e-ISSN : 2807-2448 com/index. php/bikes Jurnal Kebidanan. Keperawatan dan Kesehatan (J-BIKES) 2025. Vol. 5 (No. : Halaman: 84-89 Pengaruh Pemberian Aromaterapi Peppermint Terhadap Penurunan Frekuensi Mual Muntah Pada Ibu Hamil Trimester I Di Klinik Kartini Medika The Effect of Peppermint Aromatherapy on Reducing the Frequency of Nausea and Vomiting in Pregnant Women in the First Trimester at the Kartini Medika Clinic Tyas Anggraeni1* & Rani Safitri2 1*,2 Prodi S1 Kebidanan. Fakultas Teknologi. Sains, dan Kesehatan. Institut Teknologi. Sains, dan Kesehatan RS dr. Soepraoen Malang. Indonesia Disubmit: 04 Juli 2025. Diproses: 07 Juli 2025. Diaccept: 22 Juli 2025. Dipublish: 30 Juli 2025 *Corresponding author: E-mail: tyasanggraeni420@gmail. Abstrak Mual muntah merupakan keluhan umum yang sering terjadi pada kehamilan trimester I. Keluhan ini merupakan hal yang normal, namun apabila tidak segera diberikan pengobatan akan menjadi keluhan yang berbahaya. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui Pengaruh pemberian aromaterapi peppermint terhadap penurunan frekuensi mual muntah pada ibu hamil trimester I di Klinik Kartini Medika. Design penelitian ini yaitu menggunakan metode Pre Experiment dengan pendekatan The one group pre-test post-test Design. Populasi dalam penelitian ini yaitu semua ibu hamil yang berada di Klinik Kartini Medika yang berjumlah 50 orang ibu hamil. Teknik pengambilan sampel yaitu non probability sampling dengan Teknik consecutive sampling. Penelitian ini di lakukan pada bulan Februari Ae April 2025. Untuk mengukur frekuensi mual muntah pada ibu hamil menggunakan kuesioner Mual Muntah Kehamilan Trimester I. Data diolah dengan menggunakan SPSS for Windows Versi 25, sedangkan analisa data menggunakan uji statistic Wilcoxon, diperoleh nilai p= 0,000 dengan =0,05 sehingga nilai p< maka H1 diterima dan H0 ditolak artinya ada efek pemberian aromaterapi peppermint terhadap penurunan frekuensi mual muntah. Sehingga disarankan menggunakan aromaterapi peppermint untuk menurunkan frekuensi mual muntah bagi ibu hamil yang mengalami mual muntah Kata Kunci: Aromaterapi. Mual Muntah. Aromaterapi Peppermint Abstract Nausea and vomiting are common complaints that often occur in the first trimester of pregnancy. This complaint is normal, but if not immediately treated, it can become a dangerous complaint. The purpose of this study was to determine the effect of peppermint aromatherapy on reducing the frequency of nausea and vomiting in pregnant women in the first trimester at the Kartini Medika Clinic. This study used the Pre-Experiment method with the one group pre-test post-test Design approach. The population in this study were all pregnant women at the Kartini Medika Clinic, totaling 50 pregnant women. The sampling technique was non-probability sampling with consecutive sampling technique. This research was conducted in February - April 2025. To measure the frequency of nausea and vomiting in pregnant women using the First Trimester Pregnancy Nausea and Vomiting Questionnaire. The data was processed using SPSS for Windows Version 25, while the data analysis used the Wilcoxon statistical test, obtained a p value = 0. 000 with = 0. 05 so that the p value < then H1 is accepted and H0 is rejected meaning there is an effect of giving peppermint aromatherapy on reducing the frequency of nausea and vomiting, so it is recommended to use peppermint aromatherapy to reduce the frequency of nausea and vomiting for pregnant women who experience nausea and vomiting. Keywords: Aromatherapy. Nausea and Vomiting. Peppermint Aromatherapy DOI: 10. 