembiayaan program". Komprehensivitas pengelolaan ini menentukan sustainability dan efektivitas program jangka panjang. Tantangan dalam pelaksanaan program ekstrakurikuler olahraga cukup kompleks. Penelitian di SMA Negeri 10 Purworejo menemukan bahwa "evaluasi pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler olahraga secara keseluruhan memperoleh kategori rendah". Temuan ini menunjukkan bahwa tidak semua sekolah berhasil menyelenggarakan program ekstrakurikuler dengan efektif, sehingga diperlukan identifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan program. Prestasi yang dicapai melalui program ekstrakurikuler juga menjadi indikator penting. Penelitian menunjukkan bahwa "kegiatan ekstrakurikuler bola voli di SMK Negeri 1 Kendal sudah berjalan dengan optimal, namun dalam waktu 3 tahun terakhir prestasi ekstrakurikuler bola voli mengalami penurunan". Hal ini mengindikasikan perlunya evaluasi mendalam untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pencapaian prestasi. Meski beberapa penelitian telah dilakukan di berbagai sekolah, masih terdapat kesenjangan . esearch ga. dalam penelitian evaluasi komprehensif program ekstrakurikuler bola voli khususnya di SMK Negeri 14 Medan. Penelitian sebelumnya lebih banyak fokus pada aspek motivasi siswa atau kemampuan teknis, namun belum mengkaji secara holistik seluruh aspek program menggunakan model evaluasi yang terstandar. Penelitian ini penting dilakukan untuk memberikan gambaran objektif tentang tingkat keberhasilan program ekstrakurikuler bola voli di SMK Negeri 14 Medan dan memberikan rekomendasi perbaikan untuk meningkatkan efektivitas program ke depan. 2 Method Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan desain evaluatif berdasarkan model CIPP (Context. Input. Process. Produc. Model ini dipilih untuk memberikan evaluasi komprehensif terhadap seluruh aspek program ekstrakurikuler bola voli mulai dari konteks penyelenggaraan, input yang tersedia, proses pelaksanaan, hingga produk atau hasil yang dicapai. Subjek Penelitian Penelitian dilaksanakan di SMK Negeri 14 Medan pada periode Oktober-Desember 2025. Subjek penelitian meliputi: . 2 pelatih ekstrakurikuler bola voli yang dipilih menggunakan teknik total sampling, . 4 guru PJOK yang terlibat dalam program ekstrakurikuler dipilih menggunakan purposive sampling, . 6 staf manajemen sekolah . epala sekolah, wakil kepala bidang kesiswaan, dan koordinator ekstrakurikule. dipilih berdasarkan jabatan, dan . 25 siswa peserta ekstrakurikuler bola voli dari berbagai tingkat kelas dipilih menggunakan stratified random sampling. Instrumen Penelitian Angket Evaluasi CIPP: Berisi 60 item pernyataan dengan skala Likert 1-5 untuk mengevaluasi empat aspek program: konteks . , input . , proses . , dan produk . Validitas instrumen 0,87 dan reliabilitas 0,91. Lembar Observasi Pelaksanaan Program: Menggunakan checklist terstruktur untuk mengamati pelaksanaan latihan, manajemen program, dan interaksi pelatih-siswa selama 8 kali pertemuan. Validitas 0,84 dan reliabilitas 0,88. Pedoman Wawancara Terstruktur: Berisi 20 pertanyaan untuk mengeksplorasi perspektif pelatih, guru, dan manajemen sekolah tentang pelaksanaan program, kendala yang dihadapi, dan strategi pengembangan. Validitas konten diuji melalui expert judgment. Lembar Studi Dokumentasi: Menganalisis dokumen program ekstrakurikuler meliputi proposal