LISTRA Jurnal Linguistik Sastra Terapan Vol. No. Bulan Juni 2025, pp. https://e-jurnal. id/index. php/LISTRA/index || KETIDAKADILAN SEORANG ISTRI PADA NOVEL CATATAN HATI SEORANG ISTRI KARYA ASMA NADIA: KAJIAN FEMINISME Lutfia Rahmawati 1. Sariban 2. Sutardi 3 *1-3 Universistas Islam Darul AoUlum Lamongan. Indonesia 1 lutfimoed @gmail. 2 sariban@unisda. 3 sutardi@unisda. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketidakadilan gender terhadap perempuan dalam pernikahan, serta perjuangan para istri dalam menghadapi ketidakadilan tersebut. Fokus penelitian adalah untuk mengidentifikasi bentuk ketidakadilan terhadap istri, perjuangan yang dilakukan istri dalam menghadapi ketidakadilan suami, dan dampak yang ditimbulkan dari ketidakadilan yang dialami oleh istri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif, di mana data diperoleh melalui kajian teks novel dan interpretasi feminis. Hasil penelitian ini ialah bentuk ketidakadilan terhadap istri dalam novel ini terlihat melalui berbagai tindakan yang merugikan perempuan dalam konteks pernikahan. Ketidakadilan tersebut antara lain berupa kekerasan fisik yang dilakukan oleh suami, yang menimbulkan penderitaan emosional dan fisik bagi istri, serta pelecehan verbal berupa ejekan dan penghinaan yang merusak harga diri istri. Poligami, yang merupakan pilihan suami dalam novel ini, juga menciptakan ketidakadilan, baik bagi istri pertama maupun kedua, dengan memunculkan konflik emosional dan perasaan rendah diri. Dampak ketidakadilan terhadap para istri, mencakup ketidakbahagiaan, penurunan harga diri, rasa sakit, dan rasa bersalah. Ketidakadilan dalam bentuk dominasi suami, perselingkuhan, dan kekerasan verbal memberikan dampak psikologis yang mendalam bagi istri. Perasaan rendah diri, kecurigaan, dan ketegangan emosional terus menghantui mereka, yang berujung pada keharmonisan hubungan keluarga yang terganggu. Kata kunci: Feminisme. Ketidakadilan. Perjuangan istri. ABSTRACT This study aims to analyze gender injustice against women in marriage, as well as the struggles of wives in dealing with such injustice. The focus of the study is to identify the forms of injustice against wives, the struggles of wives in dealing with injustice of their husbands, and the impacts of injustice experienced by wives. The method used in this study is a qualitative approach with descriptive analysis, where data is obtained through a study of novel texts and feminist interpretations. The results of this study are that the forms of injustice against wives in this novel are seen through various actions that harm women in the context of marriage. These injustices include physical violence by husbands, which causes emotional and physical suffering for wives, as well as verbal abuse in the form of ridicule and insults that damage wives' self-esteem. Polygamy, which is the husband's choice in this novel, also creates injustice, both for the first and second wives, by giving rise to emotional conflict and feelings of inferiority. The impacts of injustice against wives include unhappiness, decreased selfesteem, pain, and guilt. Injustice in the form of husband dominance, infidelity, and verbal violence have a profound psychological impact on wives. Feelings of inferiority, suspicion, and emotional tension continue to haunt them, which leads to disturbed harmony in family relationships. Kata Kunci: Feminism. Injustice. Wife's Struggle. This is an open-access article under the CCAeBY-SA license. https://e-jurnal. id/index. php/LISTRA/index listra@unisda. PENDAHULUAN Sastra merupakan ungkapan pribadi manusia yang berupa pengalaman, pemikiran, perasaan, ide, semangat, keyakinan dalam suatu bentuk gambaran konkret yang membangkitkan pesona dengan alat bahasa. Sastra memiliki unsur-unsur berupa pikiran, pengalaman, ide, perasaan, semangat, kepercayaan . , ekspresi atau ungkapan, bentuk dan bahasa (Sumardjo & Saini 1997: 3-. Hal ini dikuatkan oleh pendapat Saryono . 