51849/j-bikes. v%vi%i. Rekomendasi mensitasi : Anggraeni. T & Safitri. Pengaruh Pemberian Aromaterapi Peppermint Terhadap Penurunan Frekuensi Mual Muntah Pada Ibu Hamil Trimester I Di Klinik Kartini Medika. Jurnal Kebidanan. Keperawatan dan Kesehatan (JBIKES), 5 . : Halaman. e-ISSN : 2807-2448 com/index. php/bikes PENDAHULUAN Masa kehamilan adalah ketika janin berkembang di dalam rahim seorang wanita setelah terjadi pembuahan, di mana sperma dari pria bertemu dengan sel telur yang dihasilkan oleh indung telur Wanita (Syaiful & Fatmawati, 2. Proses kehamilan ini alami dan fisologis, dan hampir setiap wanita yang memiliki organ reproduksi yang sehat, telah mengalami menstruasi dan melakukan hubungan seksual dengan pria yang sehat, memiliki kemungkinan untuk mengalami Durasi kehamilan adalah sekitar 280 hari atau 40 minggu, dihitung dari hari pertama menstruasi terakhir hingga bayi lahir (Nugrawati & Amriani. Proses mengakibatkan berbagai perubahan pada semua sistem tubuh, seperti sistem Perubahan ini sangat penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin dalam rahim. Meskipun begitu, kehamilan juga dapat menimbulkan masalah bagi seorang ibu, dengan beberapa keluhan seperti mual dan muntah, pusing, kelelahan, nyeri dada, peningkatan frekuensi buang air kecil, (Santriwati, 2. Biasanya, mual dan muntah . mesis gravidaru. terjadi pada trimester pertama kehamilan, terutama pada pagi hari, dan dapat berlangsung selama 10 minggu (Reitno Ningtyas & Dewi, 2. Menurut hasil Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2018, ditemukan bahwa jumlah ibu hamil adalah sekitar 228 per setiap 100. 000 wanita, dengan sekitar 26% di antaranya mengalami mual muntah. Sementara itu, pada tahun 2019 jumlah ibu hamil diperkirakan sekitar 359 per 100. wanita, dengan sekitar 32% mengalami mual muntah selama kehamilan (Hutapea. Emesis gravidarum, yaitu mual dan muntah pada ibu hamil pada trimester ketidaknyamanan karena gejala seperti pusing, perut kembung, dan rasa lelah. Mual dan muntah ini biasanya terjadi kurang dari 5 kali sehari dan dapat menjadi patologis jika tidak diatasi. Jika gejala mual dan muntah yang parah terus berlanjut, kondisi tersebut disebut hiperemesis gravidarum, yang dapat sehari-hari, menyebabkan penurunan berat badan, dehidrasi, serta terdeteksinya kadar aseton dalam urin. Gejala serupa juga dapat menyerupai penyakit seperti apendisitis, pielitis, dan sejenisnya (Zamrodah, 2. Jika tidak ditangani dengan benar, mual dan muntah selama kehamilan dapat berkembang menjadi gejala yang sangat berat dan persisten pada trimester pertama, dikenal sebagai hiperemesis Keadaan keseimbangan elektrolit, dan kekurangan nutrisi yang merugikan ibu hamil dan Mual dan muntah selama kehamilan adalah hal yang umum, namun kondisi yang lebih serius. Untuk mengatasinya dapat dilakukan terapi nutrisi . akan dalam jumlah kecil tetapi serin. , pengobatan herbal seperti teh jahe atau spearmint, serta aromaterapi menggunakan aroma jeruk, peppermint, dan spearmint (Jannah et al. , 2. e-ISSN : 2807-2448 com/index. php/bikes Aromaterapi bentuk terapi yang memanfaatkan baubauan dari tumbuhan, bunga, atau bagian tanaman lain yang memiliki aroma harum dan menyenangkan. Salah satu jenis aromaterapi yang dapat digunakan untuk meredakan otot-otot yang kram, masalah membantu proses pembuangan gas usus (Cahyasari, 2. Berdasarkan dikumpulkan dari Klinik Kartini Medika, terdapat 278 ibu hamil yang berkunjung ke klinik tersebut dari bulan Februari hingga April, dengan sebagian besar mengalami masalah mual muntah . mesis Dari data yang diambil, 71 ibu hamil mengalami mual dan 207 ibu hamil mengalami muntah. Meskipun demikian, fenomena emesis gravidarum masih kerap dianggap ringan hingga saat Banyak ibu hamil menganggapnya sebagai hal biasa yang sering terjadi pada mendapatkan penanganan yang memadai. Padahal, data dari Klinik Kartini Medika menunjukkan bahwa sebagian besar ibu hamil yang datang mengalami mual muntah yang dapat berdampak buruk pada kesehatan ibu dan janin. Banyak pula ibu hamil yang belum memahami cara mengatasi mual muntah, sehingga rentan mengalami masalah kesehatan lebih peppermint terhadap mual muntah pada menggunakan instrumen pengukuran Penelitian dilakukan di Wilayah Kerja Klinik Kartini Medika dengan melibatkan Aromaterapi sebanyak 1 kali sehari dengan 2Ae3 tetes menggunakan kapas atau tisu selama 10 menit pada pagi hari, selama 7 hari berturut-turut. Data diambil pada hari ke7 setelah intervensi menggunakan kuesioner untuk mengevaluasi pengaruh dalam menurunkan frekuensi mual muntah pada ibu hamil. Dalam penelitian ini, terdapat satu kelompok yang