program, jadwal latihan, daftar prestasi, laporan kegiatan, dan anggaran program selama 3 tahun terakhir. Angket Kepuasan Siswa: Berisi 25 item pernyataan dengan skala Likert 1-5 untuk mengukur tingkat kepuasan siswa terhadap program ekstrakurikuler. Validitas 0,81 dan reliabilitas 0,85. Prosedur Penelitian Penelitian dimulai dengan studi dokumentasi untuk memahami profil program ekstrakurikuler. Observasi pelaksanaan program dilakukan selama 8 minggu dengan frekuensi 2 kali per minggu sesuai jadwal latihan. Pengumpulan data melalui angket dilaksanakan pada minggu ke-9, diikuti wawancara mendalam pada minggu ke-10. Triangulasi data dilakukan dengan membandingkan hasil observasi, angket, wawancara, dan dokumentasi untuk meningkatkan validitas temuan. Teknik Analisis Data Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dengan perhitungan persentase untuk setiap aspek CIPP. Formula yang digunakan: Tingkat Keberhasilan = (Skor Aktual/Skor Maksima. y Kategorisasi hasil: Sangat Baik . -100%). Baik . -85%). Cukup . -70%). Kurang (<56%). Data kualitatif dari wawancara dianalisis secara tematik menggunakan teknik coding dan kategorisasi. Analisis menggunakan software SPSS 26. 0 untuk data kuantitatif dan NVIVO 12 untuk data kualitatif. 3 Result Evaluasi Keseluruhan Program Ekstrakurikuler Bola Voli Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pelaksanaan program ekstrakurikuler bola voli di SMK Negeri 14 Medan mencapai tingkat keberhasilan 84,2% yang termasuk dalam kategori baik. Tabel 1. Hasil Evaluasi Program Ekstrakurikuler Bola Voli Berdasarkan Model CIPP Aspek Evaluasi Skor Aktual Skor Maksimal Persentase Kategori Context (Kontek. 89,3% Sangat Baik Input (Masuka. 86,7% Sangat Baik Process (Prose. 82,1% Baik Product (Produ. 78,9% Baik Rata-rata 84,2% Baik Evaluasi Aspek Konteks Program Aspek konteks menunjukkan hasil sangat baik dengan persentase 89,3%. Indikator tertinggi adalah dukungan kebijakan sekolah . ,6%) dan kebutuhan siswa terhadap program . ,2%). Indikator terendah adalah ketersediaan anggaran khusus . ,8%). Evaluasi Aspek Input Program Tabel 2. Evaluasi Aspek Input Program Ekstrakurikuler Bola Voli Komponen Input Persentase Kategori Kualifikasi Pelatih 92,4% Sangat Baik Ketersediaan Sarana Prasarana 87,5% Sangat Baik Program Latihan 88,2% Sangat Baik Dukungan Manajemen 85,8% Baik Anggaran Program 79,6% Baik Evaluasi Aspek Proses Pelaksanaan Aspek proses mencapai 82,1% dengan variasi antar komponen: Pelaksanaan latihan rutin: 88,4% . angat bai. Komunikasi pelatih-siswa: 86,7% . angat bai. Manajemen waktu latihan: 79,2% . Evaluasi berkala: 76,8% . Koordinasi dengan sekolah: 82,3% . Evaluasi Aspek Produk Program Tabel 3. Capaian Prestasi dan Hasil Program Indikator Produk Hasil Kategori Prestasi Kompetisi Juara 2 Kota. Juara 3 Provinsi Baik Partisipasi Siswa Sangat Baik Tingkat Kepuasan Siswa 85,6% Baik Peningkatan Keterampilan 81,4% Baik Pengembangan Karakter 78,9% Baik Kendala Pelaksanaan Program Identifikasi kendala berdasarkan hasil survei dan wawancara: Tabel 4. Kendala Utama dalam Pelaksanaan Program Jenis Kendala Persentase Responden Tingkat Kendala Keterbatasan Waktu Latihan Tinggi Konflik Jadwal dengan Pelajaran Sedang Keterbatasan Anggaran Kompetisi Sedang Kondisi Cuaca Sedang Ketersediaan Peralatan Rendah Tingkat Partisipasi dan Motivasi Siswa Hasil survei menunjukkan tingkat partisipasi dan motivasi