9: . bahwa sastra juga mempunyai kemampuan untuk merekam semua pengalaman yang empiris-natural maupun pengalaman yang nonempiris-supernatural, dengan kata lain sastra mampu menjadi saksi dan pengomentar kehidupan manusia. Salah satu hasil karya sastra berupa prosa adalah novel. Novel mengungkapkan suatu konsentrasi kehidupan pada suatu saat yang tegang, dan pemusatan kehidupan yang tegas (Semi, 1988:. menurut Rostamaji . alam Juni Ahyar. , 2019: 148-. Novel merupakan sebuah karya sastra yang mempunyai dua unsur, yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik yang mana keduanya saling berkaitan karena saling berpengaruh dalam sebuah karya sastra. Novel sendiri sebuah karya sastra yang mampu menggugah rasa para pembacanya. Melalui novel, pembaca seolah-olah dilibatkan dalam setiap peristiwa yang terjadi di dalam novel. Seperti perjuangan perempuan, yang membuat pembaca bisa merasakan langsung sebuah bentuk perjuangan. Novel yang bertemakan perjuangan perempuan, biasanya dikaji dari segi Hasil pemikiran seseorang melalui pandangan terhadap lingkungan sosial yang berada di sekelilingnya dengan menggunakan bahasa yang indah bagian dari sastra. Apabila bahasa dalam kehidupan sehari-hari merupakan dinamika pertama, sastra merupakan system yang kedua (Lotman dalam Sugihastuti, 201:. Menurut Sutardi . karya sastra sebagai hasil karya manusia memiliki keterhubungan dengan kehidupan. Oleh karena itu, dalam memahami karya sastra harus didasarkan pada hakikat karya sastra yang merupakan representasi dari realitas. Di sisi lain Sastra pada dasarnya merupakan ciptaan, sebuah kreasi, bukan semata-mata sebuah imitasi, karya sastra juga sebagai bentuk pendayagunaan bahasa tentang kehidupan manusia. Permasalahan tentang ketidakadilan perempuan tidak lepas dari sistem sosial, budaya, serta politik yang berlaku pada suatu negara. Inilah yang menyebabkan munculnya gerakan feminis dalam dunia sastra. Patriarki menurut Sylvia Walby . alam Suyitno, 2014:. merupakan sistem struktur dan praktek sosial yang menempatkan kaum laki-laki sebagai kelompok yang mendominasi, melakukan obsesi dan mengeksploitasi kaum perempuan. Perempuan senantiasa menjadi bahasan yang menarik. Berbagai cerita tentang perempuan bertebaran, dari kekerasan terhadap perempuan yang sering terjadi dan diangkat di media massa hingga syarat 30% kuota perempuan dalam partai politik. Perempuan juga diyakini menjadi pilihan terbaik bagi perusahaan untuk mengiklankan suatu produk. Perempuan tampak demikian eksis. Akan tetapi sebenarnya membicarakan eksistensi perempuan jauh lebih rumit dari sekadar hal-hal yang telah disebutkan. Eksistensi perempuan tidak hanya diukur dari kuantitas namun kualitas Tidak hanya seberapa sering ia diberitakan di koran, namun dalam konteks apa mereka muncul. Tidak hanya berapa persen keberadaan mereka dalam sebuah parpol, namun seberapa besar kehadiran mereka memberikan pengaruh bagi dunia politik. Hal ini membuat pernyataan bahwa perempuan telah mampu menunjukkan kiprahnya sebaiknya perlu ditelisik ulang. Kendati sudah ada upaya dari pejuang feminisme untuk mendekonstruksikan nasib kaum