diberikan intervensi Sebelum intervensi dilakukan, dilaksanakan pretest dengan menggunakan kuesioner untuk mengidentifikasi frekuensi mual muntah pada ibu hamil. Setelah itu, aromaterapi peppermint dan dilakukan post-test kelompok tersebut menggunakan kuesioner. HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 1. Karakteristik responden Karakteristik Umur 17 Ae 20 21 Ae 25 26 Ae 30 31 Ae 35 Total Pendidikan SMP SMA METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan jenis pre-experiment dengan pendekatan one group pre-test and post-test, di mana data dikumpulkan sebelum dan setelah intervensi diberikan. Untuk mengukur e-ISSN : 2807-2448 com/index. php/bikes Total Usia Kehamilan 4-6 mingguy 6-8 mingguy 8-10 mingguy 10-12 mingguy Total menunjukkan bahwa p < sehingga hipotesis nol ditolak dan hipotesis alternatif diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pemberian aromaterapi peppermint berpengaruh dalam menurunkan frekuensi mual muntah pada ibu hamil di Klinik Kartini Medika. Berdasarkan univariat, seluruh responden . = . mengalami penurunan frekuensi mual muntah setelah pemberian aromaterapi Nilai pre-test menunjukkan bahwa sebelum intervensi mayoritas responden berada pada kategori berat, yaitu 34 responden . ,0%), yang mengindikasikan bahwa banyak ibu hamil belum mengetahui secara pasti cara mengatasi mual muntah. Nilai post-test setelah intervensi menunjukkan mayoritas berada pada kategori ringan, yaitu 29 responden . ,0%), yang menggambarkan penurunan frekuensi mual muntah setelah pemberian aromaterapi peppermint. Peppermint atau Mentha piperita L. adalah nama ilmiah tanaman herbal yang populer di seluruh dunia dan dikenal sebagai daun mint. Tanaman ini mengandung minyak atsiri, terutama mentol, yang dapat membantu meredakan gejala seperti kembung, mual, muntah, dan Selain itu, daun mint memiliki efek karminatif yang membantu mengurangi gas di usus halus sehingga dapat membantu mengatasi atau mengurangi mual dan muntah (Yusmaharani et al. Aromaterapi bekerja pada tubuh manusia melalui dua sistem fisiologis utama: sistem sirkulasi dan sistem Mekanisme kerja aromaterapi dimulai dari molekul-molekul volatil yang diabsorpsi melalui mukosa nasal. Molekul bau tersebut menstimulasi sistem saraf olfaktorius (Nervus I) dan merangsang reseptor di epitel hidung. Stimulasi ini dapat memicu pelepasan endorfin dan serotonin serta berinteraksi dengan Berdasarkan Tabel 1 diperoleh data bahwa responden terbanyak berada pada kelompok usia 26Ae30 tahun, yaitu sebanyak 22 responden . ,0%). Data terakhir terdapat pada kelompok SMA, yaitu 24 responden . ,0%). Sementara itu, data terbanyak berdasarkan usia kehamilan berada pada kelompok 6Ae8 minggu, yaitu sebanyak 20 responden . ,0%). Tabel 2. Frekuensi Emesis Gravidarum Karakteyristik Preyteyst Ringan Seydang Beyrat Postteyst Ringan Seydang Beyrat Total Berdasarkan Tabel 2 menunjukkan bahwa dari hasil penelitian yang dilaksanakan terhadap 50 responden di Klinik Kartini Medika diperoleh distribusi responden berdasarkan frekuensi mual muntah terbanyak pada kategori berat, yaitu 34 responden . ,0%), dan berdasarkan frekuensi mual muntah terbanyak pada kategori ringan, yaitu 29 responden . ,0%). Dari hasil penelitian yang dilakukan di Klinik Kartini Medika terhadap 50 responden ibu hamil yang mengalami mual Wilcoxon menunjukkan nilai p sebesar 0,000 dengan = 0,05. Hal ini e-ISSN : 2807-2448 com/index. php/bikes menimbulkan efek psikologis dan persepsi Aroma serotonin, menurunkan stimulus stres, membuat tubuh merasa lebih nyaman, dan membantu mengurangi mual muntah (Ayubbana & Hasanah, 2. Aromaterapi pengobatan alternatif yang menggunakan minyak esensial hasil ekstraksi tanaman Minyak esensial memiliki berbagai manfaat kesehatan, termasuk mengurangi stres, merelaksasi tubuh. Penggunaan aromaterapi melalui inhalasi . enghirup minyak esensia. dapat memengaruhi memori dan emosi, sistem endokrin, sistem kekebalan tubuh, denyut pernapasan, aktivitas gelombang otak, dan pelepasan hormon di seluruh tubuh (Pratiwi & Subarnas, 2. tubuh dengan meningkatkan pasokan oksigen ke paru-paru DAFTAR PUSTAKA