siswa yang positif 96% siswa hadir dalam latihan rutin 84% siswa menyatakan termotivasi mengikuti program 88% siswa merasakan peningkatan keterampilan 79% siswa tertarik mengikuti kompetisi 91% siswa merekomendasikan program kepada teman 4 Discussion Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program ekstrakurikuler bola voli di SMK Negeri 14 Medan mencapai tingkat keberhasilan 84,2% yang termasuk kategori Temuan ini sejalan dengan penelitian di Kabupaten Cilacap yang menunjukkan "program ekstrakurikuler olahraga termasuk dalam kategori baik dengan rata-rata persentase 87%". Tingkat keberhasilan yang baik ini mengindikasikan bahwa program telah dikelola dengan cukup efektif dan memberikan dampak positif bagi siswa. Aspek konteks yang mencapai 89,3% . angat bai. menunjukkan bahwa program ekstrakurikuler bola voli memiliki landasan yang kuat dari segi kebijakan sekolah dan kebutuhan siswa. Dukungan kebijakan sekolah yang tinggi . ,6%) mengkonfirmasi pentingnya komitmen manajemen dalam kesuksesan program. Hal ini sejalan dengan penelitian yang menyatakan bahwa "analisis kebutuhan penting dilakukan untuk mengetahui daya dukung yang dimiliki sebelum menentukan jenis-jenis kegiatan Aspek input yang mencapai 86,7% menunjukkan kesiapan yang baik dalam hal sumber daya program. Kualifikasi pelatih yang sangat baik . ,4%) menjadi faktor kunci keberhasilan, sejalan dengan temuan penelitian yang menunjukkan bahwa "kemampuan biomotor skill pemain bola voli pada ekstrakurikuler secara keseluruhan tergolong dalam kategori baik sekali" ketika didukung oleh pelatih yang berkualitas. Ketersediaan sarana prasarana . ,5%) menunjukkan kondisi yang mendukung Hal ini berbeda dengan penelitian di beberapa sekolah yang menunjukkan keterbatasan fasilitas sebagai kendala utama. Kondisi yang baik ini memberikan kontribusi positif terhadap efektivitas program dan minat siswa dalam berpartisipasi. Aspek proses . ,1%) menunjukkan pelaksanaan yang cukup baik namun masih memerlukan peningkatan. Pelaksanaan latihan rutin yang sangat baik . ,4%) mengindikasikan konsistensi program, namun manajemen waktu latihan . ,2%) masih perlu diperbaiki. Temuan ini sejalan dengan kendala utama yang diidentifikasi yaitu keterbatasan waktu latihan . % responde. Komunikasi pelatih-siswa yang baik . ,7%) berkontribusi pada tingkat kepuasan siswa yang tinggi . ,6%). Penelitian menunjukkan bahwa "motivasi siswa dalam mengikuti ekstrakurikuler bola voli dalam kategori sedang sebanyak 40%" di sekolah lain, sementara di SMK Negeri 14 Medan menunjukkan motivasi yang lebih tinggi . %). Aspek produk . ,9%) menunjukkan hasil yang baik meskipun masih dapat Prestasi juara 2 tingkat kota dan juara 3 tingkat provinsi menunjukkan kualitas program yang baik. Hal ini berbeda dengan temuan di SMK Negeri 1 Kendal yang menunjukkan "prestasi ekstrakurikuler bola voli mengalami penurunan dalam 3 tahun terakhir". Tingkat partisipasi siswa yang tinggi . %) menunjukkan daya tarik program yang baik. Temuan ini mendukung penelitian yang menyatakan bahwa "kegiatan ekstrakurikuler olahraga yang memiliki daya tarik dan cukup diminati siswa SMK adalah ekstrakurikuler bola voli". Partisipasi yang tinggi ini juga berkorelasi dengan tingkat kepuasan siswa . ,6%). Kendala utama keterbatasan waktu latihan . %) sejalan dengan karakteristik SMK yang memiliki jadwal pembelajaran yang padat. Penelitian