perempuan, dalam kenyataannya kaum perempuan masih tersubordinasi oleh laki-laki. Kaum perempuan masih terbelenggu dalam budaya patriarki, masih mengalami ketidakadilan gender . ender inequalitie. Berdasarkan pemaparan di atas, jelas menegaskan bahwa perempuan di mata laki-laki dan juga di mata sastrawan pria: sekedar objek. Di era modern, perempuan dan laki-laki mempunyai kedudukan yang sama. Namun tidak pada perempuanperempuan yang ada di novel yang berjudul Catatan Hati Seorang Istri karya Asma Nadia ini. Berangkat dari uraian tersebut penulis merasa tertarik untuk melakukan penelitian dan menelaah lebih lanjut mengenai perempuan-perempuan . aca: istr. yang terdapat dalam novel Catatan Hati Seorang Istri karya Asma Nadia. Feminisme sendiri merupakan suatu gerakan perempuan yang berusaha menuntut persamaan hak sepenuhnya antara kaum perempuan dan kaum laki-laki. Gerakan feminis adalah suatu gerakan pembebasan kaum perempuan dari ketergantungannya dari orang lain, terutama dari kaum laki- laki. Melalui bekal pendidikan dan tingkat kecerdasan yang tinggi kaum wanita akan mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan secara optimal segala potensi yang ada pada dirinya. Mereka lebih mampu mengambil keputusan keputusan yang penting bagi dirinya, serta tampil sebagai perempuan yang terhormat. Novel Catatan Hati Seorang Istri karya Asma Nadia menggambarkan kisah dan perjuangan perempuan dalam menjalani kehidupan rumah tangga dan perannya sebagai istri. Novel ini mendapat perhatian luas karena tema yang diangkat sangat dekat dengan realitas kehidupan perempuan di Indonesia, khususnya mereka yang dihadapkan pada berbagai persoalan sosial, budaya, dan religius. Dalam konteks ini, novel tersebut membuka ruang kajian mendalam mengenai perspektif feminisme, terutama dalam memahami bagaimana perempuan dihadapkan pada berbagai tantangan domestik serta bagaimana mereka mengelola peran dan identitasnya sebagai istri dan individu mandiri. Di tengah perkembangan feminisme di Indonesia, isu tentang kesetaraan dan hak perempuan semakin sering dibahas. Namun, masih banyak perempuan yang terjebak dalam stereotip sosial dan budaya yang membatasi kebebasan mereka, baik dalam lingkup rumah tangga maupun dalam kehidupan masyarakat yang lebih luas. Novel karya Asma Nadia ini menarik untuk dikaji karena memotret dilema-dilema perempuan dalam mempertahankan peran tradisionalnya di tengah tuntutan akan kemandirian dan penghargaan diri. Melalui kisah-kisah dalam novel, pembaca dapat menyaksikan sisi emosional, moral, dan intelektual yang memperlihatkan bagaimana perempuan menavigasi kehidupan yang seringkali penuh Dalam novel ini, perspektif feminisme terlihat dalam penggambaran pengalaman batin dan tantangan para tokoh perempuan yang merindukan penghargaan dan pengakuan atas Banyak tokoh perempuan di novel ini menghadapi konflik antara loyalitas terhadap pasangan dan keinginan untuk memiliki jati diri yang kuat. Kajian feminisme pada novel ini relevan untuk dilakukan guna memahami sejauh mana nilai-nilai feminisme hadir dalam budaya patriarki yang kuat, serta untuk mengidentifikasi bagaimana tokoh perempuan mencoba memperjuangkan hak-hak pribadinya tanpa harus mengorbankan nilai-nilai rumah tangga yang dijunjung tinggi. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka rumusan masalah dalam penelitian ini ialah sebagai berikut: Bagaimana bentuk ketidakadilan terhadap istri dalam novel Catatan Hati Seorang Istri karya Asma Nadia? Bagaimana dampak ketidakadilan yang dialami oleh para istri dalam novel Catatan Hati Seorang Istri karya Asma Nadia? Bagaimana perjuangan istri dalam menghadapi ketidakadilan suami dalam novel Catatan Hati Seorang Istri karya Asma Nadia? Berdasarkan rumusan masalah tersebut, tujuan penelitian ini ialah sebagai berikut: Untuk mendeskripsikan bentuk ketidakadilan terhadap istri dalam novel Catatan Hati Seorang Istri karya Asma Nadia. Untuk mendskripsikan dampak ketidakadilan yang dialami oleh para istri dalam novel Catatan Hati Seorang Istri karya Asma Nadia. Untuk mendeskripsikan perjuangan istri dalam menghadapi ketidakadilan suami dalam novel Catatan Hati Seorang Istri karya Asma Nadia. METODE Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Metode kualitatif adalah metode penelitian yan dilakukan dengan tidak mengutamakan angka-angka, tetapi mengutamakan kedalaman penghayatan terhadap interaksi antar konsep yang sedang dikaji secara empiris (Endraswara, 2011:. Hal ini perlu dipahami, mengingat karya sastra adalah dunia kata dan simbol yang penuh makna dan sastra bukanlah fenomena yang secara mudah mengikuti gejala ilmu alam yang mudah dihitung. Adapun data dalam penelitian ini berupa data yang berwujud kutipan-kutipan ungkapan dan gambaran yang mengandung nilai-nilai feminisme yang terdapat dalam novel Catatan Hati Seorang Istri karya Asma Nadia. Sumber data dalam penelitian ini adalah karya fiksi berupa novel Catatan Hati Seorang Istri karya Asma Nadia. Data yang berhasil digali, dikumpulkan dan dicatat. Dalam kegiatan penelitian harus diusahakan kebenarannya. Oleh karena itu, setiap peneliti harus dapat memilih dan menentukan cara yang tepat untuk menggali data yang diperolehnya. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik catat, karena data-datanya berupa teks. Instrumen penelitian ini merupakan alat-alat yang digunakan untuk menjaring data yang diperoleh dan berhubungan dengan masalah penelitian. Dalam penelitian kualitatif, yang menjadi instrumen atau alat penelitian adalah peneliti itu sendiri. Validasi terhadap peneliti sebagai instrumen meliputi validasi terhadap pemahaman metode penelitian kualitatif. Peneliti kualitatif sebagai human instrument yang berfungsi untuk menetapkan fokus penelitian, melakukan pengumpulan data, menilai kualitas data, analisis data, menafsirkan data dan membuat kesimpulan. Dalam penelitian ini, yang dijadikan objek penelitian yakni psikologi suami yang melatarbelakangi ketidakadilan terhadap istri, bentuk ketidakadilan, perjuangan istri dalam menghadapi ketidakadilan suami dan dampak ketidakadilan yang dialami oleh para istri dalam novel Catatan Hati Seorang Istri karya Asma Nadia. Setelah beberapa data terkumpul, langkah selanjutnya adalah menganalisis data untuk mendapatkan kesimpulan. Teknik yang digunakan untuk menganalisis novel Catatan Hati Seorang Istri karya Asma Nadia dalam metode ini adalah usaha untuk mengumpulkan data dan menyusun suatu data, kemudian dilakukan suatu analisis terhadap data tersebut. Analisis data deskriptif yakni data-data yang dikumpulkan adalah berupa kata-kata, gambar dan bukan angka-angka. Hal ini disebabkan oleh adanya penerapan metode kualitatif, selain itu semua yang dikumpulkan kemungkinan menjadi kunci terhadap apa yang telah Dengan demikian laporan penelitian akan berisi kutipan-kutipan data dan pengolahan data untuk memberi gambaran laporan penyajian tersebut, dalam hal ini berupa kutipan dalam novel Catatan Hati Seorang Istri karya Asma Nadia. Teknik analisis isi digunakan untuk menemukan makna isi cerita yang ada di dalam objek kajian. Dengan demikian analisis ini merupakan teknik yang menekankan makna yang berhubungan dengan nilai-nilai feminisme yang terdapat dalam novel Catatan Hati Seorang Istri karya Asma Nadia. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Hasil penelitian dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 1. Hasil Penelitian Bentuk-bentuk Ketidakadilan Data Istri Kekerasan Fisik Mereka terpaksa melakukannya, dengan alasan yang kuat. Mereka A kerja Kondisi saya yang masih lemah karena belum lama melahirkan kala itu, semakin bertambah Hati rasanya hancur mengetahui suami memanggil perempuan lain dengan sebutan Koko bilang, perempuan itu hanya teman Saya bertanya lagi, kalau memang teman biassa, kenapa harus pakai sayang? Kami bertengkar dan lagi-lagi saya harus mengalah dan mencoba melu pakan kejadian tersebut Hal. Kode Data Data 1. Data 1. Pelecehan Perselingkuhan Poligami Mengapa suamiku sepertinya membenciku? Apakah ia tidak mencintaiku lagi? Tapi jika memang ia mencintaiku, mengapa ia selalu bersikap memusuhiku? Karena terkadang suami saya sering mengejek dan membuat saya merasa tidak berarti. Dia mengatakan saya gendut, jelek, dan kata-kata lain yang membuat hati saya terluka, meski secara fisik saya baik-baik sajaAy masih mending aku masih mau pulang. Aku mual melihat mukamu yang tak enak dipandang EhA itu istri tuanya si anu kan? Suami sering nggak pulang. Akhirnya suatu hari saya ikuti diam-diam. Saya jadi tahu ternyata suami suka ke tempat ini. Lalu saya rebut sama suami. Sebab suami tetap tidak mau berhenti ke sini. Soalnya di sini dia sudah punya cem-ceman. Akhirnya malah suami tinggalin saya. MbakApergi dan tidak ada Bagaimanakah seharusnya perasaan seorang istri menemukan wanita lain, tidur di kamar kosong di rumah kami dalam kondisi tak berpakaian? Hari ini menemani anak-anak karate. Sayang sedang apa? Jangan terlambat makan ya? Tetapi dengan menikah lagi suami berusaha memuliakan istri tuanya. Asma . hingga mudah mendapatkan surga Sungguh tidak pernah terbayangkan saya akan menjadi istri kedua, merebut kasih seorang suami kepada istri dan anak-anaknya, sebuah kejahatan bagi saya Jika ayah ingin berpoligami, apakah umi mengijinkan? Aku menginginkan keluarga ini memiliki penerus di kehidupan kelak Data 1. Data 1. Data 1. Data 1. Data 1. Data 1. Data 1. Data 1. Data 1. Data 1. Data 1. Pembahasan Bentuk Ketidakadilan Terhadap Istri dalam Novel Catatan Hati Seorang Istri karya Asma Nadia Kekerasan fisik Bentuk ketidakadilan terhadap istri yang dapat berujung pada kekerasan fisik. Permusuhan dalam rumah tangga bukan hanya melukai perasaan, tetapi juga berdampak besar pada kesejahteraan fisik istri. Dalam novel Catatan Hati Seorang Istri, banyak perempuan yang mengalami situasi serupa, di mana ketidakpastian akan kasih sayang suami justru berujung pada penderitaan fisik dan emosional. Ketidakadilan ini memperlihatkan bagaimana seorang istri harus berjuang menghadapi kondisi rumah tangga yang penuh tekanan dan ketidakpastian, yang pada akhirnya mengancam kesehatan dan keselamatan dirinya. Pelecehan Ketidakadilan terhadap istri dalam novel ini tidak hanya hadir dalam bentuk kekerasan fisik, tetapi juga dalam bentuk pelecehan yang lebih halus tetapi tetap Penghinaan, ejekan, dan stigma sosial terhadap perempuan dalam rumah tangga menunjukkan bahwa pelecehan dapat berdampak besar pada psikologi korban, bahkan lebih dalam daripada luka fisik. Novel ini berhasil menggambarkan bagaimana perempuan sering kali harus berjuang menghadapi ketidakadilan dalam rumah tangga, baik dari suami