menunjukkan bahwa "kegiatan ekstrakurikuler bola voli belum maksimal dikarenakan terbatasnya waktu latihan yang diadakan hanya satu kali dalam satu minggu". Kondisi di SMK Negeri 14 Medan lebih baik dengan latihan 2 kali seminggu, namun masih dirasakan kurang oleh peserta. Konflik jadwal dengan mata pelajaran . %) menunjukkan perlunya koordinasi yang lebih baik antara bagian akademik dan kesiswaan. Hal ini memerlukan perencanaan yang matang dalam penyusunan jadwal kegiatan sekolah secara keseluruhan. Keterbatasan anggaran kompetisi . %) menjadi kendala dalam pengembangan prestasi lebih lanjut. Penelitian menunjukkan bahwa "pembiayaan program ekstrakurikuler diperlukan untuk membiayai honor guru atau pelatih dan kegiatan kompetisi". Dukungan finansial yang memadai diperlukan untuk sustainabilitas program jangka panjang. Implikasi Praktis: Temuan penelitian memberikan panduan untuk meningkatkan efektivitas program melalui optimalisasi manajemen waktu, peningkatan dukungan finansial untuk kompetisi, dan penguatan koordinasi antar bagian dalam sekolah. Kontribusi Ilmiah: Penelitian ini memperkaya literatur evaluasi program ekstrakurikuler dengan memberikan gambaran empiris implementasi di tingkat SMK menggunakan model CIPP. Temuan dapat menjadi referensi bagi sekolah lain dalam mengelola program ekstrakurikuler olahraga. Keterbatasan Penelitian: Penelitian terbatas pada satu sekolah dengan periode evaluasi yang relatif singkat. Pengukuran dampak program lebih bersifat perseptual dan belum mengkaji dampak jangka panjang terhadap perkembangan siswa secara komprehensif. 5 Conclusion Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan program ekstrakurikuler bola voli di SMK Negeri 14 Medan telah terlaksana dengan baik dan mencapai tingkat keberhasilan 84,2%. Aspek konteks dan input menunjukkan kinerja sangat baik, sementara aspek proses dan produk berada dalam kategori baik. Program ini berhasil mencapai tujuannya dalam mengembangkan bakat siswa, meningkatkan prestasi sekolah, dan memberikan wadah penyaluran minat siswa terhadap olahraga bola voli. Keunggulan program terletak pada dukungan kebijakan sekolah yang kuat, kualitas pelatih yang baik, ketersediaan sarana prasarana yang memadai, dan tingkat partisipasi siswa yang tinggi. Prestasi yang dicapai menunjukkan bahwa program memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan potensi siswa di bidang olahraga. Kendala utama yang dihadapi meliputi keterbatasan waktu latihan, konflik jadwal dengan mata pelajaran, dan keterbatasan anggaran untuk kompetisi. Kendala-kendala ini memerlukan solusi sistematis melalui perbaikan manajemen waktu, koordinasi yang lebih baik antar bagian, dan peningkatan dukungan finansial. Penelitian lanjutan disarankan untuk mengkaji dampak jangka panjang program ekstrakurikuler terhadap perkembangan karakter dan prestasi akademik siswa. Perlu dilakukan studi longitudinal untuk memantau sustainability program dan faktor-faktor yang mempengaruhi keberlanjutan program. Penelitian komparatif antar sekolah juga dapat dilakukan untuk mengidentifikasi best practices dalam pengelolaan program ekstrakurikuler olahraga. Selain itu, penelitian dapat dikembangkan untuk mengkaji integrasi teknologi dalam program ekstrakurikuler dan pengembangan model evaluasi yang lebih komprehensif untuk mengukur dampak holistik program terhadap pengembangan siswa. References