maupun lingkungan sekitarnya. Selingkuh Ketidakadilan ini menunjukkan bagaimana perselingkuhan tidak hanya menghancurkan pernikahan, tetapi juga menyebabkan penderitaan emosional dan psikologis yang mendalam bagi istri. Novel ini secara tegas mengangkat isu ini sebagai kritik terhadap fenomena yang masih banyak terjadi dalam kehidupan nyata, di mana perempuan sering kali menjadi korban utama dari pengkhianatan dalam rumah tangga. Poligami Melalui novel ini. Asma Nadia memberikan gambaran yang realistis tentang bagaimana poligami bisa menjadi bentuk ketidakadilan yang menghancurkan kehidupan rumah tangga. Poligami bukan sekadar tentang memiliki lebih dari satu istri, tetapi juga menyangkut perasaan, kepercayaan, dan keseimbangan dalam keluarga yang sering kali sulit dipertahankan. Dampak Ketidakadilan yang Dialami Oleh Para Istri dalam Novel Catatan Hati Seorang Istri Karya Asma Nadia Ketidakbahagiaan berumah tangga Ketidakadilan dalam pernikahan, baik dalam bentuk kekecewaan mendalam maupun kekerasan verbal, dapat menciptakan ketidakbahagiaan yang akut dalam rumah tangga. Ketidakbahagiaan ini berakar pada ketimpangan peran dan perlakuan yang tidak adil terhadap istri, yang pada akhirnya merusak keharmonisan pernikahan. Melalui novel Catatan Hati Seorang Istri. Asma Nadia tidak hanya menggambarkan realitas pahit yang dialami para istri, tetapi juga mengajak pembaca untuk merenungkan pentingnya keadilan dan penghormatan dalam relasi pernikahan agar kebahagiaan rumah tangga tetap terjaga. Kecurigaan Pada pandangan pertama, kutipan ini mungkin terlihat sebagai ungkapan perhatian seorang suami terhadap istrinya. Namun, dalam konteks ketidakadilan yang dialami istri, pesan seperti ini justru dapat menimbulkan kecurigaan. Jika dalam kehidupan sehari-hari istri kerap merasa diabaikan, namun tiba-tiba mendapatkan pesan yang terkesan manis dan perhatian, hal ini dapat memicu rasa curiga terhadap ketulusan suami. Kecurigaan ini bisa muncul akibat pengalaman sebelumnya, di mana sikap suami tidak selalu sesuai dengan perkataan atau pesan yang disampaikan. Istri mungkin akan bertanya-tanya apakah perhatian tersebut tulus atau sekadar bentuk manipulasi untuk menutupi sesuatu. Ketidakadilan dalam bentuk ketidakseimbangan komunikasi dan kepercayaan dalam rumah tangga menciptakan ketidakamanan emosional yang berujung pada hubungan yang penuh dengan kecurigaan dan Rasa Sakit Perselingkuhan dan pengabaian suami terhadap istrinya menjadi salah satu bentuk ketidakadilan dalam rumah tangga yang menyebabkan penderitaan mendalam bagi perempuan. Ketidakadilan ini tidak hanya menciptakan luka emosional, tetapi juga dapat berujung pada kehancuran rumah tangga secara keseluruhan. Novel Catatan Hati Seorang Istri menyoroti bagaimana perempuan yang mengalami pengkhianatan harus menghadapi dilema besar dalam kehidupan mereka, baik dalam mempertahankan martabat maupun dalam menjalani hidup setelah kehilangan Ketidakadilan ini memperjelas bahwa perselingkuhan bukan hanya sekadar masalah dalam hubungan, tetapi juga dapat membawa dampak psikologis, sosial, dan emosional yang berkepanjangan bagi para istri yang mengalaminya. Rasa Bersalah Poligami dalam novel Catatan Hati Seorang Istri diposisikan sebagai sebuah keputusan yang berdampak pada ketidakadilan terhadap istri pertama. Ketidakadilan ini muncul dalam bentuk dominasi suami dalam pengambilan keputusan, tekanan psikologis yang dialami istri, serta ketidakseimbangan peran dalam hubungan suamiistri. Novel ini memberikan kritik terhadap praktik poligami yang sering kali tidak dilaksanakan dengan prinsip keadilan, sehingga mengakibatkan penderitaan bagi pihak istri pertama. Perjuangan Istri dalam Menghadapi Ketidakadilan Suami dalam Novel Catatan Hati Seorang Istri Karya Asma Nadia Poligami sering kali menjadi tekanan dari lingkungan sekitar. Dalam novel ini, poligami bukan hanya keputusan suami, tetapi juga didukung oleh faktor eksternal seperti keluarga yang menginginkan adanya penerus. Situasi ini semakin memperumit perjuangan istri dalam menghadapi ketidakadilan dalam pernikahannya. Ia tidak hanya harus menghadapi suaminya, tetapi juga tekanan dari orang-orang di sekitarnya yang menganggap poligami sebagai sesuatu yang wajar. SIMPULAN Bentuk ketidakadilan gender terhadap perempuan/istri digambarkan melalui kekerasan fisik, pelecehan verbal, perselingkuhan, dan poligami. Kekerasan fisik terlihat dalam paksaan suami yang menyebabkan istri mengalami penderitaan emosional dan fisik, sementara pelecehan verbal berupa ejekan dan penghinaan merusak harga diri istri. Perselingkuhan suami mengungkapkan pengkhianatan yang mengarah pada ketidakadilan emosional dan psikologis, yang membuat istri menderita. Poligami, yang seharusnya dianggap sebagai pilihan suami, justru membawa ketidakadilan baik bagi istri pertama maupun kedua, mengingatkan tentang konflik emosional, perasaan rendah diri, dan ekspektasi sosial yang membebani perempuan dalam hubungan rumah tangga. Semua bentuk ketidakadilan ini menggambarkan kesulitan yang harus dihadapi para istri dalam mempertahankan martabat dan kesejahteraan mereka dalam pernikahan yang tidak adil. Dampak ketidakadilan yang dialami oleh para istri dalam novel Catatan Hati Seorang Istri karya Asma Nadia, yang mencakup ketidakbahagiaan dalam rumah tangga, kecurigaan, rasa sakit, dan rasa bersalah. Ketidakadilan tersebut tercermin dalam berbagai bentuk, seperti dominasi suami, perselingkuhan, kekerasan verbal, dan ketidakterbukaan dalam komunikasi, yang menyebabkan dampak psikologis dan emosional yang mendalam bagi para istri. Para istri yang terperangkap dalam ketidakadilan ini mengalami penurunan harga diri, kehilangan kepercayaan diri, serta konflik dalam hubungan keluarga yang berdampak pada keharmonisan rumah tangga. Novel ini juga menggambarkan bagaimana para istri berjuang untuk menghadapi dan menyikapi ketidakadilan tersebut, meskipun sering kali terjebak dalam perasaan bersalah dan ketegangan yang dihasilkan oleh norma sosial dan budaya patriarki. Perjuangan seorang istri menghadapi ketidakadilan yang dilakukan oleh suami menggambarkan berbagai bentuk penderitaan emosional yang harus ditanggungnya. Ketidakadilan tersebut mencakup kekerasan verbal, perselingkuhan, poligami, dan ketidakpedulian suami, yang sering kali terjadi dalam kondisi fisik dan emosional yang rentan. Tokoh istri berjuang untuk mempertahankan rumah tangga dan harga dirinya, meskipun sering kali terjebak dalam situasi yang penuh penghinaan dan pengkhianatan. Selain itu, poligami menjadi sumber konflik dan tekanan, baik dari suami maupun lingkungan sekitar, yang memperburuk kondisi istri. Novel ini menggambarkan betapa sulitnya perjuangan seorang istri untuk bertahan dalam hubungan yang penuh ketidakadilan, baik dalam aspek fisik maupun emosional, serta bagaimana ia berusaha mencari kebahagiaan dan menjaga martabatnya di tengah tekanan tersebut. DAFTAR RUJUKAN Alwisol. Psikologi Kepribadian. Malang: UMM Press. Botifar. , & Friantary. Refleksi Ketidakadilan Gender dalam Novel Perempuan Berkalung Sorban: Perspektif Gender dan Feminisme. Disastra: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 3. , 45-56. Chammah. Teori Sastra: Pendekatan Strukturalisme. Semiotika, dan Sosiologi Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Echols. John M. , & Hasan Shadily. Kamus Bahasa Inggris. Jakarta: Gramedia. Endaswara. Suwardi. Metodologi Penelitian Sastra. Yogyakarta : CAPS. Fakih. Mansour. Analisis Gender dan Transformasi Sosial. Yogyakarta: Jabrohim. Metodologi Penelitian Sastra. Yogyakarta: Hanindita. Juni Ahyar. Pengkajian Prosa Fiksi. Yogyakarta: Deepublish. Kurniawan Heru. Sutardi. Penulisan Sastra Kreatif. Lamongan: CV Pustaka Ilalang Group. Launjara. Wardarita. , & Puspita. Kajian Feminisme dalam Novel 172 Days Karya Nadzira Shafa dan Novel Ibuk Karya Iwan Setyawan. Journal on Teacher Education, 5. , 330-335. Mahfuzh. Najla. Kita Selesaikan dengan Cinta. Sayang. Rahasia Menikmati Pernikahan Yang Sukses Dalam Islam. Jakarta: MIRQAT Publishing Mahmudiyah. Nur. Representasi Femenisme Perempuan Afganistan dalam Novel Perempuan-Perempuan Tak Berwajah (The End of Manner. Karya Francesca Marciano. Skripsi Sarjana Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Universitas Darul Ulum Lamongan. Moeloeng, 2011. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Mosse. Julia Cleves. Gender dan Pembangunan. Yogyakarta: Rifka Annisas. WomenAos Crisis Center dan Pustaka Pelajar. Nadia. Asma. Catatan Hati Seorang Istri. Depok: Asma Nadia Publishing Home. Nurgiantara. Burhan. Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gajahmada University Press. Putra. Heddy Shri Ahimsa. Posisi dan Peran Gender dalam Kajian Antropologi Budaya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Santoso. & Wahyuningtyas. Sosiologi Sastra dan Novel Indonesia Kontemporer. Surabaya: Penerbit Paramadina. Saryono. Sastra dan Budaya: Pendekatan dan Kajian. Malang: Aditya Media. Semi. Anatomi Sastra. Padang: Angkasa Raya. Siregar. Analisis Penggunaan Gaya Bahasa dalam Menyoroti Perspektif Feminisme dalam Novel Hati Suhita. Jurnal Bahasa dan Sastra, 11. Stanton. Robert. Teori Fiksi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Sugiastuti, 2011. Teori Apresiasi Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Sugiastuti. Suharto. Kritik Sastra Feminis. Teori dan Aplikasinya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Sugihastuti. Sastra Anak dan Kajian Sastra Feminis. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Suharto. & Sugihastuti. Feminisme dalam Sastra Indonesia. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Sumardjo. & Saini. Apresiasi Kesusastraan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Sutardi. Apresiasi Sastra. Teori. Aplikasi dan Pembelajarannya. Lamongan: CV Pustaka Ilalang. Suwardi Endraswara. Metodologi Penelitian Sastra: Epistemologi. Model. Teori, dan Aplikasi. Yogyakarta: Pustaka Widyatama. Suyitno. Budaya Patriarki dan Ketidakadilan Gender. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Suyitno. Struktur Sosial Patriarki dan Feminisme. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Suyitno. Kajian Novel dalam Spektroskop Feminisme dan Nilai Pendidikan. Yogyakarta: Graha Ilmu. Wellek. , & Warren. Teori Kesusastraan. Jakarta: Gramedia. Wellek. Reny, & Austin Warren. Teori Kesusastraan. Terj. Melani Budianta. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Yuanita. Arini. Prespektif Gender dan Nilai Feminisme dalam Novel Perawan di Sangkar Ilusi. Karya Rahmawati Ridwan. Skripsi Sarjana Pendidikan bahasa Sastra Indonesia. Universitas Darul Ulum Lamongan.